CHAPTER II : MEMULAI PERJALANAN
Lelaki itu menarik lembut pinggang Yeoja dihadapannya agar semakin mendekat dan merapat ketubuhnya. Lelaki itu memundurkan sedikit kepalanya, ia meraih dagu Yeojanya agar ia dapat melihat wajah cantik itu. kemudian lelaki itu mendekatkan wajahnya kearah wajah yang mulai dihiasi semburat merah dan perlahan mendaratkan bibirnya diatas bibir wanita itu. memberikan lumatan lembut pada bibir manis waitanya yang sesekali ia menyesap material lembut itu.
Wanita itu tersenyum dalam ciuman lembut prianya "Oh Sehun sudahlah" kata wanita itu mendorong badan lelaki bernama Oh Sehun itu, dan lelaki itu tertawa melihat sikap Wanitanya.
"Kau malu hmm?" bisiknya lalu mengecup pundah kekasihnya mesra, yang berada di pelukan lelaki itu hanya melenguh geli menerima perbuatan itu "berhenti, sebelum kau lepas kendali!"
Suara tawa sekali lagi terdengar dari bibir Oh Sehun "Aku Mencintaimu" bisiknya mesra
"Saranghae Baekhyun-ah" lelaki itu mengatakannya sambil menatap mata indah kepunyaan kekasihnya.
Perempuan itu hanya tersenyum mendengar penuturan kekasihnya itu.
.
.
MASK OF LIES
.
.
BYUN BAEKHYUN
XI LUHAN
PARK CHANYEOL
OH SEHUN
AND OTHER CAST
BGM : SHIN YONG JAE – IT'S ALWAYS ALRIGHT
.
THIS IS GS
Drama, Romance, Hurt/Comfort
.
.
"Eomma.. Oh Sehun nuguya?" tanya Baekhyun gugup, ntah mengapa saat melihat Oh Sehun kemarin hatinya mendadak berdegup kencang.
Jaejoong mengangkat alisnya sebelah mendengar pertanyaan anaknya "Oh Sehun? Kau mengingatnya?"
Baekhyun menggelengkan kepalanya "Aniya. Semalam Ia datang mengunjungiku" gadis itu menggigit bibirnya "dia berkata bahwa dirinya Oh Sehun, aku hanya bingung mengapa ia sangat ketus padaku, eomma"
Jaejoong terjejut mendengar penuturan anaknya "Ah.. dia sudah datang ternyata. Oh Sehun itu temanmu. Teman dekatmu, dia memang ketus jadi tidak perlu mengambil hati apa yang ia katakan!"
"Jinjjayo? Nae chingu. Kalau begitu kemana perginya temanku yang lain, eomma?"
"eomma tidak memperbolehkan mereka datang. Kau harus beristirahat, setelah keluar dari rumah sakit ini, eomma janii akan membawamu pada teman-temanmu, arrayo?"
"nde. Eomma!"
Baekhyun kemudian terfokus pada televisi yang berada di hadapanya
Jaejoong melihat anaknya itu sedih, dugaan Joonmyeon tentang kondisi anaknya adalah benar. Baekhyun mengalami Amnesia Disosiatif*.
Baekhyun melupakan segala yang terjadi sebelum kecelakaan itu, orang-orang terdekatnya dan tanggal kelahirannya. Dokter mengatakan bahwa baekhyun mengalami hal ini karena trauma pasca Kecelakaan, dan memang amnesia biasanya akan berlangsung singkat.
Jaejoong berharap Baekhyun anaknya bisa mengatasi Amnesia itu dengan cepat, karena Baekhyun tampak sangat tersiksa, anaknya itu selalu kebingungan jika bertemu orang lain.
Baekhyun sendiri sudah mengetahui bahwa Dirinya mengalami Amnesia, dan Baekhyun hanya bisa minta maaf karena membuat Eomma dan Appanya sedih karena tidak bisa mengingat mereka dengan baik.
"Ayo, sudah saatnya untuk terapi!" kata Jaejoong lalu merangkul anaknya untuk turun dari ranjang. "apa kita perlu menggunakan kursi roda ke tempat itu atau berjalan saja?"
"kita berjalan saja Eomma, aku ingin terbiasa!" jaejoong membalas dengan anggukan kepala.
..
Gadis itu Baekhyun tampak penuh dengan peluh walau ruangan itu ber-AC, dia berusaha penuh tekad untuk bisa berjalan seperti biasa. Joonmyeon dokternya membantunya dengan baik, melatihnya dengan kesabaran walaupun dia terus saja terjatuh.
Joonmyeon mengatakan bahwa dia akan bisa berjalan jika dia berusaha lebih keras lagi, dalam waktu 1 bulan akan bisa berjalan dengan baik perkiraan Joonmyeon.
"Ayo perlahan saja, Baekhyun ah" kata Joonmyeon sambil membantu Baekhyun untuk berdiri kembali
"Terimakasih, Oppa! Mianhae aku terus menyusahkanmu!" ucap Baekhyun sanagt menyesal
Joonmyeon memang mengatakan pada Baekhyun untuk memanggilnya dengan Oppa saja, karena Joonmyeon bilang bahwa Baekhyun memang biasa memanggilnya seperti itu.
"hei.. kau tidak menyusahkanku! Aku ini doktermu, kan?"
"heuum, kalau begitu Oppa bisa beristirahat, aku akan memulai lagi. Aku akan berusaha lebih keras"
Joonmyeon memuji semangat Baekhyun, gadis itu benar-benar tidak pantang menyerah.
"Baiklah. Oppa akan mengawasimu, okay!" dan gadis itu hanya tersenyum mendengar penuturan Joonmyeon
..
BAEKHYUN POV
Ya ampun ini benar-benar melelahkan, sesungguhnya kakiku sendiri sudah lelah untuk memulai latihan lagi.
Aku terduduk di lantai lalu menghapus peluh di keningku. Mengalami amnesia benar-benar membuatku menjadi bodoh, segalanya telah kulupakan, bahkan Namaku sekalipun aku takkan mengingatnya, jika bukan eomma memanggil namaku.
Tidak pernah terpikir bahwa aku akan mengalami kejadian seperti ini, aku tidak ingin melupakan siapapun, sungguh walaupun Dokter Kang mengatakan semua ingatan itu akan kembali seiring dengan waktu, dan jika orang-orang di sekitarku memancing ingatan itu untuk keluar.
Aku melihat jam di dinding "Baiklah 10 menit lagi" gumamku
Mengambil langkah perlahan sambil memegang besi di dinding "Fighting"
Langkah awal benar-benar sangat meyakinkan sehingga aku melepas pegangan dan berjalan seperti biasa, tanpa berpikir panjang aku melompat kecil dan kakiku terpelintir "Arghh"
Aku berpikir mengapa tubuhku tidak menyetuh lantai dan tergelepar, kenyataannya "kau selamat!"
Seketika itu juga aku melotot, suara ini milik seorang "Oh Sehun"
"bodoh! Kau itu tidak bisa berjalan dengan benar, dan gerakan melompat itu, kau mau mati huh?" ujarnya lalu melepas pelukan di pinggangku
Sehun tanpa aba-aba menggendongku ala Bridal style "kenapa kau menggendongku, aku baik-baik saja!"
Dia menatapku tajam "katakan itu pada kakimu yang baru saja terkilir!"
Aku terdiam mendengar penuturannya, memang sih akiku benar-benar sangat sakit "Bagaimana ini, kakiku akan tambah lama untuk sembuh!" aku berujar panik
"Diamlah. Kau berisik sekali. Itu salahmu!"
Aku merenggut "harusnya kau itu menyemangatiku! Bukan malah mengatakan seperti itu!"
Aku memandang lelaki ini diam-diam, dia memiliki rupa yang menawan dan lihat garis rahangnya itu benar-benar sangat sempurna, tipikal lelaki idaman. Ntah mengapa aku ingin berlama-lama dalam gendongannya, wangi tubuhnya benar-benar sangat maskulin sekali, aku suka.
"sudah puas memandangku?"
Aku menatap gugup dirinya "aku tidak menatapmu kok!"
Dia menyeringai "terserahmu saja!"
BAEKHYUN POV END
…
"Mama kenapa kita menyusun barang seperti ini, kita akan pindah?"
"nde. Mama pikir kau butuh suasana baru, Mama hanya ingin yang terbaik buatmu. Dokter bilang kau harus berada dalam suasana baru. Jadi kita pindah saja!"
"tapi kemana kita akan pindah Mama, kita akan meninggal rumah nenek begitu saja?"
"rumah nenek akan dirawat oleh bibi Nam, kita akan pergi ke , Mama sudah mendapatkan pekerjaan disana. Jika sudah saatnya kita pasti akan kembali lagi" LiYin masih sibuk menyusun barang-barang yang akan mereka bawa
"Mama apakah aku tidak mempunyai teman disini?" tanya Luhan dengan nada sedih
LiYin menatap raut wajah anaknya, "kau punya sahabat dekat, namanya Seohyun. Tapi Seohyun saat ini sedang bekerja di seoul"
Luhan menatap ibunya "jinjja? Seohyun pasti benar-benar hebat, dia bekerja di Seoul, bagaimana denganku Mama, apa pekerjaanku selama ini?"
"kau hanya lulusan SMA, jadi kau tidak punya pekerjaan tetap. Biasanya kau ikut dengan Mama pergi ke perkebunan dan mengantar koran di kota!"
Luhan tersenyum hangat "wah itu terdengar menyenangkan!"
LiYin menatap anaknya, seperti biasa Luhan tetaplah Luhan tidak pernah mengeluh dan mengaku dengan teamnnya yang lain. Ketika ibunya hanya sanggup menyekolahkannya sampai SMA, ia bahkan tidak merengek, ketika Luhan selalu mendapat Juara di sekolahnya, bahkan dia tidak pernah mendapatkan hadiah atas usahanya itu. terlebih lagi saat Luhan mendapat beasiswa untuk kuliah di Seoul, Luhan menolak tegas itu dengan alasan tidak ingin membiarkan Ibunya sendirian.
Anaknya yang malang. Ini semua karena kebodohannya.
"Mama kita akan berangkat jam 7 ini kan, ayo kita harus cepat bersiap!"
…
"eomma ayolah aku tidak ingin pergi kesana! Bujuklah Appa, eomma!" lelaki itu terus merengek pada Ibunya, dan ibunya hanya tersenyum bahagia,
jarang sekali melihat anaknya ini bermanja-manja dengannya
"Chanyeol kau kan tau bagaimana sifat ayahmu itu! eomma tidak bisa berbuat apa-apa!"
"aku ini lulusan terbaik dari Amerika, dan jauh-jauh datang ke Korea hanya untuk dijadikan pekerja kebun, yang benar saja, Eomma!"
"Appa benar-benar jahat sekali" sambungnya
"Kau itu tidak boleh berkata seperti itu tentang Appamu, semua ini demi kebaikanmu, bukankah kau ingin mengembangkan ilmu bisnismu itu. pergi kesana dan kembangkan pabrik itu. buktikan pada Appa dan Eomma bahwa kau bisa melakukannya. Bukan merengek tidak jelas seperti tadi" oho.. eommanya kembali menjadi sosok ibu yang tegas
"Arraseo. Dalam 1 bulan aku akan membuat pabrik itu berkembang, dan segera kembali ke Seoul, eomma harus ingat itu"
Eommanya tersenyum menatap optimisme anaknya "Eomma akan selalu ingat itu, Chanyeol-ah"
…
Sehun menatap langit yang penuh bintang, sesekali Ia meyesap anggur yang ada ditangannya. Gadis itu Byun Baekhyun, dia berubah dalam artian benar-benar bukan seperti Baekhyun yang biasanya. Memang gadis itu mengalami Amnesia, tapi Sehun tidak berpikir akan sampai seperti itu. jujur, Sehun tidak terbiasa akan perubahan mendadak itu.
Baekhyun yang dikenalnya adalah gadis yang tidak bisa diam, cerewet, jutek, walaupun dia punya sikap yang baik dan periang. Sedangkan Baekhyun yang dua kali ditemuinya di rumah sakit punya sikap yang berbeda gadis itu tampak lugu, manja dan cara dia berbicara dan menatap itu benar-benar mengusik hati seorang Oh Sehun.
Sehun tidak tau apa Ia harus bahagia, atau merasa sebaliknya karena gadis yang selama ini menjadi tipe idealnya adalah Baekhyun yang seperti sekarang ini, baekhyun yang lugu, manis dan manja.
…
Keesokkan harinya dipagi hari yang cerah, kabar bahagia hari ini Baekhyun diperbolehkan pulang ke rumahnya, Jaejoong sibuk mengurus barang-barang Baekhyun , dan baekhyun hanya terdiam di ranjangnya.
Jaejoong yang melihatnya, meghampiri anaknya itu dan duduk disampingnya "Ada apa, hmm?"
"bahkan saat aku akan keluar dari rumah sakit, Appa tidak menjemput. Apa Appa sesibuk itu?"
"kita akan bertemu dengan Appa saat di rumah nanti, okay!" hibur Jaejoong pada anaknya itu. pantas saja daritadi Baekhyun hanya terdiam saja
"Tapi aku ingin Appa, eomma!" ujarnya memelas, tanpa baekhyun sadari airmatanya bahkan sudah menumpuk siap untuk menetes
"Hei..jangan menangis begitu! Eomma akan menelepon Appa untuk menjemput kita, bagaimana?"
Baekhyun menggeleng "Tidak perlu, eomma! Appa pasti sangat sibuk. Bantu aku ke kamar mandi eomma!"
Jaejoong memapah Baekhyun pelan-pelan , perkiraan Oh Sehun benar, kakinya terkilir walau tidak parah tetap saja, proses penyembuhan itu semakin lama.
"eomma, tunggu disini saja ya" kemudian baekhyun masuk ke kamar mandi
Jaejoong mendengar pintu kamarnya terbuka, berpikir bahwa dokter yang datang tapi perkiraannya salah besar "Yeobo!"
Yunho tersenyum menatap anaknya, dan menyuruh Istrinya tetap diam "Aku ingin memberi kejutan untuknya, dimana Baekhyun?"
Jaejoong berbisik pada suaminya "dia ada di kamar mandi. Ngomong-ngomong aku sangat merindukanmu!" ungkap Jaejoong oh jangan lupakan wajahnya yang memerah itu, Yunho sendiri jadi gemas melihatnya, selama Baekhyunsakit, jaejoong memang menemani anaknya 24 jam penuh, dan itu sudah berlangsung 10 hari ini.
"Nado, setiap malam rasanya benar-benar sangat menyeramkan tanpamu, sayang" kata Yunho lalu mengecup sudut bibir istrinya "aku akan berdiri di depan pintu kamar mandi dan mengejutkannya. Tunggulah disini!"
Tepat saat Yunho berdiri di depan pintu kamar mandi, baekhyun keluar sambil menunduk. Tangan Yunho menjulur ke depan. Baekhyun menatap tangan itu bingung "ini bukan tangan Eomma" gumamnya, dan yunho yang mendengar itu hanya menahan tawa. Baekhyun mengangkat kepalanya melihat siapa gerangan di hadapannya ini "Appa"
Baekhyun tidak dapat mengontrol lagi tangisnya dan memeluk Appanya mengabaikan rasa sakit di kakinya "Appa. Aku merindukanmu, kenapa tidak pernah menjengukku?"
"maafkan Appa sayang. Appa sesungguhnya menjengukmu beberapa malam ini saat eomma dan drimu sedang tidur. Jangan menangis ya!"
"Jinjjayo? Wah .. Appa benar-benar daebak seperti detektif, bahkan eomma saja tidak tau, Appa datang tengah malam!" kata baekhyun dengan matanya yang berbinar itu
"tentu saja. Appamu ini kan sudah sejak lahir memang sudah daebak"
Baekhyun tertawa, sampai matanya menyipit "Ayo Appa, kita segera pulang. Aku merindukan rumah!"
..
Luhan dan Mamanya telah sampai di daerah selatan Korea, Provinsi Chungcheong. Daerah ini dikenal dengan nama Geumsan , daerah yang dikenal sebagai pusat perkebunan ginseng terbesar di korea.
Mamanya memang akan bekerja di sebuah pabrik pengolah ginseng di daerah ini, dan mereka akan tinggal di rumah yang disediakan oleh pabrik itu.
"ayo, kita hanya perlu jalan 1 KM. Luhan tidak masalah kan?"
"tentu saja tidak, Mama. Akan menyenangkan kalau kita berjalan, udara disini benar-benar sangat sejuk"
LiYin setuju dengan perkataan anaknya, dan berharap di tempat ini, mereka akan bahagia. Terutama Anaknya Luhan akan melupakan kecelakaan itu.
Setelah mereka berjalan 20 menit, mereka akhirnya sampai di tempat tujuan. Rumah pekerja pabrik, rumah itu sendiri tampak nyaman, danorang-orang disini juga sangat ramah. Luhan yakin dia akan betah disini.
Luhan melihat ibunya menyapa sekumpulan Ibu disana, dan bertanya dimana rumah yang akan mereka tempati, dan salah satu dari ibu-ibu itu mengantarkan mereka ke rumah yang ada paling pinggir.
"Khamsamida, Ahjjumonim!"
"kau benar-benar sangat manis sekali, aku akan mengenalkanmu nanti pada anakku Sunggyu!"
Luhan tersenyum menanggapi ucapan Ahjumma itu, dan LiYin yang berdiri di sampingnya tertawa "Tentu saja. Mereka bisa berteman nantinya!"
"nde. Kalau begitu aku permisi pulang LiYin-ssi!"
"gomawo, soonkyu-ya!"
Setelah Soonkyu pergi, LiYin segera melihat sekeliling rumah itu, rumah ini sudah diberi fasilitas di dalamnya, jadi pekerja tidak dibuat repot. Walaupun kamar di rumah ini hanya 1 buah saja. Tidak apa toh mereka juga biasanya memang tidur bersama.
Tidak tau apa yang akan Luhan kerjakan dia memutuskan untuk pergi berjalan-jalan "Mama aku akan pergi melihat sekitar dan pabrik, okay. Aku takkan lama!"
LiYin sontak menahan tangan Luhan "Tidak. Tetap disini, Mama tidak ingin sesuatu terjadi padamu!" ujar LiYin tegas
Luhan mentap mamanya memelas "Ayolah Mama, aku takkan lama. Dan juga ini masih pagi suasana masih sangat sejuk aku tak ingin melewatkannya!"
"tidak. Kau istirahat atau lakukan apa saja, kecuali pergi dari rumah ini!"
Luhan mentap Ibunya kesal "ya sudahlah.. aku akan tidur saja kalau begitu!" katanya lalu bejalan ke kamar dengan kaki dihentakkan
Li Yin yang melihatnya hanya tesenyum sedih, dia hanya tidak ingin kejadian itu terulang. Ya, cukup sekali saja..
Di dalam kamar, Luhan memikirkan bagaimana caranya pergi keluar tanpa sepengetahuan Mamanya, membuka pintu kamar perlahan dan menatap sekeliling. Dugaannya Mamanya pasti sedang di belakang, baiklah dengan cepat menulis di secarik kertas bahwa Ia akan pergi keluar.
Luhan berlari keluar rumah dengan cepat tanpa suara. Dan ia berhasil.
"Maafkan aku Mama!"
Dan Luhan berjalan melihat sekitaran daerah ini.
..
"Tuan. Kita sudah sampai di kawasan Geumsan" kata sang supir sampil mentap tuannya melalui spion dalam
"nde. Pak Jang bisa mengantarku sampai ke dalam, bukan?" tanya Chanyeol tetap fokus pada smartphonenya
"Maaf, Tuan. Tapi jalanan untuk menembus ke dalam berbatuan mobil yang kita gunakan tidak cocok untuk berjalan di jalanan seperti itu Tuan. Maafkan saya!"
Chanyeol bergerak untuk melihat kondisi jalanan lewat jendela mobil "DAMN! Kira-kira berapa jarak yang harus aku tempuh kedalam, Pak Jang?"
"kurang lebih 1 KM, Tuan"
Chanyeol berpikir sejenak "Baiklah, aku akan berjalan. Terimakasih Pak Jang, kembalilah dengan selamat!"
Tuan Park Chanyeol dibalik sosoknya yang keras kepala, dia tetaplah orang yang pengertian dan baik. "Nde. Terimakasih Tuan. Tuan Fighthing!"
Chanyeol tersenyum "Fighting"
Chanyeol melangkah pergi setelah mengambil kopernya di bagasi, disini dia melihat bahwa daerah ini masih benar-benar asri. Dia bertekad untuk menyelesaikan misinya selama 1 bulan, tidak lebih.
Chanyeol tiba di Pabrik setelah 30 menit berjalan, benar-benar menguras energi. Dia berkeliling melihat keadaan pabrik, dia bingung mengapa Pabrik ini tidak mengalami kemajuan, padahal ginseng yang dihasilkan dari pabrik ini adalah kualitas terbaik.
Mata Chanyeol menyipit memastikan bahwa gadis yang dipojok sana sedang mencuri beberapa ginseng yang sudah dipanen. "Daebak. Dia benar-benar berani. Entah dia itu bodoh atau apa? Dia tidak menyadari di atas kepalanya itu ada CCTV bertenger disana"
Chanyeol segera berlari, setelah melihat gadis itu beranjak pergi dari sana."berhenti disana, pencuri!" teriak Chanyeol
Luhan yang mendengar teriakan itu segera berlari kencang mengabaikan teriakan lelaki dibelakangnya, dan Chanyeol segera menambah kelajuan kakinya mengejar gadis itu.
Chanyeol berhasil menangkap tangan gadis itu dan memutarnya berhadapan dengannya, gadis itu seketika menunduk menghindari kontak mata
"lepaskan aku!" katanya gugup
"kau pencuri, aku akan melaporkanmu pada kepala pabrik!"
"siapa yang panggil pencuri?" Luhan mengangkat kepalanya menatap lelaki dihadapannya
DEG
Chanyeol terkejut melihat gadis ini. Gadis ini benar-benar sangat canti, lihatlah mata sipitnya dan hidung bangir itu. Chanyeol menelan ludahnya
diam-diam.
"Kau tentu saja. Kalau kau bukan pencuri, kau tidak keberatan kan untuk mengeluarkan isi dalam kantung celanamu"
Luhan tampak gelisah, dia tamat kali ini.
"Baiklah aku memang mencurinya, aku akan mengembalikannya, tapi jangan laporkan aku, okay?" mohonnya dengan mata puppy itu
Chanyeol sempat gagal fokus melihat mata itu "Baiklah. Aku akan melupakan kejadian ini, dengan satu syarat"
"apa itu?"
"cium aku!"
…
CHAPTER III : KEBENARAN
…
KAMUS :
Amnesia Disosiatif : ditandai dengan perubahan identitas pasien, gangguan ini tidak mampu mengingat berbagai peristiwa pribadi, paling sering terjadi setelah peristiwa traumatis, bisa sembuh jika dipancing oleh keadaan sekitarnya
Geumsan : daerah yang berada di bagian paling selatan provinsi Chungcheong Selatan, Korea Selatan. Daerah ini terkenal sebagai pusat perkebunan ginseng terbesar di Korea.
..
Hai.. Hana kembali lagi…
Hana senang melihat antusiasme dari kalian semua, terimakasih sekali, dan Hana harap kalian tetap menunjukkan rasa antusiasme yang sama besarnya untuk setiap chapter kedepannya.
Memang sampai Chapter ini mungkin kalian belum mendapat gambaran bagaimana tentang Baekhyun dan Luhan yang sebenarnya. Chapter depan mungkin bisa menjadi jawaban buat kalian.
Hana ingin menjawab pertanyaan dari review yang masuk
ChanNhye : pertanyaan yang bagus, chapter depan akan menjadi jawaban buat pertanyaanmu, stay buat chapter depan okay
Aku Lapar : okaay username yang unik sekali wkwk.. FF ini bakal fokus dengan HUNHAN DAN CHANBAEK, jadi aku berusaha untuk membagi dua cerita dan fokus sama rata untuk masing-masing couple
Yousee : chapter depan akan menjadi jawaban buat perkiraanmu, stay buat chapter depan.
BIG THANKS :
Chapter (Prolog) : Adelia548, spektrofotometri, pcyB.I , Arifahohse, Seravin509, AmeliaOh 21 , Guest, rizypau16
Chapter l : inspirit7starlight , spektrofotometri, Arifahohse, DeeroH, ChanNhye, Oh Jemma, Aku lapar, yousee
Dan semua SILENT READER
Chapter depan akan menjadi jawaban dan membka cerita ini kejenjang yang lebih menarik lagi. Stay buat chapter depan.
Yuk di review, 1 review dari kalian memberi semangat buat saya.
Love ya
With love, Hana
