Point of view: Ten
Terserah kalian mau anggap aku jalang atau bagaimana.
Ya, aku memiliki 2 pacar. Yang satu, namanya Johnny. Laki-laki Amerika yang sangat-sangat aku cintai. Dia tinggi, tampan, mapan, dan yang terpenting memiliki hati yang tulus meskipun aku sangat jalang bagi kalian mungkin. Laki-laki itu sudah 3 tahun berpacaran dengan ku. Dia sangat tulus mencintai ku, sangat pengertian dan selalu ada disamping ku. Kapanpun, dimanapun aku butuh Johnny, dia selalu meluangkan waktu untukku. Biarpun dia sibuk dengan urusan di kafe nya. kadang aku memang egois, selalu merengek meminta dia untuk disamping ku saat dia sedang sibuk-sibuk nya mengurus kafe. Namun dia selalu menyempatkan diri untuk menemani ku.
Pernah suatu ketika, jam 1 malam, aku ketakutan sehabis mimpi buruk yang melandaku. Disitu aku bingung harus apa, dan aku sangat ketakutan. Akhirnya kuputuskan untuk menelpon Johnny, menyuruh nya datang ke sini. Dan benar saja, dia datang lalu memelukku erat mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja karena dia disampingku. Akhirnya aku tertidur bersama dia, sambil memelukku erat dan menciumi puncak kepala ku. Ah, betapa beruntung nya aku memiliki pacar sebaik dan sepengertian dia.
Tak sepantasnya aku yang mendua mendapat lelaki yang setia.
Lain hal dengan pacar ku yang satu lagi. yaitu Taeyong. Aku tak ingin mendeskripsikan banyak-banyak tentang dia. Karena intinya, aku tak mencintai dia setulus aku mencintai Johnny. Aku mencintai nya dibawah paksaan ibu ku. Ibu ku menginginkan harta Taeyong, yang jelas-jelas banyak karena Ia seorang pemilik perusahaan terbesar di Korea. Aku sayang ibu ku, aku tidak ingin menghancurkan hatinya. Cukup ayah ku yang sudah menghancurkan hati Mama. Jadi, aku berpura-pura mencintai Taeyong untuk membahagiakan Mama.
Alkisah, aku dikenalkan Mama dengan Taeyong disebuah kafe di daerah Gangnam. Aku Ibu ku dan disitulah aku berpacaran dengan nya. aku sudah bilang ke Mama, bahwa jangan jodohkan aku dengan Taeyong. Tapi, mau apalagi. Aku tidak mau hati Mama kembali sakit, setelah perlakuan Papa yang sangat jahat kepada Mama.
Aku bingung, kenapa Mama bisa sekuat itu, bersabar menghadapi kelakuan Papa yang kian hari kian ganas. Ia memukuli Mama, membentak, dan tidak segan-segan menghantam Mama dengan benda-benda keras. Aku benci Papa. Aku ingin membalas semua kejahatan Papa yang sudah dilakukan kepada Mama. Tapi aku tahu, bahwa membalas dendam tidak lah membuat Papa berubah. Papa akan tetap menjadi pemabuk gila yang melampiaskan kekesalan nya kepada Mama. Ia selalu berjudi, tidak memiliki pekerjaan tetap, mabuk-mabukkan, dan hal negatif lain nya.
Iya aku balik lagi. Maaf yah kalau aku terlalu OOC mendeskripsikan Ten disini. A BIG SORRY FOR EVERYONE WHO READ THIS AND ALL TEN BIASED. Aku benar-benar minta maaf. Dan maaf juga aku telat update karena lagi sibuk sama seleksi MPK disekolah ku. Maaf yaah.
Dan terimakasih untuk Kak Bysugar sudah memberikan aku saran dan ini diaaaa. Aku mendeskripsikan perasaan Ten yang sebenernya dipaksa sama Mama nya HEHEHEHEHE. Tbh, ini mendadak ada diotak gue HEHEHEHEHEHEH. Langsung aku tuangkan ke chapter ke 4 ini ehehehehe.
Aku mengucapkan besar-besar terimakasih dan maaf /halah/ untuk yang udah review. MAAF YAH KALAU AKU TERLALU KASAR MENDESKRIPSIKAN URI BLOON TEN :(
Habis ini mungkin ada beberapa Johnten moment. *spoiler dikit*
Plx gimme a review. Thankyou! Kamshamnida! Xie Xie! Danke! Hatur Nuhun!
