07. ousaki-senpai

Tsukimori kecil tidak ingat berapa lama ia terbaring di atas pangkuan Ousaki-senpai. Yang ia ingat pada hari itu adalah tangan kirinya yang tak berhenti bergetar. Terus dan terus bergetar, mengirimkan sinyal tanda bahaya akan seribu rasa yang terpacu dari semi-tragedi yang nyaris terjadi.

Ousaki-senpai tidak berhenti memberi pelukan perlindungan, tetapi ia menawarkan dua hal: apakah ia bisa berdiri dan apakah ia ingin diantar pulang.

Jawaban tawaran pertama: Tsukimori kecil bisa berdiri sendiri. Ia menegakkan badan dengan kecepatan seorang bayi sapi yang sedang belajar berdiri pada keempat kakinya. Ketika anak malang itu berhasil berdiri, ia menyadari bahwa tremornya tak terbatas pada lengan kirinya saja.

Jawaban tawaran kedua: Ousaki-senpai bersikeras mengantarnya pulang. Tsukimori kecil menolak, cicitan suara pra-pubernya terdengar kasihan di telinga sang kakak kelas. Ousaki-senpai tetap bersiteguh, ia menawarkan untuk membawa biola adik kelasnya dan bergandengan tangan dengannya.

Tanpa disangka, Tsukimori kecil menjawab dengan bentakan. Kedua tangannya memeluk case biolanya. Ia membenamkan wajah pada permukaan velcro, pipinya memerah sampai tepi telinga dan bibirnya terus merapal kata "tidak mau, tidak mau, tidak mau" sampai kedua kata tersebut didengar langit sebagai arti biola yang mendalam bagi anak itu.

Ousaki-senpai memutuskan untuk mengunci mulut. Hanya dengan kedua tangannya, ia menuntun Tsukimori kecil pulang. Sesekali, telapak tangannya yang lebih besar mengusap-usap puncak kepala sang bocah. Rasanya hangat, khas seperti gesekan biolanya.

Ketika mereka tiba di kediaman keluarga Tsukimori, sang bocah langsung berlari masuk ke dalam. Meninggalkan sang kakak kelas dalam kejut, pasrah, dan maklum.

Tsukimori tidak ingat, apakah ia pernah mengucapkan terima kasih pada Ousaki-senpai.

Karena sampai hari ini, ketika mereka berjumpa kembali di ibu kota musik dunia, Ousaki-senpai tidak pernah mengungkit-ungkit kejadian tempo dulu, ketika Tsukimori Len kelas 4 SD. Pada hari itu, di tengah liburan musim dingin.