Hari ini salah satu brand topi mengadakan fansign. Sehun sebenarnya sangat malas untuk datang kesana, Tahu alasannya kenapa? Karena disana dia harus duduk berjam-jam. Sehun tidak masalah dengan terus tersenyum atau berinteraksi singkat dengan penggemar nya. Toh, itu bagian yang cukup menyenangkan untuk dirinya.
Hampir seluruh fans nya adalah wanita duapuluh keatas, entah seumuran dengannya atau malah lebih tua seperti noona atau ahjumma. Tapi terkadang ada juga dari kalangan anak-anak dan remaja—tentu nya takkan sebanyak Chanyeol atau Kris. Meski begitu, Dirinya tetap menjadi salah satu member yang memiliki fans paling banyak.
Walau tidak se-banyak leader mereka, Kris.
Saat ini Dorm sedang ramai, dari kamarnya, Sehun bisa mendengar gema teriakan nyaring Heechul dari bawah memanggil nama Baekhyun, Lay dan dirinya.
Sehun akhirnya beranjak dari ranjang dan menyambar ponsel lalu berlari kecil menghampiri Heechul. Karena jika tidak, Manager bar-bar itu pasti akan mendobrak pintu kamar nya. Itu takkan terjadi hari ini. Dia takkan membiarkan pria itu merusak pintu kamar nya seperti tahun lalu.
Saat menuruni tangga, Sehun bertemu Baekhyun yang berwajah bosan. Dia menertawai wajah hyung nya itu lalu mengajak Baekhyun untuk segera bergegas—Seperti nya mereka sedikit terlambat.
"Ish, dia sangat berisik. Mengganggu tidur ku." Sehun meringis mendengar keluhan sebal dari mulut Baekhyun, Apa dia tidak sadar jika dia sama berisiknya dengan manager mereka?
"dimana Chanyeol hyung?" tanya Sehun ketika dia tidak mendapati tubuh jakung Chanyeol diantara mereka setiba nya ia di bawah. Dia melirik Lay yang juga celingukan mencari tubuh Chanyeol dengan wajah linglung.
Heechul mengangkat bahu nya acuh, "Dia sudah berangkat pagi tadi."
Baekhyun langsung memekik, membuat Sehun dan Lay menutup telinga mereka. "Apa! Tidak mungkin. Dia itu kan tidak pernah—"
Ya, Untuk acara seperti ini Chanyeol selalu telat. Sehun tidak akan heran mendengar pekikkan Baekhyun barusan. Chanyeol memiliki mood swing yang buruk, khusus nya setiap jadwal fansign.
"Mungkin dia terlalu bersemangat mendengar Jongin akan datang." Jelas Heechul dengan senyum penuh arti.
Sehun mengernyit, "Jongin?" dia bertanya heran bersamaan dengan Lay dan Baekhyun yang juga berwajah bingung.
Heechul mengangguk, "Ya. Jongin." membuka pintu mobil dan menyuruh ketiga nya untuk segera masuk.
"Siapa Jongin?" Tanya Baekhyun pada Lay yang akan memasang headset pada telinganya. Lay mengangkat alisnya. Kedua mata pria itu berputar mencari jawaban.
"Itu.. dia eum," Sehun melirik maindancer grub nya, Lay seperti bingung menjelaskan siapa Jongin. Melihatnya Sehun mendengus geli. Apa boleh buat. Lay atau Yixing, adalah member dari China. Wajar jika pria itu masih kesulitan berbicara dalam bahasa korea. Berbeda dengan Kris. Setidaknya, apa yang tidak bisa dilakukan leader mereka itu?
Dasar perfectionist sialan,
"Dia pelayan di kafe Chanyeol hyung." Sahut Sehun, Lay tersenyum. Memang maknae yang pengertian.
Mendengar jawaban Sehun membuat Baekhyun membulat kan bibirnya mengerti lalu diam memainkan ponselnya seperti tak lagi tertarik dengan topik 'siapa Jongin?'.
Berbeda dengan mereka, ditempat lain, Di kafe milik Chanyeol, Jongin justru kewalahan membantu staff dan karyawan brand sponsor mengangkat meja dan kursi. Namun masalah nya bukan disana..
"Perlu kubantu?"
Suara berat yang didengarnya tiba-tiba membuat Jongin berjengit, Hampir menjatuhkan kardus berisi tumpukan spanduk didalamnya. "Uh?"
Chanyeol tersenyum lebar melihat reaksi lucu Jongin. Dia mengulurkan tangannya dan mengambil alih kardus itu dari dekapan Jongin. "Ditaruh dimana?"
Jongin menunjuk tempat kasir yang kini disulap oleh Staff menjadi Mini stage dengan jajaran meja dan kursi. Chanyeol mengangguk patuh dan berjalan kesana. Jongin termangu ditempat, menggaruk tengkuknya kaku—Sedari tadi dia hampir tidak melakukan apapun, Karena—terima kasih pada— Chanyeol selalu melakukan apapun yang staff pinta tolong pada nya. Entah Chanyeol yang terlalu baik atau justru dirinya yang terlihat lemah.
"Aih, Jongin?"
Mendengar nama nya dipanggil, Jongin segera berbalik. Dia terkejut melihat siapa yang memanggil nya dan langsung membungkuk. Heechul terkikik , menganggap kekikukkan Jongin sangat menghibur. Tak lama Dibelakangnya, menyusul Baekhyun, Sehun lalu Lay.
"Kenapa kau tertawa, hyung?" Baekhyun menepuk bahu Heechul, menghentikan pria itu dari kikikan geli nya. "Bukan apa-apa." Jongin mendekat setelah Heechul mengisyaratkannya untuk berdiri disamping pria itu.
"Kenal kan, dia ini Jongin." Ucap Heechul memperkenalkan Jongin pada Baekhyun. Baekhyun bergumam, "Kulit nya hitam." Mendengar Komentar Baekhyun, Heechul segera saja memukul kepala Baekhyun. Dia selalu saja berucap tanpa dipikir. Tsk, tidak biasa dipercaya padahal wajahnya sangat baby face.
"Pantas Taeyeon memutuskan mu. Ucapanmu kasar sekali." dengus Heechul tidak menghiraukan ringisan sakit Baekhyun yang kini mengelus kepalanya asal. "Ish.."
Jongin mengabaikan mereka, memilih tersenyum menyambut kedatangan Sehun dan Lay.
"Apa Chanyeol hyung sudah datang?" Jongin mengangguk, Menjawab pertanyaan Sehun dengan mata berbinar semangat. Hari ini Sehun hyung terlihat sangat tampan. Dia men-gel rambut nya, dan memakai kontak lens coklat. Kulit pucat nya benar-benar persis porselen. Wah.. Jongin berdecak dalam hati.
"Selamat pagi ,Jongin" Sapa Lay tersenyum tipis membalas senyuman Jongin yang sebelumnya.
"..Oh ya, kenapa kau disini?" Sehun bertanya heran. Lagipula dia tahu Chanyeol meliburkan semua pegawai kafe nya dan sudah memberi tahu mereka jika tempat ini dipakai satu hari penuh untuk jadwal mereka.
Jongin terkesiap saat tangan Sehun menepuk bahu nya. Jongin mengerjap, tidak mampu berlama-lama menatap wajah Sehun. Dia menunduk lalu melirik Heechul.
"Ah, Kau disuruh orang itu?" Sehun menunjuk manager mereka dengan dagu nya. Jongin mengangguk pelan, dia tidak mau memberi tahu alasan dia datang kesini hanya untuk melihat Sehun. Itu memalukan. Lagipula Sehun belum mengingat nya—malah sepertinya dia sudah lupa.
Ahh.. Sayang sekali. Jongin menghela nafas akan pikirannya.
Salah seorang staff mendekat pada mereka dan mengisyaratkan Sehun, Lay, Baekhyun untuk segera bersiap-siap. Ketiga nya mengangguk dan mengikuti arah yang ditunjuk staff tersebut sebagai belakang panggung.
"Jongin." Lelaki manis itu terkesiap oleh suara lantang di samping telingnya. Heechul tersenyum lebar, sebagai ucapan meminta maaf karena mengejutkan tiba-tiba. Tapi tak lama kemudian Pria yang diketahui Jongin memiliki marga yang sama dengannya itu menariknya memasuki ruangan yang sama dengan member EXO.
Jongin mundur mendekat pada daun pintu tepat setelah mereka masuk dan Pintu ditutup Heechul. Kedua mata bundar itu langsung mencari keberadaan Sehun. Beruntung ia menemukan pria itu berada di atas sofa panjang, dan Jongin dapat menebaknya jika Sehun tengah mencoba tertidur disana.
Heechul menarik-narik tangan Jongin, menyadarkan pemuda itu dari lamunan. "Kau cukup disini mengawasi keadaan. Jangan sampai ada orang selain staff yang masuk. Karena diluar, mungkin sudah mulai dipadati penggemar mereka. Jika mereka lapar, ambil saja makanan di dapur cafe. mengerti?"
Jongin mengangguk patuh. Apakah tugas nya hanya itu? lalu kenapa Heechul menyuruh nya datang, Jika hal seperti itu bisa dilakukannya sendiri. Tapi Ah, Sudahlah..
Setelah berucap, Jongin didudukkan Heechul pada sofa single didekat pintu. Pria itu tersenyum mencurigakan dan melambai pamit untuk pergi sebentar. Melihatnya Jongin akhir nya tahu jika Heechul menyuruh nya datang 'membantu' pria itu untuk lepas dari tanggung jawab.
Jongin mendesah lesu, dia pikir pria itu akan menyuruh nya apa. ternyata hanya ini.. tahu seperti ini ia takkan datang.
Jongin mengedarkan pandangan. Di sudut ruangan, Chanyeol melupakannya dan terlihat fokus memainkan gitar. Lalu di sebelah cermin, Jongin sedikit terkejut mendapati Yixing atau Lay bersandar disana menatapnya lurus dengan senyum lembut.
"Maafkan manager kami. Dia sering mencuri waktu untuk meninggalkan pekerjaannya." Ucap Lay mengusap tengkuk bagian belakangnya. Dia merasa tidak enak pada Jongin—Remaja lugu seperti itu harus jadi korban dari tabiat buruk Manager mereka.
"Anggap saja kau sedang tidak beruntung," canda yixing.
Jongin mengangguk, tersenyum kecil membalas ucapan Yixing seolah memberi tahu untuk tidak terlalu khawatir. Dia baik-baik saja. Lagipula, Jongin ingin membantu sedikit—sekaligus melihat hyung Sehun..
"Apa kau tidak punya mulut? Jawablah saat orang bertanya, daritadi kulihat kau diam saja diajak bicara. Itu tidak sopan." Omel seseorang membuat Jongin terkesiap.
"Baek!"
Jongin menunduk mendengar Yixing menyentak pria pendek bernama Baekhyun yang sedang duduk bermain ponsel nya acuh.
"Apa sih ge?!" Baekhyun berdecak, "Dia kan lebih muda dari kita tapi lagak nya diam saja diajak bicara. Dasar tidak tau sopan santun."
Jongin diam-diam merengut. Maaf saja ya, jika dia tidak sopan karena tidak menjawab. Tapi kalau dia mampu dia bisa berteriak pada pria jahat itu sekarang. Batin Jongin merasa tersinggung oleh ucapan Baekhyun tadi.
"Hei-Hei, Kalian jangan ribut."
Sehun menyahut kesal, Dia tidak bisa memejamkan matanya barang sebentar mendengar suara nyaring Baekhyun dan Yixing. Dia beranjak , lekas duduk lalu mengusap kedua matanya. "Ada apa, hyung?" Tanya Sehun bingung saat tanpa sengaja melihat Yixing menatap tajam Baekhyun.
Baek hyun mendengus, menunduk memilih menghindar dengan bermain ponsel.
"Ucapanmu tadi kasar sekali Baekhyun." Timpal pria tinggi, Chanyeol, bergabung dengan yixing memarahi Baekhyun.
Jongin mengangguk menyetujui pembelaan atasannya—Chanyeol , memicing menatap Baekhyun.
Sehun melihat Ekspresi Jongin justru terkekeh geli. "Baek hyung, sepertinya Kau membuat Jongin kesal."
Baekhyun menoleh pada Jongin, Balas memicing. "Seharus nya aku yang kesal."
Jongin membuang muka membuat Baekhyun menggeram gemas. Bocah ini.. Batin pria pendek itu dongkol.
Sehun, menggeleng pelan. Sedangkan Chanyeol dan yixing termangu. Mereka tidak menyangka akan melihat ekspresi semacam itu dari Jongin. Mereka juga tidak mengira Jongin bisa juga merasa marah seperti ini. Tapi..Lucu juga.
Ketiga nya tersenyum geli, melihat Baekhyun dan Jongin yang saling membuang muka sebal.
Jam 11.05, Jongin berlari kecil ke dapur—mengambil beberapa nasi kotak yang disediakan staff untuk para member. Tangannya penuh akan tumpukkan kotak putih berisi nasi saat memasuki ruangan tempat keempat member EXO kini beristirahat makan siang.
Fansign berlangsung lancar, diluar staff juga menyiapkan makan siang untuk penggemar yang datang. Acara makan-makan ini, Kata Sehun adalah bentuk kebaikan Chanyeol hari ini. Jongin pun membagi setiap kotak nya pada keempatnya. Saat itu Baekhyun, Jongin memberi nya asal lalu berlalu secepatnya.
"Cih." Decih Baekhyun akan sikap Jongin mengundang gelak tawa Chanyeol dan Sehun. Kedua nya ber-high five senang akan pemandangan yang mereka lihat.
Jongin duduk disamping Yixing, Pria China itu menatapnya geli. Jongin tahu, Dia pasti sedang menertawakan ekspresi kesal nya saat ini. Mereka pasti terkejut melihatnya kesal pada salah satu bandmate mereka. Kemarin saat bertemu Kris, Jongin tidak merasa kesal karena pria itu hanya dingin padanya.
Sedangkan pria yang bernama Baekhyun di depannya, Bersikap ramah pun tidak. Ucapannya kasar sekali. Juga sok tahu.
"Ada apa Kau menatapku? Kau fans ku?" ketus Baekhyun yang tanpa sengaja melihat Jongin menatapnya.
Jongin menggeleng, lalu membuang muka lagi.
Siapa yang menggemari pria kasar macam dia?
Disampingnya Yixing meringis melihat pertengkaran Baekhyun dan Jongin. Beruntung Jongin adalah pribadi pendiam, Jadi pertengkaran ini hanya didominasi suara nyaring Baekhyun.
"Jongin," Sehun memanggil nama nya pelan. Segera Jongin menyahut dengan gumamam. "Malam ini, aku akan mentraktir mu makan makanan yang enak. Yah, aku belum mengembalikan uang mu itu kan?"
Walau awalnya Jongin ingin sekali menolak, entah bagaimana sekarang dia mengangguk dengan senyum antusias. Keberuntungan seperti ini tidakkan datang besok lagi, Ditraktir ya.. berarti hanya mereka berdua?
Wah S-sungguh?!
"Kau tidak mengajakku, hun?"
Sehun menjulurkan lidah nya pada Chanyeol hingga pria itu berdecih kesal. Terkadang, meskipun dia akui Sehun merupakan dongsaeng yang cukup dewasa, Bocah bertampang biadab ini kadang suka sekali bersikap sama menyebalkannya dengan Baekhyun.
"Nah, kalau begitu kemarikan ponselmu." Perintah Sehun seraya mengulurkan tangannya bossy. Jongin yang bingung hanya menurut, meraba saku nya lalu memberikan ponselnya pada Sehun.
Mata nya menatap Sehun seolah bertanya, mengerjap beberapa kali melihat jemari Sehun terlihat sibuk mengetikkan sesuatu pada layar ponsel nya.
Apa yang sedang dilakukannya?
"Ini. Ukh, entahlah. Simpan saja nomor itu dengan baik." Jongin menunduk seraya menerima kembali ponsel nya. Wah, apa yang.. kenapa Sehun mudah sekali memberikan nomor pribadi nya pada nya? Padahal bagi Sehun, Jongin hanya lah pegawai hyungnya.
"Hei-hei!" Chanyeol menyela dengan raut mengernyit, "Jangan menggoda pegawai ku. Kenapa juga kau memberi Jongin nomor mu?"
Sehun mendengus,"Siapa yang menggoda nya?" Dia beranjak dari tempat nya duduk, membawa sekotak nasi tadi keluar ruangan.
seseorang duduk tiba-tiba disaamping Jongin, saat menoleh Jongin terkejut bahwa itu adalah Baekhyun. Pria itu balas menengok dengan wajah angkuh.
"Apa?"
Jongin merengut, mengalihkan pandangannya. Kenapa ada orang se-menyebalkan ini.. jangan kan menjadi penggemarnya, Jongin tidak ingin berteman dengan orang ini.
Sesi acara sudah sepenuhnya berakhir, para staff merapikan kembali barang-barang kafe Chanyeol seperti semula. Jongin pun turut membantu mereka, tidak banyak, hanya mengangkat bangku atau menata majalah.
Jongin menghela nafas, menyentuh keningnya yang berkeringat. Seseorang mendekat padanya dengan senyum lebar tanpa rasa bersalah. Heechul menampakkan batang hidungnya tepat disaat semua mulai berbenah.
"Jangan menatapku seperti itu," Jongin tetap merengut meskipun tangan Heechul mengusak surainya. "Aku minta maaf." Jongin menghiraukan pria itu dan berlalu memasuki ruang staff.
Bukan bermaksud untuk marah. Tapi Jongin kurang menyukai orang yang tidak memiliki tanggung jawab. Padahal, semua orang sudah bekerja keras tapi Heechul malah bermain-main. Jongin tahu dia hanya orang asing, belum tahu apa-apa tentang mereka.
Remaja berkulit tan itu sibuk bergumam dalam hati, tanpa menyadari orang lain masuk dan berdiri disampingnya.
Sehun mengambil sebuah kunci kafe. Mendapati Jongin berdiri sendirian, terlihat sedang melamunkan sesuatu. Dia mendekat kemudian menepuk bahu Jongin.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Nya mengejutkan Jongin. Sehun terkekeh menyadari raut terkejut pegawai Chanyeol. "Oh! Maaf, Apa aku mengejutkanmu?"
Jongin mengangguk sekilas sebelum menunduk kebawah memperhatikan sepatu dirinya dan Sehun yang berhadapan.
"Maafkan juga Baekhyun hyung, Dia mengkritikmu seharian." Sehun meringis merasakan suasana semakin awkward diantara mereka. Sekali lagi Jongin mengangguk, menggumamkan kata 'ya' dengan suara yang amat pelan.
Sehun mengernyit, "Kau mengatakan sesuatu?" Jongin tersadar, dan segera menggeleng cepat. Bersyukur Sehun tidak mendengarnya.
"benar juga. Mungkin aku salah dengar." Gumam Sehun pada dirinya sendiri. Mana mungkin juga Jongin berbicara.
"Kalau begitu, kita pulang bersama. Setelah itu, kita pergi makan malam." Jongin memberikan senyum, serta mengangguk malu. Sehun menahan senyum melihat tingkah Jongin.
"Untuk apa bocah ini pulang bersama kita?"
Baekhyun berceletuk seketika melihat Jongin masuk setelah Sehun. Jongin merengut, dia sepertinya lupa akan seseorang bermulut menyebalkan ini. Haah, sudahlah.
Lay menyikut perut Baekhyun, menyuruh nya agar memelankan suara nya. Dia benar-benar merasa tidak enak pada Jongin akan bandmate mereka satu ini. Pria berdimple manis itu menyungging kan senyum kaku, mengisyaratkan permintaan maaf untuk sikap Baekhyun barusan.
Orang terakhir yang masuk ke mobil adalah manager mereka, Heechul menoleh kebelakang dengan cengiran lebar. Cengiran pria itu bertambah lebar begitu melihat Jongin duduk di samping Sehun.
"Wow, Jongin. Kudengar kau akan berkencan dengan maknae kami." Goda Heechul mengundang tatapan aneh Sehun.
Jongin mengalihkan pandangannya kesamping, melihat keluar kaca mobil. Dia takkan termakan godaan Heechul lagi. Meskipun dia yakin kedua telinga nya memerah sekarang.
"Hyung. Aku hanya membayar hutang ku."
Heechul menyalakan mesin mobil, tersenyum jahil pada Sehun lewat kaca spion. "ya-ya, Dasar anak muda."
.
.
Sehun membawa Jongin pada salah satu restoran keluarga yang khusus menghidangkan makanan rumahan. Restoran tua yang berdiri bertahun-tahun lalu ini adalah restoran kesukaan ibu nya. Dan lagi, disini dia tidak takut akan kemungkinan bertemu fans, karena tak ada yang mengenalnya disini.
Jongin dibelakang Sehun berjalan mengikuti punggung pria itu menuju meja yang terletak di sudut. Mereka duduk bersila di lantai tatami ala jepang.
Sehun diam-diam tersenyum geli melihat raut linglung Jongin. Namun sebelum diketahui Jongin, Sehun berhenti lalu mengangkat tangan memanggil wanita paruh baya yang tersenyum lebar pada mereka berdua.
"Aih, anakku Sehunnie. Kau datang lagi." Ucap wanita itu seraya menepuk pundak Sehun pelan, "Kau juga membawa seorang teman yang manis. Aah, siapa dia?"
Sehun terkekeh geli, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ah, bibi. Dia Jongin. Jongin, ini bibi Hwan. Pemilik restoran ini." Jongin dengan mata bulatnya mengangguk, berdiri sejenak guna memberi salam formal.
"Sudah-sudah, kalian ingin pesan apa?"
Jongin melempar tatapan bingung pada Sehun, Karena dia tidak tau apa saja menu yang dijual. Sehun tersenyum miring, Mengangguk samar. "Seperti biasa saja bibi. "
Wanita paruh baya itu tertawa senang, "Baiklah, dasar kalian. Tunggu sebentar."
setelah bibi Hwan pergi, Sehun menumpu dagu runcingnya pada sebelah tangan, menatap lurus manik Jongin yang rupanya tidak sadar sedang dipandangi oleh Sehun.
Sehun mengerjap merasa ingat akan sesuatu..
"Jongin?" panggil Sehun tiba-tiba membuat Jongin langsung menatap Sehun bingung. "Hm?"
"Kenapa aku merasa pernah melihatmu ya?" ragu Sehun memerhatikan lebih seksama wajah Jongin.
Jongin meneguk ludah, "uh.." sayang sekali seberapa besar keinginannya untuk mengeluarkan ucapannya, dia tidak bisa. Remaja tan itu mengerucutkan bibirnya kecewa, dan menunduk menghindari tatapan Sehun.
Kening Sehun berkerut, lelah mencari jawaban untuk pertanyaannya sendiri. Dia membuang nafasnya gusar. "Mungkin hanya perasaanku saja—Oh bibi, kenapa banyak sekali?"
Belum sempat Sehun menyelesaikan ucapannya, bibi Hwan telah datang memberi dua porsi besar jjangmyun putih. "Maafkan aku, Sehunnie. Porsi biasa sudah habis sejam yang lalu. Kau terlambat sayang. Nah, makan yang banyak ya.."
Sehun mengangguk disertai tawa halus. Dia beralih menatap Jongin, sontak pria pucat itu terkekeh oleh ekspresi langka Jongin. Dia bisa melihat bibir Jongin terbuka dengan mata yang membulat menatap makanan mereka.
"Kau kenapa? Tidak sanggup menghabiskannya?"
Jongin segera menutup rapat bibirnya. Matanya berkeliaran merasa malu akan tingkahnya barusan. Astaga.. Kau memalukan, batin Jongin kesal.
Sehun hanya tertawa, mengulurkan sumpit dan sendok pada Jongin. "Ini, habiskan ya?" Jongin mengangguk kaku. Tapi bibirnya mengulas senyum tipis.
Oh tuhan. Hari ini ia sangatlah beruntung.
TBC
