Thousand of Tears

Chapter 57 Hashira


Shirazumi menatap seorang pria yang berjalan sambil dituntun oleh sepasang anak perempuan kembar. Kedua tangannya sama sekali tak mengendurkan pelukannya pada kotak Nezuko.

Terlihat pria yang mereka sebut sebagai Oyakata-sama itu seperti memiliki penyakit aneh dengan tanda berwarna ungu yang menjalar pada lebih dari setengah wajahnya. Nampaknya dia juga tak bia melihat, karena itu kedua anak perempuan itu menuntunnya berjalan.

Kedua anak perempuan kembar itu menyadari keberadaan Shirazumi yang berlindung dalam bayangan di pojok ruangan itu, namun mereka tak mengatakan apapun dan terus menuntun Ubuyashiki Kagaya dan membantunya duduk.

Para hashira yang sebelumnya ribut karena tiga bersaudara Kamado itu, kini telah berbaris rapih sambil berlutut dan membungkuk dengan penuh rasa hormat. Bahkan Tanjiro pun dipaksa untuk menunduk oleh Sanemi yang kini sikap dan gaya berbicaranya sungguh berbeda dengan yang tadi.

yang pertama kali menanyakan perihal tentang Tanjiro pada Oyakata-Sama adalah Sanemi.

Diluar dugaan, rupanya Ubuyashiki Kagaya sudah mengetahui dan mengizinkan Tanjiro beserta kedua saudarinya itu untuk tetap bergabung dengan Kisatsutai.

Ucapan pemimpin mereka itu menbuat para Hashira terkejut, dan tentu saja sebagian besar dari mereka menentangnya.

Ubuyashiki Kagaya meminta salah satu putri kembarnya itu untuk membacakan sebuah surat. Surat itu dikirimkan oleh seorang mantan Hashira, Urokodaki Sakonji.

Surat itu berisi penjelasan mengenai Nezuko dan Shirazumi yang tidak kehilangan rasa kemanusiaannya dan juga tak pernah memakan manusia. Dalam surat itu Sakonji menginginkan agar Kagaya dan juga para Hashira menerima Kamado bersaudara itu.

Saat bait terakhir dari surat itu dibacakan, Tanjiro dan Shirazumi merasa sangat terkejut dan juga haru.

Urokodaki Sakonji dan juga Tomioka Giyuu mempertaruhkan nyawa mereka dengan bersedia melakukan harakiri apabila Nezuko maupun Shirazumi mencelakai manusia.

Tanjiro mengeluarkan air mata haru. Dia tak menyangka kalau dua orang yang menolongnya dan juga kedua saudarinya sampai bersedia melakukan sejauh itu.

Shirazumi tak kuasa menahan suaranya karena terkejut dengan pernyataan dalam surat itu. Suara yang dikeluarkannya membuat Kagaya menyadari keberadaannya di ruangan itu.

"Apa ada seseorang disana?" Ucap Kagaya dengan lembut.

"Salah satu oni yang dibawa kemari memeluk kotak kayu yang berisi oni yang satunya lagi" Nichika, salah satu anak kembar yang menemani Kagaya itu menjawab.

"Kotak itu memiliki lubang dan bercak darah" Hinaki, saudari kembar Nichika menambahkan.

"Oyakata-Sama! Saya sangat tidak mempercayai kalau kedua oni itu tidak akan menyerang manusia. karena itu Saya berusaha mengeluarkan sifat aslinya agar Kamado Tanjiro ini paham tentang kenyataan. Maafkan perbuatan egois saya ini" Sanemi mengakui perbuatannya pada Oyakata-sama. Tetapi bahasanya yang berubah menjadi sangat sopan itu membuat Shirazumi merasa tidak nyaman.

"Lalu? Apakah mereka membalas menyerang?" Tanya Kagaya berusaha memahami keadaan selama sebelum kehadirannya.

"Oni perempuan yang merupakan kakaknya itu merebut kotak berisi adiknya itu dan langsung bersembunyi di bawah bayangan di dalam ruangan" Sanemi kembali menjelaskan.

"Kalau begitu, mereka sama sekali tidak menyerang bukan?" Kagaya kembali bertanya.

"Kedua oni itu memang tidak menyerang, tetapi itu bukan jaminan kalau nantinya mereka akan memakan manusia. Ucapan dalam surat itu tak memiliki jaminan" Sanemi kembali menguatkan ucapannya.

"Ucapan Shinazugawa benar. Kalau nantinya mereka menyerang dan mebunuh manusia, itu sudah terlambat. Mereka yang mati tak akan bisa kembali lagi" Kali ini Rengoku Kyojuro yang berbicara.

Ternyata Kagaya kali ini membenarkan ucapan kedua Hashira itu, dan itu sempat membuat Sanemi tersenyum.

Namun, lanjutan kalimat dari Oyakata-Sama mereka membuat Sanemi berhenti tersenyum.

"Memang tak ada jaminan kalau mereka tak akan menyerang manusia. Namun tak aja pula jaminan kalau mereka sudah pasti akan memakan manusia. Sesuai dengan fakta, Shirazumi dan Nezuko sudah dua tahun tak memakan manusia. Bahkan Shirazumi pun masih bisa memakan makanan manusia dan kesadarannya sebagai manusia pun masih utuh. Ditambah lagi ada dua orang yang rela mempertaruhkan nyawanya demi mereka. Untuk mematahkan pernyataan ini, harus ada orang yang menunjukkan faka yang lebih kuat dari ini"

Para Hashira terdiam sejenak mendengar ucapan pimpinan mereka itu. Tak ada satupun dari mereka yang berani membantah ucapan pimpinan mereka itu yang memang benar adanya.

Kemudian, ucapan singkat dari Kagaya yang berikutnya barulah membuat para Hashira tergerak. Ubuyashiki Kagaya mengatakan kalau Tanjiro pernah bertemu dengan Kibutsuji Muzan.

Tentu saja itu sangat mengejutkan bagi para Hashira karena belum ada satupun dari mereka yang pernah melihat wujud dari musuh terbesar mereka itu.

Kesunyian yang tadi sempat terbentuk kini pecah. Masing-masing dari para Hashira bertanya pada tanjiro mengenai Muzan.

Namun, kegaduhan itu tak berlangsung lama. Bagaikan sihir, saat Kagaya meletakkan jari telunjukknya di depan bibirnya, semua Hashira berhenti berbicara. Suasana kembali hening.

"Kibutsuji tengah mengejar Tanjiro dan Tanjiro berhasil lolos darinya. Walaupun mungkin awalnya hanya untuk membuatnya bungkam, tetapi aku tak ingin kehilangan petunjuk sekecil apapun dari Kibutsuji. Bukan hanya itu. entah kenapa sepertinya Kibutsuji juga menargetkan Shirazumi. Mungkin karena apa yang terjadi pada Shirazumi berada diluar dugaannya. Begitu pula dengan Nezuko. Begitulah. Apakah kalian paham?" Kagaya berkata panajng lebar.

Namun rupanya Sanemi masih tidak setuju dengan pemahaman pimpinannya itu. Dia masih bisa membiatkan Tanjiro hidup karena dia manusia. Tapi Shirazumi dan Nezuko adalah oni, dan dia tak bisa setuju untuk membiarkan mereka berdua hidup.

Sanemi meminta maaf pada Kagaya dan kemudian dengan cepat melompat melewati engawa dan memasuki ruangan. Tanpa basa-basi dia mendekati Shirazumi yang berusaha terus mundur menjauh dari Sanemi. Sayangnya di belakangnya tak ada apapun selain dinding fusuma.

Dengan menggunakan Nichirin miliknya , Sanemi melukai tangannya sendiri hingga mengeluarkan darah tepat di hadapan Shirazumi. Darahnya itu menetes mengenai kotak Nezuko.

Darah Sanemi bukanlah darah biasa. Dia adalah seorang marechi yang berarti merupakan pemilik darah langka. Bahkan diantara para marechi, darah Sanemi dianggap sangat langka.

Shirazumi berusaha menahan air liurnya karena mencium bau darah Sanemi. Namun, selain tergiur, Shirazumi juga merasa sedikit pusing akan bau dari darah Sanemi. Dia masih bisa menahan nafsunya untuk mencicipi darah.

Sanemi tersenyum melihat Shirazumi yang mulai meneteskan air liur. Menurutnya apa yang dilakukannya ini akan segera membongkar jati diri oni yang ada dihadapannya itu.

Namun Sanemi belum puas sebelum melihat Shirazumi dan Nezuko benar-benar menunjukkan kebuasan dari oni. Karena itu dia kembali menusuk kotak Nezuko kini hingga menembus dan menusuk Shirazumi.

Mendengar erangan kesakitan dari kakaknya, Nezuko menendang tutup kotaknya hingga terlepas. Dia keluar dari kotaknya dan mengubah wujudnya ke ukuran aslinya.

Kimono Nezuko bernodakan darah di mana-mana. Tentu saja mengingat Sanemi menusuknya berkali-kali.

Tatapan Nezuko pada Sanemi sungguh mengisyaratkan kemarahan.

"Jangan Nezuko! Jangan serang dia! Kalau kau menyerangnya, kita semua akan dalam bahaya! Abaikan saja! Masih lebih enak sup buatan Takeo dibanding darah itu!"

Shirazumi berusaha mengalihkan perhatian Nezuko dari darah itu dengan sengaja menyebutkan sup yang pernah adiknya itu buat.

Takeo, adik mereka pernah mencoba membuat sup herbal, namun hasilnya gagal total yang membuat seluruh anggota keluarga yang memakannya langsung memuntahkannya kembali. Termasuk takeo sendiri sang pembuatnya.

Tanjiro yang berhasil melepaskan diri dari kekangan Iguro dengan bantuan Giyuu, kini ikut menyemangati Nezuko untuk mengabaikan darah yang menetes dari lengan Sanemi.

Di tengah kalima penyemangat yang diucapkan kedua kakaknya, Nezuko mengingat ucapan Sakonji yang dulu memberikan sugesti padanya. Ucapan yang mengarahkannya untuk tidak menyakiti manusia. Ucapannya yang mengarahkannya untuk melindungi manusia.

Entah antara ucapan kedua kakaknya atau sugesti yang diberikan padanya, Nezuko berpaling sambil menutup matanya. Dia seakan tak ingin melihat Sanemi dan juga darahnya.

Sanemi terkejut melihat Nezuko yang tak terpengaruh darah marechi miliknya. Begitu pula Shirazumi yang kini terduduk sambil memegang luka yang dihasilkan dari tusukan nichirin darinya. Biasanya oni tak akan tahan dengan bau darahnya dan akan langsung menerjangnya untuk mendapatkan darah dan daging marechi yang berharga.

Hinaki menjelaskan mengenai Shirazumi dan Nezuko yang berhasil menahan diri untuk tidak menyerang Sanemi pada Kagaya.

Dengan itu, Kagaya mengatakan kalau itulah bukti kalau Shirazumi dan Sanemi tidak akan menyerang manusia.

"Walaupun begitu, Pasti masih ada banyak orang yang menentang keberadaan kedua saudarimu ini. Yang perlu kau lakukan saat ini adalah meyakinkan mereka kalau kalian mampu bertarung bersamas sebagai pemburu oni". Kagaya berkata dengan nada yang sangat lembut pada Tanjiro.

Entah kenapa Tanjiro merasa suara Kagaya itu membuatnya nyaman dan tenang. Dia merasa hatinya yang terbebani kini menjadi semakin ringan.

Kagaya menyarankan Tanjiro untuk mengalahkan 12 Kizuki agar pemburu oni yang lain mau mengakuinya.

Bagaikan melupakan masalah yang tadi, Tanjiro dengan lantang mengakui akan mengalahkan Kibutsuji Muzan. Entah sadar atau tidak, apa yang dikatakan Tanjiro berbeda dengan apa yang dikatakan Kagaya. karena itu, Kagaya mengatakan kalau pertama-tama Tanjiro harus mencoba mengalahkan satu dari 12 Kizuki terlebih dahulu, karena keadaannya yang sekarang tak akan mampu mengalahkan Kibutsuji.

Tanjiro yang merasa salah karena terlalu bersemangat kini merasa sangat malu karena tindakannya sendiri. wajahnya memerah seperti repiting rebus. Beberapa Hashira berusaha menahan tawa, sedangkan Kanroji Mitsuri yang mati-matian menahan tawa gagal karena terdengar sedikit suara tawa tertahan darinya.

Kagaya sedikit menceritakan perjuangan para Hashira yang terus berlatih hingga berada di ambang kematian hingga kemampuan mereka berada di level yang berbeda. Ada juga yang sudah pernah mengalahlan salah satu dari 12 Kizuki. Karena itulah mereka diperlakukan dengan sangat istimewa. Begitu pula Tanjiro yang harus menghormati mereka.

Terakhir, pimpinan dari pemburu oni itu juga berpesan pada Obanai dan Sanemi agar tidak terlalu menyakiti junior mereka. Tentu saja mereka berdua menyanggupinya tanpa basa-basi.

Di sisi lain Nezuko kini sedang memeluk Shirazumi sambil terus menggerutu karena tak suka pada Sanemi. Sedangkan Shirazumi seakan hampir pingsan karena merasa sangat pusing karena bau darah Sanemi.

Akhirnya Kagaya mengakhiri pembicaran mengenai Tanjiro dan berniat memulai pertemuan Hashira.


Sekuat apapun tekad yang kau miliki

Kalau kau tak memiliki landasan atas tekad itu,

Maka tekad itu tak ada artinya.


TBC

Ada kritik & saran?

Aku tunggu ^_^