Thousand of Tears

Chapter 64 Iblis Mimpi


Tanjiro duduk di sebelah sang Pilar Api, sedangkan Shirazumi dan Nezuko yang kini sedang berada di dalam kotaknya, duduk di seberangnya. Inosuke dan Zenitsu duduk di kursi yang ada di sisi lain.

Tanjiro mulai menanyakan mengenai tarian dewa api pada Kyojuro, namun rupanya Kyojuro pun tak tahu mengenai itu. Dengan raut wajah dan suara yang semangat, Kyojuro malah menjelaskan mengenai 5 bentuk nafas utama dan percabangannya.

Shirazumi yang duduk di depan mereka sedikit bingung dengan penjelasan Kyojuro yang disertai semangat yang tinggi itu.

Di lain sisi, Inosuke dan Zenitsu mulai ribut saat kereta uap itu mulai berjalan. Inosuke ingin menantang kereta uap itu dengan berlari di sampingnya, ingin tahu siapa yang dapat berlari lebih cepat. Tentu saja Zenitsu menghentikannya.

Tapi, begitu Kyojuro memberitahu kalau oni akan muncul di kereta itu, Zenitsu histeris. Selain Kyojuro, mereka semua mengira kalau mereka akan pergi ke tempat dimana oni berada, bukan menaiki kereta dimana oni akan muncul.

Tiba-tiba Shirazumi merasakan perasaan yang buruk bersamaan dengan datangnya seorang kondektur yang meminta karcis mereka. Shirazumi melihat rait wajah adik laki-lakinya yang ternyata juga memiliki pemikiran yang sama dengannya.

Setelah karcis mereka semua dilubangi, Kyojuro, Tanjiro, Zenitsu, Inosuke dan Shirazumi tiba-tiba merasa sangat mengantuk dan langsung tertidur.

Enmu, Oni yang menguasai kereta itu memiliki kemapuan untuk memberikan mimpi. Mereka semua kini terjebak dalam mimpi.

Zenitsu bermimpi sedang berada di kebun buah persik bersama Nezuko. Inosuke bermimpi mengenai tanjiro dan yang lainnya menjadi anak buahnya. Kyojuro bermimpi mengenai masa lalunya saat baru diangkat menjadi hashira. Tanjiro bermimpi mengenai dirinya yang kembali ke rumahnya dan mendapati semua anggota keluarganya masih hidup. Hanya Shirazumi yang bermimpi sedang berada di tengah-tengah kegelapan. Tanpa ada apapun, hanya dirinya sendiri.

Para manusia yang diperalat Enmu, masing-masing mengikatkan ujung sebuah tali pada pergelangan tangan mereka sendiri dan ujung lainnya pada Tanjiro dan yang lainnya. Mereka berniat memasuki mimpi mereka dengan cara itu dan menghancurkan inti spiritual mereka.

Berbeda dengan yang lainnya, tak ada manusia yang mengikatkan tali pada Shirazumi. Perintah Muzan pada Enmu adalah untuk menangkap gadis itu hidup-hidup. Karena itu, Enmu memerintahkan mereka untuk tidak melukai Shirazumi.

Enmu yang sejak tadi tersenyum sambil berdiri di atas kepala kereta api itu, tiba-tiba menghentikan senyumannya. Oni itu bukannya tidak memberikan mimpi pada Shirazumi, tapi dia tak bisa. Walaupun dia bisa membuat oni tak sempurna itu tertidur, tapi dia tak bisa memberikan mimpi padanya.

Enmu bisa memberikan mimpi, tapi dia tak bisa mengendalikan mimpi ataupun memberikan mimpi sesuai keinginannya secara bebas. Mimpi adalah sesuatu yang dibuat oleh alam bawah sadar setiap orang. Enmu hanya bisa mengatur, apakah dia ingin memberikan mimpi indah, atau mimpi buruk. Apa yang dilihat oleh orang yang diberikan mimpi olehnya, itu tergantung mereka sendiri.

Entah bagaimana, Shirazumi secara tak sadar menolak untuk bermimpi, meninggalkan area mimpinya menjadi kosong, hanya kegelapan yang terlihat tak berujung tanpa ada apapun selain dirinya sendiri.

.

.

.

Shirazumi berjalan di dalam kegelapan dan memanggil nama adik dan teman-temannya. Tapi, karena tak ada apapun, dia merasa hanya berjalan di tempat. Tak ada cahaya, namun dia bisa melihat dirinya sendiri.

Shirazumi berusaha untuk tetap tenang, namun air matanya tetap mengalir.

Tiba-tiba, entah dari arah mana, dia mendengar suara ibunya. Suara itu menyuruhnya untuk bangun. Tepat setelah itu, Cahaya terang yang menyilaukan muncul dan itu membuat Shirazumi menutup kedua matanya.

Saat dia membuka mata, terlihat Tanjiro yang seluruh tubuhnya terbakar, di sebelahnya, Nezuko menangis dengan dahi yang terluka dan mengeluarkan darah.

Shirazumi menghampiri kedua adiknya dan menyadari kalau Nezuko lah yang membuat api itu. Seperti yang diceritakan Tanjiro, Nezuko bisa membuat api dari darahnya. Tanjiro sama sekali tak terluka karena api itu, namun tali yang terikat di tangannya terbakar hingga putus.

Tak lama kemudian, api itu padam. Nezuko berdiri dengan cemas sambil melihat kakak laki-lakinya yang belum bangun, sedangkan Shirazumi segera menghampiri Nezuko dan memeriksa luka di dahinya.

Tadi Shirazumi sempat melihat sedikit darah di dahi Tanjiro, dan dia langsung tahu kalau luka di kepala Nezuko disebabkan karena dia membenturkan dahinya sendiri pada dahi kakak laki-lakinya yang kerasnya mungkin bisa menyamai berlian...

Setelah memastikan kalau luka di dahi Nezuko sudah sembuh, dia melihat Zenitsu dan yang lainnya sedang tertidur, yang bermasalah, Kyojuro tidur berdiri sambil mencekik seorang anak perempuan.

Sebelum sempat Shirazumi menyentuh Kyojuro, tiba-tiba dia dikejutkan dengan suara teriakan Tanjiro yang akhirnya tersadar. Nezuko sampai menjauh saking kagetnya.

"Nee-chan! Nezuko! Kalian tak apa-apa!?" Tanya Tanjiro pada kedua saudarinya. Yang ditanya masih mematung karena kaget dengan teriakan super kencang Tanjiro. Shirazumi mengangguk lalu mendekati Nezuko.

Tanjiro menyadari bekas tali yang masih ada di pergelangan tangannya dan mendapati bau oni. Pada karcis kereta juga terdapat bau yang sama.

Pada pergelangan tangan Zenitsu, Inosuke, dan juga Kyojuro terdapat tali yang sama yang salah satu ujungnya terikat pada orang lain.

Firasat Tanjiro mengatakan untuk tidak memotong tali-tali itu. Sebagai gantinya, dia meminta tolong Nezuko untuk membakar tali-tali itu seperti yang dilakukannya tadi. Tetapi, walaupun tali itu sudah dibakar, mereka belum juga bangun.

"Tanjiro. Tadi juga setelah tali yang ada padamu dibakar, kau tak langsung bangun. Sepertinya ada syarat lain agar mereka bisa bangun." Shirazumi berkata pada Tanjiro.

Sebelum Tanjiro menanggapi ucapan kakaknya, terdengar suara Nezuko yang sepertinya sedang ngambek.

"Tadi... Nezuko membenturkan dahinya dengan kepalamu dan terluka..." Shirazumi berkata.

Tanjiro langsung meminta maaf dan berterima kasih pada Nezuko sambil mengelus-elus rambutnya.

Tiba-tiba, terasa aura membunuh yang kuat. Seorang anak perempuan yang tadinya mengikatkan tali pada tangannya dan Kyojuro, memegang sebuah pemecah es dan berniat menyerang Tanjiro. Wajahnya yang agak pucat dan genggamannya yang erat pada alat pemecah es itu menyiratkan kalau dia sunguh-sungguh ingin menghabisi Tanjiro.


Ilusi yang berasal dari alam bawah sadar.

Apa yang kita inginkan,

Apa yang kita takutkan,

Apa yang sedang kita pikirkan,

Apa yang terjadi di masa lalu.

Itu semua bisa muncul dalam mimpi.

Tapi kita tak bisa memilih,

Apa yang ingin kita mimpikan.


TBC

Ada kritik & saran?

Aku tunggu ^_^