Author : ZaKhazaKaizzz
Cast : Byun Baekhyun berganti menjadi Kim Baekhyun
Oh Sehun
Pairing : HunBaek
Other carst : bisa ditemukan sendiri setelah membaca
Warning : GS for Baekhyun
Chapter tiga datang, itu tandanya…. Moment hunbaek juga datang ^_^ membuat hunbaek shipper menjadi senang… tapi, jangan lupa tinggalkan pesan ^_^
Za minta maaf banget buat yang sudah menunggu kelanjutan ff ini, dan za juga sangat berterima kasih buat readers semua J
.
Happy reading…
Hari ini sudah sangat sore, tapi Baekhyun masih betah untuk berada di rumah Luhan. Seperti rencana awal, Baekhyun yang gagal kencannya dan ditinggal sendiri di rumah ahjussi menyebalkan itu, lebih memilih untuk bermain di rumah Luhan. Setidaknya ia memiliki teman untuk menghabiskan waktunya yang teramat membosankan.
"ahjussi akan ke sini untuk menjemputku?"
"iya, sayang. Kau di rumah Luhan dulu ya!, aku sudah mulai berangkat menuju ke sana. Aku juga sudah menelfon paman Kang untuk tidak menjemputmu" jawab seseorang dari seberang telfon sana
"okay, hati-hati di jalan ya, ahjussi" Baekhyun menutup telfonnya dengan senyum yang sumringah.
Bagaimana tidak? Ia akan dijemput oleh kekasihnya. Ya, walaupun ini sudah biasa, tapi entah kenapa perasaannya saat ini terasa sangat senang.
"ahjussi mu itu akan menjemputmu ke sini?" tanya Luhan yang sedari tadi menguping obrolan sahabatnya dengan Sehun.
"ne, ah~ senang sekali" jeritnya, kemudian merebahkan kembali tubuhnya pada sofa dan mencari-cari channel televisi yang menayangkan hal menarik.
"kau mau ke mana?" tubuh kecil itu berbalik dan mengintip lewat punggung sofa saat melihat Luhan beranjak dari duduknya dan berjalan hendak menuju pintu.
"sedikit mencari angin segar" jawabnya singkat lalu kembali berjalan diiringi dengan senyuman aneh yang menyerupai seringaian evil rusa khasnya.
"dasar, rusa aneh" merasa tidak peduli, ia kembali mengganti-ganti channel televisi.
Beberapa menit setelah sekembalinya Luhan untuk menonton televisi bersama Baekhyun, terdengar deru mesin khas mobil memasuki perkarangan rumah Luhan. Hal itu membuat gadis yang sedari tadi memang tidak fokus sedikitpun dengan acara televisi, segera lombat dari sofa dan berlari menuju pintu depan untuk menyambut kekasihnya.
"ahjussiiiiii~~~" teriak Baekhyun senang dan langsung menghambur ke dalam pelukan pria yang baru saja keluar dari mobilnya.
"kau senang berada di sini?"
"ne, aku bermain dengan Luhan seharian ini. Tadi siang juga Kyungsoo datang untuk ikut bermain" jawabnya senang
Setelah berterima kasih kepada Luhan dan sekalian pamit pulang juga, mereka kembali menaiki mobil Sehun dan segera untuk pulang ke rumah. Sedangkan Luhan mengantarkan kepergian Baekhyun dan Sehun dengan menunggu di depan pintu rumahnya, masih dengan senyuman pernuh arti.
"kami pulang dulu ya, Luhan. Terima kasih banyak sudah mau bermain denganku seharian ini" ucap Baekhyun dari dalam mobil sambil melambaikan tangan tanda perpisahan.
"iya, hati-hati di jalan ya"
Sehun kini sudah menutup kaca mobilnya dan mulai menyalakan mesin mobilnya, tapi mobil tersebut tidak bergerak sama sekali. Dan rasa rasanya ada yang aneh saat masuk ke dalam mobilnya tadi.
"kenapa?"
"entah, aku coba cek sebentar ya. sepertinya ada masalah pada ban nya" Sehun keluar lagi dari mobil untuk mengecek keadaan ban mobil depannya.
Dan benar saja, ada sebuah paku yang menancap dengan cantiknya di ban mobil depan. Sehun hanya tersenyum pahit melihatnya.
"kenapa, ahjussi?"
"ban mobilnya bocor, ada paku yang menancap"
"bagaimana bisa? Kalau begitu, kita pinjam mobil Luhan saja ya!" usul Baekhyun.
Ia pun segera menghampiri Luhan yang masih berdiri di depan pintu rumahnya. "lu, ban mobil Sehun ahjussi bocor. Aku pinjam mobilmu ya?"
"bocor? Bagaimana mungkin?"
"ia, katanya ada paku yang menancap"
"ah iya, kemarin pintu gerbangku memang habis di perbaiki, mungkin ada sisa paku yang tertinggal. Lalu bagaimana? Kau akan pulang pakai apa?" tanya Luhan dengan wajah polosnya
"boleh kami pinjam mobilmu? Malam iniiii saja, ya?" pinta Baekhyun dengan sedikit memohon
"sebenarnya mobilku ada di bagasi…" ucap Luhan membuat mata Baekhyun berbinar "…tapi, aku lupa menaruh kuncinya di mana. Sudah satu minggu ini aku tidak memakainya" rasanya Baekhyun ingin menedang jauh-jauh gadis rusa ini ke sungai han biar tidak ada orang yang tahu.
"ah, kenapa kalian tidak naik bus saja? Itu lebih romantis, kan? Kalian bisa berpegangan tangan, menghabiskan waktu lebih lama dengan jalan berdua, melewati jalanan sepi dengan memakan permen… ah itu romantis sekali" jerit Luhan membayangkan jika itu terjadi pada dirinya dan kekasih hati
'benar juga' batin Baekhyun berbicara
"baiklah kalau seperti itu. Mau bagaimana lagi. Terima kasih ya, Luhan" Baekhyun kembali menghampiri Sehun yang masih sibuk dengan ban mobil depannya dengan keadaan sedikit lesu
Akhirnya setelah menimbang-nimbang antara lebih baik pulang dengan naik bus atau menginap di rumah Luhan, mereka memutuskan untuk tetap pulang. Lagi pula ini masih pukul 9, tidak begitu larut untuk kembali ke rumah.
Mereka berdua meninggalkan rumah Luhan dengan berjalan kaki, meninggalkan mobil Sehun yang ia titipkan pada Luhan dan juga tentunya meninggalkan Luhan yang mengepalkan tangan tanda senang dengan senyum kemenangan. "akhirnya, kau harus berterima kasih lebih padaku kim Baekhyun. Karena aku telah membuat kalian jadi kencan hari ini" serunya dan kembali masuk ke dalam rumahnya.
"aneh,,, aku merasa Luhan merencanakan ini semua" gumam Baekhyun.
Ia masih sibuk memikirkan sikap Luhan yang aneh hingga tanpa sadar tangan kanannya merasa lebih hangat, seperti ada yang menggenggamnya. Sedikit menoleh pada sang pelaku dan baerakhir dengan semburat merah yang menghiasi pipi putihnya. 'benar, ini terasa lebih romantis. Terima kasih, Luhan'
"tanganmu dingin sekali. Kita ke toko aksesoris sebentar untuk membeli sarung tangan" Sehun membawa Baekhyun untuk masuk ke dalam sebuah toko yang menjual berbagai macam pernak-pernik hiasan apapun yang berdiri di tepi jalan.
Memilih sepasang sarung tangan rajutan bergambar bunga untuk Baekhyun dan yang berwarna putih polos untuknya. Cuaca sekarang memang sangat dingin, meskipun tidak ada salju yang turun, tapi angin terus berhembus sepanjang hari membuat udara semakin dingin terasa. Setelah selesai dengan urusan sarung tangan, mereka kembali berjalan menuju halte bus.
'sayang sekali kalau harus buru-buru sampai rumah' bola mata Baekhyun menatap jalanan dengan kecewa. Ia masih ingin berlama-lama dengan Sehun ahjussi.
Karena ini bukan lagi jam para karyawan pulang kerja, bus yang mereka naiki saat ini tidak terlalu ramai. Tapi meskipun begitu, Baekhyun tetap tidak kedapatan tempat untuk duduk. Sayang sekali.
Mereka berdua terus menatapi jalanan di luar bus yang terus berlalu seperti sedang melihat sebuah film yang diputar yang hanya menampakkan keindahan suasana jalanan malam hari.
Lagi-lagi raut wajah Baekhyun terlihat sedikit murung. 'sebentar lagi akan sampai' Baekhyun sudah bersiap-siap unatuk beranjak dari ia berdiri. Ia sudah memegang tangan Sehun untuk mengajaknya berjalan menuju pintu bus untuk turun di halte pemberhentian berikutnya.
Tapi itu tidak terjadi pada pria yang tengah ia pegang tangannya, Sehun justru menahan Baekhyun untuk tidak ke mana pun dan tetap di tempat, membuatnya mengerenyitkan dahi tanda bahwa ia bingung dan tidak mengerti dengan Sehun. Maksudnya, busnya akan segera sampai, oh tidak, haltenya baru saja terlewati dan Sehun tidak ingin turun? Lalu, ia akan menurunkan mereka berdua di halte yang mana?
"ayo, sebentar lagi akan sampai di halte selanjutnya" ucapnya lalu menarik lembut tangan Baekhyun untuk mengikutinya. Lagi-lagi Sehun membuat gadis manis tersebut tidak mengerti, ia akan di bawa kemana? Hingga kini keduanya sudah berada di trotoar jalan.
"aku fikir ini masih belum terlalu malam untuk berjalan-jalan sebentar, benar kan?" Sehun yang tadi melihat tatapan kekasihnya terlihat kosong, kini berubah menjadi lebih berwarna karena terhias senyum, meski sedikit.
"kau pasti lelah, kenapa mengajakku jalan-jalan? Bukankah sebaiknya pulang saja? Dengan begitu kau bisa berisitrahat lebih lama di rumah" tidak dipungkiri, meskipun Baekhyun begitu ingin jalan-jalan, tapi ia juga masih memikirkan kesehatan ahjussinya.
"aku hanya duduk berdiskusi dengan klien sepanjang hari, mana mungkin lelah hanya untuk sekedar jalan-jalan denganmu. Lagi pula,,,," Sehun mendekat pada Baekhyun dan melingkarkan tangannya pada pinggang sang kekasih.
"anggap saja ini sebagai ganti kencan tadi siang, aku minta maaf karena menggagalkannya lagi" bisik Sehun
Baekhyun tersenyum dibuatnya, pipinya sudah bersemu merah "baiklah. Kalau sampai rumah nanti ahjussi mengeluh kelelahan, jangan salahkan aku. Ahjussi yang memaksa untuk jalan-jalan" Baekhyun masih berusaha untuk munafik dari perasaan senangnya.
"okay, okay. Aku tidak akan menyalahkanmu kalau nanti kelelahan" tawanya
"cha! Sekarang ayo kita jalan-jalan. Sepertinya Hangang Park masih ramai, bagaimana kalau kita ke sana?" Baekhyun mengangguk sebagai jawaban.
Di malam yang sedingin ini ternyata masih banyak muda-mudi yang melewatinya bersama. Taman han sebagai pilihan utama orang-orang untuk menghabiskan malam mereka bersama orang terkasih.
Kesegaran tanaman yang tumbuh dan juga permainan kerlipan cahaya dari jembatan yang melintang di sungai han menambah kesan indah untuk dipandang mata.
"whoaaaaa… indah sekali~~ aku belum pernah ke sini saat malam. Ini benar-benar indah" jerit seorang gadis yang awalnya jual mahal untuk di ajak jalan-jalan oleh kekasihnya -Sehun.
"ahjussi lihat itu? Wah, ketika malam, aku tidak menyangka akan dihiasi dengan lampu-lampu seperti itu…"
"…ini benar-benar indah…"
"…airnya juga terlihat seperti hiasan yang cantik" mungkin seperti itulah yang Baekhyun terus ucapkan saat tiba di sungai han.
Sehun hanya menggelengkan kepala, ia jadi seperti orang tua yang membawa pergi jalan-jalan anak kecil berusia 5 tahun. Beruntung Baekhyun tidak memakai seragam sekolah dasar.
"kau senang?" tanya Sehun
"um" Baekhyun mengangguk pasti, membuat Sehun mengacak-acak sayang rambut hitamnya itu.
Selesai dengan acara jalan-jalannya itu, mereka memutuskan untuk segera pulang. Membeli lollipop sesuai dengan keinginan Baekhyunnya lalu menaiki bus yang sepi karena melihat waktu yang sudah sangat larut.
"kita ke mini market dulu ya!, peralatan mandiku hampir habis" ucap Sehun saat mereka melewati sebuah mini market menuju perjalanan rumahnya.
"okay"
Saat sedang senang-senangnya memainkan lidah lembut itu pada sebuah lollipop manis yang cukup besar, ia menangkap sosok anak kecil yang sedang duduk bersama sebuah boneka panda yang besarnya hampir sama dengan tubuh kecilnya.
"ahjussi, aku tunggu di luar saja, ya?" ucap Baekhyun tiba-tiba
"baiklah. Jangan ke mana-mana! Atau kalau tidak, kau tunggu di mobil saja"
"ne, aku titip ice cream yang banyak" Sehun menanggapinya dengan sedikit tertawa dan berlalu masuk ke dalam mini market.
Baekhyun merasa ada yang aneh saat melihat anak kecil tersebut. Kenapa ia bisa sampai sendirian begitu malam-malam seperti ini? Batinnya.
"hay" sapa Baekhyun yang sudah berjongkok untuk melihat lebih jelas raut wajah anak kecil yang sedari tadi menunduk itu.
"kau siapa? Kenapa malam-malam ini berada di sini sendirian? Ibu mu ke mana?" anak itu hampir ketakutan saat mendapati berbagai macam pertanyaan dari Baekhyun.
"Tao teltinggal di sini. Tadi Tao pipis, tapi mama sama papa pelgi. Mobil juga pelgi" mungkin niat anak itu ingin mengadukan pada Baekhyun bahwa ia tertinggal karena buang air kecil, itulah yang tertangkap oleh otak kerja Baekhyun.
"kasihan sekali. Oh ya, namaku Baekhyun. Tapi mama Tao tidak jahat, kan?"
"tidak. Mama sangat sayang Tao. Mama, papa, Tao mau pelgi jalan-jalan ke lumah kakek sama nenek"
'Benar juga. Mana mungkin ada orang tua setega itu membuang anak semanis Tao. Kasihan sekali, pasti orang tuanya sangat kehilangan' batin Baekhyun
"kalau begitu, Tao ikut noona saja yuk! Nanti kita cari mama dan papa Tao bersama-sama"
"benalkah?" anak kecil itu berdiri senang karena mendapatkan seseorang yang mau membantunya untuk mencari kedua orang tuanya.
"iya"
Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk menunggu Sehun di dalam mobil saja. Tao sedari tadi menceritakan apapun yang pernah ia alami. Ia bercerita mengenai anak kucingnya yang sangat pandai, sampai ia juga menceritakan seluruh boneka koleksinya di rumahnya. Meskipun ocehannya tidak jelas, tapi Baekhyun bisa mengerti apa yang dimaksud oleh anak yang baru ia temui beberapa menit yang lalu.
"Tao sangat suka panda ya?" tanya Baekhyun seraya mengusap lembut rambut hitam pendek milik bocah tersebut.
"um. Panda itu imut, manis tapi tampan. Panda juga lucu"
Ditengah perbincangan asik mereka mengenai kesukaan masing-masing, seseorang membuka pintu sebelah kiri yang mereka duduki.
"kenapa tiba-tiba meminta susu balita?" tanya Sehun bersamaan dengan dirinya yang memasuki mobil tersebut.
"eomeo.. chagi-ya, itu anak siapa?" Sehun terkejut mendapati ada seorang anak kecil yang duduk di pangkuan Baekhyun dengan memeluk boneka panda. Mata kedua pria tersebut saling bertemu.
"tadi aku menemukannya di depan mini market. Kasihan, dia sendirian. Dia tertinggal saat ibu dan ayahnya kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah kakek dan nenek anak ini" Baekhyun menjelaskannya pada Sehun, sementara Tao hanya menggut-manggut lucu meng'iya'kan apa yang Baekhyun katakan.
"lalu?"
"besok kita coba lapor ke polisi ya, ahjussi. Agar polisi bisa menemukan keberadaan kedua orang tuanya. Tapi untuk malam ini, dia menginap di rumah kita dulu. Ya? ya? ya?" Sehun mengangguk sebagai tanda ia setuju dengan usul kekasihnya ini. Lagi pula, sepertinya Baekhyun menyukai anak manis ini.
Tidak sadarkah Baekhyun, mungkin maskudnya adalah rumah Sehun, bukan 'rumah kita' sepreti yang dia maksud. Atau mungkin memang naluri Baekhyun sebagai seorang wanita yang sekaligus seorang kekasih yang sudah menganggap bahwa itu adalah rumah bersamanya dengan ahjussinya.
"hey baby, ayo kenalkan dirimu pada ahjussi itu!" bisik Baekhyun pda telinga Tao membuatnya mengangguk lucu
"aku Tao, umulku 4" ia menunjukkan keempat jari kirinya. "Tao sangat suka panda" ucap Tao yang terlihat imut dimata Sehun.
"nama ahjussi, Sehun. Ayo kita pulang"
"ne, kajja!" tangannya mengepal ke atas seperti seorang superman yang hendak terbang.
.
Hari ini Baekhyun menceritakan semuanya pada Luhan dan Kyungsoo. Ia menceritakan dengan hebohnya tentang anak kecil yang baru ia temui semalam setelah kencan singkat bersama Sehun.
"benarkah? Benarkah? Benarkah? Ah~ Baekhyunnie~ aku ingin melihatnya. Nanti kita pulang bersama ya? aku ingin ke rumahmu" ujar Kyungsoo menanggapi semua celotehan Baekhyun tentang Tao.
"tidak bisa kyungie~. Hari ini aku dan ahjussi ingin melaporkan kehilangannya pada polisi agar mencari orang tuanya. Ke rumahku nya besok saja, ya?" tawar gadis tersebut.
Sepanjang seharian ini Sehun mendapati sosok lain selain dirinya di ruangan pribadinya ini. Meskipun mereka baru kenal, tapi sepertinya sikap lucu dari Tao mampu membuat Sehun perlahan mulai menyayangi bocah kecil ini.
"Tao mau susu. Tao mau tidul" anak kecil itu bangun dari tidurannya di atas sofa. Ya, dari tadi memang Tao hanya berguling-guling di atas sofa yang besar bersama dengan boneka pandanya.
"sebentar ya, ahjussi buatkan dulu" pria tersebut dengan perhatiannya meladeni permintaan bocah tersebut, mengambil sebuah kotak susu bayi dari dalam tas kecil yang di bawa oleh Tao dan pergi ke dapur pribadi di dalam ruangan tersebut untuk membuatkan susu yang Tao minta.
Tao menunggu ahjussi barunya dengan bermain-main lagi dengan boneka panda, mengajaknya bicara dan memainkan sesuatu.
"Tao" yang dipanggil menoleh ke arah sumber suara.
Ia mendapati Baekhyun yang berdiri di depan pintu dengan senyum khasnya. Melihat itu, Tao segera loncat dari sofa dan berlari menghampiri Baekhyun yang sudah merentangkan tangannya.
"noona~~" dengan cepat ia berlari menuju Baekhyun. "noona, bogosipda" ucap Tao yang sudah berada di dalam gendongan Baekhyun.
"noona juga rindu Tao. ahjussi ke mana?"
"di dapul. Lagi bikin susu buat Tao" tangannya menunjuk ke arah di mana Sehun berada.
Tidak lama setelahnya, orang yang mereka sedang bicarakan muncul dengan membawa sebuah botol susu bayi dengan susu rasa cokelat. Untung bukan strawberry, bisa bisa di minum sama Baekhyun -_-"
"kau sudah datang?" sapa Sehun dengan sebuah pertanyaan. Tangannya menyerahkan botol susu yang ia bawa pada tangan mungil Tao yang sudah turun dari gendongan Baekhyun.
"ne, Tao baik-baik saja kan selama di sini?"
"iya, sayang. Aku menjaganya dengan sangat baik. Lagi pula Tao juga anak yang pintar, ia selalu bermain dengan boneka pandanya" jawab Sehun dengan sedikit tertawa membayangkan Tao yang sedari tadi sibuk mengoceh dengan boneka kesayangannya itu.
Saat keduanya tengah sibuk berbincang dengan jarak berhadapan yang cukup dekat dan menyingkirkan keberadaan Tao, tiba-tiba anak kecil yang tingginya di bawah rata-rata tinggi Baekhyun menarik-narik kecil celana Sehun.
"lasanya aneh" tangan mungilnya kembali menyodorkan botol susu tersebut pada Sehun sambil mendongak.
Baekhyun tertawa geli melihat adegan kedua laki-laki ini. Ingin rasanya ia mencubit pipi keduanya karena menampilakn ekspresi yang kontras. Sehun dengan wajah malunya dan Tao dengan wajah polosnya.
"ahahaha… sini biar noona saja yang buat"
Setelah mengambil botol susu dari Tao, ia segera menaruh tas sekolahnya di sofa dan berjalan menuju dapur untuk membuatkan susu lagi. Karena memang saat Baekhyun mencicipi susu buatan Sehun, rasanya hambar, tidak ada rasa manis sama sekali.
Gadis tersebut masih saja sibuk dengan susu bubuk, air panas dan botol susu. Tangan-tangannya dengan cekatan melakukannya. Sedikit senandung kecil tanpa lirik keluar dari bibir tipisnya.
"kau lihat? Eomma mu memang sangat pandai, bukan?" bisik seseorang yang tak jauh keberadaannya dari Baekhyun
Anak yang ia ajak bicara hanya mengeluarkan ekspresi bingungnya dalam gendongan pria tersebut. "eomma?" gumamnya
"ne, itu eomma" tangan Sehun menunjuk Baekhyun yang hanya terlihat punggungnya saja
"dan ini, appa" kali ini tangannya beralih menunjuk dadanya sendiri.
"eomma. Appa" Tao mengulangi gerakan Sehun.
Ia mengerti. Maksudnya eomma adalah Baekhyun dan appa adalah Sehun. Bibirnya mengulas senyum yang menampilkan deretan gigi putihnya yang kecil.
"nah, susumu sudah jadi. Dan ini rasanya pasti enak" teriak Baekhyun yang sudah selesai membuat susu.
Ia berjalan menghampiri Sehun yang masih berdiri tak jauh dari pintu masuk dan menyerahkannya pada Tao yang masih senang berada dalam gendongan Sehun.
"kau mengejekku?"
"aniya… sebenarnya sedikit mengejek juga. Hahahaha" Baekhyun tertawa senang mendapati ekspresi lucu dari ahjussi tua itu.
"ummm… masissda. Gomawo eomma ^_^" dan dengan wajah tanpa dosa, Tao mengucapkannya.
Kali ini Sehun yang tersenyum senang. Baekhyun seketika membeku dan menghentikan gelak tawanya saat mendengar Tao memanggilnya eomma.
"eomma?"
"ne, eomma" Tao menunjuk ke arah Baekhyun. "appa" kemudian menepuk-nepuk kecil dada Sehun.
Ah, Sehun melihatnya. Rona wajah yang berubah menjadi merah muncul di kedua pipi putih mulus milik Baekhyun. Merasa diperhatikan, Baekhyun segera berbalik menuju sofa dan duduk di sana.
'Tao memanggilku eomma :D' batinnya berbisik senang.
.
Tao yang tadi sudah mendapatkan susunya, matanya yang menyayup dan tertidur dalam gendongan Sehun, kemudian ia letakkan di atas sofa agar lebih nyaman tidurnya. Hingga beberapa jam telah berlalu.
"apa ia masih tertidur?" bisik seseorang dari belakang tubuh Baekhyun.
Sehun yang baru saja selesai dengan berbagai macam angka rumit di laptopnya, menghampiri sang kekasih yang sedari tadi sibuk memerhatikan wajah tertidur Tao di pangkuannya. Ia ikut duduk di belakang Baekhyun, memeluk pinggang Baekhyun dan menumpukan dagu tajamnya di bahu kanan sang kekasih.
"ne, apakah kau sudah selesai?"
"sudah, sayang" jawab Sehun. Ia memberikan kecupan pada pipi kanan Baekhyun dan kembali memerhatikan Tao yang sepertinya sedikit terusik.
Sepasang mata kecil yang merasa terganggu itu kemudian terbuka sedikit demi sedikit, menampilkan mata pandanya yang kecil.
"eomma~~" gumamnya manja lalu memeluk tangan Baekhyun.
"ne, eomma di sini. Tao sudah bangun?"
"um. Tao lapal" ia mendongak untuk melihat Baekhyun yang tangannya mengelus surai rambut hitamnya.
"baiklah, Tao harus mandi dulu. Setelah itu, kita makan bersama di luar" ucap Baekhyun yang di selingi dengan tawa. Bagaimana mungkin baru saja terbangun dari tidur, langsung mengatakan lapar?
"jinjja?" mata Tao berbinar senang. Baekhyun membalasnya dengan anggukan.
"okay, ayo kita mandi eomma. Tao sudah tidak sabal ingin makan. Pelut Tao lapal sekali" tangannya menepuk-nepuk kecil perut ratanya.
Baekhyun senang julukan baru dari Tao. Eomma.
Satu orang lagi yang sedari tadi ada di sana tersenyum senang melihat kedekatan dua orang di hadapannya itu. Tao, sepertinya Sehun juga mulai menyayangi bocah tersebut. Sama seperti Baekhyun yang terlebih dahulu sudah menyayangi Tao.
Hari sudah cukup gelap, tiupan angin di luar sana pun semakin terasa kencang. Salju yang sedari tadi siang turun rintik demi rintik, kini sedikit lebih bersemangat untuk berlomba hingga berada di atas tempat kaki setiap orang menapak.
Ketiga orang yang baru saja selesai dengan urusan perutnya, segera melajukan mobilnya menuju sebuah tempat tujuan awal mereka membawa bocah kecil ini pergi bersama.
"jadi, kalian menemukan anak ini sendirian di depan sebuah mini market?" tanya seseorang yang berada di hadapan mereka bertiga, mengulangi apa yang dijelaskan oleh Sehun.
Kini ketiganya tengah berada di kantor polisi untuk melaporkan bahwa mereka menemukan Tao. Mereka meminta bantuan kepada pihak polisi untuk mencari keberadaan orang tua Tao. Mereka tahu, pasti orang tua mereka juga tengah mencari-cari bocah ini.
"ne, karena sudah terlalu malam, jadi kami memutuskan untuk membawanya ke rumah kami dan melaporkannya hari ini" ujar Sehun
"kira-kira. Memerlukan berapa lama untuk menemukan keberadaan orang tuanya?" tanya Baekhyun ragu. jujur saja, ia masih ingin berlama-lama bersama Tao.
"sekitar satu hingga dua bulan. Pertama-tama kami akan menyelidiki dari cctv yang di pasang oleh mini market. Kemudian melacak plat kendaraan yang dipakai oleh kedua orang tuanya"
"jika… platnya bukan daerah Seoul, bagaimana?" tanya Baekhyun lagi. Masalahnya Tao mengatakan bahwa tempat tinggalnya sangat jauh dari kota-kota seperti Seoul
"sedikit menyulitkan, tapi kami akan berusaha menyelesaikannya. Mungkin akan memakan waktu lebih lama, jadi ku harap Tao bisa bersabar" ujarnya dengan sedikit melirik Tao yang sedari tadi tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh ketiga orang di sekitarnya tersebut.
"kalau boleh, apa kami di izinkan untuk merawatnya selagi polisi masih dalam proses pencarian?" Baekhyun menatap Sehun dengan ekspresi terkejut.
"apa kalian tidak merasa direpotkan?"
"tidak, seharian ini kami membagi waktu dengan baik untuk bersama Tao. Lagi pula, kekasihku ini sudah terlanjur mencintai anak kecil ini" Sehun membelai lembut rambu Tao yang duduk diantaranya dan Baekhyun.
"baiklah, tapi kalian harus lapor diri dengan membawa Tao ke sini dua kali setiap satu bulan" jawabnya lalu mengambil sebuah buku dan pulpen untuk menuliskan data diri ketiga orang tersebut.
"benar boleh?" Baekhyun bertanya lagi dengan wajah senangnya. Berbeda dari beberapa menit yang lalu
"iya, asal kalian merawatnya dengan baik"
"um. Aku pasti akan menjadi ibu angkat yang baik untuk Tao"
'perasaan ini terasa hampir seperti mendapatkan sesuatu yang sangat berharga. Seperti mendapatkan boneka kodok yang sangaaaaaat besar atau mungkin juga seperti mendapatkan hadiah ice cream strawberry sampai satu truk besar' Baekhyun tersenyum membayangkan hari-harinya yang akan ia lalui bersama Tao, yang sudah ia akui sebagai anak angkatnya.
"kalau begitu kami permisi dulu" Sehun dan Baekhyun berpamitan dengan membawa ikut serta Tao setelah menandatangani perjanjian dengan pihak kepolisian.
Selesai dengan urusan di kantor polisi pusat di Seoul, Baekhyun mengusulkan untuk pergi ke toko baju sebentar untuk mencarikan beberapa setel pakaian untuk Tao. Mengingat anak kecil tersebut akan tinggal bersama mereka selama beberapa bulan terakhir, tidak mungkin ia menganakan baju itu terus menerus.
"kau lihat? Yang gadis berseragam sekolah menggandeng anak bermata panda itu! Dia cantik ya?" samar-samar Baekhyun mendengar obrolan para bibi-bibi genit yang tak jauh darinya. Baekhyun hanya membatin senang karena ia merasa bahwa gadis yang mereka bicarakan adalah dirinya. 'aku memang cantik' batinnya dengan penuh percaya diri.
"iya, si kecil itu juga tampan" ia mendengarnya lagi. Matanya melihat ke arah Tao yang sedang berbinar-binar melihat topi salju bergambar panda. 'ya begitulah, Tao memang tampan' Baekhyun membatin lagi.
"kalian ini bagaimana. Tentu saja anaknya cantik dan tampan. Ayahnya saja tampan mempesona seperti itu. Ah~~ sepertinya ia duda. Aku mau kalau jadi istri keduanya"
cukup lama Baekhyun memproses ucapan bibi-bibi yang ketiga tersebut.
'anak?'
'ayah?'
'duda?'
'maksudnya, mereka menganggap Sehun ahjussinya itu duda dengan dua orang anak?'
'dan apa katanya?ingin jadi istri kedua?'
'MWOYA?' kedua mata Baekhyun membulat seketika setelah menerjemahkan apa yang sedang dibicarakan oleh bibi-bibi genit itu. Baekhyun bersumpah, kalau sampai ada yang benar-benar ingin menikah dengan Sehunnya itu, maka mereka akan menerima tendangan maut darinya. Awas saja.
Habislah sudah malam ini hati Baekhyun terus menahan amarah karena setiap ia, Sehun dan Tao pergi ke suatu tempat, ada saja beberapa bibi genit yang membicarakan mereka dan mencoba untuk menggoda Sehun.
Dan jalan-jalan untuk membeli perlengkapan untuk Tao itu, berakhir dengan Baekhyun yang masih saja mengerucutkan bibirnya sebal. Karena bahkan sampai mereka sekarang menuju pintu pun, bibi-bibi genit itu masih memperhatikan dan mengikuti mereka walau dari kejauhan.
"eomma, wae?" tanya Tao, kepalanya mendongak untuk melihat wajah Baekhyun
"aniya" jawabnya singkat
Melihat Baekhyun seperti sedikit berbeda, Sehun mulai menyadari perubahan Baekhyun ini. Ia berinisiatif untuk sedikit memberikan pertunjukkan yang pastinya akan membuat kekasihnya itu tidak cemberut lagi.
Dirinya yang tadi berdiri di sebelah kiri Tao. –urutan mereka jalan : Sehun, Tao, Baekhyun- kini berpindah untuk berada di samping kanan Baekhyun. Tidak lupa tangannya melingkar dengan manis di pinggang Baekhyun. Membuat gadis tersebut tersentak agak terkejut.
"gomawo" bisiknya dengan sangat dekat pada telinga kanan Baekhyun.
Semua mata yang sedari tadi memperhatikan mereka, membulat tidak percaya. Bukan karena mereka mendengar bisikan di telinga Baekhyun, hanya saja pria yang sedari tadi menjadi objek utama mata genit mereka kini sedang mencium pipi Baekhyun 'gadis yang mereka kira sebagai anaknya Sehun'. Jangan abaikan juga pelukan erat tangan Sehun di pinggang Baekhyun.
"ya Tuhan. Apakah gadis itu istrinya?" jerit beberapa diantara yang menyaksikan.
"tapi dia masih memakai seragam sekolah, mana mungkin dia istrinya" jawab seseorang yang lain.
Ya, Baekhyun menyadari bahwa semua wanita genit yang sedari tadi memperhatikan mereka bertiga begitu bernafsu untuk menggoda Sehun karena berfikir bahwa Baekhyun itu adalah anaknya Sehun. Lihatlah pakaiannya, ia masih belum mengganti seragam sekolahnya sejak pagi tadi. Pantas saja.
'aku berjanji, jalan-jalanku dengan Tao dan Sehun ahjussi berikutnya, aku tidak akan mengenakan seragam menyebalkan ini lagi'
.
Semuanya terjadi begitu saja sejak beberapa hari yang lalu hingga hari ini. Baekhyun merasa ada rencana Tuhan yang lebih indah dibalik hadirnya Tao dalam hidup mereka. Memang beberapa hari belakangan ini Baekhyun menginginkan teman main di rumah.
Kalau dulu, ia masih ada Yixing sang eomma yang ia bisa ajak bercanda. Semenjak orang tuanya memutuskan untuk kembali lagi ke Rusia, ia jadi tidak memiliki teman untuk ia ajak bercanda di rumah. Jika selesai sekolah, pasti akan berakhir dengan kata 'bosan' di rumah.
"eomma sedang apa, ya?" Baekhyun bermonolog sendiri
Ia mengambil ponselnya yang berada di meja nakas. Jam segini Tao sudah tidur tapi dirinya masih juga terjaga. Hhhh… melihat Tao yang sedang tidur di sampingnya jadi teringat ibunya.
"apakah eomma lupa bawa ponsel lagi?" gumamnya saat tidak mendapati siapapun yang menjawab telfonnya. Maklum saja, ibunya memang orang yang pelupa. Untung ia tidak lupa siapa suaminya dan siapa anaknya -_-'
"yeoboseyo, ai-ya" Setelah beberapa kali mencoba akhirnya suara yang ia rindukan terdengar juga.
"EOMAAAAAAAAA" teriaknya senang, membuat Tao sedikit menggeser tidurnya karena merasa terganggu dengan suara 'aneh'.
"HUWAAAAAA Baekkie~~~ kau baik-baik saja? Apa kau sudah makan? Kenapa jam segini belum tidur?" cecar Yixing dengan penuh pertanyaan.
"Baekkie baik, eomma. Tadi sore Sehun ahjussi mengajak makan di luar, dan jam segini belum terasa lapar lagi. Nanti kalau lapar, Baekkie akan segera makan. Baekkie tidak bisa tidur karena rindu pada eomma"
"aigo… eomma juga sangat rindu padamu, chagi-ya"
"eomma kapan pulang? Ini… sudah hampir satu tahun" Baekhyun kembali menghitung sejak kapan orang tuanya pergi ke Rusia dan sudah berapa lama mereka berada di sana
"entahlah, perusahaan baru saja normal setengah tahu terakhir dan appamu masih mencari orang yang cocok untuk bisa ia titipkan perusahaan selama kami tidak ada di sini" jawabnya.
Yixing dan Joonmyun memang kembali ke rumahnya yang ada di Rusia karena saat beberapa bulan setelah mereka menetap di Seoul, terdengar kabar bahwa perusahaan mengalami penurunan karena ada beberapa karyawan yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Termasuk juga pern=mainan uang dan jabatan di dalamnya.
Karena itulah, mereka berdua kembali ke Rusia untuk menstabilkannya dan mencari pengganti Joonmyun untuk sekedar mengawasi gerak grafik perusahaan dan kerja para karyawannya.
"memangnya masih belum ketemu juga?" emang dikira nyari apaan? -_-
"belum sayang, nanti kalau sudah menemukan orang yang cocok, kami akan segera pulang. Baekkie jangan khawatir"
"ne" jawabnya lesu. Lagi-lagi tidak ada jawaban pasti
"kau masih tidur di rumah Sehun?"
"um… terlalu menakutkan tidur di rumah sendirian"
"kalau begitu kau harus banyak membantu ahjussimu itu. Memasaklah yang enak, rapihkan juga rumahnya. Kalau kau tidak sempat untuk mencuci, bawa saja ke tempat laundry. Jangan banyak merepotkan dia, arasseo?" ucap Yixing.
"ne. aku akan melakukannya" jawab Baekhyun. Dalam hati ia mengatakan yang lain 'bahkan aku melakukan lebih dari itu, karena aku selalu menginginkan kecupan darinya'.
'Kenapa membayangkannya saja sudah membuat jantungnya berdetak seperti itu, Tuhan?' batinnya.
"eomma cepat pulang ya! Baekkie sudah rindu sekali pada eomma dan appa"
"ne, eomma akan berusaha untuk cepat pulang. Kau baik-baik di sana bersama Sehun, jika ada teman wanita Sehun yang datang, kau juga harus memperlakukannya dengan baik" tutur Yixing memberikan petuah pada anaknya.
"ne. Sehun ahjussi tidak pernah membawa siapapun ke rumah. Saat pulang kerja, ia hanya sendiri. Saat menjemputku juga sendiri" Baekhyun memanyunkan bibirnya sebal. Kenapa ibunya harus membahas mengenai teman wanita Sehun? Memangnya ahjussinya itu berani berselingkuh dari gadis secantik Baekhyun?
"eomma hanya bilang 'jika ada', sayang. Lagi pula, pria macam apa ahjussimu itu? Sampai umurnya yang sekarang belum pernah ku dengar sekalipun ia berkencan"
Ya, setahu Yixing memang Sehun tidak perah bercerita mengenai wanita yang sedang ia sukai. Tidak pernah sedikitpun membahas mengenai kencan dengan wanita. Jadi wajar saja jika Yixing kini bertanya pada Baekhyun mengenai 'teman wanita' Sehun. Karena setahunya, hubungan Sehun dengan teman-teman wanitanya di kantor memang hanya sebatas teman kerja. Tidak lebih.
'eomma apa-apaan sih. Aku jadi sedikit menyesal sudah menelfonnya malam ini'
"ngomong-ngomong. Dia normal, kan?" tiba-tiba Yixing berbisik layaknya ibu-ibu sedang merumpi
"YAK, EOMMA-YA! aishhh tentu saja ahjussi masih normal" teriak Baekhyun yang tidak suka karena ibunya menuduh Sehun tidak normal. Lagi-lagi tidur Tao terusik karena teriakan Baekhyun yang menggema -_-'
"dari mana kau tahu?"
Yixing merasa aneh, kenapa Baekhyun begitu bersemangat untuk menolak ucapannya yang mengatakan bahwa Sehun tidak normal. Menurutnya ia tidak salah. Kalau seorang pria tidak pernah terlihat berkencan dengan seorang wanita, itu berarti memang tidak normal. Tapi, ada satu alasan lain yang tidak ia ketahui. Yixing tidak pernah menyadari ada Baekhyun dalam hidup Sehun.
"Baekkie?" Baekhyun tersadar dari lamunannya
"ne, eomma?"
"kau sudah tidur?"
"belum. Tapi,,, memang sudah mengantuk.. hoaaammm" Baekhyun sedikit menguap agar ibunya percaya bahwa ia memang mengantuk.
"kalau begitu, tidurlah yang nyenyak! Besok sekolah, kan?"
"um"
"eomma juga tidur yang nyenyak ya! appa juga! Jangan sampai kurang istirahat"
"ne. jaljaya, chagiya"
"jaljayo, eomma"
Ia menutup telfon tersebut masih dengan tatapan kosong. Fikirannya melayang membayangkan hal-hal aneh tentang ia dan Sehun juga kedua orang tuanya.
'bagaimana jika eomma tahu, ya?' batinnya mulai berbisik
'apa… mereka mengizinkan aku untuk bersama Sehun oppa?'
Setelah menaruh ponselnya di meja nakas kembali, ia beralih mengambil sebuah frame yang terletak tidak jauh dari ponselnya berada.
Tidak lama kemudian ia mulai menyusul Tao yang sudah terlebih dahulu melaut ke negeri mimpi. Baekhyun tertidur dengan tangannya yang memeluk sesuatu. Sebuah bingkai foto yang terdapat foto dirinya bersama keluarganya juga Sehun.
"jalja baby" gumamnya setelah mengecup pipi tembam Tao.
Biarkanlah semua berjalan dengan semestinya
Meski banyak keraguan yang menghinggap
Tapi, tetapkanlah hati ini agar selalu teguh
Tuk tepis segala keraguan yang begitu nyata terasa
Walaupun… kemungkinan buruk telah siap menanti di depan sana
.
Sudah hampir dua minggu Tao berada bersama 'ayah dan ibu' barunya selama di Seoul. Ia merasa senang karena ternyata kedua orang yang sudah ia panggil dengan sebut 'eomma dan apa' bukanlah orang yang jahat. Mereka sangat menyayangi Tao sudah seperti anak mereka sendiri.
Seorang gadis lengkap dengan celemek memasaknya sudah berkutat dengan dunia lain, yakni dapur. Tangan-tangan gesitnya tengah mengolah sesuatu yang aromanya membuat perut siapapun menjadi lapar dan ingin mencicipi masakannya.
Saat tengah dengan 'khusyuk' mengaduk-aduk sup yang berada di panci, tubuhnya dikejutkan dengan sepasang tangan yang melingkar di pinggangnya. Tidak perlu menoleh pun, ia sudah tahu siapa yang melakukannya.
"pagi-pagi seperti ini kenapa sudah ada di dapur?" gumam orang tersebut
"Tao pesan menu makanan untuk pagi ini. Jadi aku membuatkannya lebih pagi" jawabnya. "ah iya, ahjussi bisa tolong ikatkan rambutku? Tanganku habis mengiris sayur dan bumbu dapur tadi" Baekhyun menunjukkan pergelangan tangan yang terdapat sebuah ikat rambut pada Sehun.
Setelah selesai dengan mengikatkan rambut Baekhyun, Sehun kembali pada rutinitas awalnya –memeluk Baekhyun dari belakang-. Sedangkan Baekhyun sendiri tidak keberatan, toh dia juga hanya sedang mengaduk sup. Tidak sedang melakukan sesuatu yang menyibukkan tangannya.
"mana ucapan terima kasihnya?"
"hehe… gomawo, oppa" bukannya senang, Sehun malah sedikit kesal dengan bibirnya yang ia kerucutkan. "memangnya ada yang salah ya?"
"poppo" dan ternyata itu yang diminta Sehun. Ia memang belum mendapatkan ciuman apapun dari kekasihnya sejak bangun tidur.
Baekhyun tersenyum malu. Ia berniat untuk melakukannya dengan cepat. cukup dengan menolehkan kepala ke kanan untuk bertemu dengan pipi kiri Sehun, lalu mengecupnya singkat.
Dan dia benar melakukannya dengan sangat cepat untuk menolehkan kepalanya kekanan. Tapi bukan pipi lebar Sehun yang bibirnya rasakan. Benda itu sama seperti yang sedang ia kerucutkan.
Bibir. Baekhyun mengecup bibir Sehun, bukan pipi. Niat awalnya ingin melakukannya dengan cepat, tapi tiba-tiba saja seperti ada tombol 'pause' saat ia menyadari bahwa yang ia cium adalah bibir ahjussinya itu.
"Tao juga mau" sebuah suara cempreng dari bawah menginterupsi kegiatan mereka yang sedari tadi tidak bergerak sedikitpun.
"hiyaaaaaaaa apa yang kau lakukan?" teriak Baekhyun yang sudah mulai kembali dari alam bawah sadarnya dan seketika ia menedang Sehun hingga tersungkur ke belakang.
"kenapa appa di tendang?" mata tao semakin membelo melihat eommanya menendang sehun dengan keras.
"ah, Tao sudah bangun?" tanya Baekhyun mencoba mengalihkan hal-hal yang tidak-tidak yang masih menempel diotaknya. Tangannya mengangkat Tao untuk menggendong anak tersebut.
"eomma sudah buatkan makanan yang Tao pesan semalam. Sekarang Tao mandi dulu, ne? setelah itu kita makan bersama" lanjutnya yang diangguki dengan manis oleh Tao.
Bocah kecil tersebut kemudian turun dari gendongan Baekhyun dan berlari ke arah Sehun yang sudah bangun dari acara 'tersungkurnya'. "appa, mandi?" pintanya pada Sehun.
Ia mengangkat tubuh ringan Tao dan berjalan sedikit ke arah Tao yang terlihat tidak konsentrasi dengan sup di panci yang sedang ia aduk-aduk itu. Baekhyun masih memikirkan ciumannya tadi. 'sepertinya menarik untuk mengerjainya pagi ini' Sehun tersenyum evil.
'aish. Bagaimana bisa dia seperti itu? Dasar mesum! Pak tua yang mesum! Ia pasti sudah merencanakan ini' umpatnya dalam hati
"kau sudah mandi?" Baekhyun tersadar dari lamunannya
"eo-? A-ah ne, tadi sebelum memasak aku sudah lebih dulu mandi" jawabnya tanpa menatap Sehun.
"ah begitu ya" terdengar seperti desahan kecewa dari mulut Sehun.
"memangnya kenapa?"
"tadinya aku ingin mengajakmu mandi bersama" jawabnya enteng dan segera berjalan menuju kamarnya dengan menggendong Tao ala koala.
1 detik
2 detik
3 detik
"AHJUSIIIIIIIIIII" Sehun tertawa terbahak-bahak. Pasti Baekhyunienya itu sedang memerah pipinya
"aish pria itu benar-benar ya… menyebalkan.. jinjaaaaa…. KAU BENAR-BENAR MENYEBALKAN PAK TUA MESUUUUM" teriaknya lagi
Sementara itu satu orang anak yang paling polos di rumah itu hanya memandang wajah lucu Sehun saat tertawa dengan sangat puas.
"appa. eomma kenapa?"
"ahahahaha…. Tidak kenapa-kenapa. Eomma hanya terlalu cinta pada appa, jadi dia terlalu bersemangat untuk memanggil appa" jawabnya, Tao hanya mengangguk menerti. Apanya yang 'memanggil?' tadi itu Baekhyun teriak bukan manggil -_-'
.
Jika biasanya anak imut super manis bernama Huang Zitao selalu ikut bersama Sehun untuk berada di kantor, sedikit terlihat berbeda dari pemandangan hari ini.
Sehun baru saja keluar dari ruangan bimbingan konseling di sekolahan Baekhyun. Ia meminta izin secara langsung agar Baekhyun diizinkan untuk menitipkan Tao dan guru konselingpun mengizinkan namun dengan syarat bahwa Baekhyun tidak boleh membawa Tao selama jam pelajaran, karena akan mengganggu konsentrasi belajar Baekhyun.
"Tao jangan nakal, baik-baik di sini sama eomma ya!" Sehun membungkukkan badannya untuk mensejajarkan dengan tinggi badan Tao
"ne, appa. Tao anak baik, Tao tidak akan nakal" jawabnya
Dan setelah selesai dengan semuanya, Sehun berpamitan untuk segera ke kantor.
Ia meninggalkan Tao dan boneka pandanya bersama Baekhyun di sekolahannya, karena hari ini ia harus berkunjung ke perusahaan sinhwa corp. untuk menjalankan bisnis yang akan bekerja sama dengan perusahannya.
Akan berbahaya jika Tao ikut bersamanya. Meskipun Tao bukan tergolong anak yang terlal hyperaktif, tapi Tao akan serasa memiliki alam sendiri jika sudah bermain-main dengan semua pernak-pernik panda yang selalu ia bawa dalam ranselnya. Sehun tidak bisa membawa Tao dalam pertemuannya dengan sinhwa corp. tapi ia juga tidak bisa meninggalkan Tao di perusahaan. Ia belum cukup memiliki kepercayaan kepada orang lain selain chanyeol untuk menjaga Tao ketika berada di perusahaan. Dan chanyeol hari ini absen karena sedang ia tugaskan ke luar daerah. Jadilah begini hasilnya. Baekhyun yang harus menjaga Tao seharian ini, setidaknya sampai Sehun kembali dari peruusahaan sinhwa.
"anyeong noona" dua orang gadis yang tengah berbincang-bincang mengenai ponsel keluaran terbaru yang baru saja dibeli oleh salah satu dari mereka yang memiliki mata seperti rusa mendengar panggilang baru namun taka sing bagi mereka.
"UWOOOOO PANDAAAAA" teriak keduanya secara bersamaan saat melihat orang yang memanggilnya sudah duduk dihadapan mereka berdua.
"NEEEEEEE PANDA DI SINI" jawab bocah tersebut dengan berteriak juga. Dan terdengar…. Cempreng.
"aigo… uri panda yang manis kenapa ada di sini? Memangnya tidak ke kantor Sehun ahjussi?"
"nanti balu ke sana. Kata eomma, appa sedang tidak di kantol sampai siang. Jadi Tao sama eomma"
"memangnya Haru seonsaengnim mengizinkan?" tanya Kyungsoo kemudian
"sebenarnya tidak boleh. Tapi setelah bernegosiasi dengan Sehun ahjussi akhirnya Tao diizinkan untuk ikut bersamaku, asalkan saat jam pelajaran, ia tidak boleh berada di dalam kelas" jelasnya
"lalu bocah manis ini akan dititipkan pada siapa? Jangan sampai dia dibawa kabur ya! aku tidak rela" ujar Luhan yang terdengar berlebihan
"mungkin akan ku titipkan pada Xiumin eonni"
Memang sejak awal Sehun mengatakan bahwa Tao ikut bersamanya ke sekolah, ia sudah berfikir untuk menitipkannya pada Xiumin. Selain karena keduanya memang sangat akrab, Xiumin yang sekarang berada di bangku kelas tiga baru saja selesai ujian tertulis masuk perguruan tinggi. Jadi jadwalnya sekarang sangat kosong, ke sekolahpun jika dia mau. Jika tidak, ya pihak sekolah tidak memberikan sanksi apapun. Ini kebebasan setiap murid kelas tiga yang sudah selesai ujian.
Bicara mengenai hak siswa kelas tiga yang diperbolehkan untuk tidak hadir ke sekolah, sepertinya sosok yang sedari tadi Baekhyun cari tidak terlihat batang hidungnya sedikitpun.
Waktu jam masuk yang hanya tinggal lima menit lagi, membuatnya lebih tergesa-gesa untuk mencari Xiumin. Untung saja tadi ada salah seorang siswi yang menanyakan jam berapa. Hingga Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo menyadari bahwa sebentar lagi seonsaengnim akan masuk kelas dan itu tandanya di kelas ini tidak boleh ada tanda-tanda Tao hadir di sini.
"huwaaa… eotteokhae? Xiumin eonni tidak masuk, Tao"
"memangnya, Umin noona itu siapa?"
"tadinya eomma akan menitipkan Tao pada Xiumin eonnni. Ahh bagaimana ini?" beberapa saat yang lalu ia baru saja menelfon Xiumin, dan gadis yang akrab dipanggil baozi itu memang tidak masuk karena ia sudah tidak memiliki kegiatan apapun di sekolah.
"Baekhyun?" sapa seseorang yang baru saja keluar dari kelas sebelah kelas Xiumin.
"oppa!" ia terkejut senang. "ah akhirnya ada penyelamat. Apakah kau sibuk hari ini?"
"tidak. Hari ini aku hanya ingin mengecek peralatan basket dan juga berkumpul bersama anak-anak basket lainnya. Memangnya kenapa?"
"bisakah aku titip Tao sebentar? Nanti saat istirahat akan ku ambil lagi. Tadinya aku ingin menitipkannya pada Xiumin eonni. Tapi dia hari ini tidak masuk" Kris melirik satu-satunya orang yang ada di sana selain ia dan Baekhyun.
"Tao?" ia berjongkok untuk menyamapi tinggi Tao
Dilihatnya dengan teliti anak kecil dengan senyuman seperti kucing dan memiliki tatapan mata seperti panda. Ia tangah memluk dengan sangat lucu boneka panda yang ukurannya setengah lebih kecil dari ukuran tubuhnya. Jangan tinggalkan juga ransel bergambar panda yang berada di punggungnya serta botol air berwarna puti masih dengan gambar panda juga.
"hai panda" sapa Kris kemudian setelah mengerti seperti bocah ini amat menyukai yang berbau 'panda'
"hai. Hyung tampan sekali" Kris terkekeh mendengarnya, terlebih tangan mungil Tao ikut memegang wajahnya. Mata pandanyapun nampak tak berkedip.
"panda main bersama hyung dulu, ya? Baekhyunnie noonamu ingin belajar dulu. Nanti setelah selesai belajar, baru bisa bermain lagi dengannya"
"hyung baik tidak?" tanya Tao. Baekhyun tersenyum mendengarnya. Ia memang mengajarkan Tao untuk tidak terlalu percaya pada orang yang baru ia temui.
"hyung anak baik kok. Hyung juga bukan anak yang nakal"
"arasseo. Tao mau main sama hyung" jawabnya, kemudian Kris membawanya kedalam gendongannya. Tao sendiri senang-senang saja dengan satu tangannya yang mengalung di pundak Kris.
"baiklah. Kau bisa percayakan Tao padaku. Aku akan berada di ruangan basket selama seharian ini. Jadi kalau kau mencari kami, datang saja ke ruangan basket"
"ah terima kasih banyak, oppa. Maaf kalau merepotkanmu"
"seperti pada siapa saja. kalau butuh yang lain, katakan saja"
"tidak. Tidak perlu. Aku sudah terlalu banyak merepotkanmu" tungkasnya. "Tao jangan nakal ya! jangan merepotkan Kris hyun! Arachi?" tangannya mencubit sayang pada pipi kiri Tao
"ne. Tao kan anak baik"
"kalau begitu aku permisi dulu" pamitnya. "bye Tao"
"bye eomma"
Kris mencoba untuk mencerna percakapan kedua makhluk manis tersebut, Tao dan Baekhyun. Ia berfikir keras, kenapa bocah yang sedang ia gendong ini memanggil Baekhyun dengan sebutan 'eomma?'. Tidak mungkin kan kalau Tao anak kandungnya Baekhyun. Ia saja tidak pernah melihat Baekhyun yang cantik itu menjadi gemuk karena hamil. Lalu?
"panda. Baekhyun ibumu?" tanya Kris
"iya. Tapi bukan eomma Tao yang benal. Sehunnie ahjussi juga bukan appa Tao yang benal. Tao tinggal sama meleka beldua dan Tao suka panggil meleka eomma dan appa" jelasnya. Jadi ia juga memanggil Sehun ahjussi itu dengan sebutan 'appa?' batin Kris
" memangnya eomma dan appa Tao kemana?"
"ke lumah halmeoni. Tapi Tao teltinggal saat pipis. Telus ketemu sama Baekhyunnie noona dan Sehunnie ahjussi"
Sedikit melegakan bagi Kris karena anak ini bukan siapa-siapanya Baekhyun dan Sehun. Lagi pula, mana mungkin Baekhyun punya anak dengan Sehun. Selain karena Baekhyun yang masih sekolah, memangnya hubungan mereka apa? Hanya paman dengan keponakan, kan?
Akhir-akhir ini memang Kris merasakan sepertinya ada sesuatu diantara Baekhyun dan Sehun. Awal saat ia mengenal Baekhyun memang ia sering melihat Sehun menjemput Baekhyun. Tapi lama-lama hubungan mereka terlihat aneh. Terlebih setelah Kris tahu kalau orang tua Baekhyun sedang berada di Rusia.
Pernah suatu ketika saat ia berkunjung ke rumah Baekhyun, ia tidak mendapati siapapin yang keluar dari rumah tersebut. Dan tidak lama setelahnya, teryata anak sang pemilik rumah justru keluar dari rumah yang berada di sebelah. Tepatnya itu rumah Sehun. Ia cukup terkejut melihat Baekhyun yang berada di rumah Sehun.
Setelah mengerti alasan mengapa Baekhyun sering berada di rumah Sehun, ia tidak lagi memikirkan yang macam-macam tentang Baekhyun dengan Sehun.
Tapi belakangan ini, ia sering melihat Sehun mencium kening Baekhyun atau Baekhyun yang mencium pipi Sehun saat Baekhyun sudah keluar dari mobil Sehun. Karena penasaran, akhirnya ia selalu datang lebih pagi dan mengintip kaca depan mobil Sehun. Dan ia sangat terkejut saat mendapati mereka berdua memang sering melakukan hal tersebut di dalam mobil. Dan jika Baekhyun lupa, makan Baekhyun mencium pipi Sehun saat sudah di luar mobil.
'ini aneh' itulah yang ada di benak Kris hingga saat ini. Ia yakin betul bahwa alasan Baekhyun menolak untuk berkencan dengannya adalah karena Sehun. Tapi yang tidak ia ketahui, sejauh apa hubungan paman-keponakan antaran mereka berdua? Dan kalau memang mereka memang berkencan, sejak kapan?
.
Hari terlihat sudah mulai sore, seluruh siswa sekolah menengah segera berhamburan dari kelasnya menuju pintu gerbang untuk pulang ke rumah masing-masing, mengistirahatkan tubuh yang lelah setelah seharian menguras otak dengan kumpulan soal dan materi yang diberikan oleh para guru.
Beberapa lampu jalanan sudah dinyalakan karena memang sejak pagi matahari tidak begitu menampakkan sinarnya dan tanpa ada seorangpun yang mengetahui ternyata sang surya sudah berada di ufuk barat, bersiap-siap untuk segera terbenam.
Jalan-jalan sekitar kota Seoul memang masih terlihat cukup lengang. Para pekerja kantoran belum waktunya untuk pulang. Lagi pula hari ini cukup dingin untuk berada di luar, siapa juga yang mau untuk terus menerus bergelut dengan dinginnya angin.
Baekhyun yang tak kunjung mendapatkan taxi untuk pergi ke kantor sang kekasih, akhirnya menerima bantuan dari Kris untuk diantarnya sampai kantor tersebut menggunakan motornya. Kasihan juga melihat Tao yang mulai kedinginan.
"hyung, Tao mau bubble tea" ucap Tao yang duduk berada di depan Kris.
"tidak, sayang. Di saat cuaca sangat dingin seperti ini, kau masih ingin minum bubble tea? Coba minta yang lain" jawab Kris yang masih fokus mengendarai motornya.
Di belakang Kris, Baekhyun tersenyum senang melihat kedekatan Tao dengan Kris. Tao memang anak yang menyenangkan, ia bisa dengan mudah membuat orang-orang di sekelilingnya jatuh cinta padanya.
"lollipop?" ia mendongak untuk meminta agar permintaannya ini tidak di tolak.
"baiklah, satu lollipop yang besar untuk uri panda. Kita menepi sebentar di toko depan sana ya! sepertinya di sana menjual lollipop" jawab Kris.
Mereka bertiga menghentikan perjalanannya dengan mampir ke sebuat toko serba ada tidak jauh dari tempat bermain yang baru saja mereka lewati.
Sesuai dengan keinginan Tao, merekapun langsung mendapatkan sebuah lollipop besar berwarna hijau kuning lengkap dengan pita berwarna pink pada bagian batangnya. Namun ternyata jiwa 'kepandaanya' Tao tidak bisa dibohongi, hidungnya mencium ada aroma-aroma panda di dalam toko tersebut.
Benar saja, tak lama setelah matanya berkeliling menyelidiki barang-barang yang ada di sana, kedua bola mata pandanya tersebut menangkap ada sebuah boneka panda berwarna pink yang sangat lucu di tumpukkan berbagai boneka hewan.
"eomma. Tao mau panda yang itu" ucapnya dengan menarik-narik rok sekolah Baekhyun.
"mwonde? Eo-eomma tidak bawa uang banyak, chagi. Besok saja kita ke sini lagi ya? eomma janji akan membelikannya untuk Tao besok" jawaban mengecewakan dari Baekhyun membuat pria manis tersebut mengerucutkan bibirnya tanda ia sedkit tidak setuju.
Padahal Tao sudah memiliki satu panda, lihatlah tangan kirinya yang tidak pernah melepas boneka pandanya tersebut! Dan sekarang ia ingin boneka panda lagi? Bahkan ia sendiri bilang kalau di kamarnya penuh dengan boneka panda. Ckckck, ini memang terlalu maniak, tetapi memangnya salah kalau mengoleksi? Siapa tahu saat besar nanti bocah penggemar panda tersebut bisa menjadi kolektor terkenal.
"berapa semuanya?" tangan Kris sudah bersiap mengeluarkan kartu ATMnya.
"semuanya 5000 won tuan"
Baekhyun sedikit terkejut mendengar total biaya yang harus Kris bayar. Ia melihat betul bahwa yang mereka beli hanya lollipop yang besarnya sebesar kelima jari Baekhyun jika ia renggangkan. 5000 won terlalu mahal untuk sebuah lollipop. Tapi ia sedikit melihat dua buah bingkisan aneh di sebelah Kris.
Ketiganya kembali melanjutkan perjalanan masih dengan Kris yang menjalani motornya dengan sedikit pelan. Ia beralasan pada Baekhyun karena angin sore ini cukup kencang, khawatir Tao akan demam karena posisi duduk Tao yang berada di paling depan. Tapi bukan itu sebenarnya, ia hanya waktu yang jarang sekali ia dapati ini berlalu begitu saja.
Baekhyun yang memegang pinggangnya dan sedikit bersembunyi di balik punggungnya karena tidak kuat menahan dinginnya angin yang menerpa. Sebelumnya Baekhyun tidak pernah ingin ia antar pulang, karea dia selalu pulang dengan Sehun. Dan sekarang, Kris tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini. Ia benar-benar tidak ingin ini cepat berlalu. Dan Baekhyun percaya, demi Tao Baekhyun percaya dengan alasan Kris.
Sepanjang jalan, disetiap angin yang terus berhembus kencang dari arah depan mobil, Baekhyun terus saja bersembunyi agar tidak terlalu terkena angin. Tidak menyadari kehadiran seseorang diantara mereka bertiga, sepertinya rasa dingin ini membekukan hatinya untuk merasakan ada sepasang mata yang menatap tak suka ke arah mereka bertiga.
"sudah sampai"
"yeayyyy" Tao segera melompat dengan meraih kedua tangan Baekhyun. Sementara Kris tetap duduk di jok motornya, menjaganya agar tidak jatuh.
"gomawo oppa, maaf jadi merepotkanmu dua kali" ucap Baekhyun dengan menunduk hormat pada Kris.
"tidak apa-apa. Oh ya, Tao"
"ne, hyung? Kenapa?"
"ini untuk Tao panda karena seharian ini sudah mau menemani hyung" tangannya menyerahkan sebuah bingkisan yang besar pada Tao.
"ige mwonde, hyung?"
"buka saja!" ia ingin melihat ekspresi Tao, itulah sebabnya ia meminta Tao untuk membuka bingkisan tersebut sekarang.
"UWOOOO PANDAAAAA PINK" teriaknya senang. Badannyapun ia loncat-loncatkan bersama panda lamanya yang masih ia pegang dan juga panda baru pemberian dari Kris.
"oppa. B-bagaimana bisa?" tanya Baekhyun yang ikut terkejut
"aku melihatnya begitu menginginkan benda tersebut, jadi apa salahnya aku membelikannya untuk teman baruku. Lagi pula, jika kau ke sana besok belum tentu boneka itu masih ada. Tadi hanya tinggal satu di keranjang bonekanya"
"aku merasa sudah merepotkanmu terlalu banyak hari ini, oppa. Aku benar-benar berterima kasih. Besok akan ku ganti uangnya"
"tidak perlu. Aku tulus memberikannya pada Tao"
"tidak, oppa. Kau harus mau ku ganti uangnya. Jika tidak, aku akan memberikannya lagi padamu" ancam Baekhyun
"terserah kau sajalah. Aku memang selalu tidak menolak apa yang sudah menjadi kehendakmu" sejenak ia kembali teringat waktu Kris menyatakan cinta padanya.
"oh ya. yang ini untukmu. Dan kau dilarang keras untuk mengganti uang untuk membeli ini. Aku membelikan dan memberikannya padamu" satu bingkisan lainnya yang lebih kecil ia berikan untuk Baekhyun.
"baiklah. Terima kasih banyak, oppa. Aku masuk dulu ke dalam"
.
Hari ini terbilang cukup menyebalkan bagi seorang direktur utama sebuah perusahaan bisnis yang sedang sukses. Sebuah nama 'Oh Sehun' terletak dengan indah pada atas meja kerjanya, lengkap juga dengan sang pemilik nama yang beberapa saat yang lalu baru tiba di kantornya tersebut.
Dengan wajah yang seperti menahan kesal juga emosi ia memasuki ruangannya. Ia tidak habis fikir jika pertemuannya hari ini dengan Sinhwa Corp. akan berakhir dengan seperti ini.
Seorang investor besar dari bisnisnya deang Sinhwa Corp. yang tidak diharapkan kehadirannya ternyata ingin ikut bergabung dalam membicarakan kerja sama mereka. Menyebalkan memang, karena investor tersebut adalah rekan baik dari Sinhwa Corp. sehingga tidak ada satupun dari Sehun dan juga pihak Sinhwa Corp. yang mampu menolak keberadaan orang tersebut.
Mungkin jika hanya turut hadir dan memperhatikan diskusinya bersama Sinhwa Corp. tidak akan seperti ini akhirnya. Orang tersebut dengan tidak tahu sopan santun selalu menyela usul dan Sehun maupun dari pihak Sinhwa. Ia memiliki pandangan yang aneh baik dari segi produksi maupun hasil akhir bisnis mereka. Benar-benar orang yang menyebalkan.
Selain karena masalah hal tersebut, ia harus banyak mengelola berkas-berkas yang menganggur karena Chanyeol yang biasanya melakukannya harus absen hari ini, sehingga tugas tersebut harus ia ambil alih agar berkas tersebut cepat diajukan pada investor lainnya juga diberikan pada klien besar mereka.
"ya Tuhaaannn… kenapa Baekhyun menambah masalah lagiiii" ia menyandarkan tuuhnya yang terasa lelah hari ini.
Belum selesai dengan masalah investor menyebalkan itu dan juga berkas-berkas yang menumpuk, saat perjalanan menuju kantor, ia melihat kekasihnya juga anak angkatnya sedang berbelanja di sebuah toko aksesoris bersama dengan seorang pria bernama Kris yang begitu ia tidak suka jika menjalin hubungan dengan kekasihnya. Ia tidak suka.
Pintu ruangannya tiba-tiba ada yang membuka dari luar dan menampakkan dua orang yang sangat ia cintai, namun sayangnya moodnya sedang tidak baik hari ini. Untuk menyambut mereka dengan senyuman pun rasanya enggan tertarik sudut bibirnya itu.
"ahju-"
"kau datang dengan siapa?" tanpa basa basi dan tanpa menunggu sesuatu keluar dari mulut Baekhyun maupun Tao, Sehun sudah memberinya pertanyaan dengan tatapan yang cukup mengerikan.
"a-aku. Tadi, Kris oppa…" Baekhyun melangkah masuk ruangan Sehun dengan ragu
"kau ke sini bersama Kris? Dan kau bersenang-senang dengannya? Iya?" sela Sehun lagi
"tidak, ahjussi. Bukan begitu, tadi kami hanya sedang-"
"sedang apa? Sedang bersenang-senang? Atau sedang kencan? Dan dengan kau membawa Tao, ia akan menjadikan Tao alasan agar bisa mendekatimu, kau tahu?" dan sepertinya emosi Sehun sudah benar-benar meledak hari ini. Bahkan tak sedikit setiap kata-katanya ia berikan tekanan dan dengan nada yang meninggi.
"tidak. Kami tidak berkencan. Kris oppa hanya menawarkan diri untuk mengantarkanku dan Tao ke sini. Di luar angin sangat kencang"
"tapi kau bisa naik bus atau taxi. Kenapa kau menerima ajakannya? Kau memang senang, kan?"
"ahjussi-"
"ah, sudahlah. Aku sedang tidak ingin diganggu" ia membalikkan kursi yang sedari tadi ia duduki. Enggan untuk melihat kekasihnya yang sudah memerah matanya.
"kau… mengusirku?" ucap Baekhyun pelan. Tangannya meremas kemeja sekolahnya, tepat di tempat ia merasakan sakit.
"eomma" satu yang terbaikan.
Tao memandang tidak mengerti adu mulut antar kedua orang tua angkatnya. Mata pandanya menyiratkan kekhawatiran yang sangat besar saat terus melihat kedalam mata Baekhyun yang semakin lama semakin terlihat berair, hingga tetesan itu menetes dan Baekhyun dengan segera menarik tangan Tao untuk pergi dari tempat tersebut.
Memang jika saat musim gugur tiba, akan mengugurkan seluruh daun yang ada di batang pohon. Tapi ketahuilah, tanpa adanya daun, pohon akan merasa kesepian. Namun, cukup dengan adanya satu daun yang tetap bertahan untuk tidak gugur, mampu memberikan semangat yang besar pada sang pohon untuk kembali menumbuhkan beribu-ribu lagi daun yang segar.
Ada sebuah kalimat bijak yang mengatakan 'biarlah semua orang tidak mepercayaiku. Yang terpenting adalah kau! Orang sangat berarti bagiku. Kau harus mempercayaiku. Dengan musnahnya kepercayaanmu, maka akan memusnahkan pula duniaku. Dan dengan adanya satu kepercayaan yang datang darimu, aku dapat membuat dunia yang lebih indah. Kau adalah kekuatan yang hebat bagiku'.
Baekhyun tidak mengerti apa yang membuat Sehun begitu sekesal itu padanya. Biasaya ahjussinya itu hanya akan mendiamkannya selama beberapa menit dan di menit berikutnya, mereka akan kembali mesra. Tapi hari ini berbeda, Sehunnya sungguh aneh.
Sepulangnya gadis tersebut dari tempat dimana ia mendapatkan rasa sakit di hatinya hingga saat ini ia memilih untuk mengurung diri di dalam kamarnya, meninggalkan Tao yang bermain-main dengan boneka pandanya dan boneka panda yang baru dibelikan oleh Kris.
"hhhhh… eomma kenapa, ya? panda tau tidak?" bocah tersebut mulai bermonolog pada kedua boneka pandanya.
"tadi appa malah-malah sama eomma. Tapi Tao tidak tahu kenapa"
Cklek
Kedua matanya menoleh ke arah pintu saat mendengar sepertinya ada yang memasuki rumah tersebut. Setelah melihat siapa yang datang, ia segera berlari dan menghambur ke dalam gendongan orang tersebut. Mengabaikan dua boneka pandanya di atas karpet.
"appa~~"
"ugh, anak appa rindu ya pada appa?" Tao mengangguk lucu sebagai jawabannya.
"kenapa Tao main sendirian? eomma di mana?" tangannya menunjuk ke arah pintu kamar Baekhyun
"di kamal. Dali tadi di situ telus. Tao disuluh main sama panda"
Sehun menghela nafas sedih. Jujur saja, ia tidak bermaksud seperti itu pada kekasih kecilnya itu. Tadi siang itu ia sedang dalam keadaan emosi yang memuncak.
Walau bagaimanapun, dalam kondisi ini ia yang salah. Dengan dirinya yang marah-marah pada Baekhyun tadi, membuat suasana semakin rumit. Seharusnya ia bisa menanyakannya baik-baik. Hhhhh~~~h
"sudah malam, Tao sebaiknya tidur. Ayo appa antar!" setelah mengambil kedua boneka panda yang diabaikan tak jauh dari sofa, Sehun membawa tubuh kecil Tao menuju kamar Baekhyun yang memang tempat tidur Tao juga.
Kakinya melangkah sedikit ragu saat memasuki kamar kekasihnya, namun ia tidak mungkin mengantarkan Tao hanya sampai dipintu saja. Akhirnya ia memberanikan diri untuk mendekati ranjang dimana sudah ada sosok yang tertidur di atasnya. Tubuhnya memiring ke arah kanan, memunggungi meja nakasnya.
"tidur yang nyenyak ya, sayang" ucap Sehun setelah merebahkan tubuh Tao di hadapan Baekhyun.
Setelah mengecup kening Tao, ia beralih untuk mengecup puncak kepala Baekhyun yang tertutupi oleh rambut panjangnya, menyembunyikan wajah manisnya tersebut.
Setelahnya, ia pergi meninggalkan Tao yang sudah memulai untuk tidur.
Dan kepergiannya, menghadirkan setetes bening yang keluar dari sudut mata sipit seseorang yang masih merasakan sesak dan luka di hatinya.
.
Jam sudah menunjukkan lewat tengah malam, namun Sehun masih betah berada di ruang tamu untuk menonton bola. Meskipun tidak dipungkiri hingga saat ini fikirannya masih melayang ke gadis yang sudah ia lukai hari ini hatinya.
'hhhhh…' lagi-lagi ia menghela nafasnya berat.
Saat tengah berkeliling mata, pandangannya menangkap seseorang yang saat ini memenuhi otaknya. Dia sepertinya baru saja dari dapur. Terlihat dari satu cup ice cream yang dipegangnya itu.
"chagiya" panggilnya, membuat sosok itu –Baekhyun- menoleh ragu. ia masih takut jika Sehun akan memarahinya lagi.
"kemarilah!, ada yang ingin ku bicarakan" salah satu tangan Sehun mengisyaratkan agar Baekhyun menghampirinya. Namun tidak, Baekhyun tidak bergerak sama sekali. Ia masih ragu, takut-takut kalau Sehun benar-benar masih marah padanya.
"aku sudah tidak marah. Ayo cepat kemari!," tangannya menepuk-nepuk kedua kakinya yang tengah berselonjor di depan sofa.
Merasa tidak memiliki pilihan lain, Baekhyun akhirnya menuruti perintah Sehun untuk mendekat ke arahnya. Dengan bibirnya yang masih mengigit sendok ice cream, ia mencoba untuk duduk di pangkuan Sehun.
"maafkan aku mengenai kejadian tadi siang. Kau pasti sangat takut, kan?" Sehun mengusap-usap kecil pipi gadis yang sekarang sudah berada di pangkuannya. Ia mengangguk kecil masih dalam wajahnya yang enggan ia perlihatkan pada Sehun.
Direngkuhnya tubuh kecil itu dengan penuh kehangatan dan rasa bersalah. Sehun juga tidak ingin seperti tadi sebenarnya, hari ini ia kurang bisa mengontrol emosinya.
"seharian tadi kantor sedang tidak baik jadi aku mudah tersulut emosi sampai-sampai kau kena. Maafkan aku ya sayang, aku tidak bermaksud untuk membentakmu tadi siang"
"kau masih marah padaku?" tanya Sehun saat penjelasannya sama sekali tidak ada tanggapan dari Baekhyun. Baekhyun menggeleng, pertanda ia memang tidak marah pada ahjussinya itu.
"lalu kenapa diam saja? Aku mengaku, aku salah. Karenanya aku minta maaf sekarang. Aku tidak akan mengulaingnya lagi" ungkap Sehun setelah melepaskan pelukannya pada Baekhyun.
"tidak, Baekkie yang salah karena mau diantar oleh Kris oppa. Baekkie minta maaf ya, ahjussi" gadis tersebut menggeleng dengan keras, ia merasa bahwa seharusnya yang minta maaf adalah dirinya bukan Sehun.
Sampai kapanpun Baekhyun tidak akan pernah bisa marah pada ahjussinya itu, meskipun terkadang pernah kesal tapi itu hanya berlangsung sebentar. Dan kali ini, memang ia merasa bahwa dirinyalah sang pembuat hubungan keduanya menjadi seperti ini. Karena ia berhubungan lagi dengan Kris.
"tidak. Aku yang salah. Seharusnya aku lebih bisa mengontrol emosiku saat bersamamu, bukan justru memarahimu"
-cup- Baekhyun yang gemas karena Sehun terus saja menyalahkan dirinya, dengan cepat mengecup bibir kecil Sehun. Membuat si pemilik sedikit terkejut.
"berhenti menyalahkan diri sendiri. Di sini aku juga salah. Jadi ahjussi bersalah dan Baekkie juga bersalah" ucapnya dengan menunduk. Ia sedikit malu karena tindakannya tadi.
"kenapa cepat sekali?"
"apanya?" Baekhyun membeo tidak mengerti.
"kisseu kisseu. Aku ingin lebih lama lagi" Sehun menunjuk bibirnya menggunakan telunjuk kanannya dan berpose wajah dengan sedikit menggoda.
"aish menyebalkan sekali. Kenapa kau selalu mesum di saat seperti ini? Bagaimana jika Tao melihatnya?"
"Tao sudah tidur, sayang. Ayo berikan satu kisseu untukku. Seharian ini aku tidak mendapatkan ciuman darimu" ia merapatkan tubuh Baekhyun agar lebih dekat dengannya.
"kau lupa? Tadi pagi a-aku menciummu" jawabnya dengan sedikit nada malu.
Ayolah, yang tadi pagi itu Cuma sekedar menempel dengan tidak sengaja, Baekhyun-ah. (*Author dan readers mencoba membela Sehun Ahjussi)
"baiklah, aku minta ice creamnya saja" karena Baekhyun terus diam, tangan Sehun merebut sebuah cup ice cream yang dipegang oleh Baekhyun, dan juga sendok ice creamnya.
Baekhyun masih duduk diatas pangkuan Sehun dari tadi, memperhatikan Sehun yang terlihat sedikit lahap memakan ice creamnya.
'apakah memang lebih enak?' matanya mengedip-ngedip membayangkan sesuatu.
"wae?" gadis tersebut hanya membalasnya dengan kedipan lucu.
Ditengah-tengah Sehun yang masih memikirkan wajah Baekhyun yang tiba-tiba saja berubah, dirinya kembali dikejutkan dengan tangan Baekhyun yang mendorongnya menjadi lebih bersandar pada sofa.
Kemudian, detik berikutnya ia merasakan bibir yang diinginkannya sejak tadi mendarat dengan cukup keras pada bibirnya. Bibir itu sedikit menghisap, mencoba mencari-cari sesuatu yang ada di dalam mulut Sehun.
Sehun menyunggingkan sedikit smirknya. Ia tahu yang Baekhyun cari adalah ice cream yang sudah meleleh di dalam mulutnya. 'kau benar-benar nakal, sayang'
Beberapa menit setelah cara Baekhyun mengambil ice cream dari dalam mulut Sehun selesai, ia melepaskannya dengan 'agak' tidak rela. Jujur saja, baehkyun sepertinya tadi mulai menikmati ciuman itu.
"a-aku…" gadis tersebut mencoba untuk menjelaskan sesuatu.
"kata Luhan, kalau memakan ice cream dari mulut orang yang kita cintai, akan terasa lebih enak. Jadi,,,, aku ingin mencobanya" ia tertunduk malu setelahnya.
Sepertinya Sehun harus berterima kasih pada Luhan yang sudah mengajari Baekhyunya hal-hal seperti ini.
"kau mau lagi?" Baekhyun menganggukinya karena memang tidak dipungkiri, ia merasa kehilangan setelah ciuman ice creamnya tadi.
Seakan mengerti apa yang berada di dalam hati Baekhyun, Sehun kembali menyendokkan beberapa ice cream ke dalam mulutnya dan sedikit mengoleskan pada bibirnya. Ia memanyunkan bibir tipisnya itu kemudian menggerak-gerakan seolah meminta Baekhyun untuk melakukannya lagi.
Kali ini dengan gerakan sedikit lambat, wajah Baekhyun mencoba menggapai wajah Sehun agar lebih dekat, sedikit memiringkan kepalanya dan mulai meresapi setiap inci rasa manis yang terdapat di bibir Sehun dengan keduatangannya yang mengalung sempurna pada leher panjang Sehun.
Entah bagaimana memulainya, hingga kini keduanya tidak lagi saling berebut ice cream dari mulut ke mulut/?. Melainkan mulai saling mencumbu dan memberikan sedikit lumatan agar terasa lebih sensual. Tangan Sehun juga semakin menarik tubuh Baekhyun agar lebih menempel pada tubuhnya. Membuat keduanya serasa terbang melayang dengan ciuman yang baru saja terjadi malam ini.
"eomma~"
'suara setan panda itu lagi' batin Sehun yang mendengar ada yang memanggil. Ia mencoba untuk agar Baekhyun tetap fokus pada ciumannya, mengabaikan suara imut yang dibilang suara setan, tadi. *puk puk tao*
"EOMMAAAAA… HUWEEEEEEEEEE"
Dan berakhirlah dengan suara tangisan seorang anak yang sedari tadi diabaikan oleh kedua orang tua angkatnya karena terlalu sibuk dengan nafsunya itu.
"ya Tuhan. Tao sejak kapan berada di situ" tanya Baekhyun setelah lepas dari ciuman Sehun.
"Tao hiks.. di sini dali hiks.. tadi. Tapi, hiks.. eomma tidak dengal hiks.."
"aigo~ ayo ke sini, sayang" panggil Baekhyun, Tao dengan keadaan setengah ngantuk dan setengah nangis menuruti Baekhyun untuk mendekat ke arahnya, lengkap dengan boneka pandanya yang berwarna putih. Sementara boneka pandanya yang pink masih tidur pulas di kasur.
"Tao juga mau appa pangku" mendengarnya, Baekhyun segera bangkit dari pangkuan Sehun dan mempersilahkan Tao untuk duduk menggantikannya.
Ia lebih dulu ke kamarnya karena harus kembali menyikat gigi akibat memakan ice cream di tengah malam seperti ini. Sementara itu, Tao menyenderkan kepala dan tubuh kecilnya di dada bidang Sehun, mata sayupnya masih terjaga. Merasakan hangatnya belaian tangan Sehun pada rambutnya.
"kita ke kamar saja, ya?" Tao hanya mengangguk, mengiyakan perintah Sehun.
Sebenarnya anak kecil itu sudah sangat mengantuk, tapi ia masih tetap menunggu eommanya selesai menggosok gigi baru ia bisa kembali menutup matanya. Kini ia sudah berbaring di kasur ditemani oleh kedua boneka pandanya juga Sehun yang duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan mata sayup Tao, sesekali terkikik saat mendapati kedua mata panda itu hendak terpejam namun kembali terbuka.
'lagi-lagi framenya tidak berdiri' Sehun melihat frame berisi fotonya bersama Baekhyun dan keluarganya dengan latar kebun binatang tergeletak di atas meja nakas, tidak berdiri tegak.
'apa Baekhyun menelfon Yixing noona dan Joonmyun hyun lagi, ya? sepertinya dia benar-benar merindukan kedua orang tuanya'
"eomma" teriak Tao saat akhirnya sosok yang dinantikannya muncul juga dari balik pintu kamar mandi.
"Tao belum tidur?"
"(menggeleng) Tao menunggu eomma. Ayo tidul lagi" Baekhyun tersenyum geli melihat tangan mungil Tao yang menepuk-nepuk tempat di sebelahnya agar ia menghampiri Tao yang sudah berbaring terlebih dahulu.
"sepertinya Tao sangat sayang eomma, ne? sampai-sampai Tao belum tidur karena menunggu eomma" ia memeluk tubuh kecil Tao dari belakang membuat bocah tersebut tertawa senang karena dihadiahi kecupan juga di pucuk kepalanya.
"baiklah, saatnya princess dan jagoan appa untuk tidur" Sehun bangkit setelah melihat adegan harmonis Baekhyun dan Tao.
Ia menyelimuti dua orang terkasihnya dan memberikan kecupan selamat malam pada keduanya. Kemudian pergi dan menutup pintu kamar tersebut dengan perasaan yang sangat senang.
'rasanya benar-benar seperti menjadi seorang ayah. Terima kasih, Tao' ia berlalu menuju kamarnya dan bersiap untuk tidur.
"eomma?"
"eum? Wae?" Baekhyun menatap Tao yang mendongak untuk melihatnya
"eomma sama appa kenapa tadi cium bibilnya lama sekali?" tanya Tao dengan wajah yang sangat sangat sangaaaaaat polos. Berbeda dengan reaksi Baekhyun yang kembali memerah mengingat ciumannya dengan Sehun beberapa menit yang lalu. Ah~ asal kau tahu, ini pertama kali baginya berciuman dengan Sehun selama itu.
"k-karna… eomma dan appa saling cinta, baby"
"eomma sama appa seling bilang kalo cinta Tao, tapi eomma dan appa kalo cium bibil Tao hanya sebental"
"eum… i-itu… karena perasaannya berbeda. Kalau perasaan cinta eomma dan appa itu seperti ingin saling memiliki, melindungi dan untuk tetap berada di satu rumah yang sama. Kalau perasaan cinta eomma dan appa ke Tao adalah perasaaan antara orang tua yang sangat menyayangi dan mencintai anaknya, tidak ingin kehilangan dan ingin selalu menjaganya sampai kapanpun" jelas Baekhyun.
"a~ begitu ya.. belalti kalo Tao dan keuliseu (Kris) hyung boleh cium lama-lama, dong?" pertanyaan yang kali ini ia ekspresikan dengan wajah yang lebih polos dari sebelumnya.
"m-mwoya?"
"keuliseu hyung itu tampan dan baik. Tao suka sama keuliseu hyung, Tao juga ingin selalu dekat-dekat keuliseu hyung. Dan kalau bisa, Tao juga ingin tinggal satu lumah dengan keuliseu hyung. Sepelti eomma dan appa" Baekhyun hanya menatap tidak percaya pada anak ajaib bermata panda ini.
'kenapa anak sekecil ini sudah berfikir yang jauh mengenai keluarga? Pasti orang tuanya selalu mengajari hal yang tidak-tidak pada anak ini' batin Baekhyun.
Baiklah kita akhiri sampai di sini saja semua fikiran-fikiran aneh Tao mengenai hubungan antara suami dan istri yang masiiiiiiih sangat jauh dari bayangannya yang sekarang.
END
huwaaaaah banyak yang minta lanjut... za seneng jadinya...
Ahhh ini terlalu lama bagi za untuk update chapter 3 ya? mianhaeyo…
Sekali lagi za minta maaf…
Gomawo yang sudah review... jangan lupa review lagi ya :) maaf gak bisa diblaes satu persatu...
buat gantinya, za hug satu persatu aja deh buat readers..
