CAPBLOODS
RATE : T
PAIRING : X
DISCLAIMER : Naruto milik Masashi Kishimoto, sedangkan cerita ini milik saya, dan saya sudah ijin kok ke Pak Masashinya..
GENRE : Romance
WARNING : ide pasaran, abal abal, gaje, (miss) typo,OOC dan masih banyak lagi... (-.-)
SUMMARY : berawal dari sebuah taruhan bodoh saudara kembarnya, Naruto yang dikenal sebagai Ryu n harus membuka penyamarannya di depan publik, Naruto yang dikenal sebagai anggota band terkenal, tapi jika disekolah merupakan gadis pendiam dan dandanannya paling culun harus membuka penyamarannya yang berupa gadis tampilan nya super bodoh, di depan semua orang sekolahnya kini berubah menjadi gadis yang super../ "dasar kau bodoh! Untuk apa menerima taruhan semacam itu?"/ "kau yakin Sasuke?". 'SasuFemNaru
Nah ini adalah chapter 2, maaf chapter 1 nya ke hapus, jadi sekarang aku publish bareng ama chapter 2.. dan makasih udah mau baca, buat yang dulu riview Capbloods 1 aku minta maaf nggak bisa bales, karena kehapus dan aku lupa siapa aja yang riview,oke deh segitu aja... aah satu lagi, kalo Narutonya sudah ada di sekolah, maka otomatis namanya akan di rubah menjadi Ryu, itu berlaku sampai jati diri Naruto yang asli terbongkar. Oke ;)
Let's check ki dot...
Chapter 2
Sore ini di kediaman Namikaze tidak seperti biasanya, biasanya sih memang ramai karena suara nyanyian dan musik Sasori dan Naruto. Tapi kini ramai bukan karena musik.
"DASAR KAU BODOH! UNTUK APA MEMBUAT TARUHAN SEMACAM ITU HAH!?" yak, rumah ini ramai karena teriakan teriakan Naruto yang menggelegar, seperti yang kalian duga, semua anggota laki laki Capwave sedang disidang oleh sang vokalis di ruang tamu di rumah Namikaze.
"kau tidak berpikir apa, kita tanggal 10 oktober mendatang akan ada konser di Hokaido, lalu lusanya di Nagasaki. KAU INGAT!?" kini Naruto nafasnya pun terengah engah setelah berteriak cukup keras. Yang di teriaki pun hanya melirik sebentar, ya siapa lagi kalau bukan Sasori. Sedangkan Hidan dan Deidara sedang mencoba mendinginkan amukan dari Naruto itu. melihat tingkah laku Sasori, membuat Naruto bertambah geram, tapi sebelum Naruto melanjutkan kata katanya, Sasori sudah menyelanya lebih dulu. "kau pikir aku lupa kalau tanggal 10 minggu ini kita akan ada konser di Hokaido, dan kau pikir aku juga lupa kalau lusanya kita akan konser di Nagasaki, salah kau benar benar salah Naruto" kata Sasori datar. Tanpa menunjukan ekspresi apapun, bahkan tatapannya pun sangat dingin.
Naruto melihat tatapan itu pun langsung merendahkan volume suaranya "lalu kenapa kau tetap membuat taruhan bodoh itu?" tanya Naruto pelan. Hidan dan Deidara yang sudah melihat Naruto tidak mengamuk lagi kini melepaskan genggaman tangan mereka di bahu Naruto. "kami lelah Naruto" kata Sasori ambigu.
"maksudmu apa?" tanya Naruto bingung. Sasori pun segera berdiri tepat di hadapan Naruto, lalu sedikit membungkuk untuk menyetarakan tingginya dengan adik perempuannya itu. "kau pikir kami tidak lelah, menyembunyikanmu dari seluruh publik, membuat kebohongan untuk membantumu melarikan diri dari konser, kau tidak memikirnkan perasaan bagaimana fans mu yang tergila gila itu ingin kau pedulikan walau hanya semenit saja, setidaknya layani mereka jika mereka ingin meminta tanda tanganmu itu, dan tersenyumlah, tampilkan matamu itu di depan publik. Kau tau aku, Hidan, Deidara, Kakashi dan semuanya lelah menyembunyikanmu. Jika kau selalu sembunyi seperti ini untuk apa kau jadi artis HAH?!".
DEG
Naruto pun bungkam, dia tidak pernah di bentak oleh Sasori seperti ini. Dalam hati Naruto bertanya tanya 'apakah benar yang di katakan Saso-nii? Apakah memang lelah membuat kebohongan? Apa sulit membuat kebohongan? Apa lelah dikejar media terus?' dan bla..bla..bla. pertanyaan seperti itulah yang terus berputar di otak Naruto. Tapi pikiran itu pun buyar setelah suara Sasori mengistrupsi pikirannya lagi. "jadi, untuk kali ini, aku minta kau agar tidak mencoba lari dari masalahmu! Ingat jika kita kalah maka kau akan menjadi budaknya selama sebulan! Lalu.." dengan sengaja Sasori menggantungkan kalimatnya, membuat Naruto dan yang lainnya pun penasaran
"lalu apa?" tanya Naruto penasaran. Sasori pun menyeringai kecil dan berbisik tepat di telinga Naruto "kenapa kau tadi membungkuk sedalam itu untuk meminta maaf ke Uchiha itu heh?". Seketika wajah Naruto pun langsung merah padam, dan langsung mendorong kakakknya itu untuk menjauh. "a-aku hanya ingin minta maaf, apa itu salah?" jawab Naruto dengan kikuk, membuat 2 orang lain yang dari tadi diam pun saling bertatapan bingung dan tatapan itu mengatakan mereka-membicarakan-apa?. "ooh benarkah?" tanya Sasori sambil menyeringai, dan bersedekap. Ooh sepertinya sifat jahil dari Namikaze Sasori pun keluar lagi. "benar, aku hanya ingin minta maaf kepadanya!" kini Naruto menambahkan satu oktaf di suaranya. Sasori pun hanya menyeringai kecil dan mengangkat bahu "lalu kenapa kau harus membungkuk sedalam itu heh? Biasanya kau hanya membungkuk sedikit dan mengucapkan maaf sekali lalu langsung pergi ke kamar, padahal itu ke keluargamu sendiri lho~" kini keringat dingin mengalir di pelipis Naruto. Sedangkan dua anggota lain dari Capwave pun akhirnya mengerti percakapan mereka. Ini-masalah-Sasuke. Batin mereka bebarengan sambil mengangguk angguk mengerti.
"ehm, itu.. anu AH YA!" kini Naruto pun mendapat ide cemerlang untuk lari dari pertanyaan menjebak kembarannya itu. "lalu masalah konser di Hokaido dan Nagasaki bagaimana? Bukankah ganti ruginya cukup besar untuk membatalkan konser itu?" kini Naruto balik tanya. Sasori hanya mengernyitkan alis, tahu kalau kembarannya ini berusaha lari dari pertanyaan nya yang menjebak itu, dia pun hanya mengangkat bahu cuek, lalu mengedikan dagu nya ke Hidan dan Deidara. "ooh masalah itu serahkan saja kepada mereka".
Hidan dan Deidara pun tersenyum misterius, membuat Naruto curiga akan senyuman itu. "ooh tenang saja Naruto, masalah konser itu serahkan saja pada kami, ya kan Dei?" tanya Hidan sambil terus senyam senyum sendiri dengan Deidara. "tentu saja, juga Kakashi serahkan juga pada kami. Pasti berhasil 100% kok" kini Deidara mengedipkan sebelah matanya untuk meyakinkan Naruto. Naruto pun semakin bingung "bagaimana caranya?" tanya Naruto heran.
"RAHASIA!" jawab mereka berdua serempak. Sasori pun hanya menyeringai kecil melihat kebingungan Naruto. "sudahlah, sebaiknya masalah ini serahkan pada mereka. Kita akan mengurus masalah lagu dan kostum mengerti?!". Langsung saja Naruto menoleh ke Sasori "sejak kapan aku menyetujui taruhan bodoh mu itu heh? Aku tidak mau latihan dan tidak mau memilih kostum untuk konser mendatang TITIK!". Setelah mengatakan itupun Naruto langsung melengos pergi menuju kamarnya, ralat kamar mereka berdua, meninggalkan ketia pria itu dalam keadaan cengo. Tapi Sasori pun segera menyeringai kecil lalu bergumam "kita lihat saja nanti heh, RYU". Katanya dengan suara kecil.
Esoknya, Naruto berangkat dengan lesu. Bagaimana lagi? Penyamarannya selama ini akan terbongkar 2 hari lagi. Dan dia juga memutuskan untuk tidak latihan. Dan berita ini juga sudah menyebar ke seluruh sekolah. Mungkin para guru juga memanfaatkan konser ini, dan satu hal yang selalu membuat pikiran naruto mengganjal 'bagaimana cara untuk membujuk Kakashi, sedangkan Kakashi sangat sulit untuk di bujuk jika ada imbalan yang pantas, bukan UANG juga bukan JASA. Yang penting pantas' ya, semalam juga Naruto tidak mau tidur sekamar dengan kakakknya dan mengsuir Sasori dengan sadis, yaitu dengan cara menedang, melempar barang yang ada disekitarnya seperti buku bulpoin dan lain lain. Dia juga membiarkan kakak laki lakinya itu tidur di sofa depan tivi. Tanpa selimut dan bantal. Sungguh sadis, dan ketika Naruto bangun di pagi harinya terlihat Sasori sudah berbaring di atas kasur merahnya di samping Naruto. Sungguh melihat Sasori tengah tidur dengan lelapnya membuat Nairut semakin jengkel. 'bagaimana bisa dia masuk, padahal sudah pintunya kukunci dari dalam, dan kuncinya saja tidak kucabut?' batin Naruto. Dan saat melihat sekeliling, ternyata jendela kamar tengah terbuka lebar. Ooh, sepertinya Naruto sudah bisa menebak Sasori lewat mana semalam. Yah, mungkin Naruto lupa mengunci jendela semalam karena terlalu lelah mendorong kembaran laki lakinya itu, dan langsung merebahkan diri untuk tidur. Akhirnya tanpa membangunkan Sasori, Naruto berangkat lebih dulu. Membiarkan Sasori terlambat, karena sang ibu juga ayah juga lagi dinas di luar kota, jadi tidak ada yang akan membangunkannya.
Naruto berjalan dengan pikiran berkecamuk kemana mana, hingga dia tidak sadar telah sampai di sekolahnya, dia sadar karena kerumunan di dekat pagar sekolah. Mereka melihat ke arah Naruto a.k.a Ryu dengan pandangan tajam, sinis, jijik, mengejek dan masih banyak lagi. Mereka sepertinya sangat tidak menyukai Naruto a.k.a Ryu, karena telah di bela oleh Sasori kemarin. Dan yang paling banyak menatapnya dengan tatapan membunuh pun adalah para FG Sasori. Tapi Naruto a.k.a Ryu tidak mengacuhkannya, dia membiarkan pandangan itu. yah, sebagian dari diri Naruto juga sangat mendukung konser yang akan diadakan oleh Sasori, dengan begitu dia akan mendapatkan kartu As untuk melawan mereka.
"hooy, kau Ryu bukan? Gadis culun yang kemarin di lindungi oleh Sasori-kun itu kan?" tanya seorang gadis yang berambut cokelat sebahu, matanya menyiratkan kebencian yang amat dalam ke Naruto. Naruto pun melihat nama yang ada di dadanya itu 'Matsuri' batin Naruto a.k.a Ryu. "kenapa" tanya Ryu datar. Dia tidak takut melawan gadis seperti ini. "kau! Beraninya kau membuat Sasori-kun memukul wajah Sasuke-kun sampai berdarah seperti itu! apa yang kau lakukan pada Sasori-kun hingga bisa membuatnya membelamu sampai seperti itu HAH?! Kau menyantetnya? Mempeletnya agar dia mau jadi pelayanmu begitu?" Kini Matsuri menambah volumenya di suaranya, membuat mereka berdua kini menjadi pusat perhatian karena Matsuri yang berteriak, dan Ryu yang tampilannya bodoh dan culun. Ice Bloods yang baru datang pun langsung teralihkan perhatian mereka berdua, tak terkecuali Sasuke yang cuek. 'mau apa dia?' batin anggota Ice Bloods bersamaan. (maksud dia adalah Ryu). Walau dari luar Ryu tampak tenang tapi di dalam hati Ryu kini sibuk merapalkan mantra 'sabar, sabar Naruto, sebentar lagi kartu as mu keluar, sabar!' sekiranya itulah rapalan mantra Naruto.
"tidak" jawab Ryu lebih dingin dan datar. Ya ini sifat lain dari Naruto, jika sudah mulai terpancing amarahnya, sifatnya berubah menjadi dingin dan datar, berkepribadian ganda. Anggota Ice Bloods yang melihat pun mengernyit heran, biasanya jika ada gadis yang berurusan dengan FG fanatik seperti ini akan merendahkan diri serendah mungkin, sedangkan dia? Mereka pun akhirnya memutuskan untuk melihat adegan gratis yang cukup menghibur, yang tidak hanya di lihat oleh mereka, tapi siswa dan siswi lain, juga Hidan dan Deidara. Mereka berdua hanya tersenyum misterius.
"kau! JAUHI SASORI-KUN!" bentaknya di depan wajah Ryu persis. Tapi tidak membuat Ryu sedikit pun goyah. Dia pun sidikit membenarkan letak tasnya yang ada di bahunya itu, lalu menghadap wajah Matsuri lebih intens. Jika dia tidak memakai kacamata mungkin, pandangannya sudah terlihat sangat tajam dan dingin. Layaknya pembunuh berdarah dingin. "kau siapanya" kata Ryu datar.
JLEB
Bagaikan pisau yang menusuk perasaan Matsuri, dia pun terdiam. Bingung menjawab apa. Karena pertanyaan yang di lontarkan Ryu itu membuatnya sangat terpojok. karena memang dia bukan siapa siapanya. "bukan siapa siapa eh?" kata Ryu dengan nada sarkastis. Semua yang mendengar jawaban Ryu pun spontan tertawa, sedangkan Matsuri menahan malu dan marah, terlihat dari wajahnya yang sangat memerah. "aku adalah calon pacarnya, jadi kubilang jauhi dia atau-" belum sempat Matsuri menjawab, Ryu sudah menyelanya duluan "atau apa?" tanya Ryu dengan penekanan. Membuat Matsuri semakin geram, karena perkataanya telah di potong oleh seorang gadis culun yang bahkan lebih jelek darinya, CAMKAN itu menurut MATSURI dan Gadis lain yang iri dengannya. Semua yang melihat pun hanya terheran heran, gadis culun itu mau melawan gadis yang juga terkenal sebagai primadona sekolah tentunya setelah Haruno Sakura dan Yamanaka Ino. Itu benar benar gila bukan? Hidan dan Deidara yang melihat itu pun semakin melebarkan seringainya. Karena adu mulut ini semakin seru. Para Anggota Ice Bloods pun diam diam kagum dengan keberanian yang dimiliki oleh Ryu.
"ooh, berani sekali kau heh culun, ku ingatkan ya, jauhi Sasori-kun ku atau kau bisa saja ku keluarkan dari sekolah!". Yap ancaman itulah yang akhirnya keluar dari mulut Matsuri yang telah di duga oleh Ryu, karena Ryu tau mengapa ia bisa berkata dengan santainya seperti itu. Matsuri adalah anak kepala sekolah. Jadi wajar dia membangga-banggakan jabatan ayahnya itu. Naruto pun sedikit membenarkan letak kacamatanya itu. lalu merapikan pakaiannya hanya untuk sekedar basa basi. Dan dengan santainya dia berjalan melewati Matsuri dengan cuek dan jawaban yang di lontarkan oleh Naruto pun mengejutkan semua orang kecuali Hidan dan Deidara tentunya. "terserah" dan dia pun menghilang di belokan depan taman sekolah.
Semuanya yang mendengar jawaban itu pun hanya cengo di tempat. Bukankah gadis itu masuk sini lewat beasiswa? Lalu kenapa dia dengan santainya jika akan di keluarkan dari sekolah jawabannya hanya "terserah"?, ya itu sih pikiran mereka sebenarnya beasiswa itu hanya untuk membantu penyamaran Naruto, menyamar sebagai gadis miskin yang masuk ke sekolah ini dengan beasiswa. Bahkan Sasuke pun mengernyit heran dengan jawaban gadis bernama Ryu, yang dia ketahui dari Matsuri karena menyebut namanya di depan umum hanya menjawab "terserah" yang terkesan tidak peduli dengan masalah itu.
"ooy~ Sasuke ini aneh tidak sih?" tanya Kiba yang heran juga dengan jawaban Ryu itu. "hn" dan jawaban itulah yang didapatkannya dari Sasuke. Membuat Kiba pun mendecak jengkel. Sasuke pun mengajak ke-empat temannya untuk pergi. Tapi perjalanan mereka terhenti karena teriakan cempreng seorang gadis yang sudah sangat dikenal oleh kelima pemuda itu, Haruno Sakura. Dengan lantangnya dia berteriak "Sasuke-kun!" teriakan pertama tidak di hiraukan, malah Sasuke dan yang lain melanjutkan jalannya. "Sasuke-kun!" teriakan kedua pun tetap tidak di hiraukan.
"SASUKE-KUN!" dan akhirnya mereka berlima pun berhenti setelah jalannya di tutup oleh Haruno Sakura yang sedang membentangkan tangannya untuk menutupi jalan. "ah akhirnya berhenti juga" kata Sakura dengan tersenyum, yang menurut Sasuke itu menjijikan. Yah dia sudah bosan di kejar kejar oleh teman kecilnya ini yang sudah menukainya sejak kelas 3 sd itu dan mantan Sasuke 3 bulan yang lalu, tapi Sakura tetap tidak mau menerima keputusan Sasuke yang menurutnya sepihak itu dan terus mengejar Sasuke, menembaknya terus dan mengajak balikan. Sasuke sudah menolaknya berkali kali, tapi bukan membuat jera gadis Haruno itu, malah membuat Sakura itu semakin menempel ke Uchiha Sasuke.
"ck, bagaimana tidak berhenti, jika jalannya saja kau tutupi!" Sasuke berkata dingin. "lagian sih Sasuke-kun tidak mau menungguku, kita kan bisa berjalan bersama!" katanya dengan nada manja yang di buat buat, kini Haruno Sakura itu juga berani bergelayut manja di tangan Sasuke. Membuat Sasuke menjadi risih "Sakura lepaskan aku!" perintahnya dengan nada dingin, tapi bukan di lepaskan dia malah dengan santainya menarik Sasuke menuju kelasnya, sambil berceloteh macam macam dan pura pura tidak mendengar omongan Sasuke yang tadi. Membuat ke-empat temannya itu hanya geleng geleng kepala, karena sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini.
"Sasuke-kun ingat tidak, dulu waktu kecil kita sering bermain bersama, kau melindungiku dari teman teman ku yang jahil, ooh dan kau lihat tadi pagi gadis culun itu sombong se-"Sasuke pun akhirnya melepaskan paksa tangan Sakura, dan membuat Sakura menghentikan celotehnnya, dan berbalik menghadap Sasuke.
"sudah kukatakan, kita sudah putus!" kata Sasuke dengan dingin. "tidak aku tidak akan menerima keputusan itu!" bentak Sakura. "kau adalah kekasih ku, kekasih Haruno Sakura, dan Haruno Sakura adalah kekasih Uchiha Sasuke!" tambah Sakura dengan penekanan. "cih, kau menyebalkan. Aku tidak akan peduli kau mau mengatakan apa, yang penting bagiku kau sekarang bukan siapa siapa. Jauhi aku! Dan jangan anggap pertemanan masa kecil kita akan bisa mempengaruhi keputusanku itu!" kata Sasuke dingin lalu dia pun meniggalkan Haruno Sakura yang berdiri di tempat. Tapi bukan menangis malah dia menyeringai kecil. " ooh ya..kita lihat saja nanti Uchiha" gumamnya.
Di bagian Naruto a.k.a Ryu.
Kini Ryu sedang berjalan menuju kelasnya, setelah insiden tadi pagi rasanya ingin meledak saja kepalanya, bagaimana tidak? disangka pakai pelet atau semcamnya untuk membuat kakaknya seperti itu? ooh, sepertinya mereka berkata seperti itu karena tidak tau hubungan status antara Sasori dan Ryu, dan juga mana ada orang yang mau nerima tuduhan nggak berkelas macam itu?! teriak batin Ryu, aah rasanya otaknya benar benar frustasi kali ini. Naruto benar benar ingin meledak. Dan satu satunya cara untuk bisa menenangkan pikirannya yang sedang rumit saat ini adalah dengan pergi ke halaman belakang sekolah yang sepi, karena katanya sih angker, tapi justru Ryu malah menyukai tempat itu karena sepi, dan cocok untuk menenangkan diri. Dengan segera dia berjalan dengan cepat menuju ke halaman belakang sekolah untuk menenangkan pikiranya yang sedang kalut ini. Tidak memperdulikan bel masuk sekolah tanda pelajaran akan dimulai.
"aah, segarnya~" yak kini Ryu seang duduk bersila di bawah pohon Sakura yang besar dan kini tengah mekar dengan indahnya. Dia sedang duduk di belakang pohon jadi tidak ada yang akan mengusiknya untuk menenangkan diri. Di saat saat dia sedang menikmati angin yang sepoi sepoi menerpa wajahnya dengan lembut, dia mendengar suara derapan langkah kaki. Membuat Ryu mengernyit heran 'bukankah sekarang waktunya pelajaran, kenapa ada orang selain aku disini?' batin Ryu. Tanpa ba-bi-bu lagi, Ryu pun langsung mengintip kebelakangnya, yah walaupun sekarang posisinya berada di belakang pohon, belum sampai melihat sosoknya dia sudah dikagetkan dengan suara yang sangat dikenalinya "heh, kau membolos disini?".
Ryu pun terlonjak kaget dan segera berdiri setelah mendengar suara yang sangat dikenalnya itu, suara yang mengandung unsur kejahilan tingkat dewa, dan orang yang semalam di usirnya tapi paginya dia sudah bergumul ria di kasurnya itu. "k-kau apa yang kau lakukan di sisni?" katanya sambil menunjuk wajah Sasori tepat di hidungnya yang mancung itu. "aku? Heh, memang ini tempat milikmu sendiri eh?" kini Sasori balik tanya ke Ryu, membuat Ryu cemberut, dan mengembungkan sebelah pipinya, tapi sedetik kemudian kembungannya pun kempes, Lalu dia pun segera menarik Sasori untuk segera berdiri, yang di tarik berdiri pun mengomel omel, tapi tidak di pedulikan oleh Ryu, dia menarik Sasori menuju belakang pohon. Dan segera mendudukannya di situ. Sasori pun hanya mengernyit heran, melihat tingkah laku kembarannya yang aneh itu, dia melihat Ryu seperti mengintip intip di balik pohon. Membuat Sasori penasaran, dan akhirnya dia berdiri dan ikut mengintip di balik pohon beringin raksasa itu.
"apa yang kau lakukan?" tanya Sasori dengan wajah innoncent sambil berbisik. Membuat Ryu sedikit terkejut, dan memukul pelan kepala kakakknya itu. "ssst.. diamlah, aku sedang melihat siapa mereka!" kata Ryu sambil menunjuk kedua orang yang tengah berdiri tepat di depan pohon Sakura itu, yang satu gadis dan yang satu pria. Terlihat sepertinya pria itu adalah Uchiha Sasuke, dan gadis itu entah siapa. Dilihat dari gelagatnya si gadis yang wajahnya memerah dan sedikit kikuk itu pun membuat Sasori sedikit mengerti. Dia pun hanya mengangguk angguk paham, dan itu menarik paerhatian Ryu yang ada di bawahnya.
"kenapa kau mengangguk angguk seperti itu?" tanya Ryu innoncent. Membuat Sasori menundukan sedikit kepalanya untuk melihat ekspresi Ryu yang kini tengah menengadah menghadap dirinya. Dan terlihat ekspresi Ryu yang bingung. Yah, mungkin dia memang tidak berpengalaman dalam hal cinta, karena Ryu mulai kecil selalu cuek dengan laki laki sebayanya, itu sih sebelum menjadi artis dia berdandan apa adanya membuat dirinya cukup menarik perhatian para lelaki itu, Ryu juga dari kecil seperti ibunya, dia sangat tomboy, dan susah diatur, tapi sangat ceria. Ryu juga sering jahil dengan kakaknya di masa kecilnya. dan karena dia menjadi pusat perhatian dan sering di tembaki para cowok sebelum dan sesudah menjadi artis, dia pun menyamar karena tidak suka menjadi pusat perhatian. Dan sejak kelas satu SMA dia pun lebih senang menyendiri dari pada mencari teman. karena takut penyamarannya terbongkar.
"gadis itu mau menembak laki laki berambut pantat ayam itu" kata Sasori sambil mengedikan dagunya. Ryu pun hanya ber'oh'ria. Setelah itu dia pun kembali melihat kedua manusia yang berbeda gender tersebut.
"ehm.. Sa-Sasuke-kun aku..-"
"apa?" kata Sasuke dingin, sepertinya dia sudah menebak kemana jalur pembicaraan gadis ini.
"a-aku, aku menyukai mu, maukah kau menjadi kekasihku?" kata gadis itu yang kini wajahnya sudah berwarna semerah tomat.
"maaf, tapi aku tidak bisa" kata Sasuke datar.
"o-oh, be-begitu ya, ya sudah, maaf mengganggu waktumu Sasuke-kun" dan gadis itu pun pergi dengan keadaan mata yang berair.
Setelah kepergian gadis itu, Sasuke pun berbalik berlawanan arah dengan gadis itu dan dengan santainya dia berjalan sambil memasukan tangan kanan nya ke saku celananya.
Naruto pun hanya diam melihat kedua orang itu pergi, dan setelah itu dia berbalik, melihat kakakknya sudah duduk dengan tenang sambil bersandar di bawah pohon itu. "hey Sasori?" panggil Ryu. Yang dipanggil pun tidak menjawab maupun melirik sebentar. "Sasori?" pamggil Ryu lagi, tapi tidak mendapat respon yang diinginkan. Ryu pun menghela nafas panjang dan segera memanggil kakakknya dengan sebutan "Sasori Nii-chan~" dan seperti yang diduga Sasori pun segera menoleh sedikit untuk merespon panggilan ketiga dari adiknya itu.
"ck, kau ini, kenapa sih dengan sih harus dengan embel-embel Nii-chan?" katanya sambil berkacak pinggang. "tentu saja karena aku kakakkmu" kata Sasori tenang. "kau hanya beda lima menit lebih dulu tau!" Ryu pun sedikit mengeraskan suaranya. Untuk istirahat masih 1 jam lagi, dan disini jauh dari kalangan Siswa dan siswi. Jadi aman berbicara dengan suara keras. "sudahlah, apa maumu?" kata Sasori cepat. "err, itu.. bagaimana caranya kau membujuk Kakashi? Bukankah dia sangat keras kepala jika sudah menyangkut jmasalah konser. Dan bukankah, tanggal 10 oktober setelah konser kita akan merayakan ulang tahunku? Aah~ masa di batalkan sih?" kini Naruto pun sedikit cemberut. Membuat Sasori gemas, dan mencubit pipi chubby yang berwarna tan itu. dan yang di cubit pun hanya merintih sakit.
"tenang saja, kejutan ini lebih meriah dari biasanya" jawab Sasori innoncent. "meriah?" tanya Ryu. Dan Sasori hanya mengangguk kecil sambil tersenyum lembut, senyuman yang hanya di berikan untuk adik satu satunya ini, yang lain? Ooh jangan harap, jika kalian mau melihat senyuman Sasori, maka kau harus bekerja sama dulu dengan Ryu.
"meriah bagaimana?" tanya Ryu. Sasori pun hanya menyeringai kecil da berkata "RAHASIA! Jika kau tau, maka namanya bukan kejutan.!" Tambah Sasori lagi. "tapi tanggal 9 oktobernya kau harusnya ulang tahun juga bukan? Kenapa hanya aku yang disiapkan pestanya?" (ooh Sword lupa, bukankah mereka kembar, lalu bagaimana mereka bisa beda tanggal lahirnya. Begini Sword akan jelaskan. Bukankah yang lebih tua 5 menit itu adalah Sasori. Jadi Sasori itu lahir pukul 11.55 tengah malam, dan itu masih termasuk bukan di tanggal 9 oktober itu, tapi Ryu a.k.a Naruto lahir pukul 12.00 tengah malam tentunya setelah Sasori. Dan artinya tanggal telah berganti menjadi tanggal 10 oktober. Makanya mereka bisa berbeda tanggal ulang tahun karena perbedaan lima menit itu tadi.#plaak. Ahahaha Sword ngayal banget deh, tapi memang benar kan? Sudah back to story)
"yah, kalau itu terserah padamu. Kau siapakan kejutan untuk ku, dan aku akan siapkan kejutan untukmu. Aah, bagaimana jika begini! Kita lihat siapa yang kejutannya paling meriah, maka akan menjadi pemenangnya. Dan yang kalah harus mencium pipi kanan masing masing?" kata Sasori sambil menyeringai. Ryu ya g ,elihat seringaian itu bergidik ngeri dan segera menggeleng keras. "tidak, aku tidak mau, kau itu sangat suka taruhan ya? Dari pada seperti itu, lebih baik kita bertukar hadiah waktu 10 oktober itu oke?" kata Ryu sambil tersenyum kecil dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan kakakknya itu. Sasori pun tersenyum kecil, mengangguk lalu menjabat tangan Ryu. "berarti kau menyetujui taruhan yang aku adakan dengan Si Rambut pantat ayam itu kan?" kata Sasori sambil tersenyum lebar. Tapi senyum itu segera menghilang ketika Ryu menggeleng dengan tersenyum, lalu senyuman itu berubah menjadi tatapan tajam dan berkata dengan nada tajam "jangan harap!" setelah itu diapun langsung melengos pergi karena bel sudah berbuyi menandakan istirahat.
DI KANTIN KHS.
Seperti biasa, kantin saat jam istirahat seperti ini akan di penuhi oleh anak anak yang kelapara setelah memeras otak dikelas (karena saya juga mengalaminya). Tapi perbedaan yang paling mencolok adalah kelima pemuda yang kini sedang duduk dengan santainya setelah menimba ilmu, yah walau tidak bisa dibilang menimba ilmu untuk mereka ber-lima, karena toh mereka juga sudah pintar bukan? Shikamaru Nara peringkat satu se-KHS walau pekerjaan nya hanya tidur di kelas, kini dia tertidur di kantin. Uchiha Sasuke, peringkat dua se-KHS walau pekerjaannya kadang mebolos pelajaran ini itu karena bosan. Dan Hyuuga Neji peringkat ketiga se-KHS. Paling tertutup di antara seluruh anggota Ice Bloods di publik Media. Dan kedua peringkat terakhir untuk lima besar tidak dihuni oleh kedua pria anggota Ice Bloods, melainkan dari anggota Capwave, dan seorang gadis culun yang bernama Uzumaki Ryu. Peringkat ke-empat lah yang kini di dudukinya, dan kelima adalah Namikaze Sasori. Dan untuk 10 besar peringkat ke-enam dan ketujuh, di duduki oleh Sabaaku no Gaara dan Inuzuka yang ke tujuh. Mereka kini tengah asyik bersenda gurau, walau yang lebih mendominasi percakapan mereka adalah Kiba. Pria pencinta anjing tersebut. Saat kantin tengah ramai oleh percakapan seluruh murid yang kini tengah melepaskan strees. Tiba tiba kantin menjadi sunyi senyap karena kedatangan seorang gadis yang kini dengan santainya berjalan tanpa memperdulikan daerah sekitarnya, gadis berambut kuning di kepang 2, berkacamata tebal dan rok panjang dibawah lutut 10 cm, juga baju yang kebesaran. Yap, gadis itu adalah Namikaze Naruto atau yang kini lebih dikenal sebagai Uzumaki Ryu. Tanpa memperdulikan daerah sekitarnya, dia tetap berjalan dengan santai, lalu melihat daftar menu dan segera memesannya pada ibu kantin yang kini tengah menjaga kantin tersebut.
"air putih 2 botol Mei-san" kata Ryu dengan santainya, lalu setelah dia membayarnya dia segera berlari meninggal kan kantin menuju lantai bawah. Setelah menghilangnya sosok Ryu di kantin, kantin pun menjadi ramai lagi, tapi tidak untuk Sasuke, dia memperhatikan kemana gadis itu pergi, dan pandangannya tetap mengikutinya sampai hilang di belokan. Tapi pandangan Sasuke tiba tiba teralihkan oleh perkataan Gaara
"Sas, kita akan menyanyikan lagu apa untuk taruhan itu?" tanya Gaara, sambil menyeruput minumannya itu. "aah bagaimana kalau Insomnia, kita sudah lama tidak menyanyikan lagu itu?" tanya Neji. Kiba pun segera berteriak "aah, bagus itu, kau pasti setuju kan Sas?" tanya Kiba dengan wajah penuh harap dan dibalas dengan "hn" Sasuke.
"kuanggap itu sebagai 'iya', lalu pakaiannya?" tanya Kiba. Tiba tiba Shikamaru menguap lebar, dan duduk dengan posisi bersandar di bangku "pakaiannya kita tidak usah formal, pakaian santai saja seperti kita akan keluar keluar ke mall, aku tidak suka yang merepotkan!" kata Shikamaru sambil meminum air putih yang dari tadi belum disentuhnya itu. "baiklah, kita akan menggunakan lagu Insomnia, dan pakaian seperti yang di katakan oleh Shikamaru" kata Gaara. Setelah mendapat anggukan dari Sasuke. "lalu Itachi-nii, bukankah dia paling tidak suka jika jadwal konser kita di ganggu oleh hal semacam ini?" tanya Neji. "tentang Itachi, biar aku yang urus" kata Sasuke santai sambil bersandar.
Bersambung...
Kyaaa.. aduh semuanya maaf ya, kemarin Capbloods nya gagal semua, jadi aku delete deh -_-'. Jadi ini adalah Capbloods yang sedikit aku perbaiki, hanya paragraf nya doank kok, cerita dan tulisannya tetep sama. Dan oh.. aku nggak nyangka ceritaku ini banyak yang suka. Terimakasih untuk semua readers yang mau riview, dan ngingetin aku tentang masalah masalah yang ada di chapter 1 dan untuk orang yang dulu meriview ceritaku tapi aku delete, aku minta maaf nggak bisa bales. Tapi aku tetep ngucapin untuk kalian semua \(^o^)/. So.. aku akan bales riview dari readers baru ku..
Dragon: aah kita sama, aku juga pengen punya kakak kayak Sasori.. nah ini silahkan baca dan riview lagi ya, beritahukan seluruh kesalahan ku yang ada di sini, dan ceritanya nyambung apa nggak lewat riview ato pm juga boleh
Temedobe-chan: aah nama kamu lucu, aah maaf aku nggak suka yaoi, tapi entah kenapa, setelah lihat anime yaoi aku jadi terinsporasi oleh anime itu, mungkin aku akan buat fic yaoi ya.. tapi tidak janji. Terus updete kilat.. hmm aku usaha in deh. Riview lagi ya... ;)
Zen ikkika: entahlah, ak juga nggak tau dapet ide dari mana buat jadiin Sasori kembarannya Naruto, mungkin karena rambutnya yang kayak Kushina itu ya aku langsung dapet ide itu. aah, dan makasih danh ngingetin kalo Sasori dipanggil 'Nii" dan Minato ama Kushina di panggil 'ayah ibu' masalah itu aku lupa. Thank's dan riview lagi ya
Ianachan: aku usahain updete kilat ya...
Foschidelic Reika: aah panggil aja Sword, Angel juga nggak papa sih, toh itu nama asliku. Aah, makasih dan mau ngingetin masalah typo, aah. Kalau masalah battle nya siapa yang kalah, aku sendiri masih bingung #author kepo. Jadi kita ikuti saja alur ceritanya yaa... dan kamu suka sama Sasori, sampai gapai gapai layar gitu.? Wah kita sama... oke, riview lagi ya...
Yunaucii: ahahahaha, sumpah aku baca riview kamu ketawa sendiri. Makasih dah mau riview, riview lagi ya..
FJ: yo. yang bener kripik kalee.. -_-" oke, aku lanjut..
Lavenderchan: hahahaha, oke akan kubuat semua tergila gila ama naruchan. #semoga bisa..
My: waah, masa sih suka cerita yang kayak beginian? Oke aku lanjutin nih.
Hiku-chan: hahahaha, sedikit alay nggak papa kok. Oke..
Guest: wah makasih dah bilang menarik. Tentang NaruFemSasu, kayaknya susah deh, soalnya kalo Sasuke jadi cewek susah nemuin sifat yang pas untuk dia, tapi nanti kalo dapet akan kubuatkan ceritanya. So, riview lagi ya..
Uzumaki Prince Dobe-nii: namamu benar benar unik deh.. boleh kok panggil aku Angel, dan masalah pemenang nya siapa aku aja belum tau, sekarang aku nggak begitu fokus ke masalah pemenang dan nanti Sasuke nya akan jatuh cinta ke Ryu ato tidak, karena aku sekarang lagi fokus ke masalah Kakashi dan Itachi.. jadi sabar ya..
Luca Marvell: wah, kita sama-sama suka membuat Sasu menedrita. Tapi masalah pemenang aku belum tau, so ikutin alur ceritanya aja ya... dan apdet kilat aku usahain ya, riview lagi jangan lupa oke?!
Hanazawa kay: iya ini yang baru, yang kemaren aku hapus, merasa malu plus gagal banget aku sebagai author bisa buat kesalahan sefatal itu. maaf ya udah ngecewain.. aah riview nya thank's tapi riview lagi ya buat chapter ini..
Dan untuk yang riviewnya singkat padat dan jelas, maaf nggak bales, dan untuk UPDETE KILAT. Bener deh, aku usahain.. So, thank's everyone
Mind to RIVIEW? PLEASE RIVIEW (again!)
