Assassination Classroom – Yuusei Matsui

WARNING : humor garing, OOC, gaje, typo, bahasa kasar, dll.

.

Mohon maaf bila ada kesamaan cerita. Cerita ini murni imajinasi saya, tidak ada niatan untuk meniru ataupun menjiplak.

.

Kehidupan Sehari-hari Warga Kunugigaoka

.

.

Enjoy!

.

.


Razia.

"Hot nems! Hot news!" teriak Okajima sambil mengibaskan kedua tangannya di wajahnya- seperti ibu-ibu yang mendengar gosip terbaru.

"Apaan, sih? Kuping gua jadi budeg denger teriakan lo!" ucap Terasaka kasar seraya menutupi telinganya, takut kalau nanti telinganya jadi budeg beneran.

Okajima menarik nafas dengan dramatis. Yang lain fokus ke Okajima. Mereka mulai menyiapkan batin.

Tarik nafas.. buang nafas.. tarik nafas.. buang na-AELAH, INI OKAJIMA NGAPAIN, SIH?

"Eh, kampret! Cepet ngomong aja, duh!" teriak Maehara tidak sabaran.

Okajima mentap tajam teman-teman sekelasnya. "Ketos sama Kepsek mau kesini!" ucap Okajima setengah teriak.

Hening sesaat. Tidak ada yang merespon Okajima. Kemudian, semuanya melayangkan pandangan 'emang-gua-peduli' ke Okajima dan melanjutkan kembali kegiatan yang sempat tertunda sebelumnya.

Okajima kemudian melanjutkan, "...mau razia katanya,"

Sekelas terdiam, masih saja mencerna kata-kata Okajima. Kemudian..

WE-TE-EF! RA-ZI-A? RAZIA KATANYA?!

Seketika, kelas pun menjadi rusuh.

"Eh, anjrit gua bawa HP! Disembunyiin dimana, nih?" teriak Okano panik. Ia mulai mondar-mandir mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan smartphonenya.

"Eh, gua juga! Disembunyin dimana? Gak ada tempat yang bisa buat nyembunyiin HP gua, juga!" Kayano menimpali. Kayano pun mengikuti Okano yang dan ikut mondar-mandir mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan barang berharganya.

"MAJALAH DEWASA GUA DIKEMANAIN?!" abaikan saja yang ini.

"Yah.. aku kebetulan juga membawa sianida hari ini.." semuanya sweatdrop mendengar perkataan Okuda. Itu ngapain bawa-bawa sianida, mbak?

"INI ADA RAZIA KOK GAK BILANG-BILANG, SEH?!" Nagisa berteriak frustasi.

Geblegh sekali pertanyaan Nagisa. Mana ada razia bilang-bilang? Dimana-mana razia juga mendadak gini.

Semuanya tampak kebingungan, berlari kesana kemari mencari tempat untuk menyembunyikan barang berharga. Hanya satu orang yang tampak tenang. Ia justru duduk manis menatap teman-temannya yang sedang panik.

Yah, siapa lagi kalau bukan Isogai. Dia, mah, gak perlu panik seperti temen-temennya. Jangankan membawa barang berharga ke sekolah, barang berharga aja ga punya! /ditabok Isogai/

"Makanya, jangan bawa barang yang dilarang ke sekolah!" nasehat sang ketua kelas ikemen tersebut sambil menggelengkan kepala. Yang lain gak ada yang peduli, masih sibuk menyembunyikan barang berharga masing-masing.

Isogai mengerjapkan matanya. Tidak ada yang merespon dalam bentuk apapun. Singkat kata, Isogai dikacangin. Isogai pun pundung dipojokan.

"WAKTU RAZIA, JANGAN ADA YANG LIRIK-LIRIK KEBELAKANG, YA! NANTI KETAHUAN KALAU DI SEMBUNYIIN DI SITU!" teriak Nakamura kepada teman-teman sekelasnya. Semuanya serempak menjawab, "OYI, BOZ..!"

Setelah setengah jam mencoba menyembunyikan barang berharga, kepsek dan ketos tidak kunjung datang ke gedung kelas E. Menurut gosip yang beredar, gak jadi razia katanya.

.

.

Panjang umur.

Nagisa, Karma, dan Kayano datang lebih awal dari teman-temannya. Mereka pun memutuskan untuk duduk melingkar di lantai kelas 3-E dan membicarakan sesuatu. Sebut saja, mereka sedang bergosip.

"Ketos sialan! Kemaren gak jadi razia!" Karma membuka pembicaraan.

Oh, rupanya topik mereka kali ini adalah 'ketos dan kepsek yang gak jadi ngerazia'.

"Sukur-sukur, lah, Ma. Bisa-bisa HP gua melayang kemaren. Yang ngerazia, kan, duo Asano! Disembunyiin dimana pun pasti ketahuan, lah!" Kayano ikut menimpali seraya menggoyangkan telapak tangannya di udara.

"Kayaknya dia ngerjain kita, deh!" Nagisa mulai ikut-ikut. Wajahnya menunujukkan menunjukkan keseriusan terhadap kata-katanya.

"Iya, deh, kayaknya. Rasanya aku pingin mempermaluin dia di depan umum, gitu!" Karma mengutarakan pendapatnya sambil menyeringai lebar.

"Coret-coret mukanya kayanya enak, tuh!" balas Kayano.

"Buat dia kepleset di depan orang-orang juga lucu, tuh!" Nagisa pun ikut mengungkapkan idenya.

"Ahahaha..." mereka bertiga pun tertawa mengerikan secara bersamaan.

"Maaf mengganggu acara nggosip kalian, tapi, dari tadi kalian bicarain siapa, yah?" tanpa mereka sadari, orang yang mereka bicarakan sudah berada di depan kelas, tersenyum damai- gak, lebih berkesan mengerikan. Jangan lupakan lipan-lipan imajiner yang menggeliat mengerikan di baliknya.

Karma, Nagisa, dan Kayano menatap datar Asano. Mereka bertiga langsung mingkem.

"Kok aku lihat ilusi Asano di depan kelas, yah?" tanya Nagisa ragu-ragu.

"Kalau itu ilusimu, kok aku juga bisa lihat, yah?" tanya Karma kepada Nagisa.

"Berati itu Asano beneran!" Kayano pun menyimpulkan seraya menepuk tangannya.

"Panjang umur, dong, berarti!" Nagisa menimpali ucapan Kayano.

"AHAHAHA-" Kayano, Nagisa, dan Karma tertawa hambar. "-kabur aja, yok.."

Kemudian, mereka pun segera mengambil langkah seribu menjauhi Asano.

"BANGSAT! KEMBALI KALIAN KE SINI! JANGAN LARI KALIAN!" teriak Asano sambil mulai mengejar Kayano, Nagisa, dan Karma.

Nagisa sibuk melempari batu ke arah Asano. Siapa tahu aja itu setan berwujud ketos! Nanti, kan, bakal ilang kalau dilempari batu, batin Nagisa.

Kayano sibuk update status 'Ketos Kunugigaoka ngamuk!'. Kapanpun, dimanapun, dalam kondisi apapun, tetap harus update status. Anak gahoel gitu, loh! begitu pikir Kayano.

Lain hal dengan Nagisa dan Kayano, Karma justru merapalkan berbagai macam doa. Nagisa dan Kayano langsung sweatdrop melihat respon Karma yang 'segitunya' saat melihat Asano.

Ya Tuhan, ampuni dosa Karma. Biarkan hanya namaku saja yang 'Karma', Karma gak pingin kena karma, doa Karma dalam hati.

Karma menoleh kebelakang, ke arah Asano. "MAAPIN GUA, ASANOO! GUA NGAKU SALAH! PLIS, JANGAN KEJAR TERUUUS!" teriak Karma ketakutan. Karma tampak ingin menangis.

"GUA GA BAKAL MAAPIN LO GITU AJA!" balas Asano dari kejauhan, masih mengejar Kayano, Nagisa, dan Karma.

LAH, INI MEREKA BERDUA KENAPA?

"DASAR, DATENG-DATENG LANGSUNG CARI MASALAH. GUA JUGA KORBAN BOKU NO PICO! NGERTI GA SE?!" teriak Asano penuh penderitaan.

Kayano dan Nagisa kompak sweatdrop.

Masih masalah itu, toh. Eh- Tunggu- Masalah apa?

.

.

.

.

Ngomong-ngomong, itu apa, ya, benda tajam mengkilat yang di pegang Asano?

.

.

Razia 2.

Murid kelas 3-E hanya bisa bengong melihat kehadiran duo Asano di hadapan mereka. Ada yang berbisik-bisik, ada pula yang was-was. Setelah seluruh murid kelas E sudah datang, sang Kepala Sekolah pun mulai membuka pembicaraan.

"Saya akan mulai razianya." ucap Kepala Sekolah tenang, berbanding terbalik dengan reaksi kelas 3-E, panik.

Razia pada jam pertama memanglah salah satu hal yang paling mengerikan versi anak sekolah. Mereka jadi tidak bisa menyembunyikan barang-barang berharganya. Pasrah memang pilihan terbaik-dan satu-satunya pilihan-jika sudah begini kejadiannya.

Bukannya berkeliling mengeceki tas murid 3-E satu-satu, sang Ketua OSIS hanya berdiri di depan kelas sambil menatap siswa yang dirazia dengan tajam. Seremnya lagi, Asano membawa pisau di tangan kanannya.

BAYANGKAN! ITU PISAU! PI-SAU A-SE-LI, BRO!

Kelas E, yang notabene adalah kelas pembunuhan, saja tidak pernah memakai pisau asli. Mereka kan pakainya pisau yang aman, gitu.

Asano pun hanya melayangkan tatapan 'ngelawan-bacok' kepada seluruh murid kelas E. Sekelas kompak merinding.

Plis, deh, Asano. Ini cuma razia! Bukan acara eksekusi! Mending cepet taruh aja pisaunya, bahaya tauk..

Setelah beberapa menit mengeceki tas-tas murid kelas 3-E, Kepala sekolah kembali berjalan ke depan kelas sambil membawa barang-barang hasil sitaan. Ada HP, majalah dewasa, komik, dan barang-barang yang-tidak-seharusnya-dibawa-ke-sekolah lainnya. Semua murid kelas E terkena razia.

Gak semua juga, sih. Isogai gak bawa barang berharga, kok. Isogai, kan, taat peraturan.

Asano muda tersenyum puas melihat barang sitaan yang melimpah ruah tersebut. Sambil menyelam minum air, menurutnya. Sambil ngerazia murid-murid yang membawa barang berharga, ia juga bisa modus ke Kar-nggak, deng, Asano salah ngomong.

"Yang barangnya sudah saya sita, pulang sekolah temui saya di ruang kepala sekolah." jelas Gakuhou sambil berlalu bersama anaknya.

Sekelas pun langsung menghela nafas begitu melihat duo Asano itu pergi keluar kelas. Tiba-tiba saja, Maehara merusak suasana.

"YAWLA! MASAK GUA HARUS KE RUANG KEPSEK BUAT NGAMBIL BARANG GUA YANG DISITA, SEEH! PAKAI KEPSEKNYA SEREM PULA!" Maehara berteriak frustasi seraya mengacak-acak rambutnya.

Wajah murid-murid 3-E, yang semula lega dengan kepergian sang Kepsek dan Ketos, pun kembali berubah menjadi horor. Mereka baru saja mengingat sebuah fakta-

-Fakta bahwa mereka harus menemui Kepsek sepulang sekolah.

.

.

TBC (?)


Update sambil donlot Ansatsu Kyoushitsu eps 25 :3. Maaf, sebenernya mau update kemarin, tapi gak sempet :V

.

.

Laaah... makin garing aja, yaah... maafkan author ini, yaah.. :"))

.

.

Senpai-senpai di sana yang baik hati dan rajin menabung (?), mohon kritik dan saran yang membangun, yha ;))

.

.

Mind to Review? ;))