DARK ANGEL chap.1

Pair : Chanbaek, Hunbaek, Kaibaek, Krisbaek
Genre : Boys Love, Romace,Fantasy
Rated : T

INSPIRATED : ( BTS - Blood Sweat Tears MV)

...

Sepasang kaki panjang melangkah memasuki sebuah kamar yang sangat luas dengat berbagai hiasan yang terbuat dari kristal. Terdapat sebuah ranjang luas yang ditempati oleh sosok mungil yang masih bergelung manis dalam selimut tebalnya.

"Honey,bangunlah sekarang waktunya untuk makan." Pemilik kaki panjang itu sekarang mendudukan dirinya di tepi ranjang, memajangkan tangannya untuk mengelus surai jelaga si mungil.

"Aku ingin tidur lebih lama Kris." Sosok mungil itu menggeliat sesaat dan menarik selimutnya lebih tinggi.

"Kau bisa melanjutkan tidurmu nanti honey, kau belum makan apa-apa sejak kemarin." Suara berat itu kembali terdengar.

Kris menyingkap selimut yang menagkupi sosok mungil kesayangannya, membuat si pemilik selimut menggerutu kecil namun tetap membuka kelopak matanya.

"Kris, aku benar-benar tidak lapar." Suara merengek itu membuat kris terkekeh geli.

"Aku tau Honey, tapi kami tak akan bisa makan kalau kau juga tak makan, lagi pula kami semua sudah pulang jadi kita bisa makan bersama."

"Benarkah? Chanyeol juga sudah pulang." Terdapat binar kebahagian dari kedua bola mata si mungil yang mau tak mau membuat Kris mengecup kedua kelopak mata itu dengan cepat."

"ya, Lucifer sudah pulang, jadi kita harus keruang makan dengan cepat sebelum dia yang memaksamu kesana."

"hmm, tapi gendonggg." Sosok mungil itu merentangkan kedua tangannya dan memberikan tatapan memohon.

Dengan cepat kris menyelipakan tangan kirinya di lipatan lutut si mungil dan yang lainnya ia gunakan untuk menahan punggung kecil itu, sedangkan sosok yang di gendong tengah mengalungkan kedua lenganya di leher Kris dan kembali memejamkan matanya.

Sepanjang perjalan menuju ruang makan Si sosok mungil kembali menyelami alam mimpinya, hingga ia tak sadar telah di dudukkan di depan meja makan. Sebuah lengan yang melingkari pinggangnya dan hembusan nafas di perpotongan lehernya kembali menariknya dari lautan mimipi.

"Jongin, kau sedah kembali ? ukh, kau sangat jahat meninggalkanku selama seminggu disini." Baekhyun-si sosok mungil- mengerucutkan bibirnya.

Sosok yang dipanggil jongin terkekeh kemudian mengecup cepat bibir mengerucut Baekhyun mendatangkan protes dari sang pemilik.

"Aku sedang bekerja keras By, sebagai gantinya aku akan menemanimu mengelilingi Danau nanti."

"Kau sudah mengatakan janji itu sebulan yang lalu iblis mesum, jadi kuharap kali ini ku harap kau bisa menepatinya." Baekhyun melipat tangannya di depan dada ia sedikit jengah dengan sosok berkuli t coklat yang tengah memeluk pinggangnya ini, Jongin telah menjanjikan hal ini lebih dari 100 kali dalam setahun dan yang dia tapati hanya bisa di hitung dengan jari.

"tentu By,kali ini aku akan menepatinya." Kemudian sosok itu kembali menyerukan hidungnya di perpotongan leher Baekhyun.

"Cepat hentikan hal menjijikkan itu Jongin sebelum aku kehilangan nafsu makanku." Suara itu berasal dari Pria berwajah datar di kursi bagian tengah.

Dengan wajah ditekuk Jongin melepas pelukannya dan melangkah kearah kursi di samping pria berwjah datar itu.

"Terimakasih Sehun." Ucap Baekhyu di iringi oleh kekehan ringan

"Tentu sayang."

"Bisakah kalian melewati sesi 'ayo bertengkar sebelum makan' kalian, sebelum Chanyeol membakar habis rambut kalian." Kris yang duduk didepan Sehun dan Jongin mengeluarkan suara, membuat Jongin yang ingin memukul Sehun mengurungkan niatnya.

"Chanyeol ada dimana, kenapa di dia belum kemari?" Tanya Beakhyun yang berada di ujung meja.

"Aku disini Baek." Suara itu bersal dari belakang Baekhyun dan dengan cepat Baekhyun menoleh dan dihadiahi dengan kecupan di pucuk kepalanya.

"Chanyeol aku merindukamu." Kalimat Baekhyun teredam dalam dada Chanyeol kerena tubuh mungilnya telah berada dalam dekapan Sosok tinggi itu.

"Aku juga sangat merindukanmu Baek." Jawab Chanyeol.

Chanyeol melepaskan pelukannya, kemudian bejalan di ujung meja lain dan mendudukkan dirinya disana.

Mereka memulai acara makannya saat Chanyeol telah menangkat sendoknya, Sajian yang tersedia di meja makan itu sangat banyak dan terbuat dari daging kecuali makanan khusus untuk Baekhyun yang hanya terdiri dari sayuran.

"Aku juga ingin makan daging." Suara Beakhyun memecah keheningan yang terjadi beberapa saat yang lalu.

"Kau tak bisa makan daging Sayang, Kau ingat terakhir kali kau makan daging? Kau bahkan tak berhenti muntah selama seminggu." Jawab Sehun.

"Tapi aku ingin." Ujar Baekhyun manja bahkan wajahnya sudah bekaca-kaca.

"Tidak bisa Baek, cepat selesaikan makanmu bukankah kau sudah tidak sabar untuk menagih janji ketiga orang ini padamu." Kali ini Chanyeol yang angkat bicara, karena dia yakin ketiga temannya ini tidak akan tahan dengan tatapan Baekhyun dan kejadian beberapa bulan yang lalu itu akan terulang kembali.

"kau benar, Sehun kau berjanji akan memabacakan buku untukku kan? Ayo cepat selesaikan makanmu dan kita ke perpustakaan." Sosok mungil itu terlihat sangat antusias dan sepenuhnya lupa dengan keinginannya tadi. See, hanya Chanyeol yang dapat mengendalikan Baekhyun.

"Aku sudah selesai sayang, ayo kita keperpustakaan."

Sehun menaruh peralatan makannya disamping piring dan beranjak dari kursinya, sedangkan Baekhyun telah merentangkan kedua tangannya meminta untuk digendong. Dengan sekali sentakan tubuh mungil Baekhyun telah berada di dalam gendongan sehun, sehun merendahkan kepalanya dan menempatkannya diperpotongan leher Baekhyun yang membuat sang pemilik leher terkekeh geli.

Sepeninggal kedua sosok itu ketiga sosok yang tersisa melanjutkan makannya dengan tenang, mereka benar-benar sangat kelelahan setelah selama beberapa hari mengurusi manusia-manusia kotor di bumi maupun di neraka.

"Semakin hari Baekhyun terlihat semakin manja." Ucap Kris, setelah dia menyelesaikan makannya.

"Bukannya kalian justru lebih menyukai Baekhyun yang manja." Jawab Chanyeol, dia juga telah menyelesaikan makannya.

"tapi itu justru membuatku semakin sulit untuk meninggalkannya, terlebih lagi persentasi manusia yang memasuki neraka semakin lama semakin banyak saja." Keluh Kris

Chanyeol tertawa ringan "itu berarti Sehun dan Jongin telah melakukan tugasnya dengan baik."

"Terimakasih atas pujianmu Chanyeol, akan kuberitahu pada Sehun nanti." Ucap Jongin yang juga telah menyelesaikan makannya.

"Kalian bisa melakukan apa pun asal membuat Baekhyun Bahagia, tapi ingat jika kalian meluakainya sedikit saja dalam bentuk apapun aku sendiri yang turun tangan untuk memusnahkan kalian." Suara Chanyeol terdengar sangat serius dan akan selalu serius jika itu menyangkut Baekhyun.

"tentu saja." Kris dan Jongin menjawab dengan bersamaan.

...

Didalam perpustakaan terdapat puluhan rak yang tersusun sejajar dan meja baca di sudut ruangan. Sehun yang tengah menggendong Baekhyun berjalan diantara rak-rak buku yang menjulang tinggi.

" Buku mana yang ingin kau baca sayang." Tanya Sehun.

"kita sudah membaca seluruh buku di rak sana." Baekhyun menunjuk rak yang berada di samping kirinya.

" jadi kita baca buku ini saja." Baekhyun memanjangkan tangannya dan mengambil asal buku yang berada di rak sebelah kanannya, Sehun hanya mengangguk patuh.

...

Sehun duduk dengan bersandar di rak buku, dengan Baekhyun yang berada di antara kedua kakinya, Baekhyun bersandar di dada sehun.

Keduannya terlihat sangat serius, Baekhyun mengikuti deretan huruf yang dibacakan oleh Sehun sesekali menggeliat menyamankan posisinya dan Sehun akan memeluknya lebih erat.

"Akibat hubungan yang mereka mulai, penguasa neraka menghukum sang iblis untuk tinggal selamanya di dalam neraka dan tidak bisa kembali ke bumi." Sehun membali kertas yang telah dia baca.

"Tapi sang iblis tidak bisa melakukan itu jadi dia membawa malaikat yang dia cintai untuk mengikutinya ke neraka dan mematahkan kedua sayap sang malaikat."

Sehun menghentikan kegiatan membacanya ketika ia mendengar isakan dari bibir Baekhyun.

"Baekhyun, sayang ada apa?" Sehun menutup buku yang dia baca dan mengusap air mata yang telah membasahi pipi sosok mungil kesayangannya.

"hikss,kenapa mereka tidak bisa bersama sehun, hikss bukankah mereka saling mencintai." Ucap baekhyun dengan tersendat sendat.

"Jadi kau menangis karena cerita ini, ingatkan aku untuk menyuruh Kris membakar seluruh buku semacam ini."Sehun menggeratkan pelukannya pada tubuh Baekhyun.

"Sehun aku ingin keluar dari istana." Ujar Baekhyun dengan suara serak akibat menangis.

"tidak bisa sayang."

" kenapa aku tak boleh keluar dari istana?"

"karena tak ada tempat yang bisa kau tempati selain istana."

"kenapa tak ada tempat untukku selain istana?"

"karena kau sedang berada di dasar neraka sayangku."

Dan setelah itu tak ada lagi balasan dari Baekhyun karena Sosok mungil itu telah tertidur pulas dalam dekapannya, dengan setetes air mata yang mengalir di pipnya.

"Aku hanya tak ingin kau kembali lepas dari dekapanku Baek."Sehun menyerukkan kepalanya di perpotongan leher Baekhyun dan ikut tidur bersamanya.

TBC.

Akhirnya punya waktu buat update, pendek ya? ini cuman perkenalan kok chapter berikutnya bakalan dipanjangin^-^. Saya juga mengucapkan terimakasih atas review,follow,dan favnya begitupun bagi yang bersedia meluangkan waktunya untuk membaca fic say ^-^

Review?