08. pembaharuan
Setiap tahun, ayahnya selalu mengukur pertumbuhannya dengan meminta Tsukimori kecil berdiri di pintu kayu dekat dapur. Ia akan menempelkan punggungnya kepada bilah kayu tersebut, pucuk kepalanya akan ditandai dengan pensil. Kalau sudah selesai, ayahnya akan mengukur tinggi badan terbaru anak tunggalnya dengan meteran dan membandingkan selisih sentimeter pengukuran terbaru dengan pengukuran setahun sebelumnya. Yang masih tertulis jelas di bilah kayu itu.
Bagi Tsukimori kecil, naik tinggi badannya ini menjadi salah satu momen yang ia nantikan. Karena, tuan muda kecil itu semakin dekat dengan hari dimana ia akan memiliki biola ukuran 4/4. Biola orang dewasa, seperti yang dipegang ayahnya dan kakeknya.
Pada semester dua kelas 8, di tengah hembusan angin hujan musim gugur, Tsukimori kecil menembus cuaca itu demi datang ke bengkel Nakata-san. Sang luthier telah menantinya bersama dengan biola baru yang telah lama ia idamkan. Nakata-san menyambut sang tuan muda dengan senyum khidmat, kemudian memintanya untuk duduk di kursi tamu.
Jantung Tsukimori kecil berdegup-degup, tatkala di kedua tangan Nakata-san, terulur biola 4/4 dengan corak kayu berserat kuning keemasan. Sesuai dengan selera Tsukimori kecil.
Nakata-san memberikan instruksi dasar, tetapi itu semua tak penting karena pemuda berambut biru muda itu sudah tahu semuanya. Ia hanya menantikan jeda dimana ia dipersilahkan untuk mengetes biola barunya itu.
Berat. Kayunya ternyata lebih berat dari yang ia duga. Senar-senarnya juga terlihat mengilap dan tidak lengket seperti biola ¾-nya yang ia tinggalkan di rumah. Jemari kirinya berusaha menyesuaikan fingering dengan tatanan yang baru. Masih canggung nan kaku. Tetapi Tsukimori kecil telah mengantisipasi ini.
Masih mengingat sopan santun, Tsukimori kecil meminta izin pada sang luthier untuk men-tuning. Setelah diizinkan, sang pemuda pun memulai.
Ah. Ternyata ini rasanya memakai biola 4/4. Seperti orang dewasa.
Dengan pembaharuan instrumen ini, Tsukimori merasa langkahnya menjadi solois semakin dekat di depan mata.
