Semua karakter milik masashi kishimoto
Tapi cerita ini milik saya
.
.
.
.
Sebenarnya ada hal lain yang membuatnya merasa tidak enak selain pelajaran yang membosankan saat di kelas. Sesuatu yang membuat bulu kuduknya merinding.
Ada sepasang mata yang selalu mengawasinya, Itu di mulai sejak hari pertama dia masuk akademi.
Naruto merasa dia selalu di awasi, setiap langkah yang dia ambil, setiap gerakan yang dia lakukan, semuanya tidak luput dari pengawasan, Inilah yang membuatnya agak waswas, bagaimana kau tidak takut, ketika dirimu tahu bahwa sedang di awasi, bahkan saat sedang tidak melakukan apa-apa.
Sebenarnya dia curiga ada kamera pengawas di kelas ini, tapi saat dia mencarinya itu tidak ada. Kalau begitu apakah ada orang luar yang menguntit dirinya, dan saat dia sendirian orang itu akan menikamnya dan membunuhnya.
Tidak, tidak, itu terlalu ekstrem. Lalu apakah itu sensei? Tidak, Iruka-sensei memang selalu memperhatikan muridnya tapi rasanya berbeda.
Lalu apakah itu adalah ulah salah satu teman sekelasnya? Jika benar, untuk apa? Jika sebagai contoh, menurutnya dirinya cukup pantas untuk dijadikan contoh.
Tapi kalau hanya sebagai contoh tidak harus sampai segitunya bukan?.
Lama-lama dia sudah terbiasa dengan ini, Naruto akan membiarkannya selama itu tidak membahayakannya.
Tapi sepertinya bukan hanya Naruto yang merasakannya, yang lain juga sama.
.
.
.
Hari ini Naruto berlatih seperti biasanya, kali ini dia ingin melatih kecepatan, kelincahan dan fleksibilitas tubuhnya. Jika dia ingin bergerak cepat maka dia juga harus memiliki ketepatan saat berhenti, atau pun saat ingin merubah arah secara tiba-tiba, dan lebih penting lagi kepekaannya terhadap keadaan sekitar.
Jika kamu hanya ingin bergerak cepat tanpa memikirkan segala aspek pendukung kecepatan maka, kamu tidak akan mengerti cepat yang sebenarnya. Itulah yang di katakan Tsunade padanya.
Naruto sangat mengingatnya, tapi tetap saja melakukan itu semua cukup sulit untuk anak seumurannya.
Dan beginilah akhirnya, dia terjatuh dari atas pohon menuju semak-semak yang ada di bawah. Dia terjatuh di sana, menghilang di balik gundukan semak-semak itu.
.
.
Naruto pikir dia akan jatuh di tempat yang empuk, tapi ternyata dia malah jatuh menembus gundukan rumput besar itu, dan berakhir menghantam tanah.
Naruto hanya meringis sakit sampai dia sadar sekelilingnya. Disini banyak barang-barang, apakah ini milik seseorang, dan juga tempat ini seperti sebuah gua kecil hanya saja ini terbuat dari tanaman.
Dia sedikit terkesima dengan ini, seseorang membuatnya dan menatanya dengan rapi, dan Naruto datang merusak ini, tidak ini tidak bisa disebut merusak, ini adalah ke tidak sengajaan yang menyebabkan kerusakan, tapi bukan kah ini namanya tetap merusak?
Sebelum yang punya datang, dia berniat ingin kabur, memang kelihatannya tidak bertanggung jawab tapi Naruto tidak ingin berurusan dengan orang lain, apa lagi berdasarkan apa yang dia lihat, tempat ini milik anak perempuan. Akan sangat merepotkan jika sampai ketahuan.
"Apa yang kau lakukan disini?"
Dan sepertinya dia sedang sial hari ini.
Itu Sakura teman sekelasnya mungkin? Dan sepertinya dia akan sangat marah padanya, tentu saja. "kau merusak istana ku!" Naruto pikir terlalu berlebihan menyebut ini sebagai istana, ini hanya gundukan semak besar yang di dalamnya kebetulan berongga, dan di tata olehnya.
"Aku minta maaf, aku tidak sengaja, aku terjatuh saat mencoba melompat ke pohon yang lain, sungguh!" dengan wajah penyesalan dan ketakutan? Naruto berusaha menjelaskan bahwa itu tadi kecelakaan, tapi apa yang dia terima, hannyalah tatapan tajam dari Sakura.
Naruto tau arti dari tatapan tajam itu. Itu seperti dia mengatakan bahwa dia tidak butuh penjelasan, dia tidak butuh alasan. Yang sakura butuh kan hannyalah tanggung jawab, bertanggung jawab atas masalah yang dia buat, tidak peduli itu sebuah ke tidak kesengajaan atau pun kecelakaan, sakura tidak mau tau yang Penting tanggung jawab.
"aku akan memperbaiki tempat ini, jadi tolong maafkan aku" mendengar itu emosi Sakura mulai sedikit menurun "ya itulah yang aku inginkan", tempat rahasianya kini berantakan, barang-barang miliknya memang tidak ada yang rusak tapi lubang di bagian atas itu cukup besar, lalu bagaimana anak ini akan memperbaikinya.
.
"Mau ke mana? Kamu jangan coba-coba kabur ya!" Sakura masih belum mempercayai Naruto, memang istananya sekarang sudah rapi, tempat ini sudah tidak berantakan, tapi lubang itu masih belum di perbaiki. Sakura pikir ini pasti sulit, dan jika hanya di tutup dengan ranting -ranting dedaunan dan juga rerumputan, itu tidak akan bertahan lama karena akan layu dan mengering.
Tapi sepertinya Naruto sudah memiliki solusi akan masalah itu "aku ingin mencari tumbuhan merambat, itu pasti bisa menutup lubang itu" ah itu dia! Sakura tahu tanaman merambat, itu bisa menempel pada pohon-pohon dan semak-semak seperti ini, dengan itu lubang ini bisa di tutup kembali.
" tunggu, aku ikut!".
Mereka berdua pergi masuk kedalam hutan dan sampai sekarang Sakura masih belum melihat adanya tanaman merambat. Sakura sebenarnya takut, saat ini mereka sedang berada cukup jauh di dalam hutan, dia takut ada hewan buas disini.
Meskipun Naruto bilang di hutan ini tidak ada hewan buasnya, tapi itu tidak menutup kemungkinan tetap ada. "Ah..! Itu dia!" Sakura berteriak senang, saat dia melihat ada tanaman merambat di sebuah pohon kecil tidak jauh dari tempat mereka.
Sakura langsung menuju ke sana dan berniat mengambilnya. Sebelum tangannya menyentuh tanaman itu, Naruto lebih dulu menariknya, itu mengagetkannya, sehingga dia hampir jatuh, untung saja Naruto masih menahannya.
Sakura sedikit kesal di tarik tiba-tiba seperti itu, sebelum dia mengungkapkan kekesalannya Naruto menutup mulut Sakura dengan tangannya "Tanaman itu beracun, lihat duri-duri itu" ya Sakura melihatnya duri-duri kecil yang cukup banyak, dan pasti sakit ketika itu menusuk kulitnya, dan terlebih itu beracun?.
Sakura menatapnya dengan bingung, seakan dia meminta penjelasan yang lebih banyak, dia terlihat begitu menggemaskan "Jika kau menyentuh daunnya, maka kamu akan merasakan gatal yang luar biasa dan luka bakar, jika kamu tertusuk durinya, maka akan menyebab kan kelumpuhan atau bahkan kematian" Sakura kaget mendengarnya, tidak dia sangka efeknya akan seburuk itu. Dan lagi pula, kenapa tumbuhan berbahaya seperti itu ada di sini.
"Terima kasih karena telah menjagaku" apa Naruto tidak salah dengar? Seseorang berterima kasih padanya dan menjaga? Dia hanya mencegah sebelum sesuatu yang buruk terjadi "apa maksudmu? Aku tidak mengerti, aku hanya tidak ingin ada masalah yang lain". Haah..? Apaan itu tadi? Naruto mengatakan itu dengan dinginnya, Apa itu sebuah pernyataan bahwa dia tidak butuh terima kasih darinya? Apa orang ini tidak tau arti terima kasih.
Mengabaikan hal itu Sakura kembali berjalan mengikuti Naruto. Sakura tidak menyangka ternyata selain hebat dalam bertarung Naruto juga memiliki pengetahuan banyak soal tumbuhan. Dari mana dia belajar? Sakura sedikit penasaran dengan itu.
Naruto berada cukup jauh di depannya dan dia sedang berhenti, apa Naruto sudah menemukan apa yang dia cari? Sakura cepat-cepat menyusul dan saat dia sampai Sakura tertegun.
Tempat ini indah, sangat indah itulah yang ada di pikirkan Sakura saat pertama kali melihat ini. Rumput halus yang hijau, bunga-bunga yang bermekaran, pohon-pohon kecil yang berbunga indah, air terjun yang indah, dan sungai jernih yang penuh gemerlap dan tentu saja tanaman yang mereka cari ada di seberang sana.
Sakura tidak menyangka ada tempat seindah ini di dalam hutan, apakah Naruto sudah lama mengetahui ini, Entahlah dia tidak tahu.
.
.
.
Ada satu hal yang ingin Naruto pastikan dan ini adalah waktunya. Dia ingin memastikan bahwa hal ini benar, perasaan yang mengganjal di hatinya selama ini.
Naruto mulai pergi dari tempatnya berdiri, menyeberangi sungai yang ada di sana. Dia melompat salto, menyebarkan chakra di telapak tangannya dan menggunakan satu tangannya sebagai tumpuan di sebuah batu sungai, kemudian mendorong tubuhnya hingga melayang ke atas dan bersalto selagi lagi, Naruto menjaga posisi kepala agar tetap di bawah, lalu saat masih di udara dia mengambil beberapa kunai dan melempar menuju buah-buahan yang ada di pohon dengan tepat sasaran, membalikkan badannya dan mendarat berdiri dengan sempurna.
"Kau melihatnya?" dia bertanya pada sakura yang ada di seberang sana, sepertinya Sakura sedikit kaget dengan apa yang di lakukan Naruto tadi. "Ya" itu pasti, karena tadi itu sangat hebat menurut Sakura, dan akan sangat sayang jika di lewatkan. "Kalau begitu cobalah seperti apa yang aku lakukan tadi" Naruto melempar beberapa kunai miliknya tepat di hadapan Sakura.
Naruto yakin jika anak akademi biasa tidak akan mampu Melakukan gerakan yang tadi dia lakukan, kau harus bisa mengontrol cakra mu dengan baik terlebih dahulu, memfokus kan aliran cakra di tangan mu agar tidak tergelincir saat bertumpu pada batuan sungai yang berlumut. Dan ini tidak di ajarkan di akademi.
Selain kontrol chakra, kamu juga harus punya keseimbangan yang bagus, dan konsentrasi yang baik saat melempar kunai agar tepat sasaran.
Tapi Naruto ingin mencari kebenaran bahwa Sakura berbeda. Jika dia benar, Sakura memperhatikan dirinya untuk belajar, tidak. Bukan hanya dirinya, tapi semua orang yang ada di sekitarnya.
Dan saat Sakura memulainya misteri telah terungkap.
Sakura mampu melakukannya dengan sempurna, persis seperti apa yang dia lakukan.
.
Dia melihat semuanya dan menjadikan miliknya.
.
.
"Aku bisa?"
"Waaaa.. Ternyata aku bisa!" dengan gembiranya dia berteriak, sepertinya dia terkejut bahwa dia bisa melakukan gerakan yang menurutnya sulit itu. Tapi yang paling kaget disini tentu saja Naruto.
Dugaannya selama ini benar. Perasaan yang dia rasakan saat di kelas dan saat dia bertemu sakura di hutan siang tadi sama. Dia tidak menyangka ada orang seperti ini. Tapi yang membuatnya terkejut bukan hanya itu.
Sakura bahkan tidak tau kelebihannya. Tapi apakah dia harus memberi tahunya? tidak. Itu tidak boleh, Sakura harus menyadari kelebihannya sendiri dan terus berkembang dengan usahanya sendiri. Dan yakin pada dirinya sendiri bahwa dia bisa. Naruto tidak menyangka ada orang seperti Sakura di dunia ini.
Setelah itu mereka melanjutkan tujuan mereka kesini. Mengambil tumbuhan merambat secukupnya dan membawanya kembali.
Sebenarnya Sakura ingin berlama-lama di sini, tapi Naruto tidak mau, dia bilang ini sudah sore. Mereka harus cepat kembali dan memperbaiki Istana Sakura.
.
Tanpa mereka sadari, mereka semakin dekat. Saling membuka diri masing-masing, saling menerima bahwa akan ada orang baru yang akan memasuki hidup mereka.
Sebuah pertemuan yang akan merubah cara padang satu sama lain.
.
Masalah sudah selesai. Saat matahari mulai tenggelam mereka pergi dari sana. mereka ingin segera pulang. Berjalan berdampingan, melewati padang rumput, melewati sungai yang mengalir indah. Seperti mereka yang mengalir menuju jalan hidup mereka masing-masing.
Rentetan kejadian menyenangkan hari ini sudah seperti ilusi saja bagi mereka.
.
Sakura pikir Naruto anak yang dingin, susah untuk di dekati dan tidak ingin berteman dengan siapa pun.
Naruto pikir Sakura itu anak yang sombong, suka pilih teman, tidak mudah di ajak bicara dan tidak sungguh-sungguh untuk menjadi ninja.
Tapi pikiran buruk mereka berdua tentang satu sama lain itu musnah hari ini.
.
Memang hal-hal kecil akan selalu mempengaruhi hidupmu. Hal sekecil apa pun bisa merubah padanganmu terhadap dunia. Begitu pula pada orang lain. Sekali saja kamu memandang orang lain dengan buruk dan menilainya sebagai orang yang tidak baik maka hal itu akan terus menempel pada pikiranmu. Padalah kamu sendiri belum mengenal orang itu dan kamu hanya mendengar keburukannya dari orang lain. Tapi saat kamu menerima kebaikan dari nya, maka kamu akan bertanya pada diri mu sendiri. Apakah pemikiranku tentangnya selama ini salah? Dan kamu mulai merubah pemikiranmu tentangnya, pikiran burukmu akan menghilang dengan sendirinya saat kamu lebih mengenalnya.
Jadi jangan lewatkan hal buruk dan hal baik sekecil apa pun. Setiap orang memiliki keduanya.
.
.
.
.
.
.
.
Haruno Sakura, itulah namanya. Dia berharap saat dia besar nanti, dia bisa menjadi kunoichi yang serba bisa. Seorang kunoichi yang selalu bisa diandalkan.
Itu adalah mimpinya, oleh sebab itulah dia selalu berusaha keras. Berusaha sekeras mungkin untuk menghilangkan kekurangannya.
Orang lain melihatnya bagus dalam segala hal, tapi baginya tidak seperti itu, dia sadar di mana kelemahannya, dia sadar di mana kekurangannya.
Kekuatan fisiknya masih kurang, kepercayaan dirinya masih kurang. Sakura berusaha menutupi semua itu, dengan caranya sendiri.
Menurutnya kekuatan fisik masih bisa di latih, tapi kepercayaan diri? Itu tergantung lingkungan sekitar mu. Jika lingkungan mu mendukung, orang-orang di sekitar mu mendukung, maka kepercayaan dirimu juga akan lebih mudah di dapatkan.
Lalu bagaimana lingkungan nya?. Dia mempunyai beberapa teman sekelas yang cukup menginspirasi, contohnya saja Ino, dia bisa di jadikan contoh bagaimana menjadi orang mudah bergaul,penuh percaya diri, mampu menarik teman-temannya untuk mengikutinya, itu adalah sifat sosok pemimpin bagi Sakura.
Ada juga Sasuke yang selalu tenang dalam kondisi apa pun, mampu mengontrol emosinya dengan baik, tidak mudah terpengaruh oleh lawan, dan selalu menganalisis musuh dengan cepat, seseorang yang selalu berpikir dengan cepat.
Lalu Naruto. Sakura tidak tau banyak tentang anak ini karena dia terlihat selalu sendiri. Dari apa yang dia lihat selama ini, Naruto itu adalah orang yang selalu waspada dengan keadaan sekitar, entah apa yang dia waspadai Sakura tidak tahu. Naruto juga memiliki respon yang sangat cepat dan gerakan yang sangat bagus, itu patut untuk di tiru bagi Sakura
Memang saat di dalam kelas Naruto terlihat sama sekali tidak ada niatan untuk belajar, tapi saat di luar kelas, praktek dan latih tanding Naruto membuktikan bahwa dirinya juga berada di puncak. Itu membuat Sakura yakin bahwa Naruto belajar dan berlatih keras di luar pelajaran akademi.
Memiliki teman sekelas yang hebat dan tinggal di lingkungan yang bagus adalah ke untungan yang luar biasa baginya. Dia benar-benar memanfaatkan semuanya.
Belajar memperhatikan keadaan sekitar, belajar memperhatikan setiap gerak-gerik yang ada di sekeliling mu, maka konsentrasi dan fokus mu akan terus terlatih.
Selain itu dia juga bisa mempelajari banyak hal dari orang lain, setiap langkah yang orang lain lakukan, setiap gerakan yang orang lain lakukan, dia memperhatikannya.
Terus memperhatikannya sampai itu meresap dalam dirinya, mengelola di dalam pikirannya dan mempelajarinya. Menjadikan itu miliknya.
Oleh sebab itulah dia sangat senang memperhatikan orang-orang kuat. Dengan memperhatikan semuanya seolah-olah dia sedang melihat dunia, dunia yang bukan miliknya dan akan segera menjadi miliknya.
Dengan cara memperhatikan orang lain dia akan berkembang. Menjadikan orang-orang di sekitarnya sebagai guru. Dia hanya perlu melihat bagaimana orang lain melakukannya dan mempelajari nya.
Seperti itulah cara dia belajar.
