Disclaimer: Star Wars ataupun Ben Solo bukan milik saya. Kalo punya saya, fanfic ini udah saya jadiin canon. heheh. Saya cuma kesel bisa2nya Ben Solo dibikin mati padahal baru juga tobat.
Sebetulnya saya masih bingung sama judulnya, jadi sewaktu-waktu bisa saya ubah.

Warning: non-slash mpreg.

Setting waktu di Star Wars: The Rise of Skywalker.


Chapter 1

A Dream to the Light

.

Kylo Ren menengadahkan kepalanya. Ia terduduk di ranjang seusai mimpi yang mampu membuat tubuhnya seakan dihujani keringat dingin dan terbangun dengan napas tersenggal. Ini kali kedua mimpi itu datang padanya. Mimpi yang selalu berhasil memicu konflik di dalam dirinya. Mimpi yang berusaha menariknya kembali ke Cahaya, sisi putih dari Force. Mimpi yang mengingatkannya untuk kembali kepada keluarganya.

Leia.

Pria berambut hitam itu teringat kembali dengan nama yang terus tergiang di alam mimpinya. Nama ibunya. Nama itu sanggup membawanya ke hari di mana ia berada dalam TIE Silencer miliknya, ketika ia hendak meledakkan anjungan starcruiser kepunyaan Resistance. Ia merasakan kehadiran ibunya, begitu sebaliknya. Sebuah desakan batin dari dirinya yang cukup hingga Kylo mengurungkan niat untuk meluncurkan tembakannya—sebelum akhirnya anjungan diledakkan starfighter lain yang melaju di kanan-kirinya.

Mimpi yang baru saja dialaminya terasa sangat nyata. Namun Kylo sadar bahwa itu hanya mimpi, lantaran terlampau indah dan mustahil untuk menjadi nyata. Langit cerah dengan hamparan rumput sejauh mata memandang. Suasana yang damai, dipenuhi tawa bahagia. Ia bersama pemberontak Resistance yang selama ini diperanginya tertawa bersama, menikmati hari. Tidak ada suara tembakan terdengar di manapun, hanya tawa riang.

It's too good to be true, bisik Kylo dalam hati.
(Itu terlalu indah untuk jadi kenyataan.)

Toh, Kylo sendiri tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Akan ia bantai habis kapal dan markas Resistance satu demi satu tanpa menyisakan satupun yang tersisa. Ia bersama First Order akan menguasai seluruh galaksi, dengan dirinya di kursi tertinggi sebagai Supreme Leader. Ia akan menjadi pemegang kekuatan dark side terkuat. Dan mungkin saja suatu hari nanti ia juga akan menjadi seorang Sith.

Memangnya apalagi yang membuatnya sanggup membunuh ayahnya, Han Solo—yang hendak membawanya kembali pulang—dengan lightsaber merah miliknya dan Snoke, Supreme Leader terdahulu First Order sebelum dirinya yang juga merupakan mentornya?

Ya, duduk di kursi tertinggi dan menjadi yang terkuat memang selalu menjadi ambisinya hingga titik ini. Ia sudah melakukan nyaris segalanya untuk menggapainya.