Title: The Precious Things

Author: Besajoy

Disclaimer: The casts belong to God and this story is mine.

Genre: Friendship, Romance, a bit Family, AU.

Rating: T

Cast: See the poster and guess who.

Summary: Ketika salah seorang dari keenam sahabat menghilang secara tiba-tiba tanpa kabar lalu pada akhirnya terbongkarlah latar belakang permasalahannya. Disaat itu mereka benar-benar belajar bagaimana makna pentingnya sebuah persahabatan dan cinta yang sesungguhnya.

Warning: GS a.k.a Gender Switch. This changes uke's gender to girl. Main characters have same age.

A/N: Seeing the poster and reading the genres ARE IMPORTANT.

As usual, full of the exaggerated words LOL.

If you don't like genderswitch fanfiction, go away. Thank you.


Sekolah sudah mulai memancarkan hingar-bingarnya ketika Kyuhyun baru saja menginjakkan kakinya di lantai koridor. Dengan gaya acuh tak acuhnya, pemuda tampan, jangkung, nan putih itu berjalan menuju ke kelasnya yang terletak di lantai paling atas dari sekolah yang termasuk sekolah besar di ibukota. Meski begitu, ia menyempatkan diri untuk menegur ramah kepada para guru yang ia lewati serta teman-teman sekolah yang ia kenal selama di perjalanan.

Ternyata suasana kelas lebih ramai ketika ia masuk. Melihat keadaan di dalam sana, sudah banyak penghuninya yang datang lebih dulu dan menempati bangku mereka masing-masing, termasuk lima orang sahabatnya yang terlihat sedang berkumpul dan membicarakan suatu hal. Menyadari ia sudah melewatkan sesuatu, segeralah ia menuju ke arah mereka sekaligus posisi di mana ia duduk.

"Nah, dari reaksi dekarboksilasi oksidatif itu, nanti akan menghasilkan—"

"Belajar biologi, ya?" tanya Kyuhyun yang menyela perkataan salah seorang sahabatnya itu seraya melempar tasnya ke atas meja bangkunya dan kemudian duduk di tempatnya. Ia teringat bahwa hari ini akan ada ulangan di mata pelajaran itu yang waktunya setelah bel masuk sekolah berbunyi.

"Bagus sekali, tuan. Sudah datang terlambat, potong omonganku lagi," sinis orang yang tadi sempat terdengar berkoar membahas pelajaran biologi itu sebelumnya—merasa tersinggung atas perbuatan Kyuhyun yang duduk di depannya itu.

"Hahaha. Maaf, nona Sungmin," balas Kyuhyun pada orang yang dipanggilnya Sungmin itu seraya menertawainya. Gayanya bicaranya benar-benar kontras dengan raut wajahnya yang malah terkesan seperti merajuk. Lucu sekali.

"Lanjutkan, Sungmin," salah seorang lainnya yang juga ikut gabung angkat bicara. Orang yang sejenis dengan Sungmin itu duduk di sebelah Sungmin sendiri, Eunhyuk.

Baru juga Sungmin buka mulut, Kyuhyun sudah berbicara lebih dulu. "Tunggu, tunggu. Jelaskan lagi dari awal dong, tolong...," ucapnya dengan mukanya yang memelas.

"Yaaah...," sontak suara koor tidak senang menyembur dari para sahabat yang lain, merasa malas jika harus mendengarkan kembali apa yang sudah didengar mereka dari mulut Sungmin tentang hal yang sama.

"Ampun, ampun. Peace," ucap Kyuhyun cepat seraya memamerkan deret gigi putihnya serta mengacungkan jari telunjuk dan tengah tangan kanannya. Tentunya ia mengerti akan reaksi yang datang dari mereka itu.

"Seharusnya kau datang dari tadi, pintar," ucap salah seorang pemuda yang sedari tadi juga ikut bergabung dan duduk di bangku yang terletak di sisi lain dari orang yang duduk di sebelah Kyuhyun.

"Yah, Yesung. Padahal aku sudah berusaha datang lebih awal, tapi ternyata aku tetap datang terlambat dari kalian," sanggah Kyuhyun pada orang itu, yang disapanya Yesung.

"Ya sudah. Hitung-hitung sambil diingat-ingat lagi," ucap Sungmin final.

Mendapat hasil keputusan akhir Sungmin yang berpihak padanya, Kyuhyun merasa sangat puas. "Yes! Hahaha," ucapnya seraya mengepalkan kedua tangannya dan diayunkannya ke bawah dan bahkan sampai tertawa lepas pula. "Terima kasih, sahabatku yang paling cantik dan baik," lanjutnya dengan nada sok manis yang cukup menggelikan untuk didengar itu. Ia menarik tangan gadis di hadapannya itu lalu merunduk dan mendekatkan anggota tubuh itu ke bibirnya yang sudah maju itu, seolah-olah hendak menciumnya.

Sungmin yang mempunyai gerak reflek bagus, secara otomatis bersikap waspada dan menarik tangannya yang sudah terancam itu. "Hei! Kau ini apa-apaan," ucapnya seraya bergidik ngeri.

"Kyuhyun mulai lagi autisnya," ucap seorang gadis yang duduk di sisi samping yang lain dari bangku yang ditempati Eunhyuk. Perempuan yang memiliki nama Ryeowook itu heran sendiri atas sikap Kyuhyun yang pada dasarnya memang paling suka menggoda Sungmin diantara mereka bertiga.

"Hahaha," tawa Kyuhyun kembali meledak ketika ia mendongakkan kembali kepalanya. "Oke, oke. Sekarang ayo cerita yang respirasi aerob itu. Aku masih tidak mengerti," lanjutnya yang menatap manik mata Sungmin lekat-lekat, siap menerima dongeng dari orang di depannya itu.

"Tsk tsk," Sungmin berdecak seraya menggelengkan kepalanya. Sepertinya derajat kemiringan posisi otak Kyuhyun kian membesar. "Ya sudah, jadi respirasi aerob itu ada empat tahap, yaitu yang pertama glikolisis, kemudian dekarboksilasi oksidatif, lalu proses siklus krebs, dan yang terakhir adalah transpor elektron. Perlu diingat, bahwa hanya glikolisis yang berlangsung di sitoplasma, sementara yang lainnya berlangsung di mitokondria sel. Dekarboksilasi oksidatif dan siklus krebs berlangsung di bagian matriks mitokondria, sementara transpor elektron berlangsung di bagian kristae mitokondria. Sampai sini diingat-ingat dulu sebelum kujelaskan lebih lanjut," tuturnya yang kemudian memberi waktu para sahabatnya untuk menyimpan materi yang ia berikan di dalam otak mereka.

"Bagian kristae dan matriks itu seperti apa, Sungmin? Apa yang membedakan mereka?" tanya Kyuhyun seraya mengernyitkan alis.

"Kalau di mitokondria, ada bagian yang bentuknya zig-zag tapi melengkung seperti bentuk usus halus. Di bagian itu ada kristae dan juga matriks. Yang membedakan mereka adalah, kristae itu terletak pada bagian luarnya atau lekuk-lekuknya—pelindung matriks, sedangkan kalau matriks itu terletak pada bagian dalamnya. Kau mengerti?"

"Aku mengerti," ucap Kyuhyun yang menjawab pertanyaan Sungmin seraya mengangguk.

"Oke," balas Sungmin seraya tersenyum puas. "Respirasi aerob itu dimulai dari proses glikolisis. Proses glikolisis itu membutuhkan glukosa, dengan enam atom karbon, yang diubah menjadi dua ATP, dua NADH, serta dua asam piruvat. Asam piruvat itulah yang dibutuhkan dalam proses dekarboksilasi oksidatif, yang diubah menjadi dua atom CO2, dua NADH, dan dua asetil KoA. Dua asetil KoA itu, diubah dalam proses siklus Krebs menjadi dua ATP, dua FADH2, enam NADH, dan empat atom CO2. Sampai sini dulu, ada yang kurang jelas?" lanjut Sungmin yang lagi-lagi menutup perkataannya dengan sebuah kalimat tanya.

"Tidak ada, Sungmin. Semua sudah jelas," jawab Donghae, pemuda yang duduk di sebelah Kyuhyun.

Sungmin mengangguk menerima kepastian dari para sahabatnya yang diwakilkan oleh Donghae itu. "Oke, diingat-ingat lagi penjelasanku yang tadi, karena setelah ini aku akan menjelaskan proses transpor elektron yang agak rumit."

"Oke. Sebentar," ucap Ryeowook yang segera menyahut Sungmin, berniat melaksanakan apa yang baru saja orang disebelahnya itu katakan. "Proses glikolisis itu berlangsung di sitoplasma, membutuhkan glikolisis yang diubah jadi dua ATP, dua NADH, dan dua asam piruvat. Eh—benar, bukan?"

"Iya, benar," balas Sungmin pada Ryeowook seraya mengangguk kembali. "Lalu?" tanyanya.

Kali ini giliran Eunhyuk yang buka suara. "Setelah itu dekarboksilasi oksidatif, berlangsung di matriks mitokondria. Di sana berlangsung proses pegubah dua asam piruvat menjadi dua atom CO2, dua NADH, dan dua asetil KoA. Lalu—"

"Kemudian siklus krebs," Donghae menyahut ucapan Eunhyuk, ingin mengulas balik juga. "Berlangsung di—"

"—matriks mitokondria," ucap Donghae dan Eunhyuk bersamaan.

Donghae kembali berkata, "Di sana butuh dua asetil KoA dan diubah menjadi—"

"—dua ATP, dua FADH2, enam NADH, dan empat atom CO2," kemudian ditutup dengan ucapan Eunhyuk dan Donghae secara serempak lagi.

"Oke, lanjut, Sungmin," ucap Yesung.

Sebuah anggukan disuguhkan kembali oleh Sungmin sebelum berbicara lagi. "Sekarang aku akan menjelaskan proses transpor elektron. Transpor elektron itu menggabungkan semua unsur NADH dan FADH2," ucapnya yang berhenti untuk menarik nafasnya sejenak. "Sekarang saya tanya, berapa atom NADH yang dihasilkan dalam proses glikolisis?" tanyanya kemudian.

"Dua," jawab para sahabat yang lain dengan serempak.

"Nah, sama jumlahnya dengan yang dihasilkan dari proses dekarboksilasi oksidatif, bukan? Jadi, totalnya ada empat atom NADH," kata Sungmin seraya mengacungkan keempat jemari tangan kanannya sesaat. "Berapa atom NADH yang dihasilkan dari proses siklus krebs?" tanyanya lagi.

"Ada enam," jawab Yesung dan Kyuhyun secara bersamaan.

"Ya, jadi total semuanya ada sepuluh NADH yang dihasilkan," ucap Sungmin. "Setiap satu atom NADH menghasilkan tiga ATP, jadi sepuluh kali tiga sama dengan tiga puluh ATP. Itu baru dari NADH. Sekarang FADH2, ada berapa atom FADH2 yang dihasilkan dari siklus krebs?"

"Dua," lagi-lagi yang lain menjawab pertanyaan Sungmin dengan kompak.

"Benar," balas Sungmin senang. "Karena tiap satu atom FADH menghasilkan dua ATP, maka dua dikali dua sama dengan empat ATP," jelasnya.

"Jadi, semuanya ada 34?" terka Kyuhyun.

"Iya," jawab Sungmin yang kembali menggerakan kepalanya ke bawah sesaat. "Proses transpor elektron menghasilkan 34 ATP. Tapi, karena sel harus mentranspor dua molekul NADH yang dihasilkan pada glikolisis untuk menyebrangi mitokondria, yang mana setiap satu molekul membutuhkan satu ATP, maka jumlah ATP berkurang dua. Jadi total semuanya ada 32 ATP yang dihasilkan dari proses transpor elektron."

"Ooohhh…," koor para sahabat yang lain.

"Tolong, saya pusing," ucap Kyuhyun yang mendadak lunglai mendengar tuturan orang di depannya ini. Kepalanya sudah berasap karena terus mencerna penjelasan panjang Sungmin—karena bahan-bahan itulah yang nanti akan dipakai untuk ulangan biologi nanti.

"Hahaha," tawa Sungmin meledak begitu saja. Ia memaklumi reaksi lelah Kyuhyun—dan mungkin yang lain pun juga, walaupun tak kelihatan—karena ia pun mengalami hal yang sama ketika mempelajari bab yang dibahas ini pertama kali, mengingat bab ini cukup panjang ulasannya. "Sudah kubilang ini benar-benar rumit. Kalian hanya perlu mengingat bahwa pada proses transpor elektron menghasilkan 32 ATP. Tapi, ada tambahan lagi. Ada oksigen yang berguna sebagai akseptor elektron dari siklus krebs, yang mana oksigen itu ketika sudah menerima elektron dari siklus krebs itu, maka akan bereaksi membentuk karbon dioksida dan air. Jadi, proses transpor elektron ini menghasilkan 32 ATP, karbon dioksida, dan uap air."

"Sudah? Jadi respirasi aerob itu menghasilkan 32 ATP, karbon dioksida, dan uap air?" tanya Ryeowook.

"Belum," jawab Sungmin seraya tersenyum dan menggeleng. "Bukankah ada proses yang langsung menghasilkan ATP? Yaitu pada proses glikolisis serta siklus krebs, yang masing-masing menghasilkan dua ATP. Jadi ada empat ATP dari proses tersebut, ditambah dari proses transpor elektron, jadi total semuanya ada 36 ATP. Kesimpulannya, respirasi aerob itu menghasilkan 36 ATP, karbon dioksida, dan uap air. ATP itulah yang akan digunakan sebagai energi dalam tubuh kita."

"Oooohhh…," suara koor semacam ini kembali terdengar dari mulut-mulut para sahabatnya yang lain.

"Ah, Sungmin memang jenius kalau masalah biologi," ucap Ryeowook yang tersenyum lebar, merasa puas sudah dibuat mengerti akan salah satu pembahasan di dalam pelajaran biologi itu karena Sungmin.

"Iya. Terima kasih ya, Sungmin," ucap Kyuhyun yang juga ikut merekahkan senyumnya pada Sungmin sekaligus setuju akan perkataan Ryeowook, meski otaknya harus bekerja ekstra keras untuk memasukkan kata-kata penting yang diucapkan Sungmin tadi karena ia tak sepintar Sungmin dalam urusan biologi.

"Sama-sama. Saya juga masih belajar, hehehe," balas Sungmin yang merasa salah tingkah sendiri sudah mendapat pujian yang menurutnya berlebihan itu dari para sahabatnya.

"Oh iya. Kyuhyun, nanti kau bisa ke rumahku, bukan?" tanya Ryeowook pada Kyuhyun.

"Bisa," jawab Kyuhyun singkat.

"Yes!" Sungmin bersorak senang menyambut jawaban Kyuhyun. "Seperti biasa ya, Kyuhyun! Hahaha," ucapnya dengan senyum yang kini mengembang hebat bahkan sempat tertawa lepas sambil menepukkan tangannya sekali pula karena kadar kesenangannya yang melonjak naik.

"Kau ini, kebiasaan," celetuk Kyuhyun yang tersenyum lagi. Gadis ini memang suka sekali menumpang di mobilnya apabila mereka berenam melakukan suatu perjalanan bersama, bersama Ryeowook juga. Sementara yang lainnya biasanya menumpang di mobil Donghae. Seperti sudah merupakan suatu ketetapan yang dibuat tanpa sengaja.

"Hitung-hitung sebagai balasan karena aku telah mengajarimu tentang respirasi aerob," ucap Sungmin ringan.

"Oh, jadi kau mengharapkan imbalan?" tanya Kyuhyun dengan muka ketusnya. Tapi beberapa saat kemudian ekspresi itu menghilang dan terganti lagi oleh sebuah senyuman. "Hahaha, bercanda."

"Kau ini," ucap Sungmin yang juga tersenyum. Pemuda itu memang suka sekali bergurau. Akan tetapi senyumnya itu menghilang seketika ketika tiba-tiba saja ada suara hak sepatu terdengar di kelasnya, yang dipastikan berasal dari guru yang baru memasuki kelas. Ternyata benar saja, guru biologi sudah datang dan siap memberi ulangan kepada para muridnya. Maka para murid pun segera bergegas menyiapkan perlengkapan yang akan dipakai untuk ulangan di meja masing-masing.

"Good luck ya, buat kita semua," ucap Sungmin yang menyempatkan diri untuk mendoakan dirinya sendiri serta para sahabatnya sebelum siap-siap.

"Wish us luck!" seru Eunhyuk dengan semangat.

—o0o—

Bel pulang sekolah baru saja berkumandang. Semua aktivitas belajar mengajar yang terjadi di dalam kelas pun dibubarkan dan para murid pun bersiap-siap untuk keluar kelas, termasuk enam orang sahabat itu. Di antara mereka, yang pertama selesai dan mengangkat tasnya adalah Ryeowook, kemudian disusul oleh Donghae, Kyuhyun, dan Eunhyuk.

"Hei Sungmin, lama sekali kau siap-siapnya," ucap Kyuhyun yang mengandung nada jengkel itu, seraya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

"Yesung juga ini," sahut Ryeowook seraya menunjuk ke arah obyek pembicaraan dengan menggunakan dagunya.

"Ya sabarlah," ucap Sungmin seraya memasukkan tempat pensilnya dari atas mejanya ke dalam tas.

"Ya cepat," ucap Kyuhyun yang masih terus memperhatikan Sungmin, menunggu orang itu selesai memasukkan semua barang-barangnya yang berada di atas mejanya. Sekarang hanya tinggal satu barang lagi yang tersisa di atas meja Sungmin, yaitu botol minum merah mudanya.

Pada akhirnya, Sungmin dan Yesung selesai merapikan barang-barangnya bersamaan.

"Ayo jalan, kawan-kawan," ajak Ryeowook setelah dua orang yang terakhir selesai itu mengangkat tas mereka masing-masing. Mereka pun menggerakkan kaki mereka untuk melangkah menuju ke tujuan berikutnya, yaitu ke parkiran, dimana terdapat mobil Kyuhyun dan Donghae yang akan menjadi mobil tumpangan untuk mereka berenam dengan jatah yang sudah ditentukan.

Mobil Kyuhyun dan Donghae terparkir bersebelahan. Ketika mereka berenam sudah tiba di sekitar dua mobil itu, mereka lantas masuk mobil sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Ryeowook membuka pintu mobil Kyuhyun dan masuk ke dalamnya, yang disusul oleh Sungmin. Mereka berdua duduk di jok mobil belakang. Sementara Kyuhyun yang merupakan sang pemilik mobil duduk di bagian jok depan mobil karena nanti ialah yang akan memegang kendali. Usai mendapat tempat duduk, Sungmin menutup pintu mobil bagian belakang, begitupula dengan Kyuhyun yang menutup pintu mobil bagian depan. Tangan kanan Kyuhyun kemudian bergerak mendekati tape radio mobilnya dan jemari jempol serta telunjuknya mulai bekerjasama untuk mengutak-atik berbagai tombol yang tersedia di sana. Setelah menyalakan tape radio itu, suara khas radio berkumandang di dalam mobilnya.

"Kyu, pindahkan ke saluran Sukira, dong," pinta Sungmin yang menyaksikan Kyuhyun sibuk menentukan acara radio yang tepat untuk disetel.

"Oke," balas Kyuhyun. Ia lalu mencari acara radio sesuai permintaan Sungmin.

"Astaga… Itu Eunhyuk pindah ke depan begitu," gumam Ryeowook yang melihat ke arah sebelah mobil Kyuhyun, tepatnya pada suasana di dalamnya yang masih terlihat bayangannya yang menembus jendela mobil.

"Mana?" tanya Sungmin seraya mengikuti arah pandang Ryeowook. Rupanya benar, terlihat samar-samar bayangan seorang perempuan yang memang mirip tampak asli Eunhyuk sedang berpindah posisi dari jok belakang ke jok depan. "Ya ampun… Itu repot sekali. Hahaha."

BRAK!

"Astaga! Itu Eunhyuk jatuh!" pekik Ryeowook dengan spontan menonton adegan tragis yang berada di dalam mobil Donghae itu—Eunhyuk terjungkal dengan indahnya di jok depan ketika sedang pindah posisi duduk.

"Hahahahahaha!" tawa Ryeowook dan Sungmin pun pecah seketika.

Kyuhyun yang penasaran bagaimana peristiwa yang menimpa Eunhyuk terjadi sehingga membuat Ryeowook dan Sungmin tertawa kencang, langsung menghentikan kegiatannya dan beralih menatap ke arah luar, mobil Donghae. "Mana mana?" tanyanya.

"Terlambat kau, Kyuhyun. Acaranya sudah habis. Hahaha," ucap Sungmin yang masih ingin tertawa atas kejadian tadi.

"Yaaah," desah Kyuhyun kecewa. Padahal ia juga ingin melihat kejadian yang lucu di mata dua gadis yang berada di mobilnya itu. Ia pun kembali membereskan tape radionya yang sempat tertunda.

"Pasti diganggu itu Eunhyuk sama Yesung. Makanya pindah dia. Hahaha," ucap Ryeowook yang kini menatap ke arah depan. "Ya ampun, kasihan sekali Eunhyuk. Sudah diganggu, pakai jatuh segala lagi. Alien itu memang benar-benar…," gumamnya yang masih tak habis pikir akan kejadian tadi.

"Alien. Hahaha. Parah kau," ucap Sungmin kepada Ryeowook. "Tapi sepertinya bukan hanya Yesung, namun juga semua kaum lelaki di antara kita berenam itu alien semua," lanjutnya yang sengaja meninggikan suaranya, dengan maksud menyindir seseorang.

"Ehem," Kyuhyun berdeham, merasa tersinggung. Ia lalu melempar pandangannya ke arah Sungmin di belakang mobil. "Sungmin, ini ada kaca. Silahkan berkaca dulu," ucapnya seraya menunjuk sebuah cermin kecil yang berada di bagian atas depan mobil.

"Oke," ucap Sungmin seraya tersenyum senang. Ia buru-buru mendekat ke arah cermin yang dimaksud Kyuhyun. "Wah, aku makin cantik dan imut saja, ya," lanjutnya seraya menatap pantulan dirinya di cermin tersebut dan mengusap-usap pipinya seraya senyum-senyum sendiri.

Hening.

Ryeowook sudah memasang mimik muka ingin muntah, sementara Kyuhyun memasang muka malasnya. "Kyu, ada kantung muntah tidak?"

"Ini ini, kantung muntahnya," jawab Kyuhyun yang malah menyentuh muka Sungmin dan mengarahkannya ke arah samping—dan bukan ke belakang tentunya—mengibaratkan itu sebagai kantung muntahnya untuk Ryeowook.

"Heh! Apa-apaan kau ini?!" bentak Sungmin seraya menyingkirkan tangan Kyuhyun dengan kesal. "Masak muka cantik begini dijadikan—"

"Sungmin," panggil Kyuhyun dengan aura muka yang semakin keruh. "Sekali lagi kau mengaku cantik, lebih baik kau turun dari mobil," lanjutnya dengan ketus seraya menunjuk pintu belakang mobil sebelah kanan.

"Lah, tadi pagi kau bahkan bilang aku ini yang paling cantik," tutur Sungmin ringan seraya mengerjap-ngerjapkan mata. Ia kemudian memamerkan senyum miring dengan bangga. "Hayo... Lupa, ya?" tanyanya seraya menunjuk Kyuhyun dengan laku mengintimidasi.

Seketika Kyuhyun memasang muka tercengang.

"Terima kasih, sahabatku yang paling cantik dan baik."

Ia baru ingat bahwa ia pernah mengucapkan kalimat terkutuk itu pada Sungmin. Tadi pagi. Iya benar.

"Terserah!" seru Kyuhyun yang kembali berkutat pada tape radio mobilnya. Mukanya sudah memerah menahan malu.

"Hahahahaha!" suara tawa Sungmin menggelegar ke seluruh penjuru di dalam mobil Kyuhyun. Tubuhnya sampai terjungkal karena tak kuasa menahan rasa gembiranyanya. Saat-saat langka dimana Kyuhyun skak-mat habis digoda seperti ini tidak boleh disia-siakan. Apalagi pelakunya adalah ia sendiri.

"Sabar ya, Kyuhyun, punya sahabat seperti Sungmin," ucap Ryeowook menghibur. "Hahahahaha," ia pun tak bisa menahan tawanya—merasa terhibur melihat Kyuhyun berhasil dipojokkan oleh Sungmin.

"Selalu," ucap Kyuhyun kesal.

"Eh, itu mobil Donghae sudah jalan," ucap Ryeowook ketika melihat mobil Donghae sudah mundur ke belakang dan menyingkir dari tempat parkiran.

"Iya. Kyu, cepat setel radionya. Masalahnya pemilik rumahnya ada di mobil kita," sahut Sungmin panik. Pasalnya mobil yang mereka tempati belum juga bergerak.

"Sabar, cerewet," celetuk Kyuhyun yang membuat Sungmin mendengus mendengarnya. Beberapa saat kemudian akhirnya saluran radio Sukira berhasil ditemukan. Terdengar orang bercakap-cakap di sana dengan frekuensi yang sangat jelas. Tangan Kyuhyun kemudian berpindah ke kemudi mobil dan menyalakan mesin mobil.

Keempat roda mobil Kyuhyun akhirnya bergerak mundur. "Akhirnya jalan juga," ucap Sungmin lega seraya merebahkan punggungnya pada senderan jok. Perjalanan mereka menuju rumah Ryeowook baru saja dimulai. Suara radio yang mengalun dan juga hembusan AC yang bersuhu dingin pun turut menemani.

Everybody let's go, ginjanggameun beotgo

Turn the music up nal ttara haebwa, let's dance.

"Jollamaeji malgo, neuseunhi pureobwa

Meomchuji malgo nal ttara haebwa, let's dance."

Sungmin melanjutkan lirik dari lagu Let's Dance-nya Super Junior yang terputar di radio, bersamaan dengan nyanyian yang melantun dari sana. Tempo lagu beat-nya membuat yang mendengarnya jadi lebih bersemangat, termasuk Sungmin.

"Umkyeojwilsurok, ppajyeonagal ttaen

Gakkeumeun modu da nwabeoryeo."

Rupanya, Ryeowook ingin pula bernyanyi lagu yang diputar di tape radio ini. Ia menyahut nyanyian Sungmin dengan lirik berikutnya.

"Neomeojimyeon andwae, neujeoseodo andwae,

Daeche geureon beobi da eodi isseo."

Sungmin berniat main sahut-menyahut dengan Ryeowook dengan menyanyikan lirik selanjutnya. Namun ternyata, Kyuhyun pun ikut bersuara sehingga suara mereka bernyanyi terdengar bersamaan.

"Himeul ppaebomyeon geurae da byeol geo anya,

Eokkaereul myeot beon teolgo,

Romaentikhan chumeun jamsi jeopgo,

Ja, bunwigireul bakkwo."

Berikutnya mereka bertiga bernyanyi secara serentak, membuat suasana di dalam mobil Kyuhyun terasa lebih menyenangkan.

Everybody let's go ginjanggameun beotgo

Turn the music up nal ttara haebwa

Let's dance

Jogeum dareun hilling, neol wihan pantaji

Jigeum i sungan, neon jayurowo let's dance

Arah pandang Ryeowook yang ke arah luar kini, melihat deretan toko yang berada di sepanjang jalan. Ketika ia memergoki ada toko baju yang memajang baju yang bagus menurutnya, air mukanya langsung sumringah. "Aduh, itu bajunya. Kyaaaa!"

Mendengar teriakan kencang Ryeowook mengundang Sungmin untuk bereaksi penasaran. Ia lantas mendekat pada Ryeowook dan berusaha menemukan obyek yang Ryeowook lihat. Sebuah baju tanpa lengan berkerah warna hitam serta celana panjang model baggy warna cokelat muda dengan bonus berupa ikat pinggang yang dipakaian pada manekin yang berdiri di balik kaca depan sebuah toko pakaian. Bagus pula menurut Sungmin, dan yang herannya adalah ia baru melihat model pakaian yang dipajang itu hari ini, seumur hidup ia pernah melewati jalan menuju ke rumah Ryeowook. Mungkin itu model baru yang dijual di sana. "Ya belilah, Wook," ucapnya sekenanya.

"Kapan-kapan saja," balas Ryeowook seraya memandang Sungmin, namun sesaat saja karena ia sudah melihat ke arah luar jendela lagi. "Eh lihat, itu ada drama musikal Robin Hood. Nonton, yuk!" ajaknya yang kembali menengok ke arah Sungmin, dengan nada girang. Telunjuk tangan kanannya teracung ke arah poster drama musikal yang ia bicarakan.

Mata Sungmin membelalak menatap poster yang ditunjuk Ryeowook, menegang. Pikirannya tiba-tiba saja berkecamuk. "Eh… Aku sedang berhemat, Wook," ucapnya yang berusaha untuk tetap bersikap tenang, meski di dalam jiwanya tersimpan kerisauan.

"Berhemat? Memangnya kau mau beli apa, Min?" tanya Ryeowook seraya mengerutkan alis, ingin tahu.

"Rahasia…," jawab Sungmin seraya tersenyum misterius. Untung ia bisa lihai menyembunyikan apa yang ia rasakan, setidaknya untuk saat ini.

"Oh, jadi sekarang Sungmin main rahasia-rahasiaan, ya," sahut Kyuhyun seraya terus mengendalikan setir mobilnya. Tentunya ia dapat mendengar percakapan yang terjadi di antara dua sahabatnya itu di ruang dalam mobil yang kecil ini.

Tubuh Sungmin tersentak secara reflek mendengar perkataan Kyuhyun. Sungmin tahu bahwa Kyuhyun hanya bergurau, tapi gurauan itu merupakan sebuah fakta dari permasalahan yang lain tanpa disadari. Fakta yang membuat kerisauannya itu bertambah dan berbagai rasa lain pun mulai merasuk di benaknya kini. Antara takut, sedih, dan bersalah. "Memangnya penting untuk kalian? Hahaha," celetuknya seraya tertawa singkat, untuk mencairkan suasana hatinya, lebih tepatnya.

"Aku hanya ingin tahu, Sungmin," balas Ryeowook. Ia lalu melemparkan tatapannya ke arah jendela depan mobil.

Rasa syukur segera terucap dalam hati Sungmin mendengar ucapan Ryeowook. Setidaknya, Ryeowook tidak menanyakan lebih lanjut tentang itu. Ia menatap Ryeowook dan Kyuhyun bergantian dengan sendu. Sebagai seorang sahabat, ia merasa sangat gundah karena sudah memasang topeng transparan yang dipakainya ini pada mereka, serta sahabatnya yang lain. Pikirannya berkecamuk ke berbagai hal, namun ia harus menyembunyikan semuanya dari mereka. Ia tidak mau saat nanti di rumah Ryeowook yang harusnya diisi dengan kebahagiaan, harus rusak hanya karenanya.

"Aku akan selalu mengingat kalian semua, para sahabatku, Ryeowook, dan terutama kau, Kyuhyun. Aku tidak akan melupakanmu."

Kedua matanya mendadak memanas.

TBC


A/N:

Real life saya semakin dibanjiri dengan berbagai ujian. Dan saya tetep aja nekat ngepost FF OTL

Hiburan saya ya emang nulis FF soalnya. Jadi ya gitu XD

Walaupun begitu tetap aja review diperlukan hehe :D

Oh iya, itu biologinya diambil dari materi kelas 12 program IPA. Jadi maaf ya kalo pada gak ngerti XD