Le véritable amour
..
.
[#04]
.
.
Sehun x Kim Jong in
.
.
as Pairing
Idol!AU || Romance || Friendship || Bit!Family
Warn::
BoysLove*Yaoi*Typos* Etc
Dont Like, Dont Read!
Enjoy^°^
Jongin berkeringat dingin, dia memainkan kedua tangannya di bawah meja. Gugup. Oh tentu saja, dia diapit pria tampan sekarang. Poin plus, mereka adalah idol.
"Jadi.." Suara berat Chanyeol memecah suasana canggung, "Kau bukan fans kami?"
Jongin mengangguk, dia tetap menunduk menghindari tatapan boss nya. Sehun telah menjelaskan kenapa pria itu mengenalnya, Jongin sedikit kecewa berpikir Sehun sudah ingat padanya.
Chanyeol mendesah—Sayang sekali. Padahal dia sangat berharap Jongin adalah salah satu fans mereka. Dia pun bersandar pada sandaran sofa mininalis. Pria tinggi itu melipat kedua tangannya, kemudian secara bergantian menatap Jongin dan Sehun.
"Lalu kenapa kau mau meminjamkan uangmu?" Chanyeol menelengkan kepalanya, mencoba merebut perhatian Jongin. Tapi lelaki itu terus menunduk.
Jongin melirik Chanyeol, Dia berpikir andai dia berkata bahwa Sehun adalah teman saat dirinya masih kecil.. apa mereka percaya? Lagipula Sehun juga tidak mengetahui apapun, pria itu sepertinya lupa.
Akhirnya Jongin hanya menggeleng kecil sebagai jawaban.
"Kau..Aneh." Sehun bergumam untuk didengar Jongin. Dia menemukan sesuatu yang aneh melihat tingkah gugup Jongin di pertemuan kedua mereka. "Mungkin, kita pernah bertemu sebelumnya?"
Sehun terlihat berpikir, membuat ekspresi menggemaskan ketika dia berusaha mengingat-ingat. Jongin tersenyum kecil.
Dia tidak berubah.
Jongin tidak sadar tengah menatap Sehun berharap-harap, hal itu tak luput dari mata Chanyeol yang memicing curiga. Tentu saja dia sangat berharap Sehun akan mengingatnya, walau setidaknya hanya sedikit.
Lama menunggu. Jongin sedikit kesal, dia menunjukkan ekspresi merengut lalu menghilangkannya.
Sehun menarik nafas, mengetukkan jarinya di permukaan meja. Dia menatap Jongin dengan kerutan di kening. Tampaknya dia terlalu berusaha.
"Kukira tidak. Kau siapa ya?"
'Oh? astaga.. anak ini—'
"Akh! Hyung!"
Chanyeol mencondongkan tubuhnya kedepan guna menoyor kepala Sehun cukup keras. Pria pucat itu mengaduh memegangi kepala. Sedangkan Chanyeol mendengus, dia membuang muka pada Jongin. Secara otomatis dia tersenyum.
"Kau bisa kembali bekerja sekarang. Omong-omong, dia Sehun. Maknae menyebalkan. jadi maafkan dia, kadang anak ini sedikit lola. haha."
Chanyeol tertawa garing agar bisa melihat pegawainya itu ikut tertawa. Dan sepertinya tidak mengecewakan. Jongin tersenyum padanya, Dia mengangguk mempersilahkan Jongin pergi setelah laki-laki itu membungkuk singkat.
Setelah punggung Jongin hilang dari pagar sisi tangga, Chanyeol menghela nafas lega. Senyumnya masih belum mau dilunturkannya meskipun Sehun tengah menatapnya aneh.
"Apa?"
Sehun mengangkat alisnya, "apa? Apa yang apa?" dia balas bertanya dengan nada ketus.
Dia kesal perihal Chanyeol yang baru saja mempermalukannya didepan Jongin. Sehun hanya tak mau Jongin berpikir yang tidak-tidak. Dia kan public figure.
Chanyeol malah melebarkan senyumnya, "Dia manis, ya kan?"
Sehun memutar bola matanya, dia tak percaya menjadi member terdekat Chanyeol. Kalau dipikir bagaimana bisa mereka bersahabat sekarang?
"Ya, Lalu kenapa?"
"Sepertinya aku jatuh cinta pandangan pertama." Chanyeol terkekeh. Dia mengelus tengkuknya malu. "Kemarin dia melamar pekerjaan, Dengan wajah lugu masuk kedalam cafe ini. Senyumnya manis, Sehun! astaga.. Jantungku berdegub sekarang."
Sehun tahu jika Park Chanyeol didepannya sekarang sedang gila. Pria bertelinga peri itu hampir membuat bibirnya sendiri berbusa. Dia terus bercerita tetang beruntungnya dia bertemu Jongin, betapa manisnya Jongin, betapa menggemaskannya ia.. Jongin,Jongin dan Jongin.
"..Kudengar Jongin disukai pengunjung caf—"
Sehun memijat pelipisnya. Bisa stres ringan jika mendengar kicauan Chanyeol, pria itu biasanya menghabiskan waktu banyak untuk bercerita ini-itu. Ah tidak, dia tidak bisa stres sekarang. Dia punya penggemar. Dia punya adik kecil yang disayanginya di rumah orang tuanya. Tapi..
Sehun sekali lagi menatap putus asa pria didepannya. Dia menghela nafas untuk kesekian kali.
"..Kau harus tahu, Dia it—"
Ucapan Chanyeol terhenti, karena kedua matanya melotot terkejut melihat wajah Sehun yang stoic serta mulutnya yang dibekap.
"Aku kesini untuk berkunjung, bukan mendengarmu bercerita pegawaimu. Ok?" Sehun tersenyum puas melihat Chanyeol mengangguk patuh. Dia melepaskan tangannya dari wajah Chanyeol dan kembali duduk.
"Ah, Begini lebih baik.." Desah Sehun tenang, dia meminum minumannya dengan senyum puas yang tercetak jelas di wajahnya.
'Dasar maknae..'Umpat Chanyeol dalam hati. Menggeleng melihat perilaku Sehun yang seolah dia tidak melakukan apapun. Dia mendengus, namun tak lama ikut tersenyum.
"Kau benar.."
Jongin menuruni anak tangga dengan terburu, dia berbelok memasuki area dapur. Dari dalam Heechul terkejut melihat Jongin berlari kearahnya dengan wajah yang samar-samar terlihat merona. Pria itu tertawa menggunakan tubuhnya menghadang Jongin yang hendak masuk.
"Anak manis, Kau kenapa?"
Jongin menatap Heechul dengan mata bulatnya, dia membuka bibirnya namun tak ada satupun suara keluar dari sana. Maka sebagai gantinya, dia menggeleng.
Heechul malah terkekeh, dia tergoda menyentuh pipi gemil Jongin dan mencubitnya pelan. Mereka baru bertemu kemarin, Namun Heechun tidak begitu keberatan menganggap Jongin sebagai adiknya. Salah sendiri manis begini..
"Kau pasti sudah bertemu Sehun diatas. kan?" Kelopak mata Jongin berkedut, Mendengar nama itu dia menatap penasaran pada Heechul.
"Dia maknae kami, Sayang. Pipi mu memerah. apa karena diatas ada pheromone dua orang tampan?"
Jongin menggeleng. Dia menyelinap masuk dari celah kosong di samping Heechul. Pria itu malah tertawa melihat Jongin yang tergopoh memasuki dapur. Dia menunggu didekat meja kasir. Memperhatikan siapa saja yang menjadi pembeli di sini. Dia mendesis menyebut Chanyeol.
Ruangan ini luas, diisi banyak meja dan kursi kayu juga besi. Dan kini semua itu terisi oleh siswi SMA. Heechul tidak heran. Diantara member EXO lainnya, Chanyeol yang paling banyak memiliki penggemar kalangan putri dibawah umur.
"Jongin?"
Jongin meremas nampan dengan wajah kalut. Dia takut pada Heechul. Tidak tau kenapa. Pria itu seram, bicaranya selalu seenaknya, dan Heechul hari ini sudah sepuluh kali mencubit pipinya.
Heechul menyeringai melihat Jongin berbalik menghampirinya, Benar-benar penurut. Seperti anjing saja.
"Kau boleh pulang sekarang. Shift mu hanya sampai sore, sayang. Besok kembali lagi jam setengah enam. Ok?"
Jongin merasa bingung mendengarnya namun dia tidak bereaksi apapun saat Heechul mengambil alih nampan berisi orange juice dan mini pizza. Dia melihat Zelo disampingnya, lelaki itu mengangguk menuruti perintah Heechul menggantikan Jongin.
Heechul malah tertawa melihatnya, "Kau bingung?" Jongin mengangguk.
"Chanyeol yang menyuruhku, sayang. Naa, Ssa! pulang. Hati-hati di jalan."
Heechul mendorong Jongin ke ruang staf, menyuruhnya cepat-cepat berganti pakaian dan pergi. Jongin yang tidak tahu apa-apa hanya menurut walau wajahnya linglung.
Jongin merapatkan mantelnya, walau ini bukan musim dingin lagi tapi bulu kuduknya berdiri. Udara kota Seoul di sore hari memang sejuk. kadang seperti es.. apalagi ini juga termasuk awal tahun.
Dia melewati trotoar yang sama dengan kemarin. Hanya saja, Kali ini lebih ramai. Beberapa kali Jongin akan menoleh mengikuti punggung orang-orang berseragam yang ditemuinya. Jongin tersenyum masam melanjutkan langkah kakinya menuju rumah.
Mengingat masa SMA , Jongin tidak senang. itu masa yang menyebalkan. Hampir setiap hari dalam tiga tahun dia mengalami bullying verbal. Mereka mengatainya bisu, cacat atau kata lainnya yang lebih kasar. Karena itu dia sering kehilangan teman—Tidak, dari awal dia tidak punya teman— Tidak ada yang ingin menjadi kawannya saat itu. menyedihkan.
Kecuali.. dia.
Jongin menatap trotoar dibawahnya dengan seulas senyum tipis. Dia bertemu dengan Sehun lagi. Setelah lama mereka berpisah. Pria itu takkan mengingatnya, karena saat itu mereka masih anak-anak.
Mereka bukan teman masa kecil. Dia bertemu Sehun tepat saat ibunya mengalami kecelakaan berat dan masuk rumah sakit. Hari dimana suara nya hilang namun Sehun datang—entah bagaimana pria itu dulu menghiburnya yang jelas Dia sangat berterima kasih padanya. Karena nya Jongin bisa sekuat sekarang bukan lagi anak cengeng.
Jongin benar-benar senang saat dia bertemu Sehun secara kebetulan di supermarket tempo hari. Sejak dia pergi dari rumah sakit, Jongin tidak lagi bisa bermain dengan Sehun. Tapi ada saat dimana secara tak sengaja menonton tv..Dia melihat wajah sehun disana—itu hari dimana Sehun debut.
Jongin begitu senang melihatnya lagi. Dia tidak membuang waktu setiap ada penampilan Sehun di tv, Kakaknya Jongdae akan menemaninya menonton. Senyumnya tak bisa berhenti mengingat hal-hal kecil.
"Oh? Jongin?"
Merasa seseorang memanggilnya, Jongin menegakkan lehernya. Dia terkejut melihat seorang wanita berkacamata menghampirinya. Seorang wanita dengan rambut disanggul rapi, jas putih tersampir di lengannya dan beberapa map tengah didekap wanita itu. Jongin berkedip menyadarkan diri.
' ..'
Badan Jongin terasa kaku. Perlahan dia mundur menjauhi wanita berkaca mata tersebut. Sampai akhirnya Jongin berlari menghindar tidak menghiraukan teriakan wanita dibelakangnya.
"Jongin?!"
RnR?
..
..
.
TBC
Akh maksa ini mah. maaf. Hunkai nya dikit ya.. Maap-maap.
Btw.. . Itu Seohyun lho. dia cantik kalau jadi dokter. bayangin deh, rambutnya disanggul. cocok kan? tapi kadang saya malah benci dia. Senyumnya dia itu kyk gk ikhlas jadi ada waktu dimana jadi haters nya. XD enggak jan khawatir bukan haters yang itu-itu kok.
Next update..( vote ya? )
Make you miss me (Sehun ver.)
-
Love Before-after
-
How bad do you want it(me) ?
makasih sebanyak banyaknyâ buat yg ngasih kritikkan di LBF. banyak yg kecewa ya? Progress di situ emang sengaja dibuat lama. hehe saya lambat soalnya. maaf ya besok saya coba lebih baik lagi. HBDYWI nya juga.. Saya gk sadar ada spam cast disana. sekali lagi maaf ya..
