Thousand of Tears

Chapter 26 Rasa Sakit Atas Kehilangan


Nezuko terus menyerang oni yang muncul. Seperti biasa, Nezuko lebih memilih menggunakan kakiknya daripada tangannya. Menendang dan menginjak, hanya itu yang dilakukan Nezuko pada oni itu, tapi itu cukup membuat oni dan para kloningnya itu kerepotan.

Shirazumi juga menyerang oni yang mendekatinya dan Kazumi. Karena memiliki tiga tubuh dan bisa hilang dan muncul dimana saja, tiga oni itu seperti membagi tugas antara menyerang Nezuko dan mengambil kembali gadis yang tadi diculiknya.

Walaupun Nezuko yang sekarang adalah oni, tapi Tanjiro masih menganggapnya sebagai adiknya. Tubuhnya tak mengingat kenyataan itu dan menyuruh Nezuko yang mulai menjauh darinya untuk kembali karena khawatir.

Tapi Nezuko yang sekarang ini kuat. Dengan mudah dia bisa menghindari salah satu dari oni itu yang muncul tiba-tiba dari bawah.

"Tanjiro! Tenang saja. Nezuko yang sekarang itu kuat. Kau harus lebih fokus pada dirimu sen..." Ucapan Shirazumi terpotong karena tiba-tiba muncul air hitam milik oni itu di bawah kaki Tanjiro.

Shirazumi dan Kazumi menghindari air hitam itu, tetapi Tanjiro tidak. Sebetulnya Tanjiro bisa dengan mudah menghindarinya, tapi dia sengaja tidak menghindar. tanjiro berniat memasuki air hitam itu, dimensi milik oni dan kloningnya itu.

Sebelum menghilang di balik air hitam itu, Tanjiro berpesan pada Shirazumi dan Nezuko untuk menjaga Kazumi dan tetpa terus siaga.

Nezuko dan Shirazumi melihat Tanjiro yang mulai tertelan seutuhnya dengan pandangan khawatir.

Selama Tanjiro berada di dalam sana, satu oni berada di permukaan dan menyerang Nezuko dan Shirazumi. Nezuko yang menyerang oni itu sedangkan Shirazumi menjaga Kazumi.

Walaupun Nezuko cukup kuat untuk memukul mundur oni itu, tapi tetap saja Nezuko masih bisa terluka. Pengalaman mereka jelas berbeda. Oni itu berhasil menorehkan luka cakaran di wajah Nezuko.

Shirazumi yang melihat itu menjadi geram. Dia mendekati Nezuko dan oni itu lalu memotong tangannya yang hampir saja melubangi wajah Nezuko.

Oni yang tangannya terpotong itu segeraa menjauh dari Nezuko dan Shirazumi. Kemudian Tanjiro pun muncul ke permukaan. Dua oni kloning yang lainnya telah dikalahkan Tanjiro di dalam rawa air hitam itu.

Tanjiro melindungi Nezuko di belakang tubuhnya sedangkan Shirazumi kembali pada Kazumi untuk melindunginya.

Shirazumi menyadari raut wajah Tanjiro yang tak biasanya. Raut wajah penuh amarah yang sangat jarang diperlihatkan olehnya. Apa yang dilihatnya di dalam rawa air hitam itu telah menarik amarah Tanjiro.

Selama berada di dalam sana, Tanjiro menemukan belasan kimono yang merupakan milik gadis-gadis yang sudah dimakan oleh oni itu. Itu sudah cukup menyulut amarah Tanjiro.

Kemudian saat kembali ke permukaan, dia melihat Nezuko yang memiliki luka diwajahnya. Itu membuat amarahnya semakin tinggi.

Sambil melindungi Nezuko yang masih memulihkan lukanya, Tanjiro memaki oni yang tersisa itu karena kejahatannya.

Tapi oni itu malah menginginkan kata terima kasih karena telah menghentikan waktu para gadis sebelum mereka menua dan menjadi jelek.

Karena geram, Tanjiro menghentikan kata-kata oni itu dengan merobek mulut oni itu dengan nichirin miliknya.

Sambil menyudutkan oni yang kini sudah tak bisa melakukan perlawanan, Tanjiro menanyakan mengenai Kibutsuji Muzan padanya.

Sesuai ucapan Sakonji, Selama ini yang diketahui bisa mengubah manusia menjadi oni hanyalah pemimpin para oni yang bernama Kibutsuji Muzan. Karena itu Tanjiro berusaha mencari informasi mengenai Kibutsuji muzan dengan bertanya pada oni, tapi selalu gagal.

Dengan oni dihadapannya yang masih bisa bicara, Tanjiro menanyakan mengenai Kibutsuji Muzan padanya. Tapi bukannya menjawab, oni itu malah melepaskan bau rasa takut yang tajam.

Oni itu terus berteriak ketakutan hanya karena mendengar nama Muzan. Seperti sebuah kutukan akan aktif kalau dia berbicara mengenai pemimpin oni itu.

Dengan tangan yang sudah tumbuh kembali, Oni itu berusaha menyerang Tanjiro. Tapi sebelum bisa melukai Tanjiro, kepalanya sudah lebih dulu terpenggal. Dengan raut wajah yang kecewa, Tanjiro memenggal kepala oni itu.

Tanjiro kecewa. Lagi-lagi dia tak bisa mendapatkan jawaban.

Shirazumi yang kini lega karena musuh mereka telah hancur menjadi abu segera meninggalkan Kazumi dan mendekati Nezuko yang kini terduduk bersandar pada tembok pagar.

Saat Shirazumi menghampiri Nezuko, terlihat Nezuko seperti sangat mengantuk. Luka-lukanya sudah berhenti mengeluarkan darah. Bukan hanya itu, bahkan sudah tidak ada lagi luka. Hanya menyisakan darah yang pernah keluar dari luka yang kini benar-benar menghilang.

Shirazumi mengeluarkan sebuah sapu tangan berwarna putih dan membersihkan wajah Nezuko. Saat ini Nezuko telah benar-benar tertidur.

Saat Shirazumi sedang membersihkan wajah Nezuko, tiba-tiba Tanjiro datang menghampiri mereka dengan tergesa-gesa. Tanjiro khawatir pada Nezuko.

"Tidak apa-apa. Nezuko hanya tertidur. Lukanya juga sudah sembuh". Ucap Shirazumi menenangkan Tanjiro.

Setelah mendengar perkataan kakaknya, Tanjiro merasa lega. Tapi perasaan kecewanya masih ada di wajahnya, dan Shirazumi menyadari itu.

"Tak apa-apa. Kita masih bisa mendapatkan kesempatan yang lain" Shirazumi kembali berkata pada Tanjiro.

Tanjiro yang sejak tadi memperhatikan Nezuko kini menatap wajah Shirazumi lalu mengangguk. Setelah itu dia segera memeriksa keadaan Kazumi dan juga gadis yang tadi dititipkannya pada Kazumi.

Wajah Kazumi terlihat sangat pucat. Setelah mendapati kenyataan kalau tunangannya kini telah tiada, Kazumi terlihat putus asa.

Tanjiro menanyakan keadaan Kazumi. Walaupun secara fisik Kazumi baik-baik saja, tapi hatinya tidak. Dirinya sedang tidak stabil. Karena itu, walaupun tanjiro berusaha menenangkan Kazumi, dia malah marah dan menarik kerah Tanjiro.

Tanjiro tidak marah dengan perlakuan Kazumi. Dirinya tahu benar rasanya kehilangan orang yang sangat disayangi.

Shirazumi menggendong Nezuko yang kini tubuhnya kembali mengecil dan berjalan hingga dirinya berada di belakang Tanjiro. Dia mendengar semua ucapan amarah dari Kazumi yang mengatakan kalau Tanjiro tak tahu rasanya kehilangan seseorang.

Tanjiro menanggapi amarah Kazumi dengan tersenyum tipis. Seyuman yang penuh kesedihan. Begitu pula Kazumi yang kini memeluk Nezuko dengan erat. Kedua kakak beradik itu menanggapi luapan amarah Kazumi dengan tersenyum tipis.

Dengan senyuman penuh kesedihan itu, Kazumi menyadarinya. Bukan hanya dirinya saja yang kehilangan orang tercinta. Kakak beradik dihadapannya itu pun pernah mengalami hal yang serupa. Karena itu, saat tanjiro melepaskan cengkraman tangan kazumi, Kazumi sudah lebih dulu melonggarkan cengkramannya pada kerah baju Tanjiro.

Tanjiro menyerahkan sehelai kain dimana di kain itu tersimpan berbagai macam hiasan rambut. Sebelum Tanjiro kembali ke permukaan, dia sempat mengambilnya dari oni yang dikalahkannya di dalam rawa air hitam itu. Peninggalan para gadis yang tewas di tangan oni itu.

Kazumi menerima semua hiasan rambut itu dan semakin menangis saat melihat sebuah pita merah. Pita yang biasa digunakan Satoko tunangannya.

Setelah Tanjiro menyerahkan hiasan rambut itu pada Kazumi, Shirazumi segera memasukkan Nazuko ke dalam kotak kayunya dan mengambil topi kain miliknya.

Setelah Tanjiro membungkuk memberi hormat sekaligus salam perpisahan pada Kazumi, Dia dan Shirazumi beranjak untuk pergi. Tugas pertama Tanjiro sudah selesai.

Saat mereka belum berjalan jauh, Kazumi berteriak meminta maaf pada mereka. Tanjiro dan Shirazumi berhenti melangkah dan sekalu lagi membungkuk pada Kazumi. kali ini mereka benar-benar berpisah.

Selama perjalanan pergi dari kota itu, Tanjiro mengepalkan tangannya berusaha meredam amarah.

Kebenciannya pada Kibutsuji Muzan semakin membara. Shirazumi yang menyadari bahwa adiknya sedang dalam amarah, berusaha menenangkannya. Tapi walaupun tanjiro berusaha membuat raut wajahnya kembali normal, tapi amarahnya masih tetap ada, dan Shirazumi mengetahui itu.

Karena Shirazumi sendiri, sangat membenci oni bernama Kibutsuji Muzan yang telah menghancurkan kehidupan keluarganya yang bahagia.


Kebahagiaan itu mudah direnggut,

Mudah hancur.

Tapi,

Kebahagiaan juga,

Mudah dibentuk kembali.


TBC

Ada kritik & saran?

Aku tunggu ^_^