Chapter 8
*Falling In Love?*
Tokyo International Park
Sakura dan Sasuke berdiri dibalik pagar pembatas wahana komedi putar itu, mereka memerhatikan si kembar Uchiha yang seperti asik sekali berada diatas wahana. Haruki yang berada di atas kudanya, sedangkan Hana terlihat tersenyum memandang Sakura sambil duduk manis didalam kereta kencana mini itu.
Mereka memang sudah makan siang tadi, tapi begitu melihat taman bermain. Si kembar tak henti-hentinya memaksa Sasuke untuk pergi kesana. Bahkan, keinginan si kembar sempat membuat mereka berdebat kecil tadi. Sakura setuju dan Sasuke tidak. Tentu saja tiga lawan satu, jelas dia sudah kalah. And finally, akhirnya mereka disini, taman bermain Tokyo.
"Masa anak-anak itu menyenangkan, bukan begitu Sasuke?"
Sasuke menatap Sakura, menunggu apa yang akan dikatakan istrinya selanjutnya.
"Kita tidak perlu menyembungikan apa-apa, tidak perlu berbohong kepada siapapun, dan tidak akan pernah merasakan perasaan bersalah."
Sasuke menatap kedepan, memerhatikan Hana yang masih saja tersenyum kepada mereka. Dia sependapat dengan Sakura, apa mereka tanggung sekarang memang cukup berat. Berpura-pura pada setiap orang. Ntah sudah berapa banyak dosa yang ditanggung nya dengan berbohong kepada semua orang tentang kehidupan pernikahan nya.
Orang pasti lansung berpikir dia dan istrinya itu adalah pasangan paling sempurna. Tapi, satu yang tidak dapat dilihat orang-orang itu pada pernikahannya. Pembatas, adanya suatu pembatas yang membuat Sasuke berjarak dengan istrinya.
Mungkin yang lain bebas melakukan apa saja dengan istri mereka, tapi Sasuke tidak. Bahkan memeluk istrinya dengan leluasa saja dia tidak bisa, karena ada pembatas.
"Ya," hanya itu yang dapat keluar dari mulut pria tersebut, karena sejujurnya dia tidak tau harus mengatakan apa lagi.
Mendengar jawaban Sasuke, Sakura tau apa yang ada dipikiran suaminya itu. Merasa bersalah dan berdosa. Dia tidak tau pasti apa alasannya mengangkat masalah ini. Tapi, dia juga merasakan apa yang Sasuke rasakan. Merasa bersalah dan berdosa tersebut. Apalagi setelah berada diantara keluarga besar Uchiha, melihat senyum mereka yang bahagia akan pernikahannya. Sakura merasa, dia harus mengehentikan ini. Dia tidak ingin terus menerus dihantui rasa bersalah.
"Aku rasa kita harus menghentikan ini, Sasuke."
"Apa maksud mu?" meskipun nada bicaranya datar seperti biasa, tapi Sakura tau apa yang ada dipikiran suaminya itu. Dia takut, takut Sakura akan meminta menghentikan pernikahan nya.
"Jangan berpikir yang macam-macam, aku tidak akan meminta menghentikan pernikahan kita. Aku juga tau bahwa, pernikahan dua kali dalam keluarga Uchiha sangat memalukan. Yang aku inginkan, kita harus menghentikan sandiwara ini. Kau dan aku, kita harus berusaha menghadirkan cinta itu disini. Kita harus berusaha menghilangkan pembatas itu."
Sasuke masih diam, tentu saja dia senang. Sakura akan menghilangkan pembatas sialan itu.
"Aku memang tidak pernah dekat lebih dari ini dengan seorang pria, karena prioritas utama ku adalah karir. Dan aku juga percaya dengan takdir. Kita tidak perlu mencari, hanya menunggu dengan sabar, dan dia akan datang dengan sendirinya."
Wanita itu menarik napas sebentar, berpaling sedikit kearah suaminya, berharap dia dapat membaca apa yang ada dipikiran suaminya itu.
"Saat kakek menyebut tentang pernikahan ini, aku lansung berpikir mungkin saat ini takdir ku datang. Tapi tentu saja, pernikahan tampa cinta itu sama saja dengan kebohongan. Kita memang bersalah disini, bagaimana cinta itu akan datang jika kita membuat pembatas itu. Aku tau bagaimana riwayat mu diluar sana, tapi kita sudah berada dititik ini Sasuke. Titik dimana kita tidak bisa kembali ke masa lalu."
"Sakura, aku..."
"Lihat, mereka sudah datang. Kita akan lanjutkan pembicaraan ini nanti."
Sasuke memandang Sakura yang berjalan ke arah wahana itu, dia berpikir apa yang dikatakan Sakura memang benar. Mereka sudah berada ditahap ini, dan tentu saja mereka tidak bisa kembali ke tahap semula. Yang harus mereka lakukan adalah mempersiapkan langkah untuk menuju tahap selanjutnya.
"Jangan memakannya dengan seperti itu Haruki-kun, kau membuat ice cream itu berceceran dibaju mu."
"Tidak apa Baa-san, habisnya ice cream ini enak sekali..."
Sakura masih membersihkan ice cream yang berceceran itu di seragam Haruki. Anak-anak memang begitu, setelah puas dengan apa yang mereka inginkan, pasti selanjutnya mereka menginginkan yang lain.
Wanita itu mengambil tasnya, berusaha menemukan tissue didalam tas tangan ber-merk nya itu.
"Bukankah dimobil masih ada persedian tissue Sasuke?"
Sasuke mengangguk.
"Baiklah, aku akan mengambil nya."
"Tunggu disini."
Sakura hanya memandang suaminya itu tak mengerti,kadang kala dia juga tidak mengerti dengan pemikiran Sasuke yang seenaknya melakukan tindakan. Seperti sekarang ini, bahkan Sasuke sudah hampir sampai ditempat parkir mobil.
Sasuke segera mengambil tissue itu didalam kotaknya, mengambil beberapa lembar dari kotak tersebut. Tapi, kegiatan itu terhenti saat dia mendengar orang yang memanggil nya. Karin berada disini, ditempat dia dan istrinya berada.
"Aku senang kita bertemu Sasuke-kun!"
Sasuke mengunci pintu mobil, berdiri menghadap Karin yang tersenyum menatap nya. Bahkan, senyum Karin sangat lebar karena saking senangnya.
"Apa yang kau lakukan disini?" Karin terdiam, kenapa nada bicara Sasuke sedingin itu? Apakah pria itu tidak senang setelah bertemu dengan dirinya.
"Aku ada pemotretan didekat sini Sasuke-kun. Karena aku melihat mobil mu, aku lansung menemui mu dan kau disini."
"Kau tidak bisa seperti ini lagi Karin, hubungan kita sudah berakhir."
Senyum itu hilang, senyum yang diberikan kepada Sasuke memudar. Dia tidak percaya dengan apa yang Sasuke katakan, tidak tentu saja. Sasuke pasti sedang bercanda.
"Jangan bercanda seperti ini Sasuke-kun, kau membuat ku takut." Sasuke menghela napas, dia sudah tau pasti reaksi dari Karin seperti ini. Tindakan nya adalah benar, dia tidak bisa mempertahankan hubungan nya dengan Karin. Karin bukan siapa-siapa lagi. Dan ini adalah langkah awal darinya untuk menghilangkan pembatas nya akan Sakura.
"Aku serius Karin, aku sudah memiliki istri. Dan disini," tunjuk Sasuke pada dada nya "sudah ada Sakura."
Kalimat itu cukup membuktikan bahwa Sasuke sudah melupakannya, apalagi setelah melihat Sasuke yang berjalan menjauh meninggalkannya begitu saja. Dia menangis tentu saja, dia bahkan tidak percaya ini terjadi, seandainya dia tidak melihat mobil Sasuke, seandainya dia tidak menemui Sasuke, dan seandainya dia tidak melakukan pemotretan disini, dia pasti tidak akan mendengar kata-kata.
'kau jahat Sasuke-kun, dan kenapa kaki bodoh ini tidak dapat bergerak!'
Karin masih memandang Sasuke, dan dia dapat melihat Sasuke berjalan kearah mana, tentu saja ke arah dimana Uchiha Sakura berada.
Sebenarnya, Sakura memerhatikan Sasuke sedari tadi, kenapa pria itu lama sekali? Dan dia sudah menemukan jawaban nya, Sasuke sedang berbicara dengan wanita itu lagi.
Dia bisa saja mendengar apa yang mereka bicarakan, tapi Sakura tidak ingin. Dia takut, jika dia mendengar kata-kata yang tidak baik bagi dirinya disana. Ntah kenapa, melihat interaksi antara Sasuke dengan wanita itu membuat dirinya berpikir bahwa sebelumnya mereka dekat, sangat dekat mungkin? Dan karena pemikiran itu jugalah hatinya merasakan sedikit rasa sakit disini.
"Kenapa lama sekali Sasuke?" Sasuke tidak menjawab, dia hanya memberikan beberapa lembar tissue tersebut kepada Sakura. Dan sejujurnya dia juga tidak tau harus menjawab apa, apakah dia harus menjawab 'aku sedang bertemu dengan mantan kekasih ku' yang benar saja!
Sakura pun hanya diam, dia berpikir mungkin Sasuke belum bisa menceritakan apapun untuk saat ini padanya. Dan dia mengerti itu.
Setelah membersihkan seragam Haruki, Sakura lansung bangkit berdiri sambil menggandeng dua tangan bocah itu.
"Sakura?"
"Ya?"
"Aku ingin kita menghilangkan pembatas itu," dia menarik napas, ini adalah tindakan yang benar "maukah kau menjalani pernikahan yang nyata dengan ku?"
Sakura terdiam, semuanya berubah. Tatapan Sasuke yang lembut, nada bicaranya yang tenang, dan juga hatinya ikut berubah. Dia menyukai suaminya, dia menyukai Uchiha Sasuke.
.
.
.
.
.
*TBC*
A/N: new chpater is up! yeay!
Balasan review:
zarachan: ini udah lanjut^^
LadyAbsurd: disini tetap lanjut kok^^ tapi aku memang berencana membuat remake strory ini di akun wattpad ku :)
DaunIlalangKuning: Haii jugaa^^ untuk masalah word nya maaf sekali aku gak bisa tentuin panjang atau gimana nya, karena itu sesuai dengan ide yang muncul, takutnya kalo di paksaain malah ceritanya jadi ngaur hehe, dan ini sudah update dan sekali lagi aku minta maaf karena gak bisa kilat^^
yenchery: ini udah lanjut^^ cerita tetap aku update kok di FFn, Yeay! XD
gitazahra: Haii salam kenal juga^^ maaf karena aku update nya lama yaa, btw ceritanya tetap akan update disini, tapi aku tetap berencana akan remake cerita ini di wattpad^^
devanichi: aku memutuskan untuk update disini^^ tapi itu tidak menutup kemungkinan bahwa cerita ini akan aku repost di wattpad:)
Guest: ini udah next^^
Hyuugadevit-Chery: thanks saran nya^^ akan aku coba mengikuti saran mu:D
tsanditya162: aaaa #ikutan teriak #gaje #abaikan XD
Laifa: aku memutuskan update disini^^
uchiha lovers: ini udah lanjutt^^
rara: yosh! semangattt, btw ini udah lanjut^^
Tia TakoyakiUchiha: ini udah next^^
Pipah: Hii, aku gak tau harus balas rivew nya kayak gimana:) yang penting terima kasih banyak telah merivew cerita ku secara keseluruhan^^aku akan mencoba memperbaiki typo nya dan ini udah next:D yeay!
cetan: disini udah terjawab pertanyaan nyaa^^ dan aku tetap akan melanjut update di FFn:D
sqchn: semangattt^^ hehe XD #gaje #abaikan ini udah lanjutt^^
Akhir kata, terima kasih bagi yang sudah RnR, Fav, and Foll. Dan sekali lagi saya minta maaf jika ada typo nya^^
Finally, RnR please^^
Sign, TaySky1998
