CAPBLOODS

RATE : T

PAIRING : X

DISCLAIMER : Naruto milik Masashi Kishimoto, sedangkan cerita ini milik saya, dan saya sudah ijin kok ke Pak Masashinya..

GENRE : Romance

WARNING : ide pasaran, abal abal, gaje, (miss) typo,OOC dan masih banyak lagi... (-.-)

SUMMARY : berawal dari sebuah taruhan bodoh saudara kembarnya, Naruto yang dikenal sebagai Ryu n harus membuka penyamarannya di depan publik, Naruto yang dikenal sebagai anggota band terkenal, tapi jika disekolah merupakan gadis pendiam dan dandanannya paling culun harus membuka penyamarannya yang berupa gadis tampilan nya super bodoh, di depan semua orang sekolahnya 4kini berubah menjadi gadis yang super../ "dasar kau bodoh! Untuk apa menerima taruhan semacam itu?"/ "kau yakin Sasuke?". 'SasuFemNaru

halo semuanya, maaf ya semua, aku lama apdetnya. dan semoga chapter 4 ini memuaskan ya dan aku sarani waktu baca pertandingan Sasuke sambil dengerin lagu insomnia – craig david, dan untuk lagu Naruto K-ON – no! Thank you, hehehe ^^a biar bisa menghayati gitu deh, sengaja pilih lagu K-ON karena suaranya yang pas untuk chara cewek, dan mengandung unsur (?) rock, udah gitu aja..

Let's check ki dot...

Chapter 4

Hari ini tepat tanggal 10 oktober, ya ini adalah hari ulang tahun Naruto dan juga sekaligus hari penentuan siapa yang akan menang di acara taruhan itu. dan tepat juga bertepatan dengan hari sabtu. Terlihat di kediaman Namikaze sedang agak sedikit ramai, ya semua anggota Capwave sedang berkumpul kecuali si vokalis + gitarisnya itu Namikaze Naruto. Gadis kembaran dari Namikaze Sasori kini entah telah menghilang entah kemana. Sejak pukul 07.00 pagi tadi, dan juga entah alasan apa yang ia gunakan hingga bisa lari Nii-chan nya itu. padahal acara taruhan dimulai 1 jam lagi.

"yo Sasori, mana kembaranmu itu?" tanya Hidan yang tidak melihat Naruto mulai dari tadi pagi "entahlah, dia sudah menghilang dari tadi pagi, kulihat juga sepeda motornya itu juga sudah tidak ada di garasi." jawab Sasori enteng sambil menyetem bass nya itu "menghilang kemana?" tanya Deidara yang kini sedang berjalan menuju ke arah mereka sambil membawa air putih segelas. "kurasa dia ke sekolah" jawab Sasori."bagaimana kau bisa tau?" tanya Hidan,

Sasori pun menoleh sedikit lalu menyeringai "insting seorang kakak". Hidan pun mengernyit heran "untuk apa dia ke sekolah?" tanya nya. "kurasa dia mencari gitarnya, mulai semalam mulutnya koar koar tidak karuan karena gitarnya menghilang, atau... mungkin juga bersembunyi. Entahlah aku juga tidak begitu tau." jawab Sasori. Hidan dan Deidara pun hanya membentuk bulatan'o' di mulut mereka masing masing

Naruto's POV

Hari ini aku melarikan diri dari rumah, sekitar jam 6 pagi tadi aku melompat dari jendela kamarku tadi, lalu segera pergi ke garasi untuk mengambil sepeda motor ducati ku yang berwarna kuning kemerahan itu, lalu pergi ke belakang pagar sekolah agar sepeda motorku tidak terlihat. Setelah menengok kanan dan kiri aku segera memanjat pagar belakang sekolah dengan lihai. walau pun aku seorang gadis, ini yang kulakukan setiap hari jika aku telat sampai sekolah, ooh tenang walau aku pakai rok, tepi aku akan tetap memakai celana pendek di balik rok ku itu dan hari ini aku juga memakai seragam sekolah. Hebat bukan? Ryu yang selalu pendiam, dandanan paling cupu dan culun, ternyata memiliki sosok asli yang cukup mengejutkan. Di balik topengku itu, aku benar benar gadis brutal. Aku sekarang ada di sekolah, kini aku sedang mencoba mencari tempat persembunyian yang paling aman di sekolah ku, ya walaupun aku tau, pasti Nii-chan ku itu tau kemana aku menghilang, dan tau tujuan ku pergi kemana. Tapi setidaknya jika aku bersembunyi maka dia akan kesulitan menemukanku bukan? Dengan begitu maka dia akan menyerah dan grup band ku akan kalah...

Tunggu.. kalah?! Ooh tidak sepertinya aku lupa jika grup band ku kalah, maka secara otomatis juga aku akan menjadi budak si Uchiha sialan itu. AAAAARRRGGHHH!, aku menjambak rambutku frustasi, sepertinya kali ini aku tidak akan jadi sembunyi. Malah sebaliknya, aku akan berkeliling sekolah untuk mencari gitarku, karena seingatku minggu kemarin aku membawanya ke sekolah untuk di pinjamkan ke sekolah, walaupun dengan setengah hati. Baiklah sekarang misi pencarian gitarku akan segera dimulai.

Naruto's POV end

Naruto pun berkeliling sekolah untuk mencari gitar kesayangannya itu, mulai dari studio musik, gedung kelas, kantor guru, gudang peralatan musik, aula. Tapi tidak ketemu juga, tak terasa dia sudah mengelilingi sekolah 2 jam, hanya demi sebuah gitarnya itu. tanpa menyadari bahwa dia sekarang memakai rok di atas lutunya 10 cm, dan dia juga memakai hot pants yang lebih pendek dari biasanya. Dia kini tengah duduk bersandar di halaman belakang sekolah di pohon sakura itu. kini dia sedang menutup matanya untuk menghilangkan rasa lelah, sambil merasakan angin pagi yang sepoi sepoi menerpa wajah dan kakinya yang kini entah mengapa terasa lebih dingin dari biasanya. Tanpa di sengaja dia mendengar suara seorang gadis yang sepertinya membiacarakan Sasuke. Dan gadis itu sepertinya..

"Sakura, bagaimana? Kau akan tetap mengejar Sasuke" tanya seorang gadis yang tak lain adalah Ino. Merupakan sahabat Sakura Haruna sejak kecil. "tentu saja" jawab Sakura riang. Ino pun hanya menghela nafas berat. "bukankah dia sudah menolakmu, kenapa kau terus bersikeras mengejarnya Sakura?" tanya Ino. "karena aku mencintainya Ino-pig" jawab Sakura dengan nada datar. Naruto pun yang mendengarnya itu mengernyit aneh. 'ada apa dengan nada suaranya itu, kenapa jawabannya datar sekali?'.

"Sakura, cinta itu tidak bisa di paksakan, lepaskan saja ya Sasuke?" jawab Ino lembut. Sakura pun hanya menatap Ino tajam "kau itu sebenarnya mendukung siapa sih Ino-pig? Bukankah aku ini sahabatmu, seharsunya sebagai sahabat, kau itu akan membantu ku untuk mendapatkan Sasuke!" jawab Sakura membentak. Semakin membuat Naruto terheran heran 'anak ini mencintai atau terobsesi sih?'. "tapi bagaimana caranya?" tanya Ino, Sakura hanya tersenyum misterius lalu menjawab "rahasia"."haaah.. baiklah terserah padamu" jawab Ino pasrah.

Di sisi lain, Ice Bloods kini tengah berjalan di tengah koridor yang hari ini cukup lenggang, mereka berjalan beriringan dengan menggunakan seragam sekolahnya seperti biasa, tapi nanti mereka akan berganti baju jika acaranua di mulai. Teriakan teriakan yang kini biasanya terdengar kini berkurang, para FG mereka sepertinya sedang sibuk di aula sekolah untuk yaa.. kalian tahulah, mecari tempat berdiri di depan sendiri agar bisa dapat perhatian dari sang idola. Rupanya para grup band anggota Capwave juga sedang lewat koridor itu. kejadian yang sama pun terulang, mereka berpapasan, tapi bedanya kini tidak ada gadis culun atau Naruto itu, dan mereka tidak berhenti. Setelah beberapa langkah dan mereka saling memunggungi, perkataan Sasuke membuat mereka semua berhenti.

"ku harap kembaran mu itu tidak melarikan diri lagi.. Sasori" kata Sasuke. Sasori pun hanya menyeringai kecil "kenapa eh?" tanya Sasori. Sasuke pun hanya mendengus menahan tawa "haah, jangan lupakan apa yang kita pertaruhkan" jawab Sasuke, tanpa menunggu jawaban Sasori, dia dan ke-4 kawannya itu pergi meninggalkan Sasori dan grupnya itu. tanpa mereka sadari Sasori bergumam.

"dia tidak akan bisa melarikan diri lagi".

Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 8 pagi, seluruh penduduk sekolah KHS bersiap di tengah lapangan, mereka sengaja mengadakannya di tengah lapangan karena cuaca cukup cerah. Para FG sudah meneriakan masing masing idola mereka, seluruh sekolah benar benar ramai layaknya konser besar. Tak ketinggalan berbagai macam atribut yang di bawa para FG untuk mendukung dan memeriahkan acara. Para guru pun tak ketinggalan, mereka juga menyaksikan acara ini dari lantai 2, karena di bawah benar benar sesak. Para lelaki juga, mereka tidak mau ketinggalan melihat fans mereka Namikaze Naruto untuk tampil di acara mereka secara gratis. Kesempatan tidak datang dua kali bukan?

Naruto yang tadi duduk duduk dihalaman merasa terganggu dengan teriakan teriakan menggelegar dari FG kakaknya dan juga FG dari saingannya yang akan bertanding hari ini, kini dia tidak peduli lagi, mau siapa yang kalah atau siapa yang menang, toh gitarnya sudah hilang. Mau bernyanyi dengan apa dia? Rasanya ada yang hilang ketika dia bernyanyi tanpa alat musik kesayangannya itu. dia kini hanya memutuskan untuk melihat konser itu dari jauh saja.

Di belakang panggung, terlihat para artis kini tengah bersiap siap, Ice Bloods telah mengganti pakaian mereka yang tadi mengenakan seragam sekolah, kini telah berpakaian santai. Sasuke menggunakan celana jeans panjang berwarna biru gelap dengan sepatu kets berwarna biru putih, pakaian bermodel hem yang dilipat lengannya mencapai siku berwarna hitam yang di buka kancingnya dan di dalamnya tampillah kaos tanpa lengan berwarna merah bertuliskan 'Bloods', sedangkan Gaara kini hanya memakai kaos kuning gelap bertuliskan 'Darkness' dengan lengan panjang dan celana pendek bermotif doreng dan topi hitam serta sepatu kets berwarna merah. Shikamaru memakai kaus tanpa lengan dengan topi yang menggantung di belakang lehernya berwarnya hijau putih dan didepannya tertuliskan 'Shadow' dan celana jeans selutut, Neji hanya memakai kaus putih polos ditutupi dengan rompi berwarna coklat dan celana jeans semata kaki berwarna hitam dan sepatu kets berwarna coklat, sedangkan Kiba dia menggunakan celana pendek selutut dan kaus coklat polos dan sepatuh kets putih. Oke kali ini mereka benar benar siap. Kini mereka tengah duduk santai di salah satu ruangan kelas yang mereka jadikan sebagai ruangan ganti.

"yo, kulihat kalian sangat santai" kata Itachi mengintrupsi ketenangan mereka. "yaah sebenarnya kami hanya menikmati waktu tenang kami yang sangat jarang ada di sekolah ini". Jawab Kiba. "aa, aku tau jadi kalian sudah siap?" tanya Itachi. Sasuke pun segera berdiri dan di ikuti yang lain, lalu segera menatap Itachi dengan tatapan tajam khasnya. "kami siap" jawab Sasuke dengan seringainya. "aah hampir saja aku lupa, aku memanggil media massa untuk meliput berita pertaruhan kalian, yah, sebagai ganti rugi begitu, tidak masalah bukan?" tanya Itachi santai, membuat yang mendengar melotot, tapi tidak dengan Sasuke, dia hanya mendengus kesal "hn, terserah" jawabnya cuek.

Ditempat lain, terlihat grup band Capwave juga kini tengah bersantai. Mereka hanya duduk duduk di ruangan kelas lain, ya mereka juga telah bersiap Hidan memakai kaos abu abunya yang berhiaskan gambar S.W.A.T di dada kirinya dan celana jeans nya dan sepatu kets berwarna hitam, lalu Deidara yang juga menggunakan kaos berwarna oranye dengan bergambarkan tengkorak di tengahnya dan celana jeans panjang dan sepatu kets berwarna kuning, dan Sasori lah pakaiannya yang terlihat sangat santai, dia hanya mengggunakan kaos putih polos tanpa lengan dan di tutupi dengan jaket berwarna merah sesuai dengan warna rambutnya, lalu celana jeans semata kaki dan sepatu kets yang berwarna mirip dengan matanya itu.

"halooo semua..." sapa Kakashi, yang kini tengah bersandar di ambang pintu sambil membaca buku icha icha paradiesnya. "lho kau kesini Kakashi?" tanya Deidara. "tentu saja, mana mungkin aku tidak melihat secara live pertunjukan pembongkaran sosok asli dari pemeran utama kita itu, tapi... sepertinya dia tidak ada disini, kemana dia?" tanya Kakashi. "wah, kau tenang saja Kakashi, dia tidak akan bisa melarikan diri lagi". Jawab Hidan santai. "aah, benar juga, kalau dia melarikan diri, percuma media massa kupanggil semua" jawab Kakashi tanpa dosa. Semuanya pun terlonjak kaget dan segera menoleh ke Kakashi dengan tatapan tajam.

"kau memanggil media massa?" tanya Sasori dengan nada terkejut. "tentu saja, kalian sudah merugikan ku dengan membatalkan semua konser kalian, dan ini adalah cara kalian untuk menebusnya, hitung hitung untuk menambah ketenaran kalian" jawab Kakashi santai. "kau bodoh apa?" nada Sasori kini terdengar sedikit membentak. "hohoho, tentu saja tidak!, kali ini aku jamin, nama kalian dan Ice Bloods itu akan segera melejit di berita berita se-jepang dan itu akan menambah keuntunganku. aa sebaik nya aku bersiap untuk menonton konser kalian yang GRATIS ini" jawab Kakashi dengan sengaja menekankan kata gratis untuk menghentikan perdebatan ini. Dan setelah itu dia pun pergi.

"ck, menyebalkan" kata Sasori kesal. "ooi, Sasori tenang saja, lagi pula kali ini mungkin akan sangat menyenangkan" jawab Deidara berusaha menenangkan Sasori. "iya, lagipula tumben kau jadi malas karena media massa" jawab Hidan sedikit heran. "bukan karena masalah itu, karena ada hal lain yang akan terjadi dan itu akan sangat memalukan" jawab Sasori. Kedua pria itu pun bertatapan bingung dengan perkataan Sasori, karena tidak mengerti maksudnya. Tapi toh akhirnya hanya mengangkat bahu cuke dan mereka bertiga pun meninggalkan ruangan itu.

Disisi lain..

Naruto kini tengah berjalan menuju ke lapangan sekolah, dia terlihat sangat kesal, karena gitarnya tidak ketemu juga, malas untuk bertemu dengan kembarannya itu, dan akhirnya jika dia kalah maka secara otomatis dia akan menjadi budak si Uchiha sialan itu. *ah, author turut berduka dengan kehidupan mu yang menyedihkan itu*#hahaha tertawa nista.

Di saat asyik asyiknya menggerutu, dia melihat keramaian di sekitar gerbang sekolah, terlihat seperti..

MEDIA MASSA?

Ooh, sepertinya Naruto tau siapa yang memanggil semua media massa terkutuk itu. siapa lagi kalau bukan Kakashi Hatake, sang manager dari mereka itu. akh sepertinya itu membuat moodnya semakin buruk saja. Dia pun akhirnya memilih berjalan santai tanpa memperdulikan para reporter majalah remaja itu untuk meliput berita yang bagi mereka sangat menarik perhatian itu.

Pemirsa nampaknya dibalik pembatalan konser Capwave di 4 kota di jepang ini di sebabkan oleh pertaruhan yang diadakan oleh Capwave dan Ice Bloods, sebuah boy band baru yang di ketuai oleh Uchiha Sasuke, lalu di manakah Namikaze Naruto sekarang? berbagai macam pertanyaan telah di siapkan oleh para penggemar berat Naruto, mereka merasa sangat penasaran bagaimana penampilan dan siapakah yang akan memenangkan pertaruhan ini? Akankah Naruto melarikan diri lagi seperti biasanya?

Sekiranya itulah yang ia dengar saat melintasi para wartawan haus akan berita dan gosip terbaru itu. Naruto hanya menghela nafas berat, dia sangat kesal, yah mau bagaimana lagi Nasi sudah menjadi bubur, sepertinya peribahasa itu sangat cocok untuk keadaan Naruto saat ini.

Kini Naruto sudah ada di lapangan walaupun di belakang sendiri sehingga tidak ada yang menyadari keberadaannya. Suara berbagai macam sorakan dan teriakan menghiasi lapangan sekolah saat ini, dan untungnya Kakashi hanya minta ijin ke kepala sekolah untuk membiarkan media massa saja yang masuk, kalau semua orang masuk bisa di jamin sekolah ini akan roboh karena tidak akan muat menampun seluruh manusia itu.

"halooo semuanya apa kabar?" tanya pembawa acara itu hanya untuk sekedar berbasa basi.

"yak seperti yang kalian tau, aku adalah Tobi pembawa acara dari konser dadakan yang diadakan oleh para artis kita Capwave dan Ice Bloods, acara ini berasal dari perselisihan 2 anggota dari masing masing grup dan akhirnya diadakan lah taruhan ini sebagai penantang Capwave dan yang di tantang Ice Bloods untuk menentukan siapa yang menang, baiklah silahkan maju masing masing anggota Capwave dan Ice Bloods" ucap panjang lebar Tobi.

Para anggota band dan boy band itu pun naik ke panggung, dan teriakan pun semakin keras, apa lagi dari para FG Sasuke vs Sasori, mereka terlihat seperti berlomba lomba untuk memenangkan lomba yel yel (?) karena memang sangat berirama. Naruto hanya bisa menutup telinga kanan dan kirinya untuk mengurangi suara teriakan yang cukup memekakan telinga itu. yah walaupun tetap tidak bisa mengurangi suara mereka itu.

Di sisi lain, sepertinya kerja sama antara Kakashi dengan Itachi sepertinya berhasil agar media massa bisa masuk ke sekolah ini. Mereka berdua memang di tempat yang terpisah, tapi mereka bisa berkomunikasi lewat earphone yang terpasang di telinga masing masing, mereka juga tampak menyeringai. Posisi mereka sangat terpencil sehingga tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka.

"ya baiklah, silahkan para personil boy band bdan grup band kita naik ke atas panggung!" suara Tobi benar benar terdengar sangat bersemangat.

Para personil pun segera menaiki panggung, di sambut teriakan teriakan dari para FG mereka dan FB dari Naruto, dan para wartawan pun segera memotret para artis terkenal itu, tapi teriakan mereka pun semakin lama semakin pudar karena Naruto sang vokalis + gitaris tidak ada di antara grup band Capwave, yang ada hanya 3 orang. Membuat bisik bisik tidak enak di dengar untuk teling pun terdengar. Tobi juga mengernyit heran.

"ehm permisi, mana Naruto sang vokalismu itu Sasori?" tanya Tobi sopan. Semua pun teridam, bahkan para penonton yang tadi sangat berisik kini diam untuk menanti jawaban dari sang bassist Namikaze Sasori itu, kecuali para wartawan yang sibuk untuk memotret mereka yang ada di panggung. membuat Sasuke menyeringai kecil.

"heh, jangan jangan adik perempuan mu itu lari lagi, hah dasar pengecut" jawab Sasuke santai, membuat seluruh anggota Capwave geram mendengarnya, tak terkecuali para FB Naruto, mereka benci dengan kesombongan Uchiha bungsu itu. cepat cepat Sasori memutar otak untuk mencarikan alasan yang pas dari keterlambatan Naruto ini.

"aah, adikku terlambat, entahlah, katanya sih urusan wanita jadi aku tidak boleh tau, maka dari itu kau dulukan saja Ice Bloods untuk tampil pertama". Jawab Sasori dengan lancarnya, membuat para penonton menghela nafas lega, kali ini idola mereka tidak akan melarikan diri lagi.

"ooh begitu ya, ehm baiklah kita sambut penampilan pertama dari artis kita Ice Bloods!" teriaknya dengan lantang, membuat para penonton juga bersemangat meneriakan nama masing masing anggota dari Ice Bloods. Sasori dan yang lain pun turun dari panggung, mereka menyeringai kecil, karena sepertinya mereka memang harus melaksanakan rencana B. Yang artinya pemaksaan untuk Naruto.

Di panggung Ice Bloods segera membentuk formasi masing masing, berbaris memanjang dengan urutan Gaara, Kiba, Shikamaru, Neji, dan Sasuke. Musik pun dimaikan, lagu pertama di nyanyikan oleh Gaara.

I never thought that i'd fall in love, love, love, love~

but it grew from a simple crush, crush, crush, crush~

setelah itu, Gaara pun berbalik dengan gaya coolnya sambil menunduk, memegang ujung topinya serta memasukan tangan kirinya ke saku celananya, membuat seluruh fansnya berteriak histeris, lalu lirik selanjutnya dinyanyikan oleh Kiba.

Being without you girl, i was all messed up, up, up, up~

When you walked out, said that you'd had enough, enough, enough, enough~

Dan gerakan yang sama pun terjadi, kiba berbalik tapi tidak dengan menunduk, dia bersedekap dan mendongak serta memiringkan kepalanya membuat gerakan seolah menantang para penonton, teriakan pun kembali terdengar, lirik selanjutnya di nyanyikan oleh Shikamaru.

Been a fool, girl i know did'nt expect this is how thinhgs would go~

Maybe in time, you'll chang your mind now looking backi wish i could rewind~

Gerakan yang sama pun kembali terjadi, kini Shikamaru berbalik dan meniru gaya Gaara, menunduk dan mengantongi sebelah tangannya, lirik lagu selanjutnya pun di nyayikan oleh Neji.

Because i can't sleep til you're next to me, no ican't live without you no more~

Ooh i stay up til you're next to me, til this is house feels like it did before~

Lalu berbaliklah Neji dan Sasuke secara bersamaan, kini mereka membentuk formasi seperti ujung segitiga, dan kini Sasuke yang menjadi tokoh utamanya, dia berada di tengah seperti pusat dan mereka pun menyanyikan lagu reff bersamaan tentunya sambil menari.

Feels like insomnia aah aah~, Feels like insomnia aah aah~

Feels like insomnia aah aah~, Feels like insomnia aah aah~

Nyanyian mereka yang begitu kompak membuat para fans bereteriak Histeris, membuat Naruto yang menonton harus menutup telinganya, dan dia melirik kesal juga pada media massa, karena blitz dari kameranya benar benar menyilaukan matanya

Remembering teling my boys i'd never fall in love, love, love, love~

You used to think i'd never find a girl i could trust, trust trust, trust~

Suara Gaara membuat para fans semakin berteriak makin kecang.

And then you walked into my life and it was all about us, us, us, us~

But now i'm sitting here thingking i messed the whole thing up, up, up, up~

Suara Neji juga tak kalah membius nya dengan suara Gaara.

Been a fool (fool), girl i know (know) you'll change your mind (mind) now looking back i wish i could rewind~

Because i can't sleep til you're next to me no i can't live without you no more (without you no more)~

Ooh i stay up til you're next to me (to me) til this is house feels like it did before (because it)~

Kini Sasuke beduet dengan Shikamaru membuat yaa, kalian tau lah author males jelasinnya..

Feels like insomnia aah aah, Feels like insomnia aah aah~

Feels like insomnia aah aah, Feels like insomnia aah aah~

Seluruh anggota Ice Bloods kini menjentikan jari, dan suara musik pun dikecilkan, para penontonj juga mengikuti gerakan tangan mereka memeriahkan nyanyian Sasuke dan Kiba secara bergantian

Aah, i just can't go to sleep, cause it feels like i've fallen for you~

It's getting way too deep and i know that it's love because..~

Kini mereka menyanyi bersama, dengan gerakan yang luwes dan dapat membius semua yang melihatnya, berpindah dari posisi ini ke itu..

I can't sleep til you're next to me, no i can't live without you no more (without you no more) (suara Shikamaru)

Ooh i stay up til you're next to me (to me) til this is house feels like it did before~

Feels like insomnia aah aah, Feels like insomnia aah aah~

Feels like insomnia aah aah, Feels like insomnia aah aah~

Feels like insomnia aah aah, Feels like insomnia aah aah~

Feels like insomnia aah aah, Fells like insomnia aah aah~

Dan posisi mereka pun kembali seperti semula, berbaris memanjang dengan memunggungi para penonton. Dengan gaya menunduk dan mengantongi tangan kana mereka masing masing ke saku celana kanan mereka, membuat penonton mereka semakin histeris, media massa pun tak ketinggalan untuk memfoto dan meliput berita mereka.

Dan itu tentu saja membuat nyali Naruto semakin menciut, dia tidak menayangka bahwa Ice Bloods, benar benar ingin bersaing dengan grup bandnya, dan bagaimana dengan tanggapan Sasori, dia hanya tersenyum sinis. Tidak menghiraukan para media massa yang memfoto keberadaan mereka yang ada di samping panggung.

Anggota Ice Bloods pun berbalik dan sedikit menunduk untuk memberi salam lalu pergi ke bawah panggung. Dengan angkuhnya para anggota tersebut melewati Sasori tanpa kata kata, membuat Sasori malah membuat seringai sinis dari Sasori semakin lebar.

Ooh lalu, bagaimanakah penampilan Naruto selanjutnya? Lalu apa maksud dari rencana B Sasori, Hidan dan Deidara? Dan bagaimana rekasi semua para penonton dan Ice Bloods mengetahui sosok asli dari Uzumaki Ryu?

See in the next chapter..

Hyaaa, maaf semua, aku lama apdetnya. coz habis Uts, harap maklumi ya, dan untuk balesan riview, sorry di chapter ini aku nggak bales coz ini dah panjang banget. Semoga pertanyaan para readers terjawab di chapter ini, atau chapter depan. Aah aku juga dapet flame lho. Sumpah aku ketawa baca flame itu, aku ini masih author baru, udah dapet flame dari 'none' yang katanya 'authornya' gj dan abal. Aku ketawa karena kayaknya dia nggak ngejek ceritaku, tapi ngejek akunya sendiri. Bener bener nggak nyambung. Tapi itu untuk pendapatku lho ya~ Dan untuk none, flame mu bener bener nggak bermutu banget. Flame itu harusnya ada kritik juga. Atau apalah, masa Cuma ejekan. Huh, kuanggap kamu iri dengan karyaku.

Dan sebenernya sih penampilan untuk Naruto mau aku tampilin di sisni, tapi berubung udah kepanjangan, jadi chap depan aja ya.. makasih udah mau nunggu semuanya, hontou ni arigato dan gomenasai, kalo masih ada kesalahan..

So, RIVIEW AGAIN PLEASE! ^^a.