Thousand of Tears

Chapter 7 Tujuan Baru


Setelah menunggu sekitar 15 menit, Tomioka Giyuu kembali. Di tangannya terdapat sepotong bambu yang memiliki sepotong kain merah di kedua sisinya.

"Tutup mulut adikmu menggunakan ini! Tak sepertimu, dia memiliki gigi taring yang tajam dan juga rasa haus darah. Gunakan itu agar dia tak memakan manusia". Tomioka Giyuu berkata sambil melemparkan potongan bambu itu.

Shirazumi menangkap bambu itu dan melakukan apa yang disuruhnya.

Setelah potongan bambu itu terpasang di mulut Nezuko, Shirazumi mengelus-elus rambut adik perempuannya. Melihat wajah Nezuko yang sedang tak sadarkan diri.

Dengan matanya yang tertutup, dan gigi taringnya yang tertutupi, Selain warna kulitnya yang menjadi lebih pucat dan warna ujung rambutnya yang berubah, Nezuko terlihat seperti manusia.

Tapi bambu yang ada di mulut Nezuko, mengingatkan Shirazumi dengan Nezuko waktu masih kecil. Saat giginya baru tumbuh, Nezuko menggigit apa saja yang muat di mulut kecilnya, termasuk potongan kayu kecil.

Selagi bernostalgia, Pendekar pedang itu memanggilnya. "Kau, Kau sadar kondisimu tidak berbeda jauh dengan adikmu itu kan?"

Shirazumi mengalihkan pandangannya pada Giyuu yang sedang berdiri sambil bersender pada salah satu pohon.

Sebelum Sempat Shirazumi menjawabnya, Giyuu menambahkan kalimatnya.

"Lihat, Matamu sudah mulai berubah.."

Shirazumi yang tak bisa melihat wajahnya sendiri, tak menyadari kalau ada perubahan pada fisiknya. Pupil matanya kini berubah sama seperti Nezuko.

.

Dalam dunia yang gelap, dimana yang terlihat sejauh mata memandang hanyalah warna hitam gelap. Tiga orang anak laki-laki, satu orang anak perempuan, dan ibu mereka sedang menatap sedih pada seorang anak laki-laki.

Mereka adalah Hanako, Shigeru, Takeo, Rokuta dan Kie, ibu mereka. Anak yang mereka lihat adalah Tanjiro.

Sang ibu mendekatkan wajahnya pada Tanjiro dan meminta maaf. Ibunya mewakili empat anaknya meminta maaf, karena sudah meninggalkan tiga anaknya yang masih belum bergabung dengan mereka.

Ibunya meminta tolong Tanjiro untuk menjaga Nezuko dan Shirazumi. Shirazumi memang anak pertama, tapi Tanjiro adalah anak laki-laki pertama. Lagipula, ibunya tak bisa berbicara dengan Shirazumi.

.

Saat Shirazumi sedang memikirkan perubahan fisiknya, Tiba-tiba Tanjiro terbangun. Entah sejak kapan Tanjiro memegang erat Haori yang dikenakan Nezuko. Saat matanya terbuka, yang pertama dilihatnya adalah Nezuko.

Setengah mengingat minpinya tentang ibu dan adik-adiknya, Tanjiro mengeluarkan air mata. Beberapa detik kemudian, sepasang tangan yang hangat memeluknya. Saking senangnya saat Tanjiro sadar, Shirazumi langsung memeluk erat adik laki-lakinya itu.

"Sudah bangun ya..."

Suara Giyuu membuat Shirazumi melepaskan pelukannya pada Tanjiro, kemudian Tanjiro berbalik dan memeluk Nezuko.

Tanjiro yang sedang memeluk adiknya itu terkejut dengan bambu yang diikat menutupi mulutnya itu. Sebelum sempat bertanya, Giyuu menjelaskan mengenai bambu itu.

"Aku yang menyuruh kakakmu untuk memasangkan bambu itu. Itu untuk menahan dan mengendalikan taringnya. Itu untuk mencegahnya memakan manusia".

Lalu setelah itu Giyuu melemparkan satu lagi potongan bambu yang sama dengan yang dipakai Nezuko.

"Kalau kakak perempuanmu itu mulai tumbuh taring dan mulai ingin makan manusia, pakaikan juga itu padanya".

Shirazumi memandang bambu yang kini dipegang Tanjiro. Dalam pikirannya dia sama sekali tak ingin memakai potongan bambu seperti itu... Tidak akan pernah...

Tomioka Giyuu memberikan saran pada Kamado bersaudara untuk menemui seorang pria tua bernama Urokodaki Sakonji yang tinggal di Gunung Sagiri. "Pergilah temui pria tua bernama Urokodaki Sakonji di kaki gunung Sagiri. Katakan padanya Tomioka Giyuu mengirim kalian. Beliau bisa menolong kalian jika ingin membunuh oni. Beliau jugapunya banyak informasi mengenai oni, termasuk oni yang tidak sempurna".

Sebelum pergi, Giyuu memberikan saran terakhir pada Tanjiro. "Karena sekarang sedang mendung, jadi kalian berdua masih aman. Yang penting jangan sampai Kakak Perempuan dan adik perempuanmu itu terkena sinar matahari".

.

Tidak lama setelah kepergian Tomioka Giyuu, Nezuko terbangun. Raut wajahnya terlihat sangat bingung. Nezuko mendekati Shirazumi dan memeluknya bersamaan dengan Tanjiro. Butir-butir air mata mengalir dari mata Shirazumi dan adik laki-lakinya.

Nezuko tak berbicara. Nezuko hanya mengeluarkan suara-suara yang tak jelas. Tapi Tanjiro dan Shirazumi mengerti apa yang ingin dia katakan.

"Jangan menangis. Aku sayang kalian..."

.

Tiga bersaudara itu kini berjalan kembali menuju rumah mereka untuk mengubur keluarganya. Tanjiro mengambil sekop dan mulai menggali salju yang menutupi tanah, kemudian menggali tanahnya. Shirazumi membawa satu per satu jasad ibu dan adik-adiknya keluar dari rumah yang sangat berantakan itu.

Saat Tanjiro mengubur keluarganya, Shirazumi mengambil kimono sehari-hari yang biasanya dipakainya dan Nezuko.

Sejak pelukan mereka tadi, Nezuko bertingkah seperti anak kecil. Seperti ada yang hilang dari ingatannya. Karena tak bisa memakai kimononya sendiri, Shirazumi memakaikannya padanya setelah mengganti kimononya sendiri.

.

.

.

Akhirnya makam sederhana untuk ibu dan adik mereka selesai. Tanjiro dan Shirazumi berdoa di depan makam keluarganya. Sedangkan Nezuko hanya melihat kedua kakaknya dengan tatapan kosong.

Nezuko masih terus memandangi makam-makam itu dengan tatapan kososng. Seperti ingin mengingat, siapa pemilik 5 makam itu. Sementara Shirazumi sedang melipat dua buah kain putih yang lebar, berharap itu cukup untuk menutupi tubuhnya dan Nezuko kalau nanti matahari muncul.

Tanjiro memegang tangan Nezuko dan menariknya pelan untuk membuyarkan pikiran Nezuko atas makam-makam itu. Shirazumi membawa sebuah tas untuk membawa kain-kain itu.

Sambil melihat sekali lagi rumah yang akan mereka tinggalkan, Tiga bersaudara itu pergi. Meninggalkan rumah tempat mereka dilahirkan. Tempat mereka dibesarkan. Rumah yang memiliki banyak sekali kenangan.

Tanpa ragu, ketiga bersaudara itu melangkah, Menuju tempat tujuan mereka yang baru.


Rumah tempat tinggal yang penuh kenangan.

Kenangan bahagia, kenangan menyedihkan.

Semua ada disana.

Tapi Sekarang,

Rumah itu ditinggalkan.

Tetapi, Kenangan itu akan terus mereka bawa.

Sampai kemanapun mereka pergi.


TBC

Ada kritik & saran?

Aku tunggu ^_^


Gambarnya Shirazumi ada di versi Wattpad, Mangga ditengok ^_^