CAP'BLOODS
RATE : T
PAIRING : X
DISCLAIMER : Naruto milik Masashi Kishimoto, sedangkan cerita ini milik saya, dan saya sudah ijin kok ke Pak Masashinya..
GENRE : Romance
WARNING : ide pasaran, abal abal, gaje, (miss) typo,OOC dan masih banyak lagi... (-.-)
SUMMARY : lalu, bagaimanakah kehidupan selanjutnya dari kedua grup setelah persaingan di mulai? Akankah tumbuh cinta di antara mereka?
Hyaa, hai semuanya.. ini ch 6 nya, oke maaf kan saya yang beberapa ch ini nggak bales riview, karena sy lagi males ngetik, dan ch 5 nggak memuaskan banget. Soalnya susah banget gambarin aksi Naruto di atas panggung v(=="). Tapi sy tetep mengucapkan banyak terimakasih untuk para readers yang mau riview, dan silent readers lainnya. Walau nggak pernah bales sy tetep baca kok minna-san, dan maaf atas keterlambatan fic ini, karena tugas menumpuk dan ujian semester menanti, jadi fokus tertuju kesana semua minna san T-T, ini sj masih ujian. (-_-")v oke deh minna –san..
Let's check ki dot..
Yap setelah aksi masing masing dari para artis ini selesai, mereka disuruh menunggu di belakang panggung untuk menunggu hasil voting dari para fans dan seluruh rakyat (?) sekolah, walau mereka tetap tidak suka. Yaah~ sejenis pemaksaan begitu. Yang tidak mau akan di denda sanksi membersihkan toilet, dan menjadi ibu atau bapak kantin selama seminggu. Hebat bukan?. Memalukan!
Sebenarnya Naruto sejak ada di panggung sudah mengalami sakit kepala, entah kenapa dia sendiri juga heran. Karena jika dia sakit kepala seperti ini, tidak akan pernah sesakit ini, ini jauh lebih sakit dari biasanya. Tapi Naruto memilih cuek dan tidak memikirkan sakit kepala ini. Walau terlihat tenang juga, Naruto dalam hati Naruto sudah siap meluapkan amarahnya pada saudara kembarnya itu. dari pada memikirkan sakit kepala ini, membentak Sasori sepertinya hiburan tersendiri buat Naruto.
Sebenarnya walau diuar terlihat tenang tenang saja, tapi di dalam benar benar berisik, yap karena sang vokalis sekarang sedang memarahi saudaranya yang kelewat jahil itu. Naruto masih tidak terima dengan perbuatan Sasori karena mencuri gitarnya itu.
"kenapa kau mencurinya hah?!" tanya atau lebih tepatnya membentak pada Sasori. Sampai air liurnya muncrat ke wajah Sasori. "hei, kalau bicara tidak usah pakai hujan!" kata Sasori tak kalah geram, karena semenjak tadi adiknya bicara padanya, ralat bukan bicara tapi membentak. Oke tidak masalah jika Naruto membentak bentak dirinya, tapi air liurnya itu lo! Menjijikan! Batin Sasori.
"ck, aku tidak peduli" jawab Naruto sinis. "hei ayolah, kau jangan marah, lagipula gitarmu tidak rusak bahkan tergores sekecil pun tidak!" jawab Sasori enteng. Dan dengan watados (baca: wajah tanpa dosa).
Ooh, Naruto sekarang ingin rasanya menonjok wajah baby face dari Sasori sendiri. Tapi karena Sasori adalah saudara kembarnya, dia memilih untuk bersabar. 'ingat, dia besar dirahim bersamamu'. Kata Inner Naruto dalam hati. Akhirnya dia memilih untuk duduk sambil mengehembuskan nafas yang besar. Tentu saja sambil memijit kepalanya yang sejak tadi sakit itu. Sasori yang melihat keadaan adiknya hanya mengernyit heran.
"hey, kau tidak apa apa? Wajahmu pucat". Kata Sasori sambil menyentuh pipi adik perempuannya itu. "aku tidak apa apa, mungkin hanya kelelahan,sudahlah lupakan masalah itu, aku ingin tidur sebentar". Jawab Naruto sekenanya, lalu segera menyingkirkan tangan Sasori dari pipinya, dan segera menyusun kursi siswa yang ada di situ menjadi memanjang. Lalu dia segera tidur di situ dan beranjak ke alam mimpi.
Laki laki yang ada disitu pun hanya bisa geleng-geleng kepala, bagaimana tidak? Naruto kini sedang memakai rok diatas lutut 10 cm, dan sekarang dengan santainya dia tidur tanpa menutupi bagian bawahnya. Coba saja jika mereka tidak menganggap Naruto adik sendiri dan tidak mau mendapat bogem mentah dari Naruto, tentunya juga Sasori, mungkin pikiran mereka sudah sangat mesum melihat paha mulus milik Naruto. Segera saja Sasori berjalan mendekati Naruto lalu meraih jaketnya yang tadi di lepas oleh Naruto dan diletakan di kursi untuk menutupi bagian bawah Naruto.
"wah, wah kenapa dengan Naruto yang hyperactive itu?" tanya Kakashi yang menginstrupsi ketenangan mereka. "ah katanya dia sedang tidak enak badan, jadi dia ingin istirahat, jadi kenapa kau datang kesini?" jelas Deidara + tanya Deidara.
"aku sebenarnya mau meminta Naruto untuk menadatangani ini, katanya dari fansnya sih, tapi karena dia sedang tidur dan tidak enak badan jadi nanti saja". Kata Kakashi, tapi hampir dia menutup pintu, Sasori menghentikan Kakashi.
"sini, biarkan aku yang menyuruhnya menandatangani kertas itu, lagi pula mungkin Naruto belum begitu pulas tidurnya, dan sepertinya penghitungan suara membutuhkan waktu 30 menit, karena suara pasti sangat banyak, jadi masih ada kesempatan untuk tidur". Kakashi pun hanya mengangkat bahu cuek, lalu memberikan kertas itu pada Sasori. Dan dalam hatinya, dia berharap bahwa Sasori tidak membaca isi dari kertas itu, tapi sepertinya Sasori tidak memperdulikan isi kertas itu, dia hanya membawanya menuju Naruto.
"hey, Naruto! Bangunlah dulu, ada kertas yang harus kau tanda tangani" kata Sasori. Naruto sedikit mengerang, lalu dia melirik sedikit kearah Sasori, dan menutup matanya lagi. "nanti saja" jawab sekenanya.
"ooh ayolah, hanya menadatangani dua lembar, dari fansmu jangan buat mereka berdua kecewa Naruto". paksa Sasori. Kakashi sedikit menyeringai, sepertinya Sasori tanpa sengaja telah memberikan bantuan secara tidak sadar kepadanya. Haah, Naruto yang kini sedang malas berdebat, memilih untuk menurut dan menadatangani tanpa membaca tulisannya, dan tentu saja membuat seringai Kakashi semakin berkembang. Setelah selesai menadatangani, kertas itu segera diberikan ke Kakashi. Kakashi hanya tersenyum kecil lalu pergi kedepan lagi. Tunggu, apa kalian sadar Kakashi dari tadi tidak menampakan dirinya sama sekali, dan tentu saja dia memakai penyamaran, lalu bagaimana ada dua kertas fans Naruto bisa ada ditangannya?.
Di bagian Ice Bloods.
Kini para anggota boy band terkenal itu sedang beristirahat dengan santainya, ada yang mendengarkan music, ada juga yang baca buku, dan tidur. "hei apa aku mengganggu?" tanya Itachi. Tentu saja itu sangat mengganggu, tapi mereka hanya angkat bahu cuek. Sasuke tidak mendengarkan Itachi karena dia kini sedang tidur, dan telinganya sedang disumpal oleh headset yang menempel di telinga kanan dan kirinya.
"jadi kenapa kau kesini Itachi-nii?" tanya Kiba. "aah aku hanya ingin minta tanda tangan Sasuke untuk kertas ini, dari fans girlnya sih, jadi mana Sasuke?" tanya Itachi. Gaara pun menunjuk Sasuke dengan dagunya. Sasuke kini sedang tidur menghadap kanan, alias miring menghadap tembok sambil mendengarkan musik.
"hei, bangun, ada yang mau minta tanda tangan nih!" teriak Itachi. Tentu saja Sasuke tidak mendengar karena musiknya volume paling besar. Kini dia tambah terlelap di tidurnya itu. Itachi hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya. Segera saja dia mencabut headset sasuke yang sebelah kanan dengan kasar, membuat Sasuke bangun seketika.
"apa apaan kau?!" bentaknya tidak terima. Tanpa basa basi Itachi segera menyodorkan 2 lembar kertas yang dari tadi dipegangnya itu. Sasuke hanya mengernyit, dan segera mendongak lalu mentap Itachi dengan pandangan 'ini-apa'. "fans" jawab Itachi singkat, padat jelas. Sasuke hanya menghela nafas panjang, lalu segera mengambil bulpoin yang ada disampingnya yang entah dari mana asalnya, lalu segera menandatangani kertas itu.
30 menit kemudian.
Tanpa terasa tiga puluh menit sudah terlwati, kini para artis sudah berada di samping panggung, Sasuke dan Sasori dari tadi saling menatap sinis, sedangkan Naruto? Aah dia sedang tidak peduli masalah itu karena kepalanya masih sakit walau sudah tidur 30 menit. Jadi dia hanya membiarkan para saingan di dunia enterteiment itu saling menatap sinis.
"baiklah semua kita sudah melakukan voting suara untuk pemenang acara taruhan ini, dan kita tinggal melihatnya saja, apa kalian sudah siap?" Tanya Tobi. Tentu saja disambut sorakan setuju dari para penonton.
"baiklah kita mulai". Kata Tobi. Setelah mendengar kata 'mulai' dari Tobi, acara tatap sinis mensinis itu pun berakhir. Naruto pun kini sedang mencoba untuk berkonsentrasi mendengarkan hasil dari usaha kerasnya itu.
"baik, hasil perhitungan suara akan tampil pada layar di belakang saya". Kata Tobi. Oke jadi menghitung suara tadi dengan menggunakan teknologi modern, lalu kenapa harus menunggu 30 menit? Aah mereka benar benar tidak peduli sekarang. yang ada di otak mereka kini hanya siapa pemenang dari acara taruhan ini.
Perhitungan dimulai, angka mereka digerakan secara bersamaan, dan diatas angka itu tampak foto Sasuke yang sedang buang muka, dan Naruto yang menunduk memakai topi, dan tersenyum untuk memperlihatkan tindik di lidahnya. Dan hasil dari perhitungan suara tersebut adalah.. TADAAAAA
150 X 150 (Sasuke X Naruto)
Yang artinya seri! Dan tentu saja itu membuat seluruh penonton terbalak kaget, termasuk para artis itu. seingat mereka murid disini jumlahnya ganjil, kenapa bisa seri.
"wah hasilnya seri ya, ehm sepertinya aku lupa untuk tidak melaporkan ini pada kalian semua, 309 kini tinggal 300 karena tidak mungkin para artis ini memilih, nah kalau seri seperti ini bagaimana kalian bisa menentukan siapa pemenangnya?"
Tanya Tobi. Shit! Batin Naruto dan Sasuke kesal. Sebelum mereka maju kepanggung, Kakashi dan Itachi sudah nyruduk duluan naik ke panggung. Membuat semua yang menonton `disitu melongo akan tingkah laku mereka berdua.
"aah, baiklah, biarkan kami berdua yang mewakili para artis untuk naik panggung dan menyelesaikan masalah ini, para artis masuk keruang ganti Cap'wave, dan untuk pemenang sepertinya pemenangnya hanya bisa di tentukan oleh mereka sendiri, nanti jika sudah di temukan pemenangnya kami akan mengumumkannya lagi". Dan setelah mengatakan itu Kakashi dan Itachi memutuskan untuk turun dari panggung dan segera membawa (baca: menyeret) Naruto dan Sasuke. Tentunya yang lainnya juga mengikuti mereka.
"hey, hey apa apaan ini?" teriak Naruto yang tidak terima dirinya di seret seret paksa seperti ini. "ssttt, sudahlah kau diam saja, nanti kami akan jelaskan". Jawab Kakashi sekenanya.
"baiklah, kalian semua tunggu di sini, termasuk kau Sasori-" sebelum Sasori mengelak Itachi sudah menambahkan "tenang, kami ber-dua tidak akan melukai adikmu sekecilpun, bahkan menggores sedikit pun tidak akan, oke!" dan setelah itu pintu pun di tutup (baca: dibanting). Para artis itu pun hanya bisa melongo ketika mendengar suara pintu terkunci.
Sedangkan para penonton? Mereka dengan setia menunggu para idola untuk menyelesaikan masalah mereka itu, lalu mendengar hasil pemenang secara langsung. Mereka sementara di bubarkan oleh Tobi agar mereka tidak mati kebosanan di sana.
Kini diruangan itu hanya terdiri dari 4 orang, Sasuke, Naruto, Itachi, dan Kakashi. Mereka kini berdiri berhadapan, Naruto menatap garang Kakashi karena tidak terima diperlakukan seperti ini. Lihatlah tangan kirinya kini mengelus elus tangan kanannya yang merah karena di tarik sekuat tenaga oleh Kakashi. Sedangkan Sasuke? Ooh jangan tanya, kini dia juga seperti Naruto dia menatap tajam kakaknya itu.
"jadi apa maksud kalian mengajak kami berdua kesini?" tanya Naruto sinis. "aah, begini kami sudah bisa memperkirakan akan hasil yang kalian peroleh adalah seri". Kata Kakashi santai, dengan watadosnya itu, membuat Naruto mengernyit.
"lalu?" Sasuke tanya to the point. "eng begini, bukankah siapa yang kalah akan menjadi budak si pemenang selama sebulan?" tanya Itachi berbasa basi. "sudahlah cepat tidak usah berbasa basi" kata Naruto malas. "jadi apa mau kalian?" tanya Sasuke.
"nah, baiklah kami akan langsung ke point utamanya, karena perolehan suara kalian seri, bagaimana jika kalian bergantian satu sama lain untuk memperbudak masing masing?" tanya Kakashi. Membuat Naruto melongo, dan Sasuke membelalakan matanya.
"haah? Apa maksudmu?" tanya Naruto. "begini, kalian mendapat perolehan suara yang sama kan? Jadi dari pada bertanding ulang, mending kalian bergantian saja memperbudaknya, jadi 1 hari untuk Sasuke esoknya untuk Naruto, begitu seterusnya hingga satu bulan, bagaimana?". Naruto dan Sasuke tanpa sengaja saling menoleh dan bertatapan, secepat kilat juga mereka membuang muka. Dalam hati mereka saling merutuki masing masing. "jadi?" tanya Itachi.
"Tidak !" jawab mereka serentak. Aah sepertinya Itachi dan Kakashi sudah menduga hal ini. "kasihan sekali, sayangnya kalian berdua tidak bisa menolak, atau kalian akan di tendang dari Hatake Enterteiment dan Uchiha Enterteiment" jawab Kakashi enteng membuat kedua orang itu melotot.
"bagaimana bisa!?, tidak ada aturan yang seperti itu!" berang Naruto. "ooh, jangan lupakan kertas yang kalian berdua tanda tangani barusan itu!" kata Itachi enteng. "kertas? Kertas yang mana?" kini ganti Sasuke yang bertanya. Setelah mengingat beberapa saat, Sasuke dan Naruto melotot ke arah meneger mereka masing masing "jangan jangan.." segera saja di potong oleh Itachi "aah, kalian sudah ingat.. hebat, kalau begitu kalian tidak akan bisa menolak lagi oke" kata Itachi enteng.
Mereka pun saling berpandangan lagi, dan mengartikan pandangan itu sebaagai tanda setuju.
"baiklah kami setuju, lalu pemenangnya?" tanya Naruto. "kalian berdua silahkan janken" ucap Kakashi dengan senyum hingga matanya menyipit. Sasuke pun hanya menghela nafas berat lalu segera berbalik untuk berhadapan dengan Naruto. Naruto pun melakukan hal yang sebaliknya. Sasuke menatap Naruto dengan tatapan tajamnya, Naruto yang ditatap seperti itu tentu saja langsung salah tingkah.
"a-apa yang kau lihat hah?" tanya Naruto. Sasuke yang mendengar Naruto berbicara gugup seperti itu hanya menyeringai kecil. Gadis yang terlalu polos eh? "cih, gadis bodoh" Sasuke berkata dengan sadisnya, membuat Naruto melotot seketika.
"apa kau bilang!?" berangnya. "sudah sudah, semakin cepat kalian janken, maka semakin cepat ini selesai, dan ooh ya, peraturannya yang menang di janken ini otomatis akan menjadi majikan hari ini dalam sehari karena peraturan dimulai tepat jam masuk sekolah yang artinya jam 07.30, maka selesai nya pun jam 07.30 malam oke, dan karena tanggal 10 Oktober dimulai maka kalian selesainya tanggal 9 November jam 08.30 juga, dan pada tanggal itu kalian harus bersalaman untuk mengahiri perjanjian ini, oke!". Sasuke yang mendengar penjelasan itu, hanya mengernyit heran. Sedangkan Naruto buru buru nyerocos.
"kami berdua yang mempunyai masalah, kenapa kalian yang repot?" tanya Naruto, dan tentunya mewakili Sasuke untuk bertanya. "tentu saja, karena kami berdua adalah meneger kalian, yang masih mau berbaik hati untuk mengurus masalah kalian" jawab Itachi santai. Akhirnya mereka berdua menghela nafas panjang. Dan dalam hitungan detik mereka berdua segera berjanken.
Dan Sasuke memilih batu sedangkan Naruto memilih kertas, maka pemenangnya adalah Naruto. "hahahaha,, kau kalah Teme!" Naruto tertawa terbahak, ya hilang sudah keanggunannya karena sifat tomboynya itu keluar lagi. (readers: Eng tunggu, perasaan dari tadi Naruto nggak ada sifat anggunnya deh? Author: ya diada adain juga boleh #dhuag) oke back to story
"kau bilang apa?" tanya Sasuke dengan suara dalam dan tatapan membunuh. Segera saja Naruto berhenti tertawa, lalu menatap Sasuke sinis.
"kenapa? Kau marah? Jangan lupakan seharian ini kau akan menjadi budakku!" kata Naruto dengan nada yang sangat dalam, tak kalah dingin suaranya dengan Sasuke. Munculah empat sudut siku di dahi Sasuke karena jengkel dengan kata kata Naruto. Tapi toh dia tidak bisa melawan. #poor Sasuke
"baik, baik aku tau kalian adalah rival tapi bisakah kalian menghentikan peetengkaran konyol ini, dan segera menyelesaikan masalah ini?" lerai Itachi. Mereka pun akhirnya saling membuang muka, Naruto pun segera berjalan mendahului Sasuke.
Dan di panggung pun diumumkan bahwa Naruto lah yang menang, walau secara janken. Mendengar pernyataan itu para fans Sasuke berteriak kecewa, tidak terima, dan lain lain. Bahkan ada yang secara terang terangan mencemooh Naruto. Tapi lihatlah yang dicemooh pun tidak peduli, bahkan dengan asyiknya dia menyambut salam dari para fansnya dengan melambaikan tangannya.
"lalu, bagaimana dengan yang dipertaruhkan, bukankah yang kalah harus menjadi budak pemenang?" tanya salah satu orang yang tidak memihak siapapun disini. Sasuke dan Naruto saling menatap, lalu Naruto sedikit menyeringai, membuat Sasuke jengkel,karena tahu artinya bahwa dialah yang harus menjawabnya.
"maaf, tapi itu rahasia agensi kami berdua, kalian tidak perlu tau". Jawab Sasuke enteng, plus dengan wajah dingin dan datarnya. Naruto yang melihat itu pun terkikik geli. Sasori juga bingung bagaimana bisa Sasuke kalah dari adiknya? Hahaha sepertinya kau harus menunggu dulu Sasori penjelasan adik tersayangmu itu dirumah Namikaze..
TBC.
A.N:
Jiaah, dateng dateng bawa ch 6 dengan gj-nya *kicked*. Gomenasai semua sy apdetnya lamaaaaaaaaaa (baca: lama) banget =A=". Soalnya lagi ujian nih, ini aj nggak belajar demi fic ku ini, boleh tanya ada yang tau nggak arti dari kata CAP'BLOODS, yang tau pinter deh #plaak. Dan untuk typo, maaf ya klo bertebaran dimana mana, soalnya ak males ngoreksi lagi. Haha, maaf deh saya sedang strees karena ujian dan tugas menumpuk banget, pengen banting kepala deh rasanya #jdugdjugBRUAK. Oke abaikan.. dan tentunya.
Thanks for:
Arizani: aah, nggak kq, riview mu nggak norak.. dan kamu langsung nyari lagu insomnia! Hahaha, gimana bagus nggak? Aku pertama kali denger lagu itu aj langsung jatuh cinta.. makasih ya dah riview.
Onixsafir: aah, ini kelanjutannya.. maaf ak nggak tau kamu riview yang ch brp, tapi tetep kubales soalnya ak baca riview always dari hpku.. makasih dah riview.
Shikakukouki777: oke ini udah lanjut
Nakashima akira: hehehe, gomen ne kalo nggak sesuai harapan ceritanya, ak jadi bingung sendiri. Tapi makasih dah mau riview.. ^^a
Axa Alisson Ganger: oke ini dah lanjut
Ara Uchiha: ooh, nggak papa kq, makasih dah mau baca n Riview..
Sasunaru: ini dah ada jawabannya kan di ch ini.. ^^a
Narita menari-nari: sudah terjawab kan siapa yang menang..^^a
Hanazawa Kay: aah, jangan memujiku seperti itu.. masih banyak kok fanfic SasufemNaru yang lebih keren dan bagus dari saya.. tapi makasih Kay-san, atas pujiannya hehehe ^^a
Sheren: aah, maafkan aku nggak bisa apdet kilat. =A=, karena ujian itu lho! Benar benar mengganggu. Andai didunia ini tidak ada ujian! #dhuag. Abaikan.. hehehe, makasih ya sudah riview..
Namikaze Hinata: hahahaha,, terimakasih atas doanya, tapi sepertinya doamu belum dikabulkan karena ujian dan tugas menanti.. dan mood nulis lagi jelek. =A=. Tapi.. makasih dah riview.
Mitsuka Sakurai: aah, maafkan aku belum bisa apdet kilat.. ujian menanti, tugas menumpuk dan tentunya mood ngetik jelek #dhug dijitak deh.. hehe makasih dah riview.
Namikaze Hoshi: aah jangan panggil ak senpai, jadi malu sendiri.^^a Aku masih 13 thn lho, jadi panggil pen name ku aj, Sword atau Angel. Dan makasih dah riview
A first letter: oke makasih semangatnya..
BlackRose783: oke in dah lanjut.
Aiska hime-chan: yang bener itu 'capwave' hime-chan, tapi tidak masalah, makasih dah riview.
Axa Alisson Ganger: oke ini dah lanjut..
Namikaze Kazura: oke ini dah lanjut, sorry nggak bisa apdet kilat ,
Kaname: sesuai doamu tuh... wkwkwkwk
Zen Ikkia: ahahaha, benar doamu manjur, tapi tetep saling memperbudak satu sama lain.. hehehe
Hanako-chan45 : hahahaha, beneran nih, dengerin sambil baca. Aku juga lho nulis sambil dengerin biar bisa ngerasuk gitu.. dan sampe jingkrak jingkrak.. hahahaha, untung tuh nggak ad mamimu, pasti dimarahin nanti..
Yamashita Kumiko: hahaha, doanya dikabulkan, tapi masih memperbudak satusamalain. Sorry deh nggak bisa apdet kilat -_-"
Aya-chan: hahaha yang menang tuh di atas, sorry nggak bisa apdet kilat. Seperti biasa ank sekolah, repot tugas ma ujian jg mood nulisnya wkwkwkwkwk..
Uzumaki Prince Dobe-nii: wkwkwkwk, teriak ala fansgirl. Kau tau, ak ngakak baca riview mu itu, dan Sasuke pasti jatuh cinta kok sama Naru, kan Romance, trus klo sekolah sih.. ya gitu deh. Hehehe, belum ad niat untuk bocorin, silahkan di tunggu ch selanjutnya.. wkwkwkwk. Aah klo ad kamu mungkin ak bisa apdet kilat krn ad yg ngetikin.. =D
Luca Marvell: aah terimakasih pujiannya..
Naruhine-chan: aah ini baru apdet.. hehehe =D
Namikaze Yondaime: kamu dukung banget ya ama Capwave. =A=. Dan kayaknya jengkel banget deh ama Ice Bloods, wkwkwkwk.. tapi sesuai doa kan Capwave yang menang. Tapi tetep memperbudak satu sama lain.. hahaha, dan itulah ide gilaku, maaf kalo nggak memuaskan.
Runa Gami: oke makasih dah mau nunggu...
Untuk yang lain, ak mengucapkan terimakasih krn masih mau bersedia meriview CO ini, ak terharu banget lho~#nangisbawang. Bahkan menunggu, meriview, memfavorite, atau memfollow cerita ini.. ak mengucapkan terimakasih yg sangaaaaaaaaat (baca: sangat) banyak. *ciumpeluk satu-satu. Kepada silent readers, walau nggak riview, ak ngucapin banyak makasih lhoo~ (^,^~), dan gimana, aku sudah buat Capwave menang kan? Tapi tetep aj aku buat adil, jadi saling memperbudak satu sama lain. Hohoho *evil laugh* #dibakar. Oke mungkin nggak bisa apdet kilat.. tapi maukah kalian menunggu CO dan...
..meriviewnya? :3
