DARK ANGEL

Seorang iblis manis dengan sayap hitam tengah duduk di salah satu dahan berniat memasukan sayap hitamnya yang berkilau menyeramkan. Luhan memperhatikan manusia dibawahnya yang tengah baku hantam di bawahnya. Salah satu dari mereka sudah sekarat namun lawannya tak menghetikan aksinya.

"menikmati pertunjukannya Lu?" Iblis lain berkulit putih kertas berdiri disamping Itu memasukkan sayapnya kembali.

"Tidak juga,aku berani bertaruh tidak akan ada dari mereka yang meregang nyawa,mereka terlalu pengecut."Jawab Luhan dugunya pada telapak tangannya yang disanggah oleh Terawa keras,lebih terdengar menyebalkan.

"Kau ingin bertaruh? Mereka akan saling membunuh" Tawar mengangkat sebelah alisnya tertarik.

"aku sangat yakin,aku sudah mengikuti mereka selama seminggu dan mereka tak memiliki cukup keberanian untuk saling membunuh." Luhan Kembali memperhatikan kedua manusia di satu sudah sekarat dengan darah dimana-mana dan satunya lagi hanya mendapatkan beberapa sobekan diwajahnya dan mungkin lebam di beberapa bagian tubuhnya, orang itu jatuh disamping pemuda yang sekarat memandangnya dengan 'sedikit' iba.

"kalau begitu,bersedia untuk bertaruh?" Tawar sehun sekali lagi,dengan seringai tipis di bibirnya.

"Baiklah. Apa yang menjadi bahan taruhan kita kali ini."Putus menambah lebar seringai pada bibir Sehun.

"Kau harus mencuri buku takdir Baekhyun,yang di simpan Tuhan."Jawab Sehun enteng. Bola mata rusa Luhan melebar.

"Kau gila"

"tidak,tidak,aku tidak gila Lu kurasa permintaanku cukup mudah,lalu apa yang kau minta jika aku kalah?" Bantah Sehun

"mencuri Buku takdir tidak semudah kau untuk melenyapkan nyawa seseorang Sehun,tapi baiklah aku akan meminta sesuatu yang sebanding."Luhan berdiri dari duduknya dan berdiri di hadapan Sehun.

"Apa itu?" tanya Sehun,dengan nada 'sok' antusias.

"Aku ingin kau meninggalkan Baekhyun,dan jadilah milikku." Jawab Luhan netra abu milik Sehun tajam.

" ingat Lu,aku tak akan pernah meninggalkan Baekhyun,aku hanya milik Baekhyun." Sehun mendekatkan wajahnya pada wajah Luhan .membuat Luhan memandang damba pada wajah Sehun.

"yang artinya,kau akan kalah." Sehun dengan cepat menarik wajahnya.

"Baiklah mari kita lihat siapa yang kalah." Sehun mengalihkan atensinya pada kedua manusia dibawahnya.

.

.

.

"tidak,aku tidak mau makan Kris."Rengekan itu keluar dari mulut sendok yang telah menanti di depan mulutnya.

"oh astaga,Honey kau harus makan."Ucap Kris putus yang ada dalam pangkuannya sekarang benar-benar ada dalam mode manjanya.

" . ."Ucap Baekhyun dengan mempertegas setiap manis itu lebih memilih menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Kris.

"Sedikit saja Honey,ehmm ayo buka mulutmu."tawar Kris lembut kembali mendekatkan kepala sendok kehadapan mulut Baekhyun.

"akhu thidapk mauh."Suara baekhyun teredam dalam dada Kris semakin dekat sendok itu padanya semakin dalam juga dia menenggelamkan wajahnya pada dada Kris.

"Terkutuklah kau Chanyeol."Geram Kris mengembalikan sendok yang berisi makanan ke piring.

"Kau tak perlu mengutuk Chanyeol,dia sudah terkutuk dari dulu."Orang lain memasuki ruang berdiri disamping kursi yang diduduki Kris dan Baekhyun.

"Sehun?"Cicit perlahan dari dada Kris.

"Aku disini sayang."Sehun merendahkan tubuhnya untuk mengelus surai hitam milik Baekhyun.

"Dari mana saja kau?kau tidak tau dari tadi Princess kita dalam mode merajuknya."

"Aku sedikit bermain dengan teman lama."Jawab menghentikan Usapanya pada rambut Baekhyun,walaupun sang mpu tampaknya menghiraukan perbuatannya.

"Lalu apa yang menyebabkan Princess kita ini marah hmm?" Sehun mengangkat dagu Baekhyun Untuk menyatukan Pandangan mereka.

"Chanyeol menyebalkan,aku membencinya."Baekhyun mempoutkan bibirnya imut.

"Aku sangat setuju denganmu sayang,Chanyeol memang sangat menyebalkan,tapi kau juga harus makan."Bujuk Sehun.

"Kalau Chanyeol mendengarnya kau akan tamat Sehun."Peringat terkekeh kecil.

Sehun menyelipkan kedua tangannya dibawah ketiak Baekhyun,mengangkat pria mungil itu dalam dengan cepat melingkarkan Kakinya pada pinggang sehun dan menyembunyikan wajahnya Pada perpotongan leher Iblis tersebut.

"Kris Kemarikan Piring itu. Aku akan mengajak Baekhyun untuk makan di ruang baca."Kris menyerahkan piring yang masih penuh dengan makanan pada sehun.

"kau mengajak Baekhyun makan di ruang baca? kau sangat aneh."Ucap Kris dengan kening berkerut Baekhyun yang masih dengan nyaman dalam gendongan sehun.

"Baekhyun Sangat suka berada diruang Baca,bukan begitu sayang?" Sehun mengusap punggung baekhyun dengan tangan kirinya,sedangkan tangan kananya dia gunakan untuk memegang piring.

"emmm"Gumam Baekhyun.

"Aku pergi dulu Kris."Sehun membawa Baekhyun dan piring makannya ke ruang baca,meninggalkan Kris sendirian di meja makan.

"Ternyata rasanya sangat menyebalkan untuk berbagi."

.

.

.

"Jongdae,kau yakin Baekhyun kita akan baik-baik saja?" Tanya seorang malaikat manis dengan raut wajah khawatir. Dia menyandarkan tubuhnya pada dada bidang dibelakangnya,sesekali mengusap lembut lengan yang melingkari perutnya.

"kau tenang saja Minseok,tidak akan ada yang bisa melukai Baekhyun,Aku sudah memerintahkan beberapa malaikat untuk kita hanya bisa mencarinya dibumi dan di sekitaran Surga,kita tidak bisa mengeceknya di neraka." Jongdae mengeratkan pelukannya pada istrinya,menenangkan diri dari berbagai masalah yang terjadi.

"Kudengar,pimpinan neraka akan melakukan penyerangan terhadap kaum Malaikat?" Ucap Minseok yang membuat tubuh Jongdae menegang sesaat.

"Dari mana kau tau?jangan bilang kau mencuri dengar percakapanku dengan Kyungsoo."Jongdae membalik tubuh istrinya menggengam kedua sisi ada jawaban dari Minseok Pria itu hanya menggigit bibir bawahnya gugup.

"Jongdae apapun alasannya,jangan celakai dirimu sendiri,aku tak ingin kehilangan sesuatu yang berharga untuk kedua kalinya."Ucap Minseok. Suaranya terdengar bergetar menahan tangis.

Jondae mengusap air mata yang mengalir di kedua pipi pandangan sang istri agar mereka dapat bersitatap.

"Minseok,dengarkan aku, aku adalah pimpinan Surga Tuhan telah memilihku untuk mengemban tugas itu. Aku terluka atau tidak itu kehendak Tuhan, kita tidak bisa berandai-andai dan mencoba untuk menggantikan Kehendak-Nya. Baekhyun kita akan kembali pada kita jika Tuhan menginginkan itu,jadi kita hanya harus patuh pada perintah yang telah dibuat Tuhan. Mengerti?" Jelas Jongdae. Dia mencium kedua Kelopak mata Minseok yang tertutup.

"Maafkan aku,Harusnya aku tak boleh berfikiran egois. Aku hanya terlalu merindukan Baekhyun kita."Minseok memeluk Jongdae dengan erat.

"Aku juga merindukannya Minseok, Sangat merindukannya." Jondae membalas Pelukan istrinya.

.

.

.

Bekhyun duduk bersila sedang sibuk menumpuk buku disudut ruang baca. Mebuatnya seperti benteng yang siap menghalaginya dari serangan meriam. Sesekali Sehun menyedokkan makanan dan Baekhyun akan dengan cepat memakannya tanpa mengalihkan kegiatannya menyusun buku.

" Sampai kapan kau akan membuat Benteng buku itu Baek?"Seorang Iblis jakung nampaknya telah jengah melihat tindakan Pria mungil tersebut.

"Aku tidak ingin Bicara dengan Chanyeol,dan jangan mendekat kemari." Jawab Baekhyun ketus,sebelum kembali memakan suapan dari Sehun.

"Sehun, air."Rengek mengabil segelas air dan meminumkannya pada Baekhyun.

Benteng yang dibuat Baekhyun telah mencapai dia mulai kehabisan buku untuk ditumpuk.

"Sepertinya kau kehabisan buku,aku akan mengambilkan lagi aku disini sayang."Ucap sehun mengelus rambut Baekhyun yang masih nampak serius dengan menuju rak buku dan mengambil asal beberapa buku dari sana.

Chanyeol mendesah berat kemudian berjalan Kearah Benteng yang dibuat Baekhyun. Chanyeol berjongkok di hadapan Baekhyun.

"Baek,aku minta maaf ok. Aku berjanji akan mengabulkan permintaanmu,asal berhenti mendiamiku seperti ini."Ucap Chanyeol lembut. Mata Baekhyun membulat dipenuhi binar kebahagiaan.

"Benarkah?"

"ehmm,kau ingin jalan-jalan kebumi kan?" Chanyeol mengelus keduaa pipi Baekhyun lembut.

"Ne," Baekhyun mengangguk tangannya meminta untuk digendong.

Chanyeo membawa Baekhyun dalam menuju pintu keluar,tapi sebelum itu mereka melewati Sehun yang masih mengambil buku secara acak dalam rak.

"Sehun kami pergi dulu. Kalau kau ingin melanjutkan benteng milik Baekhyun, kau boleh melakukannya." Ucap Chanyeol ketika melewati sehun.

"Sehun,annyeong."Baekhyun melambaikan tangannya pada Sehun,sebelum menutup pintu ruangan.

"Baekhyun,hanya milikku kan?"gumam sehun sebelum membanting buku-buku yang ia ambil kelantai.T

TBC

Review juseyo.