Crazy Love

?

Disclaimer:

Rated : T

Author : Ran_Jyuusan13

Pairing :

Genre : Romance,friendship, Drama.

Warning :OC,OOC,Au,gaje abiz,abal bgt, typo bertebaran, dsb.

Don't like don't Read

Chpater 2 masa orientasi

Hari ini akan dimulai kisah perjalanan hidup baru bagi para mahasiswa baru, ini adalah langkah awal mereka memasuki masa Perkuliahan namun tahap ini juga menjadi suatu hal yang membuat sebagian orang khawati bahkan ketakutan, apa lagi jika bukan masa orientasi.

Bagi Mahasiswa baru diharuskan memakai kemeja putih dan bawahan hitam, wanita harus mengucir dua rambut mereka dan hal hal aneh lainnya, mereka sama sekali tidak punya hak untuk protes maupun melawan karena aturan yang berlaku adalah

'Senior selalu benar'

Ini benar-benar sangat tidak adil bagi mereka tapi mau bagaimana lagi sudah nasib.

.

Hari ini Aoi, Risa, dan Din tampak sangat berbeda dari biasanya mereka terlihat seperti anak perempuan yang akan menginjak usia remaja (imut), mereka dengan santainya duduk di Taman dan memakan bekal makan siang mereka.

"Ck... sialan, para senior itu melakukan apa yang mereka suka" keluh Din dengan raut wajah sebal.

"Mau bagaimana lagi kita tida akan bisa melawan mereka" Jawab Aoi pasrah.

Din yang mendengar perkataan Aoi Din meletakan kotak makannya lalu memandang Aoi dengan wajah kesal.

"Hey.. Aoi jangan bicara seolah kau tidak bisa apa apa, lihat saja setelah semua ini berakhir akan kubalas para senior gila itu" Din masih terus saja menggerutu.

Aoi mengerti apa yang dirasakan Din karena dia juga merasakan hal yang sama dan masa Orientasi tak akan jauh dari kata.

'BULLY'

.

Di atap kampus seorang Pria berambut light brown ini sedang melihat kearah para mahasiswa baru yang terlihat sangat menderita dibawah sana.

Wajahnya yang sedu dan rambut halusnya tertipu angin pelan, memberi perasaan tenang padaya samapai..

"Kenapa kau hanya duduk saja disini?" pria itu membalikan kepalanya dan melihat siapa yang bertanya padanya dan dia mendapati seorang pria berambut hitam dengan mata Abu yang tersenyum kearahnya.

"Tidak ada" jawabnya singkat

Pria berambut hitam itu melangkah mendekati pria berambut light brown.

"Aku dengar kau gagal saat sidang skripsi, jadi kau harus menggulang lagi tahun ini, Tsubasa" pria itu tersenyum dan pria yang benama Tsubasa itu langsung memasang wajah kesal.

"Apa kau sedang menghina ku Rein?" Tanya Tsubasa pada pria itu, pria bernama Rein itu Hanya memasang wajah datar.

"Jangan sedih kau beruntung karena para dosen masih memberimu satu kesempatan lagi, gunakan itu dengan baik" setelah megucapkan itu Rein pergi dari sana meninggalkan Tsubasa yang masih terdiam.

.

Risa hanya terdiam dan berlutut karena tanganya diborgol oleh para senior dan mulutnya ditutupi dengan lakban persis seperti seorang sandera.

"Hah.. kau tak bisa apa apa lagi sekarang" kata seorang pria yang ada dihadapan Risa.

.

Dari kejauhan datang seorang pria tampan tinggi berambut cokelat dan dengan manik cokelatnya yang menatap kearah sekitar, dia merasa miris dan prihatin dengan apa uang sedang dialami oleh para juniornya tapi mau bagaimana lagi dia bukan anggota senat jadi dia tak bisa berbuat apa apa.

Samapi di melih gadis yang sedang diborgol tanganya, dia mulai mendekatinya.

"Hey.. kau kami ini tau bagaimana kau sebenarnya" kata salah satu dari mereka.

Pria berambut coklat itu sudah beriap unuk menghentikan mereka tapi..

Ccclllaaakkkk...

Risa menarik tanganya dengan cepat hingga rantai borgol yang mengunci tanganya terputus, setelah borgol terleps Risa melepas lakban yang menutupi mulutnya.

"Brengsek.. ini semua ada batasnya, kalian tau semua tentang ku ya.. jangan sok.. tau, kau tak tau apa apa tentang diriku" Risa sanagat marah dan dengan sangat cepat langsung membanting salah satu dari mereka.

"Are" ucap yang satunya kaget.

Risa menatapnya dengan tatapan yang sangat menakutkan.

"Eeeee..." pria itu ketakutan Risa menarik kerah bajunya dan membantingnya ketanah, dan kini para senior kejam itu tengah terlentang tak berdaya merasakan sakit di tulang iga mereka.

"Dasar Bod*oh "

.

Pria berambut cokelat yang sedari tadi melihati Risa merasa tercenga karena kehebatan ilmu beladiri gadis itu.

Tak berapa lama kemudian ada seorang pria berambut cokelat gelap berjalan kearah pria berambut cokelat yang masih tercenga.

"Hey.. Satoru taijobe desu?" tanya pria itu.

"A.. Kakeru Ore wa Taijobe, hanya merasa kagum saja dengan apa yang baru saja ku lihat" jawab Satoru tersenyum kearah Risa.

Kakeru melihat kemana arah pandangan Satoru dan ternyata dia sedang tersenyum kearah seorang gadis.

"Kau menyukainya?" Tanya Kakeru asal bunyi.

Satoru mendengus kesal setelah mendengar perkataan Kakeru, dia lalu menatap wajah temanya yang terlihat kebingungan.

"Jangan sok tau.. aku bahkan tidak kenal siapa dia " Setelah berkata begitu Satoru pergi melewati Kakeru, dan Kakeru hanya melihatnya dengan wajah curiga.

.

Pria berambut putih ini sedang memotret objek disekitarnya, dia sanagat cekatan dalam memotret untuk majalah Kampus.

Din berlari dengan kencang setelah mencari barang yang diminta oleh seniornya, dia tak punya banyak waktu jika dia terlamabat maka para senior gila itu akan menghukumnya.

Karena saking kencangnya dia berlari samapi sampai dia tak melihat bahwa ada seorang pria yang berdiri di depanya..

Bbbrrraakkk..

Din dengan tak sengaja menabrak pria itu dan perlahan kamera yang dipegangnya jatuh..

pria itu sanagat takut kameranya akan jatuh membentur ke lantai

Akan tapi hal itu tak akan pernah terjadi, karena sebelum kamera itu jatuh Din sudah menahan kamera itu dengan kakinya dan mengambilnya.

"Gomenasai telah menabrak mu, aku Buru Buru " Din menyerahkan kamera itu dan berlari.

"Cepat sekali" ucap pria itu, dia mulai membuka kameranya dan hasilnya baik semuanya baik baik saja tak ada yang rusak ata file yang hilang.

Setelah berlari dengan cepat Din berhenti tepat di depan seniornya.

"Senpai aku su.. dah men.. cari.. Nya" kata Din tersengal sengal.

Senior pembimbing Din mengambil barang itu dai tangan Din dan lalu tersenyum Kecut

"Bagus hampir saja kau terlambat, sebagai hadiah kau boleh istirahat " kata senior itu.

"Haik"

.

Din sangat lelah karena sumua ini, dia merasa bahwa dia sedang ada di arena tinju dengan 20 rode sekali main.

Kini Din hanya duduk dibawah pohon sakura yang teduh angin berhembus pelan membuat mata

Darahnya terlihat sayu dan tak lama kemudian dia pun tertidur sangat pulas.

Pria berambut putih ini masih saja memotret apa yang dia lihat karena itu memang hobinya dan juga pekerjaannya sebagai Reporter kampus.

Samapai dia melihat seorang gadis berambut hitam sebahu yang sanagt tidak asing baginya dia mendekati gadis itu dan dia melihat bahwa gadis itu tengah tertidur pulas dibawah pohon yang teduh.

Dia mengeluarkan kameranya memastikan bahwa objek yang akan dia potret dalam keadaan Fokus.

Jjeeppreett...

Pria itu tersenyum lebar melihat hasilnya benar benar sangat menarik.

"Cepat " Gumamnya.

TBC