Wajah wajah di sekeliling meja itu nampak tegang. Raut wajah yang hampir identik satu sama lain. Atmosfer berat memenuhi udara.

Enam orang di ruangan itu nampak berpikir, sesekali mata mereka mengerjap, memikirkan sesuatu.

"Sejak kepulangan kita dari Seisakoku bulan lalu, kita sudah berhasil mengetahui letak dua dari empat kotak itu. Aku tidak akan menggunakannya sebagai senjata. Aku ingin membuangnya ke tempat yang jauh. Menurutku, selama kuncinya ada pada kita, dan kita tidak menggunakannya, semuanya akan baik baik saja" Shibuya Yuuri, sang Maoh ke 27 angkat bicara setelah keheningan yang panjang.

Sudah sebulan lebih berlalu sejak petualangan mereka di Seisakoku, negeri yang telah mengisolasi diri dari hubungan diplomatik selama 2000 tahun, dan baru baru ini telah membuka hubungan diplomatik dengan Shinmakoku.

Meski awalnya hanya Gunter yang diutus sebagai perwakilan negara, namun kemudian Yuuri dan Wolfram diam diam menyusup ke kapal yang membawa mereka ikut ke Seisakoku.

Dan di situ lah justru awal dari segala petualangan yang menguras emosi dan fisik para pelakonnya. Masih ditambah dengan episode Yuuri tersesat bersama Gwendal dan Murata di sebuah penjara tahanan di Darco, karena sebuah kecelakaan kecil. Namun justru berhasil membawa Conrad, yang telah lama "hilang", kembali bersama mereka.

Di negeri bernama Seisakoku inilah, mereka menemukan salah satu kotak terlarang, Todou no Gouka. Setelah Murata menggunakan serpihan kayu kotak itu untuk pergi menyusul sahabatnya ke tempat itu, mereka kemudian justru menemukan wujud utuh kotak itu di sana, yang semestinya sudah pernah terbakar habis di Boston di tahun 1939, dan hanya tersisa serpihannya saja.

Sebelumnya, saat mereka berada di wilayah Shimaron, mereka pun telah berhasil menemukan salah satu kotak terlarang, Chi no Hate.

Kotak yang sempat memporak porandakan sebuah negara kecil yang dulunya masih dibawah kekuasaan Shimaron, Caloria.

Ini tentu mengejutkan, dan akhirnya setelah proses yang panjang, kotak kotak itu berhasil dibawa pergi. Dan sang raja memutuskan untuk memusnahkannya.

Sang raja bermaksud menghancurkannya, atau paling tidak menjauhkannya.

Gagasan ini tentu membuat yang mendengar terkejut, sekaligus bingung. Tidak menyangka raja mereka punya pikiran senekat itu.

Namun salah seorang diantara mereka tidak terlihat kaget, tapi justru gelisah. Tampaknya orang orang di ruangan itu tidak ada yang menyadari perubahan mukanya.

Wolfram terlihat gelisah, setelah Yuuri selesai dengan kalimatnya barusan.

Wolfram teringat dua benda yang dia lihat di sana, beberapa waktu lalu. Kotak kotak itu belum hancur ataupun jauh. Benda benda itu masih ada di sini.

Hanya dia yang boleh tahu rahasia kecil itu. Orang itu berhasil mengambil dua benda itu tanpa disadarinya, yang dipikirnya masih dimilikinya. Wolfram menggeleng perlahan, berusaha menghapus ingatan di malam itu.

"Tapi, apa itu tidak terlalu berisiko? Bagaimana kalau kotak kotak itu sampai jatuh ke tangan musuh? Saya rasa kita harus menyimpannya di sini" Gunter mencoba membujuk raja yang keras kepala itu. Percuma. Keputusannya sudah bulat.

"Masih ada dua lagi" Tiba tiba Murata buka suara. Semua beralih menatapnya.

"Masih ada dua lagi. Kaze no Owari dan Kagami no Minasoko. Dan kita belum tahu benda itu ada di mana. Meski kau ingin melenyapkan dua kotak yang kita dapat, potensi untuk kehancuran tentu masih ada"

Gwendal, Gunter, Conrad, Wolfram dan Yuuri tampak setuju. Kalimat itu memang masuk akal dan tidak berlebihan.

"Tapi aku tetap tidak mau ada yang memanfaatkannya sebagai senjata. Aku benci perang" Yuuri berkata serius. "Kotak kotak itu harus dihancurkan" Lanjutnya.

Senjata. Perang.

Murata diam diam mengingat sesuatu. Kata kata sahabatnya tadi persis seperti yang sosoknya dahulu pikirkan. Dunia tanpa perang.

Wolfram pun tampak memikirkan sesuatu. Wajahnya muram.

Tidak boleh. Cukup jalankan kamuflase ini. Kau tidak boleh mengatakannya.

Sebuah suara mengusiknya. Apakah itu memang suara hatinya, atau suara orang itu yang lagi lagi menggangunya.

Wolfram tidak tahu.

Bersambung

Chapter yang sangat singkat.

Seisakoku arc salah satu cerita paling seru dan paling saya suka.

Wolfram gelisah terus . Dia memang begitu sejak akhir novel volume 17.