Saat mereka keluar dari kedai, Jongin menyadari jika hari sudah larut malam. Lokasi rumah nya juga cukup jauh dari sini, Tidak mungkin Sehun mengemudikannya pulang berjam-jam. Apalagi saat mendengar Heechul mengingatkan Sehun memiliki jadwal pemotretan besok pagi-pagi sekali sebelum mereka berangkat.
Sehun mengecek ponselnya, mendapat notifikasi pesan dari Kris yang menyuruhnya untuk segera kembali dan beristirahat. Dia juga sadar malam semakin larut, dan melihat raut Jongin— Sehun tau Jongin sedang mengkhawatirkan sesuatu.
"Jangan khawatir. Maaf membawamu terlalu jauh. Bagaimana jika kau hubungi orangtua mu, Kau bisa menginap di dorm. Karena itu paling dekat" Ujar Sehun disertai senyum tipis.
Jongin tergelak, Kenapa Sehun semudah itu menawarkan nya untuk menginap?
Sehun menggeleng menatap keterdiaman Jongin. "Aku berjanji Kris atau Baek hyung tidak akan memarahimu. Jika itu yang kau takutkan." tambah nya lagi. Namun Jongin masih terdiam menatapnya dengan kerjapan yang—Menurut Sehun, manis.
Sehun terkekeh pelan. "Aku anggap itu iya."
Jongin segera berjalan mengikuti Sehun memasuki mobil. Kedua telinganya mungkin memerah, Satu hari ini dia tidak bisa terlalu bahagia menghabiskan banyak waktu dengan teman saat dia kecil dulu.
Ah, benar..
Teman.
Dia harus melakukan sesuatu untuk membuat Sehun mengingat nya. Bukan?
—————
"Aku pulang."
Sehun melempar sepatunya asal, Diikuti seorang remaja berkulit tan yang dengan malu-malu berjalan dibelakangnya.
Chanyeol berteriak memanggil Kris bahwa Sehun sudah pulang, Dia ingin Sehun dimarahi karena maknae laknat itu tidak mengajaknya makan malam bersama Jongin.
Kris melipat kedua tangannya tidak suka, "Jam berapa sekarang, bocah?"
Sehun melirik jam dinding di belakang Kris, Dia meneguk ludah perlahan. "11."
"Maksudmu sebelas lebih enam puluh menit, Sehun." Sahut seseorang bermata bulat, yang terbaring di sofa tengah membaca buku tebal novel sejarah.
Sehun mendesis, mengumpat pelan pada Kyungsoo.
Jongin yang masih bersembunyi di balik tubuh Sehun merasa bersalah. Dia tidak berani mengintip wajah menyeramkan Kris—Teman atasannya, Chanyeol.
"Lho, Jongin?" Yixing menutup pintu, dan masuk kedalam— menemukan seluruh member kecuali Baekhyun masih belum tertidur, serta sosok familiar yang sedang membelakanginya.
Jongin menoleh terkejut, namun tidak melakukan apapun selain mengalihkan pandangannya ke lantai. Dia merasa terintimidasi oleh lima pasang mata yang kini menatapnya.
Mendengar nama pegawai nya disebut, Chanyeol dengan tergopoh melepas apron dan berlari menuju arah sumber suara. Dia tersenyum lebar menemukan Jongin berdiri diantara Yixing dan Sehun.
"Hai, Jongin." sapa nya membuahkan tatapan terkejut Jongin. Lalu kembali ke dapur— mungkin membuat sesuatu untuk 'tamu' mereka.
Kris menurunkan kedua lengannya yang tadi bersilang, Dia menatap Sehun meminta satu-dua penjelasan lalu Yixing yang juga entah dari mana.
"Aku dari perusahaan. Berlatih." jawab Yixing santai, melempar senyum pada Jongin lalu pamit untuk segera tidur. Dia tidak bertanya kenapa Jongin ada di sini. Tapi Sehun yang membawa nya kemari, Jadi hanya satu kesimpulan logis yang diambilnya.
Mungkin mereka makan terlalu jauh, sadar jika sudah larut, Sehun menawarkan Jongin untuk menginap dan yeah..
Yixing menepuk pundak Jongin sebelum benar-benar melangkah menaiki tangga.
Manik Kris berpindah pada Sehun yang kini menggaruk tengkuk nya. "So?"
"Well. Kami makan malam. Dan sudah larut. Selesai." jelas Sehun singkat. Namun tanpa menjelaskan detail Sehun yakin Kris mengerti.
Kris menghela nafas, "Fine."
Sehun menarik seringai diam-diam, melihat sang Leader berbalik menghilang di balik koridor. Dia mengalihkan pandangannya pada Jongin disampingnya.
"Kita tidak punya kamar cadangan." Sahut Kyungsoo tiba-tiba mengejutkan baik Sehun maupun Jongin. Kedua nya menoleh bersamaan, menatap pria pendek duduk tegap menatap mereka lewat tampang tanpa ekspresi nya.
"Kau tidak mungkin tidur di ruangan Sehun. Dia akan menendangmu di pagi buta." jelasnya tanpa memperdulikan raut protes Sehun.
Sehun memutar bola matanya, Dia tahu yang sekarang ini berbicara adalah aktor Do. Apa-apaan dia mengarang kebiasaan buruk Sehun. Itu adalah kebiasaan Baekhyun!
"Chanyeol banyak menceritakanmu." ucap Kyungsoo seolah tau arti tatapan bingung Jongin. Jongin mengangguk lega.
"Aku berbohong, kau bisa tidur dimananpun." Kyungsoo menaruh novel tebalnya di rak buku. Dia beranjak menaiki tangga, namun terhenti di anak tangga ketiga.
Jongin mengerjap menyadari pria pendek itu kini tersenyum— Wajahnya masih datar, tapi.. Yah, ada senyum disana. Tapi em, tipis dan samar. "Dan, Nama ku Kyungsoo. Selamat malam."
Jongin mengangguk. Kedua mata nya mengikuti punggung tegap Kyungsoo sampai menghila dibalik pintu kayu—mungkin kamar nya.
Melihat Kyungsoo, jujur saja Sehun hampir tersedak oleh tawa nya yang ia sembunyikan dari tadi. Dia menoleh membalas tatapan bingung Jongin dengan kekehan.
"Dia memang aneh. Kau boleh abaikan dia." ucap Sehun dengan senyum lebar.
Sehun membuka pintu kamarnya, menemukan Chanyeol berdiri memegang segelas susu coklat. "Untukku?" tanya nya terkejut. Jarang-jarang si telinga yoda mau membuatkan susu untuknya.
Chanyeol mendengus, mendorong bahu Sehun untuk minggir dan membiarkannya masuk. Dia melihat Jongin duduk di sofa lebar di dekat beranda. Chanyeol segera menoleh pada Sehun tajam.
"Dia tidak mau tidur di ranjang, okay?" sergah Sehun membela dirinya menerima tatapan menuduh Chanyeol. Dia tidak mungkin tega membiarkan Jongin tidur di sofa itu— meskipun sofa itu sendiri hampir setengah dari kasur miliknya.
Chanyeol mengabaikan Sehun dan berjalan menuju Jongin. Dia segera menyodorkan gelas susu coklat ditangannya pada Jongin.
Jongin mendongak, "Uh, Teri-ma ka-sih." ucap nya terbata serta terlampau pelan untuk Chanyeol bisa dengar. Namun Chanyeol yakin Jongin mengucapkan sesuatu.
Sehun menghampiri mereka, menyenggol Chanyeol yang entah kenapa terlihat terkejut.
"Oh, Kau bukan tunawicara. Maafkan aku." sesal Chanyeol pelan membuat Sehun semakin bingung. Apalagi Jongin yang menunduk dengan raut seolah tengah merasa malu.
"Apa maksudmu?"
Chanyeol menghela nafas, "Kurasa kau juga harus meminta maaf. Jongin bukan tunawicara. Kita salah paham."
Kedua mata Sehun membulat. "Apa?"
Jongin menggigit bibir nya melihat reaksi Sehun. "Lalu, kenapa kau tidak berbi— ah lupakan saja. Aku tidak berhak bertanya." Sehun membuang nafasnya. Lalu memberi Jongin senyum tipis yang membuat lelaki berkulit tan itu merona.
"Selamat malam Jongin. Maafkan aku juga."
Jongin mengangguk menyahuti kedua pria tinggi didepannya. Chanyeol memutuskan untuk tidur di kamar Sehun— Sehun sempat mendorongnya pergi, tapi pada akhirnya menyerah dan membiarkan sahabatnya merangkak tidur di sampingnya.
Sekilas Sehun melirik Jongin, berarti saat mereka di gudang— Jongin benar-benar mengucapkan sesuatu. Ah, lalu kenapa dia tidak berbicara? Tapi sudahlah, siapa Sehun untuk bertanya. Jongin punya alasannya sendiri. Dia yakin jika Jongin mau, suatu saat Jongin sendiri yang akan mengatakan alasannya.
Sehun terbangun oleh kaki Chanyeol yang menindih separuh tubuhnya. Ia menggeram kesal mendorong Chanyeol untuk segera menjauh.
Chanyeol mengerang ketika punggungnya nyeri menyentuh lantai, dia memicing pada Sehun yang kini tengah menguap. Berani sekali bocah ini menendangnya..
Sehun mengangkat kedua alisnya setelah dirinya tidak mendapati Jongin di manapun sudut kamar nya.
"Dimana Jongin?" Sehun menggeleng menjawab keheranan Chanyeol.
Jongin merenggangkan tubuh nya, ia terduduk melihat apa yang ada disekitar nya.
Oh, benar sekali. Semalam dia menginap di sini.
Kedua mata bulat Jongin menatap sepasang lelaki tinggi tak jauh darinya. Mereka masih terlelap, terlihat jelas gurat lelah. Melihat layar ponsel nya yang menyala, Jongin tidak membuang waktu untuk membalas pesan Jongdae agar kakaknya itu berhenti mengkhawatirkannya. Jongin baik-baik saja.
Sepertinya Jongin bangun terlalu awal, Sekarang masih jam lima pagi. Dia tidak tahu harus melakukan apa karena dia tidak sedang berada di rumah nya—melainkan rumah oranglain, seorang selebritis.
Kedua pipi Jongin terasa panas mengingat apa yang terjadi semalam. Satu, karena dia makan malam berdua dengan Sehun. Dua, Karena semalam dia akhirnya mengucapkan sesuatu pada Sehun—Chanyeol. Tiga, Karena dia sedang ada di kamar Sehun—Seseorang yang sudah dikaguminya sejak kecil juga seorang idol kesukaannya.
Lama melamun, Jongin tanpa sengaja menyenggol sebuah robot mungil di sampingnya. 'Oh.. Oh?! Bagaimana ini!' batinnya panik, takut jika dia telah merusak sesuatu milik Sehun.
Dengan cepat Jongin mengambil robot itu dari lantai, mengusap-usap nya jika ada baret—beruntungnya tidak ada satupun disana. Jongin mendesah lega mengetahui dirinya tidak merusak apapun.
Um, Tunggu dulu..
Jongin mengangkat robot ditangannya, secara cermat mengamati dimana ia pernah melihat robot ini.
Kedua mata Jongin membulat ketika ia berhasil mengingatnya.
'Sehun Hyung..' Jongin menaruh robot itu di tempat nya. Menatapnya lama dengan air mata yang terkumpul di sudut maniknya.
Dia masih menyimpannya, Senyum Jongin perlahan mengembang. Dirinya merasa sangat senang.
—————
Jongin menutup pintu kamar Sehun perlahan, tidak ingin membangunkan Sehun juga Chanyeol. Diri nya berjinjit menuruni tangga dan berjalan menuju dapur— Setidaknya dia bisa memasakkan sesuatu untuk Sehun sebagai ucapan terima kasih.
Jongin tersenyum lebar memikirkan Sehun hingga langkah nya terhenti ketika menemui tatapan tajam Kyungsoo dari balik pintu lemari es. Itu pria aneh dan menyeramkan yang tadi malam. Pikir Jongin.
"Selamat pagi,"
Diluar dugaan Jongin menerima satu senyuman kecil Kyungsoo. Dengan ragu, Jongin mengangguk membalas perkataan Kyungsoo.
"Kau lapar?" Kyungsoo berbalik, menoleh pada Jongin yang tengah membulatkan matanya. "Aku akan membuatkanmu sesuatu." sambungnya pelan.
Diamnya Jongin membuat Kyungsoo menghela nafas panjang. Sayang sekali. Wajah anak ini terhitung sangat manis.
"Aku anggap itu ya."
Jongin berjengit horror ketika Kyungsoo tiba-tiba menodongnya dengan sebuah pisau.
Kyungsoo mengerjap, "Aa, maaf. Kau bisa bantu aku memotong beberapa sayuran dan aku akan menumis bawang."
Jongin mengangguk, kepala nya tertunduk malu karena telah berburuk sangka pada Kyungsoo. Dirinya ingin meminta maaf, namun tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.
Baekhyun menggeram pelan, ia terbangun oleh derak tawa di lantai bawah. Entah apa yang mereka tertawakan, karena biasanya pagi hari disini sangatlah menyenangkan—yaps, tenang.
Kedua mata sipit nya segera terbuka lebar mendengar suara Chanyeol samar-samar, apahal kenapa teman sekamar nya memanggil nama pegawai nya disini?
Termakan oleh rasa penasaran, Baekhyun keluar dengan masih mengenakan piyama dan rambut berantakan. Ia turun tangga dengan langkah terburu, menghampiri meja makan yang biasanya sepi—kini dipenuhi oleh lima orang bandmatenya. Oh..
Dan tidak tertinggal kedua maniknya menemukan tubuh Jongin duduk diantara Sehun dan Chanyeol.
"..the fck?!"
Jeritan Baekhyun mengundang tatapan seluruh orang padanya. Jongin terkejut, dan jujur saja merasa takut juga sebal secara bersamaan.
"Language, baek." Kris memotong Baekhyun sebelum pria itu sempat kembali mengeluarkan kata-kata kotot—umpatan.
Mulut Baekhyun terbuka tidak percaya, dia berjalan menghampiri Kyungsoo dan duduk disampingnya. "Apa-apaan kau ada disini?" sengitnya pada Jongin di depannya.
Jongin hanya melempar senyum canggung sedangkan Kyungsoo menggeleng melihat tingkah konyol Baekhyun.
"Aku mengajaknya menginap." Sehun mengibas tangannya, seolah menyuruh Baekhyun diam dan tidak lagi banyak bicara.
"Tapi—"
Kris menaruh gelas beling di meja dengan keras, menimbulkan bunyi nyaring mengejutkan enam orang di sekitarnya. "Shut the fck up and eat that fcking rice."
Melihat wajah kesal sang Leader, Baekhyun mengunci rapat mulut nya namun tidak menghentikan tatapan tajam yang dikirimnya pada Jongin.
Sejujurnya dia bukan tidak menyukai bocah ini, hanya saja dia selalu merasa kesal berdekatan dengan Jongin.
————
"Kau kuantar pulang. Ok?"
Jongin mengangguk, membuka pintu van dan masuk kedalamnya. Dia menemukan Heechul melambai padanya dengan senyuman lebar di belakang kemudi sedang tak lama kemudian Sehun masuk dan duduk di sampingnya.
Dia sedikit terkejut, dan secara reflek memperhatikan pakaian Sehun, dari atas hingga bawah. Wajah nya tegas, kulit susu, mata tajam, tubuh tinggi dan sedikit atletis.
Uh..
Jongin mengalihkan perhatiannya ke samping, memilih melihat rumput dan aspal bergerak seiring mobil van yang ditumpanginya mengantar dirinya ke rumah.
Jongdae berlari menuruni tangga ketika ia mendengar derum mobil dari lantai atas kamar nya. Dari jendela, dia bisa melihat adik nya itu berjalan keluar dari mobil van yang—wow, Apakah itu Sehun?! Oh—Sehun?!
"Gosh.." Jongdae mengumpat pelan, bagaimana bisa adiknya mengenal member dari boygrub tenar itu.
"Jongin?!"
Mendengar nama nya dipanggil, Jongin berbalik setelah memastikan pintu rumah telah tertutup. Nafasnya tercekat menerima pelukan erat kakaknya. Jongin memandang wajah Jongdae bingung.
Jongdae menaruh kedua telapak tangannya membingkai wajah manis Jongin, memberi remaja itu cubitan dikedua pipinya.
Jongin memekik, dia segera memukul lengan Jongdae untuk segera melepaskannya.
"Bagaimana kau mengenal Oh-Sehun, dan lagi, se-mobil dengannya?"
Ini gila, Jongdae tau. Teman-teman perempuannya di kelas akan menggila mendengar adiknya berhasil mengenal salah satu mereka. Terlebih, itu adalah Oh Sehun.
Jongin menunduk sekilas, menyembunyikan semburat merah jambu di daun telinganya. Astaga, ternyata kakaknya melihat mereka. Dia tidak bisa mengatakan jika Jongin sudah mengenalnya bahkan sebelum pria itu debut dan terkenal seperti sekarang.
"C-cafe.." ucap Jongin terbata, suara nya yang halus membuat Jongdae tidak menunggu lama untuk menarik senyuman lebar. Ia mengerti apa yang ingin Jongin katakan, meskipun hanya beberapa kata. Dia tau, Jongin sedang berusaha untuk berbicara—mengembalikan kemampuan berbicara nya.
"Aa, kau mengenal nya di cafe tempat mu bekerja, begitu??"
Jongin mengangguk. "T-teman Chanyeol hyung."
Kedua mata Jongdae seketika harus melebar, membulat mendengar perkataan adiknya. "Chanyeol?!"
Ditengah nafasnya, Jongdae kembali mengumpat tanpa suara. Adiknya terlalu beruntung.
"Jongin, tentu saja Sehun teman Chanyeol, mereka teman satu grub. Kau ingat?"
Jongin mengetik sesuatu dalam ponsel, memperlihatkan layarnya pada Jongdae. Kakaknya lagi-lagi memperlihatkan wajah terkejut saat membaca apa yang ditulisnya.
"Chanyeol boss mu?"
Jongin mengangguk, menatap aneh kakaknya yang kini berdiri mematung dengan mata yang mengerjap lucu.
"D-dae hyung?"
To be Continue..
