Chapter 5

*The Wich Or The Angel*

"Suasana yang tenang..." ucap Sakura saat mereka menikmati kota Venezia diatas gondola yang ditemani nyanyian yang merdu.

"Hn."

"Setiap aku ke Itali, aku selalu menyempatkan diri untuk menikamati ketenangan ini."

"Benarkah?" Sakura mengangguk.

"Ya, berada disini bisa melepaskan rasa lelah dan stres. Tapi, tentu saja itu untuk diriku." Sasuke tidak menanggapi, dia malah sibuk memerhatikan wajah wanita didepannya ini.

Wajah istri-nya. Sungguh sangat cantik, senyum yang menawan diterpa sinar Twilight yang indah tambah membuatnya seperti bidadari. Dan tentu saja hati seorang Uchiha Sasuke bergetar karena itu.

Dia tidak habis pikir, kenapa dengan wanita ini semuanya terasa baru, terasa nyata, dan terasa hidup? Seolah dia mendapat cahaya hidupnya.

"Kau tau?" mendengar suara Sakura yang tiba-tiba, membuat Sasuke menatap serius padanya. "Ada mitos yang mengatakan jika kau berciuman dibawah langit senja dan diatas gondola dengan pasangan mu, maka kalian akan menjadi pasangan sejati, pasangan yang kuat, dan tak terpisahkan."

"Benarkah?"

"Ya, bahkan aku sangat percaya bahwa-"

CUP

Dia terdiam, otak briliant-nya tidak dapat mencerna apa yang terjadi. Semuanya terasa cepat, tapi juga terasa aneh, seperti ada sihir yang mengitari mereka.

"Hn, kita akan buktikan, apakah mitos itu benar atau tidak?" sikap Sasuke tenang sambil menampilkan seringaian yang menawan kepada Sakura. 'dia? Dia? Dia baru saja menci..um. arrrrggghhh...' sepertinya nyonya kita yang satu ini tidak akan dapat tidur nyenyak malam hari ini. Tentu saja karena prilaku suami-nya yang seenaknya mencium dirinya, dibawah Twilight dengan alasan konyol. Membuktikan mitos? Sungguh alibi yang bagus Sasuke! 'hn, tentu saja.'


Roma, Itali.

"Selamat datang, tuan muda dan nyonya muda Uchiha. Saya senang bisa menyambut anda." Sapaan ramah pria itu pada mereka saat mereka telah sampai di kantor induk cabang Itali di Roma.

Ya, mereka berada di Roma sekarang. Sasuke ingin berkunjumg kesana sebelum kembali ke Jepang.

"Hn, bagaimana keadaan perusahaan Leo?" tanya Sasuke pada pria tadi sambil berjalan menuju lift untuk ke lantai atas.

"Perusahaan baik-baik saja tuan, perkembangan kita pesat seperti biasa."

"Itu bagus, satu lagi. Aku dan istriku akan menginap beberapa hari disini, jadi kau sudah menyiapkan semuanya?"

"Sudah tuan, bahkan aku sudah menyiapkan mobil dan supir untuk nyonya Uchiha." Sakura yang berjalan dibelakang mereka terdiam, sekali lagi, suaminya itu melakukan hal seenaknya saja.

"Tidak, itu tidak perlu tuan Leo. Aku bisa pergi sendiri, dan panggil saja aku Sakura." Sasuke menatap tajam, menegaskan bahwa itu adalah perintahnya.

"Tidak Sakura, kau akan tetap pergi dengan supir yang telah ku siapkan. Itu demi keselamatan mu." Wanita itu mendengus, demi keselamatan? Padahal dulu dia keluar negeri sendirian baik-baik saja, dan tentu akan begitu. Dia bisa menjaga dirinya sendiri, tapi sepertinya sikap protektif suaminya itu adalah mutlak.

"Tapi aku sudah biasa bepergian sendiri Sasuke, walau itu di Roma sekalipun." Bantahnya dengan sedikit nada jengkel.

Leo yang sedari tadi memerhatikan pasangan suami-istri tersebut membuatnya tersenyum tipis. Tuannya itu pasti mencintai istrinya, tampak jelas dari sorot mata dan gerak tubuh seorang Uchiha Sasuke. Dan itu tentu saja tidak dapat membohongi Leo.

"Tak apa nyonya Sakura, tuan mengkhawatirkan anda. Makanya tuan bertindak seperti itu."

"Hahh, baiklah kalau begitu." Balas Sakura sambil tersenyum ramah pada Leo. Melihat sikap Sakura, Sasuke menatap tajam padanya. Dia lebih mendengarkan Leo daripada suaminya sendiri? Huh! Yang benar saja.

Dan sekali lagi Leo tersenyum tipis, melihat raut wajah cemburu dari tuannya itu memang pemandangan yang langka. Momen yang tidak dapat dilupakan.

TING!

"Hn, ruangan ku ada disana." Tunjuk Sasuke pada pintu disudut lantai ini. Pintu itu tampak besar, dengan sulur-sulur emas ditepi kanan dan kirinya, serta dengan tulisan Mr. Sasuke Uchiha yang bewarna emas.

"Oh, baiklah." Jawab Sakura pelan, dia tampak kagum dengan interior kantor ini. 'ini jelas bukan kantor, ini hotel bntang lima! Dasar para keluarga kaya!' decaknya pelan dalam hati.

"Aku dengar, kau akan membeli oleh-oleh untuk ibu. Maka dari itu aku menyiapkan mobil untuk mu." 'artinya? Dia mendengar percakapan ku dengan ibu waktu itu?'

"Sakura?"

"Ah, ya?"

"Kumohon, jangan membantah lagi. Aku mengkhawatirkan mu." 'Apa? Ini... dia? Khawatir padaku?'

"Ba-baiklah, aku pergi." Ini adalah saatnya Sakura kabur dari situasi ini. Situasi dimana yang membuat jantungnya berdetak kencang. Oh, yang benar saja? Hanya seuntai kata? Dan itu memberi dampak aneh pada dirinya.

Setelah dia berjalan cepat, dan sampai didepan pintu utama. Dia telah melihat Limousin mewah telah menunggunya.

"Antar aku ke shopping center."

"Ya, baik nyonya."


"Selamat tuan, anda dan nyonya adalah pasangan yang cocok." Ucap Leo tiba-tiba. Sasuke beralih menatap Leo ingin tau daripada membaca dokumen yang ada ditangan nya.

"Anda dan nyonya saling mencintai, aku yakin anda pasti mencintai nyonya. Benar bukan?" sejujurnya Sasuke bingung dengan jawaban apa yang dia berikan. Dia menyukai Sakura? Tentu saja, tapi mencintai? Pertanyaan ini agak absurd baginya, samar-samar.

"Apa yang membuat mu yakin aku mencintai Sakura, Leo?"

"Saya mengenal anda tidak satu atau dua tahun tuan, tapi saya sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja dengan anda. Anda bisa menipu orang lain, tapi tidak dengan saya. Apakah mata bisa menipu?" Sasuke menghela napas, sepertinya dia memang butuh teman untuk bercerita. Dan Leo? Tidak buruk juga.

"Sejujurnya, aku tidak mengerti dengan perasaan ku Leo. Aku bingung, jika ada orang yang bertanya aku menyukai nya, maka akan aku jawab dalam sekejap mata. Tapi mencintainya? Kami baru dua bulan bersama, tidak mungkin aku dapat jatuh cinta pada seseorang secepat itu."

Leo menatap tuannya tidak mengerti. Dalam urusan bisnis, memang dia ahlinya. Tapi, dalam urusan cinta? Dia memerlukan Love Expert's.

"Boleh saya menyatakan sesuatu?"

"Hn, tentu saja."

"Saya yakin kalau tuan mencintai nyonya, kenapa? Karena saya tidak pernah melihat tuan sekhawatir ini, bahkan pada nona Karin pun tidak. Sedangkan pada nyonya? Tuan dengan sengaja menyiapkan semuanya agar nyonya aman. Sikap kekhawatiran yang berlebihan itulah bukti bahwa tuan mempunyai perhatian lebih pada nyonya, dan cinta tak butuh waktu tuan. Kalau dia ingin datang, dia bisa datang kapan saja, dimana saja, tak memperdulikan apapun." Leo berjalan mendekat kepada Sasuke, menepuk bahunya pelan dan berkata.

"Satu bulan, dua bulan, bahkan satu tahun pun dalam cinta tidak ada masalah tuan. Kejarlah cinta anda, daripada menyesal nantinya. Baiklah, saya permisi dulu tuan Sasuke."

Sasuke masih terdiam, meresapi setiap perkataan Leo yang seperti penyemangat baginya. Dan kesimpulan akhir? Leo benar. Dia harus berusaha mengejar cintanya, itupun kalau dia ingin hidup bahagia.


Setelah turun dari mobil yang disiapkan Sasuke untuknya, Sakura memerhatikan shopping center itu dengan seksama. Semua barang disana pasti ber-merk semua, dan yang paling membingungkan. Apa yang cocok untuk ibu? Tapi yang pastinya yang cocok untuk Uchiha Mikoto adalah barang yang tidak sembarangan.

"Ada yang bisa ku bantu, nona?" pelayan itu mendekati Sakura yang memerhatikan perhiasan di eltase toko.

"Ya, bisakah kau mencarikan ku perhiasan yang sederhana namun elegan? Ini untuk ibu mertua ku." Jawab Sakura sambil tersenyum pada pelayan tersebut.

"Oh, tentu saja. Maaf untuk yang tadi nyonya, aku tidak tau anda sudah menikah rupanya." Sakura hanya tersenyum kecil pada pelayan tersebut, menandakan bahwa pelayan itu tidak salah apa-apa.

"Tak apa, aku terlalu muda ya? Untuk jadi ibu rumah tangga?" ucapnya sambil terkikik pelan pada pelayan tersebut. Melihat Sakura yang sebegini ramahnya, membuat pelayan tersebut ikut tersenyum senang. Nyonya muda yang anggun, pikirnya.

"Tentu tidak nyonya, tidak ada yang salah jika itu dilakukan dengan cinta. Baiklah, tunggu sebentar, aku akan carikan barangnya." Mendengar perkataan pelayan tadi membuat Sakura terdiam. 'cinta? Yang benar saja!'

Kringg... Kringg...

"Hallo?"

"Ya ampun! Sakura! Kenapa kau tidak pernah menghubungi ku?!" 'bagus Ino! Kau memecahkan gendang telingan ku!'

"Maaf Ino, aku tidak sempat menghubungi mu." Wanita masih bisa mendengar sahabatnya mendengus diseberang sana.

"Huh! Yang benar saja Sakura! Apa yang membuat mu tidak sempat menghubungi ku?! Apakah setelah menjadi nyonya Uchiha membuat mu jadi sangat sibuk?!" Sakura memutar bola matanya, tidakkah sahabatnya ini tau kalau dia juga manusia? Tentu saja dia juga lupa, apalagi membisakan situasi setelah menikah ini sangat sulit.

"Ino, jangan memulai perdebatan konyol. Kau juga tau kalau aku masih manusia, jadi wajar saja kalau aku lupa kan?"

"Yayaya, lakukan sesuka mu. Baiklah, kita lupakan perdebatan konyol ini, walaupun aku masih marah padamu Sakura. So, kapan kau kembali ke Jepang?"

"Nyonya, ini pesanan anda. Apakah cocok?" ucap sang pelayan sambil membawa kotak perhiasan yang indah.

"Ya, terima kasih. Aku pilih itu." Setelah memastikan pelayan tersebut membungkus pesanannya, Sakura menjawab pertanyaan Ino.

"Tiga hari lagi Ino, Sasuke masih mengurus cabang perusahaannya disini."

"Mengurus perusahaan? Huh! Dasar gila kerja, apa dia tidak tau tujuan dia ke Itali itu untuk bulan madu? Menyebalkan!" Ino tidak mengerti, bisa-bisanya Mr. Uchiha itu mengurus perusahaan saat dia bulan madu dengan isntrinya! Apakah dia menikah dengan perusahaan? Sehingga dia lebih sering terlihat bersama perusahaan sepertinya, daripada bersama istrinya.

"Sudahlah Ino, aku tidak apa-apa. Jangan marah begitu, dia hanya menjalankan kewajibannya saja."

"Sepertinya kau sudah menjadi nyonya Uchiha sejati, ya? Memilih membela suami mu?" Sakura menghela napas bosan, sikap anak-anak Ino sudah kembali lagi rupanya.

"Apa kau tidak lihat nama depan ku sudah berubah? Dan maaf Ino, tapi mulai sekarang, aku lebih memilih suamiku." Bukannya marah, Ino malah tersenyum dibalik telfon nya. Ternyata, sahabatnya itu sudah mulai menerima keadaannya. 'lama-lama, kalau terus begini, kau bisa jatuh cinta padanya Sakura.' Pikirnya sambil tersenyum.

"Oke, oke. Aku mengerti dengan posisi mu sekarang. And by the way, Sakura, ada yang ingin aku ceritakan kepada mu."

"Apa?"

"Aku hanya akan bercerita jika kau sudah di jepang, jadi sampai jumpa di rumah. Bye." Ino menutup telfonnya secara tiba-tiba. Dia lebih memilih menceritakan secara lansung apa yang dialaminya daripada lewat telfon. Dan akibat dari perbuatannya itu, Sakura memandang jengkel pada Smartphone-nya sendiri.


Didalam pesawat pribadi berlambang kipas itu, pasangan muda mereka masing-masing menatap keluar jendela. Tidak ada yang mau membuka percakapn sedikit pun. Sasuke mendengarkan musik dengan eartphone-nya dan Sakura menatap gumpalan-gumpalan awan dibalik kaca.

Saat ini mereka sedang mengangkasa menuju negeri matahari terbit dengan ikon bunga Sakura-nya yang indah.

Keadaan itu akan tetap berlanjut jika salah satu diantara mereka tidak ada yang mau merubah suasana. Tapi, akhirnya Sakura menghela napas, dia mecoba untuk berjiwa besar saat ini. Dia bangkit dari kursinya, untuk menuju tampat Sasuke, jika saja Sasuke tidak tidur.

Walaupun Sasuke sudah tertidurpun, Sakura masih berjalan ke kursinya. Dia menatap wajah suami itu dengan pandang sendu, bagaimana tidak? Saat mereka akan berangkat saja, Sasuke masih tetap membuka laptop nya. Dia juga tidak tau kenapa Sasuke bersikap sangat gila kerja seperti itu.

"Sepertinya dia begitu lelah. Seharusnya, kau mesti memerhatikan kesehatan mu juga Sasuke." Sakura mengambil selimut dan mengelimuti tubuh Sasuke dari bawah sampai leher. Memperbaiki posisinya, agar suaminya itu tertidur lelap. Dan, sepertinya Sakura tidak tau, jika Sasuke belum sepenuhnya terlelap. 'sekarang aku benar-benar bingung Sakura, kau itu malaikat atau penyihir?' bathinya.

.

.

.

.

.

*TBC*


Chapter 5 is up! Happy reading all^^

Balasan review:

sasta: dia memang manis::)) review lagi?^^

hanazono yuri: ini udah lanjut;;)) review lagi?^^

no name: itu akan diusahahakan::)) semoga saja yaa;;)) review lagi?^^

Rastafaras uchiha: makasi infonya, aku memang lupa edit::)) review lagi?^^

echaNM: emang belum muncul :D hehehe aku juga bingung siapa yang jadi orang ketiga xD review lagi?^^

ima: ini udah next;;)) review lagi^^

Ozora-chan: ini udah lanjut::)) review lagi?^^

syahidah973: oke, tenang aja Saku kan strong xD review lagi?^^

tsanditya162: ini udah next ::)) review lagi?^^

ayuua: ini udah lanjut;;)) review lagi?^^

Makasi juga buat teman-teman yang udah fav&foll dan r&r, sekali lagi maafkan saya jika ada typo yaa^^

See you next chapter;;))

Sign, TaySky1998

Ps: mitos diatas hanya karangan author sebagai pelengkap cerita saja, jadi jangan dipercaya xD terima kasih.