Semua karakter milik masashi kishimoto

Tapi cerita ini milik saya

..

..

..

..

.

Hari ini terasa menenangkan sekali. Hembusan angin membelai tubuhnya, memanjakan dirinya dengan kesejukan yang dia rasakan. Suara burung yang mendamaikan hati, suasana tenang yang menyegarkan pikiran.

Dia memang suka keramaian, dia senang saat bersama teman-temannya. Tapi walaupun begitu dia juga butuh ketenangan.

Setiap hari dia selalu latihan, berlatih sekeras mungkin sampai dia tidak bisa berdiri lagi, sampai dia melebihi batasannya sendiri. berusaha lebih keras dari orang lain, dan mendapatkan kekuatan melebihi apa yang dimiliki orang lain.

Dan dia mungkin sudah hampir setengah perjalanan agar mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia sadar bahwa dia memiliki potensi yang luar biasa. Oleh sebab itulah dia berusaha keras untuk mengeluarkan apa yang dia punya.

Ayah, Ibu dan klannya memang tidak menuntut agar dirinya menjadi ninja yang kuat. Mereka bilang, asalkan dirinya bisa melindungi keluarga dan teman-temannya itu berarti dia sudah menjadi ninja yang kuat.

Tapi dirinya ingin lebih dari itu. Maka jadilah dia yang sekarang. Jika saja dia ingin menyombongkan diri, dia bisa saja menunjukkan semua yang dia punya. Kalau dia ingin, dia bisa lulus dari akademi lebih dulu dari yang lain.

Tapi karena ini adalah dirinya maka hal itu tidak akan terjadi. Dia bersyukur orang tuanya mendidik nya dengan baik, dia bersyukur memiliki teman-teman yang baik, dia bersyukur berada di lingkungan yang baik.

Ino menunjukkan apa yang harus dia i tunjukkan, menyembunyikan apa yang harus dia sembunyikan.

Sehingga kepribadiannya terbentuk dengan baik. Dia orang yang ramah, dia mudah bergaul, dia suka membantu orang lain tidak peduli apakah dia mengenalnya atau tidak. Dia tidak pernah berpikiran buruk pada orang lain.

Misalnya saja pada anak yang ada di depannya saat ini. Dia tau semua orang di desa memperlakukannya tidak baik. Orang-orang dewasa melarang anak mereka untuk bermain bersamanya.

Saat anak itu lewat, orang-orang selalu menatap tajam padanya, mengatakan hal-hal buruk, yang seharusnya tidak di dengar oleh anak kecil.

Sampai saat dia tidak melihat anak itu lagi, apakah ada yang mencelakai anak itu sampai dia terluka parah, sehingga tidak terlihat lagi berkeliaran di desa.

Tapi ternyata pemikiran buruk nya salah, dia mendapatkan berita, walaupun ini juga berita buruk.

Anak itu tidak memiliki orang tua, jadi selama ini dia tinggal di panti asuhan konoha. Dua minggu lalu tepat hari kelahirannya. Anak itu berulang tahun hari itu, usianya sekarang lima tahun.

Ino pikir setiap anak pasti menginginkan hadiah ulang tahun yang bagus, begitu pula anak itu, dia juga pasti mengharapkannya. Tapi apa yang anak itu terima, dia di usir dari panti asuhan tepat di hari ulang tahun nya.

Dengan alasan anak-anak yang lain takut pada anak itu, mereka tega mengusirnya. Padahal itu hanyalah pelampiasan rasa benci mereka. Tidak memikirkan perasaan seorang anak kecil yang mereka pandang rendah.

Pihak panti asuhan mengirim pesan pada tuan hokage bahwa anak itu kabur dari panti asuhan. Tentu saja itu adalah kebohongan.

Awal nya tuan hokage percaya akan hal itu. Tetapi tuan hokage mungkin merasa janggal dengan hal ini, lalu dia mengirimkan anbu untuk menyelidikinya. ternyata itu hanyalah sebuah kebohongan.

Mengetahui dirinya telah di tipu, tuan hokage marah besar, dia memecat seluruh pengurus panti asuhan dan mengganti nya dengan pengurus baru.

Lalu tuan hokage memerintahkan anbunya untuk mencari anak itu. Setelah melakukan pencarian selama dua minggu, mereka tidak menemukannya.

Tapi tidak lama kemudian, tuan hokage mendapatkan sebuah surat dari anak muridnya dulu, isinya "jangan khawatir, aku akan menjaganya".

Meskipun hanya satu kalimat, tapi itu cukup untuk menenangkan hati nya yang gelisah selama ini.

Setidaknya itulah yang dia tahu, sampai anak itu kembali lagi, setelah empat tahun meninggalkan konoha, dia kembali lagi ke tempat asalnya.

Ino pikir anak itu tidak akan mau menginjak kan kaki lagi di desa ini, setelah apa yang telah dia terima dari orang-orang desa.

Dia cukup kagum dengan anak itu, setelah empat tahun tidak melihatnya. Dia merasa anak itu sudah berbeda. Dari bocah ingusan yang tidak tahu apa-apa menjadi seorang anak yang berti kuat.

Anak itu dewasa sebelum waktunya.

.

.

.

.

Seperti biasa, setelah kegiatan akademi selesai dia akan menghabiskan waktunya di hutan. Dia ingin melanjutkan latihannya.

Tapi saat dia melewati padang rumput kecil yang ada di tengah hutan dia melihat seseorang di sana. Gadis itu ada disana, duduk bersandar pada satu-waktunya pohon yang ada di sana.

Naruto memang sudah beberapa kali melihat gadis itu di hutan ini. Dan dia selalu melihat nya saat sedang latihan sendirian.

Tapi kali ini gadis itu hanya diam, duduk bersandar pada sebuah pohon memejamkan matanya. Sepertinya dia sedang santai menikmati suasana hari ini.

Suasana hari ini memang sangat nyaman, matahari cerah namun tidak terasa panas. Justru terasa sejuk, mungkin karena angin yang berhembus dengan lembutnya, dan tempat ini berada di tengah hutan, makanya tidak terasa panas sama sekali.

Naruto setuju, sauna seperti ini sangat nyaman untuk bersantai dan bermalas-malasan, tapi dia tidak boleh melakukannya, dia harus latihan kalau malas sedikit saja, rasa malas itu akan terus membesar, sampai kau tidak ingin latihan lagi dan lebih memilih bermalas-malasan.

Itu tidak boleh terjadi. Cukup lama dia berdiri disana, gadis itu juga tidak menunjukkan pergerakan yang banyak, dia hanya menyatukan kedua jari tangannya, Naruto pikir gadis itu ingin melatih konsentrasinya.

Dia memutuskan pergi dari sana, melanjutkan tujuannya ke hutan ini. Tapi saat dia ingin berbalik, tubuh nya malah berjalan maju, berjalan menuju gadis itu berada.

Dia tidak bisa mengontrol tubuh nya, apa-apaan ini?. Apa tubuhnya sedang kerasukan hantu, sehingga dia tidak bisa mengendalikan tubuh nya.

Dia terus berjalan, sampai berhenti tepat di hadapan gadis itu. Saat gadis itu membuka matanya, saat itu juga dia mendapatkan kembali kendali tubuhnya.

"Tidak baik mengintip seorang gadis yang sedang tidur"

Naruto masih bingung dengan apa yang terjadi, dia merasa tidak asing dengan hal barusan. Ah dia ingat, Ya ini seperti waktu itu, saat latih tanding dia juga merasakan hal yang sama, tidak juga merasakan kalau tubuhnya bergerak dan berbicara sendiri, memilih acak dengan berakhir perempuan sebagai lawannya.

Menghiraukan perkataan Ino, Naruto tiba-tiba mengarahkan telunjuknya pada Ino.

"Aaaahh...! jadi kau yang melakukannya waktu itu!" Ino hanya tertawa, ketika dia mengerti apa yang di maksud oleh Naruto, ternyata anak ini punya analisa yang bagus.

Naruto tau, kalau Ino berasal dari klan yamanaka klan pengguna jutsu sintenshin dan bukan hal aneh kalau Ino bisa menggunakan nya.

Tapi setau Naruto, saat menggunakan jutsu itu pengguna harus benar-benar berhadapan dengan targetnya, kalau tidak, jiwa pengguna bisa saja tersesat dan tidak bisa kembali ke tubuh aslinya.

Tapi tadi Naruto tidak sedang berada di hadapan Ino dan waktu itu pun juga sama. Lalu bagaimana bisa dia terkena jutsu itu.

"Tidak usah memikirkannya, kau tidak akan mengerti" seakan Ino mengerti apa yang dia pikirkan, Naruto menurunkan tangannya.

"Kau orang yang menyeramkan" Naruto mengatakan itu pada Ino dengan wajah ketakutan, habis nya orang di depannya ini baru saja menantang hukum alam dan perninjutsuan.

Mengabaikan perkataan Naruto padanya, Ino kembali menutup matanya, kembali menikmati sauna yang menenangkan ini.

"Dari pada kamu berdiri di sana, dan terus menatapku seperti itu, lebih baik kamu duduk di sebelah ku"

Ino paham, Naruto sedang bingung sekarang dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak tahu apa yang ingin di katakan, mungkin anak itu tidak terbiasa dengan situasi seperti ini. Atau bahkan dia sedang merasa takut padanya?.

"Tidak, aku kesini ingin berlatih" mendengar itu, Ino membuka matanya, apa yang ada di pikiran bocah ini hanya berlatih dan berlatih.

Ino tau, kalau Naruto setiap hari datang ke hutan ini untuk berlatih, tapi latihan juga ada batasnya, "kamu terlalu banyak berlatih, bersantailah sedikit, temani aku disini". Teman.. Apa Ino menganggap nya seperti itu. Ino sepertinya benar-benar tahu cara menarik perhatiannya.

Sekuat apa pun pendirian Naruto bahwa, hari ini dia akan berlatih, tapi mendengar kata teman dari Ino saja sudah membuat Naruto goyah, tanpa basa basi dia langsung menuruti perkataan Ino, Naruto langsung duduk di sebelah Ino, menyandarkan tubuhnya pada pohon.

Memejamkan matanya, berusaha menikmati suasana hutan yang tenang dan damai. Entah kemana dia merasa tidak masalah dengan ini.

"Kamu pasti lelah bukan?" dia menoleh pada Ino, Naruto hanya menganggukkan kepala, kegiatan akademi dan latihan yang dia jalani memang membuatnya lelah, sepertinya bersantai sedikit memang tidak ada salahnya.

"Bukan lelah itu yang aku maksud" sepertinya Ino mengatakan sesuatu yang cukup mengganggunya. Dia memiliki firasat buruk tentang ini.

"Tubuh mu memang kelelahan, tapi jiwa dan pikiran mu lebih dari itu"

Ino masih memejamkan matanya, dia tahu Naruto saat ini sedang menoleh padanya, memandanginya dengan seksama, Ino hanya ingin tau.

Naruto tau kemana arah pembicaraan ini, pikirannya mengatakan bahwa dia harus segera pergi, tapi hatinya ingin dia tetap disini, mendengarkan setiap kalimat yang Keluar dari mulut Ino.

Ino membuka matanya, memandangi Naruto, memberikan tatapan lembut padanya, berusaha membuat Naruto nyaman.

"Semua orang menjauhi mu.. semua orang menatap mu dengan tajam, semua orang melakukan hal buruk padamu, semua orang mengatakan hal buruk padamu"

"Jiwa kecilmu sudah terlalu banyak menderita"

Ino akhirnya mengatakan nya, dia akhirnya mendapatkan kesempatan. Saat pertama kali dia masuk ke dalam tubuh Naruto, dia merasakannya, perasaan yang sangat menyakitkan.

Sebuah penderitaan yang seharusnya tidak di rasakan oleh anak kecil, sebuah perlakuan yang seharusnya tidak di terima oleh seorang anak kecil.

Perasaan itu mengalir begitu saja padanya, begitu menyesakkan, dan menyakitkan. Jiwanya langsung merasakan hantaman kesedihan, begitu berat, kesedihan yang teramat sangat kuat.

dia hampir menangis saat itu.

Andai waktu itu dia tidak sedang berada di akademi, mungkin tangisannya pecah saat itu juga.

"memangnya apa salah ku, aku tidak pernah melakukan hal jahat pada kalian, tapi kenapa kalian melakukan ini padaku, itu yang ingin kamu katakan bukan? Tapi kamu tau, bahwa tidak akan ada orang yang mau mendengarkan mu, jadi kamu tidak pernah mengatakannya"

"kamu memendam itu semua sendirian, berusaha menahan semua perasaan menakutkan di dalan diri mu"

Naruto menundukkan kepalanya dalam diam. Entah kenapa dia hanya menerima nya. Biasanya jika ada orang yang mengungkit-ungkit masalah nya, dia akan langsung pergi menjauhi orang itu.

Tapi kali ini, Naruto ingin menghadapinya, sebuah cerita menyedihkan, yang ending nya belum dia ketahui, dia ingin mendengarkannya, dari orang di sampingnya.

membiarkan Ino membuka luka di hatinya. Luka yang sudah mulai dia lupakan.

"Mungkin kamu tidak pernah menangis, atau kamu yang mencoba agar tidak menangis. mengatakan pada diri sendiri, aku bisa melalui ini, aku tidak butuh mereka untuk hidup, Tapi keteguhan hati itu hancur juga"

Ino mengatakan semuanya dengan pelan, dan selembut mungkin, berusaha membuatnya nyaman, agar Naruto tidak lari darinya.

Dan menganggap nya orang yang sok tahu. Meskipun Ino tau membuka kenangan buruk orang lain itu tidak baik, tapi dia akan tetap melanjutkan ini.

"Pada saat semuanya semakin memburuk, kamu sendirian berjalan di kegelapan malam, raga mu lelah, jiwa mu lelah, perut mu lapar, kamu ingin membeli makanan tapi kamu tidak punya uang, sekalipun punya, kamu tahu bahwa tidak ada orang yang mau menjual makanan nya padamu".

Dia berusaha untuk tetap kuat, saat dia tidak di beri makan oleh pihak panti asuhan, dan berakhir di usir dari panti asuhan.

Perasaannya benar-benar hancur waktu itu. Setiap kali Naruto mengingatnya, dada nya sesak, air mata nya selalu ingin keluar.

"Kamu hanya memandangi sebuah kedai makan, berharap bisa merasakan apa yang di makan oleh orang disana, saat pemilik kedai itu melihat mu, kamu pikir dia akan mengusir mu tapi ternyata, dia malah memberikan makanan gratis pada mu"

Naruto mengingat nya, saat dia pertama kali mengenal paman teuchi dan kak ayame. Itu adalah makanan pertama dia dapat kan dari penduduk desa.

"Kamu memakan ramen pertama mu dengan lahap, sampai-sampai kamu tidak sadar, kalau air mata mu, telah bercampur dengan kuah ramen itu"

Naruto tahu. Itu adalah kenangan yang sangat berarti bagi nya. Itu adalah hal pertama yang membuatnya tetap percaya, bahwa masih ada orang baik disini, masih ada orang yang peduli padanya.

Itu adalah kebaikan pertama yang dia rasakan dari orang lain.

"Saat kamu pergi dari sana, itu adalah senyuman pertama yang kamu dapat kan"

Dan senyuman tulus yang pertama kali dia dapatkan.

"kamu terus berjalan, sampai kamu tidak sadar bahwa kamu sudah berjalan keluar dari desa"

Itu benar, Naruto tidak bermaksud ingin pergi dari desa waktu itu, dia hanya tidak tahu harus kemana, oleh sebab itulah dia terus berjalan.

"Saat kamu sadar, kamu tidak tahu ada dimana, tenaga mu sudah habis, perut mu lapar, tapi kamu tetap mamaksakan diri untuk terus berjalan, sampai kamu kehilangan kesadaran mu"

Naruto merasa mau mati waktu itu, dia tidak tau sudah berapa lama dia berjalan, terlebih lagi dia tidak menemukan apa pun untuk di makan. Air matanya mulai menetes satu persatu, mengingat pengalaman buruk yang pernah dia lalui itu sangat berat.

"Tapi kamu beruntung, perjalanan mu yang panjang telah membawa mu ke jalan yang benar"

Saat itu, Dia merasa sebagai orang yang paling beruntung di dunia, itu adalah awal pertemuannya dengan Tsunade, itu adalah kebaikan pertama yang pernah dia dapatkan dari orang luar desa.

"Dan saat kamu kembali, kamu berharap orang-orang desa berubah, tapi ternyata tidak"

Harapan itu memang ada, dan masih ada sampai sekarang. Itu harapan yang tidak akan pernah hilang.

"Pada akhirnya kamu mulai menerimanya, berusaha membuktikan bahwa kamu tidak seperti yang mereka katakan, dan suatu saat nanti kamu ingin mereka menerima mu"

Ya.. dia mengerti, Oleh sebab itulah dia berusaha keras, berlatih keras, berusaha menjadi nomor satu, agar semua orang melihatnya, agar semua orang mengakuinya, agar semua orang merasa membutuhkan dirinya, untuk itulah dia ingin menjadi hokage. Membuktikan bahwa dia tidak seperti yang mereka katakan.

"Tapi kamu harus tahu Naruto, mereka hanya terjebak oleh kenangan masa lalu, mereka memang salah tapi tidak benar-benar salah"

Mungkin Naruto belum mengetahuinya, alasan kenapa warga desa membencinya. Dan Ino ingin Naruto tahu bahwa warga desa salah sasaran. Mereka hanya tidak mengerti.

"Tapi tenang saja, aku tidak melihat mu seperti itu, begitu juga dengan yang lainnya, teman-teman mu di akademi"

Apa benar seperti itu, apa mereka menganggap dirinya teman, selama ini dia hanya dekat dengan Shikamaru dan chouji, dan beberapa kali bicara dengan Sasuke, juga baru-baru ini dia mulai dekat dengan Sakura.

Sedangkan yang lain dia tidak tahu, mereka seperti tidak mau mendekati dirinya bahkan Ino sekalipun. Naruto pikir mereka sama saja, lalu apa alasan Ino mengatakan itu.

Atau jangan-jangan, dia yang salah, dia lah yang selama ini menjaga jarak dengan mereka, berusaha menjauhi mereka.

Sehingga teman sekelasnya menganggap nya tidak mau berteman dengan mereka. Menganggap nya sebagai anak penyendiri, padahal dialah yang menciptakan persepsi tidak baik tentang dirinya, Betapa bodohnya dia saat menyadari itu.

"Kamu benar, kerena sebentar lagi kita akan menjadi genin, dan pasti jarang bertemu, maka mulai sekarang, cobalah untuk terbuka dengan yang lain, buat kenangan yang indah selagi mereka masih ada"

"kamu tidak perlu khawatir, mereka tidak akan menyakitimu"

Benar, teman sekelas nya tidak pernah mengatakan hal buruk padanya, mungkin benar mereka pernah mengejek nya, tapi itu hanyalah ejekan biasa, ejekan anak-anak untuk bercanda.

Dia akan mencobanya.

Naruto mengangkat wajahnya, matanya sudah sembab dari tadi, dia menatap Ino dalam-dalam. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak boleh cengeng, dia tidak boleh menangis, hatinya kuat.

"lepaskan saja, hilangkan semua beban mu selama ini, kamu tidak perlu menahannya, aku disini ada untuk mu"

Tapi di hadapan gadis ini, di hadapan Ino, seseorang yang seperti nya tahu segala hal yang dia pikirkan. bendungan yang telah lama dia bangun, keteguhan yang telah dia bangun, semua itu runtuh seketika.

Tangisan seorang anak kecil yang sudah tertahan beberapa tahun akhirnya pecah juga. Mengeluarkan air mata yang telah menanggung beban penderitaannya selama ini. Mengeluarkan suara pilu. tangisan seorang anak yang telah merasakan betapa pahit nya dunia ini.

"Aku telah melihat semuanya dalam dirimu"

.

.

.

.

Mereka Hanya lah beberapa anak yang memiliki jiwa yang kuat, mereka hanya lah anak-anak yang di beri anugerah oleh Tuhan. Mencoba memahami dunianya masing-masing, mencoba mengerti bagaimana hidup sebenarnya di dunia ini, berusaha agar menjadi pribadi yang mandiri, mereka hanya ingin hidup mereka lebih berarti.

.

.

.

.

.

Saat kamu menganggap bahwa dunia ini kejam, dunia ini tidak adil, tidak ada satu pun orang baik di dunia ini. Dan kamu berharap lebih baik tidak pernah dilahirkan sama sekali.

Kamu mulai membenci diri mu, membenci orang-orang di sekitar mu. Bahkan kamu dengan berani nya menantang tuhan, apakah tuhan tidak bisa menciptakan dunia yang indah. Jika tuhan mendengarnya, apakah dia mau menciptakan dunia Tanpa keburukan.

Saat keputus asaan menghampiri mu. Kamu hanya berharap orang lain mau mengasihani mu. Menunjukkan bahwa kebaikan masih ada di dunia ini.

Menyadarkan mu bahwa, dari awal dunia yang telah di ciptakan tuhan memang tidak ada keburukan.

Tapi manusia lah yang menciptakannya. Sekarang kamu mengerti, tuhan sudah menciptakan dunia ini sebaik-baik nya.

Hanya saja manusia menumbuhkan sesuatu yang seharusnya tidak ada, dendam, iri hati, keserakahan, dan kebencian.

Itu semua seharusnya tidak ada.

Jika sebelumnya semua itu tidak ada, itu berarti hal itu bisa di hilangkan. Lalu apakah kamu bisa menghapus semua itu.

Jika kamu ingin merubah orang lain menuju jalan yang lebih baik. Maka, kamu harus merubah dirimu terlebih dahulu.

Ino yamanaka.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Aku telah merubah summary, aku pikir itu lebih cocok, dan kesalahan kata pada chapter 1, 2, dan 3 sudah ku perbaiki, semoga tidak ada yang terlewat. Dan chapter ini juga sudah ku survei, semoga tidak ada kesalahan kata, tapi kalau ada aku minta maaf.

Masa cuti site ku sudah habis jadi mungkin update nya akan lebih lama, atau bahkan bisa sampai cuti site selanjutnya.

Tolong katakan bagaimana pendapat kalian tentang cerita inj, aku ingin tau

Berharap ada yang menunggu untuk update.