Assassination Classroom – Yuusei Matsui
WARNING : humor garing, OOC, gaje, typo, bahasa kasar, dll.
.
Mohon maaf bila ada kesamaan cerita. Cerita ini murni imajinasi saya, tidak ada niatan untuk meniru ataupun menjiplak.
.
Kehidupan Sehari-hari Warga Kunugigaoka
.
.
Enjoy!
.
.
Anime Rekomendasi.
Hari ini adalah hari Minggu. Sugaya, Chiba, Maehara, dan Karma sedang berkumpul di rumah Sugino. Mereka hendak menonton anime bareng, tapi masih bingung mau nonton apa.
"Gak ada yang mau ngerekomendasiin, nih?" tanya Chiba yang sedari tadi muak dengan keheningan yang ditimbulkan oleh teman-temannya.
"Gua, sih, ikut-ikut aja. Gua ga pilih-pilih kalau soal anime, sih," ucap Sugaya sambil mengangkat bahunya.
Maehara tersenyum mesum, kemudian ia berkata, "gimana kalau nonton 'YnS' aja?"
Nih, orang sejak kapan ketularan Okajima? Atau emang sudah dari dulu kaya gitu?
Sugino menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tobat Mae.. tontonan begitu ga baik.." nasehat Sugino. Entah dapat pencerahan darimana, Sugino tiba-tiba jadi bijak.
"Lha, kalian gak nyaranin apa-apa, sih.." ucap Maehara sambil menyandarkan punggungnya ke tembok kamar Sugino. Maehara pasrah saja dengan perilaku teman-temannya.
"Sebenarnya gua punya saran anime, sih.." ucap Karma pada akhirnya. Semuanya langsung menoleh ke Karma. "Tapi gua ga yakin, sih," lanjut Karma.
"Apaan?" tanya Chiba dan Sugaya bersamaan. Mereka berdua sedang dalam keadaan kepo maksimal.
Karma terlihat ragu sesaat. Namun, ia memutuskan untuk tetap mengatakannya. "Animenya lumayan rame akhir-akhir ini, tapi gak tau bagus apa nggak.." jawab Karma. Yang lain tambah kepo. Sugaya malah terpancing emosi.
"CEPETAN! JUDULNYA APAAN?! GUA GEBUKIN LO LAMA-LAMA!" teriak Sugaya.
"Iya-iya, maaf.." ucap Karma sambil menenangkan Sugaya yang baru saja mengamuk.
"Judulnya.. " jeda sesaat. "..Boku no Pico," jawab Karma dengan wajah tak berdosa.
Yang lain sweatdrop.
Karmanya justru bingung. Ia masih memasang wajah tak berdosa.
"Kok ngeliatin gua kaya gitu, seh? Risih tauk!" ucap Karma sewot.
Hening sesaat. Karma masih saja memasang tampang wajah tak berdosa. Maehara menatap Sugaya, Chiba, serta Sugino, kemudian mereka mengangguk bersamaan. Karma yang tidak tahu apa-apa seketika merasa didiskriminisasikan oleh teman-temannya.
"Karma.." panggil Maehara. Yang namanya dipanggil hanya menoleh sebagai respon. "Kamu tahu 'Boku no Pico' itu anime genre apaan?" Karma menggeleng. Ia memang tidak tahu menahu tentang anime itu, ia hanya disarankan seseorang untuk menontonnya.
Maehara mendekatkan bibirnya ke telinga Karma. Ia membisiki Karma, "... yaoi."
Seketika itu juga, Karma langsung pundung di pojokan kamar Sugino. Teman-temannya menatap Karma dengan pandangan yang perihatin. Mereka takut jika kondisi Karma tiba-tiba saja memburuk setelah mendengar kebenaran tersebut. Oke, kayaknya gak mungkin banget, deh.
Dalam hati, Karma bersumpah tidak akan mendengarkan rekomendasi anime lagi dari seorang Asano Gakushuu. Ia juga bersumpah akan menghajar Asano besok.
Asano yang sedang beristirahat di kamarnya pun mendadak bersin.
.
.
Pembicaraan Laki-laki.
Jam kosong merupakan sebuah anugerah bagi para pelajar. Apalagi kalau jam pelajaran yang diajar sama guru killer, rasanya sudah kayak di surga gitu. Sama seperti pemikiran pelajar pada umumnya, pemikiran siswa kelas 3-E pun juga sama. Pada jam pelajaran ini, Koro-sensei pergi ke Indonesia untuk membeli tempe. Mau dibuat penyet tempe katanya. Murid-muridnya, mah, gak peduli. Tambah seneng malah.
Para siswa laki-laki 3-E pun duduk melingkar di belakang kelas. Mereka tampak sedang membicarakan sesuatu. Biasalah, pembicaraan cowok gitu.
Ditengah-tengah mereka, terdapat sebuah majalah. Mereka terlihat berebutan untuk melihat isi majalah tersebut.
"Yang ini bodinya bagus." ucap salah satu dari murid-murid yang sedang duduk melingkar tersebut.
"Yang ini bodinya molek amat, cuy!" balas seseorang.
"Bagusan juga bodinya yang ini" ucap salah satunya seraya menunjuk apa yang dimaksudnya.
"Eh, iya, bener! Selera gua banget, nih!" balas yang lainnya.
"Ini bodinya juga bagus, sih.. sayang aja bukan seleraku"
"Yang ini bodinya molek, mulus pula"
"Eh, iya, mulus banget, ih.."
Dan terdengar percakapan-percakapan lainnya yang bermakna ambigu bagi para kaum hawa kelas E.
Setelah mendengar percakapan-percakapan tersebut, murid-murid cewek pun merasa risih. Mereka menduga, para murid cowok kelas 3-E tengah membaca majalah dewasa berjamaah. Mereka pun berinisiatif untuk memergoki murid-murid cowok yang sedang membaca majalah yang seharusnya belum boleh mereka baca pada umur yang masih segini, kemudian mereka laporkan ke Karasuma-sensei. Nakamura dan Okano pun mengendap-endap mendekati lingkaran terkutuk tersebut.
"Yah.. ketahuan, deh, apa yang kalian baca," ucap Okano di sebelah murid-murid cowok yang sedang duduk melingkar. Seketika, semuanya langsung menoleh ke arah Okano.
"Kalian sedang membaca majalah dewasa, kan? Hayo.. gausa boong, ngaku aja!" timpal Nakamura seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh murid cowok pun berbeda-beda. Ada yang bingung, ada yang mengerutkan keningnya, ada pula yang merasa tidak terima.
"EH, SUUDZON LU CEWEK-CEWEK!" teriak Terasaka tidak terima.
"Ya ampun.. suudzon itu tidak baik teman-teman.." Maehara angkat suara. Ia pun bergaya ala ustadz-ustadz di tv. Cewek-cewek malah jijik semua. Kemudian, ia melemparkan majalah yang sedari tadi mereka baca ke Nakamura dan Okano. "baca, tuh!"
Seperti didikte, Nakamura dan Okano pun membuka majalah tersebut dan membaca. Para murid perempuan yang lain pun ikut mengelilingi Nakamura dan Okano dan ikut membaca majalah tersebut.
Ternyata, itu adalah majalah otomotif.
Maafkan murid cewek kelas 3-E yang sudah berperasangka buruk, ya, teman-teman.
.
.
Pembicaraan Perempuan.
Para murid perempuan kelas 3-E duduk tenang di bangku kelas yang telah ditata sehingga menyerupai tatanan kursi dalam meeting room. Di depan mereka, terdapat 3 kursi yang diduduki oleh Fuwa Yuzuki, Nakamura Rio, dan Hazama Kirara.
"Baiklah, mari kita mulai rapatnya!" ucap Fuwa seraya berdiri di depan kelas.
"Seperti yang kalian tahu, topik kita hari ini adalah 'Pairing yang Paling digemari'" Nakamura mulai berbicara, sementara Hazama mulai menulis daftar OTP di papan tulis.
"Ada yang memiliki pendapat?" Fuwa kembali berbicara.
Kurahashi mengangkat tangannya. Setelah di persilahkan, ia pun mulai mengutarakan pendapatnya. "Menurut saya, KaruNagi tetaplah OTP yang paling diminati. Hint mereka tersebar dimana-mana,"
"Saya setuju dengan pendapat Kurahashi, menurut saya Karma dan Nagisa memang cocok. Hintnya juga banyak, mereka juga berteman dekat, kan," Kayano mengutarakan pendapatnya tanpa mengangkat tangan terlebih dahulu.
"Menurut saya, MaeIso juga banyak peminatnya," Kataoka mengutarakan pendapatnya. Fuwa hanya mengangguk-angguk pelan.
"Ada pendapat lain?" tanya Nakamura penuh wibawa.
"Menurut saya, Asano dan Karma juga lumayan cocok. Mereka menjadi cukup dekat setelah ujian akhir semester 2 kemarin." Jelas salah satunya.
"Menurutku, Sugino dan Nagisa juga cocok. Mereka, kan berteman cukup dekat," yang lain pun ikut menimpali.
"Terasaka sama Itona juga!"
"Pokoknya KaruNagi yang paling cocok! KaruNagi poreper, dah!"
"Gua MaeIso ajalah!"
"Gua AsaKaru!"
"KaruNagi!"
"Koro-sensei sama Karasuma-sensei!"
Teriakan-teriakan membela OTP mereka pun mulai terdengar. Mereka tidak ada yang mau mengalah. Mereka merasa OTP mereka lah yang terbaik. Pertengkaran mereka semakin menjadi-jadi. Beberapa dari mereka ada yang mulai menggebraki meja. Suasana kelas pun menjadi rusuh.
"EH, ANJIR! CEPET PULANG SANA, DASAR FUJO! KELASNYA JADI HANCUR GARA-GARA ULAH KALIAN!" terdengar teriakan dari pintu yang membuat mereka semua langsung mingkem.
Begitulah pembicaraan para cewek-cewek kelas E. Ah, ralat, pembicaraan cewek-cewek fujo kelas E.
.
.
1 April.
Hayami Rinka duduk dikursinya dengan santai. Tiba-tiba saja, Kurahashi Hinano mendatanginya.
"Hayami-chan, Hayami-chan!" Kurahashi menggoyangkan bahu Hayami pelan.
Hayami jadi risih. Kemudian, ia bertanya dengan nada sewot, "apaan, sih?"
Kurahashi menatap Hayami kebingungan. "Masa kamu belum denger hot news kelas E, sih?" Hayami menggeleng. Kemudian, Kurahashi membisiki Hayami, "Katanya, Chiba-kun suka kamu, loh.."
Seketika, wajah Hayami memerah. "S-SUNGGUH?!" Kurahashi mengangguk. Wajah Hayami pun berubah menjadi senang.
Yah.. siapa, sih, yang gak seneng kalau tau cintanya gak bertepuk sebelah tangan?
Hayami pun berteriak seperti orang kesetanan. Ia mulai melepas ikat rambutnya, lalu mengibaskan rambutnya ala rocker. Sekelas mendadak sweatdrop melihat Hayami yang OOC seperti itu.
"Katanya, dia bakal nyatain perasaannya ke kamu waktu istirahat nanti, lho!" Kurahashi menambahkan. Reaksi Hayami pun semakin menggila.
Tentu saja, itu adalah reaksi yang diharapkan oleh Kurahashi.
"APRIL MOP! Ahaha.." teriak Kurahashi tiba-tiba disertai tawa pelan. Wajahnya menunjukkan ekspresi tak bersalah sama sekali.
Hayami yang sebelumnya menggila tiba-tiba terdiam. Kepalanya tertunduk sehingga ekspresi wajahnya tak terlihat. Aura gelap pun seolah menyelimuti Hayami.
Sekelas jadi merinding. Kayaknya dia bakal marah, deh! batin sekelas, kecuali Hayami dan Kurahashi, serempak. Mereka pun mulai was-was, siapa tahu aja Hayami kalau ngamuk serem.
"Ha-hayami-chan..?" Kurahashi bertanya ragu-ragu. Ia mulai khawatir dengan temannya yang tidak memberi respon apa-apa itu.
Hayami pun mengambil pistol dari sakunya, lalu ia todongkan ke arah Kuarahashi.
"Ha-hayami-chan, itu pistol kenapa ditodongin ke aku?!" tanya Kurahashi panik. Ia menoleh ke arah kanan dan kiri, meminta bantuan. Sayangnya, gak ada yang minat buat nolong.
"MATI AJA LO SANA, DASAR BANGKE!" Hayami pun menembaki Kurahashi dengan berderai air mata.
Kurahashi pun berakhir dengan mengenaskan.
.
.
TBC
.
.
YAWLAA, INI KOK GARING BANGET, YA? YA, KAN? YA, KAN?
Ceritanya makin gaje pula ;_;
.
.
makasih buat yang sudah me review di chapter sebelumnya :)) terharu sayah, gak nyangka ada yang mau nge review :"))
.
.
Para senpai-senpai yang berbaik hati, silahkan beri kritik dan saran yang membangun, yha~
.
.
Mind to Review?
