CAPBLOODS

RATE : T

PAIRING : X

DISCLAIMER : Naruto milik Masashi Kishimoto, sedangkan cerita ini milik saya, dan saya sudah ijin kok ke Pak Masashinya..

GENRE : Romance

WARNING : ide pasaran, abal abal, gaje, (miss) typo,OOC dan masih banyak lagi... (-.-)

SUMMARY : lalu, bagaimanakah kehidupan selanjutnya dari kedua grup setelah persaingan di mulai? Akankah tumbuh cinta di antara mereka?

Hai semuanya, ini dia ch 5 nya sekaligus pertandingan eh salah maksudku penampilan dari Capwave, semoga kalian suka ya.. Oke dan jangan lupa kalo mau baca ini, sekali lagi aku ingetin sambil dengerin lagu K-ON No, Thank you! Dan summary aku ganti karena kepanjangan.. hehehe oke deh..

Lets check ki dot.

Baiklah, sepertinya penampilan dari Ice Bloods, memang benar benar membius para penonton, apa lagi para fans wanita mereka, lihat lah, masih banyak yang meneriakan nama anggota dari Ice Bloods, kini pun giliran Capwave yang harus tampil, tapi sepertinya, Naruto a.k.a Ryu masih belum mau menyerah untuk sembunyi.

"baiklah, kita telah menyaksikan performance dari boy band kita Ice Bloods, sekarang kita tampilkan Grup band yang terkenal se-jepang ini, CAPWAVE.!"

Sepertinya Tobi benar benar semangat sekali untuk memanggil grup band Capwave, terdengar dari teriakan yang cukup keras, dan disambut meriah oleh para FG dan FB Capwave. Semuanya pun menyebutkan nama anggota masing masing yang mereka idoalakan terutama Naruto yang keluar dari mulut para kaum adam.

Capwave pun naik ke panggung, tapi dengan jumlah yang sama, yaitu hanya tiga orang, tanpa Naruto tentunya. Tunggu kemana Naruto? Itulah pertanyaan yang kini bertengger di benak masing masing para penonton. Tobi benar benar heran dengan kejadian ini.

"Sasori, kemana adik kembarmu itu? seharusnyakan kalian harus tampil"

Tanya Tobi sopan.

"aah, dia mungkin terlambat lagi, bisakah kalian menunggu lima menit lagi, aku mohon ya?" tanya Sasori, dengan wajah memohon, tentunya dapat menghipnotis para penonton dan FG nya, karena baru pertama kali ini Sasori memohon kepada mereka. Oke, Sasori harus memohon demi sang adik tersayang, lalu apa rekasi Naruto? Wajahnya tetap dingin dan datar, berbanding terbalik dengan para fans kakaknya yang langsung berteriak Histeris karena mendengar permohonan dari Sasori.

Naruto benar benar sudah paham dengan jalan pikiran Nii-channya yang satu ini, pasti Sasori sengaja mengeluarkan permohonannya, karena tau Naruto sedang menonton, walaupun tidak tau dimana persis Naruto berdiri dimana.

"baiklah, bagaimana kalau kita menunggu lima menit lagi para penonton?" Tanya Tobi, dan tentu saja di balas dengan sorakan setuju dari para penonton dengan antusias, membuat Naruto menghela nafas 'kenapa mereka tidak menyerah saja sih?' batin Naruto berteriak.

10 menit kemudian.

"oke, Sasori kita sudah menunggu lebih dari lima menit, sekarang ke mana adikmu?" tanya Tobi yang terlihat bosan, penonton juga terlihat seperti gusar, mereka benar benar menantikan pertandingan ini, untuk melihat sosok asli Naruto, para Fans dari Ice Bloods pun tampak mencemooh Capwave, mulai dari 'Capwave pembohong, pembual, penipu' dll, sepertinya Naruto melarikan diri lagi eh?

"haah, sepertinya memang harus menggunakan cara ini, benarkan Hidan, Deidara?" tanya Sasori dengan seringaiannya. Mereka berdua pun ikut menyeringai dan mengangguk. Sasori pun berjalan ke tengah panggung, mengambil mic yang tengah bertengger di atas panggung, dan tentu saja itu membuat semuanya bingung, terutama Naruto. 'apa yang akan dilakukannya?' tanya batinnya. Semuanya pun menjadi sunyi.

"oke, sepertinya adikku benar benar susah untuk di ajak kompromi" kata Saaori berbasa basi. "baiklah Naruto, aku tau kau sedang ada di sini, melihat grup band yang sedang di permalukan, dan kau hanya diam sambil menonton bukan, diantara para penonton itu?"

Dan pernyataan Sasori tadi membuat para penonton kaget, Naruto ada disini? Kenapa mereka tidak melihatnya, reflek mereka pun segera melihat seluruh lapangan untuk mencari Naruto. Tapi Nihil, mereka tidak melihat sosok itu sedikitpun.

"kau tau Sasori, kau itu pembohong besar! Mana buktinya jika Naruto ada disini? Sebaiknya kalian menyerah sajalah!" teriak Sakura, pendukung berat dari Ice Bloods, dan disambut dengan sorakan sorakan dari pendukung Ice Bloods yang lainnya. Dan tentu saja, Ice Bloods juga bingung kemana Naruto? Mereka juga melihat ke sekeliling lapangan, tapi.. tidak ada hal yang mencurigakan, tentunya bagi mereka terkecuali Sasuke, dia mengawasi gerak gerik Ryu yang hanya diam tidak menoleh kemana pun, malah hanya menunduk, membuat Sasuke mengernyit heran. mungkinkah dia? Batin Sasuke.

"ooh, easy girl, aku bahkan belum melanjutkan kata kata ku" kata Sasori santai, membuat para fans Ice Bloods bungkam.

"baiklah semuanya sekarang perhatikan ini.." kata Sasori. Semuanya pun reflek menoleh ke Sasori, termasuk Naruto yang dari tadi menunduk, termasuk para anggota Ice Bloods.

Kini di tangan Sasori, bertengger sebuah gitar electric berwarna kuning kemerahan, dan diantara warna itu ada warna oranye yang bertuliskan 'NARUTO' tentu saja, hal itu membuat mata Naruto terbalak kaget. Jadi selama ini, gitarnya ada di tangan kakaknya sendiri? Dan dia tidak menyadarinya, oh sial! Sepertinya kali ini dia masuk ke jebakan kakaknya lagi! Spontan saja Naruto berteriak, saking kerasnya sampai membuat semuanya menoleh ke belakang.

"SIALAN KAU SASORI! ITU GITARKU! KEMBALIKAN SEKARANG!" teriak Naruto lantang, membuat para penonton menoleh kepadanya, ooh tapi apa pedulinya, dia tidak peduli yang penting gitarnya kembali, karena itu benda kesayangannya, walau Naruto masih punya banyak gitar tapi itu favoritnya. Baiklah Naruto, mari kita terjun bebas bersama..

"ooh, ini gitar anda nona? Tapi ini adalah gitar kesayangan adikku, bagaimana kau bisa mengaku ngaku sebagai pemilik gitar ini?" tanya Sasori sok tidak kenal dan sok sopan. Membuat para FG Sasori pun mencemooh Ryu, si gadis culun itu tidak mungkin kalau dia adalah Naruto, gadis yang menempati posisi vokalis dan gitaris dari Capwave.

"JANGAN PURA PURA TIDAK KENAL SASORI!" tambah Naruto lantang, membuat Sasori menyeringai kecil. Tanpa ba-bi-bu lagi Naruto segera berlari, menuju ke arah panggung, menerobos kerumunan manusia itu, menabrak orang ini dan itu, tidak perduli jika mendapat cemooh atau ejekan. Yang ada dipikirannya satu yaitu 'gitarnya harus kembali'. Dan tentu saja, reaksi adiknya itu tepat dengan dugaan Sasori, dan dua temannya itu. segera saja Naruto melopat pagar pembatas antara penonton dan panggung, lalu memanjat panggung yang tinggi itu dengan sekali lompatan, dan BERHASIL.

Kini Naruto ter-engah engah di atas panggung, wajahnya memerah, nafas sesak, rambut berantakan, dan rok tersibak ke atas, membuat hot pants pendeknya terlihat, menyadari hot pants nya terlihat, segera saja Naruto menurnkan roknya, lalu menuding Sasori tepat di hidungnya.

"sial- haah- kau- haah –Sasori- haah-" nafasnya benar benar tersenggal, membuat Sasori kasihan juga, akhirnya dia menyuruh Hidan untuk mengambilkan air putih di dekat kakinya itu, lalu di berikannya kepada Naruto. Dan minuman itu langsung di tegak habis, hingga tersisa seperempat dari botol itu.

"sialan kau Sasori, kembalikan gitarku sekarang juga!" kini bicaranya lancar, membuat Sasori menyeringai.

"kau adikku nona?" tanya Sasori, yang serasa benar benar menusuk hati Naruto. Benarkah dia tidak mengenali adik bahkan saudara kembarnya sendiri? Ooh, sepertinya Naruto lupa bahwa dia masih dalam mode penyamaran ala Ryu.

"TENTU SAJA AKU ADIKMU DASAR BODOH!" ooh, Naruto benar benar naik pitam sudah, gitar itu sekarang ada di tangan kakaknya, dan Sasori masih pura pura tidak mengenalinya. Penonton? Mereka mengangakan mulut mereka serasa rahang bawah mereka mau lepas dan para media massa juga tak ketinggalan dengan adegan yang Sasori katakan tadi "nanti akan ada hal yang memalukan" rupanya ini maksud dari kata katanya itu tadi.

"tapi adikku itu keren, dia tidak pernah berdandan culun seperti ini? Jika kau benar benar adikku, bongkar semua dandanan culunmu itu, baru aku bisa percaya" jawab Sasori enteng. "atau gitar ini akan jatuh dari panggung dan hancur, bagaimana hmm? Ku hitung mulai dari 5" lanjut Sasori, yang kini tangannya sudah bersiap menggantung di pinggir panggung dengan memegang gitar Naruto. Membuat keringat dingin melewati pelips Naruto. Hitungan mundur pun dimulai

"lima..."

Dan hitungan itu menandakan bahwa penyamaran akan segera terbongkar, lekas saja Naruto mengeluarkan bajunya yang tadinya masuk ke dalam roknya, membiarkannya kini berantakan.

"empat..."

Hitungan ke empat membuat Naruto semakin cepat melepaskan semuanya, dasinya yang tadi terlihat sangat rapat kini di longgarkan.

"tiga..."

Semakin cepat gerakan Naruto untuk membongkar penyamarannya, dia kini tengah melepaskan kancing baju yang ada di lehernya, kini tampilan Ryu mirip dengan Naruto yang asli, para penonton dan Ice Bloods pun hanya terpaku dengan gerakan Ryu.

"dua..."

Kini Naruto tengah membongkar kepangan rambutnya, rambutnya tergerai sempurna, Naruto sedikit membuat rambutnya acak acakan, poni rata menutupi jidatnya itu, kini terlhat bernatakan, dan ketika dia memegang gagang kacamatanya dia sedikit ragu, tapi ketika Sasori hampir melepaskan gitarnya dan menyelesaikan hitngannya

"sa-.."

GREEEP

Gitar itu secepat kilat menghilang dari tangan Sasori, dan kini terlihatlah sosok asli dari Naruto, tanpa penyamaran sedikit pun, wajah tanpa polesan, dan terlihat kumis kucing yang kini tengah bertengger di masing masing pipinya, karena bedak nya luntur oleh keringatnya. Para penonton, media massa dan Ice Bloods hanya diam terpaku melihat sosok asli Ryu ternyata adalah Naruto. Kini rambutnya yang sepanjang punggung itu tergerai dan terbang karena angin yang berhembus.

"fiuuh, untunglah kau tidak apa apa" kata Naruto sambil mengecek dan memutar mutar gitarnya untuk mengecek apa ada yang tergores atau tidak.

"ck, kau benar benar licik Sasori, tak kusangka kau menggunakan cara ini untuk memancingku!" kata Naruto sambil berkacak pinggang dan kini gitarnya tengah ia sampirkan di pundak kanannya. Membuat semua orang melihatnya mengangakan mulutnya, lihatlah gaya Naruto sangat cool. Sasori pun hanya menyeringai kecil, lalu berjalan ke arah Naruto sambil melepaskan jaket merahnya itu.

"tumben kau memakai rok pendek 10 cm diatas lutut?" tanya Sasori dengan seringai nakalnya, ooh sepertinya dia mesum walau kepada adik perempuannya sendiri. Lekas saja Naruto melihat kebawah dan terpampanglah kaki panjang dan mulus itu tanpa noda sedikitpun.

"aakh, sialan kau Sasori, kau pasti mengambil rokku yang panjang itu dan menggantinya dengan yang pendek! Dasar mesum! Ini pasti penyakit guru Jiraiya, kau jadi ketularan mesumnya!" tuding Naruto

"kau juga bodoh bagaimana kau bisa tidak menyadari bahwa kau memakai rok pendek hah? Mana tadi kau melompat lompat di atas pagar itu" dan tentu saja pernyataan Sasori membuat Naruto memerah, dia lupa dan malu sekali. Dan dengan santainya Sasori melempar jaket merahnya itu ke Naruto hingga menutupi kepalanya itu.

"pakai" kata Sasori singkat. membuat Naruto bingung. "haah? Tapi aku tidak kedinginan" jawab Naruto polos, dan itu membuat Sasori menoleh kearahnya dengan tatapn dinginnya seperti biasa "pakai di pinggulmu, aku tau kakimu itu kedinginan, setidaknya tutupi dengan itu agar hangat dan tidak terlihat" Naruto mengerti maksud dari 'terlihat' yang dikatakan Sasori. Lekas saja dia memakai jaket ang di berikan Sasori di pinggulnya. "sudah". Jawab Naruto polos. Membuat Sasori jengkel juga, anak ini benar benar tidak peka, rutuknya dalam hati.

"beri salam kepada penonton!" kata Sasori dingin. Naruto pun hanya mengangguk kecil, lalu berjalan ke mic yang tadi Sasori gunakan.

"ehm, hai semuanya sepertinya aku tidak perlu memperkenalkan diriku lagi, dan maaf soal penyamaran itu, kalau bukan karena Nii-chan ku yang super baka ini, mungkin aku tidak akan pernah membongkar penyamaran ku" kata Naruto ceria, dan tentu saja di sambut dengan antusias oleh para FB Naruto yang benar benar yakin bahwa itu adalah Naruto asli.

"ooh ya? Aku tidak percaya jika kau Naruto asli" kata seorang penonton, yang merupakan FG dari Sasori, tapi dia tidak percaya bahwa itu benar benar Naruto. Dan gadis itu adalah Matsuri, orang yang dulu pernah melabraknya di depan gerbang sekolah. Naruto pun hanya menyeringai melihat keberanian gadis itu untuk mencemoohnya di depan umum.

"ooh, aku ingat, kau adalah orang yang dulu pernah melabrakku di depan gerbang masuk sekolah, benar bukan?" terdengar dari nada Naruto yang seperti meremehkan. "iya, itu aku memangnya kenapa?" kata Matsuri menantang, ooh sepertinya konser ini akan sedikit lama lagi karena kita akan menonton adegan adu mulut antara Naruto dan Matsuri.

" ah aku hanya mau bilang, aku tidak perlu kepercayaan mu untuk percaya bahwa aku adalah Naruto, aku juga tidak peduli, dan kau juga pernah bilang bahwa kau adalah calon pacar kembaranku yang satu ini bukan?" kata Naruto membuat Matsuri bungkam, dan terdengar kikikan kecil dari para FB Naruto dan FG Sasori. Sasori hanya menaikan alisnya satu karena tidak mengerti apa maksud mereka berdua, dan saat menoleh ke Hidan dan Deidara, mereka juga terkikik kecil. Seperti menahan tawa untuk meledak yang sejadi jadinya.

"maaf nona, tapi sepertinya hal itu tidak akan pernah bisa terjadi, karena sebagai adik perempuan plus kembarannya, aku tidak akan membiarkan wanita sepertimu mengambil hati kakakku. Jika kau menginginkan kakakku, maka lewati aku dulu, karena dia akan menolak gadis manapun jika aku tidak menyukai nya." kata Naruto dengan nada meremehkan sekali lagi, membuat tawa meledak seketika, ooh sepertinya Matsuri terlalu percaya diri eh? Dan Sasori.. kau sepertinya memiliki adik brother complex heh?

"oke, tak perlu basa basi lagi Naruto, sepertinya fans mu mulai tidak sabar, jadi inilah tampilan kedua kita CAPWAVE!" Teriak Tobi, membuat penonton bersorak dan sekaligus memotong adu argumen dari Naruto dan Matsuri.

Musik dimulai dari permainan keyboard Deidara, terdengar sangat slow dan santai, tapi setelah mendengar permainan gitar dari Naruto, bass dari Sasori dan drum dar Hidan, musik berubah 180 derajat menjadi musik Rock, dan membuat para penonton bersemangat dan bersorak keras.

Howaitoboodo de hishimekiau~

Rakugaki jiyuu na negaigoto~

Houkago no chaimu yuuhi ni hibite mo~

Yumemiru pawaa di surenai ne ainiku~

Lalu Naruto berteriak dengan lantang..

LET'S SING motto motto motto koe takaku~

Kuchibiru ni kibou tazusaete~

Waado hanatsu sono tabi hikari ni naru~

Watashi-tachi no kakera~..

Membuat para penonton juga ikut terbawa dengan semangat yang di bawakan oleh Naruto. Dan kini reffnya, para penonton melompat lompat mengikuti irama musik, dan juga menyanyikan reff ini berbarengan dengan Naruto.

Omoide nante iranai yo~

Datte "ima" tsuyoku, fukaku aishiteru kara~

Omoide hitaru otona no you na kanbi zeitaku~

Mada chotto enryoshitai no~

Lalu kini terdengar suara gitar dari Naruto. Naruto memainkan perannya dengan baik di sini, dia tersenyum lepas tanpa beban, Sasori yang melihat adiknya seperti itu hanya tersenyum sekilas, inilah sosok asli Naruto, tanpa topeng, tanpa sifat dingin dan datarnya, sosok asli Naruto yang ceria dan membuat semua orang bersemangat.

Kokoro no nooto maakaa hikimidarete~

Osareru to nakisou ma pointo bakka~

Itami yorokobi minna to iru to~

Mugen no ribaavu de sasaru fushiigi~

Suara bass dari Sasori, gitar dari Naruto dan suara drum dari Hidan, juga tak ketinggalan keyboard dari Deidara benar benar memodifikasi musik ini, Sasori kini berjalan menuju depan panggung, hanya sekedar mencari perhatian, dan tentu saja di sambut hangat oleh teriakan para FG nya, Naruto yang sempat meliriknya hanya memutar mata bosan.

LET'S FLY zutto zutto zutto kanata made~

Kauntodaun matenai yabou oi kazeni~

Bito kizamu sono tabi purachina ni naru~

Watashi-tachi no tsubasa~

kini giliran Naruto, yang mulai menarik perhatian, dia mengangkat tangannya ke atas dan tentu saja, itu tanda untuk para fans mengikuti dirinya bermain. Ice Bloods hanya terpaku dengan tampilan Naruto itu.

Yakusoku nante iranai yo~

Datte "ima" igai, dare mo ikirenai kara~

Yakusoku hoshigaru kodomo no you na mujaki na zeijaku~

Mou tokku ni sotsugyoushita no~

Kini, musik pun mulai slow, permainan Naruto pun melabat diiringi dengan drum Hidan.

Itsu made mo doko made mo kitto kikoetsuzukeru~

Eien sae iranai no ni naze nakusesou ni nai~

Our splendid song~

Musik berubah lagi menjadi rock, kini drum Hidan lah yang terdengar, lalu Naruto dan Sasori, mereka saling mendekat lalu seperti mengadu permainan mereka, mereka berdiri berhadapan dan terlihat sangat menikmati permainan instrumen mereka, membuat penonton berteriak histeris. Benar benar Bloods semakin merinding dengan jiwa Naruto yang sepertinya sudah terlihat menyatu dengan gitarnya. Lalu permainan di akhiri dengan Naruto yang menjauhi Sasori, lalu mendekat ke mic lagi. Naruto mulai menyanyikan liriknya.

LET'S SING motto motto motto koe karete mo~

Kuchibiru de kono toki tataete~

Ruuto onaji chizu mochi meguriaeta~

Watashi-tachi no kizuna~

Naruto pun berteriak dengan lantang kembali sambil mengangkat tangannya,

NO, THANK YOU!~

Selang beberapa detik permainan gitar Naruto pun di mulai kembali.

Omoide nante iranai yo~

Datte "ima" tsuyoku fukaku aishiteru kara~

Omoide hitaru otona no you na kanbi na zaitaku~

Mada chotto enryoshitai no~

Dan lirik pun berkahir, digantikan dengan permainan instrumen dari Deidara, Hidan, Naruto, dan Sasori. Setelah beberapa menit, musik pun berakhir dengan serentak, dan tentu saja itu disambut dengan teriakan histeris yang benar benar membahana di sekolah KHS, bahkan para guru pun ikut bertepuk tangan dengan semangat grup band Capwave membawakan musik ini dengan semangat. Dan Ice Bloods, mereka hanya terdiam tapi tak lama muncul seringai kecil di bibir Sasuke. 'ternyata grup band Capwave memang tidak bisa diragukan lagi' batin Sasuke.

"baiklah semuanya, itulah penampilan dari grup band Capwave, baiklah para artis silahkan trurn dan kembali keruangan masing masing untuk menunggu penentuan suara siapa yang menang atau kalah". Tobi pun segera menutup acara.

Naruto dan yang lain pun segera turun dan kembali ke ruangan ganti mereka. Di susul oleh Ice Bloods, mereka pertama berjalan se arah, lalu berbalik dan berjalan saling memunggungi karena ruangan mereka berbeda arah. Ice Bloods ke kiri, dan Capwave ke kanan. Tanpa banya bicara lagi, mereka masuk ruangan masing masing.

Nah bagaimankah, perolehan suara selanjutnya, siapakah yang menang? Ice Bloods atau Capwave? Aah silahkan nantikan jawaban selanjutnya di ch 6..

Hiyya, maaf semuanya baru apdet. Dan seperti biasanya aku mengucapkan terimakasih yang banyak untuk readers yang masih setia menunggu CAP'BLOODS, dan untuk pemenang, sebenernya sih aku masih bingung antara Ice Bloods atau Cpawave, tapi entah kenapa dan sejak kapan aku dapet ide yang super gila (menurutku) dan itu akan ketahuan di ch 6, oke silahkan menanti para readers, dan doain aku biar bisa apdet kilat, atau mungkin bisa ajh lelet karena penyakit males ngetik lagi kumat. Hehehe.. baiklah para readers~

MIND TO RIVIEW ? PLEASE..

Oke, jaa ne minna~