He is our baby, right?

Author : Ai Mochie

Rate : T

Pair : HunHan

Slight : ChanHan, ChanBaek

Disclamer : Semua Char di sini milik Tuhan Yang maha Esa. dan tentunya milik EXO-L. EpEp ini murni dari otak author^^

Char :

Xi Luhan

Oh Sehun

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

All Other...

Length : Chapter

Genre : Hurt/Comfort

Warning :GS, ETC berantakan, typo(s) bertebaran dimana-mana..XD

Summary : Bagaimana jadinya jika Xi Luhan harus menjadi bully-an para yeoja karena sikap pendiamnya dan selalu di lindungi oleh namja tampan yang terkenal di sekolahnya, seorang Park Chanyeol. Apakah hidupnya akan bahagia? Sedangkan luka mendalam 2 tahun yang lalu dari namja berkulit putih pucat yang membuat Luhan mempunyai seorang replika namja itu. Bagaimana hidupnya setelah ini?

Don't Like Don't read

Chapter Two

Seorang namja bermata elang keluar dari pintu kedatangan di bandara Internasional Incheon. Dengan santai ia keluar dari pintu kedatangan, kacamata hitamnya bertengger di atas hidungnya. Ia sesekali menoleh melihat beberapa orang yang menunggu sanak keluarganya tiba dari Los Angeles.

Satu yang namja itu sadari, Kedatangannya tak diharapkan oleh keluarganya yang ada disini.

Iapun merogoh ponselnya, dan mengetik beberapa digit nomer yang jelas namja itu hafal diluar kepala. Iapun menaruh ponselnya di telinga, menelefon seseorang. Mungkin itu yang ia lakukan sekarang. Ia terus melangkah, sampai akhirnya ia mendengus kesal. Panggilannya tak disahut siapapun.

Iapun memanggil taksi di depan bandara. Tatapan datarnya tak pernah lepas dari wajahnya. Ia tahu tak seharusnya ia pulang saat ini, mungkin keluarganya akan marah jika akhirnya mereka tahu bahwa ia benar-benar datang dari Los Angeles karena alasan bodohnya.

Iapun melihat kondisi jalanan yang menurutnya tak banyak berubah semenjak setahun ini. Ia melepas kacamatanya, dan menenggelamkan wajahnya pada kedua telapak tangannya. Mungkin sudah saatnya namja ini keluar dari kehendak orangtuanya. Ia meneteskan airmatanya. Cukup kali ini, ia tak ingin yeoja yang dicintainya menderita.

Ingatannya kembali ke 2 tahun yang suram itu. Ia mengingat pertama kali bertemu dengan yeoja yang membuat hatinya berdebar, yeoja dengan mata rusa itu. Ia menghapus airmatanya kasar. Ia mengakui bahwa dirinya adalah seorang pengecut. Ia menuruti kemauan orang tuanya, ia egois akan dirinya dan malah memilih untuk membuat dirinya bahagia di balik penderitaan yeoja yang dicintainya selama 2 tahun ini.

Bukan kebahagiaan, bukan ketenangan dalam hidup ini yang ia rasakan, tetapi hampa, perasaan bersalah yang bertubi-tubi dan sakit yang mendalam setiap ia mendengar semua informasi tentang yeoja itu setiap harinya dari orang suruhannya.

"Mianhae" gumamnya dengan melihat wallpaper ponselnya. Terpampang jelas foto yeoja itu dan seorang bayi mungil di gendongannya.

"Aku benar-benar namja yang buruk" gumamnya lagi dengan mengusap layar ponselnya. "Seharusnya aku memilh kalian, bukannya orang tuaku" tambahnya. Iapun menghela nafasnya. "Jika aku hadir. Apa semua sudah terlambat?"

"Kita sudah sampai" Ucap sopir taksi yang membuat dirinya tersadar kemudian menyaku ponselnya. Ia keluar dari taksi dan terpampang jelas mansion keluarga Oh. Ia menyeret kopernya, menghela nafasnya dan melangkah menuju mansion besar nan mewah itu.

"Jangan jadi pengecut Sehun, ini saatnya kau kembali dan merubah segalanya, jangan sampai kau menyesali apapun dimasa depan nanti. Temui mereka, minta maaflah pada mereka dan coba buat orang tuamu percaya dengan keputusanmu. Mungkin sekarang tak berarti bagimu, tapi suatu saat, jika kau tak mengambil keputusan ini, kau akan menderita sepanjang hidupmu" Masih teringat jelas nasihat dari Sekertaris Kang yang lebih tua beberapa tahun darinya dan selalu membatu Sehun selama ini mengawasi yeoja itu dan 'anak'nya selama Sehun di LA.

Iapun melangkah dan menatap pintu besar di depannya. "Sekarang atau tidak sama sekali" ucapnya. Iapun mengetuk pintu besar itu.

Sehun memasuki Mansion besar ini. Ia tertegun, semua masih terlihat sama. Ia tersenyum dan sayup-sayup mendengar langkah kaki, ia tahu kalau ini adalah langkah kaki Appanya. Iapun menolehkan wajahnya, terlihat tatapan amarah di wajahnya.

"KAU! Sudah kubilang jangan kembali kesini!" teriak Appa Sehun yang menghampirinya dan langsung..

PLAKKK

Appanya menampar Sehun. Sehun hanya meringis dan meraih pipinya yang memerah.

"Anak tak tahu untung! Sudah kubilang ini demi kebaikanmu, kau harus tinggal di LA dan tak akan pernah kembali ke Korea" tambahnya dengan mata yang berkilat-kilat.

"Mianhae Appa"

"Sekarang apa maumu! Apa yang bisa kau banggakan sekarang! Kau bahkan tidak terlalu baik dari pada Hyung-mu. Apa karena yeoja itu? Dan anak haramnya?" Jelas Appa Sehun. Hati Sehun bergejolak mendengarnya. Ia akui ini adalah salahnya. Tapi kalau bukan karena Appanya, semua tak akan jadi seburuk ini.

"Itu anakku Appa! Dia bukan anak haram. Aku yang menghamili yeoja itu. Kalau semua bukan karena Appa, Semua tak akan jadi buruk seperti ini. Kebaikanku? Kebahagiaanku? apa itu yang kau tekankan? Asal Appa tau, aku menderita selama 2 tahun ini. Ini semua karena harga diri dan gengsi Appa yang terlalu besar!. Aku muak Appa! Kumohon hentikan seka-"

PLAKKK

Sekali lagi tamparan itu diberikan pada Sehun. Ia terdiam dan menatap Appanya.

"Cih, Dasar anak tak tahu balas budi. Sekarang kembalilah ke LA dan lanjutkan studymu disana. Kau masih 20 tahun, jangan sia-siakan hidupmu untuk yeoja jalang sepertinya"

"Aku tak mau Appa Aku tak akan menuruti alur mu lagi Appa" Ucap sehun dingin. Iapun melangkahkan kakinya keluar dari mansion besar keluarga Oh. "Aku tak ingin lagi ada disini"

"HENTIKAN LANGKAHMU OH SEHUN! ATAU KAU AKAN KUCORET DARI SILSILAH KELUARGA KITA" Teriak Appanya. Iapun menghentikan langkanya dan memejamkan matanya.

"Apapun itu. Aku sudah tak peduli lagi Appa" Sehun kembali melanjutkan langkahnya. 'Ini keputusanku Appa, Mianhae' batinnya dan terlihat Appa Sehun yang berkilat kilat marah. Sehun tetap melangkah. Ini keputusannya dan ini adalah jalan hidupnya.

Sehun berjalan menyusuri jalanan di kota Seoul. Iapun menghubungi sahabat lamanya.

"Yeoboseyo"

"Yeoboseyo Kkamjong. Masih mengingatku?"

"Yakk kau, kenapa baru menghubungiku eoh? Dimana saja 2 tahun ini?"

"Mianhae, aku di LA selama ini. Dan aku tak menghubungi siapapun selama ini"

"Ahh Alasan kau Albino! Kau melupakanku bukan?"

"Terserah kau saja"

"Yakk"

CKIIIITTT

BRAKKK

Sehun melihat seorang yeoja tertabrak. Ia langsung berlari dan mengabaikan panggilan Kai.

"Heii yakkk.. Kau tak mendengarkanku.. Albino!"

"Chakkaman"

pip

Ia memutuskan panggilan itu secara sepihak. Dan melihat yeoja itu bersimbah darah.

Deg..

Satu yang ia ketahui sekarang. Ini adalah yeoja yang ia rindukan selama ini. Yeoja yang menjadi alasan untuk kembali ke Korea, yeoja yang menghantui hidupnya selama 2 tahun ini, yeoja yang dihamilinya, yeoja yang melahirkan darah dagingnya, yeoja yang ada di wallpaper ponselnya.. 'Xi Luhan' batinnya dengan menyentuh pipi yeoja itu.

"Oh Sehun" gumam yeoja itu yang menatapnya sebelum ia tak sadarkan diri.

'Dia mengingatku' batin Sehun yang langsung menggendong yeoja kurus itu ala bridal style dan berlari menuju rumah sakit yang hanya ada beberapa meter dari jalanan itu.

Ia menunggu di kursi itu dengan perasaan yang tak karuan. Ia menatap kartu yang sebelumnya ada di genggaman tangan yeoja itu. Ia tersenyum pahit, ini kartu nama Appanya.

Ceklek..

Pintu UGD terbuka, Sehun langsung menghampiri dokter itu.

"Saya butuh keluarganya untuk mendengar keadaan pasien"

"Saya.." Iapun menghela nafasnya kemudian melanjutkan kata-katanya "suaminya" Sehun pun mengikuti dokter itu menuju ruangannya. Setelah beberapa lama ia keluar dari ruangan itu. Terlihat raut wajah yang tak bisa diartikan terlukis di wajahnya. Luhannya.. koma. Untuk beberapa lama yang belum bisa dipastikan. Sehun berjalan gontai dan menatap Luhan dengan penuh alat yang terpasang di tubuhnya.

"Mianhae" ia hanya menatap Luhan dari kaca ruang inapnya sekarang. Ia tak bisa masuk ruangan itu, perasaan bersalah menggerogoti dirinya. Sampai akhirnya ia mengingat suatu hal "Anakku"

Iapun bergegas keluar rumah sakit, tapi seorang suster menghentikan langkahnya. Ia terhnenti dan bertanya.

"Ada apa Sus?"

"Dokter bilang kau suami Nyonya Xi Luhan, Tuan Xi?"

"Ne aku suaminya. Dan Aku Oh Sehun, bukan Tuan Xi"

Suster itu mengernyitkan dahinya bingung. "Dia Oh Luhan, bukan Xi Luhan" Jelas Sehun sekali lagi. Suster itupun menganggukkan kepalanya mengerti. Sehun pun diajaknya ke sebuah ruang inap lainnya, Sehun menautkan alisnya. Bingung diajak keruangan ini. Disana terlihat anak kecil yang sedang menangis.

"Anakku" gumamnya yang langsung menghampiri anak itu.

"Kondisinya sudah lebih stabil, akan dilakukan pembedahan beberapa saat lagi. Karena Nyonya Luhan masih koma, aku harap anda sebagai Appanya tetap disisinya"

"Pembedahan?" tanya Sehun.

"Iya, penambilan sel kanker sebelum menjalar dan menuju stadium selanjutnya, dan kemudian di lakukan kemoterapi untuk membunuh sel sel kanker yang masih tertinggal"

JDEERR

Sehun seperti merasakan ditimpa batu yang besar, Ia mengendong tubuh lemah anaknya yang lelah menangis. Anaknya langsung berhenti menangis, ia tersenyum dan memeluk erat leher Sehun. Sehun tersenyum pahit. "Mianhae Chagi, Mianhae. Ini semua salah Appa" gumamnya dengan mengusap rambut tipis anak itu penuh kasih sayang.

Sehun senantiasa menunggu di depan ruang pembedahan jagoan kecilnya. Ini sudah hampir satu jam lamanya. Ia tertunduk, memejamkan matanya. Ini belum satu hari berada di Korea, dan penderitaan ini sudah terlalu banyak untuk Sehun.

Ingatannya kembali pada setahun yang lalu, Sebelum ia ke LA bertemu dengan yeoya ini, dan mengatakan hal yang pahit padanya. Ia masih jelas mengingatnya, tangisan yeoja itu yang meminta agar ia tetap memiliki bayinya. Rasanya tercabik-cabik mendengar tangisannya, rasanya hancur sekali, selama setahun sebelum ia pergi , diam diam ia mengawasi yeoja ini berusaha melindungi bayi yang dikandungnya. Sedangkan dirinya berubah menjadi namja pengecut dibawah kuasa Appanya.

"Mianhae...mianhae" ucapnya berkali kali dengan menenggelamkan wajahnya di kedua telapak tangannya.

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Dokter sudah keluar dari ruang pembedahan jagoan kecilnya 1 menit yang lalu. Sekarang jagoan kecilnya terbaring lemah di ranjang kecil itu, ia hanya tersenyum penuh dengan kepahitan menatap anaknya. Semua terlihat sama, wajahnya, rahangnya, kulitnya, semua hampir menyerupai Sehun.

Iapun keluar dari ruang inap anaknya. Sampai pada akhirnya ia menuju ke ruang inap Luhan. Ia hanya melihat dari jendela, semua terlihat sama. Belum ada pergerakan dan perkembangan apapun dari yeoja ini.

Ia terduduk, dan mengacak rambutnya.

"Semua ini kesalahanku, Mianhae" ucapnya lagi tanpa terasa bulir bening it menetes dari ujung mata elangnya.

Skip time~~~

Sehun sedang tersenyum menimang jagoan kecilnya yang sudah stabil keadaannya beberapa jam yang lalu. Ia tersenyum melihat anaknya yang tak mau melepas pelukan di leher Sehun. Mungkin jagoan kecilnya tahu bahwa namja ini adalah Appanya, mungkin Jagoan kecilnya ini merindukan dirinya.

Ia terharu, dan mencoba mengajak berbicara namja kecil ini, yang tentu hanya di balas dengan tawa-tawa kecil yang sungguh imut.

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Jagoan kecilnya sudah sangat stabil keadaannya. Sungguh ajaib, bahkan dokter tak pernah meyangka kalau anak usia satu tahun ini sangat tangguh, bahkan dengan cepat merespon obat yang diberikan.

Jagoan kecil itupun sudah bisa tertawa seperti biasanya, meski masih terngiang ucapan dokter beberapa waktu yang lalu membuat ia sedih mendengarnya. Tapi ia menampik semua itu, semua pasti akan baik-baik saja. Selang infus sudah tak terpasang di tangan mungil jagoan kecilnya. Ia senantiasa bebas memeluk leher putih Appanya.

"Mmmaa-mmaa" ucap jagoan kecilnya. Ia mungkin merindukan Ummanya.

Sehun membawanya ke ruang inap Luhan. Meski sempat ragu saat ia memasuki ruangan itu, tapi mau tidak mau ia harus melakukannya, ini demi anaknya.

"Umma sedang istirahat sayang" Ucap Sehun dan namja kecil itu hanya menatap Luhan, ia tak mengerti.

Ceklek.

Pintu itu terbuka, terpampang seorang yeoja dengan perut yang membuncit dengan seorang namja yang Sehun familiar dengannya.

"Kkamjong?" Tanya Sehun.

"Wahhh Albino, keberuntungan bisa bertemu denganmu disini" ucap namja itu yang langsung menonyor kening Sehun. "Apa yang kau lakukan disini?" tanya namja itu lagi , Sehun hanya terdiam.

"Aiisshh kau tetap saja, kau tuli atau memang tak ingin menjawabku bodoh?" kesal Jongin. Sehun hanya tersenyum.

"Mungkin perkiraan yang keduamu itu tepat sekali"

"Yakk Albino, Eh ya, kenalkan. Ini Istriku"

"Kyungsoo imnida" Yeoja manis itu mengulurkan tangannya.

"Sehun imnida" Sehun membalas uluran tangannya.

"S-sehun? Oh Sehun?" tanya yeoja itu tak percaya.

"Kau mengenalnya?" Jawab Kai alias Jogin alias Kkmjong #nih holang banyak banget namanya.

Sehun hanya terdiam. Ia menatap yeoja itu bingung.

"N-" belum sempat menjawab. Yeoja itu langsung menatapnya tajam.

"Kenapa kau baru datang eoh? Kemana saja kau selama ini, kau tidak tahu menderitanya Luhan selama ini. Dia sudah menceritakan semua padaku. Namja tak tau diri. Pengecut.. Brengs-mmppfftt" mulut kyungsoo di tutup tangan oleh suaminya. Jagoan kecil Sehun langsung menangis setelah mendengar bentakan Kyungsoo pada Sehun.

"Tenanglah Chagi, ingat kandunganmu" Jelas Jongin. yang langsung memeluk Kyunsoo.

"Mianhae" hanya itu yang bisa diucapkan Sehun.

Setelah suasana menjadi lebih baik, jagoan kecilnya sudah tak menangis lagi dan sekarang ia sedang tertidur di pangkuan Kyungsoo.

Sehun dan Jongin duduk di bangku di luar ruang inap Luhan. Sehun menceritakan semuanya tanpa cela. Iapun menundukkan kepalanya.

"Ini semua salahku jjong" ucapnya.

"Ne aku tahu, dan hanya kau dan Luhan sendiri yang bisa menyelesaikannya"

"Kau mengenal Luhan?" Tanya Sehun.

"Ne, dia tinggal di flat dekat rumah kami" jelas Jongin.

Sehun sekarang sedang ada di bus menuju flat kecil Luhan. Ia tersenyum puas saat bus itu berhenti. Ia turun dari bus itu. menatap gedung 2 tingkat yang ada di depannya, 'Flat Luhan ada di pojok kanan sendiri, ada di lantai dua. Jika kau ingin kesana. akan kutuliskan alamatnya' Sehun mengingat pernyataan Jongin dan membaca tulisan Jongin ntuk mencocokkan alamatnya.

Setelah ia yakin bahwa ini adalah flat Luhan, ia naik ke lantai 2 dan menatap pintu yang ada di depannya. Dengan ragu ragu ia memegang gagang pintu itu.

Ceklek..

Pintunya tak terkunci. Ia buka pintu itu. Perasaan bersalah makin menggerogoti tubuhnya. Ia terdiam 'Selama ini kau hidup di tempat seperti ini, sedangkan aku' batinnya. Iapun melangkah masuk. Terdapat foto yang cukup amat besar di dinding itu, Foto Luhan bersama bayi kecil di gendongannya, ia tersenyum tulus dalam foto itu membuat Sehun ikut tersenyum karenanya.

Disudut ruangan itu terdapat ranjang sempit yang Sehun yakini bahwa itu adalah tempat tidur Luhan. Disamping nya terdapat meja belajar dan tempat duduknya. Terdapat tumpukan buku disana. Sehun duduk di kursi itu dan mengambil beberapa buku.

"Dia yeoja yang pandai" gumamnya melihat beberapa nilai yang amat memuaskan di setiap lembar buku Luhan.

Kemudian ia menarik laci yang ada di meja itu. Terdapat buku bersampul coklat yang agak usang disana. Ia mengambilnya dan membaca setiap bait yang tertulis disana.

18 april 2013

Aku telah lulus dengan nilai terbaik, kali ini aku akan bersekolah disekolah yang sama dengan Baekhyun.. aku bahagia ^^ Baehyunee kita akan selalu bersama-sama bukan?

20 April 2013

Ini hari ulang tahunku. Dan aku bertemu dengan namja di club yang membuat hatiku berdesir untuk yang pertama kali, tapi aku dan dia telah melakukan kesalahan malam itu, aku harus bagaimana, apa yang harus aku lakukan, aku sedih sekali :'(

12 Mei 2013

Ternyata benar.. aku hamil, ini sudah menginjak 3 minggu, Tuhan apa yang harus aku lakukan?

20 Mei 2013

Kini aku sendirian, Tuhan bisakah aku menghadapi semua ini sendiri.

21 Mei 2013

Nyonya di flat itu baik sekali, mereka menganggapku seperti anak sendiri. Aku bisa merasakan kebahagiaan disini ^^

25 Mei 2013

Baekhyun sudah tak mau lagi berteman denganku, aku sungguh menyayanginya.

31 Mei 2013

Tetangga baru datang di rumah kecil dekat flatku, mereka baik sekali .. Kyungsoo Unnie dan Jongin Oppa

Terlihat foto Luhan bersama kedua orang itu. Sehun membuka lembaran berikutnya.

1 Juni 2013

Aku sudah mulai bekerja sendiri, ini melelahkan, tapi.. Semua akan baik-baik saja.. Ini semua untukmu.. aegya 3.

21 Juni 2013

Aku sudah bisa sekolah sekarang, meski ini home schooling, aku bahagia sekali, Eomma..gomawo ^^ Saranghae

12 Juli 2013

Aku lelah sekali .. Seharian bekerja membuatku jatuh sakit sekarang, siapapun tolong aku..

Sehun meneteskan air matanya. Ia benar-benar merasa bersalah dengan Luhan. Ia menderita, semua karenanya. Iapun membuka lembaran selanjutnya.

20 Agustus 2013

Tak terasa sudah 4 bulan, perutku mulai sedikit membuncit.. Lihat! aku akan benar-benar menjadi Eomma sebentar lagi ^^ kkk~

9 September 2013

Aku merindukan Eomma dan Appa, apa mereka akan baik-baik saja disana?

1 Oktober 2013

Eomma bilang, hari ini ia akan kembali ke Cina, aku benar-benar sendirian di Seoul. Aku benar-benar merindukan kalian.

21 November 2013

Aku merasa dia menendang-nendang di perutku.. Hei jagoan kecilku.. Entah kau yeoja atau namja, kau akan benar-benar menjadi anak Eomma yang aktif kkk~

25 Desember 2013

Ini natal pertamaku tanpa keluargaku, Tetapi gomawo Kyungsoo Unnie dan Jongin Oppa yang sudah menemaniku.

31 Desember 2013

Aku menemui namja itu, entah mengapa aku melihatnya di cafe saat aku selesai bekerja, aku mengatakan semuanya. Dia tak mempercayaiku, dia tak mengakui anaknya. Dan ini salahku karena aku baru mengatakan semuanya. Aegya.. jangan membencinya ne.. Dia adalah Appamu.

Sehun meneteskan airmatanya.. "Mianhae Luhan, aku melakukannya karena Appaku, Mianhae.. Mianhae"

12 Januari 2014

Bayi kecilku lahir.. Aku bahagia sekali ..

1 Februari 2014

Dia bertambah tampan hari demi hari, dan baru aku sadari, dia mirip dengan namja itu.

Terdapat foto nya dengan bayi kecil dipangkuannya. Sehun pun meneteskan airmatanya.

2 Maret 2014

Appa namja itu mendatangiku, baru aku sadari namja itu bernama .. Oh Sehun ^^ Kuharap ia bisa bertemu dengan bayi mungilnya ini yang bernar benar mirip dengannya.

Ada foto dirinya yang masih menggunakan seragam SMA disana... Sehun semakin meneteskan airmatanya.. 'Mianhae..mianhae'

20 April 2014

Aku mendengar namja itu berangkat ke LA, Oh Tuhan inikah kado di hari ulangtahunku?

2 Juli 2014

Aku sudah boleh sekolah di sekolahan yang sama dengan Baekhyun, aku sangat bahagia..

3 Juli 2014

Baekhyun membenciku .. ini benar-benar membuatku sedih

Sehun membuka lembaran selanjutnya.. semua kosong. Sampai terlihat sebuah foto yang menampakkan dirinya bersama namja dengan senyum lebarnya. Terdapat tulisan di lembar itu...

21 Mei 2015

Aku sudah melupakan semua kenangan burukku, entah mengapa hatiku berdegup kencang saat melihatnya pertama kali, dia namja yang baik, mungkin terdengar lucu.. tapi aku rasa.. aku mencintaimu, Park Chanyeol.

Sehun menegang.. dan menatap foto itu...

'Aku mencintaimu, Park Chanyeol'

Ia jelas membaca hal itu, ia menutup buku bersampul coklat itu. Dan ia melangkah gontai keluar dari flat kecil Luhan..

"Tak ada kesempatan untuk bersamamu Luhan.. Aku terlambat.. Maafkan aku" Gumam Sehun.

TBC...

Yeeee akhirnya si Sehun muncul juga.. nih baru permulaan penderitaan Sehun. Huufftt Ai tak tahu kenapa nih alur cerita kenapa makin ga je. But "Khamsahamnida" buat semua respon readersdeul...

Apa ini terlalu pendek?

Ai bener-bener berterima kasih atas review readersdeul.. Ai jadi punya semangat 45 buat update cepet.. hehehe ^^

Khamsahamnida... *bow*

Love you...

R

E

V

I

E

W

please!