CAP'BLOODS

RATE : T

PAIRING : X

DISCLAIMER : Naruto milik Masashi Kishimoto, sedangkan cerita ini milik saya, dan saya sudah ijin kok ke Pak Masashinya..

GENRE : Romance

WARNING : ide pasaran, abal abal, gaje, (miss) typo,OOC dan masih banyak lagi... (-.-)

SUMMARY : lalu, bagaimanakah kehidupan selanjutnya dari kedua grup setelah persaingan di mulai? Akankah tumbuh cinta di antara mereka?

Angel bingung mau ngomogn apa, jadi hanya ini yang terlintas di otaknya Angel.. "semoga memuaskan" dan~

Let's check ki dot..

Kini seluruh acara pun bubar termasuk para fans dari artis masing masing. Kecuali para media tentunya, kini mereka tengah mencegat para artis untuk bisa pergi dari sekolah. Yaah sebenarnya setelah konser dadakan ini pun murid diperbolehkan untuk pulang. Jadi walaupun sudah dibubarkan, para murid pun tetap berdiri di depan gerbang sambil meneriakan nama idola masing masing. Dan tentunya yang paling banyak sahut menyahut adalah fans dari Sasori dan Sasuke, walaupun Naruto sudah ketahuan, tapi Fans boy nya hanya memilih untuk berdiri dan menantikan fans mereka lewat dengan santai seperti biasanya. Mereka ber-sembilan pun lewat, waaah! Teriakan makin menggebu gebu, bahkan ada yang menangis demi ingin dilihat oleh idola mereka. Kenapa harus nangis? Padahalkan ketemu setiap hari disekolah? Tentu saja tidak, jika para arti itu sibuk mereka tidak mungkin untuk masuk sekolah. Posisi mereka berjalan pun beriringan "Gaara, Neji, Deidara, Sasori, Naruto, Sasuke, Shikamaru Kiba, Hidan". Naruto ada ditengah tengah dengan diapait oleh 2 cowok terkeren di sekolah! Tidak, tentu saja tidak disekolah juga, tapi mereka adalah saingan berat di majalah ***** untuk tipe cowok terganteng, terkeren, dan ter-cool! (author pingsan!) mereka sangat populer di seluruh jepang, bahkan mungkin nama mereka sudah melejit di dunia hiburan internasional. Mungkin untuk Sasuke, tapi pasti untuk Sasori, karena band Naruto sudah sering konser di luar negeri. Ooh ini benat benar mengaggumkan. (aah, andai author sendiri adalah Naruto disini!)

"Sasuke-kun!" teriak Sakura..

JPREET

Tapi sayangnya teriakan tidak terdengar karena suara blitch dari kamera wartawan.

"Sasuke-kun!" teriak Sakura lagi, kini dia juga mencoba untuk maju, dan hampir mencapai Sasuke.

JPREET

Ooh Shit! Batin Naruto kesal. Sebenarnya dia sangat benci jika difoto, bukan karena apa tapi karena sinar blitch-nya menyilaukan mata, hingga akhirnya Naruto bejalan sambil menutupi matanya. Sasori lupa bahwa dia sudah menyiapkan sebuah kado untuk Naruto, yah walaupun tidak mewah tapi ini adalah benad favorit adiknya, dan waktu mereka ke New York, Naruto melihat benda ini dan belum sempat untuk membelinya. Membuat Naruto yang saat itu sedang labil cemberut selama berhari hari. 'Adik manja' pikir Sasori.

"nah, pakai ini" kata Sasori dingin sambil menarus sebuah topi berwarna hijau lumut, mirip model tentara (topinya mirip yang dipakai Katty Perri waktu di video klip "part of me" waktu jadi tentara) dan di tengahnya bertuliskan "S.W.A.T" dengan lambang burung yang ada di lambang S.W.A.T Amerika. Ooh, ini adalah topi favorit Naruto, kini wajahnya yang dari tadi dingin dan datar, berubah 180 derajat. Wajahnya sangat cerah dan gembira.

"hadiah ulang tahunmu" kata Sasori sedikit tersenyum, dan senyum itu tentu saja tidak bisa dilihat orang lain selain Naruto yang ketika saat itu menoleh ke Sasori sambil tersenyum lebar, atau yang lebih tepat disebut cengiran khasnya. Semuanya yang melihat perubahan drastis Naruto hanya bisa terkejut. Inikah sosok lain dari Naruto yang dingin dan datar dan hampir mirip dengan Sasuke hanya saja versi cewek? Ooh tanpa ba-bi-bu lagi, Naruto segera melompat kepelukannya Sasori, tidak peduli apa yang ada disekelilingnya.

"ARIGATOU NII-CHAN!" seru Naruto gembira. Sasori hampir saja oleng karena pelukan tiba tiba dari Naruto. Dia hanya tersenyum lembut. Dan balas memeluk Naruto. Astaga lihatlah para fans Sasori, mereka semua berteriak histeris karena melihat adegan kakak beradik yang sangat akrab. Fans Naruto? Mereka hanya bertepuk tangan. Media pun tidak ketinggalan untuk memotret adegan itu, blitch semakin meraja lela karena adegan Naruto dan Sasori. Sampai sebuah suara menginstrupsi merek berdua.

"bisakah kalian tidak berpelukan di tempat umum, cahaya ini sangat menggangu" kata Sasuke, yang ternyata cukup risih dengan adegan Sasori dan Naruto. Dan terlihat Sasuke juga sedikit tidak menyukai adegan itu. hanya saja ketidak sukaan itu hanya bisa disadari oleh Sasori dan Sakura, yang kini sudah ada di depan Sasuke. Naruto pun hanya nyengir lalu menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal

"hehehe, gomen ne teme". Kata Naruto dengan tidak berdosa, Sakura yang melihat adegan itu, langsung saja meneyerobot ke tengah tengah antara Sasuke dan Naruto. Sakura hanya melirik sinis ke arah Naruto. Naruto yang heran akan tingkah laku Sakura hanya bisa mengernyit heran. 'kenapa dengan gadis ini?' batin Naruto bertanya tanya. Waktu dia melirik Sasuke pun, terlihat sekali kalau Sasuke benar benar tidak menyukai perbuatan Sakura.

"ne~ Sasuke-kun, ayo kita pulang bersama?" kata Sakura dengan suara yang di imut imutkan, dan dimanja manjakan. Sepertinya dia sengaja tebar pesona di depan media.

"ne, Sasuke-san apakah dia pacarmu? Naruto-san apakah itu hadiah untuk ulang tahunmu dari Sasori? Naruto-san Sasuke-san apakah kalian berdua berpacaran atau hanya sekedar bersahabat?lalu apakah agensi kalian bekerja sama untuk melam!bungkan nama kalian semua? Apakah konser dadakan ini hanya untuk membuat sensasi agar kalian semakin populer?".

CTAK

Muncul 4 sudut siku siku di dahi Naruto, 'sensasi?' sialan wartawan ini. Ingin rasanya dia menonjok wartawan ini karena se-enaknya bependapat. Karena itu benar benar tidak sopan. Diliriknya Sasuke yang kini ekspresinya tengah jengah melihat Sakura yang terus menempel ke dirinya. Tanpa sengaja mereka berdua bertatapan, dan mereka berdua menyeringai. Entah apa arti dari seringaian itu, lalu tanpa disadari Sasori, Naruto mundur selangkah, dua langkah, tiga langkah semakin jauh..

Pertama Naruto melambai lambaikan tangannya ke seluruh rakyat sekolah. Dan tentu saja itu dengan cengiran lebarnya, setelah itu dia menurunkan tangannya lalu dia memakai topinya lebih dalam, di dalam topi tidak ada yang menyadari bahwa Naruto kini tengah menyeringai. Lalu dia berhenti tepat ditengah tengah kerumunan. Itu ibaratkan sebuah tanda untuk Sasuke. Entah kenapa, mereka seperti mengirm telepati yang hanya bisa dimengerti oleh mereka berdua. Sasori yang melihat gelagat mencurigakan dari adiknya itu hanya mengernyit bingung. Sepertinya dia sedikit mengerti apa yang akan dilakukan adik perempuannya itu selanjutnya.

"eng, Sakura bisakah kau melepaskan tanganku, aku ingin ke Naruto-san sebentar, ada yang harus kami urus". Kata Sasuke yang dibuat sebiasa mungkin. Sebenarnya dari tadi Sasuke terus menyeringai, hanya saja tidak ada yang menyadari. Sakura pertamanya curiga, tapi karena tatapan Sasuke seperti biasanya 'tajam dan menusuk' akhirnya dia pun relas dengan setengah hati melepaskan genggaman tangannya itu.

Sasori ternyata juga mendekat kearah Naruto. Melihat itu Naruto sedikit terkejut, tapi dia berusaha tetap tenang dan tidak mencurigakan. Lalu Sasuke pun menyusul langkah Sasori, hanya saja sekitar 2 langkah di belakang Sasori.

SREET

Tanpa diduga, Sasuke meendahului Sasori, lalu menggandeng Naruto, dan mengajaknya lari. "AYO LARI" teriak Sasuke. Naruto pun mengangguk lalu segera mengikuti langkah Sasuke yang lebar dan cepat, dengan cekatan dia berbalik ke Sasori yang kini tengah melongo di tempat melihat adiknya lari dengan pria lain.

"Sasori, nanti akan kuhubungi kau! Sekarang bereskan media itu ya!" teriaknya sebelum menghilang di belokan, semua yang melihat itu hanya teriak, ada yang teriak jahil, tidak terima, aah terlalu banyak ekspresi, bahkan ada pula yang mengejar mereka berdua, tidak sedikit! Hampir semuanya. Sasori pun hanya dapat menghela nafas lalu, pergi berbalik melihat para media yang kini tengah berusaha memfoto dirinya, walau tujuannya adalah Sasuke dan Naruto. Sakura? Jangan tanya, mukanya merah padam menahan marah, karena Sasuke meninggalkannya ditempat umum seperti ini.

Di tempat Sasuke dan Naruto, kini mereka ada di tembok belakang sekolah. Sasuke bingung kenapa Naruto membawanya ke sini. "hei, kenapa kita ke tembok belakang sekolah?" tanya Sasuke. Naruto bukannya menjawab, malah segera mengambil ancang ancang untuk melompat dan..

HAAP

Kini kedua tangan Naruto berhasil meraih puncak teringgi dari tembok itu, dan dengan lihai kakinya ikut menanjak tembok sepanjang 3 meter itu. jangan lupa, kalau Naruto hobi memanjat walau seorang gadis. Sasuke pun hanya dapat melongo melihat Naruto yang memanjat ekpresi nya tetap datar.

"apa yang kau lakukan, cepatlah naik!" seru Naruto yang kini tengah di puncak tembok, aah kini dia tengah duduk di situ, menunggu Sasuke. Saat Sasuke mengambil ancang ancang untuk menaiki tembok. Terdengar suara riuh dari belakang mereka berdua. Reflek Naruto segera memutar kepalanya dan matanya melotot karena apa yang dilihatnya. Ya, semua fans mereka, ralat kebanyakan fans Sasuke mengejar sampai sini. 'ya ampun' batin Naruto.

"Teme cepatlah, fansmu banyak yang mengejar!" teriak Naruto. Dan..

HAAP

Sasuke berhasil meraih puncak tembok itu, dan dengan lihainya dia juga berhasil menaiki tembok tinggi itu. tanpa menunggu banyak waktu lagi mereka berdua pun segera turun, menghilang dari puncak tembok itu. dan kini Sasuke menerima sebuah kejutan lain, yaitu sebuah sepeda motor terpakir manis disitu. Masalahnya, jika sepeda motor itu sepeda motor yang masih mengandung kesan cewek sih tidak masalah, tapi 'INI SEPEDA MOTOR DUCATI' jadi inilah yang mengejutkan Sasuke, ini sepeda motor laki laki. Dan masalah yang lain, mana mungkin Sasuke mau digonceng oleh cewek. Jangan lupa dia mempunyai harga diri yang tinggi.

"Nah.." kata Naruto sambil melempar kunci sepeda motornya "-aku yakin kau tidak akan mau ku goncengkan, dan mobilmu diparkir didepan, jadi tidak mungkin kau akan kembali kesana, jadi sementara ini kita pakai sepeda motorku, dan kau harus menurut saat aku mau mengajamu kemana saja oke!" kata Naruto tanpa memberi celah Sasuke untuk menjawab.

"-dan tidak ada penolakan, jangan lupa kau budakku hari ini Teme-san" kata Naruto sambil menyeringai. Sasuke hanya bisa terdiam mendengar penuturan terakhir Naruto. Budak? Yah, sebaiknya kau harus bersabar untuk hari ini Sasuke.

Dan mereka pun akhirnya memilih berkeliling seluruh kota hingga sore dengan sepeda motor Naruto. Seluruh artis pun sepertinya juga seperti itu. Sasori dan yang lainnya pun melarikan diri dengan satu mobil, entah mobil siapa yang digunakan, dan Ice Bloods melarikan diri dengan 2 mobil, entah mobil siapa saja. Kecuali Gaara yang membawa sepeda motornya itu.

"waaah...~ segarnya" teriak Naruto saat di pertengahan jalan. Kini mereka tengah menuju tempta tinggal Sasuke. Untuk apa? Untuk mengambil helm di rumah Sasuke, sedangkan Naruto? Aah tadi pagi dia terlalu asyik melarikan diri hingga lupa membawa helm dan tentunya mendapat jitakan maut dari Sasuke di kepalanya.

Flashback

_"helm" kata Sasuke, dengan tangan yang mengadah meminta helm. "helm, di si- AAH AKU LUPA MEMBAWA HELM" teriak Naruto kencang, dan tentu saja saking jengkelnya dengan sikap Naruto yang super ceroboh ini dia pun menjitak kepala Naruto. Dan tentu saja sang pemilik kepala tidak menerima perbuatan Sasuke, dia mengomeli Sasuke dengan suaranya yang cempreng dan berkata yang ini lah yang itulah.

Tapi Sasuke tidak ambil pusing dan segera menaiki motor Naruto. "naik" perintahnya. Dan langsung saja 'kicauan' Naruto berhenti dalam sekejap dan segera menaiki motor itu. "pegangan yang erat" kata Sasuke lagi. Dan Naruto hanya mengangguk lalu segera memegang pakaian Sasuke. "kalau kau berpegangan seperti itu, pakaian ku bisa sobek bodoh" kata Sasuke dingin, dan tentunya membuat Naruto bingung "lalu bagaimana aku bisa berpegangan padamu?" tanya Naruto.

Sasuke hanya menghela nafas besar, lalu segera meraih tangan Naruto dan melingkarkannya di pinggangnya, kini mereka tampak seperti sepasang kekasih yang siap untuk berkencan. Tanpa Sasuke sadari, saat Sasuke meraih tangan Naruto entah kenapa membuat jantung Naruto berdegup kencang. Dan seperti ada kupu kupu yang menggelitik bagian perutnya. 'sepertinya aku harus bertanya pada Sasori-nii kalau aku punya kelainan atau tidak pada jantungku' batin Naruto.

Flashback Off.

Mereka menaiki motor dengan kecepatan 'sedang' tentunya bagi mereka, tapi lihatlah spidometernya hampir mencapai angka 110 km per jam. Dengan kecepatan seperti itu membuat rambut Naruto berkibar kibar, dan tangannnya yang kini memeluk Sasuke, sedangkan Sasuke kini tengah serius menyetir sepeda motor Naruto itu. saat di perempatan, Sasuke meberhentikan motornya karena lampu merah. Dan karena mereka –tidak memakai helm- tentu saja semau yang ada disitu mengenali mereka, apalagi sekarang mereka berdua sedang memakai seragam sekolah mereka. "Konoha High School".

"hey apa itu Sasuke? Lihat siapa gadis pirang itu?" ..

"hei, itu Sasuke-kun, itu lho personil boy band Ice Bloods yang sedang naik daun, dan di belakangnya KYAAA itu Naruto!" teriak salah seorang gadis yang seumuran dengan mereka. Tentunya teriakan gadis SMA itu menarik perhatian semua orang, termasuk Sasuke dan Naruto, mereka menoleh bersamaan menuju sumber suara.\

Kesalahan besar!

Karena dengan menolehnya mereka, membuat pekikan semakin keras. Naruto merutuki kebodohannya karena menoleh ke sumber suara. Sedangkan Sasuke? Dia memilih untuk kembali fokus ke jalan. Tentu saja sikap cuek Sasuke membuat semua pekikan semakin keras, bahkan tidak hanya dua gadis itu tadi saja, banya ornag yang berkumpul hanya untuk melihat Sasuke dan Naruto dari dekat. Dan banyak pula yang memotret mereka berdua. Naruto yang tau jika posisinya ini bisa membuat mereka semua salah paham, segera melepas pelukannya itu.

Belum selesai melepaskan, Sasuke sudah menahnnya dengan memegang kedua tangan Naruto. Dia menoleh ke arah Naruto dan tersenyum tipis, lalu merapatkan kembali tangan Naruto. Tentu saja itu membuat semua yang melihat berteriak kecang. Setelah merapatkannya, Sasuke kembali fokus ke jalan raya.

"hei, apa kau yakin dengan posisi kita sekarang ini?" tanya Naruto. "hn" jawab Sasuke singkat padat dan tidak jelas. Tapi toh Naruto tetap melanjutkan bicaranya "kau tahu kan posisi ini bisa menyebabkan orang salah paham, bagaimana kalau mereka mengira pacaran? Lalu besok muncul di gosip sebagai berita utama? Lalu-" "diam dobe" kata Sasuke memotong perkataan Naruto. Dengan suara yang dalam dan dingin mampu membungkam Naruto. Dia pun memilih diam dan menyembunyikan wajahnya di punggung Sasuke yang lebar itu. aah lihatlah mereka benar benar romantis, membuat semuanya semakin salah paham.

Tanpa mereka sadari Sasori berada tepat di belakang mereka. Dia sedang memicingkan matanya, karena tidak suka dan juga kaget. Astaga adiknya bisa seperti itu? bahkan dia saja tidak mau merangkul pria selaing dirinya. Haha, sepertinya kau memang berhutang penjalasan Naruto. Batin Sasori.

"hei lihat Sasuke-kun tersenyum, lihat apa mereka sepasang kekasih ya?"..

"tidaak! Sauke-kun itu milikku, dia akan menjadi pacarku sebentar lagi".. kata seorang fans berat Sasuke yang benar benar fanatik pada Sasuke.

"hahaha, dalam mimpimu gadis bodoh".. kata seorang lagi mengejeknya. Sebenarnya yang mengejek itu bukan siapa siapa, itu adalah Sakura. Astaga dia melihat semua adegan yang ada disitu, tanpa melewatkannya sedikit pun. Tentu saja membuatnya marah minta ampun, tapi lupakan semua emosi itu. dia berasal dari keluarga terpandang. Ya Haruno, tentu saja diaakan bersikap manis sekarang demi menjaga semua imejnya..

Sekiranya itulah yang mereka katakan, sebelum Sasuke melajukan motornnya meninggalkan tempat itu. Sakura hanya menatap mereka berdua yang menghilang dari kejauhan dengan pandangan yang tidak bisa di artikan. Lalu setelah itu dia juga mengikuti langkah Sasuke menghilang dari tempat itu.

Baiklah lupakkan masalah yang ada disitu, kita fokuskan ke arah Sasuke dan Naruto.

Yap kini mereka telah sampai di rumah Sasuke, dia segera memasuki halaman rumah tanpa ragu sedikit pun, sedangkan Naruto hanya bisa terdiam, gugup apakah ada orang di rumah Sasuke selain dirinya dan Sasuke juga tentunya. Sasuke memberhentikan motor Naruto, lalu sagarea mematikan motor itu. Naruto pun segera turun diikuti oleh Sasuke. Tanpa banyak kata lagi Sasuke segera masuk diikuti dengan Naruto yang berada disampingnya.

"tenang, orang tuaku tidak ada di rumah, mereka jarang dirumah karena urusan kantor" kata Sasuke seolah dia bisa membaca pikiran Naruto. "ooh.." respon Naruto singkat.

Setelah mengambil helm, Sasuke segera keluar dengan membawa dua helm di tangan kanan dan kirinya. "nah.." kata Sasuke sambil memberikan helm berwarna putih itu, helm laki laki, yang menutupi seluruh bagian wajahnya, setelah memberikan helm itu Sasuke pergi ke garasi dan mengeluarkan sepeda motor CBR nya yang berwarna biru dongker dan gais garis putih itu. "ini helm siapa Teme?" tanya Naruto sambil mengangkat helm putih yang ada di tangannya "helmku" kata Sasuke singkat. "lalu itu?" tanya Naruto. "kakakku" katanya singkat (lagi)

"kau membawa sepeda motormu sendiri atau aku gonceng?" tanya Sasuke. "err- sebaiknya aku bawa sepda motorku sendiri saja" kata Naruto gugup sambil menggaruk pipi kanannya ang tidak gatal. Sasuke pun hanya angkat bahu, lalu segera menaiki sepeda motornya itu dan segera memakai helmnya. Melihat itu, Naruto segera memakai helmnya lalu menaiki sepeda motor besar dan berat itu dengan lihai.

"baiklah, kita hanya akan berkeliling seluruh penjuru kota Konoha, hingga pelosoknya oke, tunggu aku akan mengajak semuanya!" kata Naruto. Membuat Sasuke mengernyit heran "semua?" kata Sasuke bingung.

"yaa, semua mulai dari anggota band ku, dan kau ajak semua personilmu, kita akan berkeliling kota konoha bersama sama" kata Naruto, mau menolak tapi sudah di potong oleh Naruto "ingat, jangan lupakan kau budakku sekarang" senjata mematikan ala Naruto.

.

.

"ckk, menyebalkan! Kenapa kau tiba tiba mengajak kami semua dengan mendadak hah?" tanya Shikamaru tidak terima. Ya setelah Naruto menyuruh untuk mengajak semua temannya, Sasuke pun segera menghubungi semua anggota Ice Bloods. Dengan pemaksaan tentunya. Jika tidak, maka tidak bisa dibayangkan kalau Sasuke harus menari di depan umum dengan rok hula dan ukulele di tangannya. Membayangkannya saja membuat Sasuke bergidik ngeri, sedangkan Naruto? Kini dia tengah berbicara dengan Sasori. Setelah itu. Sasori sgera menarik Naruto untuk menuju ke arah Sasuke. Mereka berdua pun berdiri secara berdampingan.

"boleh aku bertanya, kenapa kalian bisa bergoncengan dan kau!" tuding Sasori ke Naruto "bsgaimana bisa memeluk dia-" Sasori menunjuk kearah Sasuke "-dengan sangat erat? Kalian sepasang kekasih?" tanya Sasori, membuat semua yang mendengar disitu membalakan matanya kaget. Naruto pun akhirnya bingung untuk menjawab apa, dia pun akhirnya menyikut Sasuke untuk menjawab pertanyaan kakaknya itu.

"karena jika tidak dia akan jatuh" kata Sasuke datar. "tidak ada alasan lain?" tanya Sasori. "jika jatuh, maka secara otomatis, imejku akan hancur, dan kau akan mengahntamku dengan tinjuanmu itu jika adikmu ini terjadi apa apa. Dan aku malas meladeni hal yang sepeti itu" kata Sasuke lagi. Membuat Naruto bisa bernafas lega, memang seperti itu kenyataannya bukan.

"baik baik, disini aku yang punya acara, jadi kita akan berangkat sekarang! ayo kita mulai acara berkeliling kota dadakan ini!" kata Naruto dengan ceria. Dan setelah itu mereka semua pun berangkat mengelilingi kota dengan sepeda motor mereka masing masing. Tentunya dengan Deidara Naruto dan Hidan yang berada paling depan, karena merekalah yang paling semangat. Dan Naruto memilih untuk memakai helm Sasuke ketimbang helmnya sendiri yang kini tengah terduduk di ujung ruangan di kamar Naruto. Mereka semua menaiki sepeda motor besar itu dengan kecepatan di atas rata rata, bahkan Shikamaru yang terkenal pemalas itu bisa mengimbangi kecepatan teman temannya itu. dan segerombolan siswa yang masih memakai seragam plus artis itu berjalan dengan beriringan.

Setelah menghabiskan waktu sekitar 3 jam, Naruto mengajak mereka semua ke sebuah resotran cepat saji. Setelah itu, mereka ber-sembilan masuk ke dalam restoran itu. tentu saja kehadiran mereka semua memancing perhatian, tapi Naruto dengan santainya berjalan tanpa menghiraukan tatapan pria yang memuja dirinya, dan tatapn gadis gadis yang memuja semua pria yang ada dibelakangnya, posisi Naruto kini benar benar membuat semua para gadis disitu iri. Bagaimana tidak, dia dikerumuni segerombolan pria tampan dan juga artis. Cepat cepat mereka mengeluarkan kamera di ponsel mereka lalu segera memotret mereka semua. Dan tentunya objek utama mereka adalah Naruto Sasuke Sasori.

"selamat siang Naruto-san, ada yang bisa kubantu?" tanya seorang penjaga kasir disitu sopan. Semuanya hanya bisa terpaku ketika gadis kasir itu menyapa Naruto dengan nama kecilnya seperti sudah mengenalnya lama. "aah, Matsuri-san, aku ingin memesan makanan itu 200, lalu makanan ini 200, ice cream nya 150, lalu minumannya teh kotak saja 200, dan makanan itu 10" kata Naruto tanpa mengindahkan pandangan horor teman temannya, bahkan kakaknya hanya bisa terdiam mendengar adiknya memesan makanan sebanayak itu.

"wah, pesanannya sekarang lebih banyak dari biasanya ya Naruto-san?" kata Matsuti sambil tersenyum kecil, "karena teman teman ku juga ikut, jadi pesananku semakin banyak. Dan aah yang membayar pria berambut ayam itu ya" kata Naruto dengan watados menunjuk Sasuke. 'berambut ayam' ya ampun Sasuke hidupmu benar benar berubah setelah mengenal Naruto, dia menjulukimu dengan berbagai macam julukan.

"kenapa aku yang harus membayar? Dan hei, bisakah kau tidak memanggilku dengan julukan yang aneh itu?" kata Sasuke jengkel. "karena kau maid ku, dan karena julukan itu cocok dengan rambutmu yang aneh itu" kata Naruto cuek, lalu segera berbalik ke arah Matsuri lagi.

"nah Matsuri-san, antarkan pesananku ke tempat biasanya ya, Jiro-san kan yang mengantarkan?" kata Naruto. "yah, seperti biasa Naruto-san" kata Matsuri dengan senyum manisnya. Dan setelah melakukan pemesanan dan pembayaran yang benar benar menguras dompet Sasuke, tapi tidak benar benar menguras juga, karena uangnya artiskan banyak. Mereka keluar, tapi tidak selancar waktu masuk retoran itu tadi, karena mereka semua dihadang oleh para fans mereka yang meminta tanda tangan, foto dan sebagainya. Tentu saja, mereka terpaksa melakukan itu, terutama Sasuke dan Sasori dan Shikamaru yang membenci hal yang merepotkan. Ooh ini sangat menyebalkan, batin para lelaki. Sedangkan Naruto? Dia hanya tersenyum maklum tapi manis dan meladeni semua permintaan mereka dengan sabar, setelah hampir menghabiskan waktu 15 menit, mereka bisa keluar.

"kau ini bodoh apa? Kenapa kau mengajak kami ke restoran cepat saji itu, dan kita kini sudah hampir mencapai perbatasan Konoha-Oto! Untuk apa kau mengajak kami semua kesini, dan membeli makanan sebanyak itu?!" sembur Sasori. Sedangkan yang lain, mereka kini tengah beristirahat di sepeda motor masing masing. Sasuke hanya bisa menghela nafas ketika mendengar perkataan Sasori.

"nanti kau juga akan tahu" kata Naruto cuek, membuat Sasori geram. Adiknya ini kadang bisa berubah sesuai dengan keinginannya. Dia bisa cerewet lebih dari ibunya, bisa juga menjadi gadis yang benar benar cuek dan tidak peduli keadaan sekitar. Berkepribadian ganda? Mungkin.

Setelah menghabiskan waktu 10 menit, Naruto memelankan meotornya, diikuti oleh yang lainnya. Mereka berhenti tepat di depan sebuah rumah sakit dan panti asuhan. "Panti Asuhan dan Rumah sakit anak 'Angel'" ya, itulah nama yang tertera di depan papan itu. oke, kini mereka tambah bingung, untuk apa Naruto mengajak mereka semua kesini. tanpa ragu, Naruto turun dari sepeda motornya, lengkap masih memakai seragam sekolahnya di ikuti yang lain yang juga masih memakai seragam sekolah mereka –karena belum sempat ganti pakaian saat Sasuke dan Naruto memaksa mereka untuk segera berkumpul dirumah Sasuke-.

Mereka semua hanya bisa melihat Naruto yang berjalan dengan santainya. Merasa belum ada yang mengikuti, naruto pun berhenti dan berbalik. "jadi? Kalian hanya akan duduk disitu menunggu seperti patung yang tidak bernyawa, atau ikuti aku?" kata Naruto dingin. Semua yang mendengar penuturan Naruto hanya bisa mengernyit heran, ini Naruto? Perubahannya berbeda 180 derajat. Bukankah dia tadi sangat cerewet? Kini bahkan berteriak saja tidak. Kecuali Sasori, Deidara juga Hidan tentunya yang hanya mengerti perilaku Naruto yang sering ber ubah ubah itu.

"dia kembali seperti Ryu" kata Sasori, cukup di dengar oleh semua orang. Membuat semua yang ada di situ menoleh ke arah Sasori. "apa maksudmu dengan Ryu?" tanya Kiba. "dia memiliki kelainan, atau berkah mungkin karena memiliki kepribadian ganda, entahlah, aku juga tidak tau pasti kenapa dia bisa memiliki kepribadian ganda itu. tapi biasanya jika Naruto berubah menjadi dingin seperti ini, maka kami akan meneybutnya sebagai sosok Ryu, bukankah kalian ingat bagaimana sikap naruto saat penyamaran?" kata Sasori

"dia pendiam, cuek dan dingin terhadap lingkungannya, dan berubah menjadi Naruto di saat tertentu juga, sulit menjelaskannya, tapi jika menjadi Ryu itu hanya bertahan beberapa jam, atau bahkan menit paling lama 3 hari, mungkin sebentar lagi dia akan menjadi Naruto lagi" kata Sasori mengakhiri penjelasannya. Semua yang mendengar itu hanya bisa mengangguk maklum dan mencoba mengerti Naruto itu. setelah itu mereka semua turun dan mengikuti Naruto yang sudah masuk kedalam duluan meninggalkan mereka semua.

Tanpa mereka duga, setlah memasuki tempat itu, mereka disambut oleh teriakan ramai dari anak anak yang kini tengah mengerumuni Naruto. Wajahnya yang dingin, kembali ceria karena anak anak itu. semua yang melihat itu hanya bisa melongo. Jadi Naruto mengajaknya kesini untuk bertemu anak anak yang tinggal disini? Beberapa diantara mereka memakai pakaian khas anak rumah sakit. Mereka semua terdiam melihat Naruto. Dan makanan itu..

"aah, kalian sudah ada disini, lihatlah Nee-san membawa teman temannya Nee-san, gimana mereka semua keren bukan? Sesuai janji Nee-san, kalau Nee-san akan membawakan makanan yang cepat saji yang minggu kemarin Nee-san janjikan. Sekarang ucapkan terimakasih pada kakak yang berambut hitam kebbiru biruan itu" kata Naruto tegas, diiringi dengan senyuman manisnya. Serenta anak anak itu menoleh kearah Sasuke dan yang lainnya lalu segera ber ojigi sambil mengucapkan "Arigatou Nii-san".

Tanpa sadar, Sasuke ikut tersenyum tipis, hingga tidak ada yang menyadarinya. Lalu dia mengangguk sebagai tanda penerimaan rasa terimakasih mereka. 'tidak masalah jika uangku habis jika mereka semua gembira' batin Sasuke. Semua pun tersenyum melihat keakraban Naruto dengan anak anak yang ada di situ.

"ne~ Nee-san, apakah kau tidak mau memperkenalkan mereka pada kami?" tanya seorang gadis yang kini usianya tengah beranjak remaja. Sekitar 14 sampai 15 tahun. "aah, aku lupa. Baiklah aku perkenalkan satu persatu, dengarkan baik baik!" kata Naruto berseru membuat semua keramaian pun ikut sunyi, sedangkan para pengurus dari Rumah Sakit dan pengasuhan itu kini tengah mengatur semua makanan yang diberikan oleh Naruto dari Sasuke tentunya.

"baiklah, yang berambut merah itu kembaranku atau kakakku namanya Namikaze Sasori, lalu yang berambut kuning panjang itu Deidara, dan berambut abu abu klimis itu Hidan, mereka semua anggota band ku, yaiut Capwave" kata Naruto dengan cerianya.

"nah, yang berambut seperti nanas di ikat itu, dan selalu menguap adalah Shikamaru Nara, yang berambut cokelat panjang itu adalah Hyuuga Neji, yang berambut merah dan matanya mirip panda itu Sabaku no Gaara, yang mempunyai tato segitiga terbalik di pipi kanan dan kirinya adalah Inuzuka Kiba, dan yang terakhir Uchiha Sasuke, yang membelikan kalian semua makanan enak" kata Naruto diakhiri dengan cengiran khas nya.

"boleh kami semua bermain dengan mereka?" tanya salah satu anak dengan antusias umunya berkisar antara 4-5 tahun. "eh, tentu saja boleh, Nee-san membawa mereka ke sini untuk mengajak kalian semua bermain". Dan seperti yang kalian duga, kini tangan mereka masing masing tengah ditarik tarik oleh semua anak yang ada disitu. Kebanyakan yang di ajak adalah Gaara dan Kiba, karena Gaara yang mirip panda –menurut mereka plus Naruto- dan Kiba yang suka anak kecil juga binatang. Mereka semua kini tengah pergi kehalaman belakang yang cukup luas.

"hati hati yang sakit kalau lelah jangan memaksakan diri!" seru Naruto, dan di sambut oleh teriakan anak anak disitu. Sasuke dan Sasori sepertinya benar benar kuwalahan melawan anak anak disitu yang klwat hyperaktif –bagi mereka- dan yang paling mengejutkan adalah Shikamaru, walau dia mengantuk –setiap hari- dia berusaha untuk tetap membuka matanya agar bisa membahagiakan anak anak yang ada disekelilingnya.

"hahahaha, kau bodoh Sasuke, masa kau kalah gesit dengan mereka?" seru Naruto saat melihat Sasuke sedang berlarian dengan anak anak disitu dan dibalas delikan tak suka dari Sasuke.

"Nii-chan baka! Harusnya melepas sepatumu dulu" teriak Naruto saat melihat Sasori bermain air dengan mereka. Sedangkan Neji sedang bermain tebak tebakan melawan tim Shikamaru, melihat itu Naruto hanya tersenyum kecil. Gaara juga sepertinya entah bermain apa, hingga membaut mereka semua berteriak senang.

Setelah 30 menit sepertinya Sasuke menyerah, dia benar benar kelelahan, wajahnya bermandikan keringat dan merah karena panas. Naruto yang melihat itu hanya tertawa sampai perutnya sakit. Bahkan air matanya saja mengalir. Bagaimana tidak? Ini pertama kalinya dia melihat Sasuke berpenampilan berantakan, biasa nya dia kan tidak pernah keluar dari julukan mereka yaitu Cool Prince, sedangkan Sasori Hidan dan Deidara lihatlah pakaiannya penuh dengan lumpur dan basah. Tambah membuat Naruto tertawa.

"diam kau Dobe" kata Sasuke tidak terima di tertawakan oleh Naruto. Kini dia tengah duduk disamping Naruto sambil berselonjor, dengan nafas ter engah engah. Tak tega dia segera menyodorkan air mineral ke Sasuke. Tanpa menuggu waktu Sasuke segera menerimanya dan meminumnya hingga setengahnya.

"bagaimana, mengasyikan bermain dengan mereka?" tanya Naruto. "Hn" respon Sasuke singkat. "disinilah tempatku melepaskan stress setelah menyelesaikan sebuah konser, atau masalah. Dengan melihat senyuman polos mereka membuatku ingin tersenyum juga, dan plass! Tiba tiba semua bebanku hilang" kata Naruto sambil tersenyum. Sedangkan Sasuke hanya memilih diam untuk mendengarkan cerita Naruto.

"aku menemukan tempat ini, ketika setelah melakukan konser di Oto, dan waktu aku pertama kali datang kesini, kondisi di sini sangat mengenaskan. Kasurnya banyak yang rusak, makanan tidak mencukupi, bahkan pemerintah ingin menutup Rumah Sakit dann Panti Asuhan ini, karena itu aku menolong mereka hingga sekarang. setiap bulan aku mengirimkan dana bantuan untuk membantu apa ada yang kurang atau tidak" kata Naruto lagi.

"kau tahu kenapa tempat ini dinamakan 'Angel'?" tanya Naruto sambil menoleh kearah Sasuke, membuat Sasuke mengalihkan pandangannya dari semua anak disitu dan menoleh kearah Naruto yang memandangnya penuh arti. "Angel artinya Malaikat, jadi semua anak yang ada disini nantinya adalah seorang malaikat yang akan menyelamatkan orang lain, kau tahu sebenarnya tempat ini dulu tidak punya nama, dan akulah yang memberikan nama itu. cocok bukan dengan keadaanya?" kata Naruto denga ceria juga bangga. Membuat Sasuke tersenyum kecil dengan tingkah lakunya yang seperti anak anak itu, tanpa sengaja membuat menarik perhatian Naruto.

"engg, ada yang lucu?" tanya Naruto. Segera saja Sasuke menghilangkan senyumannya itu dan menoleh kearah lain"Hn" jawabnya singkat. "kau tau Teme, jawabanmu itu terlalu singkat! bisakah kau menjawab ya atau tidak?" tanya Naruto. "tidak" jawab Sasuke singkat. membuat Naruto menjerit frustasi dengan jawaban super singkat dari Uchiha satu ini. "oke selain itu ada kata lain?" tanya Naruto dengan frustasi. "terserah" kata Sasuke lagi. Naruto benar benar ingin meledak rasanya berbicara dengan Sasuke. Sasori sebenarnya menyadari kalau Sasuke mulai bisa dekat dengan Naruto. Dia hanya mengawasi mereka berdua dari jauh. Berbicara dengannya membuatku ingin meledak rasanya, pikir Naruto.

"ne~ Nee-san, bukankah kau pandai memanjat pohon, Kiba-san menantangmu memanjat pohon ceri itu!" kata gadis kecil berusia 4 tahun. "hei Naruto! Ayo bertanding melawanku! Pemenangnya akan mendapat gelar raja di tempat ini" kata Kiba dengan berteriak.

"hey Kiba, kau tidak lihat kalau Naruto sedang pakai rok, bagaimana mungkin?" seru Neji yang ada dibawahnya. "maaf Kiba, sepertinya kau hari ini yang menang, Neji benar. Walaupun memakai celana pendek di dalam rokku, tapi tetap tidak nyaman memanjat pohon dengan rok" kata Naruto tak kalah kerasnya. "bagaimana jika kita bermain yang lain saja Nee-san?" tanya anak kecil tadi. "ehm.. baiklah aku akan menemani kalian, sebentar ya Sasuke aku harus menemani mereka semua" kata Naruto dan dijawab dengan anggukan dari Sasuke. Setelah Naruto pergi, Sasori pun menghampiri Sasuke yang kini tengah duduk itu.

"yo.." sapanya singkat. Sasuke hanya melihatnya dengan tatapan dingin lalu membalikan wajahnya tidak peduli dengan kehadiran Sasori. Sasori pun tak ambil pusing, dia segera duduk disamping Sasuke.

"bagaimana pendapatmu tentang adikku?" tanya Sasori tiba tiba, membuat Sasuke sedikit heran dengan topik Sasori kali ini. "biasa saja" jawab Sasuke cuek. "kau yakin?" tanya Sasori meyakinkan. "dia itu aneh, cerewet dan cuek, berisik hyperactive, dan terlalu tomboy" kata Sasuke. "ooh, jadi tipe gadismu itu seperti Sakura?" tanya Sasori membuat Sasuke mendelik tajam kearahnya tanda tidak suka dengan topik ini.

"oke oke, maaf jika mencampuri urusanmu, lalu bagaimana dengan penampilannya hari ini? Dia memakai rok pendek dengan kemeja berantakan? Kau suka?" tanya Sasori. Sasuke sebenarnya sedikit heran dan bingung mau menjawab Sasori apa, karena kali ini memang Naruto terlihat sedikit lebih feminim, dibandingkan jika di tv yang hampir menyerupai laki laki itu. "yaah, lumayan cantik" kata Sasuke sambil menggoyang goyangkan botol air nya itu. "apa kau tertarik padanya?" tanya Sasori to the point. Membuat gerakan Sasuke terhenti seketika, lalu segera menoleh kearah Sasori yang kini tengah mamandang langit. Menghiraukan tatapan Sasuke yang terkejut dan juga bingung. "kita bahkan baru kenal, sehari saja belum kenapa kau tiba tiba menanyakan itu?" kata Sasuke. Sasori hanya tersenyum kecil lalu menoleh kearah Sasuke, dan memandangnya dengan tatapan penuh arti.

"walau kita seumuran, terkadang keadaan membuat kita lebih dewasa dari umur kita. Dan karena aku dilahirkan 5 menit lebih dulu dibandingkan Naruto, keadaan itu membuatku berpikir lebih dewasa dari umurku, jadi jangan samakan aku dengan mu yang masih bocah itu" kata Sasori enteng lalu segera beranjak berdiri. Karena pengurus Panti Asuhan dan Rumah Sakit Kurenai Yuuhi sudah memanggil mereka untuk makan siang. "nah ayo bocah.. " kata Sasori sambil meninggalkan Sasuke yang terduduk bingung dengan kata kata Sasori itu. kini Naruto Hidan dan Deidara mendatangi Sasori lalu mereka berjalan beriringan dengan Sasori yang merangkul Hidan dan Naruto, sedangka Deidara merangkul Naruto juga Sasori, dan Hidan merangkul Sasori. Deidara Naruto Sasori dan Hidan, itulah ururtan mereka sekarang. mereka berjalan sambil tertawa terutama Naruto yang kini paling bersinar dibandingkan yang lain

Sasuke yang terpaku dengan kebersamaan mereka tidak menyadari bahwa ke-empat temannya sudah berada disampingnya. Mereka menepuk bahu Sasuke dan mengajaknya masuk kedalam untuk makan siang bersama, diikuti oleh anak anak.

TBC

A/N:

Oke setelah sekian lama aku nggak menuliskan kata TBC di akhir ceritaku, dan sekarang baru nulis?

Baik lupakan yang diatas.. maafkan aku atas keterlambatan fic ini. Dan terimakasih tuhan, liburan telah tiba! #teriak pake toa *ditendang.

Baik baik, untuk Hanazawa Kay yang merequest adegan romance SasuNaru, aku berharap kerasa ya feel nya disini. Karena sempet bingung juga ch brp enaknya buat adegan romance nya? Dan tadaaaa.. jadilah di ch ini.#dibantai. Maaf jika nggak kerasa feel nya dan aku memang membuatnya sangat sangat pendek. Nggak pinter sih buat adegan gituan, karena belum pernah ngerasain hal gituan. Karena di ch ini aku lebih memfokuskan untuk kebaikan hati Naru-chan. Dan untuk yang lain, maaf kalao nggak bisa buat Sasu menderita. Ak nggak bisa alias bingung sendiri buat gimana Sasuke nya biar menderita. Dan akhirnya inilah yang terjadi. #dibakar semoga memuaskan untuk para readers lainnya. Mungkin jika kurang romance nya, aku akan berusaha untuk membuat yang lebih baik lagi di ch lain.

Dan untuk Uzumaki Prince Dobe-nii (semoga benar penulisan dan namanya) memang nggak ad author selain ak sendiri di lingkunganku. Intinya bagi mereka cukup mebaca saja. Punya temen kayak giitu emang merepotkan ya.. (=_=") nggak bales riview lagi ya, karena udah malem maaf deh.. . dan ch ini bener bener paling panjang deh. Maaf ya soalnya mau jelasin gimana sifat Naruto, dan nama Angel untuk panti asuhan, bukan karena apa tapi hanya nama itu yang terlintas diotak saya karena artinya yang bagus, walau itu juga nama saya sendiri. Bukan untuk pamer lho~ #kedipkedipmata

Baik cukup bicaranya, semoga memuaskan itu saja. Aku terima kriitik saran dan sebagainya flame juga boleh asalkan bermutu dan masuk akal saja di otakku (?), bahkan pujian dengan senang hati aku terima, teriamkasih untuk silent readers, dan readers lain yang seti menunggu CO :D dan satu lagi.. riview please.. ^^