CHAPTER 1 : PERTEMUAN DAN PERPISAHAN
Keadaan di rumah sakit saat ini begitu ramai, setelah dikabarkan seseorang yang mengalami kecelakaan tunggal tersebut telah ditemukan setelah 3 jam pencarian. Seluruh media berusaha untuk meliput keadaan gadis malang itu.
Seluruh penduduk Korea Selatan gempar karena kejadian tersebut, setelah mengetahui bahwa korban kecelakaan tersebut adalah Putri Tunggal Byun, yaitu Byun Baekhyun.
Byun Baekhyun adalah putri tunggal dari seorang Byun Yunho, pemilik Byun Group yang bergerak di bidang Medical. Hampir seluruh rumah sakit swasta di Korea Selatan bernaung di bawah tangan Byun Yunho, tentu saja pengaruh seorang Yunho benar sangat besar di Korea tak terkecuali dengan Putrinya yang saat ini merintis cariernya sebagai seorang desainer mode.
Kehidupan keluarga Byun memang selalu menyita perhatian publik.
.
.
.
BYUN BAEKHYUN
PARK CHANYEOL
XI LUHAN
OH SEHUN
AND OTHER CAST
BGM : I'M NOT OKAY – CHEN EXO
.
THIS IS GS
Drama, Romance, Hurt/Comfort
.
.
Keadaan gadis Byun saat ditemukan, sangat memprihatinkan, hampir seluruh tubuhnya terluka dan dirinya sudah tidak sadarkan diri ketika berada dalam perjalanan ke rumah sakit.
"Segera siapkan ruang operasi. Dokter Lee segera bawa pasien ke ruang x-ray kita perlu melihat apakah ada luka di bagian kepala dan kakinya. segera siapkan ruang operasi, kita akan melakukan pembedahan untuk mengeluarkan kaca pada tangan dan kakinya" ucap kepala dokter ber-nametag Kang Sung Joo
Seluruh perawat yang ada disana mengangguk dan melaksanakan tugas dengan cepat. Saat ini nyawa seseorang sedang dipertaruhkan, telat sedikit bisa berakibat fatal.
Disisi lain,
"Luhan, anakku. Apakah kau mendengar Ibu hmm...?"
Xi LiYin ibu dari Luhan, terlihat sangat kacau, perempuan paruh baya yang tetap terlihat cantik itu menatap sedih anaknya. Anak satu-satunya. Harta paling berharga yang dimilikinya.
"Ny. Lee , siapa yang menemukan anakku?" kata LiYin tetap memandang anaknya
"Seorang kakek yang ingin pergi ke kebun. Ia melihat anakmu tergeletak di hutan sambil meringis. Luhan, dia gadis yang kuat walau dalam kesakitan, dia berusaha untuk tetap sadar" tersenyum memandang LiYin yang ada di seberangnya "LuHan pingsan saat dibawa ke Rumah sakit ini"
LiYin mengangguk setuju "Dia memang gadis yang kuat"
"Ny. Lee bisakah kau tetap tinggal disini menjaga Luhan, sementara aku akan pulang dan mengambil baju dan keperluan lainnya.
"Tentu saja. Kau bisa mengandalkanku"
..
"Bagaimana keadaan vital Pasien saat ini"
"Tensinya pada 100/60 dan denyut jantung stabil"
Keheningan menghinggap di ruangan itu, hanya suara detakan jantung dari mesin Kardiograf yang terdengar.
"baiklah kita akan mulai operasi sekarang!"
"Torniquet di 280, pasang di 90 menit. Tolong"
"kita mulai dengan luka tangan yang terbuka (Hand Laceration)"
..
Saat ini LiYin, Ibunda dari Luhan berada di rumah kecil mereka. Sesungguhnya hati dan jiwa nya benar-benar hancur melihat anak semata wayangnya terbaring lemah di ranjang rumah sakit dan Ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Sebagai orang tua tunggal, tentu sangat berat baginya untuk menanggung beban ini sendirian, belum lagi ekonomi keluarganya dikategorikan kurang.
LiYin menghela nafas, Ia lelah. Tuhan selalu punya cobaan yang berat untuknya.
Dalam keterdiamannya, tanpa sadar air matanya menetes. Ia sama sekali tidak menyesali perjalanan hidupnya yang rumit dan berlika-liku. Tapi, mengapa cobaan tidak pernah berhenti menghampirinya, Dimulai sejak hari itu?
LiYin bergerak menuju kamar putrinya, dia hampir melupakan tugasnya datang ke rumahnya.
Kamar anaknya ini benar-benar sangat hangat, Luhan mengurus kamarnya dengan sangat baik. LiYin membuka lemari baju anaknya, dan menyusun barang yang akan dibawanya. Baju-baju Luhan adalah baju kuno yang dahulu adalah miliknya, anaknya tidak pernah komentar akan hal itu, membuat LiYin merasa menyesal.
"Maafkan Mama, anakku. Mama benar-benar gagal menjadi seorang Ibu"
LiYin menangis sendirian di kamar anaknya, penuh penyesalan.
..
"Dokter! Pasien kehilangan detak jantungnya!"
"Dimana Pasien sekarang?"
"Di ruang Hibrid, dokter!"
"Nona Byun Baekhyun?" tanyanya dengan nada kuatir "Nde, Dokter!"
Segera saja Dokter itu berlari ke ruangan hibrid, operasi sendiri telah selesai 1 jam yang lalu.
Dokter segera memompa bagian dada pasien tersebut dengan raut wajah cemas
"Ambilkan Defibrilation dan pasang di 200 joule"
"siap Dokter " ujar suster itu sambil memberi alatnya
"Shock!" kemudian Dokter itu mulai memompanya lagi
"Jaebal! Jaebal!" sambil terus memompa dadanya
"Periksa denyut jantungnya sekarang"
"Berapa menit telah berlalu?"
"sudah 3 menit, Dokter Kang!"
Belum ada tanda-tanda denyut jantung kembali "Sekali lagi 200 joule"
"Ya Dokter"
"Shock!" kemudian memompa lagi "Tolong! Jaebalyo! Jaeball!"
Dengan nada gembira suster itu mengatakan "Nadinya sudah kembali dokter!"
"Tolong EKG dia"
..
Saat ini, saya berada di RS melaporkan bahwa Byun Baekhyun, desainer yang sedang naik daun yang mengalami kecelakan tunggal telah ditemukan dan sedang menjalani perawatan. Para Wartawan hanya diperbolehkan meliput dari lobi Rumah Sakit.
Kondisi Baekhyun saat ditemukan, sangat kritis. Ia tidak sadar saat perjalanan ke Rumah Sakit. Baekhyun ditemukan oleh petugas setelah 3 Jam pencarian. Tubuhnya terpental jauh dari letak awal mobilnya. Kondisi mobil yang ditumpangi Baekhyun rusak parah. Sampai sekarang, tidak satupun keluarga Byun yang terlihat di Rumah Sakit.
Sampai saat ini, hanya demikian berita yang bisa saya sampaikan.
Nyonya Byun, memiliki nama asli Kim Jaejoong menatap berita itu dengan tatapan sendu. Sampai sekarang Jaejoong masih berdiam dalam mansionnya.
Suaminya ByunYunho melarangnya pergi ke Rumah sakit sendirian. Jaejoong menolak hal tersebut dengan keras, tapi Yunho secara tegas melarangnya dengan alasan Ia tidak mau istrinya mengahadapi itu sendirian. YunhotauJaejoong adalah Wanita yang lemah bila bersangkutan dengan Putrinya, bisa saja saat ia memasuki Rumah sakit, istrinya itu sudah pingsan. Dan Jaejoong mengakui hal tersebut. Ia lemah bila ada hubungannya dengan putri kecilnya, ByunBaekhyun. Sedangkan Yunho saat ini sedang pergi melihat tempat kejadian dan setelahnya memberi keterangan di kantor polisi.
"Eomma..minta maaf sayang. Sungguh ini bukan kemauan eomma!"
Kepala rumah sakit telah menghubunginya secara pribadi 15 menit yang lalu, Ia mengatakan bahwa putrinya telah memasuki ruang operasi.
Jaejoong merasa sangat hancur, karena tidak bisa mendampingi Anaknya, dia ingin lari dan menemani anaknya walaupun tak masuk ke ruang operasi.
Tapi sekali lagi, ia tidak mampu.
Karena ia lemah dan sangat takut.
Takut akan segala kemungkinan yang ada.
..
"Presdir Oh, hari ini rapat diadakan pukul 2 siang di Hotel Grand Calton" kata Sekertaris itu lalu memberi berkas-berkas yang harus segera ditandatangani.
Presdir itu hanya mengganggukkan kepalanya, dan segera menantangani berkas tersebut.
"aku akan pergi, kau tidak perlu ikut denganku ke tempat tersebut"
"saya mengerti, Presdir"
Setelahnya sekertaris itu berlalu dari ruangan tersebut.
Perkenalkan, Pemimpin utama Oh Corp. Bergerak dalam bidang Perhotelan, Pusat Belanja, dan Pusat Bermain ternama di Korea Selatan, yang saat ini merambah ke belahan negara lainnya seperti Jepang, Hongkong dan Kanada.
Pintar dalam berbisnis, membuat Presdir Oh atau bisa panggil Sehun. Tepatnya Oh Sehun. Menjadi bujangan yang paling diincar seantero Korea Selatan. Tak bisa dipungkiri, di usianya yang masih muda, Ia telah sukses membangun kerajaan bisninya. Awalnya Oh Corpdibawah pimpinan Oh Kyuhyun hanya bergerak di bidang Perhotelan, akan tetapi setelah ayahnya juga menyerahkan kendali perusahaan pada seorang Oh Sehun7 tahun yang lalu saat usianya 21 tahun. Sehun berusaha mencurahkan segala ide miliknya yang kemudian di realisasikan ayahnya.
Dan jadilah seperti sekarang ini, mereka sukses besar. Sebenarnya Oh Sehun baru menjabat 1 tahun yang lalu menjadi seorang Presdir menggantikan Ayahnya yang katanya sudah cukup tua, dan ingin pensiun dan menikmati kebersamaan dengan istrinya Lee Sungmin.
Yang benar saja, Ayahnya masih sangat kuat untuk menjalankan Perusahaannya ini, Ayahnya terkadang bersikap sedikit berlebihan. Tapi walau begitu, Sehun sendiri tidak keberatan dengan keputusan Ayahnya.
Dia pikir memang sudah saatnya Appa dan Eommanya untuk menikmati masa tua mereka. Anak yang baik bukan.
Yaaa..
Sampai kalian tau bagaimana sifat aslinya yang sebenarkan.
For your information, Perawakan seorang Oh Sehun bisa dikatakan sebagai seorang Dewa, memiliki tampang rupawan, tubuh tinggi bak model, kulit putih bak susu, mata tajam seperti elang, senyum manis yang mampu membuat kaum hawa menjerit.
Oh Sehun dengan segala kelebihannya, terkadang membuat semua orangberdecak iri dan kagum bersamaan.
Siapa dulu Oh Sehun anaknya Oh Kyuhyun...
..
Gadis itu mengerjapkan matanya, menyesuaikan dengan keadaan ruangan yang tampak silau karena cahaya matahari yang merembes masuk.
"eunghh..." mengerang penuh kesakitan, bagaimana tidak seluruh tubuhnya rasanya remuk. Tangannya bergerak kecil, seketika Ibunya yang menggenggam tangannya tersadar.
"Ya Tuhan terimakasih. Sayang..akhirnya kau sadar. Ada yang sakit?" Ibunya langsung membelai wajah anaknya
Gadis itu menatap bingung "seluruh tubuhku rasanya remuk dan kaku"
Ibunya mengangguk mengerti "Mama, akan segera memanggil dokter. Jangan terlalu banyak bergerak okey!"
"baiklah, Mama"
Ibunya segera berlalu memanggil dokter dengan raut wajah kegembiraan. Ini sudah 20 jam berlalu setelah saat pertama Ia mengunjungi anaknya itu. Sekarang sudah pukul 8 malam.
Akhirnya penantiannya tidak berakhir sia-sia. Anaknya kembali.
..
16 jam berlalu setelah operasi itu. Putrinya belum sadarkan diri. Tubuh anaknya benar-benar berbeda dengan dia yang semestinya. Lehernya dipakaikan penyangga, kaki dan tangannya punya luka yang parah. Begitu juga dengan kepalanya.
Oh Tuhan, Jaejoong tak sanggup melihat keadaan anaknya. Jika bisa, ia ingin menukar dirinya saja yang merasakan itu semua, tidak Baekhyun-nya.
Menggenggam tangannya "eomma.. mohon sadarlah nak! Eomma ingin mendengar suara rengekanmu, eomma mohon hiks.." seketika itu tangisnya pecah
"hiks..hiks.. bangun sayang! Eomma takut, eomaa.. hiks Baekhyun"
Suaminya ByunYunho menatap sedih punggung istrinya yang bergetar, suara tangis istrinya membuat hatinya tergores. IstrinuaJaejoong adalah kelemahan utamanya. Diabalik sosoknya yang dingin dan tegas, Yunho adalah seorang yang berbeda jika berhadapan dengan istri dan anaknya. Dia berubah menjadi seorang yang hangat dan banyak bicara. Semua ini berkat istrinya yang manja yang akan merengek bila dirinya dalam keadaan dingin.
Tak pernah singgah dalam pemikirannya anaknya yang manja akan mengalami kecelakaan tragis seperti ini, jujur, Ia ingin berteriak menyalahkan dunia yang tak adil terhadap anaknya yang baik.
Teringat bagaimana dulu mereka berjuang mendapatkan Baekhyun. Istrinya Jaejoong bermasalah dengan kesuburannya. Karena hal itu, Jaejoong hampir saja gila karena selalu gagal.
Yunho menawarkan untuk mengadopsi anak, tapi Jaejoong menolak keras permintaan Suaminya, bersikukuh mendapatkan anak dari rahimnya sendiri.
Keajaiban terjadi di tahun ketiga pernikahan mereka, saat Jaejoong 25 tahun, ia dinyatakan hamil. Betapa senangnya mereka berdua, tapi saat itu kondisi Jaejoong sangat lemah, setiap hari yang dilakukannya hanya berbaring di tempat tidur, untung saja nafsu makan istrinya saat mengandung benar-benar terjaga. Sehingga ia tetap semangat menjalani kehamilannya.
Saat melahirkan Baekhyun, Jaejoong mengalami pendarahan hebat yang mengakibatkan dirinya kehilangan rahim. Istrinya mengalami perjalanan hidup yang berat, Yunho berjanji setelah ini tak ada tangis kesedihan lagi, yang keluar dari mata indah Jaejoong.
"Anakku, bangunlah! Eommamu sangat ketakutan dan Appa tak sanggup melihatnya semakin terpuruk lagi"
..
"Appa. Aku tidak mau. Titik!" Pria itu dengan tegas menolak permintaan ayahnya
Yang diajak bicara, hanya menatap Lawan bicaranya malas. "tidak ada penolakan! Kau harus didik jadi anak mandiri. Jangan terus berpangku tangan dan bersembunyi dibawah ketiak Appa"
Anaknya itu membuat tampang jijik "apa-apaan itu! Bersembunyi di bawah ketiak Appa? Yang benar saja. Aku tidak mau pergi kesana. Ayolah, Appa aku ini bisa mencari perkerjaan menggunakan ijazah kelulusanku. Yang benar saja, aku ini lulusan Sarjana Bisnis Manajemen dengan IPK not my style!"
Appanya itu tertawa, kapanlagi dia bisa melihat anaknya dengan tatapan memelas seperti itu. Tatapan seperti itu tidak pernah lagi dilakukannya setelah usia anaknya 11 tahun. Sudah lama bukan.
"remember! No rejection! Pergilah! Kembangkan ilmumu disana, anakku!"
"Jebal, Appa!" ayahnya tetap menggeleng tanda penolakan
"aku akan mengadu pada Eomma!"
"silahkan saja, Appa tidak peduli. Eomma mu selalu mendukung kebijakan Appa!"
Anaknya itu menggaruk kepalanya frustasi "fine. Jangan menyesal karena mengirimku kesana! Appa ingat itu"
Setelahnya, anak lelaki itu keluar ruangan ayahnya, wajahnya sangat kesal. Ayahnya tak mau mendengar pendapatnya, baiklah kita lihat apa yang akan terjadi nanti.
Sedangkan Ayahnya tersenyum bahagia, dan mengambil ponselnya. Setelah menunggu beberapa saat, panggilannya mendapat jawaban "Sayang, abaikan permintaan Channie okey! Hiraukan saja, perkataannya, jangan terpancing. Dia sudah setuju untuk ku krim kesana!"
"Kau ini, tak kasihan pada anakmu itu"
"supaya dia mandiri. Sayangku itu adalah sebuah percobaan, seseorang yang sukses harus tau susah dulu, bukan?"
"Terserah saja. Seingatku Abonim tidak pernah melakukan hal itu padamu?"
"karena aku anak baik. Aku akan rapat. Saranghae nae wife"
"love you too Appa! Nae husband"
Istrinya yang baik dan pengertian, Kim Junsu.
..
Seluruh tubuhku sangat sakit, apa yang terjadi padaku?
Dimana ini? Bau disini seperti antiseptik.. Apa ini di rumah sakit?
"Baekhyun-ah, kau sadar anakku? Apa yang ingin kau lakukan?"
"Nomu Appoyo! Jinjja"
Segera Eomma menekan bel di dekat ranjangku untuk memanggil dokter.
Kenapa aku merasa ada yang janggal disini.
Ini hanya perasaanku saja kan?
"sudah berapa lama aku tertidur, Eomma?"
Melihat jam tangannya "1 hari 2 jam. Eomma takut sekali, sayang. Melihat dirimu tak kunjung sadar"
Aku tersenyum dan memegang tangannya "sekarang aku sudah sadar, Eomma. Jangan takut lagi, nde?"
"nde. Putriku" setelah itu Dokter datang memeriksa keadaanku
"Bagian mana yang terasa sakit?" Dokter itu bertanya padaku
"kakiku terasa kaku, aku tidak lumpuh, kan?"
Dokter itu tersenyum "ani. Itu akan segera hilang, mulai sekarang gerakan kaki secara perlahan seperti ini" dokter itu menganggkat kakiku ke atas sedikit dan menggerakkannya pelan "ritme harus dijaga. Pelan saja dan cukup 5 menit saja setiap 1 jam, mengerti?"
Aku mengangguk paham.
"Putri anda, sudah baikan. Akan tetapi, dia harus rawat jalan pasca kecelakaan sendi kakinya pasti terasa kaku. Jadi kami akan menghubungi bagian Ortopedi untuk membantu Nona Baekhyun latihan untuk berjalan. Kami yakin Putri anda akan segera sembuh."
"berapa lama proses rawat jalan itu, Dokter?"
"jika Nona Baekhyun sering berlatih, saya yakin 2 minggu pasti akan selesai, Nyonya"
"Baiklah. Kapan akan dimulai?"
"2 hari dari sekarang. Kami akan menjadwalkannya. Saya permisi"
Segera setelah dokter itu berlalu, "eomma, akan menghubungi ayahmu dulu okey!"
..
2 Days Later
"Ayolah Oh Sehun!"
"Tidak. Aku takkan pergi kesanaEomma! Eommatau seperti apa sifatnya, kami pasti akan bertengkar disana!"
"Kau yakin tidak ingin pergi?"
"Nde. Absolutely Yes!"
Sungmin menunjukkan raut kekesalannya "Kalau begitu, tidak keberatan untuk angkat kaki dari jabatanmu Oh Sehun?"
Sontak yang dipanggil namanya terkejut "Aku pikir, eomma tidak perlu bertindak seperti itu? Aku bukan anak-anak lagi!"
"eomma tidak mengatakan kau anak-anak. Eomma yakin kau sudah dewasa. Jadi, bagaimana keputusanmu, anakku"
Sehun menampakkan wajah menyeramkan andalannya, sejujurnya Sungmin sendiri agak ngeri melihatnya
"Eomma jangan main-main denganku!"
Sungmin tersenyum manis "Anakku, jangan menguji kesabaran Eomma. Apa raut wajah Eomma menunjukkan kepura-puraan."
Sehun tau Eommanya bersikap serius saat ini, tapi tetap saja Eommanya tidak boleh bertindak seperti itu padanya, Sehun kan anaknya.
Menghembuskan nafasnya kasar "Fine! Eomma puas sekarang!"
"tidak pernah sepuas ini!"
Sehun beranjak dari tempatnya segera "Jangan lupa membeli buah dan bubur, Anakku!"
Dan Sehun hanya pergi begitu saja, tanpa menjawab.
Sungmin menatap punggung Anaknya yang semakin menjauh, dan setelah itu tertawa puas "Aku harus menghubungi Kyuhyun!"
"Yeobo!"
"Wae? Dari suaramu tampaknya dirimu sedang senang. Apa aku benar?"
"nde. Aku berhasil menaklukanSehun. Jinjja aku senang sekali"
Sementara Kyuhyun di seberang sana, tertawa "sebuah peningkatan sayang. Selamat!"
"gomawo. Kalau begitu cepat pulang okey, kita akan melihat rekaman CCTV, dan kau akan melihat bagaimana tampang mematikan Oh Sehun"
"Okey. Tunggu aku sayang"
Keluarga Oh dengan segala kekonyolannya. Sesungguhnya mereka tidak seserius yang orang lain pikirkan.
..
"Kau bisa memulai dengan memegang penyangga ini okey. Dan gerakkan kakimu secara perlahan!" ujar Dokter itu
Saat ini Byun Baekhyun sedang latihan berjalan bersama Dokter Ortopedi yang disarankan Dokter Kang.
Baekhyun mengangguk, dan memulai berjalan perlahan sambil memegang penyangga besi di sampingnya.
Baru saja berjalan, Dia sudah terjatuh "Ah.. Ya Tuhan. Kakiku terasa sangat sakit, Dokter Kim!"
"Baiklah. Lakukan perlahan, memang awalnya akan terasa sakit. Aku yakin kau kuat Baekhyun-ah!" kata Dokter ber-nametag Kim Joonmyeon itu lalu membantu Baekhyun untuk berdiri
Baekhyun terkejut dengan cara Dokter Kim memanggilnya "Apa kita pernah bertemu sebelumnya Dokter?"
"Ada apa denganmu, huh? Kita ini kan teman, kau tidak lupa padaku kan. Aku pacar temanmu, Zhang Yixing!"
Haha..lucu sekali Byun Baekhyun, sejak awal Joonmyeon melihatnya, baekhyun memang punya gelagat aneh seperti tidak mengenalnya
"Benarkah? Kita teman? Aku tidak ingat!" Baekhyun mengucapkannya dengan lirih, Joonmyeon memandang mata Baekhyun. Gadis ini tidak berbohong, Baekhyun memang melupakannya.
SHIT!
Baekhyun, tidak mengalami Amnesia kan?
..
"Nona Luhan bisa pulang hari ini. Dia tidak mengalami cedera yang berarti. Hanya saja, untuk saat ini, dia tidak boleh untuk terlalu lelah. Dia pasti mengalami trauma pasca kecelakaan."
"Dia akan baik-baik saja kan, Dokter?" tanya LiYin gelisah
Dokter itu memahami raut wajah Ibu dari Passiennya ini "Tentu saja, Eommonim. Seiring dengan berjalannya waktu, Ia pasti akan melupakan kejadian tersebut!"
LiYin membungkuk "Khamsamida Dokter!"
"Nde."
LiYin kemudian melihat anaknya yang memandang keluar, ananknya itu dari semalam hanya terdiam.
"Luhan-ah, hari ini kita bisa pulang"
Luhan mengalihkan pandangannya "jinjjayo? Kalau begitu kita harus mengatakannya juga pada Appa untuk menjemput kita!"
LiYin menatap anaknya bingung "Appa? Siapa yang kau maksud, hmm?"
Luhan bingung dengan ekspresi Mamanya "Appa, nae Appa! Mama tidak melupakan Appa, bukan?"
"Luhan, kau tidak lupa kan, Uri Appa sudah meninggal sayang!"
Seketika itu, mata Luhan berkaca-kaca mendengar penuturan Ibunya
"maldo andwae. Appa sudah meninggal?"
LiYin melihat airmata anaknya jatuh dari matanya, anaknya tampak shock akan hal itu. ada apa dengan Luhan, dia tampak berbeda.
"Kapan Appa meninggal?"
"Mengapa aku tidak tau" sambungnya
..
Baekhyun tampak termenung di ranjangnya, setelah penuturan Dokter Kim Joonmyeon tadi, ia segera melakukan CT-Scan.
Baekhyun tidak tau dan tidak mengerti, dia merasa berbeda. Seperti ada yang hilang.
Baekhyun terkejut mendengar pintu ruangannya terbuka, apakah itu eommanya? Tapi sepertinya bukan, karena tidak mungkin Eommanya memakai pantofel kan.
Siapa laki-laki ini? Baekhyun segera menarik selimutnya menutup sekujur tubuhnya.
Lelaki itu menatapnya datar "Wae? Kau takut denganku? Aku tidak akan melakukan apa-apa denganmu!"
"Mengapa kau ketus sekali"
Baekhyun melihat lelaki itu menyipitkan matanya "Apa-apaan dengan nada suaramu itu. kemana perginya nada keras andalanmu itu!"
"aku memang seperti ini" ucap baekhyun lugu
"terserah saja, apa peduliku!" lelaki itu meletakkan bawaanya (buah dan bubur sesuai dengan perkataan ibunya) di nakas sebelah ranjang "Makan itu, supaya kau cepat sembuh!"
"Terimakasih. Neo nuguya?"
Lelaki itu tertawa keras "Apa sekarang kau sedang bersandiwara, berhenti bersikap lemah seperti itu. aku muak melihatnya!"
Baekhyun terdiam mendengar perkataan itu
"ah..aku lupa kau baru saja kecelakaan, tentu saja Kepalamu terbentur keras, karena itu kurasa ingatanmu menjadi buruk. Baiklah! Aku OH SEHUN, ingat itu baik-baik"
"Oh Sehun" gumam baekhyun "Mian..aku tidak bermaksud untuk melupakanmu" baekhyun memandang Sehun tepat dimatanya dan kemudian tersenyum manis
"Jeongmal Mianhaeyo. Semenjak aku sadar, ntah mengapa aku merasa berbeda!"
"apa Kau merasa seperti itu juga, Sehun-ssi?"
"Aku merasa takut dengan semua yang aku rasakan semenjak aku sadar!"
Sehun melihat gadis itu berkaca-kaca saat mengatakan perkataan terakhirnya, dan ntah mengapa perasaan Sehun tersentil melihat mata indah itu berkaca-kaca.
..
CHAPTER II : MEMULAI PERJALANAN
….
KAMUS :
Kardiograf : Alat pencatat denyut jantung
Defibrilation : alat elektronik yang mengalirkan sinyal listrik kejut ke otot jantung.
EKG : Ektrokardiogram, pemeriksaan kesehatan terhadap aktivitas elektrik jantung. Rekaman aktivitas elektrik adalah bentuk garis yang naik dan turun yang disebut gelombang.
..
Hai.. semuanya kembali lagi dengan hana
Gimana ngeh sama maksud dari perasaan mereka? Kalian juga merasakan kejanggalan itu?
Maafkan daku, yang berbelit-belit menyampaikan cerita ini, tapi aku ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Anggap saja seperti itu.
Kalian suka? Yuk berikan Review nya supaya aku semangat untuk melanjutkan fanfic ini…
Oh iya, kalian bisa panggil aku Hana, eonni, adik atau chingu. Masih muda koo
Seorang Mahasiswa semester 2, udah tau dong aku Line berapa, hehehe
1 REVIEW DARI KALIAN SANGAT BERHARGA BUAT SAYA
