Le véritable amour

.

.

-05-

.

.

HunKai

.

.

i dont own anything abouT the cast, but plot is mine. be good readers.^^ sorry for the typo.s

Happy Reading


Enjoy!


Jongin berlari menaiki tangga, dengan cepat membanting pintu kamar tanpa menghiraukan teriakan Jongdae—kakaknya. Beruntung ayahnya mungkin lembur, pria itu takkan pulang dua hari kedepan. Jika tidak, saat ini Ayahnya yang akan bertanya macam-macam.

Dokter Seo..

Jongin merosot kelantai memeluk kedua lututnya didada. Tadi itu.. dia takut sekali.

Wanita itu adalah dokter spesialist yang pernah menangani nya selama lima tahun. Dia juga seorang psikiatri. Jongdae dan ayahnya masih berkonsultasi pada sewaktu-waktu mereka mengkhawatirkannya. Dia takut. Takut karena selalu tahu apapun, bahkan sesuatu hal terkecil yang disembunyikan.

Karena perempuan itu dokternya, selama lima tahun dia berusaha banyak berbicara padanya. Tapi Jongin hanya memberikan gelengan atau anggukan di dua tahun pertama. Setelahnya Jongin lebih terbuka, terkadang dia berbicara—bercerita hal sepele.

Saat itu dia masih kanak-kanak, Yang takut apapun. Yang menunduk pada tatapan orang-orang. Tatapan mengasihani. Oleh trauma dari kecelakaan dulu. Kecelakaan yang mengerikan. itu sebab nya dia bungkam. memilih diam. bahkan sampai sekarang.

Itu disaat yang sama ketika dia bertemu Sehun. Sehun adalah seorang anak perawat Shin, ayahnya kepala dokter Oh. Remaja laki-laki yang sering mengunjungi tempat perawatan khusus anak-anak. Dia menjadi kakak di rumah sakit, bermain dengan anak-anak lainnya—satu-satunya yang menghibur tanpa banyak bertanya.

"Jongin.." Jongdae berjalan mendekati adiknya, menutup pintu dibelakangnya dengan tungkai. "Jongin, Hei lihat kakak?"

Dia merengkuh wajah Jongin menatapnya, Ia berada didapur saat mendengar kegaduhan di tangga—sangat jarang melihat Jongin seperti ini. Ketakutan.

Jongin menatap panik Jongdae, memeluk leher kakaknya erat dengan badan setengah bergetar.
"Ada apa?" Suara sarat kecemasan. Jongin mengigit bibirnya pelan.

"Dr.S-seo.."

Jongdae membulatkan matanya, pertama kalinya ia mendengar suara Jongin. Dia melepas pelukan, menatap Jongin dengan mata yang mengerjap tak percaya.

"Kau bicara.." Jongdae tersenyum, "Kau—kau bicara!" Tentu saja dia bahagia, selama belasan tahun Adiknya tidak berbicara apapun.

Jongin menunduk, tangannya masih di tubuh kakaknya—meremas sweater kelabu yang dipakai Jongdae.

"Ah! maafkan aku, Maksudku.. kenapa?"

Dengan cepat Jongdae melempar topik, bukan saat nya dia membahas soal Jongin yang kembali bersuara. Ayah akan senang mendengarnya. Tapi sayang dia tak disini. Dia akan memberinya pesan singkat nanti.

Jongin menggeleng pelan, menoleh kesamping. Menolak menatap Jongdae.

Jongdae bergeming, Menatap adiknya putus asa. "Aku senang kau kembali bicara. Kau tahu kan kami sangat menyayangimu?" Jongin merasakan elusan di rambutnya. Tangan hangat kakaknya merapikan beberapa anak rambut dikeningnya.

"Maka dari itu.." Jongdae menarik dagu Jongin agar menatapnya lagi. "—Kumohon jangan menangung apapun sendiri, Kau—kau bisa bercerita apapun padaku." Jongin melihat senyum lemah di bibir kakaknya, membuat ia harus menunduk lagi karena tidak tahan.

"Maaf.." bisiknya dengan suara yang amat pelan.

Jongdae tertawa kecil, mengacak surai Jongin. "Gwenchana."


"Kalian mau makan apa hari ini?"

Kris berjalan menuju sofa, duduk diantara Kyunsoo dan Sehun. Chanyeol menyahut berlomba dengan Baekhyun mengatakan Ramyeon atau Fastfood. Kris mendengus jengah.

"Soo, Kenapa kau tidak memasak saja?"

Kyungsoo menatap datar Kris, seperti biasa poker face. "Kau pikir aku pembantu."

Sehun disampingnya tertawa terbahak melihat tampang Kris, Sang Leader selalu jadi bahan bullyan oleh Kyungsoo. Kris menghela nafas.

"Lupakan soal makanan, dimana Yixing?"

Baekhyun dan Chanyeol berhenti beradu mulut, menengok kesekeliling baru menyadari satu anggota mereka menghilang. "Mungkin di perusahaan, berlatih."

Chanyeol menyeletuk, "Atau mengkomposer Musik di studio."

Baekhyun melotot, menantang Chanyeol beradu mulut lagi. "Diperusahaan!" Chanyeol berdecak, "Studio!"

Kris beranjak dari sofa memegangi pelipis berjalan sedikit menjauh, jarinya menggeser layar ponsel lalu mendekatkan nya pada telinga nya.

"Manager?"

Dalam sekejap pertengkaran konyol Baekhyun dan Chanyeol terhenti. Secara otomatis Keempatnya menatap punggung sang Leader yang sepertinya menerima panggilang dari Heechul. Oh kenapa pria itu menghubungi Kris jam segini?

"Baik." Kris memasukkan ponselnya pada saku celana. Dia berbalik, berkacak pinggang.

"Kita ke perusahaan. Ada hal penting, sepertinya comeback kita ditunda."

Sehun, Chanyeol dan Baekhyun bersorak. Kecuali Kyungsoo yang mengernyit tidak mengerti, "Maksudmu comeback kita batal?"

Kris menghela nafas, "Sepertinya begitu, bersiap-siaplah sekitar dua puluh menit lagi Van akan menjemput kita."

Sehun yang pertama berdiri berjalan menuju kamarnya, meraih masker dan kemeja hijau. Sebelum memakainya dia mendekati lemari kaca kecil disamping ranjang. Sebuah robot berukuran mini berwarna merah dielusnya, mainan kenangan dari seseoramg yang entah siapa—dia sedikit lupa.

o

o

o

o

"Oh, Untuk anak ba—" Chanyeol menyikut perut Baekhyun agar berhenti berbicara. Walau mereka bertabiat sama, kadang Dia menjadi seseorang bermulut tajam.

Sehun mengelus dagu, dia menoleh—melihat ekspresi lain dari para member. Hanya Baekhyun yang tampak gusar. Disampingnya Yixing menghela nafas, sedikit terlihat stres—Sehum mengerti pria china itu banyak melakukan porsi latihan akhir-akhir ini hanya untuk comeback mereka. Tapi jika seperti ini juga tidak apa.

Jadwal mereka di atur ulang. Dia duduk melihat satu-dua orang staf berdiskusi satu sama lain. Di dekat LCD, Sehun memperhatikan manager mereka—Heechul berdebat dengan sang CEO, yang menurut gosip disini—Adalah saudaranya. Wow.

Sehun membasahi bibirnya, Merasakan tekanan di sekitar ruangan. Dia sadar beberapa orang merasa terpukul, bahkan para staff. Jelas saja, ada banyak persiapan yang mereka buat jauh-jauh hari untuk comeback mereka kali ini.

Sehun bertukar pandang dengan Kris, rupanya Leader mereka berpikiran sama dengannya. Dia antara mengangguk dan mengangkat bahu menerima tatapan tanda tanya dari para member.

"Hyung?" Kris memanggil Heechul, membungkam mulut pia itu untuk berhenti mencaci maki CEO mereka.

Heechul mendengus, Dia memberi tatapan tajam pada CEO pendek yang tengah meneguk ludah.

"Kalian boleh kembali ke dorm. Seperti yang si pendek bilang, Kalian off sementara waktu." Ucap Heechul dengan tampang serius, tapi bagi para member idol itu—mereka tau Heechul sangat jengkel.

keenamnya secara bersamaan mengangguk, berjalan keluar ruangan menuju basement.


Jongin punya bakat menari, Sejak sma hanya segelintir orang yang menyadarinya. Mereka tahu dari cara berjalannya, Bentuk tubuhnya, atau hal lain yang Jongin tidak sadari.

Dia mengikuti kelas tari, sebagai pelajaran tambahan di hari Selasa,Kamis dan Sabtu. Menghabiskan dua-empat jam sehari nya untuk belajar. Di luar sekolah, dia memasuki kelas balet secara rahasia. Seorang mantan kakak kelas yang baik hati mengajarinya dengan sabar. Dan Diam-diam, Tanpa diketahui Jongdae atau ayahnya Jongin mengikuti beberapa lomba tari resmi.

Sementara saat orang lain tidak mengetahuinya, Hanya yang menyadarinya. Wanita itu pernah bertemu dengannya tanpa sengaja di depan gedung studio, memegang mendali dan sertifikat sebagai juara I.

Malam ini, jongin berpamitan pada Jongdae. Meminta ijin berjalan-jalan sebentar, padahal dia mengunjungi sebuah studio tua di gang tersembunyi diantara pertokoan elit. Jongin melepas mantel dan syal, menggantikannya dengan celan trinning dan kaos V-neck biru pudar yang longgar.

"Jongin?! Sudah lama ya, Tumben ke sini, mau menari?"

Jongin tersenyum, mengangguk menjawab sapaan gadis ber-ponytail sembarang yang sedang merenggangkan otot lengan. Seorang pria kurus memasuki ruangan dengan wajah kusut—melewatinya memasuki ruang ganti, Jongin berpikir mungkin pria itu memiliki hari yang buruk.

"Jongin?"

Dia berbalik, menemukan lelaki dengan topi terbalik dikepalanya sedang melompat kesenangan menuju dirinya. Jongin terkekeh, mengelus rambut lelaki itu. Namanya Jimin, Saat sma mereka menjadi tetangga sekolah. Dia dari sekolah sebelah, Sekolah elit dengan prestasi publik speaking yang baik.

"Kau sudah lama tidak kesini, Kau melewatkan orang baru seminggu kau keluar. Dia sangat luwes, Dia memiliki ritme di tubuhnya. Kau harus meli—Itu dia!"

Jongin di tarik Jimin menemui seorang pria yang tadi melewatinya, Dia mengerjap merasa familiar oleh dimple di pipi pria itu.

"Yixing ge!"

"Apa?"

Jimin tertawa, dia memang sedikit hyperactive. Tidak bisa berhenti bersikap ceria. dia punya warna. Jongin menunduk menyadari Orang yang dimaksud Jimin adalah pria ini. Yixing, Jelas Jongin tahu itu. Member dari boyband yang dimana Sehun juga adalah salah satunya.

Yixing tersenyum, "Hai. Maaf melewatimu tadi, Aku hanya kesal pada sesuatu."

Jongin mengangguk, masih menunduk menghindari kontak mata membuat Yixing harus mengernyit tapi tidak bisa menahan kekehan, diamnya Jongin terlihat manis. Cute, probably.

"Sepertinya kau lebih muda dariku, panggil aku hyung." Jongin mengangkat kepalanya, menatap Yixing dengan mata lebar. Jimin diantara mereka tersenyum jahil.

"Ewh, Yixing ge sedang terpesona."

"Hey!"

Jimin berlari, sedang Yixing ikut berlari mengejarnya. Jongin hanya mengerjap, memperhatikan punggung Yixing. Orang-orang menertawai mereka, tapi ia sendiri menutup muka—merasa malu oleh godaan beberapa teman gadis yang terkikik padanya.

o

o

Dengan kening berpeluh, Jongin tetap menggerakkan tubuhnya mengikuti setiap gerakan yang tengah di pelajari teman-teman nya disini. Ada sekitar tiga puluh anak sekolahan yang tergabung di studio ini, Instrukturnya sendiri merupakan guru tari lulusan kampus di luar negeri yang terkenal. Dari musik RnB' ke Musik EDM. Walau sudah sekitar dua tahun jongin tidak datang dan berlatih disini, Jongin masih cukup lentur mengikuti beberapa gerakan sulit.

Jongin sesekali melihat seorang pria china disamping nya lewat bias cermin besar di sekeliling mereka. Orang yang dipanggil Jimin, Yixing ge itu berekspresi serius, kedua matanya menyorot tajam namun saat tak sengaja mereka bertemu pandang, Jongin melihat nya menyunggingkan senyum kecil-Membuat tanpa sadar Jongin merundukkan kepala.

Yixing hanya tersenyum, dia juga memperhatikan gerak tubuh Jongin dalam hal menari. Walau mereka baru bertemu hari ini, Dia sudah tau jika Jongin sangat bertalenta lewat bagimana pinggang anak itu berputar, bergerak melempar, atau melakukan suffle kecil di kaki. Mungkin Jongin cukup lama mempelajari tari.

Tidak hanya cara anak itu menari yang membuat orang-orang di dalam ruangan ini merasa terbakar, tapi senyumnya seolah benar-benar secara paksa menyemangati mereka untuk tetap bergerak.

Ia tertawa pelan, kalau begini dia bisa datang ke sini lebih sering lagi.

"Latihan selesai, ketemu lusa ya?" Semua orang bersorak, Jongin bernafas cepat memperhatikan satu-satu nya instruktur disinji tersenyum padanya. "Dan, selamat datang kembali Nini."

Jongin membuang muka, meneguk botol air mineral rakus, tidak memperdulikan godaann teman-temannya.

Yixing yang tak jauh dari Jongin hanya terkekeh, men-lap kening nya yang berkeringat.


"Kau mau kemana?" Tanya Kyungsoo pada Sehun yang terburu mencari kunci mobil. dia menggeleng saat Sehun berteriak diujung pintu.

"menjemput Yixing hyung!"

.

.

.

Yixing duduk di depan toko roti, menunggu Sehun untuk menjemputnya. Selepas dari agensi dia yang kesal hanya melengos berpergian ke mari dengan taksi. Tak lama dia melihat Jongin keluar dari gang, dia berdiri.

"Hei?"

Jongin berhenti melangkah, melihat lambaian Yixing menyuruhnya mendekat. Ia menurut. Memekik kecil ketika tubuhnya dipaksa duduk disamping tubuh pria itu. Meremas ujung mantelnya khawatir. Jika dia mampu dia mungkin bisa berteriak dan berkata 'apa yang kau lakukan?!' pada pria ini.

"Apa kau tunawicara? sedari tadi aku belum mendengar mu berbicara."

Jongin menoleh terkejut, dengan ragu ia menggeleng. memperhatikan tatakan bata di jalan. Yixing mengaitkan alisnya bingung, "lalu kalau tidak, kenapa diam?"

Yixing menghela nafas melihat gelengan Jongin yang lainnya. "Atau kau tidak suka dengan ku ya?"

Jongin menggeleng panik, bagaimana bisa pria ini menganggapnya begitu. Jongin kan hanya tidak terbiasa dengan orang baru.

"Hyung! ayo naik!"

Kedua nya menoleh, mendapati kepala Sehun menyembul dari balik kaca jendela mobil. Jongin membulatkan matanya, Itu Sehun! Itu Sehun!

Yixing mengangguk, mengatakan pada Sehun agar menunggu. dia menoleh pada Jongin, "Kau mau ikut? Kami bisa mengantar mu pulang."

Tanpa menunggu Yixing bertanya lagi, Jongin segera berdiri mengangguk dengan senyum lebar seolah dia senang gembira entah karena apa. Yixing mengerjap menerima ekspresi lain Jongin yang kini terlihat menggemaskan, tanpa sadar ia tertawa menutup mulutnya dengan tangan. Anak yang menarik. Mungkin Jongin seantusias ini karena tadi melihat Sehun di mobil, dia mengerti, Mungkin juga Jongin adalah salah satu fans Sehun.

"Lho, Jongin?"

Jongin menunduk saat pandangannya bertemu dengan Sehun di kaca spion. Wajah bingung Sehun terlihat lucu.

Sehun yang tidak mendapatkan balasan menengok kebelakang mendapat tatapan penuh tanda tanya dari Yixing. "Dia? Jongin kan pelayan di kafe Chan hyung."

"Benarkah?" Yixing memekik pada Jongin, Membuat Jongin harus memundurkan badannya menjauhi Yixing. Dia mengangguk.

Yixing berdecak, "Kenapa si yoda itu tidak memberitahu kita jika dia menemukan pegawai manis seperti Jongin?"

Sehun tertawa, dia mengangkat tangan kirinya, sedang tangan yang lain mengemudikan stir mobil. "Aku sudah bertemu lebih dulu."

Jongin tersenyum kecil, melihat Sehun banyak tertawa saat menggoda Yixing. Dari dulu memang Sehun adalah orang yang easygoing, kadang moody, kadang sangat baik juga. Tapi apakah benar Sehun sama sekali tidak mengingatnya?

o

o

RnR?

0

0


TBC


Note ::

Ini fic Harem!Jongin ya, tapi tetep Hunkai kok. Hehe, aku suka kaiEveryone soalnya. akhh keinget ep esp yg exo godain jongin yg nangis, pas ultah chanyul , pas dpt kado dari kris.

akh Kangen kriskai,deh T^T #Dihihkokgualebay xD btw, ada fic kriskai di hp. masih progress sih.

maaf ya yg ini pendek. spesial chap soalnya. xD #Apaan! ¥Abaikan

LY 3