CAP'BLOODS

RATE : T

PAIRING : X

DISCLAIMER : Naruto milik Masashi Kishimoto, sedangkan cerita ini milik saya, dan saya sudah ijin kok ke Pak Masashinya..

GENRE : Romance

WARNING : ide pasaran, abal abal, gaje, (miss) typo,OOC dan masih banyak lagi... (-.-)

SUMMARY : lalu, bagaimanakah kehidupan selanjutnya dari kedua grup setelah persaingan di mulai? Akankah tumbuh cinta di antara mereka?

Ya, baiklah kenapa aku memasukan Matsuri di ch 7, itu akan ada jawabannya disini. Oke enjoy it, and..

Let's check ki dot..

Sudah seminggu berlalu, kini sekarang tanggal 17, yang artinya sekarang giliran Sasuke yang memperbudak Naruto. Bisa dibayangkan bukan bagaimana caranya Sasuke membalas dendam pada Naruto karena kemarin. Yah, kemarin Naruto memang berlebihan mungkin? Soalnya Sasuke harus mengerjakan semua PR nya, lalu membantu Naruto untuk membersihkan rumahnya, karena waktu itu para pembantu Naruto sedang libur, dan juga harus memakai pakaian khas butler. Bagaimana tidak jengkel, setelah menguras tenaganya cukup banyak, Naruto masih menyuruh Sasuke untuk memijit kakinya. Astaga! Sasuke tidak habis pikir dengan Naruto, dia lebih memilih Ryu dari pada Naruto yang sekarang. benar benar menjengkelkan. Di Studio, Sasuke harus setia menemani Naruto berlatih hingga selesai, lalu membelikan berbagai macam kebutuhannya. Dan jangan lupakan, konser dadakan mereka yang disiarkan dimana mana, mulai awal Sasuke tampil, hingga adegan pelarian Sasuke Naruto, bahkan gosip sedang meraja lela karena adegan berpelukan Naruto dan Sasuke di perempatan lampu merah seminggu yang lalu. Di majalah pun berita utama adalah Sasuke dan Naruto.

Teman temannya pun angkat tangan melihat perubahan drastis Naruto yang dirumah maupun di Studio, semua anggota Ice Bloods hanya bisa mendoakan dari jauh. Untung saja Naruto masih memiliki toleransi agar Sasuke tidak memakai pakaian butler di sekolahnya. Mau taruh dimana muka Sasuke? Itachi pun turut berduka atas penderitaan yang dialami adiknya. Salahnya juga mengatur perbudakan seperti ini. Yah hitung hitung sebagai hiburan para meneger mereka masing masing, pikir Itachi. Dan kini saat pemabalasan dendam Sang Uchiha Bungsu.

At the School.

"Naruto, ambilkan aku minum" kata Sasuke sambil memainkan ponselnya. "tapi barusan aku sudah membelikan minum" kata Naruto jengkel. Sasuke pun hanya menyeringai "aah, jangan lupakan kalau kau adalah BUDAK ku" kata Sasuke.

SKAKMAT!

Senjata makan Tuan. Karena kata kata itu biasanya Naruto gunakan untuk melawan Sasuke jika Sasuke menolak perintahnya. "ooh baiklah, kau ingin apa?" seru Naruto jengkel. "ambilkan aku minum Jus Tomat satu gelas, kau yang bayar" kata Sasuke cuek "bahkan aku baru membelikan mu Jus Tomat yang tidak kau sentuh sedikitpun! Lalu untuk apa membelinya kembali?" teriak Naruto, membuat menarik perhatian seluruh penjuru kelas. Mereka hanya bisa mendengarkan adu argumen Sasuke dan Naruto. Sasuke hanya memutar mata bosan, lalu mengambil gelas yang berisi tomat itu, dan meminumnya dalam sekali sedot dan meletakannya kembali.

"sudah kusentuh bukan, sekarang belikan" kata Sasuke dengan seringai jahilnya. Akhirnya Naruto pun menyetujui permintaan Sasuke. Dia keluar kelas dengan mulut yang misuh misuh, karena jengkel pada Sasuke. Dengan menghentak hentakan kaki pula. Sapaan para fansnya pun tidak dihiraukan karena saking asyiknya dengan pikirannya itu.

Dan bodohnya, Sasuke percaya bahwa Naruto akan benar benar membelikan minumannya di kantin. Nyatanya, sampai jam istirahat selesai tidak ada tanda tanda Naruto. Sepertinya Naruto membolos hingga akhir pelajaran. Dan saat pulang pun Sasuke tidak melihat Naruto kembali ke kelas, membuat Sasuke kesal juga. 'ini anak kemana sih' pikir Sasuke. Sasuke pun memutuskan untuk segera pulang, tapi sebelum sampai pintu ada seseorang yang mengahalangi jalan pulangnya.

"Sasuke-kun, bisa kita bicara?" tanya Sakura sambil bersedekap dada. Membuat Sasuke mengerutkan alisnya. "untuk apa?" tanyanya. Tapi bukan dijawab, Sakura malah melengos pergi, dan menoleh untuk memberi tanda pada Sasuke agar mengikutinya. Sasuke pun hanya mendesah pelan lalu berjalan mengekori Sakura hingga ada di halaman belakang sekolah.

"jadi?" tanya Sasuke, ketika melihat Sakura berhenti tepat dibawah pohon Sakura. Sakura pun hanya berhenti dan tetap memunggungi Sasuke. "bisakah kau berhenti?" tanya Sakura ambigu. Membuat Sasuke bingung. "apa maksudmu berhenti?" tanya Sasuke.

"bisa kah kau berhenti mengacuhkanku? Kau tau, aku sudah muak dengan semua ini. Aku sudah memendam perasaan ini mulai kita kecil, mulai aku pertama kali melihatmu. Bisakah kau mengerti perasaanku, aku hanya ingin kau- hiks kau-" dan perkataan Sakura terhenti dan tergantikan dengan isak tangis Sakura. Sepertinya gadis malang ini sudah terlalu lama memendam rasa sakitnya itu. Sasuke hanya menatapnya dalam ekspresi datar.

"Terima kasih" kata Sasuke. Membuat Sakura membalakan matanya disela tangisnya. "u-untuk?" tanya Sakura masih sesenggukan. "untuk semuanya, cintamu, kasih sayang mu, segala perhatianmu" kata Sasuke panjang lebar, membuat yang mendengar disitu terkejut. "Sa-Sasu-". "tapi maaf, aku tidak bisa membalasnya jika perasaan itu lebih dari sekedar teman" dan perkataan Sasuke sukses membuat tangisan Sakura meledak seketika. "carilah pria yang lain, yang lebih pantas untukmu" dan dengan begitu percakapan mereka pun berakhir. Sakura berlari meninggalkan Sasuke dengan tangisan yang memilukan.

Sasuke hanya mendesah pelan lalu menyenderkan punggungnya di pohon Sakura besar itu. dia menutup mata lalu menikmati angin sepoi sepoi yang berlalu di wajahnya. Sampai suatu suara..

"waah, Teme! Dalam 2 minggu kau bisa membuat 2 gadis menangis? Hebaat!" seru seseorang dengan nada menyindir. Sambil bertepuk tangan pula. Reflek Sasuke mendongak dan mendapati Naruto kini dengan santainya duduk disalah satu batang pohon yang cukup besar, dengan menngantungkan kedua kakinya, tak lupa tangannya yang masih bertepuk tangan. Sasuke mengernyitkan alis.

"jadi, sejak istirahat kau membolos dan duduk disitu?" tanya Sasuke. "aah, aku tidak sendiri ada Sasori-nii, Deidara dan Hidan. Setiap hari kami hampir selalu membolos. Dan tentunya yang paling rajin adalah kakakku" kata Naruto cuek. "bagaimana kau memanjatnya?" tanya Sasuke lagi.

"aah, jangan lupakan juga aku pintar memanjat pohon" kata Naruto bangga. 'ck, seharusnya kalau seorang gadis normal pintar berdandanlah yang patut dibanggakan' batin Sasuke. "aah, aku juga tidak akan lupa bahwa kau –ralat- kalian sebangsa monyet yang kurang kerjaan memanjat pohon hanya untuk membolos" kata Sasuke sinis. "oke, jika kalian ingin adu mulut, bisakah ditempat lain" kata Sasori dan Deidara menginstrupsi. Sepertinya mereka berdua sedang menikmati kesunyian yang menenangkan. Hidan, dia memakai headset sehingga tidak mendengar apapun kecuali musik yang kini tengah bermain dengan manis di telinga kanan dan kirinya.

Entah kesambar apa, tim Sasuke pun ikut berkumpul juga. Sebenarnya mereka kesini hanya ingin duduk duduk. Tapi melihat Sasuke yang berdiri sambil mendongak, mebuat perhatian mereka semua tertarik menuju Sasuke itu.

"apa yang kau lakukan disini Sas?" tanya Gaara. Matanya menatap datar Sasuke, tak kalah datarnya dengan Sasuke. "aah, sedang memperhatikan monyet monyet yang berkeliaran di halaman belakang sekolah kita" kata Sasuke datar.

"monyet?" ulang Neji. Saat mereka semua mendongak, mereka semua terperangah melihat Naruto yang kini dengan santainya melambaikan tangan kanannya ke arah mereka. "woaah Naruto, tak kusangka kau bisa memanjat pohon itu" kata Kiba kagum. "bagaimana bisa?" tanya Shikamaru mewakili semua temannya. "yah, rahasia" jawab Naruto sambil memeletkan lidahnya dan berbunyi –week-

"ngg, ngomong ngomong, setelah kuingat ingat gadis bernama Matsuri yang kau temui di Restoran cepat saji itu mirip dengan gadis yang melabrak dirimu itu Naruto" kata Kiba. Membuat semua tertuju kepadanya, yah kecuali anggota Capwave. "aah, Matsuri-san maksudmu? Yah, dia memang gadis yang melabrakku kemarin. Karena dia hanya mengenalku dalam sosok Naruto bukan Ryu yang menyamar itu, lagipula dia sudah meminta maaf atas tingkah lakunya yang menurutnya memalukan" kata Naruto sambil menerawang. "tapi rahasiakan ini ya" kata Naruto sambil mengedipkan sebelah matanya.

"ooh.." jawab mereka serempak. "nah, sekarang bisakah kau turun dan membantuku di rumah" kata Sasuke dingin. Tapi sepertinya nada itu tidak berpengaruh pada Naruto. "untuk apa?" tanya Naruto enteng, dan saat melihat ke arah bawah, Sasuke sudah tidak ada. Membuatnya mengenyit bingung. "cepat sekali hilangnya" gumam Naruto.

"untuk, menjadi maid ku hingga jam 8 malam" jawab Sasuke. Membuat Naruto hampir terlonjak sekertika. Kini Sasuke tengah berdiri dibelakangnya, dengan kaki menyilang, lalu tangan kanan di saku, dan tangan kiri di atas kepalanya untuk berpegangan pada dahan yang ada diatasnya. Rambutnya pun berterbangan sepoi sepoi mengikuti arah angin. Ooh, benar benar seperti malaikat. Membuat rasa hangat mengalir di kedua pipi Naruto.

"e-eh, ba-bagaimana bisa kau secepat itu?" tanya Naruto disela detak jantungnya yang menggelora. "ooh, Naruto-san jangan remehkan Uchiha Sasuke jika hal memanjat juga" sindir Kiba. Dan mendapat hadiah deathglare dari Naruto. "ooh, baiklah" jawab Naruto lesu. "Sasuke, kami ingin ke rumahmu" kata Shikamaru yang dari tadi tidak ikut andil dalam pembicaraan mereka. "hn" jawabnya singkat.

"kau bisa turun dulu, aku ingin berbicara dengan Nii-chan ku" kata Naruto sambil menunjuk Sasori yang duduk dibelakang Sasuke. Sasuke pun mengangguk dan memutuskan untuk turun –entah bagaimana caranya-.

"hei Sasuke" panggil Gaara. "hn" jawab Sasuke singkat. "jika dia kerumahmu, berarti secara otomatis dia akan menuruti semua permintaan kami?" tanya Gaara lagi. Setengah berbisik. "tidak! Dia hanya bisa menerima perintahku itulah di perjanjiannya" jawab Sasuke tegas.

Sedangkan di Naruto dan Sasori.

"bagaimana bisa kalian menjadi budak sehari kau sehari dia?" tanya Sasori. "ck, jangan lupakan siapa yang memaksaku untuk menandatangani surat perjanjian yang kau katakan adalah kertas dari fans" jawab Naruto jengkel. "jadi surat itu bukan dari fansmu?" tanya Sasori lagi. "ohh ayolah Sasori, IQ mu lebih tinggi dari aku, bisakah kau berpikir! Mana ada surat fans yang hanya 2 lembar itu?" tambah Naruto geram.

"yaa~ mungkin dipilih oleh Kakashi siapa yang beruntung" kata Sasori cuek. "jadi kau ingin mengatakan apa?" tanya Sasori lagi, "ah, seperti yang kau dengar, aku akan pulang telat dan sepertinya tidak bisa latihan untuk hari ini, dan jelaskan pada Kaa-san dan Tou-san kenapa aku bisa pulang terlambat" kata Naruto lagi. "hanya itu?" tanya Sasori lagi. Membuat Naruto menyeringai licik padanya "jika kau ingin hal lain, bisa tolong kerjakan pr ku yang menumpuk di meja belajarku?" tambah Naruto.

"oke tidak ada tambahn tugas lagi! See ya!" seru Sasori lalu segera menutup telinganya dengan headsetnya itu. membuat Naruto tertawa kecil akan tingkah Sasori itu. "oke aku pergi dulu jaa~". Dan setelah itu pun Naruto turun dari situ dan menghampiri Sasuke. Sasori hanya bisa menatap punggung Naruto yang semakin menjauh dikelilingi oleh pria pria yang entah mengapa bisa membuat Sasori tenang untuk melepaskan adik manjanya itu.

"dia sudah dewasa ya.. ayame" kata Sasori lirih. "tentu saja sudah dewasa, umurnya bahkan sudah menginjak 17 tahun" kata seseorang yang suaranya hanya bisa didengar oleh Sasori. "tapi jika sudah dewasa mengapa dia belum mengenal perasaan cinta sedikitpun.." kata Sasori lirih lagi. "dia sudah tahu perasaan nya, hanya saja tidak tau namanya.." kata gadis itu. "lalu jika dia sudah menemukan orang yang dicintainya maka-" "maka kau harus melepaskannya" kata gadis itu memotong perkataan Sasori. "ck, jika aku melepasnya maka aku akan sendirian baka" kata Sasori sambil tersenyum, dan matanya menerawang langit. "tenang saja aku akan berada di sisimu" dan suara itu pun terdengar semakin lirih diikuti hembusan angin..

Yah, suara seorang gadis yang berasal dari masa lalu Sasori...

At Uchiha Mansion.

Naruto mendengus bosan karena Sasuke dan teman temannya mengacuhkannya. Dia hanya disuruh duduk manis diantara mereka. Mereka kini tengah asyik menonton acara sepak bola. Ooh ayolah, setomboy apapun Naruto, acara inilah yang paling dibencinya. 'dari pada menonton bola, mendingan menonton spongebob atau acara kartun lainnya' pikir Naruto. Dia hanya bisah mendesah pelan. Sejak insiden kaburnya waktu istirahat tadi, Sasuke tidak akan melepaskannya sampai dia pulang. Dan kini tangannya tengah diborgol yang entah Sasuke dapatkan dari mana. Saat melihat jam 'pukul 06.55' oh, masih jam tujuh kurang lima menit. Berarti dia harus menunggu satu jam lagi.

"ne~ Sasuke, aku ingin ke kamar mandi bisakah kau melepaskan borgolmu?" kata Naruto berusaha merayu. Sayangnya sang Uchiha Bungsu itu tidak menghiraukannya. Teman teman Sasuke hanya bisa menatap Naruto iba. Bagaimana lagi, jika mereka ikut membantu Naruto, maka mereka pun harus rela ditendang oleh sang Bungsu Uchiha ini dari Mansion Uchiha ini.

"ooh ayolah~ aku benar benar ingin buang air kecil" kata Naruto dengan nada yang sepertinya benar benar menahan sesuatu yang akan keluar dari dirinya. Akhrinya Sasuke menoleh ke arah Naruto dan memandangnya dengan pandangan tanpa arti. Dia menghela nafas besar dan mengajak Naruto berdiri, dan mengajaknya ke kamar mandi kamarnya itu. teman teman Sasuke hanya melongo ketika Sasuke mengajak Naruto masuk kedalam kamar mandi berdua.

"apa yang kau lakukan baka?! Kenapa kau juga ingin masuk?!" teriak Naruto ketika Sasuke mengajaknya masuk berdua. "untuk menjagamu" jawabnya datar. Tentu saja membuat wajah Naruto memerah, yah sebagai gadis normal, masa dia tidak malu jika diintip oleh laki laki yang bahkan tidak ada hubungan darah dengannya. "bodoh! Cepat lepaskan borgolmu, aku tidak akan kabur lagi! Sumpah" ucapnya dengan membentuk huruf 'V" di tangan kanannya.

"he-hei Sasuke, tidak baik jika kau berada dalam satu kamar mandi dengan seorang gadis!" kata Kiba berusaha membantu Naruto. "aku tahu" jawab Sasuke datar. "lalu kenapa masih ingin berada dalam satu kamar mandi dengan ku hah?!" 2 tanda seru menunjukan bahwa Naruto kini benar benar marah sekaligus malu. "Hn". dan dengan cepat Sasuke melepaskan borgolnya itu.

"jangan coba untuk kabur, jika kau melakukannya aku tidak akan mau menjadi budakkmu besok".

BLAAAM

Dan pintu kamar mandi pun tertutup dengan debaman yang cukup keras. Sasuke dengan sabar menunggui Naruto didepan pintu kamar mandi sambil bersandar dan bersedekap. Teman temannya hanya bisa geleng geleng kepala, melihat tingkah laku kekanakan Sasuke.

"kau tahu, jika tingkah lakumu sangat kekanakan" Shikamaru memulai pembicaraan. Sasuke hanya meliriknya sekilas, lalu kembali melamun. "tingkah lakumu seperti seorang remaja yang takut kehilangan gadisnya karena diculik di kamar mandi oleh seorang hantu yang-" "kau pikir aku seperti itu?" nada datar tetap tidak bisa hilang bahkan setelah memotong perkataan Neji. "hei! Seharusnya kau sadar diri, begini begini Naruto itu cewek normal, apa apaan kau mau mengikutinya sampai kedalam kamar mandi?" seru Kiba. "aku hanya tidak ingin dia kabur" jawabnya cuek.

"kau hanya tidak ingin dia kabur, atau kau takut kehilangan dia?" dan kata kata terkahir itu lah yang bisa didengar Sasuke, walau Kiba tetap mengoceh kesana kemari, 'kehilangan dia?' pikir Sasuke. Segera saja dia mengenyahkan pikiran itu dan berpikir positif 'mana mungkin ada pria yang mau mendekati gadis yang hampir menyerupai laki laki itu?' engg... sepertinya Uchiha Sasuke yang terkenal dingin bisa tertarik dengan pesona Naruto heh..?

Sasuke segera saja melihat jam yang bertengger di dindingnya '07.00'. kurang satu jam lagi Naruto akan pulang, sebenarnya Sasuke dari tadi melirik Naruto yang ada disebelah kirinya. Saat menonton acara sepak bola itu, terlihat sekali bahwa Naruto sangat tidak menikmati acara itu. terlihat dia menghela nafas besar, dan melakukan kegiatan kegiatan yang tidak ada gunanya, dan menampakan sekali jika gadis itu benar benar bosan di rumah Sasuke.

"haah.. lega- lho Sasuke? Kenapa kau berdiri disini?" tanya Naruto yang telah keluar dari kamar mandi. Tanpa menjawab pertanyaan Naruto, Sasuke segera melengos pergi menuju lemarinya dan mengambil jaketnya yang berwarna hitam, serta mengambil topi hitam untuk menutupi wajah Naruto lalu segera menarik tangan Naruto. "kuantar kau pulang" katanya datar dan dingin. Membuat Naruto mengernyitkan alis nya "he-hei tunggu, bukankah kau menyuruhku untuk diam disini sampai waktu nya jam delapan, kenapa tiba tiba? Hei hei, Sasuke!"

BLAAM

Sayangnya teman teman Sasuke tidak mendengar jawaban Sasuke karena pintu sudah tertutup. "aneh.." gumam Kiba "sepertinya Sasuke menyukai gadis itu!" tambah Shikamaru. "entahalah, toh masalah dia" jawab Neji cuek sedangkan Gaara hanya menatap kepergian mereka melalu mata pandanya kembali terfokus pada layar kaca TV LCD 41 inch itu.

Tanpa menyadari bahwa setetes darah kini bertengger di wastafel kamar mandinya..

"kau serius ingin mengajakku pulang, masih kurang satu jam lagi lho Sasuke" seru Naruto ragu. "Hn" sahut Sasuke seadanya sambil memasang sabuk pengaman di mobil sport Lamborghini hitamnya itu. Naruto yang masih asyik saja mengoceh akan tingkah laku Sasuke hingga lupa bahwa dia juga belum memasang sabuk pengamannya. Saat Sasuke menoleh Naruto berhenti mengoceh. "ada apa?" tanya Naruto.

Tanpa banyak bicara, Sasuke sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Naruto, membuat Naruto mundur hingga menempel ke pintu wajahnya pun memerah. Hingga tatapan mereka berdua beradu. onyx yang tajam bertemu shappire yang menenangkan. Degup jantung Naruto benar benar tidak karuan, karena melihat wajah Sasuke dengan sedekat ini jaraknya mungkin hanya terpaut lima cm, bahkan mata hitam Sasuke serasa menariknya untuk ikut laruto dalam pesonanya, dan saat Sasuke menaikan tangannya menuju wajahnya, Naruto segera menutup matanya untuk menunggu apa yang akan dilakukan Sasuke. Anehnya Naruto sangat menyukai degup jantungnya yang satu ini.

Satu detik..

Dua detik..

Tiga detik..

Empat detik..

Lima detik..

ZRUUUUT

CKLEK

Dan suara itu menyadarkan Naruto, segera saja Naruto membuka matanya, kini yang dia lihat adalah Sasuke kini yang tengah menunduk untuk memasangkan sabuk pengamannya. Rambut mencuat Sasuke sedikit menggelitik permukaan hidung Naruto, dan aroma khas rambut itu kini tercium hingga merasuk ke rongga paru paru Naruto. Dirinya sangat menyukai aroma khas itu. setelah memasangkan sabuk Naruto, Sasuke kembali ke posisi awal tanpa banyak bicara. Lalu menghidupkan mobilnya itu.

Sadar akan posisinya yang tidak enak, Naruto segera duduk dengan benar di jok penumpang. Dan mereka pun melaju menuju rumah Naruto melewati jalan raya Tokyo yang ramai dengan kecepatan normal. Di perjalanan, jika tadi pagi Naruto yang dijemput Sasuke cerewet nya minta ampun, kini dirinya memilih untuk diam dan menatap keluar jendela.

Sunyi.

Itulah keadaan yang menghiasi mobil Sasuke. Sasuke sepertinya tenang tenang saja, toh itu memang kebiasaan nya. Sedangkan Naruto, sunyi karena dirinya sedang mengatur detak jantungnya yang terlalu cepat, dan mengatur suhu badannya yang serasa panas dingin ini, wajahnya entah kenapa sangat panas, untung keadaan gelap jadi Sasuke tidak menyadarinya, apa lagi ketika dia mengingat setiap adegan lima menit lalu. Sungguh, dia tidak menyangka Sasuke yang dingin dan sinis itu bisa seperhatian ini padanya. Dan perbuatannya itu tentunya membuat Naruto berbunga bunga.

Lima belas menit berlalu, Sasuke segera berhenti tepat di depan pagar rumah Naruto, lalu meparkirkan mobilnya disitu. Segera saja Naruto melepaskan sabuk pengamannya lalu menoleh kearah Sasuke "err, kau ingin mampir dulu?" tawar Naruto disela degup jantungnya itu. Sasuke hanya menolehkan kepalanya ke arah Naruto dan menatapnya tanpa arti "tidak perlu" jawabnya singkat. Naruto hanya mengangguk tanda mengerti lalu segera turun. Sebelum benar benar turun, Naruto berbalik menghadap Sasuke yang kini tengah bersiap untuk melajukan mobilnya.

Merasa di tatap oleh lawan jenisnya Sasuke pun menolehkan kepalanya ke arah Naruto. "eng.. terimakasih untuk membawaku pulang kerumah lebih cepat dari biasanya. Jaa~ Teme" susah payah Naruto mengatur tutur katanya agar terdengar normar ditelinga Sasuke, walau tadi sempat terdengar kaku saat menyebutkan kata 'Teme'.setelah keluar dari mobilnya Sasuke Naruto dengan setia menunggu di samping mobil Sasuke, seperti seorang kekasih ang siap mengantar kepergian pria nya itu dan tanpa menoleh Sasuke melajukan mobilnya itu dengan kencang, beda saat bersama Naruto yang terasa lebih lembut.

Entah kenapa perasaan nya kini terasa sangat bahagia, bahkan hampir lupa tentang kejadian di kamar mandi Sasuke waktu tadi. Sasori yang mendengar pintu utama dibuka, segera menolehkan kepalanya menuju adik perempuan satu satunya itu plus kembaran menyebalkannya itu. mengernyit heran karena perubahan drastis yang terlihat dari wajah Naruto dan kepulangannya lebih cepat satu jam itu. Melihat Sasori yang terduduk diruangan tengah, Naruto segera berlari menuju Nii-chan tersayangnya itu.

"jadi ada apa? Dan kenapa kau pualng lebih cepat? Kaa-san dan Tou-san bahkan belum pulang" serbu Sasori melihat Naruto yang berubah itu. Naruto hanya menyunggingkan senyum kecil sebenarnya dirinya juga bingung, hanya karena diantar Sasuke hingga rumahnya dan tidak lupa adegan sabuk pengaman itu tadi sekejap membuat Naruto bahagia dan seperti melayang layang diudara.

"eng.. aku sendiri bingung kenapa aku bisa segembira ini, padahal tadi Sasuke hanya mengantarkanku sampai depan pagar rumah" kata Naruto sambil menggaruk pipi kanannya yang tidak gatal dengan telujuknya itu. Sasori yang mendengar pernyataan Naruto hanya bisa terperangah kagum. "dan, ah aku lupa aku ingin bertanya sesuatu padamu" kini wajah Naruto berhadapan dengan Sasori. Lama Sekali, anehnya Naruto sama sekali tidak dapat merasakan apapun saat bertatapan dengan Sasori walau lama. Sasori hanya mengernyitkan alisnya heran saat adiknya itu menatap matanya dengan serius.

Mendesah pelan akhirnya Naruto duluan lah yang memutuskan kontak mata itu. Sasori ditambah bingung dengan tingkah laku adiknya yang menurutnya membingungkan ini. "sebenarnya kau ini kenapa sih?" tanya Sasori heran. Naruto hanya meliriknya sekilas lalu mendesah lagi, dan akhirnya kini dia duduk bersila mengahdap kakaknya itu.

"ne~ Sasori.." aah, perubahan mood dan panggilannya cepat sekali. "Hn" gumam Sasori tak jelas ketika dipanggil adik manjanya itu. "aku tidak tahu mengapa tapi kenapa di setiap aku didekat Sasuke selalu, seperti engg apa ya~" gantung Naruto berusaha menemukan perumpamaan yang jelas untuk baka Nii-channya itu.

Sasori yang mendengar nama Sasuke disebut, dengan sigap menoleh ke arah Naruto yang kini sedang memasang pose berpikir. "jantung mu meledak ledak? Atau berdegup kencang?" tebak Sasori. Dan didapatinya senyuman sumrigah dari Naruto. "aah, kau pintar! Seperti itulah, lalu ketika aku bertatapan mata dengannya kenapa serasa tatapan matanya membuatku melayang ya? Padahal saat ku coba bertartapan mata dengan mu tidak ada rasanya" kata Naruto dengan raut wajah bingung. Sasori sedikit terkejut dengan perubahan adiknya itu.

"maksudmu kau merasa berbeda jika bertatapan denganku atau Sasuke?" tanya Sasori lagi. Dan dijawab anggukan mantap dari Naruto. "dan saat aku melihat Sasuke berdekatan dengan gadis lain. Serasa disini sakit sekali, seperti dicabik cabik, di err- tusuk di tikam yah~ semacam itulah" kata Naruto menyerah mencari perumpamaan yang pas dengan perasaannya itu.

Sasori pun tertawa, pertama kecil lalu semakin besar dan tawanya pun semakin keras, hingga memnuhi ruang tengah yang cukup luas itu. Naruto hanya mengernyit kan alis heran dengan tingkah laku kakaknya itu yang tiba tiba tertawa dengan suara keras. Sasori tertawa hingga perutnya sakit.

"eh? Ada yang lucu Sasori?" tanya Naruto dengan raut kebingungan. Sasori pun berusaha untuk mengehentikan gelak tawanya itu. "tawa mu terdengar mengerikan" sambung Naruto dengan watados. Dan satu jitakan pun mendarat mulus di kepala Naruto. Yang dijitak hanya bisa mengaduh kesakitan.

"hahaha.. tak kusangka adikku memang sudah besar rupanya" kata Sasori membingungkan Naruto, 'hei bukankah dia sudah kelas 2 SMA? Apa itu masih belum bisa di sebut dewasa?'. "apa maksudmu aku-" "itu namanya jatuh cinta baka Imouto" potong Sasori. "eng, jatuh cinta?" ulang Naruto lagi.

"iya, biasanya jatuh cinta datang tanpa di undang, dan tidak memandang siapa yang kau cintai dan berapa umurmu, cinta datang secara tiba tiba. Cinta itu berbeda beda. Jika aku cinta kepadamu sebagai seorang kakak ke adiknya, sedangkan kau adik yang cinta kepada kakaknya, lalu seperti err.. Choji mungkin itu cinta kepada sesama teman, Kaa-san dan Tou-san itu sejenis cinta orang tua untuk anaknya" jelas Sasori sambil menepuk kepala adiknya. Naruto hanya ber-oh ria. "nah kalau kau ke Sasuke itu cinta seorang gadis kepada seorang pria" jelas Sasori lagi. Membuat Naruto bingung. "tunggu, apa beda ya seperti aku dan choji?" tanya Naruto.

"tentu saja beda baka! Coba kau perhatikan lagi, jika kau bertatapan intens dengan Choji, apa kau merasa jantungmu meledak ledak?" tanya Sasori, dan dijawab gelengan Naruto. "nah, jika kau ditatap intens oleh Sasuke, apa jantung mu meledak ledak?" tanya Sasori lagi. Dan seketika wajahnya memerah. "lihatlah, tanpa menjawab aku sudah tau bahwa kau akan menyukai pandangan itu". Naruto semakin bingung, kenapa pembicaraan ini sangat berbelit belit. "eng.. aku masih bingung" kata Naruto. Sasori hanya bisa menghela nafas, ketika melihat raut bingung Naruto. Berusaha Sabar jika menjelaskan sesuatu yang baru untuk adik perempuannya ini.

"begini saja, cinta dibagi menjadi 3 yaitu cinta ke sesama teman, ke sesama keluarga dan terakhir cinta seseorang kepada lawan jenisnya" kata Sasori. Naruto hanya manggut manggut, lalu menatap Sasori dengan pandangan 'apa hubungannya?' astaga! Kenapa adik perempuannya ini sangat bebal dan masalah ini. Teriak batin Sasori, akhirnya diapun menghela nafas besar dan kembali melanjutkan penjelasannya itu.

"cinta ke sesama teman hanya sebatas teman tidak lebih contoh jika salah satu teman laki laki mu pergi dengan sahabat perempuanmu tidak akan membuatmu cemburu, intinya kau hanya menganggap orang itu lebih dari hubungan pertemanan. Sedangkan cinta ke sesama keluarga itu, seperti Kaa-san dan Tousan yang menyayangi anaknya dan melindungi anaknya demi mendapatkan kebahagiannya kelak, dan yang terakhir cinta seseorang kepada lawan jenisnya. Seperti kau yang jatuh cinta pada Sasuke, rasa cinta yang ini lebih spesial dari yang lainnya, kau menganggap Sasuke itu lebih spesial dari lainnya, bahkan pemberian kecil dari Sasuke bisa sangat kau anggap berharga, seperti kau ditelepon dan menanyakan keadaan mu, apa kau sudah makan atau belum dan perhatian kecil lainnya itu membuatmu bahagia dan seperti yang kau katakan jika kau melihat Sasuke berdekatan dengan gadis lainnya maka rasanya akan sakit bukan, itu bedanya. Oke sudah malam besok kita tidak akan masuk sekolah karena Kakashi menyuruh kita untuk pemotretan selama seminggu di Paris dan sekarang tidurlah!" kata Sasori mengakhiri penjelasannya yang panjang.

Sebenarnya Naruto masih ingin bertanya, tapi dilihat wajah Sasori yang memohon untuk jangan melanjutkan percakapannya ini, Naruto pun mengurungkan niatnya untuk bertanya dan segera naik kekamarnya di lantai dua. Setelah membersihkan diri dia pun memilih untuk duduk di pinggiran balkon sambil memikirkan p\enjelasan panjang dari Sasori masalah jatuh cinta. Setelah beberapa menit, dia pun memutuskan untuk masuk ke kamar dan tertidur dengan lelap karena memang tubuhnya sudah sangat letih bermain dengan teman teman Sasuke juga ikut bersih bersih kamar Sasuke yang kelewat luas itu.

Beda dengan Sasuke yang kini tengah bermain gitar akustiknya di pinggir balkonnya, dia memetik sebuah lagu dari grup band Naruto yaitu Capwave, dengan judul Wind. Entah apa yang dipikirkannya sekarang sambil memandang bintang yang beberapa menit lalu dilakukan oleh Naruto. Teman temannya pun membiarkannya untuk sendiri di balkon kamarnya itu, bahkan pintu balkonnya ditutup tanda Sasuke tidak ingin di ganggu gugat.

TBC

A/N:

Oke, maaf jika ch ini sangat panjaaang! apa lagi masalah penjelasan Sasori tentang jatuh cinta. Sumpah itu susah bangeet! Apa lagi sy tidak pandai mendiskripsikan masalah begituan. Dan untuk typo.. maaf jika semakin banyak bertebaran di mana mana.. masalah itu adalah hal yang paling sulit kuhindari. Oke minna-san karena sebentar lagi tahun baru, mungkin apdet agak lebih lama, dan SELAMAT TAHUN BARU 2014, dan bagi yang minta apdet kilat.. semoga ini cukup kilat sekilat cahaya.. wkwkwk, ini kata-kata salah satu riview readers.. maaf tidak ingat namanya m(._.)m.

Eng, baiklah.. terimakasih atas perhatian nya, untuk readers yang mau riview atau silent readers lainnya.. saran dan kritik selalu diterima dengan lapang dada dan tangan terbuka..