DARK ANGEL
Pair : Chanbaek, Hunbaek, Kaibaek, Krisbaek
Genre : Boys Love, Romace,F antasy
Rated : T
TERINSPIRASI: ( BTS - Blood Sweat Tears MV)
...
"Aku hanya tak ingin kau kembali lepas dari dekapanku Baek."Sehun menyerukkan kepalanya di perpotongan leher Baekhyun dan ikut tidur bersamanya.
.
.
.
Tempat ini begitu bising, seluruh penghuni tempat ini adalah sampah yang bersenang-senang di atas dunia dan melupakan alam baka. Lampu disko yang berputar menyilaukan mata seakan mengajak para penikmatnya untuk tetap larut dalam dunia fana ini.
Jongin berdiri disamping seorang pria yang sepertinya telah setengah mabuk, dia memandang pria itu dengan tatapan merendahkan. Pria itu kembali meneguk minuman keras langsung dari botolnya tanpa repot menuangnya kedalam gelas.
Iblis berkulit coklat tersebut mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru Bar, menatap para calon penghuni neraka kelak. Jongin tertawa dalam hati, Kris pasti akan mengeluh mengenai jumlah penghuni neraka yang terus bertambah lagi.
Atensi Jongin terhenti pada sosok berpakaian serba putih di meja panjang bar, sosok itu sedang memperhatikan sorang bartender manis berlesung pipi disampingnya. Iblis itu mengerutkan keningnya, untuk apa seorang malaikat mengunjungi tempat kotor seperti ini, alih-alih berada di gereja tempat para manusia suci merendah memohon pengampunan.
"Apa yang kau lakukan disini Kyung?" Tanya Jongin saat telah berda di depan sosok Malaikat
"Kai? Tak kusangka kita akan bertemu di tempat ini, Kau bisa lihat aku tengah mengawasi manusia polos disampingku, aku tak ingin dia terpengaruh hal-hal kotor." Jawab Sang Malaikat bermata bulat.
"uh, sepertinya tugasmu sangat sulit Kyung, dia berada di tempat kotor dan otomatis dia akan terkena kotoran dari tempat yang dia tinggali." Ucap Jongin. Dia memperhatikan manusia yang dilindungi oleh Kyungsoo sedang tersenyum polos kepada Pria yang menggodanya, dan Jongin mengerti kenapa Kyungsoo bersikeras menjaganya tetap suci.
"Tidak juga, aku menyukai tingkah Polosnya. Jongin untuk apa kau kesini? Manusia mana lagi yang berhasil kau seret kemari?" Tanya Kyunsoo.
"Kim joon myeon, Presdir Exo corp."Jawab Jongin singkat
"Benarkah? YA! Dia adalah pria yang baik, dia bahkan menjadi donatur 100 panti asuhan di seoul? Kau benar-benar jahat." Jerit Kyungsoo, dia memanjangkan lehernya guna melihat manusia yang jongin sebutkan tadi.
"Seluruh iblis diciptakan untuk menjadi jahat Kyung." Jongin memutar tubuhnya membelakangi Kyungsoo
"Dan Iblis membawa sifat egois yang melekat dalam hatinya." Lanjut Jongin, dia melangkahkan kakinya menjauh dari Kyungsoo.
"Kai, Apa kau yang mebawa pergi kakak ku?" Pertanyaan Kyungsoo menghentikan langkah itu hanya Kyungsoo yang menggunakannya.
"Bukan Aku Kyung."
"Aku bukan iblis yang tau kapan makhluk lain berbohong kai, aku hanya bisa membaca hati manusia. Namun kumohon Kai, Baekhyun bukan lagi milikmu seperti 50 abad yang lalu, bukan lagi milik Kris seperti 100 abad yang lalu, bukan lagi milik Sehun seperti 20 Abad yang lalu ataupun milik Chanyeol seperti 500 abad yang lalu. Sekarang Baekhyun adalah milik kaum malaikat, tak perduli apa yang kau lakukan, meskipun kau mematahkan sayapnya sekalipun kerena darah Baekhyun adalah darah malaikat yang tak akan pernah berhenti mengalir kesetiap bagian tubuhnya." Ucap Kyunsoo tanpa emosi namun sarat akan pengharapan.
Tak ada jawaban dari Jongin, Iblis itu hanya diam mematung sebelum tubuhnya lenyap dalam ribuan butir debu.
.
.
.
"Bagaimana kabar malaikat buanganmu itu Sehun?" Tanya seorang Iblis dengan tubuh mungil bermata rusa.
"Dia memiliki nama Luhan, dan berhenti menyebutnya malaikat buangan dia adalah milikku." Sehun menjawab pertanyaan itu dengan nada dingin.
Mereka berdua sekarang tengah duduk diatas awan dengan Luhan yang bersandar pada pundak Sehun, Sang pemilik pundak tidak bereaksi apa-apa dan hanya memandang lurus ke bentangan warna biru di langit.
"Milikmu? Dia tidak lebih dari seorang jalang bagiku, apa kalian berempat bercinta dengannya secara bersamaan?"Ujar Luhan sarkastik, Iblis manis itu bahkan tak dapat menahan seringainya saat merasakan tubuh Sehun membatu menahan emosi.
"Pergi dari sini atau aku tak akan segan-segan memusnahkanmu Luhan, jangan pernah menghina Baekhyun dalam bentuk apapun." Sehun berdiri dari duduknya yang membuat Luhan mengangkat kepalanya dari pundak Sehun dan ikut berdiri.
"aku hanya memberimu saran Sehun, kembalikan dia pada kaumnya dia bukan milikmu lagi. Lupakan masa lalumu dan janji konyolmu itu, bukankah kau sendiri yang membuat perjanjian dengan iblis maka hiduplah dengan rasa penyesalanmu." Luhan mengelus pundak Sehun pelan, kemudian mengikuti garis lengan Sehun dan berakhir di telapak tangannya. Tak ada balasan dari sehun.
"Kuharap kau tetap memikirkannya Sehun. Aku pergi." Sehun berjalan membelakangi Sehun dan melompat dari atas awan.
.
.
.
Chanyeol memperhatikan sosok mungil yang tengah tertidur lelap dalam dekapannya. Chanyeol sesekali mengusap helaian jelaga Baekhyun dan kemudian menyusupkan kepalanya dalam perpotongan leher Baekhyun. Baekhyun sama sekali tak teganggu dengan kegiatan Chanyeol yang telah dia lakukan beberapa menit yang lalu, Baekhyun hanya menggeliatkan badanya untuk lebih menenggelamkan diri dalam dekapan Chanyeol.
"By, Kau ada didalam?" Suara panggilan dari balik pintu mengintrupsi kegiatan Chanyeol dan sepertinya ikut membawa Baekhyun keluar dari dunia mimpinya.
"Jongin, Baekhyun sedang tidur, kembalilah nanti." Jawab Chanyeol dia memperhatikan Baekhyun yang sepertinya masih mengumpulkan seluruh nyawanya kembali, dan itu membuat Chanyeol gemas memberikan kecupan ringan di kedua belah bibir Baekhyun.
"Oh, kalau begitu jika dia sudah bangun beritau dia jika aku ingin mengajaknya ke danau." Suara itu kembali terdengar dan membuat proses pengembalian nyawa Baekhyun menjadi rebih cepat. Buktinya sekarang sosok mungil itu sudah melompat dari kasur dan berlari menuju pintu tanpa memperdulikan Chanyeol yang sejak tadi berbaring di sampingnya.
Baekhyun membuka pintu bercat putih itu dengan terburu-buru. Ketika Pintu itu telah terbuka seluhrunya Jonging tertawa ringan melihat penapilan Baekhyun dengan rambut acak-acakan Khas bangun tidur. Jongin memanjangkan tangannya untuk merapikan rambut pujaannya itu.
"Jongin ayo kita ke danau sekarang aku sudah siap." Ucap Baekhyun antusias dia bahkan tidak dapat menahan dirinya untuk tidak melonjat-loncat kecil.
"Baiklah By, Kau ingin berjalan sendiri atau ku gendong?" Tanya Jongin. Baekhyun berfikir sejenak sebelum menjawab.
"Aku ingin terbang." Jawab Baekhyun
"hm? Terbang?" Ucap Jongin bingung dia memandang Chanyeol meminta bantuan namun Chanyeol hanya menggidikkan bahu.
"Jongin ayo keluarkan sayapmu dan bawa aku terbang." Rengek Baekhyun.
"ahh, tentu saja By, Kemarilah." Jongin menarik Baekhyun dan memasukkannya dalam gendongannya, setelah merasa nyaman dengan posisi Baekhyun. Jongin mulai mengeluarkan kedua sayap hitamnya dari balik punggungnya.
"Wahh,,sayapmu sangat indah."gumam Baekhyun kagum dan membuat Jongin tertawa geli.
"Kau tak ingin mengucapkan sampai jumpa pada Chanyeol By?" Tanya Jongin pada Baekhyun yang tak henti-hentinya mengagumi sayapnya bahkan sekaran jari lentik Baekhyun sudah mengelus bulu pada sayapnya.
"Chanyeol sampai jumpa, dan ingat Kau juga memiliki janji denganku yang harus kau tepati." Ancam Baekhyun yang kini menatap Chanyeol dengan mata memicing lucu namun jemarinya tak berhenti mengelus sayap Jongin.
"Tentu Baek, aku tak akan melupakanya. Bersenang –senanglah dengan Jongin." Ucap Chanyeol kemudian melambaikan tangan kepada mereka berdua.
"Kami pergi Chanyeol, By tutup pintunya." Baekhyun menarik knop pintu dan menutupnya.
Sekarang hanya tersisa Chanyeol dalam kamar Baekhyun, Chanyeol menyenderkan pundaknya pada kepala tempat tidur memperhatikan setiap detail kamar yang serba putih. Chanyeol mengelus bagian kasur yang tadi diisi oleh Baekhyun.
"Kau tetap milikku Baek, tak perduli waktu telah berlalu selama beratus abad kau tetap akan mejadi milikku." Chanyeol mengambil Bulu putih dibawah bantal yang digunakan Baekhyun kemudian membakarnya menjadi abu dengan ujung jarinya.
TBC
