Title: The Precious Things

Author: Besajoy

Disclaimer: The casts belong to God and this story is mine.

Genre: Friendship, Romance, a bit Family, AU.

Rating: T

Cast: See the poster and guess who.

Summary: Ketika salah seorang dari keenam sahabat menghilang secara tiba-tiba tanpa kabar lalu pada akhirnya terbongkarlah latar belakang permasalahannya. Disaat itu mereka benar-benar belajar bagaimana makna pentingnya sebuah persahabatan dan cinta yang sesungguhnya.

Warning: GS a.k.a Gender Switch. This changes uke's gender to girl. Main characters have same age.

A/N: Seeing the poster and reading the genres ARE IMPORTANT.

As usual, full of the exaggerated words LOL.

If you don't like genderswitch fanfiction, go away. Thank you.


Berpuluh-puluh menit menghabiskan waktu di jalan, pada akhirnya mobil Kyuhyun tiba juga di depan rumah Ryeowook. Ketiga penghuni mobil Kyuhyun yang ada di dalam melihat sebuah mobil terparkir di dekat pintu, yang sudah bisa dipastikan siapa pemiliknya.

"Astaga, yang punya rumah siapa, yang sampai lebih dulu siapa," gumam Ryeowook seraya membuka kaca jendela mobil, kemudian ia mendongakkan kepalanya. "Pak, buka pintunya!" teriaknya.

"Iya, tunggu sebentar," terdengar sebuah sahutan dari dalam kawasan rumahnya. Pintu pagar rumah Ryeowook akhirnya terbuka dan tampaklah sesosok pria yang Ryeowook kenal sebagai pekerja di rumahnya, masih memegangi bagian pinggir pintu yang tadi jadi tumpuan untuk mengeluarkan gaya dorong pada pintu sehingga jalan masuk menjadi terbuka. Kyuhyun lantas melajukan kembali mobilnya menuju ke halaman rumah Ryeowook, diikuti oleh mobil Donghae di belakang.

"Terima kasih ya, Pak," ucap Ryeowook seraya tersenyum ketika mobil Kyuhyun melewati gerbang pagar, menyempatkan diri untuk berucap terima kasih pada pekerja rumahnya.

Baik orang-orang yang berada di dalam mobil Kyuhyun maupun Donghae keluar usai dua mobil itu terparkir di depan garasi rumah Ryeowook yang tertutup. Mereka berenam langsung ke bagian beranda depan rumah dan Ryeowook sendiri membuka pintu rumah dengan mengaitkan kunci pada lubangnya kemudian mendorong kenop pintu. Mereka melangkahkan kaki ke dalam rumah begitu selesai melepas alas kaki mereka masing-masing.

"Ayo, langsung saja kita ke kamarku," ucap Ryeowook memberi komando pada yang lain untuk pergi ke tempat berikutnya. Ia lalu melangkah ke tujuan berikutnya yang baru saja ia katakan kepada sahabatnya yang lain, diikuti yang lain.

"Wah, ke kamar…," sambar Donghae dengan nada antusias serta wajah yang sumringah, mengundang Ryeowook untuk menoleh. "Heh! Jangan berpikir macam-macam!" gertaknya seraya memelototkan matanya. Ia memberhentikan langkahnya sejenak dan kembali dilanjut.

"Wah, mau apa ya kita ke kamar…," sahut Kyuhyun dengan sedikit menarik senyum miring di bibirnya seraya menengok ke arah Donghae, seakan berniat menyatukan pikiran mereka.

"Menurutmu? Orang ke kamar itu biasanya mau apa?" tanya Donghae seraya balas menatap Kyuhyun dan ikut menyunggingkan smirk-nya, mengerti akan maksud Kyuhyun.

"Mengerjakan tugas, hei!" sembari terus melanjutkan langkahnya, Ryeowook kembali menggertak dengan nada yang agak meninggi, seakan menyuruh mereka bahwa mereka harus menghentikan topik yang sudah mulai melenceng ini.

"Mulai lagi ya, bahas topik yang tidak jelas," ucap Sungmin dengan ekspresi malasnya. Sebenarnya ia pun tahu apa yang sedang dibicarakan oleh dua orang pemuda yang berjalan di belakangnya serta Eunhyuk itu—justru karena ia tahu itulah ia tidak mau mendengarnya.

"Mau diperjelas, Sungmin?" tanya Kyuhyun dengan nada menggoda. Begitu Sungmin menoleh lagi ke arah belakang, orang itu mengangkat alisnya lebih dari sekali, dengan senyum miring yang belum juga hilang. "Atau mau langsung kupraktikkan?" lanjut Kyuhyun.

"Kyuhyun! Tolong jangan mulai lagi!" bentak Sungmin. Orang ini memang suka sekali membahas topik-topik yang menjurus ke arah sana, bukan hanya pada dirinya maupun empat sahabat yang lain, melainkan ke mana pun orang itu mau.

"Lah? Aku belum mulai ini, masuk kamar saja belum," balas Kyuhyun enteng, membuat Sungmin membuang muka, sudah mulai kesal padanya.

Sementara Eunhyuk yang berada di samping Sungmin menahan tawa mendengar percakapan aneh dari tiga sahabatnya itu. "Tapi kita ke kamar Ryeowook itu berenam, Kyuhyun. Kalau ramai-ramai begini mana asyik menikmatinya," sahutnya.

"Menikmati apaan memangnya, Hyuk?" tanya Kyuhyun yang tahu Eunhyuk sudah mulai ikut-ikutan membahas topik ini.

"Menikmati… Itu, ummhhh…"

Mendengar suara Eunhyuk yang tiba-tiba saja mendesah membuat Sungmin menepuk keningnya. Mengapa perempuan seperti dia pun suka membahas topik yang seringnya justru dibahas oleh kaum lelaki ini?! "Eunhyuk!" gertaknya.

Tawa Eunhyuk pun meledak seketika.

Hingga tak terasa mereka berenam sudah tiba di depan kamar Ryeowook. Ryeowook menggunakan kunci kamarnya untuk membuka pintu. Tampaklah suasana di dalam kamar yang tergolong cukup luas untuk ditempati oleh Ryeowook seorang diri itu, maka wajar saja apabila ia sering mengajak teman-temannya bermain ke tempat ini—kecuali apabila hanya ada kaum lelaki saja, maka tentunya tidak ia ajak sampai ke sini.

Eunhyuk langsung berlari mendekati ranjang tidur kamar Ryeowook dan memosisikan tubuhnya untuk terlentang di atas sana dengan kurang ajarnya. Sungmin pun menghampiri ranjang itu, namun ia hanya duduk. Selebihnya yang lain mengambil posisi duduk di lantai dan bersender di dinding, kecuali Ryeowook yang masih berdiri di dekat pintu.

"Mau minum apa kalian?" tanya Ryeowook.

"Terserah," ucap para lelaki dengan kompak.

"Adanya apa, Wook?" tanya Sungmin.

"Ada air dingin, sirup, teh, coklat panas, susu—"

"Susu siapa, Wook?" tanya Yesung tiba-tiba, menginterupsi perkataan Ryeowook dengan nada celetukan, membuat Kyuhyun dan Donghae seketika tertawa kencang. "Hahahaha!"

Namun ternyata Ryeowook langsung pergi keluar kamar. Yesung yang sempat melihat air muka ketus dari Ryeowook beberapa saat sebelum ia menghilang, segera berkata dengan lantang seraya memandang ke arah luar pintu, "Wook, jangan marah…"

"Bagus sekali, dia bahkan belum mengeluarkan laptopnya," ucap Sungmin yang juga menatap jalan keluar masuk kamar. "Terus kita menunggu dia di sini tanpa kerja apapun, begitu?" tanyanya jengkel.

"Sudah, ambil saja sendiri," suruh Kyuhyun dengan entengnya.

"Enak sekali kau menyuruhku," balas Sungmin ketus, walau pada akhirnya ia bangkit dan melakukan apa yang Kyuhyun katakan. Ia sempat mendengar kekehan singkat Kyuhyun yang menurutnya cukup menyebalkan sehingga mendenguslah ia, namun ia tetap berusaha mendapatkan laptop Ryeowook. Ia mencari laptop itu di sekitar meja belajar Ryeowook, dan tidak lama ia sudah menemukannya.

"Hae, keluarkan juga laptopmu itu, kita kerjakan tugas kelompok kita sekarang," titah Eunhyuk tanpa mengubah posisinya. Sebenarnya beberapa detik sebelum Eunhyuk memberi titahan itu pun Donghae sudah terlebih dahulu menarik laptopnya keluar dari dalam tasnya. Ia pun membuka lalu menyalakan laptop tersebut.

Memang mereka semua ke rumah Ryeowook bukan tanpa tujuan. Mereka akan mengerjakan tugas kelompok pada salah satu mata pelajaran sekolah yaitu matematika secara serempak, walaupun mereka berenam terbelah menjadi dua kelompok dikarenakan ketetapan dari sang guru yang memang mengharuskan siswa-siswanya membentuk kelompok yang terdiri atas tiga orang. Pun mereka memang terbiasa menghabiskan waktu bersama, maka jadilah mereka berkumpul di satu tempat saat ini.

Dengan menenteng laptop Ryeowook yang masih terbungkus soft case warna ungu, Sungmin kembali mengambil posisi duduk. Kali ini ia berada di sebelah kanan Kyuhyun yang ternyata sudah berpindah posisi di samping ranjang tidur. Ia meraih laptop putih yang bersembunyi di balik soft case itu dan mulai membukanya hingga berada pada posisi sembilan puluh derajat. Dinyalakanlah laptop tersebut.

"Hei Hyuk, enak sekali kau tidur di situ. Sini kerja!" seru Donghae seraya mengisyaratkan tangan kanan untuk memberi aba-aba "ke sini" pada Eunhyuk yang masih leha-leha di ranjang tidur Ryeowook dengan enaknya.

Eunhyuk bangkit dari posisi tidurnya dengan malas. Ia mendengus kesal seraya menyingkir dari surga dunia itu. "Iya iya."

Setelah menyala, laptop yang berada di pangkuan Sungmin diserahkan olehnya kepada Kyuhyun. "Kyu, kau 'kan pintar matematika, jadi kau yang ker—"

"Eh eh eh," Kyuhyun yang sudah bisa menerka apa yang akan Sungmin lakukan segera mengoper balik laptop padanya. "Enak saja kau. Gaji buta dasar!"

"Yah Kyu, aku 'kan buta matematika. Kau itu masternya. Pasti kau sudah menguasai materi persamaan linear ini," Sungmin kembali menyerahkan laptop Ryeowook pada Kyuhyun.

"Tapi aku juga belum belajar itu, Sungmin," balas Kyuhyun seraya memberi laptop itu lagi pada Sungmin.

Mendengar pernyataan mengejutkan dari Kyuhyun karena bertolak belakang dengan fakta bahwa ia pintar matematika dan orang pintar sering diidentikkan dengan sifat rajin belajar, Sungmin menyipitkan matanya curiga. "Serius kau belum belajar?" tanyanya. "Ah, bohong," lanjutnya seraya menunjuk Kyuhyun.

"Serius," jawab Kyuhyun seraya menurunkan tangan Sungmin yang mana jari telunjuknya mengarah padanya itu. "Kau tidak percaya sekali."

Tiba-tiba muncullah Ryeowook yang masih dengan kondisi sama seperti tadi, tidak membawa apapun. "Sudah kalian kerjakan laporan dan presentasinya?" tanyanya seraya berjongkok di hadapan Kyuhyun dan Sungmin.

Serentak Kyuhyun dan Sungmin melemparkan tatapannya ke arah Ryeowook begitu mendengar suaranya. "Belum. Baru dinyalakan ini laptop," jawab Sungmin. "Eh eh, webcam-an dulu, yuk!" ajaknya semangat.

"Ayo!" sahut Ryeowook dan Eunhyuk bersamaan. Tentu saja ia dapat mendengar ucapan orang yang berada di dalam satu ruangan dengannya mengingat pendengarannya masih berfungsi dengan baik.

"Yah… Mulai lagi narsisnya kumat," desah Kyuhyun dengan jengkel.

"Daripada yadong, lebih baik narsis," balas Sungmin. "Wlee!" lanjutnya seraya menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun.

Eunhyuk berpindah tempat ke samping Ryeowook dan mengambil posisi jongkok dengan muka sumringah. "Ayo buru webcam-an."

"Sebentar sebentar," ucap Sungmin seraya mengaktifkan aplikasi webcam di laptop Ryeowook. "Ayo, Kyu. Sama kau dulu," lanjutnya seraya menggoyang-goyang lengan kanan Kyuhyun. Ia pun menggeser laptop itu sedikit ke arahnya.

"Nanti setelah itu kita bertiga ya, Sungmin," pinta Eunhyuk.

"Sip!" sahut Sungmin seraya tersenyum mengiyakan dan mengacungkan jempolnya. Ia tahu yang dimaksud Eunhyuk itu adalah ia, Eunhyuk sendiri, dan Ryeowook. "Ayo Kyu, foto," pinta Sungmin seraya mencondongkan badannya sedikit ke arah Kyuhyun.

"Kau yang ambil foto, ya," ucap Kyuhyun. Seraya mengangguk, Sungmin balas berkata, "Oke." Mereka berdua lalu memasang pose masing-masing. Sungmin memasang senyum seraya menampakkan giginya dan juga mennjukkan v-sign dengan menggunakan jemari telunjuk dan jempol tangan kanannya, sementara Kyuhyun hanya tersenyum saja. Jari telunjuk tangan kiri Sungmin lantas menyentuh trackpad laptop untuk menjepret foto webcam.

"Sekali lagi, Kyu," pinta Sungmin.

"Oke," sahut Kyuhyun. Kali ini kepala Kyuhyun mendekat pada Sungmin dan tangan kanannya bergelayut di bahu Sungmin lalu memasang senyum gigi, sementara Sungmin memonyongkan bibirnya. Foto kedua pun berhasil diambil.

"Ehem."

"Ehem."

Eunhyuk dan Ryeowook saling sahut-menyahut berdeham melihat aksi dua sahabat mereka yang beda jenis itu dalam ber-webcam ria. Mereka seakan mempunyai sebuah pendapat yang sama, romantis.

"Ayo, Hyuk, Wook, kita webcam-an," ucap Sungmin seraya menggerakan tangannya memberi isyarat "ke sini" pada orang yang ia sebut namanya itu. Ia malah mengira dehaman mereka itu adalah isyarat mereka untuk memintanya segera berfoto bersama mereka karena sudah tak sabar. Ia pun menggeser lagi posisi laptop menjauhi Kyuhyun dan ditempatkan di pangkuan Ryeowook.

"Oke!" seru Eunhyuk dan Ryeowook bersamaan. Mereka lantas pindah tempat ke samping Sungmin namun Eunhyuk yang lebih dekat ke Sungmin.

Tanpa basa-basi lagi, Sungmin, Eunhyuk, dan Ryeowook segera mengambil pose untuk foto mereka bertiga. Sungmin menjulurkan lidahnya, Eunhyuk memamerkan jemari jempol dan telunjuk tangan kanannya yang menempel di dagunya dan membentuk gummy smile, dan Ryeowook memasang tanda "v" pakai jari telunjuk dan tengah sambil menjorokkan bibirnya ke depan. Foto pertama berhasil dijepret oleh Sungmin.

Mereka bertiga langsung memasang pose untuk pemotretan kedua. Sungmin kembali memasang senyum yang disertai oleh gigi-giginya, Eunhyuk memasang tanda peace menggunakan jari telunjuk dan tengah kedua tangannya di bagian atas kepalanya sembari memonyongkan bibir, sementara Ryeowook menjulurkan lidahnya. Sungmin segera mengambil jepretan webcam kedua.

Pose ketiga pun dipasang setelahnya. Kini giliran Sungminlah yang memasang tanda peace pakai jemari telunjuk dan tengah tangan kirinya sambil tersenyum, sementara Eunhyuk malah memajukan sedikit mukanya ke arah kamera laptop dan mengangkat hidungnya menggunakan telunjuk ke atas seraya memajukan bibinya, dan Ryeowook menggembungkan kedua pipinya.

Usai menjepret foto webcam untuk pose ketiga, sesi keempat pun dibuka. Sungmin menempelkan kedua tangannya pada pipi seraya membuka mulut, Eunhyuk merangkul kedua sahabatnya seraya tersenyum memamerkan giginya, dan Ryeowook hanya menutup sebelah matanya dengan kelopaknya. Pengambilan gambar keempat pun dilaksanakan.

"Hei hei, kami ikut juga, dong," ucap Yesung lalu mendekat kearah mereka bertiga serta Kyuhyun bersama Donghae. Rupanya, laptop Donghae sudah tergeletak di atas lantai.

"Ayo sini," ucap Ryeowook semangat seraya melambaikan tangan dengan isyarat "ke mari" pada Yesung dan Donghae. Kedua lelaki itu lantas duduk di sebelah Kyuhyun namun Donghae yang jaraknya tepat di sebelahnya.

Laptop Ryeowook bergeser lagi, kembali ke pangkuan Sungmin, lalu sedikit diperbesar jaraknya dari Sungmin agar mereka berenam bisa kelihatan semua. Namun ternyata, muka mereka jadi terlihat buram di kamera karena terlalu jauh. "Yah, tidak kelihatan," ucap Sungmin kecewa seraya mendekatkan lagi laptop ke arahnya.

"Ya sudah, aku begini saja," ucap Yesung yang kemudian mencondongkan posisi kepalanya ke arah bawah sehingga posisinya jadi di depan bahu Donghae. Idenya ternyata brilian juga, ia jadi dapat lapak untuk foto webcam.

"Nah, bagus!" seru Sungmin senang. "Ryeowook, kau begitu juga seperti Yesung biar kelihatan," ucapnya kepada Ryeowook.

"Oke," balas Ryeowook. Ia pun melakukan apa yang Yesung lakukan sehingga kini posisi kepalanya ada di depan bahu Eunhyuk.

"Oke. Siap ya…," ucap Sungmin yang memberi aba-aba untuk segera memasang pose pertama. Yesung hanya tersenyum. Sementara Donghae memasang tanda "metal" dengan menggunakan tangan kirinya sembari senyum miring dengan bibir yang terkatup rapat. Kyuhyun kembali merangkul bahu Sungmin seraya tersenyum dengan gigi-giginya yang terlihat, Sungmin kembali memasang tanda "v" dan tersenyum pula. Eunhyuk kembali menjorokkan bibirnya ke depan. Ryeowook menjulurkan lidahnya. "Satu, dua, tiga," foto webcam pertama mereka pada hari ini pun berhasil diambil.

Tidak terjadi banyak perubahan ketika melakukan pose kedua. Yesung memasang muka cemberut. Donghae hanya melakukan perubahan pada bibirnya yang kini terbuka memperlihatkan giginya tanpa menghilangkan senyum miringnya serta tanda "metal"-nya. Perubahan Kyuhyun hanya mengatupkan bibirnya. Perubahan Sungmin hanya menidurkan kepalanya pada bahu Kyuhyun. Eunhyuk memasang ekspresi datar. Ryeowook menarik dua ujung bibirnya ke atas. Foto kedua diambil dengan cepat tepat setelah mereka selesai berpose.

Belum puas, mereka membuka sesi ketiga webcam-an. Yesung berlagak sangar. Donghae menghilangkan pose metal khasnya dan berganti mimik muka jadi tersenyum dengan cengiran khasnya. Kini giliran tangan kiri Kyuhyun yang memasang tanda peace tanpa merubah posisi yang lain. Sungmin mengangkat posisi kepalanya dan memajukan bibirnya. Eunhyuk menempelkan kedua tangannya di pipi sambil senyum gigi. Ryeowook menambah pose peace sign juga tanpa memudarkan senyumnya. Jepretan ketiga pun dilakukan.

Pose keempat dipasang dengan cepat. Yesung kembali tersenyum, namun kali ini ia menampilkan deret giginya. Perubahan dari Donghae hanya mengatupkan bibirnya. Kyuhyun menghilangan pose v-sign-nya dan berhenti merangkul Sungmin. Sungmin sendiri menggembungkan pipinya. Eunhyuk menggunakan tangan kanannya untuk memasang pose "OK" sambil senyum gigi. Ryeowook sendiri tidak mengubah posenya. Foto keempat pun berhasil dijepret.

"Eh eh, sekarang webcam-nya buat kaum lelaki saja. Ayo ayo," ajak Yesung dengan antusias.

"Yah...," desah Ryeowook kecewa. Namun akhirnya ia pun menerima ucapan Yesung. "Ya sudah, sana foto."

"Ini laptopnya," ucap Sungmin yang menyerahkan laptop Ryeowook ke arah trio lelaki di sebelahnya. Benda elektronik itu diambil oleh Donghae dan ditaruh di pangkuannya.

"Ayo kita menyingkir, teman-teman," ajak Eunhyuk seraya menggeser bokongnya mundur untuk menjauh dan diikuti oleh Ryeowook dan Sungmin.

"Kita lihat bagaimana kaum lelaki ini beraksi," ucap Ryeowook yang matanya mengarah ke arah tiga sahabatnya yang berlawanan jenis itu.

"Awas saja kalau Kyuhyun lebih narsis daripada aku," seloroh Sungmin yang ternyata masih ada sisa-sisa kejengkelannya atas sikap jengkel Kyuhyun tadi ketika ia hendak bermain webcam.

"Bawel!" balas Kyuhyun ketus pada Sungmin. Ia, Donghae, dan Yesung lalu bersiap untuk memasang pose pertama.

"Eh, ayo kita begini saja," usul Yesung yang menempelkan kedua tangannya pada kedua pipinya.

"Ide bagus!" Donghae dengan semangat menyetujuinya. "Sambil begini," imbuhnya yang kemudian berpose yang sama dengan Yesung namun sambil memonyongkan bibirnya juga.

"Hahahahahaha najis!" Eunhyuk langsung tertawa terbahak-bahak melihat Donghae yang sudah pantas disebut banci itu. Posenya sungguh kewanitaan dan konyol.

"Tidak kenal, tidak kenal. Hahahahahaha," Sungmin pun tak kuasa menahan tawanya dan tak habis pikir mengapa orang macam Donghae yang mampu memasang pose konyol itu bisa menjadi sahabatnya.

"Donghae! Tolong! Hahaha," Ryeowook pun sama dengan kedua sahabat wanitanya yang lain, tidak kuat melihat pose yang dipasang Donghae.

"Oke," Yesung pun mengiyakan apa yang Donghae tambahkan. Ia pun ikut memajukan bibirnya. Disusul oleh Kyuhyun yang baru menempelkan kedua tangannya di pipi dan memajukan bibir juga.

"Hahahahahaha!" Eunhyuk, Ryeowook, dan Sungmin tertawa bersamaan ketika melihat pose yang sama dengan Donghae ala Yesung dan Kyuhyun. Sama saja parahnya.

"Tuh, giliran sudah di depan kamera bahkan narsisnya lebih parah daripada kita. Hahaha!" ucap Sungmin yang masih belum ingin berhenti tertawa.

"Kalian harus tanggung jawab kalau webcam-ku rusak, ya!" protes Ryeowook namun masih dengan ekspresi senang-ingin-tertawa-nya. "Hahahaha!"

Donghae kemudian menyentuh trackpad laptop untuk melakukan sesi foto yang pertama. Foto pertama Kyuhyun, Donghae, dan Yesung dalam webcam Ryeowook pun berhasil diambil.

"Sekarang, begini saja," ucap Yesung yang mengusulkan pose kedua untuk mereka bertiga. Ia menempelkan kedua jemari telunjuk tangan yang ia punya pada pipi seraya senyum gigi.

"Oke oke," ucap Donghae yang kemudian menyamai Yesung. Begitupula Kyuhyun. Mereka siap melakukan foto kedua.

Seketika tawa dari Eunhyuk, Ryeowook, serta Sungmin meledak kembali begitu melihat tiga pemuda yang otaknya mau jatuh karena sudah sangat miring itu kembali berpose konyol. "Hahahahaha!"

"Sok imut! Sial! Hahahaha!" ucap Eunhyuk yang masih belum bisa menghentikan tawanya.

"Kemayu parah! Hahahahaha!" seru Ryeowook yang tidak habis pikir mengapa para pemuda di sana yang dalam kesehariannya begitu sangat jantan tapi saat di depan kamera malah jadi bertolak belakang begini.

"Setelah ini apalagi pose gila yang akan mereka lakukan?" tanya Sungmin yang seakan sudah menyerah untuk bersabar menghadapi tingkah laku ketiga sahabat lelakinya itu. "Hahaha," ia pun terkikik untuk mengeluarkan sisa-sisa tawanya yang tertahan di tenggorokannya.

Jemari telunjuk kaki Donghae membidik trackpad laptop Ryeowook untuk menjepret foto keduanya bersama Kyuhyun dan Yesung. Setelah foto berhasil diambil, Donghae berniat mengusulkan pose ketiga mereka. "Eh eh, kita begini, yuk!" ucapnya yang kemudian menaruh jari telunjuk yang baru saja dipakai untuk menyentuh trackpad laptop itu di hidungnya dan menariknya ke atas sedikit seraya mengernyitkan alis dan membuka mulutnya. Kontan saja membuat tawa dari kaum perempuan kembali pecah. "Hahahaha!"

"Lebih parah dari posenya Eunhyuk. Sial. Hahahaha!" ucap Sungmin di sela-sela tawanya.

"Oke!" sahut Yesung semangat. Ia bersama Kyuhyun kemudian memasang pose yang sama dengan Donghae. Setelah siap Donghae lantas menjepret kamera webcam dan foto keempat berhasil dipotret.

"Sudah! Saya menyerah! Hahahaha," Eunhyuk pun masih tak bisa menghentikan tawanya pada perkataannya. Ia pun sampai jatuh terjungkal karena terlalu bersemangat untuk tertawa. Namun beberapa saat setelah itu ia kembali dalam posisi seperti semula.

"Bukan teman saya," ucap Ryeowook seraya bangkit berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu kamarnya. "Hahaha," namun masih ada sisa-sisa tawa yang terpendam.

"Hei, Ryeowook, kau mau ke mana?" tanya Sungmin yang terkejut melihat salah seorang sahabatnya hendak pergi keluar kamar—yang sesungguhnya adalah kamarnya sendiri. Ia pun benar-benar menghentikan tawanya.

"Dapur. Bantu ahjumma mengantarkan minum ke mari," jawab Ryeowook dengan menyelipkan kata sapaan yang merujuk kepada pembantu rumahnya . Ia sudah berada di ambang pintu dan siap menghilang dari permukaan.

Ketika sosok Ryeowook sudah benar-benar tak terlihat lagi di kamarnya, Kyuhyun, Donghae, dan Yesung langsung memasang pose ala mereka untuk foto yang keempat. "Eh eh, bagaimana kalau begini?" tanya Kyuhyun seraya memasang lambang peace pada kedua jemari di kedua tangannya pada bagian dekat pelipis kepala, seraya menggembungkan kedua pipinya dan kedua matanya mengarah ke atas kanan. Lagi-lagi menimpulkan tawa dari kaum wanita bahkan intonasi suaranya lebih kencang. "Hahahahaha!"

"Sekalinya bikin pose malah yang paling parah! Hahahaha," ucap Sungmin sembari mengambil posisi tidur yang menyamping. "Aduh, saya menyerah," lanjutnya.

"Sungmin, kita bahkan kalah narsis dibanding mereka," sahut Eunhyuk yang tidak habis pikir akan tingkah ketiga sahabat lelakinya yang memainkan webcam dengan antusias sampai-sampai mereka memasang pose-pose yang terlalu menjijikan untuk ukuran lelaki itu. Bahkan kaum wanita pun tidak selebih mereka.

Sungmin bangkit dari posisi tidurnya lalu mendekat ke arah Kyuhyun, Donghae, dan Yesung secara jalan jongkok. "Sudah hei webcam-annya. Nanti laptop Ryeowook rusak," ucapnya yang kemudian mengerahkan kedua tangannya untuk mengambil laptop Ryeowook. "Ayo ayo, kerjakan kembali tugasnya masing-masing."

"Hei hei, apa-apaan kau ini," protes Kyuhyun seraya menarik baju Sungmin pada bagian pinggang, mencegahnya pergi. "Laptop-laptop siapa, hah?! Main bawa pergi saja."

"Siapa yang mau pergi? Aku hanya ingin mengamankan benda keramat ini dari kalian," ucap Sungmin seraya mengangkat laptop yang dipegangnya sesaat. "Terutama kau dan kau, sana sana kembali ke habitatnya masing-masing. Kerjakan tugas kelompok kalian," lanjutnya seraya menunjuk ke arah Donghae dan Yesung ketika mengucapkan kata "kau" dan mengusir mereka berdua.

"Iya. Ayo kerja. Sudah 'kan webcam-annya? Ayo, selagi aku lagi semangat ini," ucap Eunhyuk yang ternyata sudah berdiri di depan Donghae dan Yesung.

"Jadi kau mengusir kami? Oke Sungmin, oke!" ucap Yesung dengan ketus namun hanya bermaksud bercanda. Ia pun sedikit pindah posisi jadi agak menjauh.

"Hahahaha," Sungmin malah tertawa melihat reaksi Yesung, tahu ia tidak benar-benar ketus. "Kalian enak dapat materinya hanya matriks, tidak pakai gambar-gambar segala. Tapi kelompok kami dapatnya persamaan linear, jadi repot pakai gambar-gambar segala."

"Itu derita kalian! Hahaha," celetuk Donghae yang menertawai Sungmin berikut kelompoknya.

"Donghae!" pekik Sungmin kesal karena Donghae telah melontarkan ejekan padanya. Walau sebenarnya ia sudah menggunakan kata "kalian" yang merujuk pada kelompok kerja matematikanya, akan tetapi tetap saja ejekannya itu mengarah langsung padanya.

"Berisik!" protes Kyuhyun kepada Sungmin lantaran telah berteriak di dekat telinganya sehingga membuat sepasang indra pendengaran itu jadi pengang.

"Hahahahaha. Rasakan!" ledek Donghae yang kemudian mengambil langkah seribu ke tempat dekat laptop miliknya sebelum kembali dihajar omelan balik oleh Sungmin. Disusul oleh Yesung dan Eunhyuk.

"Kalian mah...," ucap Sungmin yang melirih sembari merunduk dan memasang mimik muka cemberut.

Kyuhyun yang sudah tahu gelagat Sungmin yang menunjukkan rasa marahnya ketika ia sudah berlaku seperti itu segera mendekat. "Eh, jangan marah. Kau ini berlebihan sekali."

Kedua mata Sungmin tertuju ke arah satu titik yaitu dua mata Kyuhyun yang kini tepat berada di depannya. Jarak mereka yang begitu sempit membuat paru-paru Sungmin semakin terasa dicekik.

Kau tidak mengerti, Kyuhyun.

Ini bukan masalah ledekan sepele yang datang dari Kyuhyun serta Donghae tadi, tapi yang lain. Masalahnya sendiri. Ia sendiri pun tidak mengerti mengapa suasana hatinya jadi rawan seperti ini.

Bahkan rasanya ia ingin menjatuhkan air matanya sekarang juga. Rasanya ia sudah tidak kuat lagi menahan semua unek-unek yang tertimbun di benaknya.

"Lupakan," ucapnya seraya menjatuhkan punggungnya pada pinggir ranjang Ryeowook dan bersender di sana. Mengambil alih kembali laptop Ryeowook setelah sebelumnya digunakan oleh para sahabat lelakinya untuk bernarsis ria.

Kyuhyun tersentak ketika tiba-tiba Sungmin angkat suara dengan cepat dan bernada ketus, serta berpindah posisi pula. Biasanya ia tidak akan bergeming dalam waktu lama layaknya patung apabila ia sedang marah.

Sesaat dalam benaknya, terlintas satu kata, tumben. Namun ia langsung menyadari bahwa perubahan ini justru menunjukkan ada sesuatu yang ganjil dengan gadis itu.

TBC


A/N:

Berhubung sebentar lagi saya akan menjalani serangkaian ujian kelulusan diantaranya Ujian Sekolah, Ujian Nasional, serta persiapan SNMPTN dan juga SBMPTN, maka saya memutuskan untuk istirahat dulu ^_^

Tak bosan-bosannya saya mengucapkan terima kasih pada semua yang sudah membaca dan memberi review pada FF ini :D Terima kasih juga buat yang udah nyemangatin saya buat tetap nulis meski lagi dihimpit sama berbagai cobaan di ambang kelulusan :")

Emang cuma sarana tulis-menulis serta membaca cerita itu yang paling ampuh buat hiburan di tengah semua kemumetan ini buat saya D: Yah, sekalian belajar menulis juga, meski saya tahu saya masih banyak kekurangan. Makanya, saya butuh banget yang namanya review sebenarnya. Memang saya membiarkan para readers untuk tidak memberikan reviewnya, tapi yah tetap saja saya butuh evaluasi, di mana kelebihan dan kekurangan dari FF-FF yang saya bikin, termasuk FF ini. Entah itu dari segi EYD, alurnya, atau apanyalah (?) pokoknya yang berkaitan dengan FF (jadi bukan charanya ya, karena kan FF itu diambil dari tokoh nyata bukan fiksi jadi yah gak penting banget kalau ngehujat cuma gara-gara chara yang dipakai doang).

Karena saya lihat dari sekian banyak FF KyuMin cuma saya aja yang reviewnya paling dikit padahal readersnya banyak :"( Yah kalau jelek ya review dong, kasih usulan yang bagus, biar saya juga tahu bagaimana harusnya yang baik.

Ini konfliknya sederhana, jadi mikirnya jangan jauh-jauh, ya XD

Oh iya, tapi bukan berarti saya benar-benar istirahat nulis FF, karena tadi saya sudah bilang bahwa dunia fiksi itu hiburan buat saya, jadi mungkin saja saya ngepost FF lagi, entah itu di sini atau di blog.

Keep enjoying this FF and give review if you want ^_^