Thousand of Tears
Chapter 42 Hashibira Inosuke
Dengan gerakan yang cepat, Tanjiro menerjang laki-laki bertopeng babi itu dengan sekuat tenaga dengan kepalan tangannya, membuatnya terpental menjauh dari Shirazumi.
Saat Tanjiro mendorong laki-laki itu, suara retakan terdengar. Rupanya tulang rusuk laki-laki itu ada yang patah karena terjangan Tanjiro. Zenitsu yang memiliki pendengaran kuat dapat mendengar suara tulang yang patah itu dengan jelas, dan itu terdengar sangat mengilukan.
"HENTIKAN! APA YANG KAU LAKUKAN?!"
Tanjiro mengeluarkan suara keras penuh amarah.
Setelah batuk beberapa kali, Laki-laki itu berkata dengan suara yang agak parau.
"Aku yang harusnya bertanya. Wanita itu oni kan? Memangnya aku butuh alasan apa buat ngak nyerang dia?"
Tepat setelah laki-laki menyelesaikan kalimatnya, dia langsung bangun dengan gesit seperti tak pernah ada tulangnya yang patah. Kali ini sasarannya adalah Tanjiro.
Walaupun laki-laki itu menyerang Tanjiro dengan nichirin miliknya, tapi Tanjiro tak mengeluarkan nichirin miliknya. Menurut peraturan yang ada, sesama pemburu oni dilarang saling menghunuskan katana mereka dan menyakiti satu sama lain.
Tapi laki-laki bertopeng babi itu melanggarnya dengan menyerang Zenitsu hingga babak belur, dan kini dia juga menghunuskan pedangnya pada Tanjiro. Tetapi sebetulnya Tanjiro yang mendorong Laki-laki itu hingga tulangnya patah juga sudah termasuk pelanggaran.
Sambil menghindari serangan-serangan yang ditujukan padanya, tanjiro menjelaskan mengenai peraturan itu.
.
.
.
Zenitsu dan Shirazumi dibantu bangun oleh Kiyoshi, Shoichi dan Teruko. Shoichi membersihkan darah yang ada pada wajah Zenitsu dengan sapu tangan miliknya, sedangkan Teruko yang masih agak takut dengan Shirazumi hanya memberikan sapu tangan miliknya pada Shirazumi. Sambil tersenyum dan memaklumi sikap Teruko, Shirazumi mengambil sapu tangan itu dan berterimakasih.
Shirazumi membersihkan sedikit darah yang ada di wajahnya. Tadi kepalanya sempat terbentur saat laki-laki bertopeng babi itu menyerangnya. Tapi berbeda dengan luka-luka yang disebabkan oleh Nichirin. Walaupun pendarahannya belum benar-benar berhenti, tapi rasa sakitnya tak separah luka goresan nichirin.
.
.
.
Laki-laki bertopeng babi itu mendengarkan penjelasan Tanjiro dan menusukkan kedua katana miliknya ke tanah. Semua orang yang ada di sana kecuali laki-laki itu berpikir kalau dia mengerti penjelasan Tanjiro.
Tapi itu ternyata salah.
Setelah kedua katana itu ditancapkan ke tanah, laki-laki itu kini menyerang Tanjiro dengan tangan kosong. Dia salah paham mengenai penjelasan tanjiro yang tak boleh saling menghunuskan katana pada sesama pemburu oni. Yang ditangkap oleh logikanya adalah 'tak boleh menggunakan katana. Berarti menggunakan tangan kosong boleh'.
Kali ini Tanjiro tetap hanya menggunakan sikap bertahan dan tak menyerang. Tapi rupanya serangan laki-laki itu yang tak menggunakan nichirin juga sangat kuat. Seperti keahliannya dalam pertarungan tangan kosong lebih baik dibandingkan saat menggunakan Nichirin.
Sebelumnya Tanjiro sudah berpikir kalau serangannya saat menggunakan nichirin cukup terbilang unik. Kini melihatnya bertarung dengan tangan kosong, Tanjiro merasa benar-benar berhadapan dengan hewan liar berkaki 4. Lagipula topeng babi yang dikenakannya sangat mendukung suasana itu. Ditambahkan serangannya selalu mengarah pada tubuh bagian bawah.
Peersendian laki-laki itu sangatlah lentur hingga dia bisa melakukan posisi-posisi unik yang takbisa dilakukan kebanyakan orang. Tapi itu sangat tidak bagus dilakukan dengan keadaan tulang rusuknya yang patah. Karena itu Tanjiro memarahinya.
Tapi laki-laki itu tak mengindahkan ucapan Tanjiro. Tanjiro yang kesal akhirnya menggunakan senjata rahasianya untuk melumpuhkan lawannya.
Dengan menggunakan dahinya yang terkenal sangat keras dalam keluarganya, tanjiro mengadukan kepalanya dan kepala laki-laki bertopeng babi itu.
Suara benturan yang sangat keras terdengar. Zenitsu panik mendengar suara benturan yang sangat keras itu. Sedangkan Shirazumi geleng-geleng kepala melihat Tanjiro menggunakan 'kepala batu' warisan ibunya itu.
Laki-laki itu berjalan mundur sambil terhuyung-huyung hingga akhirnya topeng babi yang digunakannya terlepas.
Begitu topengnya terlepas, semua yang hadir saat itu terkejut melihat wajah aslinya. Yang paling mengekspresikan keterkejutannya adalah Zenitsu.
Laki-laki itu memiliki tubuh atletis, tapi wajahnya sangat cantik seperti perempuan. Siapapun pasti terkejut melihat wajah dan tubuhnya yang tidak serasi itu. Dahinya terluka dan mengeluarkan darah karena benturan yang diberikan Tanjiro. Sedangkan kepala Tanjiro tak memiliki luka sedikitpun.
Laki-laki itu merasa kalau mereka yang melihat wajahnya itu tak menyukai tampangnya. Hanya Tanjiro yang mengatakan dengan jujur kalau wajahnya itu malah menarik. Tapi, walaupun Tnajiro berkata seperti itu, laki-laki itu masih tetap marah.
Akhirnya laki-laki itu memperkenalkan dirinya sebagai Hashibira Inosuke. Tanjiro menanyakan padanya bagaimana cara menuliskan namanya, namun ternyata Inosuke tak bisa baca tulis.
Tepat setelah mengatakan kalau namanya tertulis di fundoshi miliknya, tiba-tiba dia berhenti bergerak dan jatuh kebelakang.
Zenitsu panik karena mengira Inosuke sudah mati. Tapi Tanjiro menyangkalnya dan mengatakan kalau dia hanya pingsan karena gegar otak.
Zenitsu agak merinding mendengarnya. Dia menanyakan perihal kepala keras itu pada Shirazumi sambil berbisik. "Se...seberapa keras kepala adikmu...?"
"Sangat keras hingga bisa melumpuhkan babi liar". Jawab Shirazumi sambil berbisik pula.
Dalam hati, Zenitsu membuat catatan batin untuk berhati-hati pada dahi Tanjiro yang lebar nan keras.
Selama kau bisa memanfaatkannya dengan baik,
Tangan, kaki, dan bahkan kepala pun,
Bisa menjadi senjata yang mematikan.
TBC
Ada kritik & saran?
Aku tunggu ^_^
