DISCLAIMER: Saya tidak mengakui bahwa Naruto adalah milik saya tetapi milik om Masashi dan saya hanya meminjam karakter saja.

RATED: M

PAIR: Naruto X ?

SUMMARY: Uzumaki Naruto, Sang Nanadaime Hokage, menghilang saat melihat sesuatu yang membuatnya kecewa sehingga membuat kelima Desa besar panik saat mengetahui bahwa salah satu Pahlawan Perang telah menghilang dan tidak ada yang menyadari kalau Naruto telah berpindah dimensi.

NOTE

: Assalamualaikum Wr. Wb... Ketemu lagi dengan Author yang jomblo ini setelah beberapa hari. Maaf sebelumnya jika tidak bisa update cepat karena saya sedang sibuk ditambah saya menulis jika sifat makasih tidak muncul. Baiklah tanpa basa basi lagi, silahkan dibaca...

.

.

~~AND~~

.

.

Tujuh Shinobi Kirigakure, siapa yang tidak mengenal julukan tersebut. Julukan khusus yang diberikan kepada tujuh Jounin Kirigakure yang memiliki senjata pusaka dari desa Kirigakure sendiri dan salah satunya adalah yang sedang dilawan oleh Sang Pahlawan perang dan memiliki julukan Konoha No Orenji Hokage, Uzumaki Naruto.

Naruto membelokkan tusukan Kushimaru menggunakan kunai sambil berpikir bagaimana caranya kenapa lawannya ini masih hidup, ia lagi-lagi menangkis tusukan Nuibari yang mengarah di kepalanya dan menendang Kushimaru dengan kaki berlapis chakra.

Buak!

Sret!

"Sialan...!"

Kushimaru mengeluarkan sumpah serapah kepada Naruto, dari suaranya yang keras dapat menandakan kalau lawannya sedang marah dan membuat Naruto bersiaga dan semakin bersiaga saat melihat Kushimaru mengangkat tangan kanannya dengan jari telunjuk dan tengah mengarah keatas.

"Kirigakure No Jutsu"

Secara perlahan muncul kabut tebal yang menutupi pandangan Naruto, ia pun bersiaga dan mengobservasi sekitar menggunakan Senjutsu yang dari tadi telah aktif.

Trink! Trink! Trink!

Naruto menangkis puluhan suriken yang mengarah padanya dan kembali bersiaga sambil menggunakan sensornya untuk mencari keberadaan Kushimaru didalam kabut tebal yang seluas 300 meter.

'Apa yang ia rencanakan sebenarnya?' batin Naruto saat berhasil menemukan Kushimaru.

Sedangkan disisi Kushimaru, ia sedang menebarkan benangnya di sekeliling area pertarungan yang bertujuan untuk menjebak Sang Hokage. Kushimaru pun menyeringai meski tertutupi oleh topengnya.

"Khukhukhu... Persiapan sudah selesai, saatnya permainan dimulai" ujar Kushimaru sambil melakukan heandseal.

"Suiton:Suiryuudan No Jutsu"

Blup! Blup! Blup!

Naruto yang mendengar suara gejolak air pun melihat kebelakang dan ia dikejutkan oleh naga air berukuran lima meter yang mengarah kepadanya.

"Sial!"

Naruto dengan cepat membuat heandseal dan menapakkan tangannya keatas tanah.

"Doton:Doryuheiki"

Brak! Duar!

Dinding tanah itu berhasil menahan naga air tersebut dan Naruto pun kembali membuat heandseal untuk mengeluarkan Jutsu yang bisa menghilangkan kabut ini.

"Futton:Atsugai"

Wush!

Kabut tersebut pun menghilang saat terkena gelombang angin sehingga Naruto dapat melihat Kushimaru yang berdiri sekitar lima meter darinya.

"Khukhukhu... Tidak kusangka kalau kau memiliki elemen angin, aku sedikit terkejut karena mengingat pertarungan kita dulu kau hanya menggunakan Taijutsu dan Kagebunshin" Ujar Kushimaru sambil menenteng Nuibari.

"Itu hanyalah masa lalu, Kushimaru. Sekarang aku akan mengalahkan mu seperti waktu itu"

Kushimaru terkekeh sebelum melesat kearah Naruto begitu juga sebaliknya, Naruto melesat dengan membawa katana yang terbuat dari Gedoudama.

Trink!

Kushimaru menahan tebasan Naruto, ia sedikit teriminditasi saat melihat mata Sage milik Naruto dan dengan cepat ia menendang Naruto sebelum menghilangkan dan beberapa detik kemudian muncul dibelakang. Naruto yang menyadari itu pun langsung memposisikan katana di punggung nya.

Trink!

Melihat serangannya berhasil ditangkis, Kushimaru kemudian menghilang dan muncul disamping Naruto dengan bersiap menusuk menggunakan Nuibari.

Dan kali ini Naruto hanya menghindari serangan Kushimaru namun sangat lawan terus saja menyerang, Naruto pun mulai jengkel saat berhasil menghindar dan menangkis serangan Kushimaru untuk kesekian kalinya.

'sudah cukup!' batin Naruto sambil membuat heandseal andalannya.

"Kagebunshin No Jutsu!"

Poof!

Gumpalan asap tercipta disamping Kushimaru dan dari dalam asap itu keluar sebuah tangan yang mengarah ke kepala Kushimaru yang pastinya tidak bisa dihindari.

'Shimatta!!'

Bugh!

Kushimaru pun terpental beberapa meter dengan topengnya yang sedikit retak. Naruto melihat kearah sang bunshin yang memegang kunai bercabang tiga, Naruto menganggukkan kepalanya dan dibalas anggukan oleh sang Bunshin.

Bunshin tersebut itu langsung melempar kunai kearah Kushimaru sambil melakukan heandseal.

"Kunai Kagebunshin No Jutsu!"

Kunai yang pertamanya berjumlah satu seketika berjumlah ratusan yang mengarah ke tempat Kushimaru berada.

Trink! Trink! Trink!

Kushimaru terus menangkis kunai tersebut tanpa mengetahui kunai jenis apa itu, Naruto yang melihat bahwa kunai telah berserakan disekitar Kushimaru pun menyeringai bersama sang Bunshin yang memegang Kunai.

"Ayo kita lakukan!"

"Siap bos"

Mereka berdua pun mengambil posisi yang dan melakukan single heandseal untuk menggunakan sebuah jutsu. Jutsu yang merupakan alasan kenapa Yondaime Hokage sangat ditakuti oleh keempat Desa Besar.

""Hiraishin!""

Sring! Sring!

Keduanya menghilang dalam kilatan kuning sehingga membuat Kushimaru sangat bersiaga.

Crash!

"Arrgggghhhh!!"

Luka melintang terlihat dipunggung Kushimaru sehingga sangat empu melihat kebelakang sambil menahan sakit.

Crash!

"Arrggghhhh...!!!"

Kejadian yang sama terus terjadi dimana muncul kilatan kuning didekat Kushimaru dan kemudian menghilang meninggalkan sebuah luka ditubuh Shinobi yang berasal dari Kirigakure tersebut.

Sring!

Naruto dan Bunshin miliknya muncul tidak jauh dari sang lawan yang sedang terbaring itu. Keadaan Kushimaru saat ini sangat mengenaskan dimana di seluruh tubuhnya terdapat banyak luka dan hanya tinggal memakai celana yang terkoyak.

"Cough...uhuk! Uhuk!"

Poof!

"Bagaimana, kau sudah menyerah Kushimaru?" tanya Naruto sambil berjalan kearah Kushimaru setelah menghilangkan bunshinnya.

"Uhuk... Menyerah? Jangan bercanda! Aku tidak akan menyerah dengan mudah" balas Kushimaru sambil berdiri dengan bertumpu pada pedangnya dan ditangan kanannya terdapat sebuah kawat baja.

"Choto Ninpo: Jigumo Nui!!"

Criing! Criing!

Seketika dari dalam tanah, bermunculan banyak sekali kawat baja sehingga membuat pergerakan Naruto tertahan. Sedangkan Naruto sendiri merutuki dirinya yang masih saja ceroboh.

"Sekarang... Matilah kau, bocah!!" teriak Kushimaru dengan Nuibari yang siap menusuk tubuh Naruto.

Naruto yang melihatnya punya hanya menutup matanya. "Akan kulepaskan sekarang juga."

Seketika semuanya senyap, tidak ada suara sama sekali bahkan suara angin pun tiada seakan-akan kalau angin sedang patuh pada sesuatu. Suara hewan sama sekali tidak ada karena semuanya pergi menyelamatkan diri.

Gerakan Kushimaru tertahan dengan Nuibari yang hanya berjarak 2 cm dari leher Naruto dan jika diperhatikan dengan seksama, punggung tangan Kushimaru tampak mengeluarkan keringat dingin.

"A...apa yang terjadi?!" tanya Kushimaru dengan terbata saat awalnya.

Naruto pun membuka matanya yang masih berbentuk () dan menandakan kalau ia masih menggunakan Senjutsu. Naruto pun melirik kan matanya kesamping untuk melihat Kushimaru.

"Aku telah melepaskan hawa membunuhku yang selama ini kutahan. Hawa membunuh yang telah lelah aku tahan ketika setiap berada misi. Hawa membunuh yang kutahan sejak selesai pasca perang Shinobi ke-empat" ujar Naruto.

"Ketika aku melepaskan seluruh hawa membunuh yang telah aku tahan selama ini, maka hawa tersebut akan menciptakan semacam gelombang peringatan tinggi sehingga tubuh akan otomatis berhenti karena instingnya memperingati akan bahaya" ujar Naruto sambil menggerakkan tangan kanannya dengan perlahan tanpa diketahui oleh Kushimaru.

"A...apa mak...sudmu?" tanya Kushimaru yang masih belum bergerak.

"Normalnya jika seorang Shinobi yang terlatih instingnya selama puluhan tahun terkena gelombang ini, maka tubuhnya akan otomatis berhenti tanpa kendali dari otak. Itu terjadi karena instingnya yang terlatih telah memberikan kategori kepada tubuh kalau yang dihadapannya itu sangat berbahaya sehingga lebih baik tidak melawan" jelas Natuto.

"A...pa!?"

"Ya... Dan karena kau adalah seorang Shinobi dengan insting terlatih maka tubuhmu akan berhenti bergerak. Jadi, kali ini aku akan membunuhmu dengan serius" ujar Naruto sambil menusuk tubuh Kushimaru dengan tangan yang telah diselimuti oleh Chakra yang sangat tipis.

Cleb! Poft!

Tubuh Kushimaru meledak dalam ledakkan sehingga Naruto melihat kebelakang dimana Kushimaru yang asli sedang bertumpu pada Nuibari.

"Tidak kusangka kalau kau melarikan diri menggunakan kombinasi dari bunshin dan Sunshin secara bersamaan. Tapi itu tidak akan berguna karena pertarungan ini akan segera berakhir" ujar Naruto sambil mengangkat tangan kanannya keatas.

Kushimaru yang merasa sesuatu yang buruk pun langsung menancapkan Nuibari ketanah dan dengan segera membuat insou (segel tangan) dengan cepat.

"Suiton: Seiryuu No Jutsu!!"

Blup! Blup! Blup!

Seekor naga air berukuran besar serta memiliki diameter 10 meter tercipta ketika Kushimaru telah selesai melakukan insou. Air yang digunakan untuk menciptakan naga ini berasal dari air danau yang berjarak 100 meter dari belakang Kushimaru. Naga itu menatap Naruto dengan mata berwarna hijau sebelum menerjangnya.

Naruto yang melihat itu seketika mengalirkan Chakra Yonbi ke tangannya untuk menciptakan senuah Jutsu. Jutsu yang ia ciptakan beberapa bulan setelah perang. Jutsu yang gurunya sendiri mengakui kalau jutsu ini adalah jutsu rank SS. Jutsu yang merupakan perumpamaan dari matahari dan nama jutsu itu adalah...

"Yoton: Vashavi Rasenshuriken!"

Naruto langsung melempar Rasenshuriken tersebut kearah naga air milik Kushimaru. Perlu diketahui kalau Rasenshuriken ini sangat berbeda dengan Rasenshuriken biasa.

Normalnya, Jika Rasenshuriken biasa akan melaju lurus kedepan dan meledak sehingga menciptakan sebuah kawah dengan diameter 50 meter, namun Rasenshuriken ini akan terus melaju lurus tetapi akan berpecah menjadi tujuh dengan satu yang berada ditengah sebagai pusatnya.

Blar!

Naga air itu mengenai Rasenshuriken yang berada ditengah sehingga menciptakan ledakan namun masih ada 6 Rasenshuriken lagi yang masih melaju. Kushimaru yang melihatnya pun panik dan segera melakukan single heandseal namun Sang Pahlawan Perang pasti tidak akan melepaskannya.

"Tidak akan kubiarkan kau lari!"

Deg!

Tubuh Kushimaru seketika membeku dan tidak bisa digerakkan, bahkan untuk berkedip saja ia tidak mampu. Kushimaru menatap kearah Naruto dengan wajahnya yang berkeringat dingin dari balik topeng.

'Di... Dia men-menggunakannya lagi! Tapi kali ini ia memfokuskannya padaku saja!' Batin Kushimaru.

Crash!

Tubuh Kushimaru terpotong menjadi beberapa bagian karena Rasenshuriken yang dibawah memotong kedua kakinya, dua ditengah memotong kedua tangannya dan dua diatas memotong kepalanya secara bersamaan.

Bruk!

Naruto pun kembali menegapkan tubuhnya dan berjalan kearah tubuh Kushimaru yang berada. Setelah sampai, Naruto hanya melihatnya saja sebelum melihat kearah Barat.

"Bertahanlah teman-teman. Aku akan segera datang" gumam Naruto.

Ia pun segera berlari kearah barat sebelum melompat kearah dedahanan pohon dan menuju tempat teman-teman barunya berada.

-Change Scene-

Trink!

"Sial! Ternyata mereka cukup banyak!" umpat Tatsumi setelah menangkis sebuah pedang yang mengarah padanya.

Duak!

"Kau betul sekali Tatsumi, mereka semua cukup banyak. Bagaimana denganmu Leone?" tanya Bulat setelah menendang musuh didepannya.

Bugh!

"Aku tidak apa-apa"

Akame hanya diam sambil Mengayunkan Murasame. Musuh kali ini ada sangat banyak bahkan melebihi semua yang ia lawan sebelumnya. Gatou sendiri hanya menyeringai melihat anak buahnya menyerang anggota Night Raid. Dia berdiri tidak jauh dari tempat pertarungan dengan angkuhnya.

"Ayo semuanya! Aku akan membayar kalian tiga kali lipat jika bisa membunuh Night Raid dan bonusnya adalah wanita yang kalian lawan akan menjadi pemuas kalian semua!" teriak Gatou untuk mendorong semangat para bandit yang ia sewa.

YEAAAAAH!!!!

Teriakan antusias para bandit terdengar nyaring begitu mendengar tawaran dari Gatou. Apalagi jika wanita yang mereka lawan menjadi bonusnya.

Para Night Raid semakin bersiaga, mereka semua tidak yakin bisa melawan para bandit yang jumlahnya diperkirakan sekitar 200 orang.

"Bagaimana ini Aniki? Mereka semua banyak sekali" cemas Tatsumi sambil mengeratkan genggaman pedangnya.

"Aku juga tidak tahu Tatsumi. Meski ada aku, Akame dan Leone tetapi itu bukan berarti kita bisa mengalahkan mereka semua" balas Bulat sambil bersiaga.

"Lalu apa yang harus kita lakukan, Bulat?" tanya Leone yang terengah-engah.

Bulat hanya diam ketika mendengar pertanyaan dari rekan anggotanya itu. Ia sama sekali tidak memiliki rencana untuk ini bahkan ia tidak tahu kalau akan menjadi seperti ini.

"Awas Akame!!"

Bulat langsung tersadar ketika mendengar teriakan Tatsumi dan ia terkejut ketika Akame terlempar beberapa meter ketika diserang oleh salah satu bandit. Ia pun segera berlari untuk menolong Akame tetapi dihalang oleh beberapa bandit.

"Tatsumi! Kau segera tolong Akame!!" pinta Bulat.

Trink!

"Mohon maaf Aniki... Aku tidak bisa menolongnya" ujar Tatsumi sedikit terbata karena sedang menahan salah satu tebasan bandit.

"Cih... Leone! Segera bantu Akame!!" kali ini ia mencoba untuk meminta tolong pada Leone.

Bugh! Bugh!

"Gomen Bulat... Banyak sekali yang menghalangi ku" ucap Leone setelah memukul beberapa bandit dan terlihat kalau wajahnya sudah sedikit kelelahan.

Bulat yang mendengarnya kembali mendecih, ia juga saat ini sedang terkepung sehingga tidak bisa menolong rekannya tersebut. Ia juga berusaha mengayunkan tombaknya dengan cepat dan berharap bisa menyelamatkan Akame.

"Uhuk... Uhuk"

Akame hanya terbatuk sambil mengeluarkan darah, ia hanya bisa meringis sambil memegang perutnya yang sudah habis dipukul oleh bandit yang bertubuh besar.

'Sepertinya beberapa tulang rusukku parah' batin Akame.

Tap!

Akame mendongakkan kepalanya dan melihat beberapa bandit sedang berdiri sambil menyeringai melihat kearahnya.

"Hahaha!! Ternyata kau tidak kuat seperti yang dirumorkan, Ojou-san. Kami akan membalas kematian teman-teman kami yang telah kau bunuh dan tentunya kami membalasnya dengan cara menikmati tubuhmu... Hahahaha!!" ujar adalah salah satu bandit.

Bandit-bandit uang lainnya pun ikut tertawa sedangkan Akame hanya menatap mereka semua dengan tajam. Tubuhnya saat ini kesakitan, jangankan untuk mengayunkan Murasame sedangkan berdiri saja tidak bisa. Ia saat ini hanya bisa berharap ada yang membantunya apalagi ketika salah satu bandit itu mengayunkan pedang kearahnya.

'Siapapun... Tolong aku!' batin Akame.

Trank!

"Maaf kalau aku sedikit terlambat, Akame-chan"

Ketika mendengar suara yang familiar, Akame membuka matanya secara perlahan untuk melihat siapa orang tersebut. Ketika melihatnya, ia sangat terkejut ketika mengetahui kalau Naruto yang menyelamatkannya.

"Sepertinya kau cukup terluka, Akame-chan" ujar Naruto dengan kepala yang sedikit menoleh kebelakang.

Para bandit tersebut tercengang ketika secara tiba-tiba ada yang menahan pedangnya.

"Teme! Siapa kau!?"

Pandangan Naruto menoleh dan menjadi dingin hingga membuat semua bandit yang ada didepannya terkejut apalagi dihadapkan dengan mata kuning yang berpupil horizontal seperti katak.

"Aku adalah Uzumaki Naruto, anggota dari Night Raid" terang Naruto sambil menggenggam erat katana yang terbuat dari Gedoudama tersebut.

Trank!

Pedang bandit itu terlempar ketika Naruto menghentakkan katananya namun serangan miliknya belum selesai disitu. Dengan memutar tubuh searah jarum jam, Naruto langsung menebaskan katana.

Jrash! Brug!

Bandit itu terpotong menjadi dua sehingga membuat sebagian rekannya menjadi syok. Belum selesai disitu, Naruto memperlebar kelopak matanya sebelum berlari kearah kumpulan bandit yang mencoba menyakiti Akame tadi.

Tap! Tap! Tap!

"Heyaaah!"

Jrash! Jrash! Jrash!

"Arrg!"

"Tolooong!"

"Arrrkkkhhhh! Sakit!"

Baik Akame maupun yang lain begitu terkejut ketika Naruto menghabisi para bandit itu dengan cepat. Terlebih lagi semua gerakan yang dilakukan oleh Naruto tidak ada yang sia-sia sehingga semua serangannya terlihat sempurna.

Srat! Srat! Srat! Srat!

Jrash! Jrash! Jrash!

"Arrrgggghhhh!"

"Arrkkkhhh!"

Teriakan pilu menyayat suasana ketika Naruto terus mengayunkan katana tersebut. Terlihat seberkas cahaya orange sedang berlarian diantara kumpulan bandit-bandit tersebut. Akame yang melihat itu entah kenapa justru menjadi tidak tega dan kasihan.

Jrash! Jrash!

"Arrgg! Sakiiit!"

Salah seorang korban berteriak keras ketika Naruto memotong kedua lengannya. Naruto pun dengan segera mengayunkan katananya kembali kearah para bandit yabg ada didekatnya. Entah kenapa ia menjadi makhluk yang tidak mengenal rasa kasihan sama sekali. Apa mungkin ini disebabkan karena perpindahannya kedimensi ini?.

Crash! Jrash!

Tercipta sebuah luka horizontal panjang dipipi bagian kiri Naruto ketika salah satu bandit berhasil melukainya. Tetapi dengan cepat ia membalas babdit itu dengan cara membelahnya menjadi dua. Senjutsu miliknya juga telah menghilang sejak lima menit yang lalu.

Jrash! Jrash! Jrash!

Pembantaian terus dilakukan oleh Naruto sendirian, awalnya hanya kelompok bandit yang mencoba melukai Akame tapi entah kenapa ia juga menghajar bandit yang lain-lain.

Melihat aksi Naruto yang beruta membuat Gatou menjadi ketakutan. Dengan cara mengendap-endap, ia mencoba melarikan diri namun diketahui oleb Bulat.

"JANGAN LARI, GATOU!" teriak Bulat.

Mendengar teriakan Bulat, Naruto dengan cepat menciptakan sebuah tombak dari salah satu Gedoudama yang ada dibelakangnya. Dengan sekuat tenaga, ia melemparkan tombak itu kearah Gatou yang diikuti oleh tombak milik Bulat sebelum menyerang bandit yang ada didekatnya.

Cleb! Jrash! Brug!

Tombak milik Naruto berhasil menusuk perut Gatou hingga membuat pergerakannya menjadi lambat dan seketika tombak Bulat langsung memotong kepalanya. Suasana menjadi hening kala itu bahkan bandit yang berhadapan dengan Naruto juga terdiam.

Memanfaatkan momentum itu, Naruto dengan cepat merangsek kearah bandit itu dengan katana yang diselimuti oleh aura berwarna biru muda yang bergerak beraturan.

Katana itu saat ini telah dialiri oleh Chakra yang berasal dari tubuhnya.

Jrash! Jrash! Jrash! Jrash!

Brug!

"Ja-jangan mendekat! Per-pergi sana! Kau mons-monster!"

Ketika melihat pembunuhan atau lebih tepatnya pembantaian yang seperti itu, sudah sewajarnya seseorang merasa sangat takut. Hal itu dialami oleh bandit yang tersisa, ia melihat dengan kepala matanya sendiri bagaimana teman-temannya dibunuh dengan kejam tanpa belas kasihan sehingga ia mengira orang yang didepannya ini bukanlah manusia tetapi monster.

Naruto yang mendengar perkataan itu hanya menatap datar dengan iris mata biru yang terlihat beku tanpa ekspresi. Ia mengangkat Katana yang ia pegang hingga tegap keatas setara dengan kepalanya

"Sekarang... Matilah!"

Wush! Greb!

"Tolong... Berhentilah... Naruto"

Gerakan tangan Naruto seketika terhenti ketika ada yang memeluknya dari belakang. Ia menolehkan kepalanya kebelakang sedikit untuk melihat siapa yang memeluknya. Ia pun tertegun ketika mengetahui siapa yang memeluknya.

"Akame... " gumam Naruto.

Akame semakin menenggelamkan wajahnya kepunggung pria yang ada dihadapannya. "Tolong hentikan semua ini, Naruto... Sudah cukup."

Naruto terdiam beberapa saat sebelum katana yang terbuat dari Gedoudama tersebut kembali menjadi bulatan hitam kecil. Ia dengan segera membalikkan tubuhnya menghadap Akame dan tertegun sesaat ketika melihat kalau Akame sedang menangis.

Melihat itu justru membuat hati Naruto menjadi tidak tega sehingga ia memilih menghapus air mata tersebut dengan lembut. "Maafkan aku kalau begitu, Akame. Entah kenapa aku tidak bisa menahan diri ketika melihatmu terluka oleh mereka. Maaf kalau sudah membuatmu menangis." ujar Naruto dengan lembut.

Akame tidak menjawab namun hanya mengangguk pelan. Naruto tersenyum tanpa menyadari kalau bandit yang ia ingin bunuh tadi sudah berdiri sambil mengangkat pedangnya dan menatap Naruto dengan pandangan marah.

"MATILAH KAU BRENGSEEEK!!."

Dugh! Brugh!

Naruto dan Akame terkejut ketika mendengar teriakan itu tetapi langsung tersenyum saat melihat kalau bandit itu sudah pingsan dipukul dari belakang oleh Leone.

"Fiuh~ akhirnya puas juga." ungkap Leone dengan ekspresi lega diwajahnya.

Drap! Drap! Drap! Drap!

"Naruto! Akame!"

Mendengar ada yang memanggil nama mereka berdua, Naruto dan Akame menoleh kearah orang yang memanggil mereka. Orang itu tidak lain adalah Tatsumi yang sedang berlari sedangkan dibelakangnya tampak Bulat juga menyusul Tatsumi.

Tap!

"Hah... Untunglah... hah... Kau... hah... Cepat... hah... Datang... Naruto..." ujar Tatsumi sambil terengah-engah.

Naruto yang melihat kelakuan Tatsumi hanya tersenyum lebar karena teringat kalau tingkah laku Tatsumi sangat mirip dengannya dulu. Bulat yang sudah tidak memakai Teigu Incursio juga ikut tersenyum sebelum melihat kearah mayat Gatou.

"Jadi, bagaimana selanjutnya? Gatou sudah tewas dan itu berarti misi kita telah selesai bukan?." tanya Bulat.

Mereka semua juga ikut melihat kearah mayat Gatou berada. "Lebih baik kita kuras dulu semua hartanya." saran Leone setelah beberapa saat berpikir.

Yang lain tampak mulai mempertimbangkan perkataan dari Leone yang menurut mereka ada benarnya juga. Tatsumi terlihat berpikir keras sebelum tersentak sesuatu. "Tapi bagaimana caranya? Kita tidak tahu dia menyimpan semua hartanya ada dimana." perkataan dari Tatsumi barusan juga membuat mereka sadar kalau tidak ada yang mengetahui dimana Gatou menyimpan hartanya.

Bulat sendiri hanya menatap sekitar sebelum pandangannya berhenti pada salah satu bandit yang tersisa sedang tertidur pulas (dibaca pingsan).

"Lebih baik kita menannyakannya pada bandit itu? Dia pasti tahu dimana si cebol itu menyimpan hartanya." usul Bulat yang disetujui oleh yang lainnya.

--Skip Time--

"Engh..." lenguh seseorang.

Nights Raid yang mendengar tawanan mereka sudah terbangun segera menuju tempat bandit itu diikat. Ketika terbangun, bandit itu terkejut ketika mendapati kalau dirinya sedang diikat.

"Apa-apaan ini! Lepaskan aku!."

Ketika melihat bayangan seseorang, ia mendongakkan kepalanya dan terkejut sekaligus takut saat melihat kalau para anggota Nights Raid telah berdiri dihadapannya.

"Sepertinya dia sudah bangun, Bulattchi" ujar Leone sambil berkacak pinggang.

"Ya dan aku bisa melihat kalau dia sedang ketakutan"

Bandit tersebut terlihat ketakutan dan menjadi semakin ketakutan saat melihat Naruto yang sedang berdiri disamping Akame. Ia sangat ketakutan ketika melihat wajah orang- atau lebih tepatnya ibli -yang sudah membunuh teman-temannya.

"A-apa yang kalian mau! Pe-pergi dari hadapanku!." jerit bandit itu.

Melihat kalau bandit itu sangat ketakutan apalagi ketika melihat Naruto membuat Bulat bertindak untuk mengambil alih situasi ini. Dengan menyamai tinggi bandit itu, Bulat pun bertanya sambil memegang kepala bandit tersebut.

"Katakan! Dimana Gatou menyimpan semua harta miliknya?" tanya Bulat.

Keringat dingin membanjiri wajah bandit itu. "Di-dibelakang. 100 meter dari sini, a-ada mansion be-besar. Disanalah Gatou men-menyimpan hartanya"

"Apakah dia memakai sandi?"

"I-iya, 570267. Itulah san-sandinya"

Bulat dan yang lainnya tersenyum puas ketika mengetahui dimana letak harta Gatou. Ia pun berdiri dan segera berlari kearah yang dikatakan dan meninggalkan Naruto serta Akame.

"Jadi, apa yang akan kita lakukan dengan bandit ini? Ada usul?" tanya Naruto tanpa menoleh.

"Ada."

"Dan apa itu?"

"Membunuhnya"

Naruto seketika sweetdroap saat mendengar usulan Akame, emangnya gadis yang ada disampingnya ini tidak memiliki usulan yang lebih bagus.

'Lebih baik kau mengorek semua informasi yang ada didunia ini, bocah'

'Kurasa kau ada benarnya, Kurama.'

Naruto dengan segera menyamai tingginya dengan bandit yang sedang terikat itu sebelum menatap matanya yang hanya ada sinar ketakutan.

"Tuan Bandit, tolong tatap mataku." pinta Naruto.

Bandit itu meskipun ketakutan tapi ia menuruti perkataan Naruto dan menatap matanya. Naruto langsung menutup matanya dan membukanya kembali hingga memperlihatkan mata merah dengan pupil vertikal khas rubah. Mata itu adalah mata milik Kurama.

"Genjutsu!"

Deg!

Pandangan mata itu seketika kosong dengan tubuh yang menjadi lemas ketika Naruto telah menggenjutsunya. Akame sendiri hanya menatap penasaran dengan apa yang Naruto pikirkan.

Setelah beberapa saat, Naruto menyudahi genjutsunya dan mengembalikan matanya seperti normal kembali untuk melihat kalau bandit itu sudah kehilangan nyawa sehingga membuat Naruto menepuk dahinya. "sial, aku lupa kalau itu justru akan membunuhnya..."

.

.

~AND~

.

.

"Jadi, misi kalian berhasil dan bahkan merampas semua harta Gatou, begitu."

"Iya Najenda-san."

Mereka semua saat ini sedang berdiri rapi dihadapan Najenda dengan tiga buah bungkusan kain hitam besar yang berisi ribuan keping emas. Anggota Nights Raid yang lainnya sebut saja Mine, Sheele dan Lubbock menatap takjub emas-emas itu.

"Banyak sekali emasnya." ujar Sheele dengan wajah polos.

"Benar-benar..." Lubbock hanya menatap tidak percaya.

"Kyaaa! Kita kaya! Kita kaya!" suara Mine terdengar melengking saat melihat emas tersebut.

Najenda sendiri hanya tersenyum puas sebelum menatap tim dihadapannya dengan bangga. "kerja bagus semuanya. Bulat, Tatsumi, Leone, Akame dan Naruto, kalian telah melakukan misi ini dengan hebat. Terutama kalian Tatsumi dan Naruto, meski member baru Nights Raid tetapi kalian berhasil menyelesaikan misi ini." puji Najenda.

Mendapat pujian seperti itu membuat Naruto dan Tatsumi tersenyum. "Terima kasih atas pujiannya, Najenda-san."

"Sama-sama." Najenda mengangguk sebelum menatap mereka semua. "Dan segera beristirahatlah terutama Akame, kudengar dari Naruto kalau kau terluka. Jadi lebih kau banyak istirahat hingga lukamu sembuh."

"Baiklah."

Najenda mengangguk. "Segera bubar dan soal harta ini akan kukirim tiga perempatnya di Markas Pasukan Revolusi."

Mereka semua mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan itu sehingga hanya tersisa Najenda seorang. Najenda memangku kepalanya sambil melihat ribuan emas tersebut.

"Sepertinya markas akan ada sedikit perubahan saat Tatsumi dan Naruto bergabung." gumamnya.

-- Change Scene --

Disebuah Desa yang besar dan terlihat makmur, terdapat kegaduhan didesa yang diketahui namanya adalah Desa Konoha. Desa terbesar yang berada di Negara Api sekaligus Desa yang menjadi tempat kelahiran Sang Pahlawan Perang sekaligus Jincurikhi Kyuubi No Yokou.

Kegaduhan itu berasal dari dari bangunan besar yang lebih tepatnya Kantor Hokage. Terlihat kalau didalam orang-orang sedabg panik.

Brak!

"Apa maksudmu Kakashi! Saat ini Naruto menghilang!" teriak seorang wanita berambut pirang yang sedang marah.

Rokudaime atau lebih tepatnya Hatake Kakashi hanya bisa menatap ngeri wanita yang ada didepannya yang sedang marah itu

"To-tolong tenang dulu, Tsunade-sama. Dengarkan dulu penjelasanku." ujar Kakashi yang mencoba menenangkan.

Mantan Godaime atau lebih tepatnya Tsunade Senju itu hanya menghembuskan nafasnya sebelum menarik kembali semua nafsu membunuhnya sehingga membuat Kakashi maupun semua orang yang ada dihadapannya menjadi lega.

"Jelaskan." tuntut Tsunade.

Kakashi menghembuskan nafasnya sebelum menatap Tsunade. "begini kejadiannya..."

-- Flashback --

Tepat jam dua pukul siang, terlihat kalau Kakashi sedang berjalan kearah suatu tempat. Ia menuju kearah tempat tersebut setelah salah satu Anbu memberitahu kalau salah satu muridnya ingin bertemu dengannya di Training Ground 07. Sebenarnya apa yang ingin dibicarakan oleh muridnya yang telah menjadi Hokage itu?

"Yo Naruto! Ada apa hingga kau ingin menemuiku." sapa Kakashi setelah melihat muridnya.

Naruto tetap diam sambil berdiri dan menatap tiga buah batang kayu dihadapannya sebelum berbalik menghadap Kakashi sehingga jubah Hokagenya berkibar.

"Kakashi-sensei, terima kasih sudah mau datang." ujar Naruto dengan suara yang terdengar tenang.

Langkah Kakashi berhenti tepat lima langkah dari tempat Naruto berdiri. Kakashi melihat muridnya itu dengan kening yang mengkerut. Meski Naruto sudah tidak konyol dan hiperaktif lagi dan sifatnya sudah menjadi sedikit dewasa setelah menikah dan menjadi Hokage tetapi ia tidak pernah melihat kalau muridnya ini sangat tenang. Melebihi ketenangan Yondaime Hokage bahkan ketenangan para Hokage yang lainnya. Pasti ada yang terjadi pada Naruto hingga membuatnya menjadi tenang seperti ini.

"Sebenarnya ada apa Naruto, tumben sekali kau menjadi sangat tenang?" tanya Kakashi.

Naruto tersenyum tipis sehingga membuat Kakashi tersentak saat menyadari kalau Naruto sedang stres, hal itu bisa dilihat dari wajahnya yang tertekan. Dengan menyisingkan lengan baju kanannya, Naruto menyentuh aksara fuuin dipergelangan tangan kanannya dengan jari telunjuk dan tengah kiri yang sudab dialiri sedikit chakra.

Poff!

Kepulan asap kecil tercipta dan terlihat kalau Naruto saat ini sedang memegang topi caping berwarna putih dengan sedikit merah yang tertulis huruf 'Hi' yang berarti api. Naruto mengulurkan topi itu kearah Kakashi yang belum mengerti sama sekali.

"Apa maksudnya ini, Naruto." ketika namanya dipanggil dengan sedikit serius membuat Naruto tersenyum.

"Aku memilih berhenti menjadi Hokage, Kakashi-sensei."

Jder!

Bagaikan disambar oleh petir, Kakashi terdiam mematung saat mendengar perkataan Naruto. Dengan cepat ia menguasai dirinya dan melihat Naruto dengan serius untuk menuntut penjelasan.

"Apa maksudmu..." tanya ulang Kakashi sambil berdesis.

"Seperti yang kukatakan barusan, aku memilih berhenti menjadi Hokage."

"Alasannya..."

Naruto terdiam beberapa saat. "Aku hanya ingin menenangkan diri untuk beberapa waktu dan berhenti menjadi Hokage adalah caranya"

"Jika ingin menenangkan diri, kau bisa mengambil cuti beberapa hari sehingga kau memiliki banyak waktu untuk bersama Hinata dan Boruto." ketika Kakashi menyebut nama Hinata membuat tubuh tersentak dan Kakashi tidak mengetahuinya. "Jadi kau tidak perlu berhenti menjadi Hokage."

Naruto tetap diam sambil menundukkan kepalanya. Kakashi yang merasa kalau suasana mulai berubah, hanya menatap Naruto dengan lembut.

"Sebenarnya ada apa denganmu, Naruto. Ceritalah."

Naruto mengangkat kepalanya dan mrlihat Kakashi. "Akan aku beritahu, Kakashi-sensei tapi Kakashi-sensei harus berjanji untuk merahasiakannya."

"Aku berjanji sepertinya."

Naruto mulai menceritakan apa yang telah terjadi hingga menyebabkan ia memilih untuk mundur dari jabatan Hokage. Kakashi sendiri terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Naruto. Ia tidak menyangka kalau masih ada yang menganggap kalau Naruto itu adalah Monster.

"Seperti itulah, Kakashi-sensei. Itulah kenapa aku memilih berhenti menjadi Hokage." ujar Naruto menyelesaikan kisahnya.

Kakashi terdiam sebelum menatap anak dari Senseinya itu dengan prihatin.

"Aku turut prihatin debgan apa yang menimpamu, Naruto. Tidak kusangka kalau Hinata mengatakan hal itu." ucap Kakashi sambil memegang bahu kanan muridnya.

Naruto tersenyum getir saat mendengar perkataan Kakashi. Mantan Rokudaime itu pun mengambil topi Hokage dari tangan kiri Naruto dan memakainya sebelum melihat kearah Naruto.

"Lalu apa yang akan kau lakukan, aku menerima kalau kau mengundurkan diri dari jabatan Hokage tetapi setelah ini kau ingin melakukan apa?" tanya Kakashi.

"Aku ingin pergi mengunjungi tempat kelahiran Kaa-chan, yaitu Uzushiogakure. Setidaknya aku bisa menenangkan diri disana meski yang tersisa hanyalah puing-puing saja." jawab Naruto.

Kakashi mengangguk mengerti, Naruto pun berjalan menjauh sebelum memberikan senyum lebarnya kepada Kakashi meski sebulir air mata mengalir dari sudut matanya sehingga membuat Kakashi tertegun.

"Kalau begitu aku pergi dulu, Kakashi-sensei. Tolong jaga Hinata dan Boruto meski Hinata sudah menghianatiku. Hiraishin!"

Bzit!

Naruto langsung menghilang meninggalkan kilatan kuning, Kakashi sendiri hanya terdiam beberapa saat sebelum melihat kearah langit.

"Kuharap kau mendapat kebahagiaan setelah ini, Naruto. Aku akan mengurus perceraianmu dan pengunduranmu dan semoga anda berdua tidak kecewa, Minato-sensei dan Kushina-san." gumam Kakashi.

Kakashi membalikkan tubuhnya sebelum pergi dari Training Ground itu tanpa menyadari kalau seseorang berjubah hitam mendengar semua percakapan mereka.

"Hinata... Kiba..." gumamnya dengan nada geram.

-- Flashback --

"... Seperti itulah kejadiannya dan kuharap anda jangan melabrak Hinata setelah ini, Tsunade-sama." ujar Kakashi mengakhiri kisahnya.

Brak!

"Kurang ajar wanita itu! Dari dulu aku memang tidak menyetujuinya untuk menikah dengan Naruto, orang yang sudah kuanggap anak sendiri!" geram Tsunade yang lagi-lagi melepaskan tekanan chakranya.

Brug! Brug! Brug!

Satu persatu Anbu mulai jatuh pingsan karena tidak sanggup menahan tekanan chakra tersebut bahkan lagi-lagi Kakashi berkeringat dingin.

"Tsu-Tsunade-sama... To-tolong tenanglah." terdengar suara Shizune untuk menenangkan Tsunade.

Tsunade menghirup nafas dan membuangnya serta menurunkan tekanan chakra yang ia miliki sehingga semua orang kembali bernafas lega.

Tsunade menatap Kakashi dengan serius yang terlihat cocok diwajah awet mudanya. "Lalu, apa kau sudah menyuruh para Anbu untuk mencari keberadaan Naruto?"

Kakashi mengangguk. "Sudah dan bahkan aku sudah memberi tahu kabar ini pada keempat Desa besar untuk membantu mencari keberadaan Naruto tetapi bahkan Kirigakure yang notabene dekat dengan Uzushiogakure, tidak dapat menemukannya."

"Kau harus bisa menemukannya, Kakashi. Bagaimana pun caranya."

"Tentu saja Tsunade-sama."

Tsunade mengangguk sebelum berbalik. "Ayo Shizune, kita pergi."

"Ha-ha'i."

Tap! Tap! Tap!

Kriet! Blam!

Melihat kalau Tsunade dan Shizune sudah pergi, Kakashi segera bernafas lega sebelum memutar kursinya dan menghadap kearah Desa.

"Sasuke, bisakah kau menggunakan Rinneganmu untuk melacak dan mencari keberadaan Naruto." pinta Kakashi.

Dan secara ajaib muncul seseorang yang berdiri disamping Kakashi yang diikuti jatuhnya beberapa daun.

"Tentu saja, Kakashi" jawab Sasuke dengan datar.

Fush!

Sasuke pun menghilang sambil meninggalkan beberapa daun. Kakashi sendiri hanya menghela nafas.

"Dimana sebenarnya kau, Naruto. Sudah satu minggu kau menghilang." gumam Kakashi.

Ia hanya menghela nafas kembali sebelum berbalik dan mengumpat. "Sial... Tidak kusangka kalau anak itu meninggalkan tumpukan dokumen sebanyak ini."

Poor you, Kakashi.

- To Be Continued -

Note

: Apa-apaan ini!!! Maafkan aku semuanya karena sudah meninggalkan fic ini selama enam bulan.

Bukan karena apa tetapi sejak masuk asrama membuat waktu bermain hp sangat kurang, itupun hanya bisa dilakukan ketika tengah malam. (Dengan kata lain aksi ilegal)

Maaf bila chapter saat ini kurang memuaskan karena hanya sebatas ini kemampuan saya. Saya harap banyak yang memberi masukan pada saya dan sekali lagi mohon maaf bila ada kesalahan dan typo.

Bagi yang NaruHina Lovers, saya harap agar tidak tersinggung meski saya juga termasuk NaruHina Lovers. Disini sudah ada sedikit pencerahan kenapa Naruto ada di dimensi tempat Akame dan yang lainnya berada.

Mungkin itu saja yang bisa saya katakan, terima kasih karena sudah mau membaca cerita saya. Silahkan review atau ketika kata-kata di kolom komentar.

Assalamuallaikum Wr. Wb

[ Ichizan Hissatsu Out ]