CAP'BLOODS

RATE : T

DISCLAIMER : Naruto milik Masashi Kishimoto, sedangkan cerita ini milik saya, dan saya sudah ijin kok ke Pak Masashinya..

GENRE : Romance and Friendship, maybe Angst.

WARNING : ide pasaran, abal abal, gaje, (miss) typo,OOC dan masih banyak lagi... (-.-)

SUMMARY : lalu, bagaimanakah kehidupan selanjutnya dari kedua grup setelah persaingan di mulai? Akankah tumbuh cinta di antara mereka?


Chapter 12

.

Uchiha Sasuke, kini sedang bersiap-sap menge-pack pakaiannya. Dia sudah mem-bocking tiket penerbangan pesawatnya menuju Prancis, pukul 03.45 nanti sore. Dan sekarang sudah jam 12 siang. Jangan tanyakan masalah sekolahnya, tentu saja dia bolos. Alasan? Ah, mudah di cari.. Secara dia merupakan artis tenar. Tentu saja alasan karena Seorang produser mengontrak dirinya untuk menjadi model di kota Paris.

Surat keterangan? Tentu saja sudah siap.. Uchiha sasuke tidak pernah lupa. Dan, tinggal satu masalahnya..

Keluarga Uchiha? Kaasan, Tousan, dan Aniki?

Itulah yang sejak tadi berputar putar di kepala Sasuke. Apa alasannya masalah keberangkatannya ke Paris? Tangannya masih bergerak melipat pakaiannya dan dengan telaten memasukannya ke dalam koper kecilnya.

Kabur? Oh, maka Media massa akan membuat dirinya semakin sakit kepala jika mereka tahu menghilangnya Uchiha Sasuke. Dan Gosip tidak mengenakan, akan berkunjung di telinga kanan dan kirimu hingga membuat telinga mu merah karena jengkel.

Bertemu teman? tentu, saja tidak mungkin! Aniki Sasuke tau semua teman yang dimiliki Sasuke. Dan jika alasannya bertemu teman, maka dengan cepat Itachi akan membongkar semuanya bahwa Sasuke tidak bertemu dengan temannya. Melainkan dengan Naruto.

Ah, susahnya menjadi Uchiha Sasuke yang tenar itu..

.

.

Di tempat lain, Namikaze Naruto kini sedang menyisir rambutnya perlahan. Entahlah, dia merasa sangat bosan di Rumah sakit ini. Hei, tidak ingatkah kalian di Film Naruto Shippuden, Naruto paling benci jika di rawat di Rumah Sakit karena tidak bisa Latihan? Maka disini Naruto juga benci rumah Sakit karena dia tidak bisa bermain, berlarian, dan- Ah.. dia jadi rindu Panti Asuhannya. Apa yang mereka lakukan ya sekarang? mungkin mereka sedang bermain atau belajar?

Ah, Naruto memukul kepalanya. Dia lupa bahwa Prancis dan Jepang perbedaan waktunya akan sangat jauh, mungkin saja disana sudah siang, sedangkan disini larut malam.

Kepala Naruto menoleh ke arah Jam dinding di kamarnya. '10.15', hampir tengah malam rupanya..

Naruto mendesah pelan, dia melirik ke arah jendela. Kakinya tiba-tiba berdiri, dan membawanya menuju ke Jendela raksasa itu. Menma bpernah bilang ke dirinya, bahwa Kamar Naruto sangat Strategis. Tapi yang menjawab perkataan itu bukanlah Naruto, melainkan Sasori.

Kembaran Laki-laki Naruto itu, mendengus lalu membuang mukanya dan mengatakan. 'belum tentu kamar se-strategis ini bisa menahan gadis bodoh ini.' Tentu saja, Naruto hanya merengut karena ucapan Sasori selalu benar mengenai dirinya. Dan dia juga tidak bisa menyangkal masalah Kamar Strategis itu.

Naruto tersenyum kecil mengenai hal itu, ah- kamarnya terlalu sunyi. Sasori dan Menma, sedang keluar menuju Cafe, yang entah namanya itu. La- La, halah.. Naruto tidak bisa mengingat Cafe dengan nama yang cukup sulit diingat itu. meninggalkan dirinya dalam kebosanan yang amat sangat.

"Ah, andai ada Deidara, dan Hidan.. atau mungkin Ice Bloods." Gumam Naruto perlahan. Kedua tangannya kini dilipat di tepi jendela, dan dagunya bersandar di kedua lipatan tangannya itu. Matanya, terpejam perlahan sambil menikmati angin sepoi malam itu..

'Kau merindukan Ice Bloods, atau Hanya Uchiha hm..?'

Mungkin Sasori dengan mudah menebak jika dirinya mendengar ucapan Naruto barusan, tentu saja tujuannya bukan Ice Bloods, melainkan Uchiha Sasuke itu. 'Apa yang sedang dilakukannya sekarang?' tanya Naruto dalam hati.

.

.

Sasuke kini sedang berjalan perlahan-lahan, keluar dari kamarnya berusaha tidak mencurigakan ke-tiga orang yang kini sedang duduk manis di Ruang Keluarga dan sedang menonton TV itu. Kopernya, telah ia lempar ke halaman belakang agar tidak ketahuan. Entahlah, hanya saja pikirannya 1.

Kabur!

Tidak ada jalan lain, nggak ding. Sebenarnya ada, yaitu bilang ke mereka bahwa dia akan mengunjungi Naruto ke Prancis. Sayangnya, Gengsi dan Harga diri Uchiha-nya terlalu tinggi untuk mengatakan Hal itu. jadilah, dia harus kabur. Berlagak membawa kunci mobil dan Jaket Hitamnya, serta Topi dan Kacamata, yang sudah di sembunyikan di Kantong Jaket nya.

Berlagak, bahwa dia akan pergi keluar kota, atau mungkin mengatakan Shikamaru memiliki acara di Villa-nya, dan dia diundang untuk 5 hari kedepan. Begitulah rencana Sasuke, yang sangat-sangat tidak berkelas, namun bisa saja sangat efektif jika Baka Aniki nya tidak menyadari gelagat Sasuke.

"Sasuke, kau mau kemana?"

'Sial!' umpat Sasuke, dalam hati. Bagaimana bisa kakaknya menoleh disaat yang seperti ini. Tapi raut wajahnya tetap datar, seolah tidak terkejut dengan panggilan dari Itachi.

"Jalan" Jawab Sasuke singkat.

Itachi hanya manggut-manggut lalu membuang mukanya ke arah TV lagi. Sasuke bernafas pelan lega, dan mengambil langkah selanjutnya dengan tenang. Tapi sayangnya, baru lima langkah Sasuke berjalan, Itachi berkata lgi.

"Ah, jangan lupa! Besok kau ada konfrensi Pers dengan para Media mengenai album barumu." Ucap Itachi tanpa menoleh ke arah Sasuke.

'KUSO!' umpat Sasuke benar-benar kesal. Kenapa di saat seperti ini ada konfrensi pers dengan media sialan itu?! dan kenapa juga Kiba baru memberitahukannya tadi siang?!

Ingin rasanya Sasuke berteriak di tempat itu sekarang, sayangnya semua itu tertahan di tenggorokan nya. Dia hanya bisa menghela nafas berat.

"Hn.." dan hanya gumamn tidak jelasnya yang menjawab ucapan Itachi, lalu melengos pergi keluar. Itachi, tidak memusingkan dengan jawaban Sasuke. Toh Sasuke juga akan datang, dia kan dijuluki .

.

.

"Iya, iya aku tau Shikamaru. Aku akan segera berangkat." Jelas Gaara di dalam telepon, Sakura yang belakangnya segera menolehkan kepalanya ke arah Pria berambut merah, yang kini sibuk dengan Teleponnya itu.

Matanya hanya menatap datar punggung lebar milik Gaara itu, lalu segera membuang wajahnya ke arah jendela lagi dengan posisi wajah menopang dagu. Gaara hanya melirik sekilas ke arah Sakura, lalu melanjutkan pembicaraannya lagi dengan Komandannya.

"Iya-iya, aku tau, aku akan datang 15 menit lagi." Ucapnya sambil mengakhiri sambungan teleponnya. Keadaan menjadi hening, sebelum Gaara memecahkan keheningan tersebut.

"Sakura..." ucapnya pelan.

"Hm..?" Sahut Sakura tidak berminat. Posisi tubuhnya tetap berada di posisi yang sama.

"Aku akan pergi."

"..."

"Kau jaga dirimu baik baik. Jangan terlambat makan, jangan juga pergi terlalu malam, dan juga kau harus-"

"Hanya satu tahun kan?" ucap Sakura memotong percakapan Gaara. Gaara hanya bisa terdiam mendengarkan kelanjutan ucapan Sakura.

"Kau hanya pergi satu tahun, dan kemungkinan.. aku juga tidak akan bisa pergi dalam 20 tahun atau mungkin lebih jika semua ini bocor. Dan kau bisa menemuiku setiap hari di sana." Lanjut Sakura tanpa menoleh. Gaara, hanya bisa terpaku dengan ucapan Sakura. tanpa dia sadari, dia menanyakan sesuatu yang sudah pasti jawabannya, dan membuat hatinya sangat sakit.

"Apa.. kau mencintaiku?"

Sakura diam. Hanya saja dia merubah posisinya, yang sejak tadi membelakangi Gaara, kini menghadapkan dirinya dan menatap Gaara, dengan tatapan dingin. Seolah Gaara hanya seonggok sampah yang selama ini mengganggu hidupnya.

"Apa aku harus mengulang jawaban ku setiap hari?" tanya Sakura datar.

Gaara menghela nafas besar, sebelum dia berucap.

"Ya, kau harus mengulangnya terus, terus, terus, hingga kau merubah namanya menjadi-"

"Aku mencintai Sasuke, Uchiha Sasuke. Bukan Sabaku no Gaara! Jangan harapkan hal yang mustahil Gaara." potong Sakura mendesis sinis. Gaara terdiam lagi, mendengar ucapan Sakura yang memang sudah menegaskan berkali kali, dirinya hanya pelampiasan nafsunya yang selama ini berusaha dia tahan jika melihat Sasuke.

"Tapi Uchiha Sasuke adalah sahabatku! Orang yang kau cintai tapi juga akan kau celakai!" teriak Gaara reflek. Sakura hanya mampu terpaku di tempatnya. Yah, memang benar Gaara adalah seorang anggota dari Ice Bloods. Merupakan Sahabat dari Uchiha Sasuke, yang selalu setia menemani Sakura di kala kesedihannya yang mendalam.

"Cih, lalu kau akan mendukung siapa? Aku atau Sasuke? Jika kau mendukung Sasuke, seharusnya kau tidak ikut campur dengan urusanku yang satu ini sejak dulu. Lagi pula kau akan dinas dalam tanda kutip kau akan tour kan setelah Konferensi Pers hari ini, dan lusanya kau akan berangkat bukan. Seharusnya kau tidak pedulikan aku saat itu!" Balas Sakura dengan Teriak.

Gaara hanya diam, dia menyesal membentak Sakura dan memilih mengalah. Karena perdebatan ini tidak akan ada habisnya jika dia dan Sakura sama-sama keras kepalanya. Gaara akhirnya memilih untuk memungut tasnya dan semua barang-barang pribadinya, lalu berjalan ke arah pintu keluar kamarnya. Dan mengucapkan kata-kata terakhirnya,

"Aku tidak peduli apapun itu Sakura, aku memang sangat mencintaimu. Tapi aku juga sangat menyayangi Sasuke. Jadi kumohon, sebelum terlambat. Berhentilah melakukan hal keji, dan datanglah padaku.."

Lalu pintu kamar tersebut pun tertutup.

Sakura yang tadi sangat dingin dan terlihat gadis yang sangat kuat, kini merosot terjatuh berlutut tepat menghadap ke pintu, hancur sudah topeng yang tadi dia pasang di depan Gaara. Setetes bulir air mata terjatuh tanpa dia sadari.

"Tidak.."

Sakura memandang kosong pintu kamar tersebut.

"..Aku tidak akan bisa berhenti setelah aku memulainya."

.

.

Sasuke kini sedang dilanda dilema, kini dia sudah berada di mobilnya. Kopernya terjatuh tanpa suara sukses mendarat di belakang pagar rumahnya. Mobil Sportnya yang berwarna Dark Blue tersebut disetirnya dengan kecepatan sedang.

Bagaimana tidak dilema?

Besok Acara Konfrensi Persnya. Tapi hari ini dia harus datang ke Prancis untuk menemui Naruto apapun caranya, dan apapu kendalanya. Tapi jika dia berangkat hari ini, dan pulang besok. maka kemungkinan, acara Konfrensi Pers nya akan batal dan itu akan mempengaruhi pamor dirinya sebagai , dan juga berpengaruh bagi anggota Boy Bandnya.

Tapi dia juga rindu Naruto.

Aku mau makan, kuingat kamu.. aku sedang tidur ku ingat kamu.. aku mau pergi, ku ingat kamu.

'Kuso! Kenapa disaat seperti ini, Radio Jepang malah memutarkan lagu Indonesia yang aku mengerti artinya! Dan kenapa harus lagu seperti ini!' umpat Sasuke dalam hati. Benar saja, itu merupakan Lagu yang cocok bagi Uchiha ini yang selalu mengingat Naruto di manapun dia berada, dan lagu Maia Estianty inilah yang membuat dirinya bertambah Galau!

Memang benar dia orang Jepang, tapi dia pernah mempelajari bahasa Indonesia melalui lagu lagu yang pernah didengarnya. Sebertulnya, lagu ini yang paling sangat di bencinya. Tapi entah mengapa lagu ini juga yang dia mengerti. 'Haha, Aho!' rutuknya men-tololkan diri sendiri.

Tapi, Lagu ini membuatnya teringat akan sesuatu, dan itu juga memantapkan dirinya untuk mengambil sebuah keputusan apa dia akan berangkat atau Konferensi Pers. Dia juga tidak tau Naruto kapan pulangnya.

Jadi dia memutuskan untuk segera banting setir mobilnya dan balik arah.

Nah, apa yang akan dilakukan Uchiha ini?

.

.

TBC

A/N:

Wkwkwkwk.. pendek banget yak? =A=.

Maap, saya lagi tidak mood buat yang terlalu panjang. Dan karena banyak yang ngeluh kalo saya apdetnya selalu lama. Ini saya buatkan secepat mungkin. Juga inpisrator saya (alias otak), tidak bisa diajak kompromi lagi untuk cari kelanjutan ceritanya.

Thanks for:

Axa alisson ganger, Nasyachoco, Hyull, Akira no Sikhigawa, Runa BlueGree yama, Ara Uchiha,
Hanazawa Kay, Guest, Uzumaki Prince Dobe-nii, Akbar123, Naminamifrid,
Vianycka Hime, Amour-chan, Zen Ikkia, yuichi, Luca Marvell, Fisika, Madara Rikudou Sennin,
Namikaze Yondaime, Guest, Tiyut, Rizkiirawan3, Uzumaki.

sepertinya juga ada yang bertanya Gaara udah kerja ya? haha, ini untuk Luca-san, lupa yah kalau Gaara itu anggota Ice Bloods. nah, ini jawabannya. :D

Nah, Semoga ini memuaskan. Dan terimakasih untuk kalian yang masih setia dengan fic ini, semoga ending cerita nya memuaskan ya. hehehe XD

Baiklah, sekian dulu cerita saya Thanks untuk Readers yang riview, dan Silent Readers (maaf baru tulis, karena sering lupa)

Mind To Riview? Thanks before.. :3