Thousand of Tears

Chapter 47 Rui


Benang-benang yang menempel pada tubuh Shirazumi terus menariknya menjauh dari Tanjiro. Setelah melewati ranting dan dedaunan, seseorang atau lebih tepatnya seorang oni menangkap tubuhnya.

Oni itu memiliki tubuh seorang wanita dewasa dan memiliki rambut putih yang panjang.

"Rui pasti akan senang. Aku telah memenuhi satu permintaan Rui" Ucap oni wanita itu dengan suara sendu.

Shirazumi langsung menyadari situasinya dan segera menjauh dari oni wanita itu. Tapi rupanya benang-benang yang tadi menarik tubuhnya masih menempel pada tubuhnya. Begitu dirinya mengambil jarak dari oni wanita itu, benang-benang itu menarik tubuhnya sehingga dirinya kini berada hampir 2 meter di atas tanah dan terikat tak bisa bergerak.

Di hadapannya, oni wanita itu menggerakkan kesepuluh jarinya yang mengendalikan benang. Akhirnya Shirazumi menemukan dalang dari benang-benang itu, tapi dia tak bisa melakukan apapun walaupun sang dalang tepat berada di hadapannya.

Shirazumi meronta berusaha melepaskan diri dari benang-benang itu, tapi usahanya sia-sia.

"Percuma saja. Benangku ini tak bisa diputuskan hanya dengan rontaan" Oni itu berkata sambil menatap wajah Shirazumi. Shirazumi merasa sangat tak enak ditatap seperti itu.

Mengerti kalau usahanya akan sia-sia, Shirazumi menghentikan rontaannya.

"Untuk apa kau membawaku kemari?" Shirazumi berkata berusaha tetap tenang.

Sebelum Oni itu sempat menjawab, dari balik pohon muncul oni lain yang memiliki wujud anak laki-laki.

"Rui. Lihat, aku berhasil membawakannya untukmu" Ucap oni wanita kepada oni berwujud anak laki-laki bernama Rui.

"Aku senang. Tapi Ibu, apakah kita bisa menang melawan para pemburu itu?" Ucap Rui. Kalimat itu membuat membuat oni wanita yang disebutnya 'Ibu' itu jadi berkeringat dingin.

Rui kembali menambahkan kalimatnya yang membuat Ibunya terlihat ketakutan.

"Apa ini akan berlangsung lama? Kalau tak cepat, aku akan memberitahu Ayah". Ucap Rui datar tanpa ekspresi.

"SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA. JANGAN BERI TAHU AYAH! JANGAN BERITAHU!" Ucap sang Ibu ketakutan.

Shirazumi melihat semua kejadian itu sambil menggantung. Shirazumi bisa merasakan rasa takut yang amat sangat dari sang Ibu. Walaupun wujud mereka mirip, mereka sama sekali tak terlihat seperti ibu dan anak.

Rui mengalihkan pandangan dari Ibunya menuju Shirazumi. Dengan gerakan tangannya, benang-benang yang mengikat Shirazumi terputus dan dirinya jatuh ke tanah.

Saat Shirazumi berusaha bangkit, dia tak menyadari keberadaan Rui yang kini berada tepat di depannya. Dengan sebelah tangan, Rui mencengkram kedua pipi Shirazumi memaksanya menatap oni yang ada di hadapannya itu. Walaupun memiliki tubuh anak-anak, Rui sebagai oni berusia jauh di atas Shirazumi, dan juga sangat kuat.

"'Orang itu' mengizinkanku membuatmu menjadi kakak perempuanku jika aku berhasil membawamu padanya. Setelah urusannya denganmu selesai, kau akan menjadi kakakku"

Ucapan Rui membuat Shirazumi merinding. Walaupun Rui tak menyebutkan siapa 'orang itu', Shirazumi langsung mengerti kalau yang dimaksudnya adalah pemimpin para oni, Kibutsuji Muzan.

.

.

.

Muzan yang mengetahui bahwa Yahaba dan Susamaru gagal memenuhi perintahnya merasa Kecewa. Tapi dirinya sama sekali tak menyesal kehilangan dua bawahannya itu. Yahaba mati terpenggal sedangkan Susamaru mati karena kutukannya aktif.

Bagi Muzan, kedua bawahannya itu sangat mudah untuk dicari penggantinya. Lagi pula Yahaba dan Susamaru cukup bodoh untuk mempercayai kalau mereka telah diangkat menjadi salah satu dari 12 Kizuki. Muzan membohongi dan memperalat mereka layaknya boneka.

Muzan belum menyerah untuk mendapatkan Shirazumi dan juga kepala Tanjiro. Karena itu, kali ini dia memerintahkan salah satu anggota bulan bawah yang bernama Rui.

Tanjiro dan yang lainnya kebetulan berada di dekat lokasi gunung dimana Rui dan 'keluarganya' tinggal. Karena itu, Muzan memerintahkan Rui dan 'keluarganya' untuk membuat kerusuhan agar para pemburu oni yang ada di sekitar sana dipanggil sebagai bala bantuan. Termasuk Tanjiro dkk.

Muzan menjanjikan anggota keluarga baru untuknya, dengan syarat Rui membawakan padanya terlebih dahulu Shirazumi. Setelah Muzan menyelesaikan urusannya dengan Shirazumi, Rui boleh membawa Shirazumi dan menjadikannya 'kakak' barunya.

Tetapi, Muzan punya rencana lain dibalik 'janjinya' pada Rui...

.

.

.

"Enak saja! Aku sudah punya saudaraku sendiri. Ikatan keluarga itu tak bisa dipaksakan kau tahu!" Ucap Shirazumi berusaha menekan rasa takutnya.

Rui yang tak suka dengan ucapan Shirazumi kini menekan kedua pipi Shirazumi dengan lebih keras. Itu membuat Shirazumi meringis kesakitan.

"Semua orang memiliki perannya masing-masing. Kau juga memiliki peranmu sendiri. Karena itu, mainkanlah peranmu sendiri" Ucap Rui yang kini melepas cengkraman tangannya pada pipi Shirazumi dan berganti mencekiknya.

Shirazumi sama sekali tak bisa melepaskan tangan Rui yang semakin menyiksanya. Lama kelamaan, Shirazumi mulai kehilangan kesadarannya.

Rui segera menghentikan tangannya yang mencekik Shirazumi tepat saat gadis itu kehilangan kesadarannya. Sekali lagi, Tubuh Shirazumi terjatuh ke tanah, kali ini dengan tak sadarkan diri.

Tentu saja Rui tak akan membunuh Shirazumi. Itu bukan tujuannya dan juga bukan keinginannya.


Bukan berarti untuk melarikan diri dari apa yang kau takuti,

Kau harus lari menuju rasa takut yang lain.

Perlindungan yang didapat dengan rasa takut,

Bukanlah perlindungan yang sesungguhnya.


TBC

Ada kritik & saran?

Aku tunggu ^_^