Naruto By: Masashi Kisimoto

Fate Series By: Type-moon

Highschool DxD By: Ichie Ishibumi

Warning: Typo, Ooc, ServantNaru! Harem! Bahasa tidak baku, Bermasalah pada EYD.

Genre: Action, Adventure, Fantasy

Rated: M (untuk jaga-jaga)

Pairing: Naruto x ? x ?

Summary: Seseorang tidak akan pernah bisa lolos dari takdir yang mengikat dirinya. Takdir yang sudah ada pada masing-masing manusia sejak lahir. Takdir yang harus diikuti meski itu bertentangan dengan keinginan seorang manusia. Hal itulah yang dialami oleh Uzumaki Naruto.

___

Apa yang berada dipikiran kalian ketika mendengar kata perang? Kehancuran jawabannya. Kehancuranlah yang terjadi ketika perang pecah. Banyak manusia yang akan menderita ketika perang. Nyawa manusia yang tidak berdosa akan mudah terenggut akibat perang. Penderitaan, kelaparan, kesedihan, kehancuran, kesedihan akan terjadi ketika perang terjadi.

Kali ini juga sedang berlangsungnya perang besar. Bukan perang antar sesama manusia namun perang besar antar tiga fraksi. Perang antar Fraksi Malaikat, Malaikat Jatuh dan Iblis.

Perang yang sedang terjadi di tanah Underworld ini bermula ketika banyaknya Malaikat Jatuh yang tinggal di Underworld. Tetapi Raja Iblis, Lucifer sang Putera Fajar menolak mentah-mentah dan tidak menerima adanya Malaikat Jatuh di Underworld sehingga ia mencoba mengusirnya.

Belial yang notabene adalah Pemimpin dari Malaikat Jatuh tidak menerima hal ini sehingga mau tidak mau Fraksi Iblis dan Fraksi Malaikat Jatuh berperang. Hal yang diakibatkan oleh perang ini justru mengundang dua Naga Surgawi, yaitu Draig sang Red Dragon Emperor dan Albion sang White Dragon Emperor.

Kedua naga itu saling bertarung tanpa memandang apapun yang berada disekitarnya dan akibat pertarungan mereka berdua lah, ketiga Dewa Naga juga ikut bertempur. Trihexa (666) Sang Apocalytic Beast, Ouroboros Ophis Sang Dewa Naga Tak Terbatas dan Gread Red Sang Dewa Naga Merah Sejati.

Pertempuran mereka semua justru berimbas ke bumi. Berbagai bencana alam terjadi akibat peperangan tersebut. Tsunami, Gunung meletus, gempa bumi terjadi sehingga memakan banyak korban jiwa.

Karena kejadian itulah sehingga Fraksi Malaikat juga turun tangan untuk menghentikan peperangan tersebut. Namun alih-alih menghentikan, Fraksi Malaikat justru terikut ke dalam perang sehingga menambah kekacauan diatas muka bumi.

Melihat kejadian yang diakibatkan oleh makhluk ciptaannya, Tuhan (anime) bermaksud untuk memanggil seseorang untuk membantu menghentikan peperangan yang telah merenggut banyaknya korban jiwa.

--At Heaven--

Disebuah bangunan yang sangat indah bahkan terlalu indah, tampak puluhan orang sedang bersujud. Namun ada yang berbeda dari puluhan orang tersebut. Mereka semua memiliki sepasang sayap putih bagaikan sayap merpati yang menandakan kalau mereka semua adalah Malaikat. Dibarisan paling depan sendiri ada empat Malaikat yang memiliki sayap lebih dari sepasang.

"Ada apa sehingga Ayah memanggil kami semua?" tanya Malaikat yang memiliki enam pasang sayap, berwajah cantik dan berambut pirang panjang.

"Michael anakku, aku hanya ingin mengatakan kepada kalian semua kalau aku akan memanggil seseorang untuk membantu menghentikan peperangan ini." sosok yang hanya berwarna putih dan diselimuti oleh aura suci itu itu berujar dengan suara bijaksana.

"Bukankah kami semua sudah cukup untuk menghentikan peperangan ini?"

Sosok berwarna putih itu menggeleng. "Tidak Uriel, peperangan ini justru bertambah parah karena kita semua terseret kedalam perang. Kekacauan sedang terjadi dimuka bumi dan aku tidak ingin ada manusia tidak berdosa yang menjadi korban lagi akibat peperangan ini."

Seketika semua Malaikat menundukkan kepalanya karena malu sebab bukannya menghentikan peperangan, mereka semua justru menambah penderitaan.

"Maka dari itu, aku ingin Michael dan Gabriel untuk ikut aku dalam ritual pemanggilan ini." ucap sosok tersebut.

"Baik Ayah."

Secara bersamaan Michael dan Gabriel menyahut setuju dan tak lama kemudian semua Malaikat keluar untuk melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Hanya tertinggal sosok tersebut berada didalam bangunan itu. Sendirian.

"Aku harus segera menyiapkan semua persiapan ritual pemanggilan." gumamnya.

Sosok itu pun segera ikut berdiri dan pergi untuk menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk melakukan ritual pemanggilan.

___

Juubi No Ookami, seekor monster berekor sepuluh itu sedang mengamuk setelah dirinya keluar dari tubuh seorang shinobi yang sangat hebat, Uchiha Madara. Semua shinobi yang masih hidup menatap was-was kearah monster ekor sepuluh yang merupakan makhluk pembawa kehancuran mutlak itu.

Diantara semua shinobi yang ada, hanya tiga orang saja yang masih menatap Juubi dengan sangat tajam. Mereka bertiga adalah Namikaze Menma sang Jinchuriki Kyubi dan pewaris chakra Ashura, Uchiha Sasuke sang Uchiha terakhir dan pewaris chakra Indra serta Uzumaki Naruto sang pemilik mata legendaris melebihi Rinnegan, yaitu Kaminogan sekaligus Uzukage Keempat.

Mereka bertiga menatap tajam monster yang ada dihadapan mereka. Monster itu juga menatap tajam ketiga shinobi yang memiliki kekuatan mengerikan itu.

"Baiklah minna, ayo kita hancurkan monster itu." ujar Menma yang diselimuti chakra orange dan dibelakangnya melayang sepuluh bola hitam.

"Jangan terburu-buru Menma, dia itu sangat mengerikan." Naruto menyahut sambil terus menatap kedepan.

"Jangan sampai kita semua mati karena gegabah, dobe." Sasuke berujar pelan.

Obrolan mereka terhenti ketika Juubi berteriak keras sehingga menciptakan hempasan angin yang sangat kuat. Dapat mereka bertiga lihat kalau Juubi sedang mengumpulkan chakra biru dan merah dimulutnya.

"Dia sudah siap melepaskan bijudama!" peringat Menma sambil memasang posisi.

Sasuke juga mulai bersiap dengan EMS (Eternal Mangekyou Sharingan) dan Rinnegan Choku Tomoe miliknya sedangkan Naruto sedang merapal heandseal yang sangat panjang. Juubi pun langsung melepaskan bijudama itu dan secara bersamaan Naruto telah menyelesaikan heandseal dan diakhiri tepukan tangan.

"Fuinjutsu: Jikkukan Kekkai

Sebuah kanji rumit dengan empat posisi dan sebuah kanji rumit yang membentuk pusaran langsung muncul dihadapan mereka bertiga dalam ukuran besar. Aksara itu berhasil menahan bijudama dan menelannya kedalam.

Melihat kalau serangannya berhasil dihentikan dengan mudah, Juubi langsung meraung keras tanpa menyadari kalau Menma sudah berada didekatnya sambil membawa sebuah rasenshuriken yang berukuran sangat besar.

"Chou-Odama Rasenshuriken!" teriaknya sambil melemparkan jutsunya.

Rasenshuriken itu melesat dan tepat mengenai tepat dimana mata Juubi berada. Sasuke yang melihat kesempatan itu langsung memfokuskan matanya kearah Juubi.

"Amaterasu."

Bwosh!

Sebuah api hitam berukuran besar langsung membakar tubuh besar monster berekor sepuluh tersebut. Juubi pun langsung meraung keras karena kesakitan dan ketika melihat kesempatan itu, Naruto segera mengaktifkan Kaminogan untuk menggunakan sebuah jutsu.

Ia segera merapal segel yang sangat panjang sambil berfokus kepada monster didepannya yang sedang meraung.

Hap!

"Doton: Jigoku No Yari!" ujar setelah menepukkan tangannya.

Secara tiba-tiba puluhan tombak yang terbuat dari tanah langsung mencuat dan menusuk tubuh besar Juubi. Tombak itu berbeda dengan tombak tanah biasa, tombak tersebut memiliki kemampuan untuk menyerap jiwa ataupun chakra seseorang dengan syarat harus tertusuk.

Juubi justru semakin liar ketika terkena tombak itu. Ia menembakkan bijudama berukuran kecil kesemua tempat tanpa memikirkan apa yang terjadi ketika bijudama itu mengenai tanah. Dan hasilnya adalah banyaknya shinobi yang tewas karena terkena ledakan.

Dengan Kaminogan yang masih aktif, Naruto melihat kearah Juubi yang sedang digempur habis-habisan oleh Menma yang berada dalam tubuh raksasa Kyubi dan Sasuke yang berada didalam perfect Susanoo.

'Ayo berpikirlah, Naruto. Apa yang harus kau lakukan untuk menghentikan monster sialan itu! Pikirkan! Pikirkan!' batinnya.

Seketika ia langsung mendapatkan sebuah ide namun ia tersenyum miris saat memikirkan kembali ide yang muncul secara tiba-tiba itu.

'Tidak! Tidak! Tidak! Jangan memikirkan hal itu sekarang! Setidaknya aku harus mencoba.'

Naruto memandang kedua rival yang sedang menyerang Juubi, ia pun menoleh kearah belakang dimana seluruh pasukan aliansi shinobi berada beserta seluruh pasukan shinobi desa Uzushiogakure. Ia menghela nafas sebentar sebelum tersenyum kecut.

"Sepertinya memang ini jalan satu-satunya, maafkan aku minna jika tidak bisa memimpin kalian lagi. Maafkan aku bila sudah menjadi pemimpin yang tidak baik." ujarnya pelan.

Ia menatap serius sambil tangannya yang saling menepuk. "Mokuton: Moku bunshin!"

Dari dalam tubuhnya langsung keluar 4 patung yang sangat mirip dengannya. Keempat patung itu langsung bergerak dan memandang kearah yang asli. Naruto juga menatap mereka semua dengan Kaminogan yang bersinar terang dimalam hari.

"Kalian berempat segera pergi kearah empat sisi Juubi dan buatlah Kekkai yang sangat kuat untuk menahannya." pinta Naruto.

"Baik bos!"

Wush! Wush! Wush! Wush!

Rambut merah yang diikat secara ponytail itu melambai pelan ketika terkena terpaan akibat jutsu teleportasi miliknya. Ia menatap kedepan dimana sebuah pelindung raksasa berwarna merah sedang mengurung Juubi. Menma dan Sasuke sendiri langsung muncul disisi Naruto.

"Apa yang harus kita lakukan? Monster itu sangatlah kuat." Menma menatap tajam kedepan.

Sasuke sendiri hanya diam karena didalam isi kepalanya sedang memikirkan berbagai rencana untuk menghentikan Juubi.

"Biar aku saja yang menghentikannya."

Menma dan Sasuke menoleh kearah Naruto yang sedang berjalan pelan kedepan. Menma segera memegang bahu sepupunya itu dan sukses menghentikan langkah Naruto.

"Apa maksudmu akan menghentikannya? Kau tahu sendiri kalau monster itu terlalu kuat untuk dihentikan!" ucap Menma.

"Karena itulah aku akan menghentikannya, aku akan menyerap semua chakra milik Juubi dan ketika chakranya telah habis, kalian bisa langsung mengalahkannya.

Sasuke menatap serius kearah orang yang satu tahun lebih mudah darinya itu. "Apa kau paham perkataanmu, Naruto? Kau akan langsung mati karena menyerap seluruh chakra Juubi yang terlampau besar. Dobe sendiri tidak tahu seberapa besar chakranya karena monster itu adalah pusat dari alam sendiri."

"Karena itulah aku akan menyerapnya. Hanya Clan Uzumaki yang bisa menampung chakra itu dan jika beruntung maka Juubi akan menjadi sangat lemah setelah semua chakranya ikut mati bersamaku."

"Apa kau gila! Kau akan meninggalkan Desa Uzushio jika kau mati! Kalau kau mati maka siapa yang akan melindungi seluruh warga Uzushio!."

"Banyak penerus yang hebat dari Uzushio, Menma. Shinobi-shinobi yang berasal dari Uzushio sudah sangat cukup untuk melindungi Desa kelahiran mereka. Lagipula sudah tugas seorang pemimpin untuk berkorban demi Desa dan seluruhnya." Naruto tersenyum tipis kearah kedua rival itu.

Menma menatap tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh sepupunya itu. Namun ia dan Sasuke langsung dikejutkan oleh sebuah kekai berwarna ungu transparan yang mengurung mereka.

"Apa-apaan ini, Naruto! Cepat hilangkan kekkai ini!" teriak Menma sambil memukul kekkai tersebut.

Sasuke sendiri mencoba untuk teleportasi menggunakan teknik rinnegan miliknya namun tidak berhasil. Naruto hanya tersenyum tipis kearah mereka berdua.

Mata Menma seketika membulat tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh sepupunya itu dan baru menyadari kalau Naruto sudah berlari menjauh.

"NARUTOOO!!!"

Naruto terus berlari kearah Juubi yang sedang berusaha untuk menghancurkan kekkai yang dibuat oleh keempat Mokubunshin miliknya. Ia kemudian segera membuat heandseal singkat sebelum menepukkan tangan.

"Mokuton: Mokuryuu No Jutsu!"

Grak! Grak!

Seekor naga yang tercipta dari kayu langsung keluar dari dalam tanah dan melilit tubuh besar Juubi. Juubi sendiri berusaha melepaskan diri dari lilitan itu namun tidak bisa karena chakranya terus terhisap.

Hap!

"Hyoton: Ryusei No Jutsu!"

Sebuah meteor es raksasa langsung tercipta diatas Juubi dan menghantam tubuh besar monster tersebut. Juubi sendiri hanya bisa menggeram karena saat ini ia sedang ditindis oleh meteor raksasa.

Naruto tepat berhenti didepan wajah Juubi yang masih dililit naga kayu. Mata berbentuk pola riak air berwarna putih dengan garis vertikal ditengah itu menatap wajah Juubi yang juga menatapnya.

"Maaf kalau aku harus menyegelmu, Juubi. Aku melakukan ini agar kau tidak menghancurkan dunia shinobi." gumamnya dengan ekspresi sedih.

Sebenarnya Naruto tidak ingin melakukan ini karena mau dilihat dari sisi manapun, Juubi itu seperti bijuu menurutnya. Kalau bisa ia ingin agar Juubi bisa hidup bebas namun karena buah chakra yang diambil dari pohon shinju yang merupakan wujud asli Juubi telah diambil oleh seseorang dan memakannya.

Karena hal itulah kenapa Juubi sangat marah sehingga ia membuat kekacauan dan berujung disegel kedalam tubuh Rikudou Sannin oleh Rikudou sendiri sama adiknya.

Juubi menatap diam kearah Naruto yang sedang menatap sedih dirinya. Mata itu, mata yang seharusnya tidak ada pada siapapun. Mata yang merupakan mata terkutuk, melebihi ketiga doujutsu utama atau Sharinnegan miliknya. Mata yang bahkan Juubi takutkan. Mata itu berada pada manusia yang berhasil membuat ia tidak berkutik.

"Kau... Siapa namamu, manusia?"

Untuk pertama kalinya akhirnya Juubi bicara dalam wujud monster seperti ini sehingga mau tidak mau membuat Naruto sangat terkejut saat mendengarnya.

"Naruto, Uzumaki Naruto, Uzukage Keempat yang berasal dari Desa Uzushiogakure." jawabnya.

"Uzumaki? Nama keluarga istri pak tua itu? Pantas aku merasa familiar akan chakramu, manusia."

"iya, aku adalah seorang Uzumaki."

"Dan kau juga memiliki mata terkutuk itu."

"Terkutuk?"

"Iya, mata terkutuk yang bahkan aku takuti. Mungkin karena matamu sehingga aku dibuat tidak berdaya." jelas Juubi.

Naruto terdiam saat mendengar perkataan Juubi. Tidak ia sangka kalau Kaminogan adalah mata terkutuk yang sangat menakutkan. Karena buku yang ia baca tentang Kaminogan, mata ini adalah mata yang bisa didapat setelah berlatih dibawah lima penjaga Uzushiogakure dan itu pun harus Uzumaki tulen, tanpa adanya campuran.

"Kau bisa menyegelku karena bagaimana pun aku tidak akan mampu untuk melawan mata itu. Tetapi tubuhmu akan langsung hancur atau menghilang ketika sudah menyerap semua chakra milikku."

"Itu tidak masalah, selama itu bisa membuat semua orang bahagia maka itu sudah cukup bagiku. Aku tidak ingin mereka semua menerima apa yang aku alami ketika kecil."

Juubi hanya diam ketika ia melihat kalau Naruto telah melakukan heandseal yang panjang dan rumit. Secara perlahan darah menetes dari hidungnya dan semakin banyak yang menetes.

Hap!

"Fuinjutsu: Shiki Fujin!"

Shiki Fujin ini berbeda dengan Shiki Fujin yang biasanya. Naruto telah mengatur ulang kembali rangkaian fuinn. Jika biasanya Shiki Fujin menyimpan nyawa tumbal sekaligus pemanggil didalam perutnya maka Shiki Fujin yang ini hanya menarik hampir 90% chakra sebagai pengganti nyawa.

Sosok astral menakutkan telah muncul dibelakang Naruto. Naruto sendiri meski hanya diam namun ia bisa merasakan aura intimidasi dari Shinigami yang ia panggil itu. Bahkan ia sampai gemetar ketakutan dengan sangat hebat saat merasakan aura intimidasi itu.

"Aku mulai, Juubi."

Tepat ketika mengatakan itu, tangan kanan Shinigami menembus tubuh Naruto dan memanjang kearah Juubi. Shinigami langsung menarik tangannya sehingga terlihat kalau chakra Juubi tertarik dan masuk kedalam tubuh Naruto.

"Arrrrkkkkkhhhh...!!!!"

Naruto berteriak begitu keras ketika merasakan betapa sakitnya ketika chakra asing masuk secara tiba-tiba kedalam tubuhnya. Menma dan Sasuke hanya bisa menatap nanar kejadian itu dan tidak bisa berbuat apa-apa karena Kekkai yang mengurung mereka berdua.

Bruk!

"Arrrkkkk!!!!"

Saking sakitnya sehingga Naruto jatuh bertelungkup karena chakra gelap yang masuk paksa kedalam tubuhnya. Meski chakra gelap itu sudah dinetralisir oleh salah satu teknik Kaminogan, tetapi itu tidak menutup fakta kalau tubuhnya sangatlah sakit.

Proses penarikan chakra itu berlangsung selama 15 menit dan setelah selesai, Naruto langsung terbaring sambil terengah-engah. Ia mendongak dan melihat kalau Juubi sedang menatapnya dengan sangat intens. Mungkin karena Juubi tidak dapat mengira kalau Naruto bisa menampung seluruh chakra miliknya yang sangat sangat sangat tidak terbatas itu.

Naruto dapat merasakan kalau chakra yang ia serap dari Juubi justru menyatu dengan chakra miliknya dan secara perlahan dapat ia rasakan kalau aliran chakra miliknya mulai tidak beraturan. Ia pun menonaktifkan Kaminogan sehingga memperlihatkan iris mata berwarna violet.

"Naruto!/Uzukage-sama!"

Ia mengalihkan penglihatannya kearah lain dan dapat ia lihat kalau teman-temannya yang baru ia kenal, adik dari ibunya yaitu Kushina, seluruh shinobi Uzushiogakure yang sedang menuju kearahnya. Ia juga melihat kalau Menma, Sasuke dan seluruh Gokage sedang menuju tempatnya. Ia segera berusaha berdiri namun seketika terhuyung kedepan.

Bruk!

"Uzukage-sama!"

Ia melihat kearah kaki kirinya yang secara perlahan retak dan langsung hancur. Seluruh aliansi shinobi yang sudah sampai langsung menatap tidak percaya saat melihat kalau tubuh Uzukage mulai hancur.

Kushina pun langsung memeluk keponakannya itu sambil menangis. "Baka! Kenapa kau harus mengorbankan dirimu?! Hiks... Hiks... Hanya kau dan Mikoto keponakanku hiks... hiks aku tidak ingin kehilanganmu..."

Naruto hanya tersenyum lemah dan terlihat kalau retakan-retakan itu telah sampai dikedua pahanya. Menma segera berjongkok dan meletakkan tangan kanannya untuk menyembuhkan sepupunya itu namun tidak berhasil.

"Kenapa!? Kenapa!? Kenapa!? Kenapa tidak berhasil!?" teriaknya frustasi.

Beberapa tim medis terbaik yang berasal dari Uzushio mencoba untuk membantu namun sama sekali tidak berefek. Minato sendiri hanya menatap sendu kearah ponakannya itu yang harus menanggung sendiri beban yang ia pikul. Seharusnya sebagai paman, ia bisa mengambil sedikit beban yang dipikul oleh ponakannya.

Naruto melepaskan peluka Kushina dan menatap wajah cantik bibinya itu. "Bibi jangan menangis, air mata sama sekali tidak cocok untuk wajah cantik bibi."

"Hiks... Aku menangis karenamu, bodoh. Hiks... Hiks..."

Naruto tetap tersenyum sebelum menoleh kearah Menma. "Jadilah Hokage yang kuat, Menma. Buktikanlah kalau kau bisa menjadi Hokage yang lebih hebat dari pendahulumu."

"Ba-baik... Hiks... Aniki..."

Naruto tersenyum hangat sebelum menoleh kearah Pamannya. "Paman, terima kasih karena sudah menjaga bibiku. Hanya dia satu-satunya keluargaku selain Mikoto."

"Bibimu adalah istriku, Naruto. Sudah tentu aku menjaganya dan kau jangan lupa kalau kau adalah bagian dari keluarga Namikaze."

Naruto mengangguk dan retakan itu telah sampai diperutnya. Ia pun menoleh kearah laki-laki berambut merah jabrik dan bermata tajam.

"Mikoto, kemarilah." panggilnya pada sang adik.

Mikoto atau lebih tepatnya Uzumaki Mikoto berjalan pelan kearah kakaknya itu sambil menahan tangis. Ia bersimpuh disamping kakaknya yang saat ini sedang dipeluk oleh bibinya.

Pluk!

Mikoto mendongak dan melihat kalau Naruto sedang memegang kepalanya sebelum mengelus pelan sambil tersenyum hangat.

"Dengan ini aku menobatkanmu, Uzumaki Mikoto sebagai Uzukage Kelima. Jadilah Uzukage yang hebat melebihiku, Otouto." ucapnya.

Dan itu sukses membuat Mikoto menangis kencang karena kakak yang sangat ia sayangi akan pergi. Shinobi Uzushio sendiri ikut menangis karena Uzukage tersayang mereka akan segera pergi.

Retakan telah sampai dileher sehingga Naruto menatap kearah shinobi Uzushio. "Gomennasai minna."

Tubuh Naruto sempurna hancur menjadi abu karena kelebihan kapasitas chakra akibat menyegel chakra Juubi kedalam tubuhnya. Raungan tangis terdengar keras dan memilukan karena kehilangan sosok kakak, keponakan, idola, pemimpin dan panutan tersebut.

"Uzukage-sama!!"

"Aniki!"

"Onii-sannn!"

"Naruto!!"

Pada akhirnya seluruh shinobi memenangkan peperangan melawan Akatsuki dimana Menma dan Sasuke dianggap pahlawan karena telah mengalahkan Madara tetapi mereka semua juga menganggap kalau Uzumaki Naruto adalah pahlawan yang sesungguhnya.

.

.

.

--In Void--

Ditempat antah berantah dimana seluruhnya berwarna hitam. Terlihat sosok transparan yang diperkirakan masih hidup karena dadanya naik-turun yang menandakan masih bernafas. Sosok itu berpakaian kaos lengan panjang berwarna merah yang dibalut rompi jounin berwarna hitam, celana panjang berwarna hitam dengan lilitan perban dipaha kiri, sepatu standar chunin berwarna hitam, serta sebuah jubah putih dengan huruf bertuliskan 'Yondaime Uzukage' serta aksen gelombang berwarna biru dibawahnya.

"Urrkkk... Ini dimana?" ucapnya setelah bangun.

Ia melihat sekeliling dimana yang ia temukan hanyalah kekosongan sahaja. Kekosongan sekaligus kegelapan tak berujung. Ia masih menatap sekeliling sebelum tangannya memegang dagunya.

'Sebenarnya aku ada dimana? Apa ini tempat persinggahan? Tidak, kalau tempat persinggahan mana mungkin seperti ini. Apa ini neraka? Tidak, setahuku neraka itu tempat yang sangat panas. Apa surga? Tidak mungkin kalau tempat ini adalah surga!? Kalau begitu aku ada dimana!!' batinnya.

Saking lamanya berpikir sehingga ia tidak menyadari ada sebuah portal cahaya berwarna putih terang tidak jauh dari tempatnya berada. Ia bahkan tidak menghiraukan kalau tubuhnya mulai tertarik kearah portal itu.

"Eh?" ia hanya mengatakan itu saat menyadari kalau jarak antara dirinya dengan portal itu sudah sangat dekat.

"Huwaaa! Tolong!!!" jeritnya karena terhisap dan ketika akan terhisap, samar-samar ia mendengar suara seseorang.

"Wahai roh para pahlawan, dengarkanlah panggilanku, kami membutuhkan keberadaan kalian disini, wahai roh para pahlawan, sambutlah panggilanku, wahai roh para pahlawan."

Suara seperti itulah yang ia dengar sebelum tertelan kedalam portal putih dan meninggalkan tempat tersebut kembali sunyi.

.

.

.

--At Heaven--

Sriiiing~

Sinar putih menyilaukan tiba-tiba muncul sehingga membuat dua orang-ralat maksudnya malaikat memilih menutup mata, berbeda dengan sosok putih yang terlihat tersenyum. Sinar putih itu mulai redup sehingga memperlihatkan 14 orang yang sedang berdiri.

Kedua malaikat yang tidak lain adalah Michael dan Gabriel itu menatap ke-14 orang yang dipanggil oleh sosok yang mereka semua panggil 'ayah'.

Yang pertama ada seorang wanita berambut pirang yang diikat sanggul, memiliki iris mata berwarna emerald, memakai baju besi berlapis perak dengan rok biru serta sepatu besi.

Yang ke dua ada seorang wanita berambut pirang pendek dengan rambut belakangnya yang diikat sedemikian rupa dengan pita berwarna merah, memakai sebuah gaun merah yang mencapai lutut dengan dalaman berwarna putih.

Yang ke tiga ada wanita berambut kuning panjang digerai dan diujungnya berwarna hijau dengan telinga hewan diatas kepalanya, memakai sarung tangan ditangan kanan, gaun berwarna hijau sampai paha, stocking berwarna hijau serat sebuah ekor sehingga menambah kesan manis.

Yang ke empat ada seorang pria berambut pirang yang terlihat rapi karena rambut jatuh, memakai anting emas ditelinga kanan, bermata merah delima, tanpa memakak atasan sehingga memperlihatkan tato merah ditubuhnya dan jangan lupa kalau ia memakai armor berwarna emas dengan aksen hitam sebagai bawahan.

Yang ke lima ada seorang pria berambut putih acak-acakan, memiliki iris mata emas dengan pigmen merah disekitarnya dan memiliki dua perisai yang melayang dikedua pundaknya.

Yang ke enam adalah seorang wanita berambut ungu gelap panjang, memiliki iris mata berwarna merah rubi dan memakai pakaian yang terkesan err 'panas'.

Yang ke tujuh adalah seorang wanita berambut biru tua yang dimana sebuah senyum kecil terbentuk diwajahnya yang manis.

Yang ke delapan ada wanita berambut pirang dan memiliki iris mata berwarna emerald yang terlihat sangag cocok dengan wajahnya yang cantik.

Yang ke sembilan ada wanita berambut putih panjang dimana sebelah matanya tertutup poni rambutnya, memakai gaun indah bagaikan seorang putri dan memeluk sebuah boneka.

Yang ke sepuluh juga ada perempuan dengan wajah cantik yang cocok dengan rambut putih panjang yang terurai, iris mata berwarna ungu terang dan memakai jubah panjang yang berwarna sama dengan rambutnya, perempuan itu memegang sebuah tongkat yang cukup besar dengan hiasan untaian kain.

Yang ke sebelas adalah wanita yang Michael dan Gabriel asumsikan sangatlah menggoda dan rambut biru gelap panjangnya yang sampai betis sebagai tanda plus.

Yang kedua belas adalah seorang pria yang berumur sekitar 17 tahun, memakai jubah putih dengan aksen gelombang air dibawahnya dan memiliki rambut merah panjang yang diikat ponytail.

Yang ketiga belas adalah gadis kecil yang memiliki tubuh mungil, memiliki rambut putih keperakan yang pendek, memakai pakaian hitam ketat yang terlihat kurang cocok, memakai stocking hitam panjang hingga lutut.

Michael dan Gabriel menatap sedih anak kecil yang harus ikut terpanggil akibat ritual pemanggilan yang dilakukan oleh 'ayah' mereka. Mereka berdua segera melihat orang terakhir yang dipanggil.

Yang terakhir sekaligus keempat belas adalah seorang wanita berambut pirang panjang yang diikat kepang, memakai helm unik dikepalanya, ditangan kanannya memegang sebuah tombak panjang dengan bendera yang berkibar diujungnya.

Sosok berwarna putih itu tersenyum lembut dan melihat kearah Michael dan Gabriel sebelum sebuah suara merdu menyapa dirinya.

"Hamba hanya bertanya... Apa anda yang memanggil kami?"

Sosok putih itu menoleh sebelum mengangguk sambil terus mempertahankan senyumannya. "Tentu, akulah yang telah memanggil kalian semua disini."

"Tidak kusangka kalau ada yang berhasil memanggil servant sebanyak ini, siapa kau sebenarnya?" tanya pria berambut pirang dan bermata merah delima.

"Aku? Aku adalah Tuhan yang menciptakan dunia, Tuhan yang menciptakan seluruh makhluk hidup dan kalian bisa memanggilku Kami-sama."

"APAAAA!!!"

Otomatis semuanya langsung berteriak saat mendengar jawaban dari Kami-sama. Michael dan Gabriel sendiri hanya memaklumi reaksi dari ke-14 orang yang dipanggil itu.

"Aku tahu kalau kalian semua terkejut mendengarnya. Sebelum aku menjelaskan, bisakah kalian memperkenalkan diri masing-masing." pinta Kami-sama dengan nada lembut.

"Baiklah, aku adalah Arthuria Pendragon, Raja Ksatria dan Raja Inggris, Class Saber"

"Namaku Nero Claudius Caesar Augustus Germanicus, Emperor of Roses, Kaisar Roma kelima pada abad ke-5 dan ke-6 sesudah Masehi, Class Saber."

"Aku Atalanta, Class Archer."

"Walau enggan tapi aku harus melakukannya, aku adalah Gilgamesh, putra dari Ibunda Dewi Rimat-Ninsun dan Ayahanda Lugalbanda, Raja Pahlawan dan Raja kelima Dinasti Uruk, Class Archer."

Kami-sama mengangguk dan menoleh kearah pria berambut putih. "Aku adalah Karna, Son The Gods of Sun, Class Lancer."

Kami-sama melihat kearah wanita berambut ungu gelap panjang. "Perkenalkan nama saya Scatchach, Queen The Land of Shadows, Class Lancer. Salam kenal Kami-sama."

"Salam kenal juga, Scathchach."

"Ah! Kalau aku Ushiwakamaru, Class Rider."

"Ara~ aku adalah Quetzalcoat, Dewi kecantikan dari Mesoamerica, Class Rider. Senang bertemu anda, Kami-sama."

Wanita berambut putih panjang tersenyum. "Nama saya adalah Anastasia Nickolaevna Romanov, Class Caster. Salam kenal."

"Ee~ giliranku dong, baiklah. Aku adalah Merlin, Flower Witch Camelot, salam kenal." ucapnya riang sehingga Kami-sama, Michael dan Gabriel tersenyum saat melihat keriangan itu.

"Ternyata kau dipanggil juga, Merlin." ucap Arthuria sambil melihat kearah penyihir yang berasal dari kerajaannya.

"Yes, My King. Saya juga tidak menyangka kalau anda ikut terpanggil." Merlin menunduk kearah Rajanya yang memerintah Kerajaan itu.

"Ano, bukannya bermaksud menyela tetapi sebaiknya dengarkan dulu perkenalan yang lainnya, Arthuria-san, Merlin-san."

Arthuria dan Merlin melihat kearah sumber suara yang merdu itu dan ternyata Gabriel pemilik suara yang merdu tersebut. Merlin tersenyum hambar sambil menggaruk belakang kepalanya.

"Hehehe, maafkan saya, etto..."

"Panggil saja Gabriel, Merlin-san."

"Baiklah Gabriel."

Gabriel tersenyum mendengarnya sedangkan Kami-sama melihat kearah wanita berambut biru gelap panjang. "Ara~ ara~ perkenalkan nama hamba Minamoto No Raikou, Class Berserker, senang bisa berkenalan dengan anda."

"Saya juga senang bisa mengenal anda, Minamoto No Raikou."

"Ara~ ara~"

Kami-sama langsung menoleh kearah anak kecil yang ikut terpanggil dalam ritual pemanggilan yang ia lakukan itu. "Namamu siapa gadis kecil?" tanya Kami-sama dengan suara lembut.

"Aku Jack The Ripper, Class Assassin. Apa anda melihat mama?" tanya Jack dengan polos.

Kami-sama pun menyamai tingginya dengan Jack dan menepuk pelan kepala gadis itu. "Anak yang baik, saya tidak melihat ibumu, sayang. Tapi mungkin Minamoto No Raikou bisa menjadi ibumu."

Jack melihat kearah Raikou yang tersenyum khas kearahnya. "Tentu saja Jack, aku akan menjadi mama untukmu."

Perkataan Raikou langsung membuat Jack memeluk wanita tersebut. "Mama!"

"Ara~ ara~"

Kami-sama dan kedua Seraph yang dibelakangnya kembali tersenyum sedangkan si Raja Pahlawan hanya menatap bosan. Kami-sama segera melihat kearah gadis berambut pirang panjang yang diikat kepang.

"Nama saya Jeanne D'Arc, Class Ruler. Hormat saya pada anda Kami-sama." Jeanne merunduk hormat.

Kami-sama mengangguk kalau ia menerima rasa hormat dari Servant class Ruler tersebut. Nah sekarang ia menoleh kearah tokoh utama dalam cerita ini.

Melihat tatapan itu, Naruto langsung mengerti. "Naruto, Uzumaki Naruto. Yondaime Uzukage dari Desa Uzushiogakure dan seorang shinobi." Naruto membalikkan tubuhnya dan memperlihatkan tulisan Yondaime dijubah kebesarannya.

Perkenalan dari Naruto justru mengundang banyak tanda tanya dari Servant lain yang ikut terpanggil.

"Shinobi?"

"Uzukage?"

"Uzushiogakure?"

"Katakan Classmu, bodoh."

Kali ini Gilgamesh berucap karena cukup kesal saat tidak mendapati kalau pria berambut merah panjang yang diikat ponytail itu tidak menyebutkan nama Class.

"Maaf Raja Pahlawan, tetapi saya sendiri tidak tahu Class itu apa?" jawab jujur Naruto.

"APAAA!"

Para Servant kembali berteriak saat mengetahui kalau Naruto tidak tahu apapun tentang Class. Jujur saja, Naruto masih belum ngeh tentang semua ini.

Otak cerdas dan jenius miliknya mulai mencari semua penjelasan ini. Ia sedari tadi mencoba mengobservasi semua yang ada disini menggunakan salah satu kemampuan Kaminogan yang bernama Laplace.

Kemampuan Laplace sendiri adalah mengekstrak semua hal yang dilihat oleh Naruto ketika ia menggunakan kemampuan itu. Dimulai dari jejak, bau, bahkan atom pun langsung ia ketahui saat menggunakan Laplace.

Kaminogan sendiri dapat ia aktifkan tanpa diketahui oleh orang lain karena ia memasang sebuah fuinn kecil dibawah kelopak matanya sehingga saat mengaktifkan Kaminogan maka tidak akan ada yang tahu.

Meski begitu, Naruto sama sekali tidak tahu permasalahan apa yang sedang dihadapinya ini meski sudah menggunakan Laplace. Merasa tidak ada gunanya, ia menonaktifkan kemampuannya itu beserta Kaminogan. Lagipula ia tidak merasakan adanya chakra selain dirinya. Tetapi sepertinya bukan hanya Naruto yang mengetahui hal itu.

"Apa kau bercanda, Naruto. Kau tidak tahu sama sekali apa itu Class?" tanya Merlin.

Naruto mengangguk. "Aku tidak bercanda, etto..."

"Merlin, panggil saja Merlin."

"Baiklah, aku memang tidak bercanda, Merlin-san. Aku tidak tahu apa itu Class."

Oke, sepertinya ini adalah hal yang baru bagi para Servant. Setahu mereka, para Servant sudah berada pada Class-nya masing-masing berdasarkan riwayat hidup mereka. Seperti Merlin yang menjadi Class Caster karena semasa hidupnya ia adalah penyihir ternama di Kerajaan Camelot atau Inggris.

Contoh lainnya Atalanta yang memiliki Class Archer karena semasa hidupnya, ia adalah pemburu yang ikut mengikuti Dewi perburuan dari Mitology Olympus, yaitu Dewi Artemis.

"Sebenarnya anda pahlawan darimana, Uzumaki Naruto." pada dasarnya, Karna akan memanggil Servant sesuai Classnya. Tetapi untuk dalam kasus ini, Karna memanggil Naruto dengan nama lengkap karena belum mengetahui apa Classnya.

"Entahlah, aku belum mendapat gelar pahlawan hingga akhir hayatku." jawabnya sambil menghendikkan kedua bahunya.

Mungkin Naruto tidak tahu atau lupa kalau dirinya adalah pahlawan dalam perang Dunia Shinobi Keempat. Namun sebelum perang, ia sudah mendapat gelar Pahlawan dari beberapa tempat. Seperti ketika ia mendapat misi untuk menjaga Miko terkenal yang berasal dari Oni No Kuni untuk menyegel kembali Iblis Moryuu yang sedang berusaha bebas.

Alhasil setelah ia dan Shion -nama sang Miko- berhasil menyegel Moryuu. Banyak warga Oni No Kuni yang berterima kasih padanya, bahkan membuat Shion ingin menjadikannya Suami.

Ia tidak tahu kalau ia dianggap sebagai pahlawan karena saat itu ia terlalu fokus dalam pelantikan dirinya sebagai Uzukage Keempat.

Ushiwakamaru melihat Naruto secara seksama dimulai dari atas kebawah dan kemudian keatas kembali. Merlin juga mulai mengobservasi Naruto menggunakan kemampuan Clairvoyance miliknya. Ia mulai melihat dari ikat kepala, sarung tangan tanpa jari yang hanya terpasang dilengan kanan, tas kecil dibelakang pinggang, tiga gulungan yang terletak dipaha kiri dan terakhir jubah miliknya.

Dilihat secara intens seperti itu tentu saja membuat ninja sekaliber Naruto menjadi salah tingkah. "A-apa yang kalian lakukan?"

Ushiwakamaru dan Merlin menyudahi kegiatan mereka dan saling berpandangan sehingga membuat semuanya penasaran minus Kami-sama dan kedua Seraph.

"Mm... Sepertinya kami tahu Class apa yang cocok denganmu, Naruto. Classmu adalah..." ujar Merlin sambil tersenyum.

Ushiwakamaru mengangguk. "Tidak salah lagi, kau pasti..."

""Assassin!!""

Mendengar perkataan kedua servant yang berada dihadapannya membuat Naruto heran. "Assassin? Apa alasannya sehingga kalian beranggapan kalau aku adalah Assassin?"

"Yang pertama adalah pakaianmu, dilihat dari segi manapun pakaianmu itu tergolong ringan sehingga bisa membuatmu bebas bergerak, kedua adalah tas kecil yang berada dipinggangmu." tunjuk Ushiwakamaru kearah tas kecil miliknya.

"Saat menggunakan Clairvoyance tadi, aku bisa melihat kalau dalam tas itu terdapat senjata-senjata kecil diantaranya adalah belati untuk membunuh dalam diam dan itu yang menambah yakin kalau kau berada di Class Assassin." jelas Merlin.

Naruto sama sekali tidak menyangkal kalau kunai dan shuriken yang berada dalam tasnya itu digunakan untuk membunuh. Dirinya adalah Shinobi, manusia yang tangannya sudah berlumuran darah sejak masih kecil lebih tepatnya berumur 11 tahun.

Michael dan Gabriel hanya diam melihat obrolan itu karena mereka masih belum tahu apa-apa sedangkan Kami-sama terus menatap kearah Naruto saat merasakan ada perbedaan diantara Naruto dengan yang lain.

'Menarik, seseorang yang terpanggil namun tidak memiliki prana sama sekali.' batinnya.

Merlin kemudia menatap kearah Kami-sama. "Ngomong-ngomong kenapa anda memanggil kami semua, Kami-sana? Bukan bermaksud lancang tetapi anehnya saja kalau anda memanggil kami sebanyak ini."

"Aku memang memanggil kalian semua untuk meminta bantuan."

"Bantuan?" Arthuria menatap heran dengan kedua alisnya yang sedikit tertekuk. "Bantuan apa sehingga anda harus memanggil servant, Kami-sama."

"Bantuan untuk menghentikan peperangan ini." jawab Kami-sama.

"Perang?"

Kami-sama mengangguk. "Iya, saat ini sedang terjadi perang besar antar tiga fraksi dan perang ini sudah berlangsung selama ratusan tahun. Awalnya hanya Fraksi Iblis dan Malaikat Jatuh yang berperang namun akibat peperangan ini kedua Two Dragon Heavenly ikut bertarung tanpa memandang bulu. Kedua naga itu saling bertarung dan menghiraukan keberadaan kedua Fraksi."

"Sebelumnya aku meminta para anak-anakku untuk turun ke Underworld dengan maksud menghentikan peperangan. Namun justru perang semakin parah karena kami terseret dalam peperangan. Setelah tidak lama kemudian, akibat semua pertempuran itu sehingga memancing keberadaan Ketiga Dewa Naga dan menambah parah keadaan."

Semuanya terdiam saat mendengar penjelasan dari Kami-sama. Semuanya terfokus dalam pemikiran masing-masing. Naruto sendiri hanya terdiam karena dirinya akan menghadapai perang sekali lagi.

"Bukan hanya itu saja yang anda ingin beritahukan, Kami-sama." ucap Gilgamesh

"Iya, sebenarnya aku ingin kalian menyibukkan para pasukan iblis dan malaikat jatuh agar tidak mendekatiku ketika bertarung dengan ketiga Dewa Naga dan kedua Naga Surgawi itu."

Semuanya kembali terdiam saat mendengarnya. Karna pun segera maju selangkah dan menatap langsung kearah Kami-sama.

"Apa anda yakin bisa menang, Kami-sama?"

"Tentu saja, aku yakin bisa menghentikan kelima naga itu dan oleh sebab itu, bantulah kami semua ini dengan kekuatan kalian."

Mereka semua saling berpandangan saat mendengar permohonan Kami-sama. Tidak mereka sangka kalau sosok yang memanggil mereka ini memohon pada mereka semua.

"Baiklah, kami semua akan membantu anda, Kami-sama." ujar Karna setelah melihat anggukan yang lainnya kecuali Naruto yang masih memikirkan sesuatu.

"Terima kasih karena kalian ingin membantu."

"Tapi sebelum itu." Naruto menyela. "Kami ingin tahu informasi tentang kedua naga surgawi, ketiga dewa naga, fraksi iblis, malaikat jatuh dan juga malaikat."

Semuanya menoleh kearah Naruto dengan pandangan bertanya kecuali Gilgamesh dan Kami-sama. Melihat tatapan itu justru membuat Naruto heran.

"Kenapa? Apa ada yang salah dengan ucapanku?"

Ushiwakamaru menggeleng. "Tidak tapi apa untungnya kita memiliki informasi itu?"

"Asal kau tahu, Ushiwakamaru. Segala informasi itu sangatlah penting meski itu informasi kecil. Lagipula ada yang ingin aku ketahui." jelasnya. "Jadi, bagaimana Kami-sama? Apa aku boleh mengetahuinya?"

Kami-sama mengangguk dan tersenyum. "Tentu Naruto, tentu."

--Skip Time--

Dilapangan luas saat ini dihadiri oleh ribuan malaikat. Mereka semua tampak memakai armor yang indah. Diantara semua malaikat itu, sudah ada ke-14 servant yang dipanggil untuk membantu. Mereka semua masih memakai pakaian yang sama kecuali Gilgamesh yang telah memakai armor emasnya.

Tap! Tap! Tap!

Mereka semua menoleh kedepan dimana Kami-sama sedang berjalan sambil didampingi oleh Michael. Kami-sama melihat kearah semua malaikat dan diposisi paling depan sudah ada para servant yang ia panggil.

"Hari ini! Kita semua akan kembali turun ke Underworld! Kita akan mencoba untuk segera menghentikan peperangan yang sudah berlangsung ribuan tahun ini! Perang semakin memanas ketika kedua Naga Surgawi ikut bertempur dan memancing ketiga Dewa Naga untuk ikut bertarung! Meski kita berjumlah banyak namun itu belum cukup untuk menghentikan peperangan! Oleh karena itu aku telah memanggil servant yang akan membantu kita dalam perang!" Kami-sama berujar keras.

"Oleh karena itu, mereka semua akan ikut dan membantu kita dalam perang! Maka dari itu! Semuanya mari berperang bersama! Untuk menghentikan peperangan yang telah banyak merenggut korban!" lanjutnya.

"Uoooo!"

"Ayoooo!"

"Akan kami lakukan dengan sepenuh hati!"

Suara teriakan dari para malaikat terdengar sangat nyaring yang menandakan mereka semua sangat bersemangat. Para servant sendiri hanya diam.

"Tunggu apa lagi! Semuanya menuju Underworld!!" para malaikat segera mengibaskan sayap mereka semua dan yang tersisa hanyalah Kami-sama, Michael dan para servant.

"Michael, segera berangkat." pintanya.

"Baiklah ayah."

Sebuah lingkaran sihir berwarna putih dan berukuran besar langsung tercipta dibawah mereka semua. Sinar terang keluar dari lingkaran sihir itu sebelum menghilang dan meninggalkan suasana yang kembali menjadi sunyi.

--To Be Continued--

Note: Assalamualaikum wr. wb. semuanya!! akhirnya chapter 1 rilis juga setelah beberapa minggu yang lalu ane posting prolognya. Mungkin hanya chapter ini dulu ane posting karena sedang menulis untuk draf chapter 3.

Jadwalnya sendiri ane sudah atur, minimal sudah ada dua chapter baru ane update. Ane juga sedang sibuk untuk nulis draf cerita 'Black Roses' yang di Wattpad serta ane akan segera tulis draf chapter 7 untuk 'A New Dimension'. Jadi, tinggal ditunggu saja.

Mungkin itu saja, mohon maaf bila ada salah kata atau salah ucap, see you later~

-- Selasa, 23-Juni-2020 --

-- Pukul 17:53 --