DARK ANGEL

Chap.3

Baekhyun sangat jarangan keluar dari bangunan istana`meskipun danau ini masih dihitung sebagai wilayah istana tapi tetap saja Baekhyun jarang menginjakkan kakinya diatas rumput. Jongin masih menggendongnya dengan sayap yang menginjakkan kaki ke tanah Jongin telah berniat memasukkan sayapnya`namun dengan cepat Baekhyun menahannya dengan rengekan yang manja.

"Jongin,di sini sangat gersang aku ingin menanam beberapa bunga."

"kau tak bisa menamnya disini By,bunga itu akan menjadi abu sesaat setelah kau menanamnya."

"memangnya kenapa bisa menjadi abu?"

"karena tak ada bunga yang dapat tumbuh dan hidup di neraka By."

"lalu kenapa aku bisa hidup disini?"

"Karena kau adalah 'milik' kami, milik para iblis penguasa neraka."Jongin mengelus kepala Baekhyun sang malaikat dengan sayang.

"Hmm,aku bahagia menjadi milik kalian."Baekhyun kembali menenggelamkan tubuhnya dalanm gendongan tersenyum lembut.

"Jongin, Dulu aku seperti apa?" Baekhyun menatap Jongin membeku ingatan masalalu menyerbu otaknya,ingatan yang dia coba kubur dalam-dalam.

Tampak seorang pria berkulit tan tengah berdiri di depan altar. Mengusap teksudo yang dipakainya beberapa kali alih-alih menghilangkan debu yang lebih tepatnya ingin menghilangkan rasa gugupnya yang telah sampai keubun-ubun.

Pintu gereja terbuka,menampakkan seorang pria manis yang memakai teksudo putih dengan sebuket bunga di genggamannya.

Tak ada tamu undangan yang datang, di dalam gereja hanya ada sepasang insan dan seorang pastru sebagai pemersatu keduannya.

Jongin mengulurkan tangannya saat Baekhyun sudah sangat dekat tinggal 2 langkah lagi sebelum Pria manis yang tak pernah berhenti tersenyum itu ada dihadapannya.

Dor,,,

Suara tembakan memecah keheningan di dalam gereja, Baekhyun limbun tanpa sempat mengambil uluran tangan dari Jongin membulat dengan cepat menangkap tubuh Baekhyun sebelum menubruk lantai.

Jongin melihat kearah dada Baekhyun disana terdapat rembesan darah. Jongin mengangkat pandanganya kearah pintu masuk dimana asal tembakan itu dan dia melihat Ayahnya berdiri angkuh dengan pistol di genggamannya.

Ayah Jongin kembali mengangkat pistolnya mengarahkannya kearah Baekhyun Yang sekarat dalam pelukan Jongin, Jari Ayah Jongin telah bersiap menarik pelatuk dan..

Plak,Plak,Plak,,

Baekhyun menepuk Pipi Jongin pelan,dia kesal sebab pertanyaannya tidak di gubris oleh Jongin,pria itu justru melamun dan mengabaikan kesal.

"Jongin,menyebalkan."kesal Baekhyun. Dia memberontak dan turun dari gendongan menuju tepi danau.

Jongin yang kaget dengan cepat berlari kearah Baekhyun dan memeluk Pria mungil itu dari belakang.

"Maafkan aku By,aku sungguh tidak berniat mengabaikanmu."Ucap Jongin pelan. Dia mengeratkan pelukannya pada Baekhyun.

"emm,Jangan lakukan lagi,aku benci diabaikan."jawab Baekhyun. Ikut menyadarkan tubuhnya dalam dada Jongin.

"Kau tak pernah berubah By,masih tetap menjadi milikku."Jongin melebarkan sayap hitamnya kemudian menekuknya untuk melingkupi tubuh baekhyun dalam pelukannya.

"Andai aku bisa mengingatnya." Baekhyun memandang air danau yang berwarna kemerahan.

.

.

.

"Jika seperti ini terus, perang antar iblis dan malaikat akan terulang lagi Chanyeol." Kris menuang Whisky kedalam gelasnya.

"Aku tidak perduli,kau pikir apa yang bisa dilakukan oleh malaikat selain bersujud di bawah kaki Tuhan." Ucap Chanyeol.

Sekarang kedua iblis tersebut tengah berada di ruang baca. Menghabiskan sedikit waktu untuk saling mengobrol tidak buruk juga.

"Kau selalu meremehkan malaikat Chanyeol,apa kau lupa bahwa Princess kita adalah seorang malaikat."

"Baekhyun bukan seorang malaikat Kris, dia adalah pendamping iblis."Chanyeol mendekatkan gelasnya kearah Kris dan Kris dengan cepat menungkan whisky kedalamnya.

"Aku lebih suka menyebutnya Malaikat kegelapan, bagaimanapun darah Baekhyun adalah darah malaikat."Ucap Kris dan kembali menegak whiskynya.

"Dark Angel ya?Ah, mengapa Baekhyun sangat menjadi candu,dia seperti whisky,whiskyku yang sangat manis."Chanyeol menegak habis isi gelasnya, dan berjalan keluar ruang baca.

"Kau ingin kemana?" tanya Kris.

"Menemui Whiskyku."

.

.

.

"Chanyeol,aku sudah tidur tadi aku tidak mau tidur lagi."Protes Baekhyun setelah beberapa saat lalu dia di tarik keatas kasur oleh Chanyeol.

"Aku tidak menyuruhmu tidur Baek, tapi temani aku tidur." Jawab Chanyeol santai mengabaikan Protesan dari Baekhyun.

"Tidak mau, kau telah mengganggu acara jalan-jalanku denga Jongin,kau tau Chanyeol sangat sulit untuk mengajak Jongin pergi." Protes Baekhyun masih terus berlanjut dia bahkan mebalikan tubuhnya membelakangi Chanyeol.

"Huft,, Baek Dengarkan aku." Chanyeol membalikan tubuh Baekhyun dan menindih tubuh tangan kirinya sebagai penyangga agar tak terlalu menindih si mungil dan tangan lainnya mengelus rambut hitam Baekhyun.

"Baek,Semua keinginanmu adalah perintah bagi kami,jangan Khawatirkan sesuatu karena semua entah itu darah keringat ataupun airmata akan kami berikan untukmu." Chanyeol mengelus bibir bawah meraup bibir itu dengan semangat melumat benda kenyal itu bagai candu.

"Ugh,," Baekhyun meleguh saat lidah Chanyeol mulai mengelus bagian lidahnya.

Chanyeol melepas tautan mereka dan mengelap bibir baekhyun lembut.

"Kenapa tidak melanjutkannya."ucap Baekhyun kemudian mengerjap polos.

Chanyeol tertawa keras sekali,hingga tawanya terpantul di dinding kamar.

"Tidak Baek,Aku menghormatimu,bahkan lebih menghormatimu daripada penciptaku."Chanyeol menarik Baekhyun berbaring dalam aroma mawar dari rambut Baekhyun.

"Chanyeol,kenapa kau mematahkan sayapku?"Baekhyun mendongak memandang Chanyeol dan dengan cepat Chanyeol mengecup kening tersenyum Bahagia.

"Karena Kau adalah milikku Baek."Jawab Chanyeol.

"kenapa aku bisa ada disini?"

"Karena kau adalah milikku."

"lalu aku ini apa, dan aku berasal dari mana?"

"Baek kau adalah milikku, dan kau berasal dari sebagian hatiku."

"kata-katamu begitu manis tapi kenapa terasa begitu pahit."Bekhyun mengenggelamkan kepalanya dalam ceruk leher Chanyeol menghirup aroma coklat yang berasal dari sana.

"tugasmu hanya berada di sampingku,jangan perdulikan yang lain,karena akupun begitu. Rasa sakit tak ada artinya jika kau berada di dekapanku." Chanyeol memejamkan matanya tenggelam dalam mimpi bersama Malaikat kegelapannya.

TBC

Akhirnya balik lagi :v,ada yang nunggu nggak#plak ngarep

pen nanya reader-nim sukanya scan Baek sama siapa?

Review juseyo,,,