Thousand of Tears

Chapter 63 Kereta Tanpa Batas


Beberapa hari semenjak adegan perang antara Tanjiro, Inosuke dan penempa katana mereka, akhirnya Tanjiro dan yang lainnya dinyatakan telah pulih total dan sudah bisa menjalankan misi.

Tanjiro menceritakan pada Shirazumi kalau dia sudah menanyakan mengenai tarian bara api pada Shinobu, namun Shinobu mengaku tak pernah mendenganya.

Sebelumnya Tanjiro sudah menceritakan pada Shirazumi tentang dirinya yang bisa selamat karena mengingat tarian yang dulu pernah diajarkan oleh ayah mereka, begitu pula kemampuan darah Nezuko. Shirazumi juga sudah menceritakan tentang caranya kabur dari sekapan Muzan. Shirazumi tak pernah menceritakan tentang hal itu pada orang lain selain adik laki-lakinya itu.

Menurut Shinobu, dia memang tak mengetahui mengenai tarian dewa api maupun pernafasan bara api. Namun, ada yang namanya pernafasan api.

"Memang apa bedanya pernafasan bara api dan pernafasan api?" Shirazumi bertanya pada Tanjiro sambil membelai rambut Nezuko yang sedang tertidur di pangkuannya.

"Aku juga tak mengerti. Sepertinya penyebutan nama pernafasan sangat diatur ketat dalam hal nama" Jawab Tanjiro sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang sebenarnya tak terasa gatal.

"Menurut ceritamu, Nezuko juga membakar benang laba-laba itu dengan api dari darahnya kan? Apa karena keluarga kita bekerja dengan api hingga elemen api melekat pada kita?" Shirazumi kembali berkata sambil berpikir.

Tanjiro juga mengatakan kalau Shinobu sudah mengirimkan pesan pada Pilar Api Rengoku Kyojuro. Menurut Shinobu, Pilar Api mungkin tahu sesuatu tentang tarian dewa api. Pada dasarnya, jenis-jenis pernafasan yang ada merupakan turunan dari beberapa pernafasan utama termasuk pernafasan api. Karena itu Shinobu merekomendasikan Tanjiro untuk bernicara dengan sang Pilar Api.

.

.

.

Keesokan harinya, Tanjiro, Inosuke dan Zenitsu berpamitan dengan para penghuni rumah kupu-kupu. Tanjiro dan Zenitsu menitikkan air mata. Begitu pula Kiyo, Naho, dan Sumi. Inosuke memakai topeng, jadi tak ada yang tahu raut wajah apa yang sedang dipasangnya. Nezuko sedang tertidur di dalam kotaknya dan Nezuko berusaha agar tidak menitikkan air mata.

Walaupun tidak begitu lama, tapi mereka sudah akrab dengan ketiga anak itu. Perpisahan kembali menjadi sesuatu yang terasa menyedihkan.

.

.

.

Tiba-tiba Zenitsu berteriak saat tahu kalau sebenarnya mereka bertiga belum mendapatkan misi apapun dari Oyakata-Sama. Keberadaan mereka saat ini yang sedang berada di sebuah stasiun ternyata karena Tanjiro ada perlu dengan Rengoku Kyojuro yang saat ini juga sedang berada di sana.

Inosuke gemetar melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya hingga saat ini. Di depannya, sesuatu yang terlihat besar, keras, dan mengeluarkan uap hitam dari bagian atas. Ukurannya selain besar, juga panjang.

"I... Ini... Inikah penguasa daratan itu..." Ucap Inosuke agak terbata-bata, terpukau dengan benda yang ada di hadapannya itu.

Zenitsu membenarkan Inosuke dengan mengatakan kalau benda itu adalah kereta uap. Namun Inosuke malah berniat menantang kereta uap itu dan bersiap-siap untuk menyeruduknya.

Tanjiro menghentikan Inosuke dengan mengatakan kalau mungkin saja benda itu adalah roh penjaga daratan dan mengganggunya merupakan ide yang buruk. Sekali lagi Zenitsu berusaha meluruskan kesalah pahaman mereka berdua.

Berikutnya Zenitsu melihat reaksi Shirazumi, namun rupanya Shirazumi tak mengeluarkan reaksi aneh seperti dua orang lainnya.

"Shirazumi-chan~ hanya kau yang normal di..." Zenitsu menghentikan kata-katanya saat menyadari kalau Shirazumi bukan hanya tak bergerak. Gadis itu mematung saking shock nya melihat kereta uap itu. Zenitsu melambai-lambaikan tangannya di depan mata Shirazumi, namun gadis itu masih tetap membatu. Pandangannya pun tetap lurus ke depan.

Zenitsu menghela nafas melihat reaksi ketiga rekannya itu.

Tiba-tiba beberapa petugas keamanan membunyikan peluit karena melihat Inosuke yang membenturkan kepalanya pada kereta itu, selain itu mereka juga menyadari kalau Tanjiro dan yang lainnya membawa katana. Di Zaman Taisho ini, katana sudah dilarang untuk dibawa bepergian.

Karena suara peluit yang nyaring itu, Shirazumi tersadar dari shock nya dan ikut kabur bersama yang lainnya. Bisa gawat kalau mereka tertangkap petugas.

.

.

.

Akhirnya mereka bisa lepas dari kejaran petugas keamanan. Kali ini Shirazumi, tanjiro dan Zenitsu menyembunyikan katana mereka di punggung. sedangkan Inosuke... walaupun disembunyikan di punggung, itu tetap terlihat karena dia tak memakai baju atasan. karena itu Tanjiro membantunya dengan mengikatkan kain cadangan yang dibawa Shirazumi di leher Inosuke menjadi seperti jubah. Setidaknya itu mungkin cukup untuk menutupi katana ganda yang dibawanya.

Dari balasan surat yang dibawakana oleh Kasugaikarasu, Rengoku Kyojuro sang Pilar api seharusnya berada di stasiun itu dan akan menaiki kereta yang bernama Kereta Tanpa Batas (Mugen). Namun tampaknya Kyojuro sudah berada di dalam kereta uap itu. Zenitsu yang sudah lebih berpengalaman dalam hal teknologi (Setidaknya dia sudah tahu mengenai kereta uap) membeli tiket agar mereka bisa masuk ke dalam kereta itu dan mencari Pilar Api yang dimaksud.

.

.

.

Begitu berada di dalam kereta, lagi-lagi Inosuke heboh. Dia bersemangat karena mereka sedang berada di 'perutnya' dan itu merupakan awal dari pertempuran.

"Tanjiro. Kau tahu Pilar Api itu orang yang seperti apa sosoknya?" Zenitsu bertanya pada Tanjiro karena dia sendiri belum pernah melihat sosok sang Pilar Api.

"Ya. warna rambutnya mencolok, dan aku juga masih hapal baunya" Jawab Tanjiro.

"LEZAT!"

Tiba-tiba terdengar suara yang nyaring dan bersemangat. Shirazumi dan Tanjiro mengenali suara itu dan saat melihat ke arah dari suara itu, terlihatlah rambut pirang yang mencolok warnanya. Rupanya tak butuh waktu lama untuk menemukan orang yang mereka cari.

Di sebuah kursi terlihat Rengoku Kyojuro yang nampaknya sedang menikmati makanannya yang entah itu kotak bekal keberapa yang sudah dihabiskannya.

Zenitsu sedikit meragukan kalau orang itu benar-benar seorang Hashira.


Terkejut karena melihat sesuatu yang baru bagimu,

Itu merupakan hal yang biasa.

Tapi jangan kau hancurkan sesuatu itu,

Hanya karena itu adalah sesuatu yang tak biasa.


TBC

Ada kritik & saran?

Aku tunggu ^_^