Thousand of Tears
Chapter 33 Kutukan Kibutsuji
Setelah Nezuko pulih, dia langsung kembali melawan Susamaru.
Tak seperti sebelumnya, gerakan Nezuko lebih gesit. Tendangannya juga menjadi lebih kuat hingga berhasil kembali menendang balik temari itu.
Bahkan kali ini Susamaru juga sedikit kewalahan. Walaupun temari yang ditendang balik oleh Nezuko bisa ditangkapnya, tapi dia terkejut dengan kekuatan tendangan balik itu.
Susamaru dan Nezuko melanjutkan saling menendang temari itu. Semakin lama, gerakan bola itu semakin cepat dan semakin kuat. Kali ini Nezuko benar-benar bisa membalikkan semua temari itu tanpa kesulitan.
Susamaru yang mulai kesal kini melemparkan temari itu dengan sekuat tenaga kepada Nezuko, berusaha membunuh lawannya itu dengan sekali lemparan.
Tapi tak sesuai keinginan Susamaru. Walaupun harus menggunakan tenaga yang lebih kuat dari sebelumnya, Nezuko berhasil menendang balik temari itu.
Susamaru tak dapat bereaksi apapun saat temari yang dikembalikan Nezuko itu melesat cepat melewati samping wajahnya. Temari itu menancap di dinding.
Shirazumi menatap Nezuko dengan tatapan antara kagum dan tak percaya. Adik perempuannya itu terlihat sangat hebat. Berbeda dengan Shirazumi yang tak bisa melakukan apapun. Shirazumi kembali merendahkan dirinya dalam hati.
Tamayo dan Yushiro pun tak kalah kagumnya. Kekuatan Nezuko yang sesungguhnya itu sangat hebat, padahal Nezuko tak pernah memakan manusia satu kalipun.
.
.
.
Walaupun Nezuko mampu mengimbangi Susamaru, tapi Susamaru belumlah mengeluarkan kekuatannya yang sesungguhnya. Tamayo menyadari itu dan berasumsi kalau Nezuko tak akan bisa menang melawan Susamaru yang menggunakan kekuatan penuhnya. Karena itu, dia berniat melakukan sesuatu untuk membantu.
Tiba-tiba Shirazumi merasa agak pusing. Ada aroma yang membuatnya merasa tak enak. Begitu pula Nezuko yang terlihat mulai bergoyang kesana kemari seperti sedang bingung.
Shirazumi melihat lengan Tamayo yang mengeluarkan darah. Tamayo sedang menggunakan teknik darah miliknya. Dia membuat luka di lengannya dengan kukunya hingga mengeluarkan darah.
Yushiro memberikan isyarat pada Shirazumi untuk tetap diam.
"Kizuki-san, apa kau tak penasaran dengan identitas asli Kibutsuji?" Tamayo bertanya pada Susamaru yang nampaknya tak menyadari teknik darah milik Tamayo yang sedang aktif.
Begitu mendengar nama Kibutsuji, Susamaru langsung terlihat panik. Seperti nama itu adalah hal yang paling menakutkan baginya.
Tamayo terus memprovokasi Susamaru yang terlihat begitu ketakutan hingga akhirnya Susamaru menyebutkan nama Kibutsuji.
Begitu menyadari kesalahan yang dibuatnya, Susamaru langsung menutup mulutnya. Wajahnya semakin pucat dan dia meminta maaf pada seseorang yang sedang tak ada di tempat itu.
Teknik darah milik Tamayo yaitu Hakujitsu no Mako membuat oni yang menghirup aroma darahnya itu menjadi tak bisa berbohong dan mengatakan kejujuran tanpa sanggup menutupi rahasianya. Karena itulah, Susamaru yang sesungguhnya tak ingin menyebutkan nama Kibutsuji jadi menyebutkannya tanpa sadar.
Apabila oni yang berada di bawah kendali Kibutsuji membeberkan rahasia Kibutsuji, kutukan yang tertanam dalam diri mereka akan aktif. Bahkan walaupun hanya menyebut namanya saja, kutukan itu akan aktif.
Susamaru meminta maaf dan memohon pada majikannya. Walaupun Muzan tak ada di tempat, dia tahu apa saja yang dilakukan oleh bawahannya. Saat Susamaru melanggar peraturan itu pun, Muzan tahu.
Tak berapa lama, tiba-tiba muncul tiga buah tangan dari dalam mulut dan perut Susamaru. Ketiga tangan itu menghancurkan kepala Susamaru dan anggota tubuhnya yang lain.
Tamayo memalingkan wajahnya. Yushiro semakin memucat dan berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain. Shirazumi menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dia lihat. Tanjiro menjatuhkan gagang katana yang sejak tadi digigitnya. Bahkan Nezuko juga terbelalak menatap kejadian itu. Pemandangan itu memang sangat mengerikan.
Setelah tangan itu selesai menghancurkan tubuh Susamaru, ketiga tangan itu pun ikut hancur. Kini yang tersisa dari Susamaru hanyalah sebelah tangan, kaki, beberapa sisa bagian tubuh yang sudah tak berbentuk dan juga sebuah bola mata.
Tamayo mendekati sisa-sisa tubuh Susamaru dan mengamatinya. Setelah melihat bola mata Susamaru yang tersisa, Tamayo sedikit mengerutkan dahinya. Oni yang mereka lawan itu bukanlah bagian dari 12 Kizuki.
Setelah Shirazumi lebih tenang, dia berniat segera menghampiri Tanjiro. Tapi Yushiro menahannya dan memberikan sebuah saputangan padanya. Menurut Yushiro, Teknik darah Tamayo bisa berbahaya bagi manusia karena itu dia menyuruh SHirazumi untuk menutup hidung adiknya itu.
Begitu Shirazumi menghampiri tanjiro, dia langsung menggunakan sapu tangan itu untuk menutup hidung Tanjiro dan juga memberitahuakan alasannya melakukan itu padanya.
"Apa dia sudah mati?" tanjiro bertanya dengan suara tertahan karena sapu tangan yang menutupi hidungnya.
"Sebentar lagi dia akan mati. Itulah kutukannya. Sel Kibutsuji yang berada dalam tubuhnya menghancurkan tubuhnya dari dalam. Pada dasarnya, pertarungan antar oni itu tak ada gunanya, karena masing-masing dapat meregenerasi tubuhnya kembali. Hanya sinar matahari dan katana milik pemburu oni yang bisa mengakhiri hidup para oni. Tapi ada satu pengecualian. Kibutsuji sendiri dapat menghancurkan sel oni".
Tamayo menjawab sambil menjelaskan panjang lebar.
Saat Tamayo mengatakan kalau Susamaru bukanlah bagian dari 12 Kizuki, Tanjiro dan Shirazumi sangat terkejut lantaran Susamaru dan Yahaba itu sudah sangatlah kuat menurut mereka.
Tamayo menjelaskan, oni yang menjadi bagian dari 12 Kizuki itu memiliki nomor yang tertulis di bola matanya. Karena pada bola mata Susamaru yak terdapat nomor itu, Tamayo bisa mengetahui kalau Susamaru bukanlah anggota 12 Kizuki. Sepertinya kedua oni ini ditipu oleh Muzan sendiri hingga diri mereka sendiri mengira kalau telah diterima sebagai 12 Kizuki.
Dengan menggunakan suntikan yang dibawanya, Tamayo mengambil sampel darah Susamaru dan memasukkannya kedalam kotak kayu yang tertutup rapat.
Tamayo memasuki kediamannya dengan Yushiro yang mengikutinya sambil marah-marah karena ada yang berani melukai Tamayo.
Terdengar suara yang sangat lemah berasal dari tubuh Susamaru. Suara itu terdengar seperti suara anak-anak, namun terdengar jelas kalau itu adalah suara Susamaru. Susamaru menginginkan temari miliknya kembali.
Shirazumi mengambil temari milik Susamaru dan meletakkannya di dekat sisa-sisa tbuh Susamaru. Saat itu, terdengar kembali suara yang menyedihkan. Susamaru ingin mengajak Shirazumi bermain temari.
.
.
.
Secara insting, Shirazumi tahu kalau sebentar lagi matahari akan terbit. Dengan segera, Shirazumi membantu Tanjiro berdiri dan memasuki kediaman Tamayo, mencari tempat yang tak terjangkau sinar matahari.
"Tanpa disadari,
Tangan yang digenggamnya itu,
Menyimpan kekuatan dan kehangatan"
TBC
Ada kritik & saran?
Aku tunggu ^_^
