Yahiko yang dikelilingi aura positif tersenyum lebar sekali berjalan tanpa arah dan tujuan, Konan dan Nagato hanya mengikutinya dari belakang, mereka akan ngomong sampai Yahiko menyinggung soal mereka yang tersesat di hutan entah ada dimana. Tanpa peta mereka terus berjalan.
Setelah dua hari mereka menghabiskan waktu di tempat yang mereka tidak diketahui sama sekali, sekeliling pohon semua, dan tiba-tiba saja Yahiko berhenti berjalan, mereka keluar berada di padang rumput yang luas.
Kalau dilihat dari langit ladang itu berbentuk lingkaran dan ditengah-tengahnya ada sebuah gua, Konan dan Nagato masih tidak berani untuk mengeluarkan suara, mereka hanya diam dan melihat Yahiko mengelilingi goa itu dari luar dengan mata yang bercahaya.
"KONAN! NAGATO!"
"Ya?" balas Konan dan Nagato bersamaan.
"Aku menemukan tempat yang cocok untuk markas baru!" serunya.
Konan dan Nagato tentu saja terkejut, tangan Nagato bergetar sambil menunjuk goa.
"Maksudmu goa ini?"
"IYA!"
"Ahhh…," hanya itu yang keluar dari mulut Konan dan Nagato setelah mendengar jawaban ketua mereka.
"Hmhmhm … tempat ini cocok untuk kita bersembunyi, dan pintu dari goa ini dari batu besar yang berat, kita bisa beri kertas segel agar tidak ada yang bisa masuk kedalam sini kecuali kita," ucapnya penuh percaya diri sambil memukul-mukul dinding goa.
Terpaksa Nagato dan Konan setuju, bukannya sampai di Desa Konoha, mereka malah menemukan goa untuk dijadikan markas baru. Mereka bertiga pun masuk ke dalam goa, tidak buruk, tidak lembab, cocok untuk ditinggali.
"Yahiko darimana perabotan rumah itu?!" jerit Konan ketika melihat Yahiko sedang menata furnitur seperti seseorang yang baru saja pindah ke rumah baru.
"Dari sini," jawabnya sambil menunjuk gulungan pemanggil yang bertebaran di bawah—itu miliknya dan isinya adalah furnitur rumah.
Pantas, sebelum pergi dia berlari kesana kemari sambil bawa gulungan, batin Nagato.
"Haa~… akhirnya goa ini siap untuk kita tinggali," Yahiko menyeka keringat di dahi menggunakan lengan bajunya.
Mulut Naato dan Konan terbuka dengan lebar, mereka benar-benar seperti ninja yang baru saja pindah rumah.
"Nagato, panggil Gedo Mazo dong~" pinta Yahiko.
"Nagato ben—"
Selesai memanggil Gedo Mazo, Nagato bertanya pada Yahiko. "Untuk apa?"
"Sebagai dekorasi, HAHAHAHA!"
"Yahiko, you're out of your mind," komentar Konan.
"No, i'm in of my mind."
"Kamu tidak mengerti apa yang dikatakan Konan, ya 'kan?"
"Iya."
Konan menepuk jidatnya, Nagato tertawa renyah melihat tingkah laku sahabatnya itu.
