Hiruma mengarahkan senapannua pada Sena-Monta dan mulai menembaki mereka dengan brutal.
"YAAAAA-HAAAA!"
Perilaku biasa seorang Hiruma ini suka dipertanyakan oleh orang sekitar tetapi sebagai anggota Deimon Devil Bats yang tangguh dan tidak goyah dengan kekejaman Hiruma sudah tahan banting dengan tindakan tersebut.
Tapi tahukah kamu? Tingkah Hiruma semakin dipertanyakan saat meloloskan anggota timnya dari latihan atau waktu latihan yang cuman sebentar.
"Oi cebol, ada anak SMA Oujo mampir kesini."
Tiba-tiba dipanggil si empunya nama langsung menengok ke Hiruma ditengah-tengah latihannya, itu menyebabkan dirinya yang sedang memegang bola diserbu sampai menjatuhkannya ke tanah.
"Aaaaa~ ... harusnya tadi aku fokus dulu berlatih," gumam Sena.
"Sena."
"Eh?" Sena terkejut saat mendengar suara Shin, segera dia bangkit berdiri. "Aku tidak apa-apa kok hahaha ..."
Hiruma memperhatikan Sena dan Shin sembari mengunyah permen karet. Senapa ditangan kanannya diketuk-ketuk ke pundak, detik selanjutnya suara rentetan peluru di udara menggema ke seluruh penjuru lapangan.
"Cebol! Kamu boleh selesai latihan lebih cepat, SISANYA LARI KELILING LAPANGAN 100 KALI!"
Anggota tim tentu tidak bisa protes meskipun ingin protes, merasa tidak adil. Semenjak Sena ada hubungan lebih dekat dari teman dengan Shin, Hiruma selalu mencari cara untuk mengulik kelemahan seorang Shin Seijuro lebih detil.
"Kekekekeke ..." Kikikannya terhenti ketika matanya mendapati quarterback Oujo muncul di lapangan. "Kenapa lu ada disini kacamata sialan?'
"Perintah dari seekor kelinci."
"Hooo~ ... begitu ya, yaudah temani aku menganalisis data."
"Ha?"
Hiruma dan Takami menghilang ke ruang klub terbitlah manajer pecinta kue sus.
"SI HIRUMA MANA?! BERANI-BERANINYA MEMBOLONGI SEPATUKU!"
"Mamo-nee, perasaan You-nii lebih hobi bolongin sepatu anak-anak yang bolos latihan," celetuk Suzuna.
