Akaba memainkan gitarnya di tengah malam, sendirian hanya terangi oleh lampu jalan, malam ini hanya bintang-bintang di langit yang menemaninya memainkan gitar, di dekatnya ada sebotol air mineral yang menimpat beberapa lembar kertas musik.
Jari-jarinya memetik senar gitar, lalu mulutnya bergerak menyenandungkan lirik lagu. Akaba seperti ini sudah sedari lama tepat setelah mengetahui kepergian Kakei ke Amerika untuk melanjutkan studinya.
Lewat satu tahun, Akaba masih mencoba untuk terus menikmati kesendiriannya, menjalani hubungan LDR cukup merepotkan untuknya. Hanya bisa berkirim pesan atau telepon.
"Fuh ... akhir-akhir ini aki tidak bisa fokus membuat lagu."
Permainan gitar terhenti, Akaba menyenderkan punggungnya ke senderan bangku kayu, lalu mendongak ke langit.
"Sebaiknya aku menyudahinya, lanjut lagi besok."
Akaba memasukan gitarnya ke dalam tas bersamaan dengan setumpuk kertas bertuliskan lirik lagu. Akaba bangkit dari bangku, mengambil botol mineral dan pergi dari taman itu.
"Akaba, ngapain kamu disini sampai larut malam."
Akaba dikejutkan dengan suara familiar, sepasang mata merah terbelalak melihat sosok pemuda tinggi yang berdiri tidak jauh tempatnya berdiri.
"Fuh ... Kakei-kun? Benar Kakei-kun?"
"Iyalah ini aku bodoh. Lagipula tempat ini memang selalu kamu jadikan tempat untuk membantumu untuk menulis lagu kan?"
"Fuh ... benar juga." Akaba menyampingkan rasa terkejutnya dengan keberadaan Kakei yang tiba-tiba muncul, tetapi dia penasaran kenapa Kakei sudah pulang ke Jepang. "Kakei-kun ... kenapa kamu ada disini?"
Kakei memberikan wajah masam sebagai respon pertama dari pertanyaan Akaba. "Hayato, kamu lupa? Aku sudah janji untuk menonton konsermu."
"Fuh ... aku terlalu memikirkan lagu baru untuk itu sampai lupa kalau konsernya sebentar lagi."
"Jadi kamu masih belum selesai membuat lagu barunya?"
"Fuh ... tanpamu aku tidak bisa menulis lagu dan sampai saat ini aku hanya bisa menulis liriknya setengah."
"Kamu benar-benar hopeless sekali seperti biasa."
"Sekarang kamu sudah ada disini, aku ingin kamu mendengarkan laguku. Lagu yang kubuat untukmu."
"Akan kunyanyikan lagu ini saat konser nanti."
