Chapter 4
Author : ZaKhazaKaizzz / twitter : kaizan1999
Cast : Byun Baekhyun berganti menjadi Kim Baekhyun
Oh Sehun
Pairing : HunBaek and KrisTao
Other carst : bisa ditemukan sendiri setelah membaca
Warning : GS for Baekhyun
Desclimer : kisah ini terinspirasi dari za yang suka mengkhayal punya banyak momen sama jessica noona, tapi sayang banget umur kami mematahkan seluruh khayalan za kkkkk. Jadi, za cari yang pas-pasan aja sama umur za *apa nih .-.*
Annyeong haseyo... za bawa lanjutan chapter 4, tapi maaf kalau cuma sedikit dan momen hunbaeknya juga sedikit. Karena itu, za minta banyak masukan ya dari readers untuk moment hunbaek di chapter ini ^_^ jujur, za udah sampe pusing kepala nyari momen mereka yang pas, maaf kalau jadinya kayak gini.
Sekali lagi...
Ayo REVIEW \\(^o^)/ usulkan sesuatu supaya za dapet ispirasi lagi J
.
Happy reading…
Malam yang cukup tenang terjadi diantara sebuah keluarga kecil di sebuah ruang tamu. Tao sang anak, sedari tadi sibuk mencoret-coret sebuah kertas berwarna putih yang sekarang sudah penuh dengan warna-warna aneh karya tangannya. Ia duduk di depan kedua orang tua angkatnya, tangannya sesekali menopang di atas meja memikirkan gambar dan warna apa yang cocok.
Setiap malam memang seperti ini, ia selalu ingin menemani baekhyun belajar. Katanya ia juga ingin belajar dan pintar seperti eomma angkatnya itu. Sehun sang pria yang lebih dewasa hanya memandangi dua orang terkasihnya yang terlihat begitu sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Mengabaikan keberadaannya.
"ahjussi, aku sedang belajar~" rengek baekhyun saat merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya.
"belajar saja! aku hanya ingin menaruh tanganku di pinggangmu"
"tapi kau juga mengusap-usap pinggangku, ahjussi. Itu geli! Membuatku tidak konsentrasi"
"pelit sekali" gumamnya dengan nada sedikit kesal
Sehun menggeser tubuhnya agak menjauh dan mengganti-ganti channel televisi dengan wajah kesal.
"ahjussi~" ia mengabaikan panggilan kekasihnya.
"oppa~~~" biasanya dengan baekhyun merengek dan memanggilnya dengan panggilan 'oppa', sehun akan luluh. Tapi ini tidak. Ia masih tetap memperhatikan tv yang tidak tahu sedang menayangkan apa.
Baekhyun menghela nafasnya pasrah. Kalau begini, ia yang harus mengalah agar sehun tidak lagi ngambek. Ia pun menggeser tubuhnya untuk mendekat ke arah sehun dan duduk di pangkuan kekasihnya itu kemudian memeluknya erat.
"lepas! Kau menggangguku menonton tv" suara itu terdengar dingin, tapi baekhyun tidak melihat kalau sebenarnya sehun sedang menahan senyumnya.
"sirheo. Aku akan tetap seperti ini sampai ahjussi tidak marah lagi" ia menolak mentah-mentah dan semakin mengeratkan pelukannya.
"baekhyun!"
"hiks, oppa~~~" dan tangisan baekhyun adalah hal terakhir yang pasti akan membuat sehun tidak pernah mengabaikannya.
"baiklah, aku tidak marah. Sudah ya! jangan menangis lagi"
"sungguh?" tanya baekhyun yang belum melepaskan pelukannya. Ia masih belum percaya kalau sehun benar-benar tidak marah.
"um. Ayo cepat lepas pelukanmu! Aku ingin melihat wajah kekasihku yang cantik ini" mendengar sehun menggodanya, baekhyun akhirnya mau mengendurkan pelukannya dan menatap sehun dengan matanya yang sudah berair.
"sudah, jangan menangis. Maafkan aku, ya. aku tidak bermaksud membuatmu menangis" ucap sehun setelah mengecup kedua mata baekhyun.
Baekhyun membalasnya dengan anggukan kecil dan mengecup bibir sehun kilat sebagai permintaan maafnya juga. Ia kembali bersandar pada bahu sehun, mengabaikan satu orang yang ingin diperlakukan seperti itu juga.
"appa, keuliseu hyung ajak tao jalan-jalan"
"eoh? kapan?" mata sehun membulat mendengar kata 'kris' dari tao
"molla" jawabnya sambil mengangkat kedua bahunya. Membuat sehun dan baekhyun yang tadi sudah panik menjadi tiba-tiba saja malas bicara dengan setan panda ini. Bagaimana mungkin mengatakan bahwa seseorang mengajakmu jalan-jalan dan kau mengatakan tidak tahu kapan tepatnya. Dasar tao! Mengkhayal saja.
"bagaimana kalau lusa tao, appa ajak jalan-jalan?"
"jinjjaya?"
"um"
"yeheeeet. Sama eomma juga?"
"iya, sama eomma"
"keuliseu hyung juga?"
"mwo? andwae, kita tidak akan mengajak kris hyungmu itu, okay" tao merengut kecewa karena kris hyungnya tidak ikut. Memang apa salahnya? Batin tao.
"kris hyung besok sibuk, sayang. Jadi tao jalan-jalannya sama eomma dan appa saja ya?" bujuk baekhyun yang masih bergelayut manja di depan sehun.
"dari mana kau tahu kalau kris besok sibuk?" bisik sehun menyelidik. Baekhyun mengecupnya kemudian berkata "aku hanya membantumu agar tao tidak mengajak kris".
Sehun tersenyum mendengarnya. Ternyata kekasihnya ini berbohong mengenai kris yang sibuk. Tapi... sepertinya tao mulai kepincut dengan kris. Ini akan sedikit sulit memisahkannya dari kris.
"eottaeyo, baby?"
"okay. Jalan-jalannya sama eomma dan appa saja"
.
Hari ini berbeda, jauh lebih menyenangkan ketika berada di luar rumah. Salju tidak turun, hanya sedikit angin yang meniup-niup, sedikit membuat bulu-bulu kulit meremang jika tidak tertutup.
Seorang gadis bermarga kim sedang tersenyum senang melihat pantulan dirinya di depan cermin. Ia tidak pernah menyangka jika kecannya bersama ahjussinya itu akan terjadi dengan orang ketiga yang sangat ia cintai.
"eomma, yeppeuji" ucap tao menghampiri baekhyun yang sedang menyisir rambutnya.
"benarkah? Tao juga tampan" balasnya. Ia mengangkat tubuh tao untuk duduk di sampingnya karena tubuhnya yang pendek membuatnya sulit untuk menaiki kursi tersebut.
"appaneun eodinde?"
"aku di sini" jawab seseorang yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar baekhyun.
Sehun berjalan menghampiri baekhyun dan tao. Ia memeluk leher baekhyun dari belakang setelah sebelumnya mengecup kedua pipi tao dan juga baekhyun.
"kau cantik sekali" gumam sehun sambil menumpukan dagunya di atas kepala baekhyun, membuat sang gadis menampakkan warna-warna rona merah pada kedua pipinya.
Hari libur memang banyak dimanfaatkan bagi sebagian besar keluarga untuk menikmati liburan ini bersama-sama. Sungai han yang biasanya tidak akan terlalu ramai, kini sudah dipenuhi oleh para pasangan kekasih yang tengah melalui kebersamaan ini di hari yang banyak digunakan untuk berkencan.
Jalan-jalanan di sekitar menara namsan juga terlihat begitu ramai, begitu pula tempat-tempat yang ada di sana. Termasuk toko penjual berbagai macam bentuk 'lock love' yang terhampar dengan cukup banyak di sepanjang jalan dekat bukit namsan.
"appa, igeo mwoya?" tanya bocah kecil yang sedang menyeruput bubble teanya.
"ini kunci dan gembok" jawabnya singkat.
Menurut kepercayaan masyarakat korea, terlebih lagi para remaja, jika sepasang kekasih datang dan memasang gembok di pagar menara, lalu membuangnya jauh-jauh dari atas menara, maka akan memiliki hubungan yang abadi sepanjang masa. Beberapa kata romantis sebagai ungkapan pasanganpun mempercantik gembok-gembok tersebut.
"kau sudah selesai menulisnya?" tanya sehun yang baru saja menutup spidol yang tadi ia gunakan menulis pada sebuah gembok.
"um" ia menjawabnya dengan penuh semangat.
"ayo tao, sayang! Kita ke pagar di luar" tao turun dari bangku yang cukup tinggi ia jangkau dengan sekali lompatan, mengikuti arah sehun dan baekhyun berjalan.
Mereka berdua berjalan menuju barisan pagar yang tengah. Baekhyun memulainya, ia sudah mengunci gembok berwarna birunya pada pagar tersebut.
"kau menulis apa?" sehun mengintip dari balik punggung baekhyun.
"ya! cepat kunci gembokmu itu! Perutku sudah lapar, aku ingin segera makan" sehun mendengus sebal karena baekhyun tidak menjawabnya. Apa susahnya hanya menyebutkan kalimat yang ia tulis?
"kemarikan kuncinya!" ia merebut kunci yang baekhyun pegang.
Kini giliran sehun yang mengunci gemboknya. Tapi sebelumnya, ia kembali membuka gembok yang tadi baekhyun kunci, kemudian menyangkutkan juga gembok miliknya. Setelah itu, ia mengeluarkan sesuatu sebagai penghubung gembok miliknya dengan milik baekhyun. Benda berlapis berlian yang sangat familiar di mata semua orang.
Cinta kami begitu kuat. Sehebat apapun rintangan yang akan datang menghampiri kami. Kami tidak akan pernah terlepas dan terpisah. kim baekhyun dan Oh sehun akan selamanya terikat. Hingga ikatan kuat dari Tuhan mempersatukan kami. Saranghae sehunnie oppa.
Sehun tersenyum membaca pesan yang terdapat di gembok milik baekhyun. Benda tersebut begitu penuh dengan tulisannya yang sangat indah.
"ahjussi?"
Setelah selesai, sehun mundur agar ia dan baekhyun dapat melihat kedua gembok tersebut dengan jelas.
"jika waktunya sudah tepat, aku akan melamarmu dengan cepat. aku berjanji" ucap sehun.
Ia mengecup singat kening baekhyun. Kemudian mereka bertiga pergi dari tempat tersebut, meninggalkan jejak berupa sepasang gembok berwarna biru dan putih dengan sebuah cincin bertuliskan Oh sehun love kim baekhyun sebagai penghubung dua gembok tersebut.
Perjuangan. Aku akan berjuang untuk tetap bersama gadisku. Oh sehun love kim baekhyun.
Hari ini mereka bertiga lalui dengan cukup panjang. Mengunjungi berbagai toko di dekat namsan tower, mencoba seluruh wahana yang ada di sana dan tentunya juga mencicipi banyak makanan yang tersedia di toko-toko kaki lima dan juga café.
Seperti sekarang ini, baekhyun dan tao tengah duduk di salah satu meja makan sebuah café yang menyuguhkan keasrian taman sekitar seoul saat sore hari. Mereka berdua tengah menunggu makanan yang mereka pesan dan juga menunggu sehun yang sedang berada di toilet.
"chagiya. Eomma lupa pesan sesuatu, eomma ke kasir dulu, ya? tao diam di sini saja! jangan ke mana-mana! Araji?" ucap baekhyun memperingati tao agar tetap duduk di sana.
Setelah melihat tao mengangguk dan menampilkan gigi-gigi kucingnya, baekhyun segera menuju pelayan yang menerima pesanan makanan.
Beberapa wanita tukang merumpi perlahan terlihat mendekat ke arah tao yang sedang sibuk dengan boneka pandanya dan juga bubble tea yang sudha hampir habis separuhnya. Bocah kecil ini merasa ada suatu gerak-gerik mencurigakan dari belakang kursinya. Tapi karenamerasa tidak peduli, ia kembali mengajak ngobrol boneka pandanya.
Sebuah kepala tiba-tiba saja menyembul dari balik belakang kursinya, membuat tao hampir saja terjungkal karena melihat bentuk muka aneh –menurut tao, milik orang tersebut.
"huwaaaaaa monstel~~~" jeritnya terkejut.
"anhi! Ahjumma bukan monster" wanita tersebut akhirnya mengambil duduk di samping tao, diikuti beberapa kawannya yang lain.
"aish… ahjumma mengejutkan tao" tao mengerucutkan bibirnya karena sangat sebal. Hal tersebut justru malah semakin membuat para ahjumma itu gemas dan beberapa ada yang mencubit kecil pipi tao.
"jadi nama kamu tao?" tanya salah satu ahjumma yang sok akrab. Tao hanya mengangguk lucu.
"oh ya, tao. Kamu ke sini sama siapa?" kini yang satunya lagi langsung memberikan pertanyaan yang sejak awal mereka melihat tao, sehun dan baekhyun membuat mereka penasaran.
"tao sama eomma sama appa"
"eo-eomma? Jadi gadis muda itu, ibunya tao?" semuanya terkejut mendengar pernyataan ini. Habislah sudah harapan mereka untuk mendapatkan ahjussi tampan bernama sehun itu.
"ne. baekkie itu eommanya tao. Cantik, ya?" jawab tao enteng.
"ne. cantik" semuanya menjawab dengan nada lemas.
Akhirnya mereka memutuskan kembali ke meja makan mereka. Baiklah, sepertinya target mereka tidak akan berbuah manis. Pria itu sudah memiliki istri dan juga anak. Setidaknya itulah yang mereka simpulkan.
Makanan yang belum lama sudah tersaji di hadapan baekhyun, sehun dan juga tao segera mereka lahap dengan semangat. Ketiganya memang sangat ahli dalam urusan makan. Terlebih tao, dia masih harus mendapatkan gizi yang sangat banyak untuk pertumbuhannya.
.
Suhu diluar sana sudah tidak terlalu dingin. Membuat sebagian besar orang mulai menyukai kembali beraktifitas di luar rumah. Aroma-aroma musim semi sudah mulai tercium, terbukti dari beberapa pohon yang mulai bangun dari layunya.
Baekhyun yang baru saja selesai mandi dan mengenakan seragam sekolahnya, kembali tersenyum saat mendapati tao yang masih tertidur manis di atas kasur. Tapi, sepertinya ada yang aneh. Raut wajah tao seperti dalam keadaan yang tidak baik.
"astaga" ia terkejut saat mendapati gigi-gigi tao yang berdentuman saling beradu. Segera ia selimuti tubuh tao yang kedinginan.
"ahjussiiiiiii~~"
Tao demam. Itulah kesimpulan yang dikatakan oleh dokter yang memeriksa tao saat baekhyun dan sehun membawanya ke rumah sakit terdekat.
Niat baekhyun untuk berangkat sekolahpun harus ia tinggalkan. Ia harus merawat tao. Tao harus sembuh secepatnya. Dan sejujurnya, saat sejak ia mendapati ada yang tidak beresa dengan tao, ia sudha merasakan kekhawatiran yang berlebih. Apakah seperti ini naluri seorang ibu?
Seakan tidak ada hal lain yang penting untuk ia kerjakan. Baekhyun terus duduk di samping tao terbaring di kasurnya. Suasana kamar itu sungguh sunyi. Bahkan sehun saja tidak bersuara sidikitpun.
Mereka berdua sungguh kehilangan keceriaan tao yang mampu membuat hari mereka semakin berwarna.
'mungkin tao rindu dengan orang tuanya' batin baekhyun saat mengingat sesuatu.
Sama seperti ia yang baru saja ditinggal oleh kedua orang tuanya. Sehun, sang ahjussi yang harus merawatnya selama ia sakit.
"apa belum ada kabar apapun dari polisi mengenai keberadaan orang tuanya?" tanya baekhyun. Ia bangun dari sandarannya pada bahu sehun.
"belum"
"kalau ada orang tuanya, pasti tao akan cepat sembuh"
Sehun merasa seperti ada makna lain dari ungkapan baekhyun barusan. Apa baekhyunnya mencoba mengatakan bahwa ia juga merindukan suho dan lay yang masih di rusia sana?
Di raihnya wajah baekhyun dan ia kecup singkat ujung hidungnya. "setelah tao sembuh, bagaimana kalau kita liburan? Aku juga tidak ingin tao terus teringat orang tuanya, ya setidaknya agar ia tidak sakit seperti ini terus-menerus" usulnya.
"liburan? Hmmm boleh juga. Ke mana?"
"jeju? Inggris? New york? Jepang? Ke manapun boleh. Nanti kita fikirkan bersama akan liburan ke mana"
"ne-"
"uugghhh keuliseu hyunghhh~~~" gumaman si kecil tao sukses membuat baekhyun dan sehun saling mengalihkan pandangan pada tao dan juga berpendangan masing-masing.
"apa ahjussi memikirkan hal yang sama denganku?" tanya baekhyun sedikit hati-hati. Karena pasalnya ia tahu betul bagaimana suasana hati sehun jika baekhyun sudah mulai membahas namja bernama 'kris' itu.
"andwae andwae... aku tidak mengizinkan kris untuk ke sini" memang ia memikirkan hal yang sama, tapi tidak dengan menyetujui usul baekhyun yang terbaca olehnya.
"tapi ahjussi-"
"pokoknya tidak" sehun dengan protektifnya langsung menyela ucapan baekhyun.
Meski bagaimanapun dan sematang apapun umur sehun, ia masih belum bisa bertemu dengan pria tersebut apalagi harus satu atap di rumahnya.
Biarkan saja jika baekhyun menilainya sebagai pria yang tidak dewasa, daripada ia harus bersikap tidak dewasa di depan kris karena kecemburuannya? Lagi pula, ini sama saja memberikan kesempatan pada kris untuk lebih lama bertemu dengan baekhyun dong. Enak saja.
"oppaa~~~~" baiklah ini adalah jurus terakhir baekhyun untuk merayu sehun setiap sehun sedang dalam mood buruk, dan biasanya akan berhasil.
"an. dwae." Jawab sehun dengan sangat tegas agar baekhyun mengerti kalau ia tidak akan pernah menijinkan usulnya tersebut.
"keuliseu hyung..."
Keduanya kembali melihat pada anak kecil yang sedang berbaring sedikit gelisah di atas kasur sana. Tatapan baekhyun yang terlihat pasrah dan penuh harap seakan menghipnotis semua emosi sehun, sehun dibuat tidak memiliki pilihan lain.
"demi tao" baekhyun berkata begitu lirih. Ia sudah kehabisan kata-kata agar sehun menerima usulnya untuk meminta kris datang menjenguk tao.
"hhhh... baiklah, demi tao"
Sehun merasa kalau baekhyun memang sangat menyayangi tao. Ia juga tidak mau kalau harus melihat baekhyun terus-terusan tidak sekolah karena harus merawat tao yang masih sakit, terlebih lagi sejak tadi pagi baekhyun tidak pernah pergi dari kamarnya. Ia terus menjaga tao sepanjang waktu, sampai-sampai ia juga tidak jauh-jauh dari tempat tidur tao. Baekhyun terlalu mengkhawatirkan tao hingga ia juga tidak memikirkan kesehatannya sendiri, termasuk melupakan sarapan dan makan siangnya. Sehun tidak mau baekhyunya terus seperti ini.
Akhirnya setelah perdebatan yang cukup panjang, sehun meng'iya'kan saran baekhyun untuk memanggil kris agar datang menjenguk tao, dan sudah sejak beberapa jam yang lalu kris berada di rumah sehun. Kebetulan sekali tadi sore luhan dan kyungsoo masih di sekolah, jadi bisa ke rumah sehun bersama mereka berdua.
Ia begitu terkejut saat mendengar dari baekhyun kalao tao sedang sakit, pantas saja seharian ini dia tidak lihat baekhyun di sekolahan. Anak itu kan termasuk siswi yang tidak bisa diam di kelas, jadi kalau tidak lihat dia sampai setengah hari saja, sudah pasti kalau gadis super aktif itu tidak masuk sekolah.
Disinilah dia sekarang. Di kamar baekhyun yang hanya berdua saja dengan tao.
Bocah kecil itu terus saja mengigaukan nama kris, sehingga mau tidak mau kris akhirnya tidak tega untuk tidak membangunkan tao dari tidur gelisahnya. Ia masih ingat saat melihat pertama kali tao sadar, wajah manis itu begitu pucat dan dibanjiri oleh keringat dingin, sedangkan suhu tubuhnya terasa panas.
"sekalang tao mau jeluk"
"tao mau jeruk?"
"um" ia mengangguk lucu.
"baiklah... tunggu sebentar ya, hyung kupaskan dulu"
Mereka berdua terlihat begitu dekat. Tao tidak ingin terlepas dari sehun barang sedetikpun. Ia terus saja duduk di atas pangkuan kris yang bersandar pada kepala ranjang. Bahkan tao terus memegangi baju kris dengan kencang ketika kris menggodanya kalau tao tidak mau makan, ia akan pergi saja. Jadi, dengan begitu, satu mangkuk kecil bubur sudah masuk ke dalam perut tao, walau terkadang tao memunculkan ekspresi kepahitan. Wajar saja, ia kan sedang sakit.
"hyung"
"ne?"
"hyung tidul sini aja ya sama tao"
"tidur di sini?" bocah itu mengangguk mengiyakan.
"iya. Tao masih mau sama hyung. Mau ya? Nanti tao yang bilang sama eomma dan appa kalau hyung tidul di sini"
Kris merasa ini sudah yang kedua kalinya ia terpana dengan mata panda milik tao. Yang pertama adalah saat pertemuan pertama mereka di depan kelasnya, dan yang kedua adalah sekarang. Mata anak kecil ini begitu menyedot kesadaran kris, sepertinya ada rasa lain ketika melihatnya dari jarak yang sedekat ini.
"hyung!"
"iya?"
"okay, hyung sudah setuju. Nanti tao bilang eomma, tao tidul sama hyung aja"
Bocah ini memang ya. Seenak sendiri menyimpulkan. Kalau sudah begini, mau tidak mau kris harus menurutinya. Ia tidak mau mengambil resiko kalau kondisi kesehatan tao kembali menurun karena keinginannya tidak terpenuhi. Dan kalau di fikir-fikir, ia juga tidak rugi kalau menginap di sini. Hitung-hitung menghabiskan waktu bersama baekhyun. hihihi
Ngomong-ngomong tentang baekhyun, sejak tadi ia baru mengingat nama tersebut sekarang. Apa karena terlalu fokus pada tao hingga dia lupa dengan baekhyun?
"okay... tapi tao janji harus banyak makan, obatnya juga harus di minum supaya tao cepat sembuh. Eottaeyo?"
"oke" jawab tao senang. Kedua bola matanya yang bulat tenggelam oleh senyumannya yang seperti kucing, sangat menggemaskan.
.
Malam ini baekhyun memutuskan untuk tidur dikamar ahjussinya itu. Sebenarnya tadi ia dan sehun sudah mengecek beberapa kamar kosong di rumah tersebut, tapi mengingat sudah bertahun-tahun kamar-kamar tersebut tidak ditempati, memberikan hawa aneh yang baekhyun rasakan saat mereka berdua mencoba memasuki satu persatu kamar tersebut. Jadilah akhirnya baekhyun memutuskan untuk satu kamar dengan sehun.
Lagi pula menurutnya ini bukan hal asing lagi kan? Mereka kan sudah pernah, bahkan tidak hanya sekali tidur bersama di satu kasur yang sama. Jadi baekhyun tidak ambil pusing. Ia juga merasa lebih baik seperti itu –maksudnya tidur dengan sehun. Sudah lama sekali sepertinya mereka tidak tidur bersama. Malam ini ia kembali bisa memeluk ahjussinya itu sampai besok hari ia terbangun, merasakan belaian tangan besar sehun di kapalanya hingga ia tertidur, dan mendengarkan kata-kata romantis dari sehun menjelang tidur. Ahh~ membayangkannya saja sudah membuat baekhyun senang.
Merasa sudah cukup berada di kamar mandi, baekhyun keluar lengkap dengan baju tidur berwarna pinky bertabur gambar kepala-kepala kucing berwarna putih.
"ahjussi~~~" setelah menaruh handuk di jemuran dekat jendela, ia segera berlari dan menghambur ke pelukan sehun yang sedang tertidur miring.
"wangi tidak?" ia terus menggeliatkan kepala bahkan tubuhnya pada tubuh sehun. Menebarkan aroma sabun yang ia gunakan tadi.
"i-iya.. kau harum sekali" jawab sehun terbata-bata. Kenapa? Jelas saja karena tingkah baekhyun sekarang ini. Dasar ya, baekhyun! Ngundang banget si sehun buat grepe-grepein dia -_-" gimana kalo sehun kelepasan (?).
Gadis kecilnya itu seperti menggodanya. Bukan dengan gaun tidur lingerie yang super tipis dan pendek. Baekhyun hanya mengenakan baju tidur sewajarnya. Kemeja tidur bergambar kepala kucing yang panjang hingga pergelangan tangannya, juga celananya yang satu setel dengan kemeja tidur, panjangnyapun hingga pergelangan kaki. Tapi yang membuatnya seperti ini adalah baekhyun yang terus menggerakkan tubuhnya yang menempel pada dirinya. Sedikit merasakan gesekan ehem 'payudara' ehem baekhyun yang sepertinya cukup besar dan bagaimana rasanya jika disentuh ya?
EOMEONA... 'sehun,, berfikirlah jernih! Kau tidak boleh melakukan yang melanggar batas! Tidak boleh sehun! Tidak boleh' Keringat dingin karena gugup membanjiri wajah putih sehun. Membuat kulitnya semakin terlihat pucat.
"kau kenapa?" tegur baekhyun yang mendongakkan kepalanya untuk mengecek kondisi sehun. Pasalnya sejak tadi ia mencoba untuk bermanja-manja dengan sehun, tidak ada rekasi apapun *iyalah -_-*
"ahjussi?" baekhyun mengedipkan matanya bingung melihat tatapan aneh ahjussinya itu.
'ya Tuhan. Kenapa dia terlihat jauh lebih manis dari seekor kelinci kecil? Kuatkanlah hambamu ini ya Tuhan' batinnya terus memanjatkan doa agar tidak menyerang baekhyun saat ini juga. Tentu saja, hubungan mereka kan masih belum terikat oleh janji suci di hadapan Tuhan, jadi mana boleh mereka melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh yang sudah menikah.
"ahju-"
Chup~
Bibirnya yang masih monyong karena ingin mengucapkan kata ahjussi dan berhenti di kata ahju, langsung mendepatkan kecupan dari bibir sehun yang sepertinya merasa diundang untuk medarat di sana. (ini mah sehunnya aja yang mesum -_-")
Mungkin memberikan sentuhan lebih, tidak akan jadi masalah. Fikir sehun.
Sedikit demi sedikit, baekhyun mulai menyeimbangkan permainan bibir sehun. Menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri untuk mendapatkan kemesraan lebih dalam lagi.
Tangan kiri sehun yang menyelip di bawah kepala baekhyun untuk memegang tengkuk sang gadis tetap bertahan, sementara tangan kananya sudah mulai menari di atas tubuh baekhyun yang terlapisi oleh piyama. Baekhyun tersentak, ia terkejut karena ada sesuatu yang mengusap perutnya, membuatnya geli seperti tersengat sesuatu dan membuat darahnya berdesir hebat seketika hingga ia melepaskan ciuman tersebut.
Sehunpun tidak kalah terkejutnya. Ia merasa sangat bersalah, seharusnya tadi ia tidak sampai tahap itu. Baekhyun pasti merasa takut sekarang.
"ahjussi?"
"mi-mianhae" ucapnya, kemudian bangkit dan meninggalkan baekhyun dengan raut wajah yang masih merasa bersalah.
"ahjussi, eodisseo?"
"a-aku ingin ke dapur. Ingin membuat cokelat hangat" ia mengucpkannya tanpa berbalik menatap baekhyun yang masih pada posisinya sama seperti tadi.
"aku ikut!" teriaknya
Secangkir cokelat hangat mungkin bisa membuat hatinya sedikit hangat dan tenang –itu yang sehun harapkan. Ia masih terlalu takut untuk bertemu baekhyun. Pabo, lagi pula kenapa bisa tangannya tadi sampai menyusup ke dalam piyama baekhyun?. Ia terus mengumpat dengan tangannya yang terus mengaduk-aduk agar cokelat di dalam gelas tercampur merata.
"dianya saja yang menggodaku" gumamnya. Kalau difikir-fikir memang ia tadi mulai terbawa oleh godaan baekhyun. Tapi, godaan macam apa yang dibuat oleh anak kelas 2 SMA pada pria tua macam sehun? Atau memang sehun saja yang terlalu 'pervert', sehingga mengganggap sikap manja baekhyun tadi seperti mengundangnya untuk memangsa baekhyun malam ini juga.
"ahjussi, aku juga mau" pinta baekhyun yang menyusulnya ke dapur.
"duduklah yang manis, nanti ku buatkan satu untukmu" jawab sehun
"geurae" baekhyun menanggapinya sangat riang. Seperti akan mendapatkan sekarung jus strawberry kesukaannya. Membuat sehun tertawa sendiri mendengarnya. Aigooo,, kucing kecil seperti dia mana tau arti menggoda seperti yang ia bayangkan sejak tadi, kan?
"gomawo" ucapnya saat mendapatkan secangkir penuh cokelat hangat dari sehun. Mereka berdua duduk berhadapan di meja makan untuk sama-sama menikmati cokelat hangat. "eummm.. mashissta"
Tidak ada yang membuka suara baik sehun maupun baekhyun. Karena, sehun sejak tadi masih sibuk memandangi baekhyun yang begitu menikmati cokelat hangat buatannya. Memperhatikan bagaimana bibir baekhyun yang terus meniup sekitar bibir gelas agar cokelat tersebut tidak terlalu panas untuk ia minum. Dan memperhatikan juga raut wajah manis yang muncul setelah ia meneguk beberapa tegukan cokelatnya.
"hahhhh~~ aku jadi mengantuk" desah baekhyun setelah cokelat dalam gelasnya habis ia minum. Sehun sendiri sudah menghabiskannya sebelum baekhyun habis setengahnya.
"ayo tidur. Sekarang sudah terlalu malam"
Sehun menaruh gelas tersebut ke wastafle, sementara baekhyun sudah berdiri menunggunya. "ahjussi" panggilnya saat sehun sudah mendahului akan ke kamar. Mau tidak mau, sehun menengok kembali.
"a-aku..." tiba-tiba saja baekhyun merasa gugup. Padahal sejak tadi ia merasa biasa saja. 'bagaimana cara mengatakannya ya?'
Sebenarnya sejak tadi sehun memberikan coklet hangat tersebut, ia sudah membayangkan bagaimana rasanya berciuman setelah meminum cairan cokelat yang rasanya sangat manis ini. Apakah rasanya lebih enak dibandingkan dengan ice cream yang waktu itu?
Tunggu. Kenapa baekhyun jadi selalu ingin mencoba cara baru dalam ciumannya dengan sehun? Belum lama ini ice cream, dan sekarang cokelat hangat.
"b-bagaimana rasanya,,,,, berciuman setelah meminum cokelat?" demi apapun, baekhyun sudah tidak lagi mampu menahan rona merah di wajahnya. Malu sekali rasanya. Apalagi melihat sehun yang mengangkat sudut bibir kanannya.
"kau ingin coba?" tawar sehun.. dan itu diangguki oleh baekhyun. Ya Tuhan, beberapa waktu yang lalu ia mengajaknya berciuman setelah memakan ice cream, dan sekarang setelah meminum cokelat hangat juga? Nakal sekali kucing kecilnya ini.
Perlahan sehun mendekat ke arah baekhyun yang masih menunduk. Mungkin masih malu karena pertanyaannya tadi terkesan seperti ia mengajak sehun untuk melakukannya. Diangkatnya dagu kecil baekhyun hingga tatapan mereka saling bertemu. Baekhyun melihat sehun sudah memiringkan kepalanya ka arah kiri, membuatnya menutup kedua matanya dan mempersiapkan bibirnya untuk menyambut bibir sehun.
Mereka terus mengeksplor dalam mulut masing-masing lawan, mencari sisa rasa cokelat yang baru saja mereka minum. Membuat keduanya sangat berkonsentrasi pada rasa nikmat yang muncul dari sensasi ciuman malam ini, tidak menyadari ada orang lain yang juga ada di sana.
Sosok yang tadi tidak sempat tertangkap mata, baik oleh baekhyun maupun sehun segera menyembunyikan tubuhnya di balik tangga, masih mencoba mengatur nafasnya. Ia masih tidak percaya dengan apa yang barusan ia lihat, hingga sekali lagi memberanikan diri untuk sedikit mengintip.
"b-baekhyun-ah..." lirihnya pelan. Matanya menyiratkan rasa sakit yang tiba-tiba saja melanda hatinya. "jadi, mereka benar-benar memiliki hubungan khusus"
END
Tapi sebenernya za masih mau lanjutin hunbaek momen di chapter berikutnya ^^ hehehe
satu review satu poppo :3
