Suara dengkuran masih bergema dengan keras di ruangan, goa yang tadinya sama sekali tidak terlihat cocok untuk ditinggali menjadi cantik, furnitur yang tertata rapi, dan hebatnya ketua organisasi ini membuat tangga di dalam goa.
Lantai satu, tempat untuk berkumpul dan menikmati patung Gedo Mazo yang akan hilang secara mendadak ketika dipanggil oleh Nagato dan beberapa ruangan seperti tempat makan yang disatukan dengan dapur dan beberapa space kosong tempat untuk barang-barang kepunyaan member lain selain mereka bertiga.
Lantai dua, dengan bantuan Nagato, Yahiko berhasil membuat beberapa kamar, letak kamar mengikuti bentuk gua alias melingkar.
"Yahiko,"
Panggilan Konan dibalas dengan dengkuran oleh Yahiko.
"Yahiko, sudah pagi."
"Hmmm…,"
"Kita tidak jadi ke Desa Konoha?" tanyanya lagi.
"Lima menit lagi Konan…,"
"Tolong ya," kata Nagato dengan lembut sembari mengelus tangan Gedo Mazo.
"GRROOOOOOAARRR!"
Gedo Mazo juga bisa dijadikan alarm pagi, jika ada yang memintanya untuk mengaum layaknya singa kelaparan.
Kedua mata Yahiko melotot, mimpi indahnya rusak seketika ketika Gedo Mazo berteriak. "IYAAAAAAAAA! GUA BANGUN!"
Konan mengacungkan jempol pada Nagato. "Terima kasih Nagato."
Setelah Yahiko bangun, Konan mengangkat Yahiko seperti kucing dan melemparnya ke kamar mandi dengan bak dan gayung, iya … Yahiko membuat dua kamar mandi di goa ini. Satu dibawah, satu diatas. Sumber air? Untungnya mereka dekat dengan sungai, ngambilnya gimana? Suiton: SUIKODAN NO JUTSU! Author tau kalian tidak mengerti apa yang Author maksud.
Ehem, maap, mereka ngambil manual alias pake pake ember, hidup mereka sedikit demi sedikit akan berubah setelah merengkrut anggota baru.
"Konan … kamu tidak harus melemparku ke kamar mandi juga…," keluhnya, keluar dari kamar mandi Yahiko sudah kembali wangi tidak bau acay.
"Hmph,"
"Ayo, kita pergi."
"Tunggu~ aku belum membawa tasku!"
"Ayo cepat Yahiko, atau tidak kami tinggal."
"JANGAN TINGGALIN AKU!"
Perjalanan menuju Konoha tanpa peta berlanjut, pindah dari pohon ke pohon lain terus menerus sampai matahari bersinar terang tepat di atas kepala.
"Itu ada ninja yang pake ikat kepala desa Konoha," kata Nagato sambil menunjuk seseorang berambut kuning mencolok dengan rompi jounin.
"Ayo kita samperin,"
"Tunggu Konan, aku cape~" Yahiko sendiri yang ngos-ngossan, karena ketinggalan jauh di belakang.
"Tapi kalau kita ga sempet nanya nanti kita nyasar lagi, aku males kalo tiba-tiba nyasar di Desa Suna," Konan mengerucutkan bibirnya.
"Nyasar engga akan sampai Desan Suna kali, paling Desa Taki," balas Yahiko.
"Apalagi itu, ogah." Konan sudah mempunyai perasaan ga enak sendiri kalau mereka nyasar ke Desa Taki.
Tanpa ngobrol terlebih dahulu Nagato, menghampiri ninja jounin kuning itu. BOOM! Itulah yang didapatkan oleh Nagato. Nagato batuk-batuk, dan ninja kuning itu menghilang.
"Ohok, ohok, dia kemana?"
"HUWA!" Yahiko berteriak dengan keras di belakang. "JANGAN BUNUH KAMI! HIKS! KAMI CUMAN NINJA YANG TERSESAT!" teriak Yahiko dengan keras, dilanjut dengan tangisan yang sampai membuat Konan dan Nagato diam di tempat saja.
Konan lebih memilih untuk menghampiri Nagato daripada mengecek keadaan Yahiko.
"Ga kita samperin?"
"Ga mau, biarin aja."
"Rasengan!"
Setelah itu yang terjadi adalah, Nagato dan Konan melihat sederet vertikal pohon tumbang dengan indahnya.
"Konan, Yahiko sekarat."
"Oh…."
Nagato nepuk jidatnya.
Insiden salah paham dan Yahiko yang terrasegan oleh jounin asing itu pun lewat, Nagato mewakilkan diri untuk menjelaskan semuanya pada sang jounin bernama Minato. Yahiko masih tepar setelah terlempar beberapa meter ke belakang, dan akhirnya dengan bantuan Minato mereka berhasil sampai di Desa Konoha dengan selamat dan tidak ada acara tersesat lagi.
Nagato tidak bilang pada MInato kedatangan mereka di Desa Konoha untuk mencari anggota baru. Mereka akan melakukan pencarian secara diam-diam.
"Huwaaa~ ternyata disini cerah ya~" yahiko sangat menikmati jalan-jalan santai di desa.
"Yahiko, lebih baik kita—"
"DISANA ADA KEDAI RAMEN! AYO KITA MAKAN!" teriak Yahiko dengan riang dan menarik kedua sahabatnya ke kedai Ichiraku. "PESAN TIGA MANGKOK!"
"Yahiko kita ke—"
"ITADAKIMASU!"
Nagato dan Konan saling pandang, lalu menghela nafas panjang. Tiba-tiba saja ada seorang pemuda dengan google oranye datang ke kedai, keadaan orang itu kelihatan abis patah hati, matanya merah kayak abis nangis.
"Paman, aku mau satu mangkok ya," ucap orang itu, suaranya bergetar.
Nagato sama Konan telepati, bicara hanya lewat dengan lirikan mata.
"Bau-bau Uchiha lagi patah hati nih, gimana kalau target pertama dia aja?"
"Coba aja Konan." Nagato mengacungkan jempol pada Konan.
"Baik, aku akan mencoba untuk nguping, aku cari kelemahannya," Konan melirik ke pemuda bergoogle itu, terus dengan nada sedih Konan berkata, "Mas kenapa sedih?"
"Hiks … cintaku bertepuk sebelah tangan mbak."
"Yang kuat ya Mas," kata Konan sambil mengelus punggungnya.
"AKU GAKUAT! AKU LEMAH! Hiks … itulah kenapa aku di tolak sama dia, dia sukanya sama orang-orangan sawah," pemuda itu mulai nangis lagi sampe nyusut ke lengan baju Konan.
Konan mau marah melihat tingkah laku pemuda itu, tapi dia masih bisa sabar, dia bisa ngelap ke bajunya Yahiko nanti untuk membersihkan ingus pemuda itu.
"Kalau begitu gimana kalau gabung dengan kami, Saya jamin anda akan lebih kuat jika anda mau bergabung dengan kami!" Konan mulai beraksi.
"Kalian sebenernya siapa? Kok iket kepalanya dari Desa Ame?"
"Iya, kami dari Desa Ame mencari ninja yang kuat untuk bergabung dengan kami,"
"Hmm…," Dia menatap Konan curiga, "kalo gua gabung gua bakal dapet apa?" cara bicara pemuda itu mulai berubah.
"Tentu saja…," Konan diam, dia lupa sama tujuan mereka membentuk organisasi Akatsuki. "jubah organisasi, tinggal di rumah mewah, makan-minum gratis—selama masih ada uang."
"Keuntungan bergabung dengan kalian apa?"
"Anda bisa mengasah skill dengan member lain, dan menjadi kuat! DENGAN BERGABUNG DENGAN KAMI! CEWE YANG MENOLAK ANDA PASTI AKAN MENYESAL!" Konan mulai ngegas, "CEWE ITU NANTI AKAN PINDAH HATI KE ANDA! ORANG-ORANGAN SAWAH KALAH!"
Nagato memperhatikan Konan sambil mangap lebar, keuntungan macam apa itu?
"KALAU GITU GUA BAKAL GABUNG DENGAN KALIAN!" tanpa pikir panjang pemuda itu menjabat tangan Konan.
"TANDA TANGANI KERTAS INI!"
"SUDAH!"
"BAGUS!"
"Konan … jangan ngejanjiin yang aneh-aneh," gumam Nagato.
"GOCHISOUSAMA!" Yahiko selesai makan ramen, terus liat kiri-kanan, "Ada apa ini?" tanyanya dengan tampang begonya.
