He is our baby, right?
Author : Ai Mochie
Rate : T
Pair : HunHan
Slight : ChanHan, ChanBaek
Disclamer : Semua Char di sini milik Tuhan Yang maha Esa. dan tentunya milik EXO-L. EpEp ini murni dari otak author^^
Char :
Xi Luhan
Oh Sehun
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
All Other...
Length : Chapter
Genre : Hurt/Comfort
Warning :GS, ETC berantakan, typo(s) bertebaran dimana-mana..XD
Summary : Bagaimana jadinya jika Xi Luhan harus menjadi bully-an para yeoja karena sikap pendiamnya dan selalu di lindungi oleh namja tampan yang terkenal di sekolahnya, seorang Park Chanyeol. Apakah hidupnya akan bahagia? Sedangkan luka mendalam 2 tahun yang lalu dari namja berkulit putih pucat yang membuat Luhan mempunyai seorang replika namja itu. Bagaimana hidupnya setelah ini?
Don't Like Don't read
Chapter Three
Namja berkulit pucat itu menimang jagoan kecilnya. Sudah seminggu lamanya Luhan tak bangun dari komanya. Sehun pun tak pernah beranjak dari ruang inap ini. Bahkan kopernya masih ada disudut ruang ini. Sedangkan jagoan kecilnya lebih banyak di rawat Kyungsoo, karena Sehun namja, dan Sehun tak tahu menahu masalah merawat seorang bayi.
"Mmaa-maa" panggil namja kecil itu dalam gendongan Sehun.
"Dia merindukan Eommanya" sahut Kyungsoo yang juga ada diruangan itu.
"Aku juga merindukannya" gumam Sehun yang jelas terdengar oleh Kyungsoo. Suasana menjadi sunyi sesaat. Sehun memberi susu pada jagoan kecilnya. Ia minum dengan lahapnya sampai ia terlelap
Ceklek..
"Annyeong" Jongin memasuki ruang inap itu. Sehun dan Kyungsoo langsung menoleh pada sumber suara tersebut. Dan Jongin memamerkan senyumnya dengan menyodorkan 2 kantong makanan ditangannya
"Jangan berisik Chagi, kau akan membangunkannya" tegur Kyungsoo.
"Heheh, Mianhae Chagi" Jonginpun duduk disofa bersama Kyungsoo. Aku membawa makanan. Kalian makanlah" Tambah Jongin.
Sehun hanya menatapnya datar kemudian memberikan jagoan kecilnya pada Kyungsoo.
"Aku harus pergi dahulu, ada sesuatu yang harus aku urus. Apakah kalian bisa menjaga Luhan dan Anakku?" Ucap Sehun yang hendak pergi keluar dari ruang inap itu, tapi langkahnya terhenti saat tangannya di tahan Jongin.
"Sudah kubilang makanlah Sehun, ini sudah 2 hari kau tak memakan apapun" Jongin mencegahnya pergi.
"Bagaimana aku bisa makan, kalau dia bahkan tak menunjukkan perkembangan apapun. Bagaimana aku bisa-" Kata-katanya terhenti saat tiba-tiba Sehun meneteskan bulir bening dimatanya. Jongin tersentak dan melepaskan tangannya yang menahan Sehun. "Mian" sambung Sehun dan langsung melangkahkan kakinya keluar.
Ini pertama kalinya Jongin melihat sahabatnya itu menangis karena wanita lain kecuali ibunya, saat pemakaman ibunya 2 tahun yang lalu.
"Dia terlalu memaksakan dirinya Kyung" Jongin duduk di samping Kyungsoo. "Aku tak pernah melihatnya seperti ini. Dia sangat mencintai Luhan"
Sehun sekarang sedang berada di ATM terdekat dirumah sakit. Ia melihat saldo tabungannya menipis, untuk semua pengobatan anaknya dan Luhan. Iapun menghela nafas pasrah Ia mengambil semua uang yang ada di tabungannya sekali lagi Setidaknya ni cukup untuk Luhan dan anaknya seminggu kedepan.
Iapun berjalan kaki dan melihat suasana malam ini. Ingatannya kembali saat ia pertama kali bertemu Luhan, bukan di club malam, tetapi di taman dekat panti asuhan, dengan cerianya ia bercerita di depan anak-anak yang menatapnya antusias. Dengan penuh tawa dan kebahagiaan.
Flasback on..
Saat itu Sehun sedang pulang dari sekolahnya. Ia termasuk namja yang cukup terkenal karena ia sering berulah dan karena ketampanannya yang diatas rata-rata. Saat itu ia sudah menginjak kelas 3 SMA. Dengan arogannya ia berjalan menuju rumahnya yang menurut author itu cukup jauh, tetapi Sehun tak mau menggunakan mobil, ataupun antar jemput yang dilakukan keluarga orang kaya, karena itu cukup merepotkan pikirnya.
Bukankah jika ia berjalan ia bisa lebih bebas. Ia anak muda, dan ia mengidam-idamkan kebebasan. Bukankah hidup sebagai anak dari orang terkaya ke-3 se-antero Korea Selatan itu sangat menyenangkan? Tapi tidak untuk Sehun, karena itu akan sangat membosankan, penuh aturan dan memuakkan. Semua orang di keluarganya hanya menjunjung tinggi harga diri, gengsi dan uang Sehun muak dengan itu dari itu Sehun melampiaskannya dengan perkelahian, geng dan semua perilaku menyimpang diasaat umurnya masih 18 tahun ini.
Ia mempuyai dua sahabat disini. Seorang namja tampan yang terkenal playboy, lebih tua 1 tahun darinya, Kim Jongin namanya atau yang biasa ia panggil Kkamjong olehnya. Dan yang satunya adalah namja berperawakan tinggi dengan wajah cinanya, Wu Yi Fan atau nama bekennya di sekolah adalah Kris. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Mereka selalu membuat keributan bersama. Yaa namanya juga anak muda xD
Tapi saat ini ia tidak bersama sahabatnya. Jongin sedang kencan dengan yeoja barunya, Im Yoona atau apalah, Sehun tak peduli sedangkan Kris harus melakukan perbaikan mobil balapnya, Ya seorang Kris sudah lama bergelut dengan mobil balap dan balapan liarnya dengan yeoja-yeoja seksi. Tapi tetap Sehun tak tertarik dengan yeoja-yeoja itu, karena menurutnya yeoja-yeoja itu 'menjijikkan'
Ia terus berjalan, sampai akhirnya ia terhenti saat menatap seorang yeoja yang sedang bercerita ditaman dekat panti asuhan di depan anak-anak, yang Sehun yakini bahwa mereka adalah anak-anak dari panti asuhan itu
Tatapan matanya tetap pada yeoja itu, ia melihat yeoja itu tertawa dan membuat hati Sehun bergetar dan jantungnya berdegup dengan cepat. Sehun melihat apa yang di depannya seperti slowmotion dimatanya. Iapun mencari tempat duduk yang tak jauh dari yeoja itu bercerita, dan menatap yeoja itu diam-diam.
Hal ini sudah dilakukan Sehun selama tiga hari ini, Ia selalu menatap yeoja itu dari jauh, Ia selalu merindukan yeoja itu. Ia ingin berkenalan dengan yeoja itu. Tapi ia tak punya keberanian sedikitpun untuk mendekatinya. Ingat Sehun kau namja yang bahkan sering berkelahi, tetapi berkenalan dengan yeoja yang kau sukai kau pun tak berani? Yaa itulah cinta, bisa membuat orang melupakan jati dirinya bukan?
Tapi hari selanjutnya raut kecewa terpantri di wajah tampan Sehun, Ia menatap taman itu penuh dengan anak-anak seperti biasanya, tetapi bukan yeoja itu yang bercerita. Iapun terduduk, menunggu lama sampai hari malam. Harapannya musnah bisa bertemu yeoja yang selalu ia rindukan akhir-akhir ini. Iapun berjalan gontai menuju rumahnya, ia menatap ponselnya ada lebih dari 10 panggilan dari tadi siang dan telfonnya berdering keras.
"Yeoboseyo" jawabnya.
"Sehun, kemana saja kau?"
"Aku di taman"
"Eomma meninggal siang tadi"
Deg...
"Dia berpesan agar kau ada disisinya selama proses kremasi. Tapi kau terlalu lama, maafkan Hyung sudah melakukan lebih dulu. Kuharap kau pulang sekarang Sehun-ah"
"Ne, Hyung"
Iapun berlari menuju rumahnya. Ia tak percaya apa yang sudah dikatakan Hyungnya beberapa detik yang lalu.
Ia telah sampa di rumahnya. Terdapat karangan bunga di rumahnya. Dan Sehun menyesal, Ia tak bisa melewatkan waktu bersama Eommanya untuk yang terakhir kalinya. Iapun memasuki rumahnya yang sudah penuh dengan orang disana. Terdapat foto Eommanya dengan bunga-bunga di sekelilingnya.
Ia terduduk. Ia tak sanggup menahan berat badannya. Selama ini hanya Eommanya yang selalu memberikan kasih sayang di rumah ini. Tapi sekarang... tak ada lagi Eommanya. Eommanya telah meninggal. Tak ada yang menyayanginya lagi seperti biasanya.
Ia terdiam sampai akhirnya airmata itu berebut jatuh dari pelupuk matanya.
"Eomma.. mianhae.. hiks mianhae.. Sehun tak datang lebih awal"
Jongin yang baru datang melihat Sehun menangis untuk yang pertama kalinya. Itu yang Jongin tahu.
Hari terus berjalan. Hari kematian ibunya sudah banyak yang melupakannya, bahkan Appanya, ia bahkan tak pernah melihat Appanya bersedih. Tapi tidak untuk Sehun Sehun seperti mayat hidup. Dingin, acuh dan tak berperasaan pada siapapun. Perubahan sifat ini pertama kali di ketahui oleh Jongin. Jongin berulang kali bertanyatetapi Sehun hanya diam menatap dingin sahabatnya. Begitu juga Kris, ia berulangkali mencoba mengajak Sehun berbicara, tetapi tetap Sehun malah meninggalkannya pergi.
Ia jadi seriing berkelahi sendiri tak jelas, meninggalkan jam pelajaran sesuka hatinya. Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan musuh bebuyutannya, Kim Jongdae dari sekolah yang berbeda dengannya. Sehun hanya terdiam, dan ia melakukan semua perlakuan Jongdae padanya. Sehun diseret kedalam mobilnya. Dan membawanya kedalam sebuah klub malam.
Sesampai nya disana Jongdae menyuruhnya meminum Alkohol yang didalamnya sudah di campuri dengan sesuatu. Sehun terdiam dan akhirnya meminum itu. Membuat Jongdae mengukir smirknya di wajah tampanya. Sehunpun kepanasan. Dan melangkah keluar dari kumpulan gen Jongdae.
"Biarkan saja dia, biarkan dia merasakan kesenangan malam ini, setidaknya kita membantunya bodoh, jangan apa-apakan dia. Dia seperti mayat hidup begitu, benar-benar sudah tak menarik di ajak berkelahi" Ucap Jongdae yang di angguki para anak buahnya.
Sehun terus berjalan keluar, Ia tak bisa mengendalikan tubuhnya, sampai akhirnya ia bertemu dengan yeoja yang selama ini menarik perhatiannya. Iapun mendekati yeoja itu. yeoja itu menatapnya sejenak, dan yeoja itu terdiam.
Tiba-tiba tangannya ditarik oleh Sehun, yeoja itu mengernyit bingung Dan berkali-kali bertanya.
"Mau kau bawa kemana aku?"
Tapi Sehun tetap terdiam. Dan terus melangkah, akhirnya ia keluar dengan yeoja itu digandengnya. Iapun membawanya ke motel yang hanya bersebelahan dengan club itu.
"Yakk kau, mau kau bawa kemana aku"
Sehun tak memerdulikannya, dan terus menarik yeoja itu. Sampai akhirnya ia sampai di kamar dan membawanya masuk kemudian mengunci kamar itu dari dalam.
"Yakk kau, keluarkan aku dari sini"
Sehun langsung mencium bibir yeoja itu. membuat yeoja itu terdiam dan Sehun menatap yeoja itu.
"Aku mencintaimu" Sehun mengucapkan kata yang selama ini terselip dari hatinya. Ia tak ingin melakukan apapun sebenarnya, tapi nafsunya sudah menutupi akal sehatnya. Yeoja itu bersemu mendengar pernyataan Sehun. Dan akhirnya mereka berdua melewatkan malam panas mereka berdua.. #Huwahh Ai gak bisa bikin NC part.. dan ini Rate T :D #plakk Ai Khilaf :D
Keesokan paginya Sehun terbangun lebih dahulu. Ia terkejut saat melihat yeoja yang ada di sampingnya sedang tertidur lelap dengan keadaan naked...
"Itu adalah yeoja yang selama ini aku rindukan, dan tadi malam, apa yang telah aku lakukan dengannya"
Iapun segera memakai bajunya dan meninggalkan yeoja itu. Ia tak berani bertemu yeoja itu dan ia benar-benar melakukan kesalahan besar.
Flashback off
Ia tersenyum pahit saat mengingat kejadian itu. Iapun kembali kerumahsakit dan menuju ruang inap Luhan Ia menatap dari jendela, dan terlihat kosong hanya Luhan berbaring disana. Ia tersenyum pahit. Kyungsoo dan Jongin sudah pulang tenya.
Iapun mendekati ranjang itu dan menarik kursi agar bisa tetap di sisi Luhan. Ia mendudukkan dirinya dan meraih tangan Luhan yang menggenggamnya.
"Mianhae" Kata itu selalu meluncur saat ia berada di dekat Luhan.
"Mianhae.. mianhae Luhan, jangan membenciku" iapun meneteskan airmatanya. Semua ini benar-benar membuat hatinya lemah. "Kau boleh mencintai siapapun Luhan, aku tak akan memaksamu ada disisiku, aku minta maaf padamu.. kumohon sadarlah"
Hanya suara alat-alat yang terdengar dan Sehun menangis, menangisi yeoja yang dicintainya. "Aku tak akan memaksamu, apapun itu, yang buatmu bahagia... hiks aku, aku aku tak akan memaksamu untuk mencintaiku"
"Kau tak perlu membalasnya, aku hanya ingin kau bahagia.. meski itu bukan denganku, tak apa Luhan.. Kumohon sadarlah.. ini semua salahku" Ia mencium tangan Luhan.
"Aku mencintaimu Luhan... Sangat" Iapun melepas genggaman tangannya pada Luhan dan mengahapus airmatanya sekali lagi. Terjadi pergerakan di jari-jari Luhan. Ia menatap tak percaya..
Iapun memanggil Dokter dan Dokter memeriksanya. Sehun hanya menunggunya di depan pintu ruang inap itu.
Dokter keluar dari ruangannya. Ia tersenyum menatap Sehun.
"Dia sudah sadar, dia hanya perlu beberapa waktu untuk menyesuaikan diri sampai keadaannya menjadi stabil"
Sehun tersenyum mendengarnya. Ia sangat bahagia mendengar Luhan tersadar. Ia ingin segera bertemu dengan Luhan dan mengatakan maaf padanya. Ia memegang gagang pintu tetapi ia terhenti saat rasa takut meracuni dirinya . Ia mundur beberapa langkah sampai akhiirnya ia berlari menjauhi ruangan itu.
Ia sekarang berada di pinggir jalanan yang sepi.. Ia menatap langit yang penuh bintang...
"Aku belum siap bertemu dengannya, aku takut ia membenciku" gumamnya. Iapun merogoh ponselnya. Dan memanggil seseorang
"Yeoboseyo Sehun-ah"
"Kyungsoo, Luhan telah sadar"
"Jinja?"
"Temani dia, aku tak sanggup bertemu dengannya. Ini bukan waktu yang tepat"
"Tapi Sehun-ah"
"Noona, kumohon"
"Iya aku mengerti"
pip
Telfonnya telah di tutup. Ia tersenyum setidaknya Luhan tak sendirian malam ini.
Sehun terus berjalan dan tak tahu harus kemana, Iapun menghubungi Sekertaris Kang.
"Sekretaris Kang"
"Ne Tuan Muda"
"Bisakah aku menginap dirumahmu malam ini?"
"Apa tak sebaiknya anda menginap di hotel Tuan?"
"Ani, Uangku sudah habs, untuk membiayai semua pengobatan Luhan dan anakku. Sekretaris Kang, Apakah bisa?"
"Tapi Tuan muda, Tuan besar akan marah jika mengetahui hal ini"
"Baiklah, kalau begitu, aku akan mencari tempat lain, terimakasih Sekretaris Kang"
"Maafkan saya Tuan Muda"
pip
Iapun tersenyum pahit dan berjalan. Tak ada pilihan lain. Ia menuju flat kecil Luhan untuk malam ini saja.
Sehun terbangun di ranjang sempit milik Luhan. Ia menatap foto besar, membuat ia tersenyum. Ia menatap laci yang didalamnya terdapat buku coklat usang yang ia baca seminggu yang lalu.
Iapun kembali membuka laci itu dan meraih buku itu. Ia mencari lembaran kosong. Dan mennuliskan beberapa untaian kata disana. Ia tersenyum dan menyapu airmatanya yang menetes. Kemudian ia tutup buku itu dan tersenyum.
"Mianhae, aku benar-benar seorang pengecut"
Ia mengembalikan buku itu. Dan menutup laci itu. Ia membereskan flat kecil ini yang beberapa hari tak ditinggali Luhan setidaknya ia harus membuat Luhan tak susah-susah bersih-bersih setelah sakitnya.
Jam sudah menunjukkan jam 3 sore. Ia bersiap diri menuju rumah sakit untuk menggambil kopernya yang tertinggal disana. Ia menaiki bus dan menikmati dengan hati yang tak karu-karuan.
Ia sudah sampai dirumah sakit itu. Ia tersenyum pahit. Dan melangkah menuju ruang inap dari jendela Luhan sedang beristirahat. Teringat ucapan Jongin "Besok ia akan diperbolehkan pulang jika semua sudah lebih baik, temui dia jika hatimu benar-benar siap Sehun" Iapun tersenyum dan membuka pintu itu.
Ceklek..
Luhan masih tertidur sepertinya. Ia mendekati ranjang Luhan. Alat-alat itu sudah tak terlalu banyak yang menempel di tubuh kurus Luhan. Ia tersenyum, dan ingin menyentuh pipi Luhan.
Tapi tangannya terhenti, ia tak boleh melakukan hal ini.
"Jagalah dirimu Luhan, Mianhae" gumamnya. Iapun membalikkan badannya. Dan hendak melangkah tiba-tiba tangannya ada yang menahannya. Sehun tersentak, badannya menegang.
"Luhan.." Gumamnya.
"Oh Sehun" Ucap Yeoja itu.
Sehun menundukkan wajahnya.
"Benarkah kau Oh Sehun?" Tanya yeoja itu. Dan Sehun meneteskan airmatanya.
"Mianhae" gumam Sehun.
TBC...
Hiks.. Ai nangis ngetik Chap ini, dan Ai minta maaf kalau masih banyak typo(s) dan ceritanya terlalu pendek..
Josonghamnida *bow*
Dan readersdeul jangan panggil Ai Author, Ai merasa panggilan itu terlalu berat untuk Ai..
Jadi Cukup panggil Ai aja hehe
Tentu.. KHAMSAHAMNIDA
buat semua yang udah nyempetin baca dan udah nyempeting ngereview cerita Ai..
Love you...
R
E
V
I
E
W
pleasee ! ne *kitty eyes*
