CAP'BLOODS
RATE : T
DISCLAIMER : Naruto milik Masashi Kishimoto, sedangkan cerita ini milik saya, dan saya sudah ijin kok ke Pak Masashinya..
GENRE : Romance and Friendship, maybe Angst.
WARNING : ide pasaran, abal abal, gaje, (miss) typo,OOC dan masih banyak lagi... (-.-)
SUMMARY : lalu, bagaimanakah kehidupan selanjutnya dari kedua grup setelah persaingan di mulai? Akankah tumbuh cinta di antara mereka?
Chapter 10
"Sasori..?"
Mendengar namanya dipanggil, sontak pemuda berambut merah itu menoleh ke arah suara itu. dan matanya membalak kaget. Salah satu orang yang dekat dengan dirinya dan Naruto yang tiba tiba menghilang.
"Menma!" pekik Sasori kaget. Sedangkan Menma hanya bisa meringis mendengar pekikan OOC dari Sasori. Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia juga tidak menyangka akan bertemu dengan Sasori di rumah sakit.
"Hahaha.." tawa Menma garing. Sasori berdiri dan berjalan mendekat, lalu berhenti ketika melihat keadaan tangan kiri Menma. "Kau kenapa?" tanya Sasori. Tangan kiri Menma kini dibalut dengan gips, dan ditahan dengan tangan kanannya. "Hah? Ah, tanganku. Patah." Jawab Menma santai seolah ini bukan masalah besar.
"Bagaimana bisa?" tanya Sasori kini kembali ke sosok aslinya. "Hahaha.. tentu saja karena kecelakaan bodoh! Apa karena kau kutinggalkan tanpa kabar otak jeniusmu sekarang menjadi bodoh hmm..?" ejek Menma.
Sedangkan Sasori hanya mendengus mendengar ejekan yang sudah biasa di dengarnya dari mulut Menma maupun Naruto. "Kau tidak berubah, kemana saja kau 5 tahun ini?" tanya Sasori. Dan pertanyaan tersebut membuat Menma bungkam. Ah, dia bahkan sama sekali berharap agar Sasori tidak menanyakan hal itu.
Tentu saja dia pergi karena, dia juga menyukai gadis yang dulu disukai oleh Sasori, Ayame. Dan ketika mendengar berita kematian gadis itu Menma memutuskan untuk pergi dari Jepang, dan hanya dia yang mengetahui alasan itu.. yah untuk melupakan sosok ayame dari pikirannya. Dan disinilah dia.. bertemu dengan Sasori di Paris, atau lebih tepatnya di Rumah Sakit ini.
"Hanya mencari angin segar.." Jawab Menma sekenanya. "Apa perlu mencari angin segar hingga 5 tahun berlalu hn?" tanya Sasori lagi. Dan sekali lagi, pertanyaan Sasori membuatnya bungkam. Sasori tidak tau, jika Menma sahabatnya menyukai gadisnya lebih lama sebelum dirinya mengenal Ayame.
"Sudahlah, lupakan masalah itu.. sekarang kita sudah bertemu bukan? Dan apa yang kau lakukan disini?"
Sasori tidak menjawab pertanyaan Menma. Dia hanya menatap datar Pemuda didepannya tersebut, dan kembali duduk. "Yah.. sepertinya Anemia Naruto kambuh lagi.. tapi kali ini sepertinya memang sudah parah." Ucapnya sambil menyandarkan kepalanya di tembok belakangnya.
Menma tidak kaget dengan ucapan Sasori, karena dia juga suda mengenal Naruto sejak kecil. Dan tau kalau Naruto menderita Anemia.
"Parah?"
"Yah, kepalanya pusing hingga mengeluarkan darah dari hidungnya. Mungkin pusing tersebut disebabkan darahnya berkurang, dan karena pusing itulah keluar darah dari hidungnya. Memang tidak apa jika darah keluar dari hidung saat kepala pusing, bukankah itu akan meredakan pusing tersebut. Hanya saja..-
"-Dia menderita Anemia, kekurangan darah.. Aku tau itu." Menma memotong ucapan Sasori. Menma tiba tiba duduk di samping Sasori. Sebenarnya Menma ingin berjalan jalan mengelilingi Rumah Sakit ini. Hanya saja niat itu segera kandas melihat Sasori berdoa dengan wajah serius. "Sepertinya, kau tidak berperan baik eh? Sebagai Kakak laki laki?" sindir Menma.
Sedangkan Sasori hanya mendengus mendengar ejekan dari Menma lagi. "Dan bagaimana kehidupan Enterteiment mu? Menyenangkan? Atau menjenuhkan? Apa kau punya banyak Fans Wanita?" tanya Menma beruntun.
"Hn."
"Ah, dan di berita juga disiarkan taruhanmu dengan Grup Uchiha itu." tambah Menma lagi.
"Bisa berhenti mengatakan hal itu?" tanya Sasori dengan nada datar, tapi mengandung ancaman didalamnya. Membuat Menma tersenyum mendengar ancaman itu.
Dan suara seorang wanita membuat mereka mendongak secara bersamaan. Dia berbicara dalam bahsa prancis, dan menadapatkan anggukan dari Sasori juga Menma.
"Kau mau masuk?" tanya Sasori kepada Menma. "Boleh.."
Di kamar pasien, Naruto terlihat sangat lelap didalam tidurnya. Membuat kedua pria yang ada disitu mendesah lega dengan keadaan Naruto. "Kapan kau pulang?" tanya Sasori lirih. Sambil mengusap rambut pirang kembaran perempuannya itu.
"Rencananya sih minggu depan, untuk kejutan kalian. Dan ternyata malah aku yang mendapat kejutan disini dengan kabar buruk Naruto." Jawab Menma. Sasori melirik sekilas Menma yang sedang duduk di sofa Tamu.
"Ngomong ngomong apa pasien seperti mu beoleh berjalan jalan di jam malam seperti ini?" tanya Sasori. Sedangkan Menma hanya mengangkat bahu nya acuh. Lalu melirik keluar jendela. "Adikmu mendapatkan kamar yang sangat strategis."
"Tapi aku tidak menjamin kamar yang strategis bisa membuat adikku tidak merengek rengek minta pulang." Jawab Sasori sambil tersenyum kecil. Dan jawaban Sasori tersebut membuat Menma tersenyum juga. Ah, dia rindu masa kecilnya dengan Kembaran Aneh ini.
.
.
"Sasuke kau mau kemana?" tanya Mikoto saat melihat Sasuke mengenakan jaket kulit hitamnya dan mengambil helmnya di meja.
"Jalan."
"Eits, tidak secepat itu adikku.. kemana dulu?" Itachi dengan sengaja menghadang Sasuke yang sudah hampir mencapai pintu keluarnya. "Oh, ya Sasuke kemana pacarmu itu? bukankah setiap malam kau membawanya kemari.. aku suka dengan gadis itu." tanya Mikoto yang tentu saja membuat Mood Sasuke semakin down.
"Dia bukan pacarku." Sahut Sasuke dingin. Itachi hanya tertawa geli dengan jawaban Sasuke yang terdengar sangat tidak enak ditelinga itu. "Lho, benarkah? Lalu kenapa kau selalu membawanya kemari setiap malam?" tanya Mikoto lagi. Bukannya mendapatkan jawaban dari Sasuke malah yang didapatkannya adalah sebuah salam.
"Aku pergi." Tidak berniat menjawab pertanyaan dari Mikoto Uchiha tersebut.
"Kau akan pergi tanpa kunci mu?" tanya Itachi. Sasuke reflek menoleh ke arah Itachi yang kini sedang memainkann kunci sepeda motornya dengan tangan kanannya. Dilempar dan ditangkap terus seperti itu. Sasuke pun berdecak jengkel dengan kelakuan Itachi yang se-enak jidatnya mengambil kunci sepeda motornya.
"Kemarikan!" perintah Sasuke geram. Itachi hanya tersenyum, senyum mengejek tepatnya. "Kemarikan apa?" tanya Itachi pura pura bodoh.
"Kunciku!" perintah Sasuke lagi. Senyum mengejek masih terlihat jelas di kedua bibir tipis Itachi. "Kunci apa hmm..?"
"Jangan berlagak bodoh Niisan!" geram Sasuke lagi. Membuat Itachi tergelak. "oke oke, akan kukembalikan.. asalkan kau mau menuruti satu permintaanku." Perkataan Itachi membuat Sasuke terdiam.
"Tidak." Tolaknya datar.
"Jangan lupakan kuncimu dan syarat ku dulu.."
Asalkan kalian mau menuruti satu permintaan ku saja.
Ah, dia lupa. Membuat Sasuke berdecak kesal lalu bersedekap menunggu apa yang akan dikatakan oleh Itachi. "Ck, baiklah apa maumu?," tanya Sasuke datar. "Kau tau Konan bukan? Aku ingin melamarnya." Sahut Itachi. Sasuke hanya menaikan sebelah alisnya. 'Lalu apa urusannya denganku?," tanya Sasuke dalam hati.
"Bisa kau bantu persiapannya?" tanya Itachi. Sasuke hanya bisa mendengus mendengar permintaan Itachi.
"Kapan? Dan kenapa aku? Aku tidak cocok dengan pekerjaan ini."
"Bulan depan, karena kau masih dalam masa pertaruhan mu dengan Naruto, dan karena kau lah yang mempunyai lowongan kapanpun siap membantuku." Jawab Itachi. Mendengar nama 'Naruto' lagi. Membuat mood Sasuke semakin down. Tanpa babibu lagi, Sasuke mengangguk lalu merampas kunci di tangan Itachi dan segera melesat pergi dari Mansion Uchiha ini.
.
.
Menaiki kendaraan ber-roda dua dengan kecepatan diatas rata rata, merupakan hobi Sasuke. Apalagi ditengah keramaian kota Tokyo seperti ini. Kemacetan padat, membuat tantangan tersendiri bagi Sasuke. Helm sport dan jaket hitam yang menutupi seluruh bagian tubuh atasnya membuatnya tidak terlihat bahwa dia adalah salah satu grup boy band terkenal Ice Bloods. Sejak Pagi hari, atau mungkin malam hari kemarin, dia memutuskan untuk tidak sekolah. Sasuke selalu mengurung diri dikamar, yah dia sedang memikirkan apakah dia memang benar menyukai atau mungkin lebih, yaitu mencintai Naruto? Hanya karena Naruto menghialng selama 5 hari, dan Naruto sama sekali tidak menghubunginya membuatnya bingung setengah mati! Oke mungkin tidak masalah dia menghilang, tapi setidaknya dia memberi tahu dirinya lewat apapun, mungkin E-mail, atau telepon, atau juga SMS mungkin. Hh.. Namikaze Naruto, atau Uzumaki Ryu.. kau benar benar membuat Uchiha Sasuke mengalami arti dari lagunya sendiri yaitu 'Insomnia' lagu yang dinyanyikannya saat bertaruh dengan gurp bandnya.
Dan kini dia memutuskan untuk menuju kerumah Naruto, berniat untuk mencari Naruto. Yang bodohnya tidak dilakukannya sejak kemarin kemarin. 15 menit, perjalanan Sasuke sudah sampai dirumah Naruto. Dia segera memberhentikan sepeda motornya perlahan, dan berhetnti tepat di depan pagar besar rumah Naruto. Satpam yang berjaga di gerbang Naruto, segera menghampiri Sasuke.
"Selamat Siang, ada yang bisa saya bantu?" Sasuke hanya menatap datar satpam itu lalu berkata.
"Naruto ada?" tanya Sasuke to the point.
"Naruto-san sedang pergi keluar Negeri."
Sasuke mengernyit mendengar berita tersebut.
"Kemana?"
"Ke Prancis. Bisa beritahu, siapa anda?" tanya Satpam itu.
"Aku..-" Sasuke sedikit bingung untuk mengatakan identitasnya. Benar juga Satpam itu, siapa juga dirinya? Dia hanya musuh dan budak sehari Naruto. Seharusnya dia mengatakan 'Aku adalah Temannya' tapi yang malah keluar adalah..
-..Pacarnya. Katakan padanya, Pacarnya Uchiha Sasuke mencarinya, dan dia harus segera pulang oke! Teleponnya tidak aktif. Atau mungkin bisa laporkan kepada Saudara kembarnya, Sasori. Bahwa Pacar dari adik perempuan satu satunya, mencari Naruto yang menghilang tiba tiba. Laki laki yang benar benar menyukainya."
Dan setelah mengatakan hal itu Sasuke segera menghidupkan mesin motornya, dan segera tancap gas. Meninggalkan Satpam itu yang menatapnya dengan kebingungan.
.
.
"Apa?!" Pekik Sasori di saat ditelepon seseorang. Membuat Menma kaget.
"..."
"Dia mencari Naruto."
"..."
"Lalu apa yang dia katakan?"
"..."
"Pacar Naruto?!" pekik Sasori lagi, membuat Menma mengernyit heran. Sedangkan Sasori tertawa terbahak bahak medengar fakta itu.
"..."
"Kau yakin, tidak salah dengan Yamato-san, bahwa itu benar benar Uchiha?" tanya Sasori berusaha meyakinkan.
"..."
"Ya Tuhan, oke oke.. Terimakasih Yamato-san."
Dan setelah menutup telepon itu, Sasori masih tertawa terbahak. Menma hanya mengernyit heran melihat Sasori masih tertawa itu, jarang sekali Namikaze Sasori tertawa dengan keras dan se-lepas itu.
"Ada apa?" tanya Menma dengan alis mengernyit dan wajah bingung. Sedangkan Sasori masih tertawa. 'Oke ini mulai tidak normal' pikir Menma sambil melihat Sasori dengan wajah bingung, sekaligus takut. Melihat Sasori yang tertawa diluar batasnya ini, bisa jadi Sasori sedikit –gila.. mungkin?. "Hey, kau kenapa? Ada apa di Jepang?" tanya Menma beruntun. Perlu waktu sebelumSasori benar benar berhenti dari tawanya itu.
"Kau kenapa sih? Tumben tertawa seperti itu?"
"Kau.. tidak akan percaya dengan kabar yang kudapatkan dari Jepang."
Dan jawaban Sasori sama sekali tidak mengurangi kerutan di alis Menma.
"Memang ada apa?" tanya Menma penasaran.
"Kau tau Uchiha Sasuke bukan?" Sasori berbalik tanya.
Menma hanya mengangguk singkat. "Laki laki, yang dinginnya luar biasa, dan juga anggota Ice Bloods itu kan? Memang ada apa dengannya?" tanya Menma lagi.
"Dia barusan, mengaku ngaku sebagai pacar Naruto." Jawab Sasori. Sedangkan Menma hanya bisa melotot mendengar pernyataan Sasori. "Waah.. benarkah?" tanya Menma tak percaya. "Kau tidak bercanda bukan?" tanya Menma lagi.
Sasori hanya menggeleng, lalu kembali ke sosok aslinya. Lalu dia tersenyum tipis dan menoleh ke arah Naruto dan menyentuh wajah Naruto dengan perlahan. "Tentu saja tidak.. kau tidak melihat ekspresiku?" tanya Sasori tanpa mengalihkan wajahnya. Lalu dia berkata dengan cukup lirih pada Naruto "Hey.. selamat cinta pertamamu terbalas Namikaze Naruto." Sedangkan Menma hanya bisa terdiam melihat tingkah laku Sasori. 'Dia Serius.'
Lima tahun ditinggalkannya kedua saudara kembar itu, ternyata membuat Sasori berubah menjadi lebih dewasa dari yang diperkirakannya.
"Lalu?"
Pertanyaan Menma membuat Sasori menoleh dan menatapnya dengan tanda tanya.
"Apa kau percaya dengan Bocah Uchiha itu?" tanya Menma.
Sasori hanya menatap datar Menma, lalu berjalan menuju jendela besar kamar Naruto, dan membukanya lebar lebar.
"Tergantung.."
"Apa?" tanya Menma dengan senyum tipis-
"Sebelum aku membuktikannya ke Uchiha itu, aku tidak akan memberikan Naruto semudah itu." jawab Sasori dengan wajah menerawang.
-memang sudah dewasa.
Sepertinya ini saatnya.. Naruto berubah.
.
.
"Kau gila apa?!" pekik Kiba. Oke, mungkin bukan hanya Sasori yang terkejut, ke-empat teman Sasuke melotot mendengar cerita singkat ala Uchiha Sasuke yang dapat ditangkap jelas maksudnya. Kini mereka sedang ada dihalaman rumah Shikamaru. Mereka memutuskan untuk berkumpul setelah 2 hari menghilangnya Sasuke setelah Naruto.
"Hn."
"Kau menyatakan perasaan mu pada Naruto.. KE SATPAM?!" teriak Kiba lagi. Dan membuat dirinya mendapat jitakan dari Neji.
"Bisakah kau tenang?" tanya Neji dengan nada datar dan aura menusuk. "bukan perasaan, hanya saja status hubunganku." Jawab Sasuke datar.
"Tapi tetap saja bodoh, secara tidak langsung kau sudah mengatakan perasaan mu ke satpam itu. Dan juga, kenapa harus ke satpam itu? kenapa kau tidak menunggu Naruto pulang dulu?" tanya Kiba beruntun.
"Aku tidak punya alasan lain." Jawab Sasuke singkat.
"Wah.. wah, jadi karena Namikaze Naruto cewek yang bagimu hanya beban hidup itu membuat otak Uchiha kita yang jenius dan pintar berkilah ini menjadi buntu hah?" ejek Neji. Dan hanya mendapat dengusan dari Sasuke.
"Kiba benar, secara tidak langsung kau menyatakan perasaan suka mu ke Naruto ke Satpam itu." sela Shikamaru.
"Sudah terlanjur.." jawab Sasuke enteng.
"Lalu tindakanmu selanjutnya apa?" tanya Gaara.
Sedangkan Sasuke hanya mengangkat bahu tidak peduli "Kita lihat saja nanti."
.
.
TBC
A/N:
MA-AAAAAAF APDETNYA NGARET POOOOL. Pendek pula! #alasan: sy pindahan rumah, jadi nggak sempet mikir cerita, banyak pr dan tugas suruh menggambar, dan banyak ulangan. Oke dan alasan utama intinya sy kena penyakit block writer atau males ngetik. Wkwkwkwk. #Digampar. Oke dan bacotan lainnya, karena banyak yang minta Naruto jangan sakit parah. Maka aku kasih Anemia. Dan aku sempet bingung, emang Anemia sampe mimisan juga ya? ._.)a alah.. tapi biarin deh. Namanya juga Fanfic, jadi semua berasal dari imajinasi saya.. wkwkwkwk XD #Dibakar.
Nah, ada yang kecewa dengan sakit Naruto?. Aku jadi nggak tega kalo Naruto kubuat sakit parah, dan eits.. semua tebakan di riview rata rata salah semua. Yang bener jawabannya Menma. Ntar tuh cowok yang jadi 'pemanas' Sasu-chan lho~ tapi aku jadi bingung, kenapa kalian nyangkanya itu cewek? Apa kelihatan banget ya kalo cewek? Dan masalah Naruto pacar Sasuke itu.. Ng, nggak tau deh. Tiba tiba muncul aja di otakku. Dan jadilah.. Sasuke menyatakan perasaan nya secara tidak langsung ke SATPAM RUMAH NARUTO!. Wkwkwkwkwk.. sumpah sy yg nulis aja ketawa ketawa sendiri bayangin Sasuke ngomong blak blakan kayak gitu. Dan disini juga, kebanyakan Sasori dan Sasuke sedikit OOC. Nggak ding mungkin banyak.. gomen ya? itu untuk kelangsungan cerita.
Oke maaf banyak bacot nya. Sy tdk balas rivew lagi ya.. maaf juga kalau kebanyakan typo atau mungkin ch ini dan sebelumnya terkesan maksa. Yang penting dapet feelnya ga? Terimakasih untuk para readers yang masih setia menunggu ffn Gaje ini. Dan salam kenal juga untuk raders baru.. maaf baru tanggapin salam kalian.
Dan terakhir THAKS FOR:
Xxferessa-TanXx, .10, Hyull, Hanazawa kay, Guest, Ara Uchiha, 0706, Axa Alisson Ganger, namikaze yondaime, risrise, Uzumaki Prince Dobe-Nii, nasyachoco, Luca Marvell, rizkiirawan3, Naminamfrid, LnaruSasu, .56, Yamashita runa, Guest, Vianycka Hime, onixsafir123, ameru-chan, dan terakhir Za Hime.
Ya.. itu nama nama penulis riviewers ch 9. Maaf jika ada salah penulisan kata, dan juga jika ada yang belum ditulis silahkan protes di kotak riview. XD dan temen sy muncul lagi namanya Zemiuw oke zen, riviewmu gj lagi. -_-" riview mu boleh aku hapus? XD, dan karena kamu sering neglihatin aku foto Aomine dan Kise jadi aku sering teriak2 g jelas di kelas. Karena pose mereka.. btw, tetep aj thx riviewnya Zen. Ch ini riview lagi yak.. #maksa.
Bingung mau ngomong apa lagi.. jadi akhir kata Mind to riview ? :3 Thanks before..
See ya in the next chapter everyone... ;D and THANKS ALOT.. 3
